Claim Missing Document
Check
Articles

International Transfer Credit: Indonesia International MBKM Curriculum Based on Authenticity Retno Mawarini Sukmariningsih; Eko Nursanty; Inti Englishtina
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4508

Abstract

Credit Transfer International is a prestigious program that is the hope of all Indonesian students so far. This activity provides an opportunity for Indonesian students to study on campuses abroad for one semester as grant recipients from the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. Although a student successfully goes through the selection process and officially becomes a student on an international campus, it does not mean all problems have been resolved. Various problems often arise both regarding learning efforts, curriculum and intercultural surprises that often arise. This research is exploratory, based on the experience in lecturers while guiding students of Credit Transfer participants and participants of activities for two years in the period 2020 and 2021. The results of this study found elements forming students' competing abilities in the international learning process that are strongly influenced by local culture before the activities of their respective campuses. The local culture in question is something that needs to be developed under the concept of local learning that has been taught by the father of Education Ki Hajar Dewantara. The development of bloom's modern pedagogy theory has been shown to shape the Competency-Based Curriculum in students. This research proves that collaboration with local pedagogy a la Ki Hajar Dewantara has created a sustainable International MBKM Curriculum through strengthening IKU 2 (Students Get Off-Campus Experience) and IKU 6 (Study Program in collaboration with world-class Partners).
PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MEWUJUDKAN PEMILU YANG DEMOKRATIS Dian Ade Nugroho; Retno Mawarini Sukmariningsih
Jurnal JURISTIC Vol 1, No 01 (2020): Jurnal JURISTIC
Publisher : Jurnal JURISTIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan pemilihan umum yang berkualitas diperlukan sebagai sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk mewujudkan pemilu yang demokratis diperlukan adanya penyelenggara pemilu yang disebut KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang profesional serta mempunyai integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas. Judul “Peranan Komisi Pemilihan Umum Dalam Mewujudkan Pemilu Yang Demokratis Di Kabupaten Pati” dengan permasalahan untuk mendekripsikan (1) Bagaimana peranan KPU dalam mewujudkan pemilu yang demokratis di Kabupaten Pati?, (2) Bagaimana muncul hambatan-hambatan dalam mewujudkan pemilu yang demokratis di Kabupaten Pati?, (3) Bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi KPU dalam mewujudkan pemilu yang demokratis di Kabupaten Pati?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi deskriptif analitis, sumber data primer sekunder, analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan peranan KPU dalam mewujudkan pemilu yang demokratis adalah (1) Meningkatkan integritas, netralisan dan interdepensi anggota KPU, (2) Memberikan pendidikan politik yang sehat kepada pemilih, (3) Meningkatkan partisipasi pemilih, (4) Mengawasi penyelenggaraan pemilu. Hasil penelitian mengenai hambatan-hambatan yang muncul dalam mewujudkan pemilu yang demokratis adalah (1) Tingkat pendidikan yang masih kurang dalam memahami kedisiplinan  dalam bermasyarakat dan musyawarah, (2)  Rendahnya tingkat kesadaran akan hukum dan kepedulian pemilih masih rendah, (3) Tingkat Kesejahteraan masyarakat yang relatif rendah, (4) Sikap pesimis dan skeptis terhadap demokrasi, (5) Isu SARA. Peranan KPU dalam mengatasi hambatan-hambatan adalah (1) Meningatkan Kesadaran Hukum Masyarakat, (2) Simulasi pemungutan suara, (3) Meningkatkan pengawasan pemilu dengan merangkul masyarakat. Oleh karena itu diakhir penelitian penulis memberikan saran perlunya regulasi ulang perundang-undangan, menggencarkan pelaksanaan pendidikan politik, meningkatkan penyuluhan hukum kepada masyarakat  serta pengisian aparatur pelaksana yaitu KPU yang lebih berkualitas.
Pengenaan Hukum Pajak Pada Cryptocurrency Dan NFT Di Indonesia Retno Mawarini Sukmariningsih; Agus Nurudin; Eko Nursanty
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2022): Artikel Volume 6 Nomor 2 April 2022
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v6i2.781

Abstract

This research aims to look at the potential of government revenue through taxes on digital currencies or better known as cryptocurrencies and against digital assets called NFT. With normative research methods to analyze how cryptocurrencies and digital assets (NFT) should be taxed at low or high tax rates. In addition to understanding cryptocurrency taxation policies as well as NFT, the study also looked at the taxation policies of various countries on cryptocurrencies and digital assets. Each country has different guidelines and considerations for the legal status and policies of the regulation of cryptocurrencies and NFT. There is no consensus between countries about this. Keywords; taxes, cryptocurrencies, digital assets, NFT
Overlapping Authority on the Cancellation of Local Regulation (An Erroneous Logic of Local Autonomy) Retno Mawarini Sukmariningsih
Hasanuddin Law Review VOLUME 3 ISSUE 2, AUGUST 2017
Publisher : Faculty of Law, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.438 KB) | DOI: 10.20956/halrev.v3i2.1196

Abstract

This research is based on the phenomenon of weak supervision on local law products. As a result, the province of Central Java became the region with the largest cancellation of local regulation in Indonesia, which is as many 90-local regulations cancelled. The cancellation of local regulation implicates the obstacles in the implementation of development and district and municipal programs in Central Java - Indonesia. The purpose of this research was to analyze the authority of the region in order to avoid overlapping authority on the cancellation of local regulation by the Governor as the representative of the Central Government. The method of writing uses a normative approach with qualitative analysis to detect the level of synchronization and harmonization of the application of local regulations. The results indicate that the cancellation of local regulation by the Governor as the representative of the central government shows an erroneous logic of the implementation of local autonomy. Ideally, the cancellation of local regulation is performed “one gate”, i.e by the Supreme Court (judicial institution only) through the authority of judicial review
PENATAAN LEMBAGA NEGARA MANDIRI DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN INDONESIA Retno Mawarini Sukmariningsih
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.87 KB) | DOI: 10.22146/jmh.16039

Abstract

This purpose of this article is to harmonize and to synchronize regulations of independent state agencies in order to avoid from the overlapping within those agencies so that they persistently can exercise their function, and further to analyze them normatively as ad-hoc commissions under the effective regulations or otherwise. The rearrangement is purported to reconstruct the regulations of independent state agencies and it must begin from the constitution so that we internally can simplify to supervise and to minimize abuse of power carried on by the independent state agencies in order to answer people’s serious challenge. Tulisan ini mempunyai tujuan agar ada harmonisasi regulasi lembaga negara mandiri supaya sesama lembaga negara mandiri tidak overlappingdalam menjalankan fungsinya dan lebih jauh lagi untuk mengkaji secara normatif lembaga negara mandiri seperti komisi-komisi yang dibentuk secara ad-hocdalam peraturan perundang-undangan jauh lebih efektif atau justru sebaliknya. Penataan regulasi ini bermaksud untuk penataan regulasi kelembagaan negara khususnya lembaga negara mandiri yang diawali dari konstitusi, sehingga akan memudahkan pengawasan secara internal dan meminimalisir penyalahgunaan kekuasaan lembaga negara mandiri yang pembentukannya mestinya untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat.
Correctional Institutions as a Place of Guidance to Counter Radicalism for Terrorist Prisoners in Indonesia Erlangga Alif Mufti; Edy Lisdiyono; Retno Mawarini Sukmariningsih; David Maharya Ardyantara; Ontran Sumantri Riyanto
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 16 No. 3 (2022): Indian Journal of Forensic Medicine and Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v16i3.18272

Abstract

Correctional Institution as a place to house terrorist inmates have not managed to solve the problem ofderadicalization to complete for terrorist inmates, so it is necessary to cooperate with other relevant stateinstitutions. But the deradicalization process has obstacles such as inmates being unwilling to cooperate and theabsence of synergy with other applicable state institutions. The parameters of the success of correctional institutionsin conducting deradicalization are necessary to strengthen the process of returning terrorism convicts to thecommunity, so that this research is important to do. This study uses the research method that is juridical normativeby collecting primary data and secondary data. The results of this study describe the correctional institution to bethe vanguard in the process of deradicalization of terrorism convicts to be ready to return to the community so thatthe implementation of effective deradicalization required cooperation from correctional institutions, relevant stateinstitutions, and inmates. Correctional institutions are an important vector in the fight against radicalism. The roleof correctional institutions in the deradicalization of terrorism prisoners is to synergize with other institutions tofoster terrorist prisoners to become good human beings when they leave correctional institutions.
Analisis Peran Posyandu di Masa Pandemi Covid-19 dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Balita Ontran Sumantri Riyanto; Retno Mawarini Sukmariningsih; Anggraeni Endah Kusumaningrum
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.051 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3595

Abstract

AbstrakSetiap anak dan balita memiliki hak yang sama dengan orang dewasa, antara lain hak atas kesehatan, rasa aman, tumbuh kembang yang sehat, dan lingkungan yang baik. Selama situasi pandemi Covid-19, fasilitas pelayanan kesehatan membatasi pelayanannya karena mengutamakan penanganan pasien covid-19, sedangkan untuk pelayanan balita yaitu posyandu di masyarakat untuk sementara ditiadakan. Hal ini dikarenakan posyandu perlu melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan penularan covid-19. Selain itu juga posyandu memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemberdayaan dan peran aktif masyarakat dalam mengubah perilaku dan lingkungan khususnya untuk pelayanan kesehatan bagi balita. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksplanatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya tentang kajian yuridis peran Posyandu di masa pandemi Covid-19 dalam pemenuhan hak kesehatan pada balita. Hasil penelitian ini bahwa Posyandu memiliki peran yang baik di masa pandemi Covid-19 dalam pemenuhan hak kesehatan pada balita dan sudah berjalan. Kendala yang terjadi di posyandu pada masa pandemi Covid-19 dalam pemenuhan hak atas kesehatan pada balita disebabkan oleh faktor-faktor seperti jumlah kader, partisipasi masyarakat untuk menjadi kader, kondisi ekonomi kader yang menurun sehingga mereka harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga dan fasilitas yang dimiliki di posyandu.Kata Kunci: Posyandu, Hak kesehatan, Balita, Covid-19 AbstractEvery child and toddler has the same rights as adults, including the right to health, a sense of security, healthy growth and development, and a good environment. During the Covid-19 pandemic situation, health service facilities limited their services because they prioritized handling covid-19 patients, while for toddler services, namely posyandu in the community, it was temporarily suspended. This is because posyandu needs to make various efforts to prevent the transmission of covid-19. In addition, posyandu also has a very important role in the community in realizing community independence in maintaining health through empowerment and the active role of the community in changing behavior and the environment, especially for health services for toddlers. This research uses the approach method used, namely the sociological juridical approach. The research carried out is explanatory research. This study aims to obtain a relationship between one variable and another about the juridical study of the role of Posyandu during the Covid-19 pandemic in fulfilling health rights in toddlers. The results of this study are that Posyandu has a good role during the Covid-19 pandemic in fulfilling health rights for toddlers and is already running. The obstacles that occurred at the posyandu during the Covid-19 pandemic in fulfilling the right to health in toddlers were caused by factors such as the number of cadres, community participation to become cadres, the declining economic condition of cadres so that they had to work to help the family economy and facilities owned at the posyandu.Keywords: Posyandu, Right to health, Toddler, Covid-19
Narasi Politik dan Identitas: Pola Penyebaran dan Penerimaan Radikalisme dan Terorisme di Jawa Tengah Iman Fadhilah; Syaifuddin Syaifuddin; Retno Mawarini
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 2, No 01 (2016): Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.216 KB) | DOI: 10.18784/smart.v2i01.299

Abstract

This study basically discusses the narration map of Islamism, pattern of its dissemination, acceptance of its narration, and the facilitating factors of the growth of Islamism in Central Java. It is the fact that in the last few years the understanding of Islamism tends to the extremism, radicalism and terrorism. This is an ethnographic study in which it tries to understand the life of individual as part of the community in the wider context. Subjects of this research are; (1) youth; and (2) public figures. Findings of this research are; firstly, although Central Java is well-known as the home ground of radical-terrorism movement, people in this province are actively involved in countering narration of Islamism. Secondly, pesantren (Islamic boarding school), mosques, and religious scholars are elements that play as the front guard of anti-radicalism, extremism and terrorism in Central Java. Thirdly, the youth plays as an important element in articulating of Islamism. This social group is the most vulnerable group who might be influenced by Islamism specifically related to radicalism and extremism
Batasan Dinasti Politik Perspektif Moral Hukum Retno Mawarini Sukmariningsih; Ceprudin Ceprudin
JURNAL ILMIAH HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT Vol 21, No 2 (2023): HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/hdm.v21i2.4444

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang politik dinasi ditinjau dari perspektif moral hukum. Pasca Pasal 7 huruf r beserta Penjelasan Pasal 7 huruf r Undang-Undang Pilkada dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka tidak ada batasan dinasti politik (kekuasaan berbasis keluarga). Secara tidak langsung, tatanan hukum tentang pemilihan kepada daerah saat ini memberikan peluang besar untuk melanggengkan kekuasaan berbasis kekerabatan. Penelitian ini penting untuk menyegarkan kembali tatanan kekuasaan kenegaraan yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan moral yang berbasis Pancasilais. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan mengkaji bahan hukum berupa undang-undang tentang pemilukada dan putusan MK No 33/PUU-XIII/2015. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah hukum dan moral dengan pendekatan filsafat hukum. Berdasarkan hasil kajian mendalam, politik dinasti yang saat ini “legal” harus ada batasannya. Kekuasaan yang tanpa batas bertendangan dengan prinsip moral hukum dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Batasan politik dinasti yang dimaksud adalah berbasis pada moral hukum masing-masing pejabat karena saat ini peraturan perundang-undangan tidak membatasinya..
Kewajiban Negara Dalam Perlindungan Hak Asasi Manusia Melalui Jaminan Kesehatan Indro Harianto; Anggraeni Endah Kusumaningrum; Retno Mawarini Sukmariningsih
Notary Law Research Vol. 5 No. 2 (2024): Juni: Notary Law Research
Publisher : Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nlr.v5i2.1641

Abstract

Peran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat sangat penting, terutama dalam bentuk pelayanan kesehatan universal, dimana kesehatan diakui sebagai salah satu hak asasi manusia. Jaminan hak atas kesehatan sesuai perjanjian mengakui hak setiap orang untuk memperoleh hak-hak ini. perjanjian. standar tertinggi untuk kesehatan fisik dan mental. Menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif, Pendekatan yuridis normatif adalah Pendekatan yuridis (hukum dilihat sebagai norma atau das sollen), karena dalam membahas permasalahan penelitian ini menggunakan bahan-bahan hukum. Pemenuhan hak untuk hidup sehat merupakan hak dasar yang harus dijamin, karena kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan primer setiap manusia. Kondisi sehat badan dan jiwa akan memungkinkan setiap manusia untuk melakukan aktifitas dan karyanya. Kesehatan merupakan pula bagian dari kebutuhan menuju hidup sejahtera. Hak semacam ini merupakan salah satu hak dasar dalam pelayanan kesehatan. BPJS diselenggarakan berdasarkan asas kemanusiaan, manfaat, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan tujuan untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap rakyat Indonesia yang sudah menjadi hak dasar manusia.