Articles
Pengaruh Teknik Relaksasi Benson terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas
Dwi Septi Wulandari;
Wilis Sukmaningtyas;
Tophan Heri Wibowo
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.378 KB)
Sectio caesarea adalah pengeluaran kehamilan melalui sayatan yang merobek perut ibu (laparotomi) dan rahim (laparotomi) untuk tujuan melahirkan satu atau lebih anak. Apabila nyeri pada pasien post sesar tidak ditangani maka akan menimbulkan reaksi fisik dan psikis pada ibu nifas, sehingga perlu dicari cara untuk mengontrol nyeri tersebut, diantaranya dengan terapi dengan teknik relaksasi benson. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan desain one group pre and post test. Sampel yang digunakan adalah 18 responden post sectio caesarea hari ke 0 di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dengan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS) yang berisi format penilaian skala nyeri dengan skor 0-10 yang akan diamati. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyeri yang dirasakan oleh pasien post sectio caesarea di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas setelah dilakukan teknik relaksasi benson menunjukkan penurunan skala nyeri dari nyeri berat menjadi nyeri sedang yang ditunjukkan dengan penurunan nilai retata dari 7,17 turun ke 5,28. Hasil uji T menunjukkan bahwa p value 0,006 < 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh penurunan skala nyeri yang signifikan pada responden post sectio caesarea di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas dengan diberikannya relaksasi benson.
Perbandingan Efektivitas Buteyko dengan Teknik Nafas Dalam terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Asma di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas 2021
Siti Robi'ah Yuniatun;
Wilis Sukmaningtyas;
Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.803 KB)
Asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran nafas dengan manifestasi klinis batuk, mengik dan sesak nafas. Penderita asma di Jawa Tengah untuk semua umur sekitar 2 %, sebagian besar adalah perempuan (2,5%) sedangakan laki-laki (2,3%). Prosentase kekambuhan pada penderita asma untuk semua umur dalam rentang 12 bulan terakhir di provinsi Jawa Tengah mencapai 57,5% (Kemenkes, 2018). Data Riskesdas (2018), prevalensi penyakit asma di Kabupaten Banyumas sebanyak 4436 jiwa. Sedangkan data entry Standar Informasi Managemen Rumah Sakit (SIM RS) RSUD Ajibarang penderita asma pada bulan Januari sampai dengan September 2020 sebanyak 1.572 kasus di Instalasi Rawat Jalan. Penderita asma sering mengalami penurunan saturasi oksigen yang disebabkan oleh penyempitan dan sumbatan di saluran nafas. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara buteyko dengan teknik nafas dalam terhadap saturasi oksigen pada pasien asma. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan two group pre-test and post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 responden, meliputi kelompok intervensi buteyko dan kelompok kontrol teknik nafas dalam. Masing-masing sampel dilakukan tindakan sebanyak 5 siklus dengan dengan 2 menit istirahat dan diukur saturasi oksigen sebelum dan sesaat setelah selesai terapi. Hasil uji statistik sebelum dilakukan buteyko dan teknik nafas dalam didapatkan asym. sign. 0,857 < 0,05 dan sesaat setelah diberikan terapi dengan asym. Sign. 0,000 < 0,05, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara buteyko dengan teknik nafas dalam terhadap peningkatan saturasi oksigen pada penderita asma.
Studi Kasus Pasien Post Operasi Fraktur Tn. A dengan Hambatan Mobilitas Fisik di Ruang Edelweis RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
Risky Hidayat;
Tophan Heri Wibowo;
Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.335 KB)
Fraktur merupakan suatu kondisi terputusnya tulang dan tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa dan juga disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik yang ditentukan jenis dan luasnya trauma. Tujuan studi kasus ini ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan hambatan mobilitas fisik secara komprehensif pada pasien dengan post operasi fraktur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil studi kasus yang dilakukan menunjukan bahwa pasien fraktur memiliki tanda dan gejala nyeri, kehilangan fungsi dan pembengkakan. Kesimpulan yang didapat berdasarkan penelitian adalah adanya keselarasan gejala pasien hambatan mobilitas fisik diteori dengan yang peneliti temukan di lapangan.
Studi Kasus pada Tn. R Post Operasi Apendektomi dengan Nyeri Akut di Ruang Edelweis RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
Sekar Pertiwi;
Wilis Sukmaningtyas;
Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.982 KB)
Apendektomi adalah operasi pengangkatan apendik yang meradang (apendisitis), terdapat dua teknik apendektomi yaitu konvensional dan laparaskopi. Penatalaksanaan pasien dengan masalah nyeri akut adalah dengan manajemen farmakologi dan manajemen non farmakologi. Manajemen farmakologi dilakukan antara dokter dan perawat, yang menekankan pada pemberian obat yang mampu menghilangkan rasa nyeri, sedangkan manajemen non farmakologi yaitu teknik yang dilakukan dengan cara pemberian teknik relaksasi, imajinasi terbimbing, distraksi, terapi music dan massage yang dapat membuat nyaman karena akan merelaksasikan otot-otot sehingga sangat efektik untuk meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyeri pada pasien post operasi apendektomi. Subjek studi kasus ini adalah satu orang pasien yang mengalami nyeri akut pada post operasi apendektomi di ruang Edelweis RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga selama 3 hari pengelolaan asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien post operasi Apendektomi dengan masalah nyeri akut yang dilakukan tindakan keperawatan manajemen farmakologi dan non farmakologi selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan hasil teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny. J dengan Carcinoma Mammae di Ruang Edelweis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata
Rizqi Nur Azkiyah;
Wilis Sukmaningtyas;
Tri Sumarni
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.359 KB)
Kanker payudara bisa berdampak secara fisik maupun psikologis pada penderita. Dampak fisik yang ditemukan yaitu rambut rontok akibat kemoterapi, turunnya berat badan yang drastis karena kurang nutrisi, nyeri pada massa membesar, dan kurang nafsu makan. Asuhan keperawatan pada carcinoma mammae itu meliputi pengkajian tentang nyeri yang dirasakan secara komprehensif, menggunakan tindakan pencegahan non farmakologi. Tujuan penelitian ini menggambarkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien Ny. J dengan nyeri akut pada Carsinoma Mammae di ruang Edelweis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Metode pada karya tulis ilmiah ini merupakan studi kasus. Hasil penerapan asuhan keperawatan pada klien belum teratasi. Pada klien skor indikator mengenali kapan nyeri terjadi dari 2 menjadi 3, menggunakan tindakan pencegahan non farmakologi dari 2 menjadi 4, menggunakan analgesic dari 3 menjadi 3, melaporkan nyeri yang terkontrol dari 3 menjadi 4, menggunakan tindakan pengurangan nyeri tanpa analgesic dari 2 menjadi 4. Simpulan: Masalah keperawatan nyeri akut belum teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari. Berdasarkan hasil penerapan tersebut maka disarankan responden dapat mengetahui penatalaksanaan pada carcinoma mammae tentang nyeri akut.
Pemberian Ondansetron dalam Mencegah Kejadian Hipotensi Pasca Induksi Spinal Anestesi
Wilis Sukmaningtyas;
Roro Lintang Suryani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.718 KB)
ABSTRAK Spinal anestesi merupakan salah satu jenis anestesi regional yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarakhnoid dan merupakan teknik yang efektif pada prosedur bedah pada ekstremitas bawah dan perut bagian bawah. Iintervensi yang tepat dalam pencegahan dan penanganan hipotensi adalah salah satunya dengan pemberian ondansetron. Tujuan tinjauan ini adalah untuk menggambarkan penggunaan ondansetron dalam mencegah hipotensi pada spinal anestesi. Database elektronik yang digunakan adalah PubMed dan Cochrane, mulai tahun 2016 sampai 2021 dan didapatkan 6 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil review dari 6 artikel, 2 artikel menunjukkan bahwa penggunaan ondansetron secara signifikan menurunkan kejadian hipotensi pada pasien - pasien dengan pembedahan non obstetri seperti pada pembedahan ekstremitas bawah atau pembedahan pada bagian perut bagian bawah. Sedangkan 4 artikel lainnya berdasarkan hasil uji statistik penggunaan ondansentron tidak signifikan dalam menurunkan angka kejadian hipotensi pada pembedahan yang diinduksi dengan spinal anestesi pada pembedahan section caesarea. Kesimpulan: pemberian ondansetron pre induksi spinal anestesi tidak signifikan dalam mencegah terjadinya hipotensi tetapi dapat diberikan guna mengurangi angka kejadian pemberian efedrin. Kata kunci: Ondansetron, Anestesia, Spinal, Hipotensi ABSTRACT Spinal anesthesia is one type of regional anesthesia that is performed by injecting local anesthetic drugs into the subarachnoid space and is an effective technique in surgical procedures on the lower extremities and lower abdomen. Appropriate intervention in the prevention and treatment of hypotension is one of them by offering ondansetron. The aim of this study is to describe the use of ondansetron in preventing hypotension in spinal anesthesia. The electronic databases used were PubMed and Cochrane, from 2016 to 2021 and 6 journals were found that met the inclusion criteria. The results of a review of 6 articles, 2 articles showed that the use of ondansetron significantly reduced hypotension in patients with non-obstetric surgery such as lower extremity or lower abdominal surgery. While the other 4 articles based on the results of statistical tests on the use of ondansetron were not significant in reducing the incidence of hypotension in surgery induced with spinal anesthesia in caesarean section surgery. Conclusion: Pre-induction of ondansetron for spinal anesthesia was not significant in preventing hypotension but could be given to reduce the rate of ephedrine administration. Keyword: Ondansetron, Anesthesia, Spinal, Hypotensia
Pengaruh Senam Lansia terhadap Keseimbangan Tubuh pada Lansia
Elfi Aprilia;
Dwi Novitasari;
Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.862 KB)
|
DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1014
Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang berisiko jatuh akibat adanya penurunan fungsi dalam tubuh, salah satu penyebab jatuh pada lansia karena adanya masalah gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan yang terjadi pada lansia dapat diminimalisir dengan senam lansia, dimana hal tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot lansia. Studi ini bertujuan guna menjelaskan pengaruh senam lanjut usia terhadap keseimbangan badan pada lanjut usia. Metode penelitiannya secara deskriptif, yang menggunakan desain literatur review. Untuk mencari jurnal dengan menggunakan 3 database jurnal yaitu google scholar, science direct, dan pubmed. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan jurnal yang sesuai dengan inklusi peneliti berasal dari Negara Indoesia dan India. Hasil tinjauan literatur diketahui dari 9 jurnal dapat diambil kesimpulan bahwa 100% (9 jurnal) menunjukkan terdapat pengaruh senam dan latihan gerak terhadap keseimbangan pada lansia.
Gambaran Kejadian Hipotermia pada Pasien Sectio Caesarea Pasca Anestesi Spinal di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga
Fitrianingsih Fitrianingsih;
Wilis Sukmaningtyas;
Martyarini Budi Setyawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.327 KB)
|
DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1016
Pembedahan Sectio Caesarea (SC) menjadi salah satu kejadian prevalensi yang meningkat di dunia. Menurut Obstetric Anesteshia Guidelines merekomendasikan teknik anestesi spinal pada pembedahan SC. Salah satu efek dari anestesi spinal yaitu hipotermia. Tindakan anestesi sebagian besar dapat mempengaruhi kontrol suhu inti dan dapat menghambat respon thermogulasi terhadap dingin pada vasokonstriksi. Obat anestesi juga dapat menyebabkan vasodilatasi dimana mekanisme ini yang bertanggung jawab dalam mengatur redistribusi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kejadian hipotermia pada pasien SC pasca anestesi spinal di RSIA Ummu Hani Purbalingga. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan usia responden rata-rata antara usia 20-35 tahun sebanyak 81,7% hipotermia ringan, > 35 tahun 21,1% hipotermia sedang, intake cairan operasi yang diberikan pada responden >1500 ml sebesar 100% hipotermia ringan dan sedang 100%, lama operasi 1-2 jam jam sebaanyak 58,3% hipotermia ringan, jumlah perdarahan >300 ml sebesar 86,8% hipotermia sedang. Hipotermia terjadi akibat efek obat anestesi yanga diberikan dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor usia, intake cairan operasi, jumlah perdarahan, paparan suhu ruang operasi dan lamanya operasi dapat mempengaruhi lamanya efek anestesi yang diterima.
Hubungan Lama Operasi dengan Kejadian Early Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Post Spinal Anestesi pada Pasien Sectio Caesarea
Restu Pujianto;
Wilis Sukmaningtyas;
Ikit Netra Wirakhmi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.328 KB)
|
DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1021
Early Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) adalah mual dan atau muntah pascaoperasi yang timbul pada 2-6 jam setelah pembedahan. Lamanya operasi dapat meningkatkan kemungkinan PONV karena pasien tidak dapat memposisikan diri akibat anestesi dan terjadi blokade neuromuskular. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan kejadian Early PONV post spinal anestesi pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Bunda Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling dengan purposive sampling sebanyak 77 pasien sectio caesarea. Data diambil dengan melihat rekam medis dan wawancara langsung pada pasien. Hasil uji statistik Fishers Exact diperoleh nilai p value 0,048. Dikarenakan nilai p value ≤ 0,05, sehingga Ho ditolak berarti ada hubungan lama operasi dengan kejadian early PONV post spinal anestesi pada pasien post sectio caesarea di ruang Operasi Rumah Sakit Bunda Palembang Tahun 2022
Hubungan Obesitas dan Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan
Nuraeni Nuraeni;
Feti Kumala Dewi;
Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.36 KB)
|
DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1066
Hipertensi memiliki bebarapa faktor resiko yang bisa diubah diantaranya yaitu obesitas dan stress, pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan obesitas yaitu indeks massa tubuh sedangkan dalam menetukan stress yaitu menggunakan kuesioner DASS 42. Penyakit tekanan darah tinggi ataupun yang sering di kenal dengan penyakit hipertensi merupakan kondisi kronis yang menyebabkan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalami peningkatan yaitu hasil pemeriksaan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dan stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas purwokerto selatan. Jenis penelitian ialah penelitian kuantitatif menggunakan pendektan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 83 lansia yang mengikuti prolanis di puskesmas purwokerto selatan. Pengambilan data dengan cara pengukuran berat badan, tinggi badan pasien dan mengukur tekanan darah, serta melakukan wawancara untuk pengisian kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh antara obesitas dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,012 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,276. Sedangkan stress dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,027 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,243 yang menunjukan kesimpulan terdapat hubungan antara Obesitas dan Stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan.