Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HASIL F6 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) BERPOLONG KUNING Fikry, Bima; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/777

Abstract

Uji daya hasil adalah suatu tahap dalam kegiatan perakitan varietas baru yakni melalui evaluasi keberadaan gen-gen yang dikehendaki pada suatu galur (Basuki, 1995). Nilai duga heritabilitas dapat mengindikasikan keragaman dalam tiap karakter yang diamati dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari tetuanya maupun faktor lingkungan. Penelitian dilaksanakan di dusun sawaulan, Desa Tawang Agro, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan tanam yang digunakan yaitu 3 galur buncis berpolong kuning generasi F6 (CS x GK 50-0-24, CS x GI 63-0-24, CS x GI 63-33-31), 3 tetua dan varietas pembanding Lebat 3. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan mengamati 10 sampel tanaman per plot. Hasil penelitian menunjukkan secara kuantitatif dan kualitatif, ketiga galur buncis memiliki keseragaman. Nilai KKG dalam galur memiliki kriteria rendah dan agak rendah pada tiap karakter yang diamati. Keragaman yang tergolong rendah menandakan keragaman yang sempit, berarti galur tersebut sudah seragam. Sedangkan nilai heritabilitas dalam galur adalah rendah, namun ada sebgiIan karakter yang memiliki nilai heritabilitas yang masih tinggaI. Heritabilitas pada ketiga galur dipengaruhi oleh lingkunga dan juga genetik. Karakter yang memiliki heritabilitas tinggi dapat mewariskan sifat yang seragam pada generasi berikutnya. Heritabilitas tinggi menunjukkan keberhasilan dalam program pemuliaan tanaman.
PENGARUH JENIS LARUTAN OSMOCONDITIONING DAN MASA SIMPAN BENIH TERHADAP VIGOR DAN VIABILITAS BENIH KEDELAI HITAM (Glycine max L. Merr) Ardyanto, Alfian Trisna; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/873

Abstract

Komoditas tanaman kedelai hitam (Glycine max L. Merr) merupakan benih masa simpan kurang lebih selama 4 sampai 5 bulan. Kondisi lingkungan penyimpanan yang kurang baik dapat mempercepat kemunduran benih. Salah satu solusi mengatasinya yaitu dengan osmoconditioning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis larutan Osmoconditioning terbaik terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih kedelai hitam yang telah melewati masa simpan serta mengetahui efektifitas uji UKDdp dan Soil Deep. Penelitian ini dilaksakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Juni-Juli 2017. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktorial. Faktor 1 yaitu Aquadest (A0), NaCl (A1), dan KCl (A2). Faktor 2 yaitu 2 bulan penyimpanan (B0), 4 bulan penyimpanan (B1), dan 6 bulan penyimpanan (B2). Pelaksanaan percobaan meliputi perlakuan osmoconditioning, penanaman melalui metode UKDdp dan metode soil deep. Analisa data menggunakan uji F. Jika uji F menunjukkan perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut, menggunakan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemberian larutan osmoconditioning dengan lama penyimpanan benih berpengaruh nyata pada parameter daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, bobot kering, panjang hipokotil dan panjang akar kecambah normal. Benih direndam menggunakan larutan KCl dengan lama penyimpanan benih selama 6 bulan memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan larutan NaCl dan Aquadest pada masa simpan benih yang sama. Hasil perhitungan daya kecambah normal pada uji UKDdp dan Soil Deep sebesar 90.67% dan 86.67%. Pemberian larutan NaCl pada uji UKDdp dan Soil Deep benih lama simpan 6 bulan sebesar 88.67% dan 83.33%.
PENDUGAAN HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F5 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU Eksan, Kolil Nur; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/890

Abstract

Pengetahuan tentang informasi genetik dapat membantu dalam menentukan seleksi pada program pemuliaan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada populasi buncis  F5 yang berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Bahan yang digunakan adalah 11 populasi buncis generasi F5 (GK.CS)6-6-47), (GK.CS)54-11-44,(GK.CS) 97-2-5, (GK.CS)108-1-1, (GI. PQ) 12-2-18, (GI.PQ)23-10-39, (GI.PQ)35-11-23, (GI.PQ)12-2-18, (GI.PQ)19-10-16, (PQ.GK) 1-12-39, (PQ.GI)169-1-14, dan 5 tetua (GK) (M) (GI) (PQ) (CS). Tiap populasi buncis F5 ditanam dalam satu bedeng yang berjumlah 50 tanaman  yang ditanam dalam 2 barisan. Pengamatan berbasis pada pengamatan individu. Heritabilitas dihitung dari ragam fenotip dari populasi buncis F5 dan ragam lingkungan dihitung dari ragam tetua yang ditanam diantara populasi buncis F5. Kemajuan genetik dihitung dari intensitas seleksi, heritabilitas dan simpangan baku fenotip. Nilai heritabilias pada populasi buncis F5 berpolong ungu menunjukkan kriteria rendah hingga tinggi. Nilai duga heritabilitas menunjukkan nilai tinggi pada hampir seluruh populasi pada karakter umur berbunga, umur panen segar, jumlah bunga, jumlah polong pertanaman, bobot polong pertanaman, lebar polong dan fruit set. Karakter panjang polong, bobot polong pertanaman, jumlah biji menunjukkan nilai beragam dari rendah hingga tinggi. Nilai  kemajuan  genetik harapan   pada populasi  buncis F5 menunjukkan nilai yang rendah hingga tinggi. Karakter yang memiliki kemajuan genetik harapan kategori tinggi pada semua populasi adalah  jumlah bunga, jumlah total polong pertanaman, lebar polong, bobot polong pertanaman dan fruit set, sedangkan karakter umur berbunga, umur awal panen segar, panjang polong, bobot perpolong, jumlah biji memiliki kemajuan genetik harapan beragam dari rendah hingga tinggi.
Observasi Tanaman Kacang Komak (Lablab purpureus L. Sweet) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Azkiyah, Rizqi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/917

Abstract

Kacang komak adalah kacang lokal yang potensial sebagai sumber pangan dan beradaptasi pada iklim kering panas seperti di Probolinggo. Upaya menjaga kelestarian plasma nutfah kacang komak adalah  observasi di daerah sentra produksi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi keberadaan lokasi budidaya kacang komak sebagai salah satu bahan makanan alternatif, mengidentifikasi sifat-sifat dan jenis potensial kacang komak berdasarkan karakter morfologi dan agronomi  dan mendeskripsikan hubungan kekerabatan tanaman kacang komak berdasarkan persamaan dan perbedaan karakter morfologi di empat kecamatan pada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di empat Kecamatan pada Kabupaten Probolinggo yaitu Tongas, Wonomerto, Bantaran dan Leces pada bulan Agustus-Oktober 2014. Penelitian menggunakan metode survei dan wawancara petani. Pelaksanaan penelitian meliputi survei pendahuluan, penentuan lokasi, pengamatan karakter morfologi dan agronomi, dan wawancara petani. Hasil observasi menunjukkan bahwa lokasi budidaya kacang komak berada di Kecamatan Tongas di desa Sumber Kramat, Tanjung Rejo, Curah Tulis, Klampok, Pamatan, Wringin Anom, Kecamatan Wonomerto di desa Sumber Kare, Patalan, Sepuh Gembol, Poh Sangit Ngisor, Poh Sangit Tengah, Tunggak Cerme, Kecamatan Bantaran di desa Karang Anyar, Legundi, Tempuran, Kedung Rejo, Kecamatan Leces di desa Malasan Kulon, Tigasan Wetan, Pondok Wuluh dan Tigasan Kulon. Selain itu, jenis tanaman kacang komak potensial adalah aksesi BTR dan LPW. Keragaman tanaman kacang komak ditunjukkan pada karakter warna batang, warna bunga, warna biji kering, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji  memiliki nilai rendah. Hasil dendogram pada 20 aksesi kacang komak menghasilkan delapan klaster dengan kemiripan genetik bekisar 92,71 - 99,62 %.
Parameter Genetik F4 Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Polong Kuning dan Berdaya Hasil Tinggi Firly, Cynthia Diesta; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/939

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 20 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F3. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 20 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data kajian genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman genotip rendah dengan rentang nilai 0,11% - 24,17% dan agak rendah dengan rentang nilai 25, 48% - 42,65% sedangkan nilai koefisien keragaman fenotip rendah dengan rentang 0,22% - 24,96%. Nilai heritabilitas yang diperoleh tinggi, sedang hingga rendah dengan rentang nilai 0,01 – 1,00.  Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 150-320 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.GK 50(24), CS.GK 50(31), CS.GK 63-15 (17), CS.GK 63-15 (29), CS.GK 63-15 (37), CS.GI 63-21 (22), CS.GI 63-21 (29), CS.GI 63-21 (36), CS.GI 63-21 (40), CS.GI 63 (4), CS.GI 63 (24), CS.GI 8.8 (2), CS.GI 63-33 (31) dan CS.GI 7 (31). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya.
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil Terhadap Hasil Tanaman Jarak Kepyar Lokal (Ricinus communis L.) Kurniawan, Ainur Rofiq Edy; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/973

Abstract

Tanaman jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman penghasil minyak untuk kebutuhan industri. Produksi jarak kepyar di Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Sehingga salah upaya untuk meningkatkan produksi jarak kepyar ialah dengan menggunakan jarak kepyar lokal. Tanaman jarak kepyar lokal merupakan plasma nutfah yang sangat penting. Analisis korelasi dan sidik lintas sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keeratan dan kriteria seleksi sehingga nantinya dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi, pengaruh langsung maupun tidak langsung tanaman jarak kepyar lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017 di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ±490 mdpl. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Aksesi yang digunakan yaitu sebanyak 22 aksesi, dalam satu ulangan ditanam lima benih per aksesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan pada karakter bobot tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah buah per tanaman terhadap hasil pada jarak kepyar lokal, kemudian jumlah biji per tanaman merupakan karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif besar sehingga dapat dijadikan kriteria seleksi pada tanaman jarak kepyar lokal.
Uji Daya Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Berpolong Kuning Pada Generasi F7 di Dataran Medium Tustika, Selvi Clara; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/992

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Produksi buncis di Indonesia mengalami penurunan, hal ini tidak sebanding dengan permintaan pasar akan buncis. Untuk menekan nilai impor, maka perlu adanya peningkatan produksi salah satunya dengan perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Persilangan antara varietas introduksi (Cherokee Sun) dan varietas lokal (Mantili, Gilik Ijo dan Gogo Kuning) telah dilakukan, dengan tujuan dapat diperoleh varietas baru yang mempunyai daya hasil tinggi dan kandungan gizi pada polongnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil dari beberapa galur buncis berpolong kuning generasi F7 di Dataran Medium serta mengetahui nilai keragaman dan heritabilitas galur tersebut. Bahan yang digunakan pada penelitian yaitu 4 genotip buncis yaitu CSxGI 63-0-24, CSxGK 50-0-24, Cherooke Sun, dan Lebat 3 dan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan di Dusun jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota malang pada bulan April sampai Juli 2017. Hasil penelitian menunjukkan galur buncis F7 memiliki potensi hasil lebih rendah dari varietas Lebat 3. Dan masih memiliki keragaman pada karakter warna standart bunga, warna polong muda dan derajat kelengkungannya. Nilai keragaman galur buncis F7 rendah, serta nilai heritabilitasnya tinggi.
Uji Daya Hasil Buncis Berpolong Kuning (Phaseolus vulgaris L.) Generasi F7 Di Dataran Tinggi Nugroho, Yusuf; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/995

Abstract

Tanaman buncis berpolong kuning merupakan tanaman buncis yang mempunyai kadar β-karoten tinggi. β-karoten mempunyai kemampuan sebagai antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi resiko penyakit kanker, penyakit jantung dan meningkatkan sistem imun. Saat ini pengujian buncis berpolong kuning sudah memasuki tahap uji daya hasil lanjutan, maka dari itu dilakukan pengujian di berbagai lokasi. Pengujian buncis berpolong kuning generasi F7 dilakukan pada dataran tinggi. Diharapkan dari beberapa galur yang diuji, terdapat satu atau lebih galur harapan yang mampu beradaptasi dengan baik didaerah dataran tinggi dan berdaya hasil tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil dari beberapa galur generasi F7 yang diuji pada dataran tinggi dan mengetahui keragaman genotipe dan fenotipe dari beberapa galur tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April- Agustus 2017 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga galur, tiga tetua dan satu varietas pembanding dan diulang sebnayak empat kali. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua galur generasi F7 yang diuji memiliki daya hasil tinggi, tetapi masih ada keragaman tipe tumbuh, warna bunga, warna dasar polong dan warna biji, sehingga masih perlu dilakukan seleksi lebih lanjut. Adapun karakter kuantitatif yang masih mempunyai keragaman tinggi dan sedang antara lain jumlah polong per tanaman, jumlah klaster per tanaman dan bobot polong pertanaman.
Keseragaman Delapan Galur Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Generasi S5 Ferida, Hepy; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 9 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1459

Abstract

Jagung manis banyak dikembangkan di Indonesia. Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan ketersediaan jagung manis. Peningkatan produksi jagung manis didukung dengan ketersediaan varietas unggul berupa varietas hibrida. Varietas hibrida didapatkan dari persilangan tetua berupa galur inbrida. Galur inbrida yang dijadikan sebagai tetua adalah galur yang memiliki tingkat homozigositas yang tinggi yang dapat diperoleh melalui proses selfing. Suatu cara yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menilai keseragaman tanaman adalah dengan mengetahui keragaman. Galur jagung manis yang digunakan merupakan generasi S5 sehingga diharapkan memiliki tingkat keseragaman dalam galur yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keseragaman pada masing-masing galur  jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2018 di Desa Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan yaitu benih delapan galur jagung manis. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf 5% . Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai KKG dan KKF yang diperoleh tergolong rendah sampai sedang. Nilai KK digunakan untuk mengetahui keseragaman dalam galur. Nilai KK pada delapan galur jagung manis memiliki nilai yang rendah sampai sedang. Sehingga masing-masing galur jagung manis generasi S5 memiliki tingkat keseragaman dalam galur yang tinggi
Uji Ketahanan Galur Buncis Tipe Rambat (Phaseolus vulgaris L.) Berpolong Kuning Terhadap Penyakit Layu Fusarium ( Fusarium Oxysporum ) Putri, Ken Ufi Balya; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 10 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1591

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu sayuran dengan jenis polong-polongan yang mempunyai peluang pasar yang cukup menjanjikan di Indonesia. Produktivitas tanaman buncis setiap tahun mengalami perubahan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (2019). Produksi buncis di Indonesia pada tahun dari 304,431/Ha ton pada tahun 2018 menjadi 299,310 ton/Ha pada tahun 2019. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman buncis, perlu adanya teknik pemuliaan tanaman buncis yang sesuai dengan permintaan konsumen serta tanaman buncis yang tahan terhadap serangan hama ataupun penyakit tanaman. Alternatif yang dilakukan salah satunya adalah perakitan buncis berpolong kuning yang berdaya hasil tinggi.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan galur buncis yang tahan terhadap serangan layu fusarium oxysporum.. Penelitian ini dilaksanakan di di Jl. Patimura Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pada bulan April hingga Juni 2020. Penelitian menggunkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan galur buncis CS-GK-50-0-24 tergolong dengan tanaman agak tahan dibandingkan CS-GI-63-0-24 yang tergolong agak rentan terhadap serangan penyakit fusarium oxysporum
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf