Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Dinan Anggun Setyowati; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36739

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Dukungan sosial adalah dukungan yang dapat diperoleh dari berbagai pihak yaitu keluarga, orangtua, atau teman. Kecemasan menghadapi dunia kerja adalah sebuah perasaan khawatir yang timbul saat individu menghadapi atau mulai memasuki dunia kerja. Sampel penelitian berjumlah 210 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala Dukungan Sosial Orangtua (46 aitem, α=0,952) dan skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja (39 aitem, α=0,904) yang sudah dilakukan uji coba pada 54 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan koefisien korelasi R = -0,337, dengan nilai (t = -5,158 ; p< 0,001), R2 = 0,113, F = (1, 208) = 26,602, p< 0,001 dan β= -0,337. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Semakin positif dukungan sosial orangtua maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,113, artinya dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 11,3% pada kecemasan menghadapi dunia kerja, sedangkan 88,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lainya di luar penelitian ini.
PENGALAMAN PENGASUHAN ANAK DOWN SYNDROME (Studi Kualitatif Fenomenologis Pada Ibu Yang Bekerja) Miftah Setyaning Rahma; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.168 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19752

Abstract

Memiliki dan mengasuh anak down syndrome merupakan suatu pengalaman unik bagi seorang ibu, terutama ibu yang melakukan peran ganda sebagai ibu bekerja (working mom). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meneliti pengalaman pengasuhan anak down syndrome oleh ibu yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis interpretatif/Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Pemilihan subjek penelitian dilakukan secarapurposive. Subjek terdiri dari tiga orang ibu yang bekerja dan memiliki anak down syndrome yang pernah danatau sedang mengikuti terapi di YPAC Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek dapat membagi waktu antara mengurus pekerjaan dengan mengurus rumah tangga dan mengasuh anaknya yangdown syndrome,karena adanya dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sosial.Keterlibatan extended family dari keluarga ibu dalam penelitian ini sangat membantu subjek dalam menjalankan peran gandanya. Terdapat stress dalam pengasuhan yang dialami oleh ketiga subjek. Subjek kedua dan ketiga memiliki keinginan untuk berhenti bekerja dan mengasuh anaknya secara langsung di rumah. Religiusitas membuat subjek pertama memiliki harapan lebih positif terhadap masa depan anak dengan tidak lagi berfokus pada kekurangan anak, namun berupaya untuk mengembangkan kemampuan anak dari sisi religiusitasdengan berharap anak dapat menjadi hafidz Al-Qur’an.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA PADA SISWA DI SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG Dwi Astuti; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.278 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15151

Abstract

Kesejahteraan psikologis adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya dilihat dari norma yang berlaku di masyarakat, sehingga individu mampu merumuskan tujuan hidup dan memiliki keinginan untuk mengembangkan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis ditinjau dari status pekerjaan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja pada siswa di SMA Islam Hidayatullah Semarang. Sampel penelitian berjumlah 109 siswa-siswi kelas X dan XI SMA Islam Hidayatullah Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (30 aitem valid, α = 0,897). Hasil analisis data menggunakan uji ANOVA menunjukan ada perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status pekerjaan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja pada siswa di SMA Islam Hidayatullah Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis siswa dibandingkan ibu tidak bekerja (Mibubekerja = 91,13; Mibutidakbekerja= 75,49). Status pekerjaan ibu membantu siswa dalam menentukan tujuan dalam hidup siswa.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 SUKOHARJO Velda Fiska Saputri; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.66 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15181

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan salah satu bentuk dari hambatan komunikasi (communication apprehension) yang bisa dialami oleh setiap individu. Konsep diri dapat dikaitkan dengan kecemasan berbicara didepan umum karena setiap individu dalam berkomunikasi memiliki keyakinan untuk mampu berbicara dengan individu lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan berbicaradi depan umum pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel diambil berdasarkan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo yang berjumlah 180 siswa.Alat ukur yang digunakan yaitu skala likert dengan empat pilihan respon jawaban. Skala Konsep Diri terdiri 22 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,829 dan Skala Kecemasan Berbicara di depan umum terdiri 31 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,933. Analisis regresi menggunakan anareg sederhana didapatkan koefisien korelasi -0,490 dengan p = 0,000 (p<0,001). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan, artinya semakin tinggi konsep diri maka kecemasan berbicara di depan umum menjadi rendah. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,240, artinya konsep diri memberikan pengaruh sebesar 20,4% terhadap kecemasan berbicara di depan umum. Sebesar 79,4% pengaruh terhadap kecemasan di depan umum dapat disebabkan karena faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN GADGET PADA MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO Bagas Tripambudi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.01 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21683

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pembelian gadget pada mahasiswa jurusan teknik industri Universitas Diponegoro. Perilaku konsumtif pembelian gadget adalah tindakan individu dalam menggunakan gadget yang bukan lagi berdasarkan kebutuhan melainkan hasrat keinginan yang didominasi oleh faktor emosi yang sifatnya berlebihan untuk mencapai kepuasan maksimal dan kesenangan dalam menggunakan gadget sehingga menimbulkan pemborosan. Kontrol diri adalah Kemampuan individu dalam mengendalikan tingkah laku, menahaan godaan  yang muncul baik dalam diri sendiri ataupun dari luar sehingga dapat mengambil tindakan nyata terhadap suatu permasalahan yang terjadi, berpikir positif, melakukan antisipasi terhadap peristiwa yang akan terjadi, serta menentukan keputusan atau sikap dari alternatif yang ada sehingga memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri maupun lingkungan. Populasi penelitian yaitu mahasiswa jurusan teknik industri Universitas Diponegoro, mahasiswa aktif angkatan 2014, 2015, 2016, berjenis kelamin laki – laki dan perempuan, mahasiswa jurusan teknik industri berusia berkisar 18 – 21 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 207 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kontrol diri (26 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0.935) dan skala perilaku konsumtif pembelian gadget (26 aitem valid dengan koefisien reliablitas 0.895). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pembelian gadget (rᵪᵧ= -0,207; p=0,003). Semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku konsumtif pembeli gadget, dan semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif pembelian gadget. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 4,3% terhadap perilaku konsumtif pembelian gadget.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ‘‘X’’ Dzatalina Diya Azhima; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.609 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21701

Abstract

Narapidana adalah terpidana yang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, dalam menjalani proses hukuman narapidana banyak mengalami keterbatasan sehingga mereka tertekan merasa depresi dan sedih dalam menjalani hidup. Oleh karena itu narapidana membutuhkan keluarga untuk tetap merasa didukung, Dukungan yang dibutuhkan antara lain berupa dukungan sosial. Dukungan sosial yang sangat besar dampaknya berasal dari keluarga inti yaitu suami atau anak. Dukungan sosial yang diberikan oleh suami atau anak dapat  membuat narapidana merasa dicintai dan disayangi sehingga lebih merasa bahagia dalam menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan subjective well-being pada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan “X”. Subjek penelitian ini adalah narapidana yang memiliki keluarga inti yaitu suami dan anak remaja berusia 13 tahun, yang berjumlah 60 narapidana. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik sampling simple randomsampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu Skala Subjective Well-Being (28 item α = 0,892) dan  Skala Dukungan Sosial Keluarga (39 item α = 0,963). Uji hipotesis dengan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi 0,661 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan subjective well-being. Semakin positif dukungan sosial keluarga yang dirasakan maka semakin tinggi subjective well-being yang dimiliki narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan “X”. Dukungan sosial keluarga memberikans umbangan efektif yaituR square = 0,437 atau sebesar 43,7% padasubjective well-being. Sebanyak 61,7% subjek dalam penelitian ini merasakan dukungan sosial keluarga yang positif serta 81,7% memiliki subjective well-being yang tinggi.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN TERHADAP IBU DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Melyza Syarifa; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.086 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15111

Abstract

Mahasiswa tahun pertama seringkali mengalami permasalahan penyesuaian diri pada masa awal kuliah. Penyesuaian diri dipengaruhi salah satunya yaitu faktor lingkungan yang didalamnya terdapat keluarga. Interaksi yang terjalin dalam sebuah keluarga dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan sebuah ikatan emosional didalamnya termasuk anak dengan ibu. Ikatan emosional antara anak dengan ibu yang dianggap paling berhasil adalah kelekatan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan amanterhadap ibu dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa Skala Penyesuaian Diri yang terdiri atas 34 aitem valid, α = .92 dan skala kelekatan amanterhadap Ibu terdiri atas 23 aitem valid, α = .90. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 114 mahasiswa Teknik pengambilan sampel dengan teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi rxy = .56 (p < .001), yang menyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif kelekatan amanibu terhadap penyesuaian diri sebesar 31%.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN CV. ELFA’S KUDUS Chasan Nafi’; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.769 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KepuasanKerjadenganOrganizational Citizenship Behavior padaKaryawan CV. Elfa’s Kudus. Populasi penelitian sebanyak 47karyawan CV. Elfa’s Kudus. Teknik sampling yang digunakan adalahstudi populasi. Uji coba dan penelitian dilakukan kepada 47 karyawan CV. Elfa’s Kudus. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Organizational Citizenship Behavior (29 aitem, α = 0,905) dan Skala KepuasanKerja (28 aitem, α =0,922). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara kepuasankerja dengan Organizational Citizenship Behavior pada karyawan CV. Elfa’s Kudus (r= 0,502; p< 0,00). Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu hubungan antara KepuasanKerjadenganOrganizational Citizenship BehaviorpadaKaryawan CV. Elfa’s Kudus dapat diterima. Semakin tinggi kepuasankerja maka semakin tinggiOrganizational Citizenship Behavior pada karyawan, sebaliknya semakin rendah kepuasankerja maka semakin rendahOrganizational Citizenship Behavior padakaryawan. Variabel kepuasankerja memberikan sumbangan efektif sebesar 27% terhadap Organizational Citizenship Behavior.
COPING STRES PADA PENGANGGURAN TENAGA KERJA TERDIDIK Irmania Sekar Widiarti; Endang Sri Indrawati; Dini Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.488 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami coping stres yang dilakukan pengangguran tenaga kerja terdidik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan dengan membatasi asumsi pribadi peneliti dalam proses pengumpulan data. Pembatasan asumsi pribadi bertujuan untuk menjaga kemurnian dunia pengalaman subjek yang berstatus sebagai pengangguran tenaga kerja terdidik serta strategi coping yang digunakan. Wawancara mendalam dilakukan kepada tiga subjek dewasa awal yang berstatus pengangguran tenaga kerja terdidik untuk memahami interpretasi subjek atas kondisi yang menganggur. Pernyataan subjek kemudian dianalisis oleh peneliti, sehingga diperoleh unit makna dan dinamika psikologis dari pengalaman subjek.Hasil analisis menunjukkan, status pengangguran tenaga kerja terdidik merupakan pengalaman hidup yang negatif, sehingga membawa dampak negatif pada subjek. Kesamaan pengalaman hidup, yakni menganggur dan samanya strategi coping yang dilakukan memberikan keluaran yang berbeda pada setiap subjek. Keberhasilan subjek dalam melakukan coping dipengaruhi oleh perbedaan individual yang ada pada masing-masing subjek.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN BURNOUT PADA IBU RUMAH TANGGA YANG TIDAK BEKERJA DI PERUMAHAN GRIYA PRAJA MUKTI KENDAL Maftuhatul Muna; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.33354

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara empiris hubungan antara dukungan sosial suami dengan burnout pada ibu rumah tangga yang tidak bekerja di Perumahan Griya Praja Mukti Kendal. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 61 orang ibu rumah tangga yang tidak bekerja di Perumahan Griya Praja Mukti Kendal yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Burnout (28 aitem; α=0,943) dan Skala Dukungan Sosial Suami (38 aitem; α=0,938). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial suami dengan burnout (rxy = -0,382; p = 0,002 dimana p <0,05) yang artinya semakin positif dukungan sosial suami yang dipersepsikan ibu rumah tangga yang tidak bekerja maka semakin rendah burnout yang dialami ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Sebaliknya, semakin negatif dukungan sosial suami yang dipersepsikan ibu rumah tangga yang tidak bekerja maka semakin tinggi burnout yang dialami ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif terhadap burnout sebesar 14,6%, sedangkan sisanya sebesar 85,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
Co-Authors Ade Tri Wijayanti Adi Dinardinata, Adi Aditya Tjipta Kusuma Ahmed, Faisal Alif Ardiansyah ALVERLY NOVERIANTO Alvindi Ayu Agasni Amad Saptono Amalina Ghasani Amelia Juwitaningrum Andaryanti, Bunga Candrarupa Andita Ayu Sartika Andita Ayu Sartika Andriani Andriani Anggun Resdasari Prasetyo Annisa Rachmawati Asterina Kurniasari Astuti, Arie Dyah AULIA, MAHARANI CITRA Bagas Tripambudi Bambang Wijo Seno Casmitaning Nimas Cerlyawati, Hugi Cerroy Saragi Chasan Nafi’ Darosy Endah Hyoscyamina Desiyanti Setiorini Destiantari, Erizka Kusma Destyantita Fairuz Panewaty Desyandri Desyandri Deti Anisa Jayanti DIAN LESTARI Dian Ratna Sawitri Dillo Augustdi Putra Dimas Rizka Sabila Dimas Yudi Prasetyo Dinan Anggun Setyowati Dinda Khairunnisa, Dinda Dini Ratri D. Dini Ratri Desiningrum Dinie Ratri Desiningrum Dwi Astuti Dwike Putri Hilman Dzatalina Diya Azhima Dzuni’mah Ilmi Edwin Maulana B. Ellis Claudia Panggabean Faiz Hadiyanul Mubdi, Faiz Hadiyanul Fajri, Jihan Syarifa Amanta Fatia Nur Azizah Fatmasari, Agustin Erna Fauzan Ashariyanto Fauzianah, Haula Febryta Wardhani Felia Kusuma U Dewi Ferry Hernoyo Budhi Festika A Karim Fika Widiyarini Sulistyo Gallo Ajeng Yusinta Dewi Garin Aryan Paninten Gerri Gradiyanto Gustav Einstein, Gustav Hanindya Sekar Mayasari Hanindya Sucita Putri Hantoro Adhi Mulya Ika Isti Sofiana Ike Rosalina Dewanti Imbuh Sakti Ikhtiarini Irmania Sekar Widiarti Jauhar Fakhri Widodo Tjokromihardjo Kartika Prasetyaningtyas Khadhofal Arif Kristiana, Trifena Wahyu Annisia Kurniawan Harefa Lailatul Izzah Lesly Elisa Simanjuntak Lestari, Dwi Anggun Lisa Riskiana Lita Susanti W. Maftuhatul Muna Mareta Yuriansa D Melyza Syarifa Merida Sukma Praptiwi Meta Amelia Widya Saputri Meydian Effendy Meyra Filus Meytha Fitri Hapsari Miftah Setyaning Rahma Muh. Aqso Anfajaya Muhammad Zulfa Alfaruqy Muhammad Zulfa Alfaruqy Muhammad Zulfa Alfaruqy Muna, Maftuhatul Nadia Franciska Sukarno Nailul Fauziah Nanda Syahrial Basri Ni Made Martiniasih Nia Andriyani Novi Qonitatin Noviana Wahyu Basuki, Noviana Wahyu Novita Rosa Prima Paundra Kartika Permata Sari Pertiwi, Lintang Putri Phricillia Devi Adi Putri Pradini Fauzia Wahyuningtyas Prastowo, Akbar Sakti Dyan Puspita Palupi Putri Hastari Putri, Novinda Intani Radhitya Arief Noerpratama Rajab Ali Randi Agung Pranata Ready Nurdian Syah Reza Anantyo Adhi Putra Rindang Purindawati Rizky Ghoffar Ismail Salsabila, Wina Klarissa Sirajuddin Islam Sirajudin Islam Siti Anisya Rahma Denty Sri Wahyuning Pamungkas Sulistiyowati Sulistiyowati Suryanto Suryanto Tika Rosani Tri Puji Astuti Ulumuddin, Fiqhunnisa Upadianti, Luh Putu S. Velda Fiska Saputri Winda Putri D.J Y. Franz La Kahija Yahya Ghozy Baisa Yasinta Amalia Febriyani Yuriko Adriel Yusril Nur Annas Yusuf Susanto Zakka Ryan Rahardian Zaky Hafizhudin Zelin Eka Septia