Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN EMBUNG TAMBAKROMO UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU Fahmi, Mushafa; Halim, Fandy; Atmojo, Pranoto Samto; Sriyana, Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.857 KB)

Abstract

The increasing scarcity of water resources, there needs to be an effort that must be implemented to meet the needs of the water. One way PT. Indocement to meet the water requirement of 60 liters / second to harness the potential of Beku river with Tambakromo Embung development plan, in Wukirsari Village, District Tambakromo, Pati. Based on the mainstay discharge analysis by the method of FJ mock obtained the discharge of 120 liters / sec. For the body design of the small dam used the flood discharge hydrological data with HSS Gamma I method with flood discharge plan 1000 years return period amounted 116.92 m3/second. Tambakromo Small Dam capacity is 5,000,000 m3. Tambakromo Small Dam height is 20 meters, 7 meters wide summit reservoir, spillway width of 15 meters, spillway height is 2 meters. Estimated cost to build Tambakromo Small Dam amounted Rp.33.874.000.000, 00.
ANALISA SEDRAINPOND SEBAGAI UPAYA KONSERVASI TANAH DAN AIR Putro, Haryono; Sriyana, Sriyana
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikator kinerja dari bangunan air seperti waduk, bendung, bendungan,saluran drainase maupun irigasi yaitu jumlah sedimen pada bangunan air. Semakin cepat terjadi sedimentasi maka semakin pendek umur pelayanan dari bangunan air itu, kapasitas dan volume rencana sudah tidak dapat terlayani dengan baik dan biaya operasianl & pemeliharaan dari akibat sedimen ini cukup besar. Sedimentasi ini semakin dipicu akibat terjadinya pemanasan global, sehingga akan mempengaruhi iklim, dimana musim hujan menjadi pendek, sehingga intensitasnya cenderung tinggi. Butiran air hujan dengan intensitas hujan tinggi akan mengenai tanah yang mengakibatkan limpasan air hujan banyak mengandung butiran tanah/sedimen tersuspensi bahkan sampai terjadi banjir, dan musim kemarau menjadi panjang sampai tidak ada aliran air. Sudah saatnya semua pihak perlu memikirkan bahaya dan ancaman ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa SeDrainPond (Sedimentation-Drainage-Ponding) dimana model ini mengendalikan angkutan sedimen dengan menangkap sedimen (sediment trapping), mengurangi debit limpasan yang sekaligus me-recharge air tanah dan tangkapan sedimen digunakan untuk pupuk dan dikembalikan lagi dalam area sawah/ladang. Model ini mampu mengurangi debit limpasan 50% dan tergantung dari dimensi dan jumlah SeDrainPond, mampu mengurangi sedimen tersuspensi dan mengembalikan kesuburan lahan. Dengan pembuatan dan pemeliharaan oleh petani maka dapat mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan air oleh pemerintah.
USING STORY MAPPING TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS’ PARTICIPATION IN READING COMPREHENSION OF NARRATIVE TEXT Sriyana, Sriyana; Ikhsanudin, Ikhsanudin; Bunau, Eusabinus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 12 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.518 KB)

Abstract

AbstractThis research was conducted on the eleventh grade students of MAS Raudhatul Ulum Merantiin academic year 2018/2019. The aim of this research was to improve the students? participation in reading comprehension class in term of paying attention, answering question, and joining the discussion. This research used a classroom action research. The research was done in two cycles. The observation technique was used to gathered the data. The tools of data collection were observation checklist and field notes. The result showed that Story Mapping Technique was able to improve students? participation in term of paying attention, answering question, and joining the discussion. It was showed by the percentage of paying attention improved from 70% (cycle 1) to 85% (cycle 2). Meanwhile, the percentage of answering the question was improved from 65% (cycle 1) to 75% (cycle 2). And the percentage of joining the discussion was improved from 70% (cycle 1) to 80% (cycle 2). It could be concluded that the students? participation in reading comprehension class has improved through the use of Story Mapping Technique.Keywords: Participation, Story Mapping Technique, Reading Comprehension
Analisis Perilaku Deformasi Bendungan Bajulmati Dengan Metode Penilaian Berdasarkan Database Sejarah Bendungan Istiaji, Muhammad Santang; Sriyana, Sriyana; Sadono, Kresno Wikan
TEKNIK Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.39629

Abstract

Bendungan akan mengalami tekanan dari beban sendiri sampai dengan efek loading air waduk. Akibat gaya tekanan tersebut maka tubuh bendungan akan mengalami deformasi. Perilaku deformasi bendungan perlu dipantau, untuk mengetahui deformasi vertikal dan horisontal yang terjadi. Makalah ini membahas tentang perilaku deformasi pada Bendungan Bajulmati dari tahap konstruksi, pengisian awal, dan pasca konstruksi. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan perilaku deformasi "normal" sehingga studi kasus yang menunjukkan deformasi "abnormal" dapat diidentifikasi sejak dini dan kemudian dapat dianalisis lebih lanjut. Perilaku deformasi Bendungan Bajulmati hasil evaluasi berdasarkan kriteria penerimaan dari database sejarah bendungan yang serupa, sebagian besar instrumen memenuhi kriteria peenerimaan deformasi sehingga dianggap normal. Sedangkan sebagian kecil tidak memenuhi kriteria penerimaan karena nilainya diluar dari persyaratan. Hasil tersebut dapat menjadi perhatian dan rekomendasi awal untuk analisis lebih lanjut menganai perilaku deformasi abnormal yang terjadi.
Penilaian Risiko Bendungan Pelaparado Berbasis Metode Modifikasi ICOLD dan Metode Indeks Risiko Suprapto, Rachdian Eko; Japarussidik, Japarussidik; Sriyana, Sriyana; Sadono, Kresno Wikan
TEKNIK Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.39715

Abstract

Penilaian risiko bendungan terdiri dari analisis risiko dan evaluasi risiko sebagai salah satu bentuk kegiatan operasi, pemeliharaan dan pemantauan bendungan. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian risiko Bendungan Pelaparado di Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bendungan Pelaparado merupakan jenis bendungan urugan batu dengan inti kedap di tengah. Penilaian risiko bendungan pada penelitian menggunakan metode modifikasi ICOLD dan metode indeks risiko. Metode modifikasi ICOLD didasarkan pada hasil inspeksi lapangan, evaluasi desain bendungan, evaluasi pengelolaan keamanan bendungan dan identifikasi dampak kegagalan bendungan terhadap daerah hilir. Metode indeks risiko didasarkan pada pembobotan perhitungan empiris parameter bentuk kegagalan dari hasil inspeksi lapangan, desain bendungan dan analisis potensi bencana. Hasil penilaian risiko merupakan dasar pertimbangan dalam penentuan prioritas pemeliharaan untuk mencegah peningkatan potensi kegagalan bendungan. Hasil penelitian menunjukkan Bendungan Pelaparado memiliki nilai risiko sebesar 67 dengan kategori risiko “tinggi”, nilai indeks risiko total sebesar 227,56 dan nilai keamanan 72,91 dengan klasifikasi keamanan “cukup”, sehingga Bendungan Pelaparado aman terhadap beban normal tetapi kemungkinan kurang aman terhadap banjir desain dan gempa desain.
OPTIMIZATION OF CHANGES METHODS OF BAMBOO PILES INTO PVD AHMAD YANI AIRPORT PROJECT Arif Haidar Nur Shidqi; Mochamad Agung Wibowo; Sriyana Sriyana
CIVED Vol 7, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.04 KB) | DOI: 10.24036/cived.v7i1.108419

Abstract

Rekayasa Nilai (Value Engineering) adalah salah satu teknik untuk mengendalikan biaya yang memiliki potensi keberhasilan cukup besar dengan menggunakan pendekatan analisa nilai terhadap fungsinya. Salah satu cara yang diterapkan menggunakan metode kerja PVD (Pre Fabricated Vertical Drain) karena memiliki waktu yang lebih cepat untuk final settlement, kemudahan dalam metode kerja, dan memberikan peningkatan daya dukung tanah lebih baik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui Optimasi Perubahan Metode kerja cerucuk bambu menjadi PVD pada pelaksanaan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani – Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekayasa nilai ( Value Engineering) yaitu (1) Informasi, (2) Spekulasi, (3) Perencanaan/Pengembangan, (4) Penyajian. Hasil analisis pemilihan metode kerja PVD dan Cerucuk bambu sebagai berikut : Tinggi timbunan yang ingin dicapai yaitu setinggi 8 m melebihi tinggi kritis, Waktu yang diperlukan untuk tercapainya derajat/proses konsolidasi 90% pada penurunan primer adalah selama 19 tahun, Konfigurasi pemasangan PVD yang direkomendasikan adalah PVD (lebar 100 mm dan tebal 3,5 mm) dengan panjang 20 m dan spasi 1 m dengan konfigurasi segitiga, Dengan pemasangan PVD, waktu yang dibutuhkan untuk tercapainya derajat konsolidasi 90% adalah sekitar 3 bulan, Penurunan konsolidasi dengan konstruksi timbunan bertahap dengan tinggi total timbunan 8 m adalah berkisar 2,7 m sampai 3,0 m, Penimbunan tahap awal dilakukan hingga elevasi pemasangan PVD tercapai yaitu + 3,5 m. Penimbunan berikutnya maksimum sebesar 0,5 m dalam rentang waktu 2 minggu, Deformasi lateral yang terjadi pada area platform slab on pile tergolong berpotensi cukup besar yaitu berkisar 1,07 m sampai 1,23 m pada tahap konstruksi dan 1,19 m sampai 1,35 m pada tahap akhir. 
Run - Up dan Run - Down Akibat Pengaruh Sudut Datang Gelombang pada Berbagai Unit Lapis Lindung Pemecah Gelombang Sriyana Sriyana; Iwan Kridasantausa Hadihardaja; Joetata Hadihardaja
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 4 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.4.4

Abstract

Abstrak. Beberapa variabel yang mempengaruhi untuk perencanaan struktur pemecah gelombang adalah tinggi run-up and run-down. Gelombang run-up dapat digunakan sebagai variable untuk menentukan struktur pantai dan gelombang run-down untuk kerusakan struktur bangunan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan run - up dan run - down pada bangunan pemecah gelombang denganperbedaan arah sudut datang gelombang. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan model fidfik, dimana gelombang yang dibangkitkan adalah gelombang acak (irregular wave) gelombang tidak pecah. Spektrum yang digunakan adalah spectrum. Bretschneider, dengan benda uji lapis lindung tetrapod, kubus. Hasil yang diperoleh dalam studi terlihat bahwa parameter yang mempengaruhi terjadinya tinggi run-up and rundown pada breakwater dipengaruhi oleh periode gelombang (T), tinggi gelombang datang (H), jenis lapis lindung, kedalaman (d), dan arah sudut datang gelombang (θ). 0o dan 15o, hasil run-up yang terjadi cenderung naik atau sama pada sudut 0o dan 15o pada semua unit lapis lindung. Sedangkan pada sudut 30o, tetrapod dan batu pecah cenderung naik dan kubus cenderung turun. Hasil yang sama diperoleh untuk run - down.Abstract. Some of the influencing variables for the structure design are wave run-up and run-down. Run-up wave can be used as the variable in determining the coast structure crown height and run-down wave influences the structural damage. The objective of this study is determine the run-up and run-down performance on breakwater with different angle of wave direction. This study is carried out by means of irregular non-breaker waves on physical modeling. The spectrums used on irregular wave is Bretschneider, employing tetrapod, cubes, and rubble mound as the armour layer. The results of this study showed that the parameter which influence on the occurring run-up and run-down height at breakwater influenced by wave period (T), incoming wave of height (H), armour layer, water depth (d), and angle of wave direction (θ). 0o and 15o, , the run-up result tends increased or the same at the angle of 0o and 15o in all protection layer unit. While at 30o, tetrapod and broken stone tends increased and cubes tends decrease. Similar results are obtained for run-down.
Karakterisasi Dan Perlakuan Awal Serat Pelepah Salak Seno Darmanto; Sarwoko Sarwoko; Eko Julianto Sasono; Yusuf Umardani; Sriyana Sriyana
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.063 KB) | DOI: 10.32497/rm.v13i1.1107

Abstract

Karakterisasi dan perlakuan serat pelepah salak sebagai serat komposit dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas serat pelepah (terutama batang) salak menjadi serat yang kualitasnya setara dengan serat sintetis dan serat nonorganik seperti asbestos dan fiberglas. Alur penelitian serat pelepah salak dilakukan dengan menentukan karakteristik fisik, metode pembuatan serat bundle, perlakuan (fisik dan kimia), uji kekuatan tarik serat bundle dan analisis. Penentuan karakteristik fisik pelepah salak dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran secara langsung terhadap jumlah pelepah dan dimensi. Selanjutnya pembuatan serat bundle pelepah salak dilakukan dengan seleksi pelepah salak, pencucian, pengeringan, penguaraian dan penyikatan. Perlakuan pelepah salak dimulai dari pelepah salak dalam bentuk lembaran batang pelepah hingga menjadi serat bundle. Diawali pencucian, perendaman dan pengeringan, perlakuan fisik difokuskan pada pengukusan (steaming). Analogi perlakuan fisik, perlakuan kimia juga dilakukan dengan pencucian, perendaman dan pengeringan terkondisi dengan larutan alkali. Dan hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik serat bundle pelepah salak dapat mencapai 114 MPa, 66 MPa dan 189 MPa masing-masing untuk serat bundle tanpa perlakuan, serat bundle dengan perlakuan alkali 5% dan serat bundle dengan perlakuan kombinasi yakni alkali 5% yang dilanjutkan dengan pengukusan pada tekanan 5 Bar.
EVALUASI DEBIT REMBESAN DARI DATA BACAAN V-NOTCH PADA BENDUNGAN BENEL Rahman Hakim Ardiansyah; Ignatius Sriyana
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2021): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v26i2.3134

Abstract

The Benel Dam, one of the dams in Bali, is an already operational dam, so it necessary to monitor the behavior of the dam body to be able to find out as early as possible if an anomaly occurs, one of which is monitoring seepage discharge at the v-notch. The purpose of this study is to determine the fluctuation of seepage discharge and its correlation to the reservoir level, and to determine the safety of the seepage discharge that occurs. The evaluation of seepage discharge is carried out on reading data that is not influenced by rainfall, then compares it with the limits of the seepage acceptance criteria and seepage index. From the analysis results show the correlation between seepage discharge and reservoir level r = 0.2296 and after parsing the data, it is obtained for 2013, 2014, 2018 and 2019 data that the correlation level is moderate - very strong. The results of the parsing then selected data that is not affected by rainfall. The seepage discharge that occurs is still smaller than 0.14 liters/minute/meter, while the seepage index (QI) is greater than 1. In the seepage index analysis, it is necessary to use the seepage path length parameter that is appropriate or close to the actual condition.
STRATEGI PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CRASH PROGRAM (Studi Kasus : Program Kerja Masa Pengeringan Proyek Rehabilitasi Saluran Induk Klambu Kiri Tahun 2017) Eko Marsudi Utomo; Mochamad Agung Wibowo; Sriyana Sriyana
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2020): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v25i2.2163

Abstract

Based on the initial plan from the contract of the Rehabilitation Klambu Kiri’s Project, main channel's work was carried out continously by an open and closed system using the kistdam method. However by the time of execution work, the stakeholders wanted the work in the main channel to be carried out based on cropping pattern, where there a drying period and a drainage period. In this case, flow area and bottom structure of the channel can only be worked during the drying period lasting three months. To be able to determine the impact of these change, a duration calculation is carried out from project's data which are internal's BQ, initial plan's resources, and the relations between activities using Microsoft Project on the flow section structure which be worked in drying period of 2017. The normal duration obtained from analysis is 203 days. It was exceeded time of drying period and possibly could have an impact on the overall project completion schedule resulting in delays, defaults and even termination of contracts. Therefore, it is necessary to have an accelerate strategy of the work on the flow section structure to be completed within a predetermined time. In this study, the acceleration strategy was carried out using crashing analysis in the critical activities from normal duration using Microsoft Project. The crashing method was carried out in stages from the crashing simulation of 30 days, 60 days, to 120 days so that obtained the duration of acceleration was 83 days. The cost component of acceleration is calculated by choosing the lowest cost from the alternatives of increasing work hours (overtime) or by adding resources. From the simulation results, the crash cost to complete the acceleration work is Rp. 1.298.307.591,- or about 2,05% of direct cost, so the efficiency is Rp. 9.692.409,- from normal duration
Co-Authors Akhmad Syarif Albert N. Tristanto Anisa R. Rahardiyanti Apriani, Gradila Arianti, Silvia Arif Haidar Nur Shidqi Ary Wibowo Atmaja, Wahana Riyan Balatif, Mamak Devi, Sihtasari Dwi Kurniani Dyah Ari Wulandari Dyah Ari Wulandari Edo Himawan Effrata, Effrata Eko Julianto Sasono Eko Marsudi Utomo Endrawati Endrawati Eusabinus Bunau Fandy Halim Faris Setiawan Fathan, Robbi Ferry Hermawan Halim, Hamzah Hari Nugroho Haryono Haryono Haryono Putro Husein, Arya Ramadhan Al Ikhsanudin Ikhsanudin Indrawan Indrawan Iskandar, Ismail Istiaji, Muhammad Santang Iwan K. Hadihardaja Iwan Kridasantausa Hadihardaja Iwan Kridasantausa Hadihardaja Januadhistianto, Pradhito Japarussidik, Japarussidik Jati Utomo Dwi H. Jati Utomo Dwi Hatmoko Jatmiko Jatmiko Joetata Hadihardaja Joetata Hadihardaja K.D. Rahan, Trisna Cica Karim, Muhammad Said Karya, Betty Kasanang, Kilat Khaidir, Trifad Mochammad Kresno Wikan Sadono Krisna Sulistya Kurniawan, Pedi Lailani Indrayanti, Asro' M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Marrisa , Novaria Martadinata, Roby Mochamad Agung Wibowo Muhammad Donny Kusumo N. MUHAMMAD REZA FAHLEVI KHALAWI Mushafa Fahmi Muslichah Erma Widiana Nastain Nur Yuwono Nyanakaruno, Kabri Pebrira, Hazel Pranoto Samto Atmodjo Pujono, Pujono Putra, Mirza Rahman Hakim Ardiansyah Rais Buldan Reza Kandriani Riksal Firmansyah Risan Kurnia Ramdhani Rosmita Annisa S. Suripin Sakawana, Sakawana Salamun Salamun Salamun Salamun Sarwoko Sarwoko Seno Darmanto Seno Darmanto Seno Darmanto Siswati, Muji Sri Sangkawati Sri Sangkawati Sachro Suharyanto Suharyanto Suprapti, Wiwik Suprapto, Rachdian Eko Syafrudin Syafrudin Syarif Saddam Rivanie Tristanto, Albert Nico Ugang, Yandi Vita Ariesta Fitriana Winaktoe, Wied Wiwoho Wurdianto, Kukuh Yustha, Yulia Yusuf Umardani Zelly Rinaldi Zelly Rinaldi, Zelly