Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi dan Analisis Hubungan Kekerabatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) di Kabupaten Probolinggo Hamdany, Mohamad Iqbal Septian; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.04.02

Abstract

Tanaman kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman pangan serta obat-obatan. Meskipun tanaman kelor memiliki banyak manfaat, penelitian dalam pemuliaan tanaman kelor masih jarang ditemukan. Salah satu cara untuk mendapatkan sumber daya genetik adalah melalui kegiatan eksplorasi, yang dilanjutkan dengan analisis hubungan kekerabatan untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan sumber daya genetik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo dan mengetahui hubungan kekerabatan tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober 2021. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Pengamatan morfologi tanaman kelor secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan panduan deskriptor Santhoshkumar et al., (2013). Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat 74 sampel tanaman kelor yang tersebar di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo menyebar secara acak. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa pengelompokan tanaman kelor terbagi menjadi 7 komponen utama (PC). Komponen utama 1 (PC1) memberikan kontribusi keragaman tertinggi dengan karakter yang berkontribusi adalah jumlah anak daun majemuk, jumlah daun primer, jumlah daun sekunder, panjang daun primer, lebar daun primer, panjang daun majemuk, lebar daun majemuk, dan diameter biji. Pada analisis cluster didapatkan hasil tanaman kelor terbagi menjadi tiga kelompok besar dengan koefisien kesamaan 99% sehingga tergolong memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Uji Ketahanan Galur Buncis (Phaseolus vulgaris L) Polong Kuning Tipe Tegak Terhadap Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Parinduri, Naufal Al Wali; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.04.06

Abstract

Galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning tipe tegak adalah tanaman semusim yang termasuk famili Fabaceae. Warna kuning pada buncis ini menandakan adanya kandungan beta karoten. Sedangkan penyakit layu fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan fusarium yang menyerang hampir seluruh tanaman termasuk tanaman buncis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan penyakit layu fusarium pada fase pertumbuhan dan hasil, serta mendapatkan galur buncis polong kuning tipe tegak yang tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2021, lokasi lahan berada di Jl. Patimura Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah pupuk urea, pupuk kandang, pestisida, cendawan Fusarium oxysporum, benih galur buncis tipe tegak (SunGoku 1 dan SunGoku 2) dan benih varietas Gypsi-1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi F.oxysporum memiliki pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, rerata umur mulai berbunga, jumlah polong, panjang polong dan bobot polong. Dari hasil skoring, galur SunGoku 1 dan SunGoku 2 diklasifikasikan sebagai tanaman yang memiliki ketahanan intermediat terhadap infeksi F.oxysporum.
Uji Daya Hasil Galur dan Hibrida Tomat Potensial (Solanum lycopersicum L.) Pratiwi, Novita; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.05

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.), merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran yang mempunyai peran cukup penting bagi kesehatan tubuh dan sebagian besar dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi baik segar maupun olahan mulai dari skala rumahan hingga industri. Produksi tanaman tomat dari tahun 2017 hingga 2021 terus mengalami peningkatan, sehingga menjadi faktor pendorong masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman tomat dengan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Masalah yang sering dihadapi dalam penggunaan galur-galur potensial tomat adalah adanya perbedaan hasil tomat bila ditanam pada lingkungan yang berbeda. Penelitian bertujuan untuk menguji dan mengetahui potensi hasil dari galur dan hibrida tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 yang bertempat di CV. Borneo Seed Indonesia, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%. Jika terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh genotipe yang di uji, Hibrida To 052 memiliki bobot total buah per tanaman yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding Servo. Kemudian To 064 memiliki bobot per plot dan potensi hasil per hektar yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding servo. Hibrida To 064 memiliki potensi hasil sebesar 63,58 ton/ha.
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Timun Suri (Cucumis melo L.) Febri Budi Rahayu; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.02

Abstract

Ketahanan imun tubuh manusia mempengaruhi kondisi kesehatannya. Timun suri mengandung 24,86 mg vitamin C dalam 100 g buah yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imun. Timun suri termasuk kedalam pasar buah melon dan blewah. Namun produksinya masih fluktuatif untuk memenuhi pasar permintaan. Pada tahun 2020 produksi menurun menjadi 33.056 ton/tahun. Penyebab produksi yang menurun dan cenderung fluktuatif adalah varietas yang ditanam petani secara genetik masih berpotensi hasil rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi untuk mengatuhi penampilan dari 6 koleksi galur yang diamati, sehingga dapat ditemukan galur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam pembentukan varietas unggul. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Parameter yang digunakan adalah karakter kualitatif dan kuantitatif. Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022 yang bertempat di Jl. Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan KarangplosoMalang, Jawa Timur. Alat yang digunakan meliputi peralatan kegiatan budidaya dan pengamatan. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 6 galur timun suri (1) TS01 ; (2) TS02 ; (3) TS03 ; (4) TS04 ; (5) TS05 ; (6) TS06 dengan dua varietas pembanding yaitu Syakira dan Aurelia, serta bahan-bahan budidaya timun suri. Hasil penelitian menunjukan galur TS01 dan TS03 memiliki karakter kuantitatif dan kualitatif yang unik dan unggul. Galur TS01 dan TS03 memiliki nilai produktivitas per ha paling besar serta, galur TS01 dengan ciri khusus alur pada buah dan galur TS03 memiliki warna kulit putih yang unik.
Karakterisasi Daya Hasil Beberapa Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Lokal Fitri, Faiza Khusnia; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.01

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman yang berbentuk semak dan termasuk anggota family Solanaceae. Di Indonesia, tanaman ciplukan dapat tumbuh liar di sawah, kebun-kebun, serta pekarangan rumah. Tanaman ciplukan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan memiliki nama daerah yang beragam seperti ciplukan, yoryoran, cecendet, kopok-kopokan, lelutup, leletokan, dan daun boda (Rukmi and Waluyo, 2019). Manfaat ciplukan antara lain dapat menyembuhkan penyakit malaria, diabetes mellitus, asma, hepatitis, dan dermatitis. Karakterisasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengenali karakter yang dimiliki oleh suatu tanaman. Tujuan melakukan karakterisasi ialah mengetahui deskripsi mengenai karakter pada tanaman sehingga diketahui karakter yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan di Green House, Lahan Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2021. Parameter yang diamati adalah karakter-karakter kuantitatif. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 30 aksesi ciplukan. Jarak tanam yang digunakan yaitu 20 x 15 cm. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance, jika berbeda nyata, dilanjutkan uji BNJ 5 % serta menghitung Koefisien Variasi. Terdapat hasil yang nyata pada beberapa karakter pengamatan. Nilai KV tertinggi terdapat pada karakter jumlah buah per tanaman sebesar 58.93%. Aksesi yang memiliki potensi hasil tertinggi adalah aksesi E0201 sebesar 6.97 ton ha-1.
Karakterisasi Morfologi dan Penciri Khusus Tujuh Calon Varietas Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Savitri, Kurnia; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 09 (2024): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu tanaman melon. Komoditas melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bersifat menjalar. Melon merupakan buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, produktivitas melon di Indonesia tergolong rendah apabila dibandingkan dengan tanaman buah yang lain. Pemanfaatan varietas unggul, mengelola lingkungan tumbuh dengan tepat dan menerapkan teknik budidaya yang tepat agar dapat meningkatkan atau mempertahankan produksi melon perlu dilakukan guna mengatasi produksi yang fluktuatif. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi morfologi dari beberapa calon varietas melon yang berguna untuk mengetahui karakter-karakter yang berbeda dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2022 di Glass House CV. Borneo Seed Indonesia yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Apabila hasil F hitung dari tabel anova yaitu berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon varietas yang akan berpotensi memiliki hasil tinggi dan penampilan yang unggul yaitu calon varietas MO-04 dan MO-07. Potensi hasil calon varietas MO-04 yaitu pada karakter diameter buah, panjang buah, persentase daging buah yang dapat dikonsumsi, bobot buah, tingkat kemanisan dan ketahanan simpan. Potensi hasil calon varietas MO-07 yaitu pada karakter diameter buah, panjang buah, persentase buah yang dapat dikonsumsi, bobot buah, produktivitas per hektar dan tingkat kemanisan. Selain itu, calon varietas MO-04 dan MO-07 memiliki penciri khusus yaitu warna daging buah dan kerapatan net.
Uji Keragaman Genetik pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rachmawati, Norliya; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.9

Abstract

Cabai rawit termasuk tanaman hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) mengalami penurunan sebanyak 7,9% pada tahun 2021 dengan produksi sebesar 1,39 juta ton dibandingkan tahun 2020 sebesar 1,51 juta ton. Hal tersebut dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas benih yang digunakan dan terbatasnya jumlah varietas yang berdaya hasil tinggi. Terdapat usaha untuk meningkatkan produksi cabai rawit melalui perakitan varietas baru yang unggul yang didukung dengan penilaian terhadap keragaman genetik dan heritabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik dalam dan antar galur pada tanaman cabai rawit, untuk mengidentifikasi nilai heritabilitas pada tanaman cabai rawit, dan untuk mengidentifikasi galur yang potensial sebagai calon varietas tanaman cabai rawit yang unggul. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga bulan September 2023 di lahan riset dan pengembangan milik CV. Borneo Seed Indonesia yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh galur cabai rawit yaitu CP 1, CP 2, CP 3, CP 4, CP 5, CP OR, AG SS Lentera, dan dua varietas pembanding (CRV 212 dan RJHL 1042) sebagai perlakuan dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur CP 3 menunjukkan nilai rata-rata terbaik pada panjang buah, diameter buah, umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektar. Perhitungan nilai keragaman genetik dalam dan antar galur menghasilkan nilai yang rendah hingga sedang. Nilai heritabilitas pada seluruh karakter tergolong tinggi yaitu 0,89-1,00.
Evaluasi Toleransi Salinitas Beberapa Genotipe Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Nilai Indeks Nur, Alya Aulia; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor; Nafisah, Nafisah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1499

Abstract

Padi merupakan tanaman yang tergolong rentan terhadap lingkungan salinitas (garam tinggi) sehingga dapat menurunkan produktivitas. Faktor genotipe dan lingkungan cekaman salinitas (konsentrasi dan durasi) masing-masing berpengaruh nyata terhadap semua peubah morfologi dan komponen hasil. Pendugaan nilai indeks terhadap toleransi tanaman adalah proses untuk mengukur atau memperkirakan indeks toleransi suatu tanaman terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi merusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan beberapa perhitungan nilai indeks toleransi cekaman untuk memilih genotipe padi yang toleran cekaman salinitas. Percobaan dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Tanaman Padi, Jawa Barat. Penelitian ini dibagi menjadi dua unit percobaan. Pertama dengan kondisi optimum. Kedua pada kondisi salin dengan EC terkontrol 5 dS/m sepanjang fase hidup. Hasil penelitian menunjukan terdapat satu genotipe yang toleran terhadap cekaman salinitas dan memiliki hasil lebih besar dibandingkan varietas pembanding yaitu G9 (IR 129336:11-19-Ski-0-KN-20.) dengan nilai Yp=25.39gram dan Ys=5.74gram. Analisis clustergram berdasarkan nilai indeks SSI membagi genotipe menjadi 4 kelompok yaitu sangat rentan, rentan(R), toleran vegetatif rentan generatif(TVRG), dan rentan vegetatif toleran generatif (RTVG).
RESPON LIMA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) PADA APLIKASI PYRACLOSTROBIN Amin, Adi Wiyono Basori; Kuswanto, Kuswanto; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas nitrat reduktase dapat ditingkatkan oleh pyraclostrobin. Penyerapan nitrogen pada tanaman dipengaruhi oleh aktivitas nitrat reduktase. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari respon lima varietas jagung pada aplikasi  pyraclostrobin. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai Oktober 2011. Bahan tanam yang digunakan ialah benih jagung varietas NK-22, NK-6326, P-21, BISI-2, dan BISI-816 dan pyraclostrobin  400 ppm berfungsi sebagai perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan Pyraclostrobin  tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Lima varietas uji menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan hasil karena pengaruh genetik masing-masing varietas. Interaksi perlakuan pyraclostrobin  dan beberapa varietas mempengaruhi pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman umur 8 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 5 minggu setelah tanam, dan umur muncul bunga betina.
POLA PEWARISAN SIFAT WARNA POLONG PADA HASIL PERSILANGAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS INTRODUKSI DENGAN VARIETAS LOKAL Oktarisna, Frizal Amy; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola pewarisan sifat warna polong tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) dari tanaman buncis introduksi (Cherokee sun dan Purple queen) ke tanaman buncis varietas lokal (Gogo kuning, Gilik hijau, Mantili). Penelitian masa tanam buncis pertama, terdiri dari lima varietas (dua introduksi dan tiga lokal ) dengan 6 kombinasi perlakuan (persilangan). Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 30 tanaman. Penelitian masa tanam buncis kedua dilakukan dengan menggunakan metode single plant dan terdiri dari 12 hasil persilangan, dua introduksi, tiga lokal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa F1 hasil persilangan varietas introduksi I1 dengan varietas lokal L1, L2, L3, masing-masing memiliki perbandingan yang sesuai dengan nisbah teoritis Mendel, sedangkan resiprok tidak sesuai dengan nisbah teoritis Mendel. Hal ini menunjukkan bahwa persilangan pada introduksi I1 dipengaruhi oleh maternal effect, sedangkan untuk hasil persilangan introduksi I2 tidak dipengaruhi oleh maternal effect (tetua betina). Untuk hasil perhitungan Chi-Kuadrat, F1 hasil persilangan diperoleh data bahwa peluang dari nisbah teoritis Mendel 3:1 memiliki persentase lebih besar dari nisbah lainnya. Hal ini menunjukkan adanya gen tunggal dominan yang mengendalikan karakter warna polong.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf