Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Obesitas dan Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan Nuraeni Nuraeni; Feti Kumala Dewi; Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.36 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1066

Abstract

Hipertensi memiliki bebarapa faktor resiko yang bisa diubah diantaranya yaitu obesitas dan stress, pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan obesitas yaitu indeks massa tubuh sedangkan dalam menetukan stress yaitu menggunakan kuesioner DASS 42. Penyakit tekanan darah tinggi ataupun yang sering di kenal dengan penyakit hipertensi merupakan kondisi kronis yang menyebabkan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalami peningkatan yaitu hasil pemeriksaan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dan stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas purwokerto selatan. Jenis penelitian ialah penelitian kuantitatif menggunakan pendektan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 83 lansia yang mengikuti prolanis di puskesmas purwokerto selatan. Pengambilan data dengan cara pengukuran berat badan, tinggi badan pasien dan mengukur tekanan darah, serta melakukan wawancara untuk pengisian kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh antara obesitas dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,012 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,276. Sedangkan stress dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,027 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,243 yang menunjukan kesimpulan terdapat hubungan antara Obesitas dan Stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) pada Pasien General Anestesi di RSUI Harapan Anda Tegal Retno Kristanti; Wilis Sukmaningtyas; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.451 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1080

Abstract

Post Operative Nausea Vomitingm (PONV) adalah mual dan atau muntah yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan demikian bila PONV tidak segera ditangani, dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi vena, perdarahan, reptur esophageal. PONV juga menyebabkan stress post operasi dan kecenderungan malas latihan gerak atau ambulasi dini pada pasien (Allen, 2004 dalam Supatmi & Agustiningsih, 2015)..Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yaitu merupakan suatu bentuk penelitian dengan pengukuran variabel yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 94 sampel (71,2%) dan PONV sebanyak 3 sampel (2,3%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 15 sampel (11,4%) dan PONV sebanyak 20 sampel (15,2%), Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan Lama Puasa dengan PONV yang signifikan antara Lama Puasa dengan PONV yang ditunjukkan sig 0,000 sig lebih kecil dari nilai yang ditentukan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05).
Hubungan Lama Operasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien Post Operasi dengan Teknik Regional Anestesi di RSUD dr. R.M. Pratomo Muhammad Def; Wilis Sukmaningtyas; Tin Utami
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.854 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1092

Abstract

Shivering merupakan masalah yang sering dijumpai sehubungan dengan tindakan anestesi, baik anestesi regional maupun anestesi umum. Setelah pemberian anestesi spinal, shivering biasanya terjadi pada periode intra operasi sampai dengan masa pasca operasi. Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien post operasi dengan teknik regional anestesi di RSUD dr. R.M. Pratomo. Peneliti memilih objek penelitian di rumah sakit ini karena Rumah Sakit dr. R.M Pratomo belum pernah dilakukan penelitian mengenai hubungan lama operasi dengan kejadian shivering. Metode Penelitian ini menggunakan jenis survey analytic yang bersifat cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pasien mengenai lama operasi dan kejadian shivering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar menjalani operasi dengan lama ≤2 jam sebanyak 38 responden (50,7%) dan sebagian besar yang tidak mengalami kejadian shivering sebanyak 26 responden (34,7%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien dengan teknik regional anestesi dengan p-value 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien post operasi dengan teknik regional anestesi si RSUD dr. R.M. Pratomo.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Ny. S dengan Asma Bronkial di Puskesmas Sokaraja 1 Sri Rahayu; Madyo Maryoto; Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.141 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1108

Abstract

Asma bronkial yaitu suatu penyakit yang sulit disembuhkan, yang terjadi pada anak-anak dan dewasa. Penderita asma bronkial ditandai dengan adanya penyempitan saluran napas yang dimanifestasikan dengan sesak napas, pembengkakan serta peningkatan produksi lendir yang berlebihan pada saluran napas yang menimbulkan saluran napas berbunyi mengi. Asma di sebabkan oleh beberapa faktor alergen, iritan, infeksi saluran napas, perubahan cuaca yang ekstream, aktivitas fisik yang berlebihan, lingkungan kerja. Asma di bedakan menjadi 2 jenis yaitu asam bronkial dan kardial. Definisi bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekret pada jalan napas. Keluarga adalah unit kerkecil di masyarakat yang memiliki fungsi penting di dalam perawatan asma bronkial, dengan dukungan keluarga dapat menurunkan angka kejadian asma bronkial dan memberikan dampak positif pada penderita asma bronkial.
Hubungan Pemberian Propofol dan Tiopental dengan Perubahan Hemodinamik pada Pasien General Anestesi di RSU Kabupaten Tangerang Ramlan Ramlan; Wilis Sukmaningtyas; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.437 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1121

Abstract

Anestesi umum atau general anesthesia mempunyai tujuan agar dapat menghilangkan nyeri, membuat tidak sadar, dan menyebabkan amnesia yang bersifat reversibel dan dapat diprediksi. Propofol dapat menyebabkan stabilitas hemodinamik diantaranya hipotensi. Tiopental pada pemberian cepat dapat menyebabkan apneu dan hipotensi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian propofol dan tiopental dengan perubahan hemodinamik pada pasien general anestesi di OK (Kamar Operasi) Cito RSU Kabupaten Tangerang. Desain penelitian, deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampling dengan total sampling 72 pasien. Data diambil dengan pengukuran tekanan darah dan laju nadi sebelum dan sesudah 3 menit induksi anestesi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan induksi propofol dan tiopental terhadap perubahan hemodinamik pada pasien general anestesi dengan nilai p value sistolik =0.349 dan p value laju nadi = 0.453. Hal ini kemungkinan disebabkan perbedaan perlakuan seperti dosis dan kecepatan pemberian obat serta rentang waktu observasi.
Hubungan Kepatuhan Tirah Baring dengan Keluhan Nyeri Kepala 12 Jam Pasca Spinal Anestesi di RSUD Depati Bahrin Riski Saputra; Wilis Sukmaningtyas; Tri Sumarni
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.641 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1131

Abstract

Tindakan anestesi akan memberikan dampak atau komplikasi pada pasien, salah satu komplikasi tindakan spinal anestesi adalah sakit kepala pasca fungsi anestesi. Tirah baring harus dilakukan pasca anestesi bertujuan untuk mengurangi nyeri kepala. Bila tidak dilakukan tirah baring maka sakit kepada post anestesi yang dialami pasien akan semakin memburuk. Sakit kepala setelah anestesi spinal biasanya semakin memburuk bila pasien duduk atau berdiri. Penelitian ini bertujuan apakah ada Hubungan Kepatuhan Tirah Baring Dengan Keluhan Nyeri Kepala 12 jam Pasca Spinal Anestesi Di Rsud Depati Bahrin. Metode penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional). Teknik sampling dalam penelitian ini adalah non probality sampling sebanyak 40 responden dengan spinal anestesi, pengambilan data dengan teknik observasi di ruang rawat inap. Setelah 12 jam pasca spinal anestesi selesai dilakukan pengukuran nyeri. Responden yang patuh tirah baring pasca spinal sebanyak 28 responden (70,0%), responden yang paling banyak mengalami nyeri kepala ringan 12 jam pasca spinal anestesi sebanyak 14 responden (75,0%). Analisis data menggunakan uji chi square dengan nilai p value 0,000 ˂ 0,05. Bahwa ada hubungan kepatuhan tirah baring dengan keluhan nyeri kepala 12 jam pasca spinal anestesi di RSUD Depati Bahrin.
Gambaran Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (Ponv) setelah Pemberian Ondansetron 8mg pada Pasien Post Operasi Mata dengan General Anestesi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Ricky Irawan; Wilis Sukmaningtyas; Maya Safitri
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.837 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1146

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi anestesi yang dikaitkan dengan berbagai faktor. Pasien yang mengalami mual muntah post operasi memiliki kualitas pemulihan yang lebih buruk sehingga menyebabkan penundaan pemulangan pasien dari rumah sakit yang akan meningkatkan biaya perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian PONV setelah pemberian ondansetron 8 mg pada pasien post operasi mata dengan general anestesi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study, yaitu untuk menyelidiki dinamika korelasi antara faktor resiko dan efek, baik menggunakan pendekatan observasional atau pengumpulan data pada suatu waktu. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan general anestesi dengan teknik sampling puposive sampling yaitu sebanyak 57 pasien. Lembar observasi mencakup penilaian mual muntah dengan menggunakan lembar observasi wengritzky. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebanyak 50 responden (87,7%) tidak mengalami PONV setelah pemberian ondansetron 8mg, dan masih ada sebanyak 7 responden (12,3%) yang mengalami PONV.
IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN HEPATOMA DENGAN MASALAH GANGGUAN AMAN NYAMAN: NYERI: IMPLEMENTATION OF DEEP BREATH RELAXATION TECHNIQUES IN HEPATOMA PATIENTS WITH COMFOR DISORDERS: PAIN Wahyu Dwi Rahmawati; Wilis Sukmaningtyas
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatoma (Karsinoma Hepatoselluer) atau disebut dengan kanker hati. Hepatoma merupakan tumor ganas primer yang berasal dari sel parenkim saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lain yang berkembang pada sel hepar. Nyeri timbul pada perut bagian kanan atas menjadi salah satu masalah yang muncul pada hepatoma, terjadinya tranduksi dan penularan sehingga menyebabkan nyeri pada bagian perut. Penatalaksanaan nyeri pada Hepatoma dapat dilakukan secara non farmakologis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaruh relaksasi napas dalam terhadap nyeri bagian perut pada pasien dengan Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar rasa aman dan nyaman nyeri dengan diagnosa medis Hepatoma. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan Implementasi keperawatan pada Gangguan nyeri dengan memberikan relaksasi napas dalam. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan hepatoma. Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 dan menjadi skala nyeri 3 setelah diberikan terapi relaksasi napas dalam selama 2 hari pada hari ke 3 pasien sudah memahami cara relaksai napas dalam dan nyeri berkurang.
Gambaran Kejadian Hipotensi Paska Anestesi Spinal Pasien Seksio Sesarea di RSIA Ummu Hani Purbalingga Dwi Atika Safitri; Dwi Novitasari; Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1219

Abstract

Sectio caesarea is a method of delivery by surgery. Spinal anesthesia is given before surgery begins. Spinal anesthesia has a side effect in the form of hypotension caused by dilation of blood vessels. Hypotension occurs as much as 16% - 33% in the world, while the incidence of hypotension in RSIA Umm Hani Purbalingga is estimated to occur as much as 50%. This study aims to determine the picture of hypotension in RSIA Umm Hani Purbalingga. This study uses descriptive observational method with retrospective approach. Population of 356 and a sample of 78 respondents. Samples were taken by purposive sampling method, the data used is secondary data (medical records). Respondents were grouped into 3 factors affecting hypotension. Respondents with the most hypotension as follows, aged 26-35 years (25.64 %), from the preloading fluid administration Group (48.72%), and the long fasting group >6 hours (30.77%). Subsequent studies researchers advise to take data from primary and secondary sources, pay attention to blood pressure before anesthetic injection, and minutes to what hypotension occurs.
Hubungan Self Efficacy dengan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Menggunakan Metode Anestesi Spinal di RSUD Kardinah Kota Tegal Riyan Makhfudin; Wilis Sukmaningtyas; Wasis Eko Kurniawan
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1224

Abstract

Self efficacy is a belief, a person's ability to manage situations when anxious, threatened or otherwise. Anxiety in preoperative patients is associated with psychology, lack of sleep, restlessness, lethargy, crying easily and sleep deprivation. The purpose of this thesis is to determine the relationship between Self efficacy and anxiety in preoperative patients using the spinal anesthesia method at Kardinah General Hospital, Tegal City. This research uses quantitative observational analytic research with a cross sectional design. This research was conducted at the Kardinah Hospital in Tegal City from October 1 to 31 2022. The number of samples in this study were 44 respondents who were taken using the consecutive sampling technique. The instrument used in this research is a questionnaire. The results showed that respondents with low self efficacy (59.09%) and the anxiety level of respondents were in the severe anxiety category (54.54%). The results of the correlation coefficient r product is 0.929 greater than r table which is 0.297 with a significant correlation coefficient of 0.000. From the results of the study it was found that there was a relationship between self efficacy and anxiety in preoperative patients with spinal anesthesia at Kardinah Regional General Hospital, Tegal City.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hendrila, Salsabila Putri Hidayat, Ariani Putri Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Martyarini Budi Setyawati Maya Safitri Maya Safitri Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni suci khasanah Suci Khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi