Andy Soegianto
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 117 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN GALUR HARAPAN TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) BERPOLONG UNGU Septeningsih, Cicik; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji daya hasil terhadap galur harapan kacang panjang berpolong ungu hasil seleksi tahun 2012. Uji daya hasil pendahuluan dilakukan pada galur-galur baru yang umumnya merupakan hasil persilangan atau introduksi dari daerah lain. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai daya hasil dan seleksi pada kacang panjang berpolong ungu yang merupakan galur harapan yang bila nantinya menjadi varietas baru akan dilepas untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang, pada bulan April-Agustus 2012. Bahan yang diuji adalah 90 galur harapan kacang panjang berpolong ungu. ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok dengan perluasan (augmented design). Rancangan percobaan terdiri dari 6 blok yang diacak pada setiap blok terdiri dari 15 galur dan 3 varietas kacang panjang. 3 varietas kontrol ditanam pada setiap blok sedangkan masing-masing galur hanya ditanam satu kali pada setiap bloknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 galur yang diuji terdapat keragaman genetik antar galur harapan, sehingga dapat dilakukan seleksi. Diperoleh 15 galur harapan kacang panjang berpolong ungu berdaya hasil tinggi yaitu UBPU1-55, UBPU1-41, UBPU1-130, UBPU1-139, UBPU1-222, UBPU1-365, UBPU2-41, UBPU2-52, UBPU2-202, UBPU2-237, UBPU2-400C, UBPU3-45, UBPU3-286, UBPU3-153, UBPU3-194. Kata kunci : daya hasil, galur harapan, kacang panjang berpolong ungu, seleksi
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER KOMPONEN HASIL PADA POPULASI F2 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) HASIL PERSILANGAN VARIETAS INTRODUKSI DENGAN VARIETAS LOKAL Jameela, Hajroon; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2012, telah dilakukan persilangan antara buncis varietas introduksi dengan varietas lokal dengan tujuan untuk mendapatkan buncis yang berproduktivitas tinggi dengan warna polong kuning dan ungu. Individu F1 dari persilangan tersebut kemudian diselfing sehingga didapatkan generasi F2. Pada generasi F2, tanaman akan mengalami segregasi, sehingga akan menyebabkan keragaman. Keragaman genetik yang luas dan tingkat heritabilitas akan mempengaruhi keberhasilan seleksi. Pada penelitian ini dilakukan pendugaan nilai keragaman genetik dan heritabilitas beberapa karakter komponen hasil pada populasi F2 buncis hasil persilangan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan April hingga Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode single plant dengan menanam Populasi F2 (Cherokee Sun × Gilik Ijo) dan dua populasi tetua (Cherokee Sun dan Gilik Ijo). Hasil penelitian menunjukkan karakter umur awal berbunga, umur awal panen, jumlah polong per tanaman, dan berat polong per tanaman memiliki keragaman genetik luas dengan nilai heritabilitas tinggi. Karakter panjang polong dan berat polong memiliki keragaman genetik sempit dengan nilai heritabilitas sedang, sedangkan karakter diameter polong memiliki keragaman genetik sangat sempit dengan nilai heritabilitas rendah. Karakter kualitatif cenderung memiliki keragaman genetik sempit dengan nilai heritabilitas tinggi. Kata kunci: buncis, keragaman genetik, heritabilitas, komponen hasil
HUBUNGAN ANTARA HASIL DAN KOMPONEN HASIL PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F2 Rizqiyah, Dewi Amaliatur; Basuki, Nur; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis merupakan tanaman hortikultura yang dikenal sebagai sayuran buah. Keber-hasilan usaha untuk memperoleh ta-naman buncis yang memiliki kualitas dan kuantitas hasil yang baik sangat ditunjang oleh ke-mampuan pemulia tanaman untuk mem-peroleh genotip-genotip unggul dalam ta-hapan seleksi. Tujuan penelitian adalah me-ngetahui keeratan hubungan antara ka-rakter komponen hasil dengan hasil pada enam populasi F2 buncis hasil persilangan varietas intro-duksi dan lokal dan menge-tahui karakter yang dapat digunakan untuk meningkatkan bobot polong per tanaman. Penelitian dilaksanakan di Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu-Malang pada bulan Mei–Juli 2013. Percobaan menggunakan metode pe-ngamatan single plant dengan menanam 6 populasi F2 hasil persilangan varietas lokal dengan varietas introduksi berpolong ungu dan kuning. Jumlah tanaman pada masing-masing populasi F2 sebanyak 200 tana-man. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai keeratan hubung-an pada enam populasi F2. Jumlah polong per tanaman dan bobot per polong ber-korelasi positif-sangat nyata dan memiliki nilai pengaruh langsung positif serta besar-nya hampir sama maka perbaikan sifat bobot polong per tana-man pada enam populasi F2 buncis hasil persilangan antara varietas lokal dengan varietas introduksi dapat di-tekankan pada perbaikan jumlah polong per tanaman dan bobot per polong. Kata kunci :buncis, populasi F2, korelasi, sidik lintas
EFEK XENIA PADA PERSILANGAN BEBERAPA GENOTIP JAGUNG (Zea mays L.) Wardhani, Rahmi Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan merupakan salah satu cara untuk menimbulkan keragaman genetik yang diperlukan di dalam program pemuliaan tanaman jagung. Pada pewarisan sifat, ekspresi gen hasil persilangan dari tetua jantan dan tetua betina baru dapat diekspresikan pada generasi berikutnya. Namun adanya efek xenia, hasil persilangan dapat diekspresikan secara langsung pada organ tetua betina saat persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek xenia berpengaruh nyata terhadap karakter warna biji dan tipe biji sedangkan untuk karakter panjang tongkol (cm), panjang tangkai tongkol (cm), diameter tongkol (cm), diameter janggel (cm), diameter rachis (cm), jumlah biji per baris, jumlah baris biji, panjang biji (mm), lebar biji (mm), tebal biji (mm), susunan baris biji, warna janggel dan bentuk tongkol tidak terdapat pengaruh xenia. Urutan dominansi warna biji adalah ungu, putih, ujung kuning, oranye, merah, loreng, kuning, ujung putih, dan coklat sedangkan urutan dominansi tipe biji adalah semi gigi kuda, mutiara, gigi kuda dan semi mutiara. Kata kunci: jagung, persilangan, xenia, dominansi
EFEK XENIA PADA BEBERAPA PERSILANGAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) TERHADAP KARAKTER BIJI Hariyanti, Ismi Dahlia; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuliaan jagung hibrida memiliki peluang yang besar untuk berperan dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman jagung. Perakitan  kultivar  unggul  yang mempunyai potensi hasil tinggi dapat  dilakukan  dengan salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan efek xenia pada persilangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek xenia pada beberapa persilangan jagung manis (Zea mays L. Saccharata) terhadap karakter biji. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Maret 2013 sampai Juli 2013 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Single Plant, dengan perlakuan persilangan pada 11 Tetua Betina dan 4 Tetua Jantan. Evaluasi efek xenia dilakukan dengan menghitung persentase efek xenia dan uji t test pada masing masing kombinasi persilangan. efek xenia yang nyata pada karakter kuantitatif, yakni pada karakter-karakter bobot tongkol, bobot 100 biji, kadar gula dan jumlah biji dalam setiap kombinasi persilangan. Pada karakter kualitatif efek xenia mempengaruhi bentuk dan warna biji jagung. Galur A2 sebagai tetua jantan memberikan efek xenia dominan pada beberapa parameter, yakni pada bobot tongkol, bobot 100 biji, jumlah biji, kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Begitupun halnya dengan galur ungu pekat sebagai tetua jantan memberikan efek xenia pada karakter, jumlah biji, bobot  100 biji, bobot tongkol, jumlah biji,  kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Kata kunci: Efek Xenia, Kuantitatif Karakter, Kualitatif Karakter, Jagung Manis.
KARAKTERISASI TUJUH GENOTIP JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) HIBRIDA Wigathendi, Agatha Eritza; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi merupakan tahapan penting dalam pemuliaan tanaman jagung sebelum dilakukan pelepasan varietas. Karakterisasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai genotip yang memiliki produksi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter ketujuh genotip jagung manis (Zea mays L.) hibrida. Tujuh genotip jagung manis hibrida yang digunakan adalah KF9 x Self nganjuk, KG1 x Bon 1, Nganjuk x Bon 1, LIA x Bon 1, K15 x Bon 1, KA11 x Self nganjuk, BIA3 x Bon 1. Sampel penelitian terdiri dari 20 tanaman. Terdapat 5 dan 24 karakter yang diamati pada sifat kualitatif dan sifat kuantitatif. Analisis data terhadap sifat kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan terhadap sifat kuantitatif menggunakan analisis statistik (ANOVA) dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ciri umum  pada karakter kualitatif yaitu pada bentuk percabangan malai dan warna biji, serta ciri khusus pada bentuk ujung daun pertama, penutupan klobot dan bentuk ujung tongkol. Pengamatan pada karakter kuantitatif menunjukkan hasil berbeda nyata, kecuali pada sifat umur berbunga jantan.   Kesimpulan penelitian ini adalah masing-masing genotip menunjukkan nilai pengamatan yang berbeda dan memiliki keunikan pada sifat tertentu, sehingga ketujuh genotip bisa diajukan untuk dilakukan pengujian pelepasan varietas. Kata kunci : Karakterisasi, genotip, jagung manis, hibrida
KERAGAMAN FENOTIPIK GENERASI F2 EMPAT CABAI HIBRIDA PADA LAHAN ORGANIK (Capsicum annuum L.) Rommahdi, Mukhammad; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pada dampak negatif dari penggunaan bahan kimia pertanian yang berlebihan tersebut, kini perhatian masyarakat perlahan mulai bergeser ke pertanian organik yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fenotipik generasi F2 empat cabai hibrida pada lahan organik yang dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu dari Agustus 2013 - Januari 2014. Penelitian disusun dengan menggunakan metode deskriptif terdiri dari empat genotipe yang diulang enam kali sehingga didapatkan dua puluh empat petak percobaan dengan total populasi 480. Plot merupakan satu bedengan yang terdiri dari dua baris tanaman. Budidaya dilakukan secara organik dengan menggunakan pestisida organik dan tumpangsari dengan seledri. Keragaman pada karakter waktu berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar kanopi, diameter batang, jumlah panen dan panjang buah berkategori rendah untuk keempat varietas. Pada jumlah buah pertanaman, HotChilli memiliki kategori tinggi. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori agak rendah. Pada bobot buah per tanaman, Gada memiliki kategori rendah. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori agak rendah. Untuk diameter buah, Gada memiliki kategori agak rendah.Sementara ketiga lainnya memiliki kategori rendah. Untuk tebal daging buah, Superhot memiliki kategori agak rendah. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori rendah. Untuk ketahanan penyakit genotipe Gada dan Jenggo memiliki daya tahan yang lebih baik daripada Superhot dan HotChilli. Kata Kunci : Cabai Merah, Keragaman Fenotipik, Ketahanan Penyakit, Lahan Organik.
RESPON BEBERAPA KULTIVAR KEDELAI TERHADAP TRANSFORMASI GENETIK MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens Arifin, Azeri Gautama; Gondo, Takahiro; Akashi, Ryo; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai adalah komoditas pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung. Penelitian dengan tujuan mengetahui kemampuan regenerasi masing-masing kultivar kedelai yang diuji sebagai indikator dalam menjadikan tanaman transgenik serta untuk mengetahui respon beberapa kultivar kedelai pada pelaksanaan transformasi genetik menggunakan Agrobacterium tumefaciens telah dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2014 di Laboratorium Bioresource, Universitas Miyazaki, Jepang. Terdapat dua kegiatan utama yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu kultur kotiledon dan transformasi genetik. Penelitian kultur kotiledon dianalisis menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), perlakuan berupa kultivar dengan ulangan sebanyak tiga kali. Pada penelitian transformasi genetik, data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan persentase efisiensi transformasi dan persentase intensitas ekspresi gen GUS. Hasil analisis pembentukan multiple shoot menunjukkan bahwa pada dasarnya semua kultivar dapat menghasilkan multiple shoot meskipun jumlah dan panjangnya beragam. Hasil uji ragam (ANOVA) jumlah eksplan yang menghasilkan multiple shoot adalah tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan pada analisis jumlah multiple shoot yang dihasilkan per eksplan terdapat perbedaan yang nyata pada uji F dengan taraf 5%. Kultivar Detam memiliki rerata multiple shoot per eksplan tertinggi dengan rerata sebesar 9.93. Pada analisis keberhasilan transformasi, dapat diketahui bahwa semua kultivar memiliki persentase efisiensi transformasi yang tinggi. Meskipun demikian, Willis adalah kultivar yang memiliki persentase efisiensi transformasi tertinggi yaitu sebesar 84%. Sedangkan pada persentase ekspresi gen GUS kuat, Williams 82 adalah kultivar yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 67.6%. Oleh karena itu, Kultivar Wilis dan Williams 82 dapat dijadikan sebagai pilihan yang baik dalam melakukan transformasi genetik. Kata kunci: Kedelai, Transformasi Genetik, GUS, Kultur Kotiledon
UJI DAYA HASIL LANJUTAN BEBERAPA GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA DI DATARAN MEDIUM Fatimaturrohmah, Siti; A Rumanti, Indrastuti; Soegianto, Andy; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman padi hibrida adalah pe-manfaatan teknologi yang aman bagi lingkungan dan menjadi salah satu upaya peningkatan produksi padi seiring dengan pertambahan penduduk di dunia. Hal ini dapat terjadi karena padi hibrida dapat berpotensi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan varietas padi inbrida karena sifat heterosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter kuantitatif genotip padi hibrida yang diuji dan mendapatkan genotip padi hibrida yang berdaya hasil tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian dilak-sanakan bulan Januari - April 2014 di Malang. Sebanyak 18 genotip padi hibrida hasil perakitan BBPADI (G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, G9, G10, G11, G12, G13, G14, G15, G16, G17, G18) dan 2 varietas pembanding (Ciherang dan Hipa 8) diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter eksersi malai, luas daun, umur berbunga, jumlah anakan produktif, tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, panjang malai, gabah isi, gabah hampa, gabah total, persentase gabah isi, dan hasil menunjukkan keragaman antar genotip kecuali pada bobot 1000 butir. Semua genotip padi hibrida yang diuji memiliki daya hasil setara dengan varietas Ciherang dan Hipa 8 kecuali genotip G10 memiliki hasil lebih rendah. Berdasarkan selisih hasil terhadap Ciherang genotip G1, G2, G6 dan G12 memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai padi hibrida unggul sehingga layak dilakukan pengujian lanjutan yaitu multilokasi. Kata Kunci : Padi Hibrida, Uji Daya Hasil Lanjutan, Karakter Kuantitatif, Dataran Medium
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 13 GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F4 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU Twientanata, Putrie; Kendarini, Niken; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persilangan antara varietas lokal dengan varietas introduksi dilakukan untuk merakit varietas unggul baru tanaman buncis berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Varietas lokal dipilih sebagai tetua karena memiliki daya hasil yang tinggi, yakni diatas 20 ton ha1,sedangkan varietas introduksi yang digunakan ialah Purple Queen yang mempunyai warna polong ungu. Keturunan hasil persilangan diharapkan dapat menghasilkan galur-galur harapan buncis yang berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu. Polong ungu dipilih sebagai kriteria seleksi karena mempunyai kandungan antosianin tinggi dibanding dengan buncis polong hijau.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui galur-galur buncis F4 yang berpolong ungu dan berdaya hasil tinggi, serta mengetahui karakter agronomis yang mempengaruhi daya hasil pada tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari−April 2014 di Dusun Kajang Lor, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian disusun menggunakan petak tunggal dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua galur buncis F4 memiliki daya hasil yang tinggi, akan tetapi masih terdapat keragaman warna polong pada beberapa nomor galur sehingga perlu dilakukan seleksi lebih lanjut. Karakter yang erat kaitannya dengan hasil ialah jumlah bunga per tanaman, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, fruit set, diameter polong, bobot per polong dan jumlah biji per polong.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A Rumanti, Indrastuti Adi Wiyono Basori Amin Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Affandi Affandi Agatha Eritza Wigathendi Agus Sutanto Aisah, Binti Nur Aisah, Binti Nur Aisyah, Siti Nur Akashi, Ryo Amali, Mukhlash Amin, Adi Wiyono Basori Ardyanto, Alfian Trisna Ardyanto, Alfian Trisna Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Azeri Gautama Arifin Azkiyah, Rizqi Azkiyah, Rizqi Bangun, Yohelsi Citradiah Br Bangun, Yohelsi Citradiah Br Basuki, Nur Bima Fikry Budi Waluyo Budi Waluyo Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan Cholifah, Ayu Cicik Septeningsih Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi Dea Rosalia Dewi Amaliatur Rizqiyah Eksan, Kolil Nur Eksan, Kolil Nur Elimawati, Evi Yulia Elimawati, Evi Yulia Estri Laras Arumingtyas Farihul Ihsan Fatimaturrohmah, Siti Fatimaturrohmah, Siti Febri Budi Rahayu Ferida, Hepy Fikry, Bima Fikry, Bima Firly, Cynthia Diesta Firly, Cynthia Diesta Fitri, Faiza Khusnia Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Freta Kirana Balladona Frizal Amy Oktarisna Gondo, Takahiro Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hajroon Jameela Hamdany, Mohamad Iqbal Septian Hariyanti, Ismi Dahlia Hawa, Melawati Rizki Hawa, Melawati Rizki I Made Tasma Ika Roostika Indraswari, Rizqi Laili Indraswari, Rizqi Laili Ismi Dahlia Hariyanti Jameela, Hajroon Koiruningtias, Amalia Pratiwi Koiruningtias, Amalia Pratiwi Kristianto Nugroho Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lazuardi Pramadio Luqmantoro, Cahyo Luqmantoro, Cahyo Matatula, Erfina Anace Meliala, Jubleam Haris Sembiring Meliala, Jubleam Haris Sembiring Mukhammad Rommahdi, Mukhammad Nababan, Yohana Roma Uli Nababan, Yohana Roma Uli Nafisah Nafisah Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Juwik Novitasari, Juwik Nugroho, Yusuf Nur Basuki Nur, Alya Aulia Oktarisna, Frizal Amy Oktaviyanti, Riska Nur Oktaviyanti, Riska Nur Okyanto, Dwi Okyanto, Dwi Parinduri, Naufal Al Wali Permana, David Galuh Permana, David Galuh Perwitosari, Gia Warih Perwitosari, Gia Warih Pradipta, Alfian Nafi Pradipta, Alfian Nafi Pranayadipta, Nadya Wening Pranayadipta, Nadya Wening Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Pratiwi, Novita Puji Lestari Putra, Bagus Keswara Putra, Bagus Keswara Putri Nurul Aini Putri, Ken Ufi Balya Rachma, Izza Azkiya Rachmawati, Norliya Rahmawati, Annisaa Rahmawati, Annisaa Rahmi Kusuma Wardhani Rerenstradika T. Terryana Reza Prakoso Dwi Julianto Rizqiyah, Dewi Amaliatur Rommahdi, Mukhammad Ryo Akashi, Ryo Savitri, Kurnia Septeningsih, Cicik Setyaningsih, Wahyu Siti Nur Aisyah Sri Lestari Purnamaningsih Sri Winarsih Sukartini Sukartini Sumeru Ashari Takahiro Gondo, Takahiro Taufiq Hidayat RS Trihatmojo, Hendro Trihatmojo, Hendro Tustika, Selvi Clara Tustika, Selvi Clara Twientanata, Putrie Twientanata, Putrie Wahyu Setyaningsih Wahyu Widoretno Wardhani, Rahmi Kusuma Wigathendi, Agatha Eritza Winarsih, Sri Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Yusuf Nugroho, Yusuf