Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KEMUNING TAHUN 2022 Derny, Vermia; Murwanto, Bambang; Helmy, Helina
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v17i1.3766

Abstract

Penyakit Tuberkulosis Paru (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia, dengan jumlah kasus terbesar kedua di dunia. Selama tahun 2021, di wilayah kerja Puskesmas Bukit Kemuning ditemukan 98 kasus baru. Faktor lingkungan berkaitan erat dengan penyebaran TBC. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor fisik lingkungan rumah dengan TBC. yang berhubungan dengannya, yaitu faktor suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi, kepadatan hunian dan jenis lantai. Penelitian menggunakan rancangan kasus-kontrol, melibatkan 80 responden (40 kasus dan 40 kontrol). Faktor fisik lingkungan yang dinilai adalah suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi, kepadatan hunian dan jenis lantai. Keseluruhan data dianalisis dengan Chi-square dan Odds Ratio, pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian mendapatkan faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan TBC adalah suhu ruangan (p-value =0,022; OR= 2,914; 95%CI 1,149-7,393), pencahayaan (p-value =0,004; OR= 3,889; 95%CI 1,533-9,868), ventilasi (p-value =0,0242; OR= 2,852; 95%CI 1,137-7,152), dan kepadatan hunian (p-value =0,003; OR= 4,059; 95%CI 1,568-10,510. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah kelembaban dan jenis lantai. Variabel yang berhubungan dengan kejadian TBC adalah suhu, pencahayaan, ventilasi dan kepadatan hunian. Perbaikan kualitas lingkungan fisik rumah dan pengetahuan masyarakat menjadi bagian penting untuk pengendalian TBC
Perilaku Petani Hortikultura terhadap Paparan Pestisida Murwanto, Bambang; Rosita, Yeni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i1.2943

Abstract

Horticultural crop farmers are a population at risk for pesticide poisoning, which in the long run will cause anemia. The purpose of the study was to determine the behavior of horticultural farmers in Gisting District, Tanggamus Regency in spraying pesticides. This research design uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Informants in this study were horticultural agricultural workers who were taken purposively in the production of horticultural crops, community leaders as well as agricultural and health officers, namely Pekon Campang, Gisting District, Tanggamus Regency. The interview technique used is Focus Group Discussion (FGD) or Terarah Group Discussion (DKT) for agricultural workers and in-depth. In principle, the behavior of farmers using pesticides is still not good, such as how to spray pesticides, including the management of used pesticide containers and not using proper Personal Protective Equipment (PPE). However, with the support of community leaders, including the head of the village (village), they made efforts to prevent poisoning. The health office should pay special attention to this area (Pekon Campang) for vulnerable groups such as pregnant women and toddlers who are at risk of being affected by pesticide poisoning, either directly or indirectly.
Kinerja Membran Mikrofiltrasi Untuk Menjadikan Air Olahan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Menjadi Air Bersih Santosa, Imam; Br Ginting, Daria; Murwanto, Bambang; Telaumbanua, Mareli
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i1.4117

Abstract

Problems arise when there are tax fees on groundwater use by hospitals. This will, of course, burden the hospital's operational costs. The solution to reducing groundwater use is the use of microfiltration membranes. Microfiltration membranes can be used to recycle wastewater into clean water so that it can be collected and used for cleaning, washing, and watering gardens. They can reduce groundwater taxes and hospital groundwater use. The research objectives are to know the efficiency of reducing wastewater recycling equipment from the wastewater treatment plant (WWTP) outlet using a microfiltration membrane. The research methodology used was a quasi-experiment in laboratories and workshops, with a pre-test (before treatment) and post-test (after treatment) design. Stage one Microfiltration Membrane is a medium for processing wastewater into clean water in the first stage. Stage two, Microfiltration Membrane, is a medium for processing wastewater into clean water. In the second stage, it ensures that clean water quality is met. The results that the efficiency of reducing the wastewater recycling equipment from the WWTP outlet using  Microfiltration Membrane for pH 7%, Temperature 6%, Turbidity 64%, Colour 85%, Dissolved Solids (TDS) 40%, Nitrate 70%, Nitrite 94%, dissolved Iron (Fe) 33%, Manganese  60%, Cadmium 50%, Lead  43%, Fluoride 46%, Cyanide 96%, Hardness (CaCO3) 11%. In conclusion, all the parameters studied experienced a decrease in concentration. This research suggests conducting further research to reduce the current research discharge so that the parameter reduction can be more significant.
PENERAPAN DAN PELATIHAN 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PENGAJAR DAN SISWA/SISWI SMP GOTONG ROYONG PESAWARAN Masra, Ferizal; Barus, Linda; Indarwati, Suami; Murwanto, Bambang; Prianto, Nawan
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3198

Abstract

Sampah menurut UU No. 18 tahun 2008, didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Faktanya, yang membuat sampah menjadi hal yang merugikan manusia adalah ketika sampah dengan berbagai jenis bercampur di suatu tempat yang terdiri dari sampah daun, sampah kertas, sampah plastik, sampah logam, dan lain sebagainya. Sampah-sampah tersebut selanjutnya dapat bereaksi secara kimia antara satu dengan lainnya yang dapat membentuk senyawa berbahaya. Dampak negatif yang ditimbulkannya semakin meningkat ketika produk senyawa berbahaya itu terserap ke tanah, ikut aliran air, ataupun terbebas ke udara yang dapat terhirup oleh makhluk hidup lain termasuk manusia yang tentunya juga sangat membahayakan bagi kesehatan makhluk hidup dan juga bagi ekosistem lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Pengajar dan Siswa/Siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dalam mengelola sampah khususnya sampah anorganik dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle), untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan dapat bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dapat memanfaatkan sampah anorganik menjadi sesuatu yang inovatif dan bernilai ekonomis. Kegiatan ini sangat diharapkan bisa dipraktekkan kedepannya, agar dampak negatif dari timbunan-timbunan sampah yang dapat merusak lingkungan dapat teratasi.
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI KOMPOS DAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DI SD KRISTEN BPK PENABUR BANDAR LAMPUNG Barus, Linda; Masra, Ferizal; Indarwati, Suami; Murwanto, Bambang
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3196

Abstract

Sampah menurut UU No. 18 tahun 2008, didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Faktanya, yang membuat sampah menjadi hal yang merugikan manusia adalah ketika sampah dengan berbagai jenis bercampur di suatu. Dewasa ini, permasalahan sampah telah menjadi salah satu isu sentral yang sangat serius di banyak negara termasuk Indonesia. Rata-rata, volume sampah yang dihasilkan oleh manusia adalah sekitar 0,5 kg / per kapita tiap hari, apabila sampah tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Siswa-Siswi SD Kristen BPK Penabur Bandar Lampung dalam mengelola sampah organik dan sampah non organik yang ada disekitarnya, dengan cara sampah organik di olah menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik diolah dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle), untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah dan dapat bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SD Kristen BPK Penabur Bandar Lampung dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos dan dapat memanfaatkan sampah anorganik menjadi sesuatu yang lebih berguna. Pelatihan cara pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan bunga hias, dll sangat diharapkan bisa dipraktekkan ke depannya, agar dampak negatif dari timbunan-timbunan sampah yang dapat merusak lingkungan dapat teratasi.
Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja Impak Paparan Debu PM 10 Dan PM2,5 Di Home Industri Meubel Dengan Oksimeter Helina Helmy; Agus Sutopo; Wibowo Ady Sapta; Bambang Murwanto
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i3.494

Abstract

Home industries are small- to medium-scale production units operated within or near households, typically relying on family members or a limited local workforce, with modest capital and without large-scale industrial technology. In furniture production, the main outputs are household items such as chairs, tables, wardrobes, beds, and shelves, while by-products include sawdust and unused wood pieces. Airborne pollutants— particularly wood dust (PM₁₀ and PM₂.₅) from sanding and cutting, along with fumes from paints, solvents, and adhesives—pose significant short- and long-term health risks to workers. This community service project, in collaboration with higher education institutions, aimed to establish long-term control measures. Initial steps involved measuring PM₁₀ and PM₂.₅ concentrations and assessing workers’ blood oxygen levels. Using a descriptive approach, workplace conditions were compared before and after work. Findings revealed a correlation between dust levels and blood oxygen saturation, supporting recommendations for long-term occupational health interventions.
Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 Sekar Ayu, Anisa Panca; Gultom, Tati Baina; Ahyanti, Mei; Yushananta, Prayudhy; Santosa, Imam; Murwanto, Bambang
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis padat merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan dan dapat membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan jika tidak dikelola sesuai standar. Kabupaten Lampung Tengah memiliki 39 Puskesmas yang tersebar di wilayah dengan karakteristik campuran antara perkotaan dan pedesaan. Observasi awal menunjukkan bahwa masih ditemukan praktik pengelolaan limbah medis padat yang tidak sesuai, seperti pewadahan tanpa kode warna, serta penyimpanan lebih dari 2×24 jam tanpa fasilitas cold storage. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada delapan Puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah yang dipilih berdasarkan tingkat akreditasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan checklist berdasarkan Permenkes No. 18 Tahun 2020, dengan fokus pada tahap pemilahan, pengangkutan internal, dan penyimpanan sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan limbah medis telah dilaksanakan sesuai standar di seluruh Puskesmas Madya dan Paripurna, namun belum sepenuhnya di Puskesmas Utama. Seluruh Puskesmas belum memenuhi standar dalam pengangkutan internal dan penyimpanan sementara.Kata Kunci : akreditasi, Lampung Tengah, pengelolaan limbah medis padat
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah Di Pasar Tradisional Tejo Agung Kota Metro Azhari, Faiz; Murwanto, Bambang; Indarwati, Suami
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15486

Abstract

 Background : Environmentally based infectious diseases are still a health problem in Indonesia, such as Diarrhea, Gastroenteritis, Typhus, Pneumonia, Hepatitis B, Acute Nasopharynx, Gastritis, Influenza, etc. Especially diseases transmitted through fly vectors which are closely related to the presence of rubbish. Because the presence of waste is still a determinant of infectious diseases, the role of waste management in traditional markets must be of concern. The presence of waste during a waste emergency is not only a health problem, but also a social problem, as is the case in several places.Purpose : The research aims to determine waste management at the Tejo Agung Traditional Market, Metro City, Lampung.Methods : This research method is a qualitative method using a Focus Group Discussion (FGD) technique and an in-depth interview method. Informants came from several elements such as traders, cleaners and heads of Market UPTs, elements of the Environmental Service, sub-district officials and truck drivers. To increase data validation, source triangulation is carried out through In-depth Interviews and methods of triangulation of sources, data, and methods.Result : The research results illustrate that waste management at the Tejo Agung Traditional Market, Metro City, is not yet based on community empowerment, especially among traders, and does not use methods for separating wet and dry waste, and there are limited facilities and facilities such as trucks and the availability of containers.Conclution: The state of the facilities and means/equipment for transporting the waste, both in terms of quantity and maintenance, is no longer adequate, as is the lack of waste management personnel. There is a lack of discipline and compliance among traders in disposing of rubbish, they feel that they do not care about the scattered rubbish because they feel that they have already paid the rubbish fees and have not sorted the rubbish. Most of the waste material comes from vegetables and fruit or wet (organic) waste. Overall, waste management at the Tejo Agung Traditional Market, Metro City has not empowered the community, especially traders.Suggestion : Some of the following suggestions are for the Metro City government to pay attention to waste management at the Tejo Agung Traditional Market by improving facilities and infrastructure such as Temporary Shelters (TPS), waste collection vans and empowering traders to participate in waste collection by separating wet waste and rubbish. dry (organic and inorganic). Keywords: waste, empowerment, deseases. ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit menular berbasis lingkungan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, seperti Diare, Gastroenteritis, Tifus, Pneumonia, Hepatitis B, Nasopharing Akut, Gastritis, Influenza, dsb. Terutama penyakit yang ditularkan melalui vektor lalat yang sangat berhubungan erat dengan keberadaan sampah. Karena keberadaan sampah masih menjadi determinan penyakit-penyakit menular tersebut, maka peranan pengelolaan sampah di pasar tradisional harus menjadi perhatian. Keberadaan sampah dalam keadaan darurat sampah bukan saja menjadi masalah Kesehatan, tetapi juga masalah sosial, seperti terjadi dibeberapa tempat. Olah sebab itu maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tejo Agung, Kota Metro, Lampung.Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tejo Agung, Kota Metro, Lampung.Metode : Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik Diskusi Kelompok Terarah (DKT) atau Focus Group Dicussion (FGD),  dan dengan metode wawancara mendalam (Indepth Interview). Informan dari beberapa unsur seperti pedagang, petugas kebersihan dan kepala UPT Pasar, unsur Dinas Lingkungan Hidup, pihak kecamatan dan sopir truk. Untuk meningkatkan validasi data maka trianggulasi sumber melalui Wawancara Mendalam (Indepth Interview) dan metode trianggulasi sumber, data dan metode.Hasil : Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tejo Agung, Kota Metro, belum berdasarkan pada pemberdayaan masyarakat, terutama para pedagang, dan belum meggunakan metode pemisahan sampah basah dan sampah kering, serta terbatasnya sarana dan fasilitas seperti truk dan ketersediaan kontainer.Kesimpulan : Kedaan fasilitas dan sarana/peralatan pengangkutan sampah baik dari segi jumlah maupun perawatan sudah tidak layak, demikian pula kurangnya tenaga pengelola sampah. Kurang disiplin dan patuhnya para pedagang dalam membuang sampah, mereka merasa tidak peduli terhadap berserakannya sampah karena merasa sudah bayar iuran sampah, dan belum melakukan pemilahan sampah. Kareteritik sampah sebagian besar berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan atgau sampah basah (organik). Secara keseluruhan pengelolaan samlah di Pasar Tradisional Tejo Agung, Kota Metro belum memberdayakan masyarakat, terutama para pedagangSaran : Beberapa saran berikut ini, adalah agar pemda Kota Metro memberikan perhatian bagi pengelolaan sampah Pasar Tradisional  Tejo Agung dengan meningkatan sarana dan prasana seperti Tempat Penampungan Sementara (TPS), mobil pengangkut sampah serta memberdayakan para pedagang untuk turut berpartisipasi pengumpulan sampah dengan memisahkan sampah basah dan sampah kering (organik dan nonorganik). Kata kunci : sampah, pemberdayaan, penyakit.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Friska, Yessy; Murwanto, Bambang; Barus, Linda; Rosita, Yeni
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22854

Abstract

Background : Stunting in toddlers is a significant global health problem. In 2022, there were 148.1 Million children affected, which is 22.3% of children worldwide. Most of these children Live in Asia (52%) and Africa (43%) (WHO, 2023). UPTD Kalirejo Health Center is one of the stunting locus health centers. Based on the Electronic Reporting and Reporting of Community-Based Nutrition (ePPGBM) report of Kalirejo Health Center which was seen in August 2024, the number of stunted toddlers was 34 toddlers. Purpose : This study aims to determine the relationship between environmental Sanitation and personal hygiene on the incidence of stunting in toddlers. Methods : This study is a Quantitative study with a case control design. Data obtained from interviews and Observations of mothers of toddlers at the UPTD Kalirejo Health Center, Kalirejo District, Central Lampung Regency. The variables observed were environmental sanitation,Personal hygiene and the incidence of stunting. Result : From the research that has been done, there is a relationship between ownership of healthy Toilets and the incidence of stunting (p value = 0.000). There is a relationship between Ownership of clean water facilities and the incidence of stunting (p value = 0.000). There is A relationship between wastewater treatment and the incidence of stunting (p Value = 0.000). There is a relationship between waste processing and the Incidence of stunting (p value = 0.000). There is a relationship between CTPS personal Hygiene and the incidence of stunting (p value = 0.000). There is no relationship between personal hygiene Nail hygiene and the incidence of stunting (p value = 0.614)Result : The community must maintain environmental sanitation and implement good personal Hygiene as a sensitive intervention to contribute to reducing stunting. Keywords: environmental sanitation, stunting, personal hygiene ABSTRAK Latar Belakang : Stunting pada balita adalah masalah kesehatan global yang signifikan. Pada tahun 2022, ada 148,1 juta anak yang terkena, yang merupakan 22,3% dari anak- anak di seluruh dunia. Sebagian besar anak-anak ini tinggal di Asia (52%) dan Afrika (43%) (WHO, 2023). UPTD Puskesmas Kalirejo merupakan salah satu Puskesmas lokus stunting. Berdasarkan laporan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM) Puskesmas Kalirejo yang dilihat pada bulan Agustus 2024 jumlah balita Stunting Sebanyak 34 Balita.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan personal hygiene terhadap kejadian balita stunting.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi terhadap ibu balita di UPTD Puskesmas Kalirejo Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Variabel yang diamati yaitu sanitasi lingkungan, personal hygiene dan kejadian stunting.Hasil : Dari penelitiaan yang telah dilakukan bahwa ada hubungan antara kepemilikan jamban sehat dengan kejadian stunting (p value = 0,000). Ada hubungan antara kepemilikan sarana air bersih dengan kejadian stunting (p value = 0,000). Ada hubungan pengolahan limbah cair rumah tangga dengan kejadian stunting (p value = 0,000). Ada hubungan pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting (p value = 0,000). Ada hubungan personal hygiene CTPS dengan kejadian stunting (p value = 0,000). Tidak ada hubungan personal hygiene kebersihan kuku dengan kejadian stunting (p value = 0,614)Kesimpulan : masyarakat harus menjaga sanitasi lingkungan dan menerapkan personal hygiene yang baik sebagai intervensi sensitive terhadap kontribusi penurunan stunting. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan , Stunting, Personal Hygiene
Evaluasi Program Penanggulangan TB Paru Karbito, Karbito; Purwaningsih, Dewi; Aliyanto, Warjidin; Muslim, Azhari; Fikri, Ahmad; Murwanto, Bambang
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15606

Abstract

Background : One of the diseases that is still a problem in Indonesia that is Tuberculosis or TB, especially pulmonary TB, because it is the second highest disease in the world. Therefore, the TB control program in Indonesia is directed at accelerating the elimination of TB by 2030, with a strategy to increase the case detection rate to at least 90%, the treatment success rate to at least 90% and the prevention rate to at least 80%. Meanwhile, the TB incidence rate in Indonesia in 2022 will be 354 per 100,000 population. The problem of controlling pulmonary TB in Bandar Lampung City in 2022 has not yet reached the performance target, namely only reaching 54.3% from 74%.Purpose : This research aims are to find out how the Pulmonary TB management program is at the Sukamaju Public Health Center, Bandar Lampung City.Methods : The design of this research is qualitative, with the method used being interviews, namely Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews, with triangulation of methods, data and sources, such as observation, etc.Result : The results of the research show that the Pulmonary TB management program at the Sukamaju Community Health Center, Bandar Lampung City has been running well with case detection and cure rates reaching 96.0%, while the obstacles experienced are only few and do not hinder the implementation of the program, namely the logistics of the mantoux test materials and cartridge.Conclution : The implementation of the pulmonary TB control programs at the Sukamaju Community Health Center, Bandar Lampung City is going well, where the TB program indicators have reached the target. The success of this program is also supported by TB cadres whose performance is quite successful. Keywords: TB, program, management Latar Belakang : Salah satu penyakit yang amsih menjadi masalah di Indonesia adalah Tublerculosis atau TB khususnya TB Paru, karena menjadi penyakit tertinggi kedua didunia. Oleh sebab itu program penanggulangan TB di Indonesia diarahkan untuk mempercepat eliminasi TB Tahun 2030, dengan strategi peningkatan angka penemuan  kasus mencapai minimal 90%, dan  angka keberhasilan pengobatan (success rate) minimal 90% serta angka pencegahan mencapai minimal 80%. Sementara insiden rate TBC di Indonesia tahun 2022 sebesar 354 per 100.000 penduduk. Permasalahan penanggulangan TB Paru di Kota Bandar Lampung pada tahun 2022 tersebut belum mencapai target kinerja yaitu baru mencapai 54,3% dari 74%.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan program TB Paru di Puskesmas Sukamaju, Kota Bandar LampungMetode : Desain penelitian ini bersifat kualitatif, dengan metode yang digunakan wawancara yaitu Diskusi Kelompok Terarah/DKT  (Focus Group Discussion/FGD) dan wawancara mendalam (Indepth Interview), dengan trianggulasi metode, data maupun sumber, seperti observasi, dsb.Hasil : Hasil penelitian bahwa pengelolaan program TB Paru di Puskesmas Sukamaju Kota Bandar Lampung telah berjalan dengan baik dengan angka pencapaian penemuan kasus dan penyembuhan mencapai 96,0%, sedangkan hambatan yang dialami hanya sedikit dan tidak serta tidak menggambat pelaksanaan program, yaitu terhambatnya logistic bahan tes mantuk dan catrige.Kesrmpulan : Simpulan penelitian ini Pelaksanaan program penanggulangan TB paru di Puskesmas Sukamaju, Kota Bandar Lampung berjalan dengan baik, dimana indikator-inkator program TB tersebut telah mencapai target. Keberhasilan program tersebut juga didukung oleh para kader TB yang cukup berhasil kinerjanya.