Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN PELAT BETON BERTULANG HYBRID RAMAH LINGKUNGAN PADA INFRASTRUKTUR PINTU AIR TAMBAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETANI Fajri, Haikal; Hamdani, Hamdani; Fitria, Liza; Komariyah, Siti; Basrin, Defry; Irwansyah, Irwansyah; Riswandy, Muhammad; Fauzia, Arisna; Zulfadhli, Zulfadhli; 'adah, Lailissa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Ketahanan pangan di wilayah pesisir sangat dipengaruhi oleh dinamika demografi dan alih fungsi lahan. Pertumbuhan populasi manusia yang pesat, ditambah dengan berkurangnya tambak budidaya akibat alih fungsi menjadi kawasan pemukiman dan industri, menghadirkan tantangan besar. Keberhasilan produksi udang—suatu kegiatan yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan dan pengentasan kemiskinan—sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur yang andal, hemat biaya, dan berkelanjutan secara lingkungan. Diskusi antara tim pengabdian masyarakat dan mitra pemangku kepentingan menunjukkan bahwa kebocoran sering terjadi pada pintu air kayu yang umum digunakan di wilayah tersebut. Masalah ini terutama disebabkan oleh salinitas air yang tinggi, variabilitas iklim, dan dampak banjir pasang surut (ROB) serta banjir dataran tinggi, yang secara kolektif menyebabkan degradasi infrastruktur. Lebih lanjut, keterbatasan akses transportasi masih menjadi kendala yang berkelanjutan, yang menghambat distribusi benih udang, pakan, dan hasil panen karena tidak adanya infrastruktur transportasi yang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan Program Pengabdian Masyarakat (PKM), yang menekankan penerapan pelat beton bertulang hibrida ramah lingkungan dengan bahan baku limbah cangkang sawit. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan terhadap tantangan yang dihadapi oleh komunitas mitra. Proses fabrikasi akan didokumentasikan secara sistematis dalam sebuah modul teknis yang terdiri dari spesifikasi detail dan gambar teknik, yang akan berfungsi sebagai materi pembelajaran untuk kegiatan Pelatihan untuk Pelatih (ToT). Diharapkan lembaga mitra selanjutnya akan menyebarluaskan pengetahuan ini secara berkelanjutan kepada masyarakat luas.
Penerapan alternatif pengelolaan hama terpadu pada padi dengan serangan hama putih palsu di Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang Cut Mulyani; Arisna Fauzia; Firdasari Firdasari; Iswahyudi Iswahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26791

Abstract

Abstrak Produksi padi di Aceh menjadi salah satu komoditas utama pada sektor pertanian dan telah dikenal memiliki kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan karakteristik beras Aceh memliki ciri khas yaitu lebih wangi dan pulen. Namun, produksi padi di beberapa wilayah Aceh, termasuk Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi tantangan besar akibat serangan hama, terutama hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis). Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) melalui pembuatan dan penggunaan pestisida nabati dari bahan alami. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dalam proses pelatihan, para petani diajarkan cara meracik pestisida nabati menggunakan bahan-bahan seperti daun sirsak, daun pepaya, cabai dan rempah lainnya yang dicincang dan dihaluskan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama yang ramah lingkungan, serta pengurangan penggunaan pestisida berbahan kimia sintetis. Sebanyak 90% peserta kegiatan berhasil memahami materi dan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan teknik PHT. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pertanian di Aceh, khususnya dalam meningkatkan produksi padi secara lebih organik dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh petani melalui dukungan program desa dan pemerintah daerah. Kata kunci: hama; serangga; pestisida nabati; daun sirsak; daun papaya. AbstractRice production is one of the main commodities in the agricultural sector in Aceh and has been known good quality. The rice have distinctive characteristics, more fragrant and fluffier. However, rice production in several areas of Aceh, including Seunebok Punti Village, faces major challenges due to pest attacks especially white pests (Cnaphalocrocis medinalis). The aimed of this service is to improve farmers' understanding in implementing Integrated Pest Management (IPM) through the manufacture and using botanical pesticides. The methods used include three main stages: socialization, training, and evaluation. In the training process, farmers was taught how to mix botanical pesticides using some ingredients such as soursop and papaya leaves, and other spices. The evaluation results shows a significant increase in farmers' knowledge regarding environmental pest control, as well as reducing the use of synthetic chemical pesticides. As many as 90% of participants in the activity managed to understand and demonstrated the ability to apply IPM techniques. With a focus on growing rice production in a more organic and ecologically friendly manner, this program is anticipated to enhance Aceh's agriculture's sustainability. It also has the potential to be implemented sustainably through the support of local governments. Keywords: pests; insects; botanical pesticides; soursop leaves; papaya leaves.
Analisis Hasil Pengamatan Instrumentasi Untuk Menilai Kondisi Bendungan Keuliling Marini Bravikawati; Arisna Fauzia; Nurkhairunnisa Siregar; Amalia Harmin; Tjut Rizqi Maysyarah Hadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2821

Abstract

Bendungan merupakan konstruksi yang dibangun untuk penyediaan pasokan air. Bendungan Keuliling berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air. Selain memberikan manfaat, bendungan juga memiliki potensi risiko yang perlu diantisipasi. Untuk itu, diperlukan analisis hasil pengamatan instrumentasi pada Bendungan Keuliling yang berdampak pada pemeliharaan bendungan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder sebagai dasar analisis hasil pengamatan instrumentasi. Tujuan analisis adalah untuk menentukan nilai komponen hasil pengamatan instrumentasi menggunakan indeks kondisi pada Bendungan Keuliling. Penilaian dilakukan dengan mengidentifikasi kerusakan pada komponen bendungan, lalu dilakukan penilaian skor indeks kondisi sesuai dengan tingkat kerusakan yang ditemukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks kondisi untuk komponen hasil pengamatan instrumentasi bendungan berada pada nilai 4, yang termasuk dalam kategori kerusakan ringan. Nilai ini menggambarkan kondisi terkini komponen hasil pengamatan instrumentasi bendungan dan menjadi acuan penting dalam melakukan pemeliharaan guna menjaga pemeliharaan bendungan.
Pemetaan Sebaran Ruang Parkir Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kota Langsa (Studi Kasus: Kecamatan Langsa Barat) Salsabila Zukhra; Wan Alamsyah; Arisna Fauzia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7297

Abstract

Along with the increasing population growth in Langsa City, there is also a growing need to carry out various activities. Most residents of Langsa City choose to travel using private vehicles, which makes the need for parking spaces an important part of the transportation system. The distribution of parking spaces in Langsa City will be more effective and efficient if information related to their location is presented graphically. Geographic Information System (GIS) is a technology that can be used to process information related to distribution. This study aims to identify the distribution of parking spaces in Langsa City in accordance with the Guidelines for Planning and Operating Parking Facilities and present it on a distribution map. In addition, it also analyzes the parking characteristics of the Mangrove Forest Tourist Attraction. The research method was a direct survey at the research location to obtain the coordinates of the parking spaces and the number of vehicles parked in the tourist attraction parking spaces. The results of the study showed that there were 86 parking spaces in West Langsa District, 78 of which were identified as formal parking spaces and 8 parking spaces on the roadside which were identified as informal parking spaces. Mapping was carried out using a Geographic Information System (GIS) with ArcMap 10.8 software, which will present a map of the distribution of parking spaces in West Langsa District. The parking characteristics of the Mangrove Forest Tourist Attraction indicate that the parking index value (PI < 100%) means that the parking space capacity is not a problem and is still sufficient to accommodate the volume of vehicles, and there is no need for additional new parking spaces.
PELATIHAN PEMETAAN PARTISIPATIF DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TERPADU DI DESA KUALA PAREK, KABUPATEN ACEH TIMUR Fauzia, Arisna; Iswahyudi, Iswahyudi; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut; Hamdani, Hamdani; Zulfadhli, Zulfadhli
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65211

Abstract

Kuala Parek Village, located in a coastal area with a public tourist beach, boasts various village assets and ecosystems that generate natural resources. As one of the oldest villages in East Aceh Regency, Kuala Parek Village has significant coastal potential. However, the village faces challenges in coastal area management and regional development, particularly related to spatial information technology. This technology is already commonly used in addressing integrated coastal area planning and management. The urgency of this research is to conduct mapping that can provide a clear picture of village potential, natural resources/ecosystems, and village assets that can support sustainable development. The purpose of this community service is to conduct participatory mapping training activities to review current village boundaries. This is useful for facilitating partners in implementing integrated coastal area management. The methods used include mapping training involving the community and field mapping surveys. The results obtained show an increase in community skills in understanding regional mapping, the ability to operate Google Earth for location determination, and improved capacity in identifying village potential related to coastal area management. Through surveys conducted to review village boundaries and potential, village governments have become more enthusiastic about remapping existing community resources. This is because participatory mapping can provide accurate information from the community by incorporating geospatial data.Desa Kuala Parek, yang terletak di kawasan pesisir dengan pantai wisata yang terbuka untuk umum memiliki berbagai aset-aset desa, dan ekosistem yang menghasilkan sumber daya alam. Sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Aceh Timur, Desa Kuala Parek ini memiliki potensi desa di bidang kepesisiran. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan wilayah desa pesisir dan aspek manajemen pengembangan daerah yang bersifat teknologi informasi spasial. Teknologi ini sudah umum dalam mengatasi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Urgensi penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang potensi desa, sumber daya alam/ekosistem, serta aset desa yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan kegiatan pelatihan pemetaan secara partisipatif dalam meninjau kembali batas-batas desa terkini. Hal ini bermanfaat untuk memudahkan mitra dalam melakukan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Metode yang digunakan yaitu pelatihan pemetaan yang melibatkan masyarakat serta survei pemetaan di lapangan. Hasil yang didapatkan dari berupa adanya peningkatan terhadap kemampuan masyarakat dalam pemahaman terhadap pemetaan daerahnya, dapat mengoperasikan google earth untuk penentuan lokasi, dan terkait pengelolaan wilayah pesisir dalam mengidentifikasi potensi desa. Melalui kegiatan survei dalam peninjauan kembali batas dan potensi desa, pemerintah desa menjadi lebih antusias dalam melakukan pemetaan kembali sumber daya yang ada di masyarakat. Hal ini dikarenakan pemetaan partisipatif mampu memberikan informasi yang akurat dari masyarakat dengan menyesuaikan data geospasial.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN INSEKTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI BAN TIMOH, KECAMATAN SUNGAI RAYA SEBAGAI WUJUD PERTANIAN BERKELANJUTAN Iswahyudi, Iswahyudi; Saputra, Iwan; Fauzia, Arisna; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7033

Abstract

Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu desa di Kabupaten Aceh Timur yang memiliki produk unggulan berupa padi dan tanaman holtikultura. Desa ini juga menjadi salah satu penyumbang gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Timur. Namun, dalam memanen hasil pertaniannya sering sekali tanaman diserang oleh hama. Contohnya di Kelompok Tani Ban Timoh yang menjadi kelompok tani bergerak di bidang pertanian dengan menghasilkan padi mencapai 1-2 ton/ha setiap musim tanam. Kelompok tersebut juga memiliki kendala dalam pengendalian hama. Hama yang sering menyerang adalah Hama penggerek batang dan pernah menyebabkan gagal panen. Untuk pengendalian dikarenakan jumlahnya banyak, mereka sering menggunakan insektisida sintetis yang memberikan residu pada hasil pertanian mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan kelompok tani dalam pengelolaan hama terpadu melalui identifikasi lahan sawah sekitarnya dan cara pembuatan insektisida nabati sebagai pengelolaan hama bersifat hayati. Metode yang digunakan yaitu metode edukasi mengenai pengelolaan hama terpadu (PHT) serta jenis-jenis serangan hama dan mengajak aktif untuk ikut demonstrasi pembuatan insektisida nabati. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu penerapan kegiatan pelatihan pembuatan insektisida nabati dapat mengatasi permasalahan petani dalam mengurangi penggunaaan bahan kimiawi. Peningkatan pengetahuan masyarakat juga mengindikasikan keberhasilan kegiatan dikarenakan adanya selisih hasil pre-test dan post-test yang signifikan pada setiap item topik pertanyaan dengan rata-rata mencapai angka 30%.