Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI RASIONALITAS PENGOBATAN Pada PASIEN COVID-19 di PUSKESMAS BENDOSARI TAHUN 2020-2022 Firdani, Tamza Aulia Nerisa; Fortuna, Tista Ayu
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6661

Abstract

Penyakit infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penelitan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat pada pasien Covid-19 di Puskesmas Bendosari Kabupaten Sukoharjo Tahun 2020-2022. Penggunaan obat dianggap tidak rasional ketika terjadi ketidaksesuaian secara medik seperti tidak sesuai indikasi, tidak tepat pasien, tidak tepat obat dan pemberian dosis yang tidak tepat. Ketidakrasionalitasan ini dapat menyebabkan terjadinya efek samping pengobatan, resistensi obat dan biaya yang dikeluarkan menjadi tidak terjangkau. Penelitian ini merupakan penelitian observasional descriptive analitik. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling secara retrospektif. Sampel yang diambil adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi berupa pasien yang terdiagnosis Covid-19  dan memiliki data rekam medik yang lengkap meliputi identitas pasien (nama, umur, gejala, derajat keparahan,  berat badan, tinggi badan) dan profil pengobatan yang diterima sebanyak 300 pasien dengan rincian 141 pasien (47%) rasional dan 159 pasien (53%) tidak rasional.  Ketidakrasionalitasan pengobatan pada pasien Covid-19 menurut pedoman tatalaksana pengobatan Covid-19 edisi 1,2,3, dan 4 memiliki nilai persentase ketidaktepatan indikasi sebanyak 118 obat (3,8%) ketidaktepatan obat sebanyak 118 obat (3,8%) ketidaktepatan pasien sebanyak 0 obat (0%), dan ketidaktepatan dosis sebanyak 146 obat (4,7%).
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Dr.H. SOEWONDO KENDAL Mudhofir, Nisrina Salsabila; Fortuna, Tista Ayu
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.572

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus sehingga pemberian pengobatannya menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs). DRPs dapat memicu komplikasi tambahan, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian DRPs penggunaan obat antihipertensi yang meliputi dosis obat kurang, dosis obat lebih, obat tidak efektif, dan interaksi obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2021. Jenis penelitian ini deskriptif dengan mengambil data rekam medis secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu pasien rawat jalan berusia ≥18 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes melitus di RSUD dr H. Soewondo Kendal pada periode Januari-Desember 2021 dan memiliki data rekam medis yang lengkap berupa identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin), dan pengobatan yang diberikan (nama obat, dosis, frekuensi pemberian, rute pemberian), sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan diabetes melitus yang memiliki komorbid penyakit jantung. Sampel yang digunakan sebanyak 123 pasien dengan total 481 kasus DRPs. Hasil penelitian diperoleh bahwa pasien yang mengalami DRPs sebanyak 105 pasien (85,37%), sedangkan yang tidak mengalami DRPs sebanyak 18 pasien (14,63%). Kategori DRPs yang dialami pasien yaitu obat tidak efektif sebanyak 61 pasien dengan total 61 kasus (12,68%) dan interaksi obat 82 pasien dengan total 420 kasus (87,31%) dan tidak ditemukan DRPs kategori dosis obat kurang dan dosis obat lebih.
Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Karuniawati, Hidayah; Haryoto, H; Sujono, Tanti Azizah; Fortuna, Tista Ayu; Khotimah, Khusnul; Suhendi, Andi; Ichsan, Burhanudin; Sarbini, Dwi; Muhtadi, M; Harlianti, Mariska Sri; Dewi, Listiana Masyita; Herawati, Erna; Studiviani, Raafika; Utama, Haya Nabilah; HI, Marsilia Rosa Sinensis; Dzafira, Laila; Nurseptiria, Haliza Arzeti; Oktaviani, Ardalia Rinanda; Fitriani, Rizki Ainun; Kusumastuti, Lina Ayu; Muslihah, Sayyidah Nurul; Anifatussaa'dah, A; Nisa', Faridita khoirun; Trihatmoko, Fahriza Mei; Basusena, Rahardian Surya; Rifaini, Fidhia Nur; Citra, Tia Mella; Maesaroh, Ida; Marsya, Vitania
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PRODUSEN HERBAL HEALTHY DRINK BERBASIS ONLINE E- COMMERCE DI DESA BINAAN POTRONAYAN, BOYOLALI Haryoto, H; Karuniawati, Hidayah; Suhendi, Andi; Santoso, Broto; Fortuna, Tista Ayu; Praswati, Aflit Nuryulia; Dewi, Triana Ariska; Keisya, Aulita; Auliya, Dhiyahul; Ahmad, Farhand
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki 19 kecamatan. Masing-masing kecamatan menghasilkan komoditas tanaman pangan yang berbeda beda. Salah satu komoditas yang dihasilkan di Kabupaten Boyolali adalah komoditas padi-padian, sayuran, dan empon-empon. Salah satu daerah penghasil empon-empon adalah desa Potronayan. Desa Potronayan merupakan desa binaan UMS yang terletak di pinggir Boyolali sebelah utara bandara Adisumarmo dengan jumlah penduduk sekitar 4.984 jiwa yang mayoritas penduduknya berpenghasilan dari bercocok tanam, salah satunya adalah tanaman yang merupakan jenis obat herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Rimpang (empon-empon) ini banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu dalam masakan. Selain itu empon-empon juga banyak digunakan untuk pengobatan maupun pencegahan gangguan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1). Meningkatkan harga jual empon-empon, (2). Membuat diversifikasi produk berupa herbal healthy drink, (3). Mempromosikan produk menggunakan platform online E-Commerce yang dapat diakses melalui internet. Kegiatan ini juga merancang dan mengaplikasikan green economy. Green economy meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Hasil Kelompok Wanita tani berupa rimpang yang berkhasiat tersebut sebelum dijual bisa diolah menjadi suatu produk herbal healthy drink yang mempunyai daya jual lebih tinggi daripada bahan mentahnya.
Direct benefits of Covid-19 Vaccination at Juata Primary Health Center, North Tarakan District Harlianti, Mariska Sri; Fortuna, Tista Ayu; Ramadhini, Affida; Aisya, Fitria Shofwa
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i2.23306

Abstract

North Kalimantan Province is the only province with a pandemic situation level in the medium level community transmission (CT2) category with an accumulated incidence of 24.1 per 100,000 population in 2021. The increasing incidence is accompanied by opinions of rejection in the community regarding confusion over Covid-19 vaccination at the start of the incident. , underlying the increasing morbidity and mortality rates as well as the decline in the country's social and economic activities. The Covid-19 vaccination program is an effort to reduce morbidity and mortality rates as well as restore social and economic conditions due to the pandemic. The aim of this research is to calculate the direct economic value of the Covid-19 vaccination program. Observational research with descriptive quantitative data analysis was carried out to illustrate this aim. Data collection was carried out retrospectively based on monthly reports from the Juata Community Health Center specifically for Covid-19. The sample inclusion criteria in this study were data on patients who were confirmed positive for Covid-19 in the North Tarakan District area in 2020 – 2022 and received therapy based on the guidelines or Guidelines for the management of Covid-19, 4th edition of 2022. The sample was divided into 3 vaccination periods with the number of samples for each were 77, 92, and 89 patients respectively. The direct benefit of the Covid-19 vaccination program is the difference in total costs between periods. The research results show that the difference in costs for periods I and II and II and III is negative, namely (-) IDR 12,697,280 and (-) IDR 494,660, respectively. Thus, from an economic aspect it does not yet illustrate the direct benefits of the 1 – 3 dose vaccination program. One of the reasons may be the inappropriate use of Covid-19 treatment drugs, namely oseltamivir. However, the incidence of Covid-19 decreased by 34.8% in period III (vaccination doses 2 to 3), namely 417. This shows that from a clinical aspect, the Covid-19 vaccination program is able to increase immunity.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2021 Andriyani, Refi; Fortuna, Tista Ayu
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap penyakit komplikasi lainnya. Diabetes mellitus seringkali menjadi salah satu penyakit komplikasi yang umum diderita oleh pasien. Tingginya kasus hipertensi tiap tahunnya serta dampak dari hipertensi dengan diabetes mellitus sehingga memungkinkan penggunaan obat yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui keberhasilan terapi pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data dari rekam medis pasien. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan usia diatas 40 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes mellitus, serta pasien dengan data rekam medis yang lengkap. Sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan komorbid penyakit jantung, serta pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap. Diperoleh data sebanyak 147 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi tahun 2021 didapatkan hasil sebesar 93,88% tepat dan 6,12% tidak tepat. Ketepatan penggunaan obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,88%. Regimen terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu terapi antihipertensi tunggal sejumlah 84 pasien (45,40%), sedangkan terapi antihipertensi kombinasi sejumlah 101 pasien (54,60%). Candesartan merupakan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan oleh 33 pasien (17,84%). Sementara itu, kombinasi amlodipin dengan candesartan adalah obat antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan oleh 35 pasien (18,92%). Berdasarkan keberhasilan terapi antihipertensi hasilnya menunjukkan bahwa 89 pasien (60,54%) memiliki tekanan darah terkontrol, sedangkan 58 pasien (39,46%) memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEM (DRPs) PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RSU ISLAM KLATEN PERIODE NOVEMBER 2021-OKTOBER 2022 Marisya Affifah Putri, Nabilla; Fortuna, Tista Ayu; Yudianti Mendra, Ni Nyoman
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.318

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi organisme Salmonella typhi. Ketidaktepatan pemberian terapi pada pasien dapat meningkatkan resiko kejadian Drug Related Problems (DRPs). Tingginya kejadian (DRPs) dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pada pasien, sehingga penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kejadian DRPs yang meliputi kategori efek samping, interaksi pengobatan, dosis terlalu rendah serta dosis terlalu tinggi pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap periode November 2021-Oktober 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dimana peneliti akan mengevaluasi pengobatan demam tifoid yang didapatkan oleh pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi pasien meliputi usia lebih dari 18 tahun, pasien demam tifoid dengan atau tanpa penyakit penyerta dan pasien dengan rekam medis yang lengkap. Kiteria eksklusi meliputi pasien dengan data rekam medis yang tidak terbaca dan pasien dengan penyakit penyerta infeksi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 67 pasien, sebanyak 36 pasien (53,73%) mengalami DRPs dan 31 pasien (46,27%) tidak mengalami DRPs. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah levofloksasin 67 pasien (100%), kemudian diikuti dengan ampisilin 3 pasien (4,48%) serta sefiksim 3 pasien (4,48%). Penggunaaan terapi suportif yang paling banyak diberikan adalah parasetamol 67 pasien (100%). Jumlah DRPs yang terjadi sebanyak 65 kasus dengan rincian kategori dosis terlalu rendah 13 kasus (20%), dosis terlalu tinggi 2 kasus (3,08%), efek samping 14 kasus (21,54%), dan interaksi obat 36 kasus (55,38%).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DI SURAKARTA Tista Ayu Fortuna; Fitriani Rizki Ainun
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1058

Abstract

Salah satu upaya penanganan pada kasus diabetes mellitus (DM) adalah dengan rutin melakukan kontrol kadar gula darah.Hasil pemeriksaan kadar gula darah pasien merupakan salah satu penentu pengobatan yang akan diterima. Kontrol gula darah yang baik, dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Komplikasi pada pasien diabetes, akan berdampak pada ekonomi dan penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terapi dan faktor yang memengaruhi kontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Studi ini dilakukan dengan menggunakandesain penelitian cross-sectional. Data diambil dari rekam medik dan pemberian kuesioner medication adherence reportscale (MARS-5) pada 350 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien DM berusia dewasa ≥ 18 tahun, pasien dengan rekam medik lengkap dan melakukan pemeriksaan guladarah 3 bulan berturut-turut, sedangkan kriteria eksklusinya adalah pasien yang tidak bersedia menjadi responden dan tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau non verbal. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square, dilanjutkan dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan gambaran terapi yang banyak diterima pasien berupainsulin glargin + aspart sebanyak 95 pasien (27,1%). Faktor yang memengaruhi kadar gula darah pasien meliputi pendidikan (p-value = 0,012); jumlah obat (p-value = 0,023;) dan kepatuhan (p-value = 0,000).
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Tista Ayu Fortuna; Hidayah Karuniawati; Sri Kusuma Dewi; Nandifa Azzahra Salsabila; Davina Lathifah Nuraini; Dina Yuli Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2022, terdapat 131.265 kasus DBD. Kecamatan Nogosari terdiri dari 13 desa dan memiliki luas wilayah sebesar 5.508,43 hektar. Potronayan adalah salah satu desa di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pertanian menjadi sumber penghasilan utama warga desa, sehingga kebanyakan warga bekerja di luar rumah, yang meningkatkan risiko tertular DBD. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DBD agar dapat mengurangi kasus penyakit tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan desain satu kelompok pretest-posttest. Sebelum diadakan edukasi, peserta diberikanpre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka. Setelahnya, dilakukan penyuluhan mengenai DBD, lalu diberikan post-test untuk menilai hasil edukasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p value 0,243. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat yang sudah baik mengenai DBD.
The Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Keberhasilan Terapi Pada Pasien Anak Terdiagnosis Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi Menggunakan Metode Gyssens Anggi Fajriatu Hidaya; Tista Ayu Fortuna
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1050

Abstract

Pneumonia is an inflammation of the lung parenchyma that can be caused by microorganisms including fungi, viruses, bacteria, and mycobacteria. In addition, chronic inflammatory diseases of the respiratory tract can be characterized by wheezing, chest tightness, and coughing accompanied by flu. To evaluate the rational use of antibiotics, the Gyssens method was developed, which includes the appropriate selection of antibiotics based on effectiveness, toxicity, lower cost, narrower spectrum, duration of administration, dose, interval, route, and timing of administration. A patient's improvement or lack thereof can be assessed based on body temperature, white blood cell count, respiratory rate, and clinical symptoms. The study design is non-experimental (observational) with a cross-sectional study design. Data collection was conducted retrospectively using data from medical records of pediatric patients diagnosed with pneumonia at Dr. R. Soedjati Purwodadi General Hospital, with a total of 110 pediatric patients meeting the inclusion criteria. The results showed that 38 patients (34.55%) received antibiotics irrationally, with the most inaccuracies in the drug selection category (IV A, IV C, and IV D). A total of 72 users (65.45%) were rational and 38 users (34.55%) were irrational. The results of statistical analysis of the data using the Chi-Square test show that these results were obtained from the Exact Sig (2-sided) value, namely p = 0.003 (p < 0.05), so it can be interpreted that there is a rational relationship between the use of antibiotics and the success of therapy in pediatric patients.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Adedhea, Marchita Aflit Nuryulia Praswati Afrizal Mubarok Ahmad, Farhand Aisya, Fitria Shofwa Andi Suhendi Andriyani, Refi Anggi Fajriatu Hidaya Anifatussaa'dah, A Ardalia Rinanda Oktaviani Arifah Sri Wahyuni Ariyanti, Rika Auliya, Dhiyahul Azzah, Millenia Syafirah Yunita Basusena, Rahardian Surya Broto Santoso Burhanudin Ichsan Citra, Tia Mella Davina Lathifah Nuraini Desti Purnamasari Devi Etivia Purlinda Dewi, Triana Ariska Didik Hasmono Dina Yuli Astuti Dwi Sarbini Dzafira, Laila Erna Herawati Erna Herawati, Erna Faghfirlie, Faghfirlie Fahriza Mei Trihatmoko Faridita khoirun Nisa' Fidhia Nur Rifaini Filla Rizky Nuraini Firdani, Tamza Aulia Nerisa Fita Rahmawati Fitriani Rizki Ainun Fitriani, Rizki Ainun Haliza Arzeti Nurseptiria Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Hidayah Karuniawati Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Keisya, Aulita Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Maharani, Suciana Mariska Sri Harlianti Marisya Affifah Putri, Nabilla Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Mudhofir, Nisrina Salsabila Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyani, Amelia Sri Muslihah, Sayyidah Nurul Nabilla Marisya Affifah Putri Nadya Tiara Putri Nanang Munif Yasin Nanang Munif Yasin Nandifa Azzahra Salsabila Ni Nyoman Yudianti Mendra Nikita, Aulia Bea Nisa', Faridita khoirun Nurseptiria, Haliza Arzeti Oktaviani, Ardalia Rinanda Prabowo, Alifia Istiqomah Prehanawan, Refian Putra Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Rahmawati, Fita Ramadhini, Affida Rayidah, Tasya Refi Andriyani Renatasari, Distya Ayu Rifaini, Fidhia Nur Riskiana, Shafira Yuni Rizki Ainun Fitriani Safitri, Aisyah Nur Saputri, Gafrila Fani Eka Sarif, Nabil Nawal Sasmitha, Desya Sayyidah Nurul Muslihah Sri Kusuma Dewi Studiviani, Raafika Sulistyani Sulistyani Syahidah, Shofia Rif'atusy Tanti Azizah Sujono Tia Mella Citra Trihatmoko, Fahriza Mei Utama, Haya Nabilah Utami , Anita Dwi Utari, Berlian Vitania Marsya Yudianti Mendra, Ni Nyoman