Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN DIAGRAM PARETO DAN FISHBONE UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS LELE BUMBU 222 Ahmad Adzkia Khairi Elsa; Ninda Rahmawati; Syifa Ambunsuri Efendi; Ainun Salsabila Purnomo; Giant Giova Algozaly; Warcito
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6292

Abstract

UMKM pengolahan pangan memainkan peran penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan berupa standar mutu dan konsistensi produk. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis cacat produk dominan dan menganalisis akar penyebab kualitas pada proses produksi Lele Bumbu 222 di lokasi Olivia C16, Griya Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16160, pada 1 Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus; data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis menggunakan Diagram Pareto dan Diagram Fishbone. Hasil menunjukkan tiga cacat utama—ukuran tidak standar (33,3%), bumbu tidak merata (25,9%), dan kemasan vakum kurang rapat (22,2%)—yang berkontribusi 81,4% terhadap total masalah. Akar penyebab dominan berasal dari faktor manusia, metode, dan mesin. Penelitian ini mengisi gap dalam literatur kontrol kualitas UMKM pangan Indonesia yang cenderung berfokus pada industri besar. Rekomendasi mencakup pengembangan SOP, penerapan GHP, dan peningkatan teknologi pengemasan.    
ANALISIS PENERAPAN GMP DALAM MENJAGA KONSISTENSI MUTU PRODUK FISNACK MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE Harin Namartuah Sigumonrong; Alissa Yuswill; Annisa Tri Hutami; Anbiya Wahyu Novshaini; Alda Novian Calista; Muhammad Hafizh Shiddiq; Warcito
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan mengidentifikasi penyebab ketidakkonsistenan mutu menggunakan fishbone diagram. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Analisis fishbone diagram mengidentifikasi enam elemen penyebab ketidakkonsistenan: manusia (variasi metode kerja operator dan kurangnya pelatihan), mesin (kontrol suhu tidak otomatis dan spinner kurang efisien), metode (SOP belum terstandarisasi), lingkungan (ventilasi terbatas dan kelembapan tinggi), dan pengukuran (checksheet belum spesifik dan penilaian sensitif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Good Manufacturing Practices dan analisis fishbone diagram sangat penting untuk menjaga konsistensi mutu produk. Peningkatan kualitas bahan baku, pelatihan karyawan, dan pengendalian proses yang ketat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kualitas produk Fisnack.
Analisis Kualitas Buah Kelapa Kopyor di PPKS Unit Bogor Menggunakan Diagram Check Sheet, Diagram Pareto dan Diagram Fishbone Fitri Ramadani; Fatih Ghifari Ar Rasyid; Allisya Wulandari; Amelia Elsa Nabila; Salwa Alifia Rahman; Mayang Indah Pradina; Nuryadin Shobir; Warcito
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6404

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai mutu buah kelapa kopyor dari PPKS Unit Bogor dengan penekanan pada pengenalan jenis cacat (reject) serta penyebab utama penurunan kualitas. Pengendalian mutu dilakukan dengan memanfaatkan tiga alat analisis utama, yaitu Check Sheet, Diagram Pareto, dan Diagram Fishbone. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian pustaka, pengamatan, dan dokumentasi sebagai bagian dari pendekatan deskriptif kualitatif. Check Sheet berfungsi untuk mencatat frekuensi cacat buah kopyor, sedangkan Diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi cacat yang paling mendominasi dan perlu diperbaiki, dan Diagram Fishbone membantu dalam menemukan akar masalah dari cacat yang paling signifikan. Berdasarkan data Check Sheet tahun 2023, angka reject mencapai 20% dari total produksi 330. 000 butir. Jenis cacat yang paling sering dijumpai adalah lonjong, kering/tua, kecil, kopong, dan muda, di mana lonjong adalah yang terbanyak. Ketika dibandingkan dengan data terbaru, terdapat penurunan signifikan pada taraf reject menjadi 3,98% per Oktober 2025, yang menunjukkan adanya peningkatan dalam efektivitas pengendalian mutu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kombinasi antara Check Sheet, Pareto, dan Fishbone sangat efektif dalam mengidentifikasi masalah prioritas serta memberikan landasan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas buah kelapa kopyor.
Masa Depan Kecerdasan Manusia: Menyeimbangkan Keterampilan Emosional, Kognitif, Dan Teknologi Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Muhammad Ridlo Zarkasyi; Antoni Ludfi Arifin; Warcito Warcito
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v5i6.3040

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menuntut organisasi untuk mengintegrasikan kecerdasan emosional (EQ), kognitif (IQ), dan keterampilan teknologi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ketiga jenis kecerdasan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, mengumpulkan dan menganalisis informasi dari lebih dari 50 sumber akademis yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa EQ berkontribusi pada peningkatan hubungan interpersonal, kepemimpinan, dan kepuasan kerja, sementara IQ meningkatkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan. Selain itu, keterampilan teknologi mendukung efisiensi operasional dan inovasi. Integrasi ketiga aspek ini membantu organisasi menciptakan budaya yang mendukung pertumbuhan dan retensi talenta, sehingga penting bagi manajemen SDM untuk merancang program pelatihan yang komprehensif. Dengan pendekatan holistik ini, organisasi dapat membangun tenaga kerja yang resilien dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Perancangan Model Bisnis Ayam Petelur BUMDes Curugbitung Menggunakan Kerangka Kerja Bisinis Model Canvas Muh Faturokhman; Aceng Hidayat; Warcito Warcito; Liisa Firhani Rahmasari; Mokhamad Syaefudin Andrianto
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.8.1.45-53

Abstract

  The failure of Village-Owned Enterprises (BUMDes) is often caused by limited business concepts and difficulties in explaining the concepts to stakeholders. BUMDes Curugbitung has several business plans that have not been optimally implemented. One reason is the lack of business plans that are easily communicated to various parties. The DOSEN PULANG KAMPUNG Program aims to help BUMDes conduct systematic business planning to anticipate business failures and attract investors. The mentoring method uses a participatory workshop with a Business Model Canvas (BMC) framework. This workshop was held July 7, 2025, and involved 20 participants, consisting of BUMDes administrators and Gapoktan (Farmer Groups), while lecturers and students acted as facilitators. The workshop outlined nine key building blocks egg-laying chicken business for the Curugbitung BUMDes. Participants, particularly BUMDes administrators and farmer groups (Gapoktan), gained a more comprehensive understanding of business planning. The BMC model assisted BUMDes managers in explaining strategies to stakeholders. Managerial knowledge, including marketing, production, finance, and human resources, determines the success of BMC implementation. BUMDes managers also require a shift in mindset and institutional strengthening. The results of this business model are expected to provide discussion material for BUMDes managers in seeking funding sources and sustainable business.
Determinants of BSI Gold Savings Use among Micro Customers :: an Extended Theory of Planned Behavior Lukman Setiawan; Ahmad Sulaeman; Warcito Warcito
Vifada Management and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/vtjmy076

Abstract

Purpose: This study examines the determinants of BSI Gold Savings usage among micro-business customers by extending the Theory of Planned Behavior (TPB). It investigates the effects of financial literacy on attitude, subjective norm, and perceived behavioral control (PBC), as well as the influence of these TPB constructs, intention, and business liquidity on actual usage behavior. Research Method: A quantitative explanatory survey was conducted among 185 active micro-financing customers of BSI Jakarta Kebon Jeruk Area selected through purposive sampling. Data were collected using 25 reflective indicators measured on a four-point Likert scale and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. Results and Discussion: Financial literacy positively affects attitude (β=0.442), subjective norm (β=0.562), and PBC (β=0.623). Attitude, subjective norm, and PBC positively influence intention, while intention is the strongest predictor of actual behavior (β=0.684). Business liquidity also significantly affects actual behavior (β=0.224). The model explains 72.3% of intention and 69.3% of behavior. Implications: BSI should strengthen financial education, community-based engagement, behavioral activation, and gradual asset-building strategies while considering customers’ working-capital liquidity. Originality: This study extends TPB by integrating financial literacy as a cognitive background factor and business liquidity as a contextual financial condition to explain the intention–behavior gap among micro-business customers.  
Co-Authors . Dahri . Subarna Aceng Hidayat Adya Prameswari Natungga Agustin Patmawati Ahmad Adzkia Khairi Elsa Ahmad Sulaeman Ainun Salsabila Purnomo Alda Novian Calista Alissa Yuswill Allisya Wulandari Alya Atiqah Amalina Ritonga Amanda Chika Alifiah Amelia Elsa Nabila Amir Tengku Ramly Amiruddin Saleh Ananda Manurung Anbiya Wahyu Novshaini Andi Irawan Annisa Tri Hutami Antoni Ludfi Arifin Antoni Ludfi Arifin Arifin, Antoni Ludfi Aulia Putri Fatikhatul Hikmah Butarbutar, Parulian Halomoan Corry Yohanna Dahri Dahri Tanjung Danish Ara Mumtaz Dewi, Intani Fathi Arkaan Fatih Ghifari Ar Rasyid Fitri Ramadani Giant Giova Algozaly Hamidah . Hamidah, Hamidah Haniyah Muthi Hanung Eka Atmaja Harin Namartuah Sigumonrong Iskandar, Muhammad Taufan Jauhari, Asna Jenniver Olivia Pakpahan Jenny Gusniar Jeremias Diotama JOKO NUGROHO Khairul Ikhwan Krisnaura Nazwa Syabilla Kuntari, Wien Lidya, Leni Lukman Setiawan M. Hajat Syafi'i Manalu, Doni Sahat Tua Maruf Akbar, Maruf Mayang Indah Pradina Mintarti Mochammad Naufal Destryadi Mokhamad Syaefudin Andrianto Muh Faturohman Muh Faturokhman Muhammad Dava Hermawan Muhammad Hafizh Shiddiq Muhammad Irfan Khadafi Muhammad Rafi Aqil Muhammad Ridlo Zarkasyi Muthia Raihana Ninda Rahmawati Nurlela Nurlela Nuryadin Shobir Rahmasari, Liisa Firhani Ratri Virianita Ristianingrum, Anita Rizky Sutan Siregar Saepul Asikin Salwa Alifia Rahman Sandhika Cipta Dewanto Sebayang, Veralianta Br Shabrina Nandika Shifa Bella Sindita Lizara Syayid Bilal Notro Negoro Syifa Ambunsuri Efendi Tambunan, Greyuni Grace Tifa Sukma Asih Tjahja Muhandri Uding Sastrawan Ujang Sehabudin, Ujang Widya Nita Aswari Yayan Hadiyat Yeti Lis Purnamadewi Zahra Aulia Pazya