Articles
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA YANG BEKERJA SEBAGAI PENYULUH DI KABUPATEN PURBALINGGA
Ade Tri Wijayanti;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.002 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15202
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga yang sudah menikah dan memiliki minimal 1 anak. Subjek penelitian sebanyak 61 orang dengan menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Konflik Peran Ganda yang terdiri dari 42 aitem dengan α=0,941. Skala Kepuasan Pernikahan terdiri dari 42 aitem dengan α=0,947. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan rxy= -0,558 dengan p=0,000 (p<0,001), artinya hipotesis dapat diterima yaitu ada hubungan negatif antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai penyuluh di Kabupaten Purbalingga. Konflik peran ganda memberikan kontribusi efektif sebesar 31,2 % pada kepuasan pernikahan.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNDIP
Novita Rosa Prima;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.682 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21860
Penyesuaian diri merupakan usaha yang dilakukan individu ketika menghadapi perubahaan situasi dan kondisi di lingkungan yang baru agar tercapai keharmonisan antara tuntutan diri dengan harapan dari lingkungan tempat individu berada. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan individu dalam hal memberikan makna pada setiap peristiwa hidup yang terjadi sehingga dapat menilai tindakan yang dilakukan lebih bermakna dibandingkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Sains dan Matematika Undip. Populasi penelitian adalah 336 mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah di Fakultas Sains dan Matematika Undip. Sampel penelitian berjumlah 181 orang yang diperoleh dengan teknik conveniece sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Spiritual (56 aitem, α = 0,949) dan Penyesuaian Diri (39 aitem, α = 0,917). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai (rxy)= 0,590 dengan P=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif antara variabel kecerdasan spiritual dengan penyesuaian diri. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 34,8% terhadap penyesuaian diri pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA MAHASISWA ORGANISATORIS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Muh. Aqso Anfajaya;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.612 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15396
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Konsep Diri dengan Perilaku Asertif pada Mahasiswa Organisatoris Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Perilaku asertif merupakan tindakan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain secara jujur dan terbuka dengan menghormati hak pribadi dan orang lain. Konsep diri merupakan evaluasi individu mengenai diri baik secara psikologis maupun fisik. Konsep diri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku asertif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa organisatoris Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 300 mahasiswa organisatoris dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengambilan data menggunakan skala perilaku asertif ( 30 aitem valid dengan α= 0,890) dan skala konsep diri (22 aitem valid dengan α= 0,836) yang telah diujicobakan pada 100 mahasiswa organisatoris Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan perilaku asertif sebesar 0,581 dengan p= 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu ada hubungan positif antara konsep diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa organisatoris Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin positif konsep diri maka semakin tinggi perilaku asertif. Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 33,7% pada perilaku asertif dan sebesar 66,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA ANGKATAN 2013 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
Tika Rosani;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.761 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21673
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa angkatan 2013 jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Prokrastinasi akademik merupakan seluruh tindakan penundaan yang dilakukan oleh mahasiswa, terutama dalam pengerjaan skripsi. Pola asuh otoriter adalah persepsi yang dimiliki oleh mahasiswa terkait dengan pengasuhan yang dilakukan oleh orangtuanya. Populasi penelitian yaitu mahasiswa aktif angkatan 2013 jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Sampel penelitian berjumlah 105 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala pola asuh otoriter (38 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,930) dan skala prokrastinasi akademik (27 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,916). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan prokrastinasi akademik(rᵪᵧ=0,337; p=0,000). Semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik, dan sebaliknya. Mayoritas subyek penelitian berada padakategori rendah untuk pola asuh akademik dan prokrastinasi akademik. Pola asuh otoriter memberikan sumbangan efektif sebesar 11,4% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 88,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diukur dalam penelitian.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA ASRAMA VIRGO FIDELIS BAWEN
Yusuf Susanto;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2020.29266
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan penyesuaian diri pada siswa asrama SMA Virgo Fidelis Bawen. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa asrama SMA Virgo Fidelis Bawen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengambilan data menggunakan skala penyesuaian diri (37 aitem α=0.937) dan skala dukungan teman sebaya (34 aitem α=0.923). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai rxy = 0.705, dengan p = 0.000 (p<0.05), artinya terdapat hubungan positif antara variabel dukungan teman sebaya dengan variabel penyesuaian diri. Dukungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 49.7% terhadap penyesuaian diri. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis yang berbunyi semakin positif persepsi dukungan teman sebaya, maka semakin baik penyesuaian diri pada siswa asrama SMA Virgo Fidelis Bawen dapat diterima. Penyesuaian diri yang tinggi pada siswa asrama SMA Virgo Fidelis Bawen ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan yang meliputi teman sebaya. Teman sebaya dapat memberikan support atau dukungan yang dapat dipersepsikan oleh siswa, selain itu, sekolah juga menerapkan tinggat kedisiplinan yang tinggi dan memberikan fasilitas-fasilitas kepada siswa apabila mengalami permasalahan yang sedang dialami.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI SMK X SEMARANG
Winda Putri D.J;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.082 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23601
Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMK X Semarang. Populasi pada penelitian sebanyak 149 siswa kelas XI X Semarang. Uji coba diberikan kepada 43 siswa kelas XI SMK X Semarang dan penelitian dilakukan kepada 105 siswa kelas XI SMK X Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala kecerdasan emosional (27 aitem, α =0,894) dan skala perilaku bullying ( 23 aitem, α =0,944). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku bullying (rxy = -0,352 ; p= 0,000). Hal ini menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terkait hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMK X Semarang dapat diterima. Kecerdasan emosional pada penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 12,4% terhadap perilaku bullying
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWI DI SMA SEMESTA SEMARANG
Hanindya Sucita Putri;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.663 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15391
Seiring dengan berkembangnya teknologi membuat kebutuhan hidup menjadi semakin bertambah. Kondisi ini memunculkan perilaku baru dalam diri masyarakat, terutama pada siswi yang disebut dengan perilaku konsumtif. Siswi akan melakukan perilaku konsumtif dengan mengacu pada kelompoknya yang disebut dengan konformitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku konsumtif pada siswi. Subjek penelitian berjumlah 50 siswi kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) SMA Semesta Semarang. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen skala, yaitu Skala Perilaku Konsumtif yang terdiri dari 27 aitem (α= 0,928) dan Skala Konformitas terhadap Teman Sebaya yang terdiri dari 28 aitem (α= 0,930). Hasil pengolahan data menggunakan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,565 dengan p= 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif dan signifikan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) SMA Semesta Semarang. Konformitas terhadap teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 31,9% pada perilaku konsumtif dan sisanya sebesar 68,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
BERTAHAN DALAM KETIDAKPASTIAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA JURNALIS PEREMPUAN DI MEDIA CETAK
Ellis Claudia Panggabean;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.723 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2020.27698
Fenomena semakin menurunnya pamor media cetak berdampak pada insan media, salah satunya jurnalis. Jurnalis merupakan individu yang secara aktif melakukan kegiatan jurnalistik. Jurnalis merupakan pekerjaan yang berat sehingga jarangdigeluti perempuan. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis yang bertujuan untuk memahami pengalaman jurnalis perempuan yang bekerja di media cetak. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria perempuan berusia 30-50 tahun, sudah menikah, dan telah bekerja di media cetak setidaknya 10 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk memperoleh data dan Interpretative Phenomenological Analysis digunakan untuk analisis data. Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk, yaitu (1) proses kerja jurnalis perempuan (2) proses menjalani peran ganda, dan (3) penguat untuk bertahan. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan RH, yaitu komitmen pada profesi. Penelitian ini memberi informasi penting tentang dinamika psikologis jurnalis perempuan yang bekerja di media cetak.
MOTIVASI BERAFILIASI DAN MINAT MENJADI PASKIBRAKA PADA SISWA SMKN
Andriani Andriani;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.63 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15098
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berafiliasi dengan minat menjadi paskibraka. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara Motivasi Berafiliasi dengan Minat Menjadi Paskibraka, artinya semakin tinggi Motivasi Berafiliasi maka semakin tinggi Minat Menjadi Paskibraka, dan sebaliknya. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa dua skala, yaitu. Skala Motivasi Berafiliasi dan Minat Menjadi Paskibraka. Skala Minat Menjadi Paskibraka terdiri atas 28 aitem (α = 0,967). Skala Motivasi Berafiliasi terdiri atas 26 aitem (α = 0,943) Populasi penelitian ini berjumlah 80 siswa yang terdiri dari kelas 1-3 di SMKN 11 Semarang. Sampel penelitian adalah siswa kelas 1-3 di SMK N 11 Semarang, ditentukan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy ) sebesar 0,806 dengan p =0,000 (p<0,01) Artinya hipoteis yang ada hubungan yang positif antara motivasi berafiliasi dengan minat menjadi paskibraka, dapat diterima. Nilai koefisien determinasi motivasi berafiliasi memberikan sumbangan efektif sebesar 64.9% hal menandakan bahwa menjadi paskibraka siswa dipengaruhi sebesar 64.9% oleh motivasi berafiliasi.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA KOMUNITAS GAME INGRESS DI BANDUNG
Zelin Eka Septia;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.386 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21924
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensitas bermain game online pada komunitas game ingress di Bandung. Intensitas bermain game online adalah banyak atau seringnya seseorang bermain permainan yang dihubungkan dengan jaringan internet secara berulang. Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengendalikan perasaan diri maupun orang lain dan menyalurkannya secara produktif dan efektif serta mampu menyelesaikan konflik yang ada. Populasi penelitian yaitu komunitas game ingress di Bandung, dengan karakteristik subjek penelitian yaitu berjenis kelamin laki-laki, usia 18-40 tahun, sudah bermain minimal 3 bulan. Sampel penelitian ini berjumlah 140 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional (27 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,897) dan skala intensitas bermain game online (42 aitem valid degan koefisien reliabilitas 0,937). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan intensitas bermain game online dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,443. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah intensitas bermain game online, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin tinggi intensitas bermain game onlinenya. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif terhadap intensitas bermain game online sebesar 19,7%.