Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Jaringan Air Bersih Yang Dilayani Unit Sungai Sengkuang PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau Haryanda, Andi Fikri; Soeryamassoeka, S. B.; Kartini, Kartini
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.68896

Abstract

Kelurahan Tanjung Sekayam dan Tanjung Kapuas yang terletak di Kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat adalah dua daerah yang dilayani PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan perlunya analisis terhadap jaringan pipa air bersih untuk beberapa tahun kedepan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan jumlah kebutuhan air domestik dan non domestik yang terlayani, serta mendapatkan hasil analisis kondisi jaringan pipa distribusi hingga tahun 2037. Metode yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan air Sungai Sekayam adalah Metode Mock, dan analisis   sistem pengaliran air bersih pipa distribusi menggunakan perangkat lunak Epanet 2.2 dengan 2 simulasi. Jumlah kebutuhan air bersih pada jam puncak tahun 2022 adalah 21,59 ltr/detik, dan tahun 2037 sebesar 25,83 ltr/detik. Hasil analisis jaringan pipa tahun 2022, memiliki nilai headloss tertinggi 44,61 m/km yang melebihi persyaratan 5m/km. Dilakukan perubahan dimensi pipa untuk kebutuhan pada tahun 2037 agar headloss memenuhi persyaratan. Perubahan dimensi didapatkan nilai akhir pressure terendah 27,24m/detik dan tertinggi 51,87m/detik, headloss tertendah 0,61m/km dan tertinggi 4,98m/km, velocity terendah 0,31m dan tertinggi 1,61m, dengan persyaratan seperti pressure (10-80) m, velocity (0,3-3) m/s, dan headloss maksimal 5m/km, sudah memenuhi persyaratan.
Perancangan Sistem Air Bersih Ibu Kota Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang Kurniawan, Hendra; Soeryamassoeka, Stefanus B.; Kartini, Kartini
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.75272

Abstract

Desa Balai Pinang merupakan salah satu wilayah administrasi Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Dengan kondisi fisik aliran air Riam Kondang yang jernih, berkecepatan tinggi, dapat diprediksi bahwa potensi Riam Kondang untuk dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, maka perlu dilakukan suatu kajian yang bisa memberikan masukan mengenai potensi Riam Kondang sebagai sumber air bersih bagi warga. Tahapan analisis dalam penulisan skripsi ini adalah analisis menggunkan metode geometrik untuk menghitung kebutuhan air penduduk, analisis kualitas air dengan pemeriksaan sampel air di laboratorium, analisis ketersediaan air untuk melihat kuantitas air Riam Kondang dengan menggunakan Model Mock, perancangan sistem pengaliran air bersih pipa transmisi menggunakan perangkat lunak EPANET. Berdasarkan hasil analisis, Riam Kondang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dengan kualitas air yang baik. Debit andalan rata-rata probabilitas 99% sebesar 324,00 lt/s untuk debit minimum terdapat pada bulan September sebesar 47,02 lt/s sedangkan debit maksimum terdapat pada bulan November sebesar 908,53 lt/s, jaringan transmisi yang direncanakan menggunakan pipa HDPE dengan diameter Ø 200-250 mm dengan panjang 6,26 km.
PENENTUAN METODE ANALISIS DATA CURAH HUJAN YANG HILANG DI SUB - DAS MELAWI Ferdyansyah, Syarif Muhammad; Stefanus Barlian Soeryamassoeka; Eko Yulianto
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, APRIL ISSN 27
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v5i1.5612

Abstract

ABSTRACT In hydrological analysis, rainfall intensity data has a very important role and accurate rainfall intensity data input is needed both temporally and spatially. The constraints experienced in Melawi Sub-watershed is the lack of availability of rainfall observation stations which resulted in the lack of rainfall data and loss of data at certain stations and periods. The results of this study are an analysis of 8 (eight) rainfall observation stations in Melawi Sub-watershed, namely STG-01 Sintang, STG-16 Kota Baru, STG-03 Nanga Pinoh, Stasiun BMKG Nanga Pinoh, Stasiun BMKG Susilo, STG-12 Batu Buil, STG-02 Nanga Sepauk, STG-08 Serawai. An alternative that can be used is to fill in missing rainfall data using 5 (five) methods, namely: normal ratio method, reciprocal method, random number method, and Markov chain stochastic analysis method and another alternative is to test the filling method using the rainfall data correction equation from the validated Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite, namely: Y = 0.373X + 20.182 where Y is synthetic data and X is historical data. Furthermore, from each method, error testing is carried out to get the percentage error of the synthetic data results obtained. The results show that of the five methods above, the average error of the correction equation method Y = 0.373X + 20.182 is 31,96%, which is the smallest percentage value compared to the Markov chain stochastic analysis method 57,86%; Normal Ratio method 62,87%; Random Number method 74,40%; Reciprocal method 83,77%. Key words : Equation of Correction; Error Percentage; Filling Method; Rainfall
PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR KABUPATEN LANDAK Fikriansyah, Irfan; Barlian Soeryamassoeka, Stefanus; Nirmala, Azwa
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, APRIL ISSN 27
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v5i1.5632

Abstract

Flooding is a global natural disaster that occurs frequently, including in the Landak Regency. From several studies that have been conducted in the Landak Regency area, it is known that there has been an increase in the frequency of flooding in the period 1998-2021, and flooding that occurs not only in urban areas but also in rural areas which are upstream of the Landak Sub-watershed. For this reason, information on flood-prone areas in Landak Regency is needed through geospatial maps to minimize flooding in the area. This research aims to map flood-prone areas and determine the classification of flood-prone levels in the Landak Regency. In this research, the data used are (a) data from observation and documentation in the field during floods, (b) data from Focus Group Discussion (FGD) conducted at the hall of the Landak Regency Public Works Office, which discussed flood control strategies in the Landak Subwatershed, (c) data on land slope, land elevation, soil type, land cover, rainfall, river buffer, inundation duration, and inundation height. Then, an overlay of the eight parameters was done, a zoning map of flood-prone areas was made, and the level of the flood-prone regions in Landak Regency was determined. Based on the analysis, the Landak Regency's areas of shallow, low, and moderate vulnerability to flooding are, respectively, 62,819.28 ha (7.58%), 184,504.24 ha (22.28%), 187,524.53 ha (22.64%), high, and very high (19.98%) levels of vulnerability to flooding. Landak Regency's Ngabang Sub-district (53,787.37 ha), Sebangki Sub-district (50,405.59 ha), and Mandor Sub-district (33,800.63 ha), which comprise Sebangki Village, Sungai Segah, Rantau Panjang, Kumpang Tengah, Sumsum, Sekilap, Keramas, Manggang, Amboyo Selatan, and Temiang Sawi, are among the areas with extremely high flood vulnerability.
PENENTUAN JENIS TANAMAN YANG SESUAI UNTUK LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN MEMPAWAH BERDASARKAN INDEKS POTENSI LAHAN Kurniadi, Tedi; Soeryamassoeka, Stefanus Berlian; Irwansyah, Muhammad Azhar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.69048

Abstract

Pertanian memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menggerakkan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesesuaian lahan di Kabupaten Mempawah berdasarkan indeks potensi lahan dan menentukan tingkat kesesuaian lahan terhadap jenis tanaman pangan yang potensial di setiap Kecamatan. Metode yang digunakan yaitu melakukan analisis overlay dengan bantuan aplikasi GIS untuk menghasilkan peta potensi lahan berdasarkan harkat indeks potensi lahan yang didapat. Kemudian analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman pangan khususnya tanaman padi, jagung, kedelai dan kacang tanah. Berdasarkan indeks potensi lahan, daerah Kabupaten Mempawah didominasi oleh IPL dengan kategori sedang yang berarti dapat digunakan untuk segala usaha pertanian khususnya pada daerah kec. Toho, Anjungan, dan Mempawah Timur. Berdasarkan hasil lab uji tanah Kabupaten Mempawah, analisis kesesuaian lahan menunjukkan Kecamatan yang sangat sesuai (kategori S1) untuk tanaman padi adalah Kec. Siantan dan Mempawah Hilir. Kecamatan yang cukup sesuai (kategori S2) untuk tanaman jagung dan kedelai adalah Kec. Anjungan, Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, dan Sungai Kunyit. Kecamatan yang sangat sesuai (kategori S1) untuk tanaman kacang tanah adalah Kec. Siantan dan Mempawah Hilir.Kata Kunci: indeks potensi lahan, kesesuaian lahan, pertanian kabupaten mempawah
Analisis Ketersediaan Air dan Kualitas Air Daerah Tangkapan Hujan Danau Sarantangan Kota Singkawang: Analysis of Water Availability and Quality in Habang River Catchment Area, Lake Sarantangan Intake, Singkawang City Nurhayati, Nurhayati; Irfansyah, Muhammad; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 02 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(02).14570

Abstract

[ID] Danau Sarantangan terletak di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan. Danau yang memiliki jarak 20 km dari Kota Singkawang ini memiliki luas 235 Ha dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber air baku bagi Kota Singkawang, khususnya Kelurahan Sagatani. Air baku agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, jika memenuhi syarat dari kuantitas air dan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan air dan kualitas air di intake Danau Sarantangan dan sekitarnya. Data primer, meliputi dimensi penampang dan kecepatan aliran di intake sumber air ke Danau Sarantangan, kedalaman Danau Sarantangan, dimensi penampang dan kecepatan aliran di saluran keluar Danau Sarantangan, sampel air di intake sumber air ke Danau Sarantangan, sampel air di Danau Sarantangan dan sampel air di saluran keluar Danau Sarantangan. Data sekunder adalah data curah hujan harian dan data iklim (suhu, kelembaban, kecepatan angin dan lama penyinaran matahari). Debit bulanan ditentukan menggunakan Metode Mock, debit andalan ditentukan menggunakan Metode Hazen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Sarantangan memiliki ketersediaan air sebesar 0,003 m3/detik atau sebesar 259.200 liter/hari dan kualitas air pada Danau Sarantangan memenuhi syarat untuk dapat dikonsumsi dengan melakukan metode peningkatan kualitas air. [EN] Sarantangan Lake is located in Sagatani Village, South Singkawang District. The lake which has a distance of 20 km from Singkawang City has an area of 235 Ha and has the potential to be developed as a source of raw water for Singkawang City, especially Sagatani Village. Raw water is to be used as a source of clean water if it meets the water quantity and quality requirements. This study aimed to determine the availability of water and water quality in the intake of Lake Sarantangan and its surroundings. Primary data, including cross-sectional dimensions and flow velocity in the intake of water sources to Lake Sarantangan, depth of Lake Sarantangan, cross-sectional dimensions and flow velocity in the outlet of Lake Sarantangan, water samples in the intake of water sources to Lake Sarantangan, water samples in Lake Sarantangan and water samples in the outlet of Lake Sarantangan. Secondary data are daily rainfall data and climate data (temperature, humidity, wind speed, and duration of solar irradiation). The monthly debit is determined using the Mock Method, and the mainstay debit is determined using the Hazen Method. The results showed that Lake Sarantangan has a water availability of 0.003 m3/second or 259,200 liters/day and the water quality in Lake Sarantangan is eligible for consumption by improving water quality methods.
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Di Sub DAS Sekayam Wandi, Thomas; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Nirmala, Azwa
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.82961

Abstract

 Permasalahan umum di sub-DAS Sekayam adalah meluapnya sungai saat curah hujan tinggi disebabkan nilai koefisien limpasan meningkat yang dipengaruhi perubahan tata guna lahan dimana perkebunan yang semakin meningkat. Informasi Tutupan lahan sangat penting digunakan untuk menghitung koefisien limpasan/pengaliran (C) sebagai salah satu indikator kerusakan DAS. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menghasilkan peta tata guna lahan serta mengkaji perubahan tata guna lahan terhadap nilai debit banjir dari rentang tahun 2012-2022. Perhitungan koefisien C dilakukan dengan metode U.S. Forest Service, metode Hassing, dan Nilai Koefisien C (Kodoatie Syarief, 2008). Untuk perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode HSS Snyder-Alexeyev. Hasil pengolahan data peta tutupan lahan di sub-DAS Sekayam periode 2012-2017 diperoleh pertambahan luas paling dominan adalah kelas perkebunan/kebun sebesar 8,04% serta untuk periode 2017-2022 sebesar 7,16%. Dengan koefisien pengaliran metode U.S. Forest Service tahun 2012, 2017 dan 2022 masing-masing sebesar 0,181; 0,186 dan 0,190, metode Hassing sebesar 0,244; 0,250, 0,257 dan Nilai Kodoatie Dan Syarif sebesar 0,111; 0,136, dan 0,161. Untuk periode 2017-2022 terjadi perubahan nilai C terbesar dari   Kodoatie dan Syarif dengan persentase 18,83% dan ini mengakibatkan kenaikan debit sebesar 25,37%. Perubahan nilai C ini didominasi oleh pengurangan luasan kelas pertanian lahan kering campur semak dan peningkatan luasan perkebunan/kebun.
Analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub Das Pinoh Meiteza, Shella; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Umar, Umar
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.81941

Abstract

Kawasan Sungai Pinoh yang merupakan bagian dari DAS Melawi, di Kalimantan Barat, merupakan kawasan yang rentan terhadap bahaya erosi. Wilayah ini ditandai oleh topografi yang curam dan penggunaan lahan yang intensif. Dan curah hujan tinggi juga menjadi faktor terhadap bahaya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk analisis penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE) di Sub DAS Pinoh dan bagaimana rekomendasi konservasi tanah yang tepat untuk mengurangi besar Indeks Bahaya Erosi yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pada penelitian ini digunakan data primer yaitu sampel tanah pada beberapa bagian di Kawasan Sungai Pinoh, dokumentasi dan koordinat. Dan juga digunakan data sekunder berupa peta tematik, Data Curah Hujan, Peta Tutupan Lahan, Peta Jenis Tanah. Untuk menganalisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) digunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Berdasarkan dari hasil analisis laju erosi dan tingkat bahaya erosi maka dapat disimpulkan bahwa Faktor-faktor penyebab erosi di Kawasan Sungai Pinoh adalah faktor erosivitas oleh curah hujan tinggi. Faktor Erodibilitas oleh jenis tanah yang dominan adalah tanah ultisol yang peka terhadap erosi. Faktor kemiringan lereng tidak berpengaruh dikarenakan datar. Faktor tutupan lahan yang didominasi oleh pertanian lahan kering bercampur semak yang rentan erosi. Dan hasil analisis tingkat bahaya erosi secara alami tanpa tindakan dikategorikan sangat tinggi yaitu untuk kemiringan lereng 0-8%, jenis tanah Histosol 4083.707 ton/ha/tahun, Inceptisol adalah 3827.190 ton/ha/tahun, jenis tanah Oxisol 3830.232 ton/ha/tahun dan Utilosol adalah 4198.580 ton/ha/tahun. Setelah dilakukan tindakan konservasi Kawasan Sungai Pinoh, hasil yang diperoleh dari tindakan konservasi struktural menggunakan konstruksi baik adalah tingkat bahaya erosi di Kawasan Sungai Pinoh berkurang hingga 48%.
Analisis Angkutan Sedimen di Sungai Sekayam Kabupaten Sanggau Silalahi, Kevin Aglesio; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Gunarto, Danang
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.83341

Abstract

Sungai Sekayam terletak di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Sungai ini berperan penting bagi kehidupan masyarakat lokal yang dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari dan sebagai jalur transportasi air. Namun, adanya sedimentasi menjadi salah satu tantangan yang dapat mengancam keberlanjutan dari sungai ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode L. C. Van Rijn sebagai rumus empiris untuk menganalisis angkutan sedimen. Hasil analisis menunjukkan angkutan sedimen dasar yang terjadi di Sungai Sekayam, yaitu Serangkang sebesar 158,495 kg/bulan, Balai Karangan sebesar 298,618 kg/bulan, Beduai sebesar 205,724 kg/bulan, Muara Ilai sebesar 533,938 kg/bulan, Jemongko sebesar 297,412 kg/bulan, Kembayan sebesar 496,592 kg/bulan, Bonti sebesar 940,174 kg/bulan, dan Sanggau sebesar 1058,111 kg/bulan. Sedangkan hasil analisis angkutan sedimen melayang yang terjadi di Sungai Sekayam, yaitu Serangkang sebesar 154,755 kg/bulan, Balai Karangan sebesar 188,274 kg/bulan, Beduai sebesar 270,465 kg/bulan, Muara Ilai sebesar 192,528 kg/bulan, Jemongko sebesar 294,825 kg/bulan, Kembayan sebesar 274,048 kg/bulan, Bonti sebesar 249,459 kg/bulan, dan Sanggau sebesar259,120 kg/bulan. Persamaan matematis y = 10,46x + 196,88 dan R2 = 0,2977 yang bisa digunakan sebagai prediksi angkutan sedimen di sungai Sekayam.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Analisis Besarnya Erosi Dan Muatan Sedimentasi Di Muara Sungai Mempawah Buan, Berloskoni; Soeryamassoeka, S. B.; Meirany, J.
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.83007

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Mempawah. Sejalan dengan meningkatnya pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mempawah, mengakibatkan terjadinya perubahan alih fungsi lahan. Dampak tersebut dapat memperparah proses terjadinya erosi lahan sehingga mengakibatkan peningkatan muatan sedimen di DAS Mempawah. Oleh karena itu, dilakukan analisis tingkat bahaya erosi di DAS Mempawah dengan menggunakan metode Universal Soil Losses Equation (USLE), membuat peta tingkat bahaya erosi DAS Mempawah, serta menganalisis beban sedimen yang diakibatkan oleh erosi DAS Mempawah dengan menggunakan metode Sediment Delivery Ratio (SDR). Nilai erosi DAS Mempawah sebesar 86.077,63 ton/ha/thn, dengan rincian luasan tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 24.964,67 Ha (14,05 %), tingkat bahaya erosi ringan seluas 58.490,06 Ha (32,92 %), tingkat bahaya erosi sedang seluas 50.485,62 Ha (28,41 %), tingkat bahaya erosi berat dengan luas lahan seluas 26.683,53 Ha (15,02 %), dan tingkat bahaya erosi sangat berat dengan luas lahan seluas 17.069,34 Ha (9,61 %). Muatan sedimen yang dihasilkan dari erosi DAS Mempawah sebesar 6.644.216,38 ton/ha/thn. DAS Mempawah memerlukan penanganan yang lebih serius lagi terhadap penanggulangan erosi agar mengurangi sedimen yang terjadi.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abang Alvin Septiady Pratama Akafi, M. Ma'ruf Alfaro, Aldi Alfira, Dhea Apri Ananda Putra Azwa Nirmala Azwa, Nirmala Baihaqi, Reza Barage, Lourdes Meirista Buan, Berloskoni Candra, Diki Danial, Mochammmad Meddy Edwardo Dommy, Bung Nemesio EKO YULIANTO Eko Yulianto Ella Prastika Erlanda Elsy Ivana Clara Ivana Erni Yuniarti Erni Yuniarti Erwin Sutandar Fahrul Razi Fattah, Fathan Abdul Ferdyansyah, Syarif Muhammad Fikriansyah, Irfan Fikry Putra Ramadhani Fiqih Rahmanto Firjatullah, Muhammad Fitriana Meilasari Fitrianingsih, Yulisa Gampo, Edi Goewin, Felix Wesley Gunarto, Danang Haryanda, Andi Fikri Hendri Sutrisno Henny Herawati Herawati, Henny Irfansyah, Muhammad Irmansyah, Fitri Iwansyah, Iwansyah Kartini Kartini Kartini Kartini Kembara, Riko Kurniadi, Tedi Kurniawan, Muhammad Hafiz Liehan, James Manurung, Amos Parulian Meilasari, Fitriana Meirany, J. Meiteza, Shella Mesio, Marsianus Miranda, Juwita Mochammad Meddy Danial Muhammad Azhar Irwansyah Muhammad Sidik Muslim, Alfin Islami Ibnu Nathaniel, Yose Gerard Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Hidayati Paraya, Mario Igor Pradanapa, Permada Garah Pratama, Andikha Pratama, Ya'Muhammad Erdi Putra, Enggar Jaya Ranate, Chelsea Riandini, Alfi Rifani, Hastami Riyanda Nurcahyo Rizki Purnaini Rizky, Firgenius Robby Irsan Safaruddin, Nuh M. Senoaji, Arif Setiawan, Eric Silalahi, Kevin Aglesio Simanjuntak, Nunut Rialdi Simbolon, Roy Binsar Sahat Maruli Tua Siti Aprilianti Suci Suci, Suci Susanto, Nugroho Adji Sutera, Mahardika Wira Aji Bayu Sutrisno, Hendri Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Tangkadas, Charles Gonzaga Teguh, Rahmat Umar Umar Umar Umar Wandi, Thomas yance yance Yuanita, Ezzy Zulfian Zulfian