Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT TiO2/ZEOLIT SEBAGAI FOTOKATALIS PADA DEGRADASI AMONIA DI DALAM AIR LIMBAH Adhi Setiawan; Chelvin Sugiarto; Novi Eka Mayangsari; Muhamad Ari; Indri Santiasih
Jurnal Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.15.1.87-96

Abstract

Ammonia is a wastewater pollutant that can cause oxygen depletion and eutrophication if not treated properly. The Photocatalyst using zeolite-TiO2 was effective method for degrading ammonia compounds in wastewater. This study aimed to analyze the characteristics of the zeolite-TiO2 composite and determine the effect of using the composite in reducing ammonia levels in wastewater. The research were conducted experimentally with a batch process on variations in pH and irradiation time. Data on the decrease in ammonia concentration with time was used to analyze the kinetics of the ammonia degradation reaction. The process of synthesizing zeolite from fly ash using the hydrothermal method. The synthesis of zeolite-TiO2 composites was carried out with a composition ratio of 1:2. Characterization of TiO2/zeolite composites was carried out using SEM-EDX and XRD methods. The results showed that fly ash-TiO2 zeolite composite has a granular morphology, and has an average diameter of 0.257 μm. X-ray diffraction pattern detected peaks in the form of zeolite X and TiO2. The highest ammonia removal efficiency was obtained at pH 11 with an irradiation time of 120 minutes, which was 91.60%. The process of removing ammonia by UV irradiation followed a second-order kinetic model with a k value of 0.1215 (mol.min)-1. The removal of ammonia in dark conditions followed a zero-order kinetic model with a k value of 0.0031 mol.min-1..
KOROSI BAJA KARBON API 5L GRADE B SEBAGAI FLOWLINE PRODUKSI GAS ALAM Adhi Setiawan; Alfinura Fajrin; M. Miftahul Munir; M. Ari
Journal of Research and Technology Vol. 4 No. 1 (2018): JRT Volume 4 No 1 Jun 2018
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corrosion that occurs in a gas flowline is a serious problem because it can cause leaks that lead to material loss and environmental pollution. The aims of this research were to analyze the corrosion occurred in gas flowline of carbon steel 5l Grade B and the effect of inhibitor TIC-8002 GCI to the corrosion rate of metal. This research was conducted using SEM-EDX to analyze and produce various types of metals and corrosion crust. Metals corrosion test and the effect of inhibitors on the corrosion rate of metals were carried out by linear polarization methods. The result of SEM-EDX showed that inner pipe surface occurred pitting corrosion caused by dissolved chloride ions in the electrolite that flows in the pipeline. The result of XRD showed that corrosion products of carbon steel were Fe2O3 and FeOOH. The result of linear polarization showed that the corrosion rate of steel about 0.642 mmy without using inhibitor. The addition of an inhibitor can reduce the corrosion rate in carbon steel. The increase in inhibitor concentration from 10 ppm to 50 ppm can reduce the corrosion rate from 0.633 mmy to 0.394 mmy along with an increase in inhibition efficiency from 1.32% to 38.6%.
Corrosion Rate Analysis on SA 240 TP 904L Material Experience Multiple Repair Muhammad Ari; Dika Anggara; Amar Sastra Adi
Journal of Welding Technology Vol 5, No 1 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v5i1.4019

Abstract

Weld imperfections are likely to arise during any welding process. Due to the enormous number of joints that could result in weld defects, welding process faults could happen. Repair procedures are required to address welding defects. Multiple repairs are required if welding mistakes are made repeatedly. The duplex material used in this study is SA 240 TP 904L. By altering the repair procedure treatment 1x, 3x, 5x, and without repair, the welding process is carried out utilizing the SMAW method and E309L filler. Microstructure testing, ferrite content testing, and 3-electrode cell corrosion are the test techniques used. The relationship between the corrosion rate and the amount of ferrite content was deduced from the test data. The corrosion rate increases as the ferrite content rises due to several repairs.
MENJADI KAMPUNG MANDIRI DENGAN MENGEMBANGKAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK Edy Setiawan; I Made Kastiawan; Totok Yulianto; Lukman Handoko; Anda Iviana Juniani; Fajar Astuti Hermawati; Galih Anindita; Edy Prasetyo Hidayat; Muhammad Ari; Wiediartini Wiediartini
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v6i1.2381

Abstract

Program nasional gerakan menanam tanaman di lahan kosong dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak 2015 dan setiap warga dilingkungan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Masyarakat di lingkungan RT.06 RW.02 Perumahan Sukolilo Park Regency dapat melaksanakan program tersebut demi mewujudkan ketahanan pangan, kamandirian dan kedaulatan pangan. Beberapa permasalahan yang dihadapi saat ini adalah pemanfaatan lahan kosong jarang ada perhatian sehingga banyak ditumbuhi rumput, semak belukar yang menjadi tidak indah untuk dipandang bahkan sayang jika tidak bisa memberikan manfaat lebih yang bisa meningkatkan nilai ekonomi, pengetahuan dan wawasan bagi warga masyarakat sekitar perumahan. Hidroponik dianggap menjadi solusi pertanian bagi masyarakat dan kaum milenial. Hidroponik merupakan solusi pertanian bagi masyarakat perkotaan dan sangat membuka peluang dan kesempatan bagi kaum milenial tanpa harus menggunakan media tanah. Solusi Hidroponik akan menjadi program Kampung Mandiri di Lingkungan RT.06 RW.02 Perumahan Sukolilo Park Regency Surabaya. Solusi Hidroponik akhirnya dilaksanakan dengan kerjasama warga dilingkungan RT.06 RW.02 Perum Sukolilo Park Regency dengan dikomandani oleh Ketua RT setempat, mulai dari persiapan tempat, wadah, pembibitan, pemeliharaan pertumbuhan tanaman sampai dengan panen dibutuhkan waktu kurang lebih 1bulan. Adapun tanaman sayuran yang dibudidayakan secara hidroponik adalah tanaman kangkung.
Training to Develop Citizens' Skills in the Field of Welding to Support the Tourism Potential of Puthuk Panggang Welut Waterfall Budi, Hendri Budi Kurniyanto; Moh. Syaiful Amri; Imam Khoirul Rohmat; Muhamad Ari; Bachtiar; Mukhlis; Ruddianto; Alfriansyah Aditya; Rizha Agustian Dwi Susanto; Muhammad Saka Hafshah; Yuansa Septianto
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v7i2.15

Abstract

Konsumsi Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai nilai kompetitif, generatif, dan inovatif menjadi tuntutan penting dalam perkembangan zaman. Pengelasan, sebagai keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam industri modern, menjadi fokus dalam konteks ini. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam pengabdian masyarakat saat ini adalah kurangnya keterampilan dan pengetahuan dasar dalam bidang pengelasan. Dalam industri seorang tenaga kerja harus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja, termasuk dalam proses dan hasil pengelasan. Tantangan untuk menghasilkan kompetensi yang siap bersaing, maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja dalam hal ini adalah pelaksanaan pelatihan dan pengembangan keterampilan dasar pengelasan. Solusi yang ditawarkan atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu dengan mengadakan pelatihan dan pengembangan keterampilan dasar dalam bidang pengelasan bagi warga di desa Nogosari Pacet. Diharapkan dengan mengadakan pelatihan ini kompetensi profesionalisme warga desa dapat meningkat dalam bidang pengelasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi hasil kegiatan. Tahap persiapan dilakukan secara teknis dan non teknis untuk memastikan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan bisa bermanfaat dan tepat sasaran. Adapun materi yang akan disampaikan selama kegiatan pelatihan yaitu pengenalan tentang praktik dasar pengelasan serta melakukan praktik pengelasan. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan pelatihan secara intensif kepada warga desa dan dihasilkannya warga desa yang berkompeten dalam meningkatkan kualitas produk pengelasan yang dihasilkan dan diharapkan tercetaknya warga desa yang profesional dan berkualitas. Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Praktik Pengelasan, Warga Desa Nogosari
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bidang Pengelasan: Studi Kasus pada Proyek Pariwisata Desa Penanggungan Trawas Ari, Muhamad; Bachtiar; Wahyudi, Mohammad Thoriq; Amri, Moh. Syaiful; AL Amin, Mochammad Karim; Prastyawan, Rikat Eka; Hakim, Achmad Reyhan Fajar; Rohman, Muhammad Yuqal Abi
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v8i1.37

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam setiap jenis pekerjaan, terutama yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, seperti pengelasan. Pengelasan sering kali menimbulkan bahaya bagi pekerja dan lingkungan sekitarnya jika tidak didukung oleh penerapan K3 yang memadai. Di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kegiatan ekonomi masyarakat berkembang pesat, terutama dengan munculnya beberapa objek wisata. Dalam proses pembangunan infrastruktur proyek pariwisata, proses pengelasan menjadi salah satu metode yang banyak digunakan. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya K3 serta minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi isu krusial yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit kerja. Sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan sosialisasi K3 dengan fokus pada pengelasan, diikuti dengan pemberian APD kepada pekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam pekerjaan berisiko tinggi serta memberikan rekomendasi praktis dalam penerapan K3 di lapangan. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memicu peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam penggunaan APD guna mengurangi kecelakaan kerja dan meningkatkan kesehatan serta keselamatan para pekerja. Melalui program ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Analysis of welding time on microstructure, hardness, and torque of arc stud welding process Amri, Moh. Syaiful; Mukhlis, Mukhlis; Ari, Muhammad; Wibowo, Alvalo Toto; Isworo, Annas Dwi
Journal of Welding Technology Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v6i2.5739

Abstract

The manufacturing industry plays an important role in improving the national economy. One of the metal joining methods currently used is arc stud welding. Stud welding is used for welding bolts, which are useful for connecting parts in steel structures. This research was conducted with variations in current strength parameters of 200A, with welding times of 1, 2, and 3 seconds. The purpose of this research is to find the best parameters to determine the depth of penetration, heat-affected zone, and fusion zone of welding joints in A36 material. Macro testing results show that there are no defects such as cracks in the base metal, HAZ, or weld metal, meeting the ASME Sec. IX acceptance requirements. In addition, since the heat input remained within acceptable limits in the base metal areas of A36 and SS 304, the microtest results did not show significant changes. In the hardness test, the weld metal region obtained the highest value. The lowest average value was 192.85 HVN in the stud 1 specimen, while the highest average value was 195.37 HVN in the stud 3 specimen. The torque test shows that variations in welding time affect the torque strength; in specimen 3, it ranges from 50 Nm to 80 Nm.
Analisa Pengaruh Waktu Penahanan Pada Proses Quenching – Partitioning Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja Jis Sup 9A Muhammad Affandi; Muhamad Ari; Dika Anggara
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses heat treatment pada pembuatan pegas yang selama ini dilakukan oleh industri adalah prosesquenching – tempering, namun pada proses ini memiliki kekurangan yaitu menghabiskan waktu,biaya dan lain – lain. Dalam proses ini struktur mikro yang dihasilkan berupa martensit. Sehinggamaterial cenderung lebih getas. Sedangkan proses quenching – partitioning cenderung memakanwaktu dan biaya yang lebih sedikit. Struktur mikro yang dihasilkanpun berupa austenit sisa danmartensit.Melalui penelitian ini dilakukan perlakuan dengan metode quenching – partitioning kemudiandilakukan pengujian mekanik. Parameter yang digunakan adalah pada temperatur 225oC denganwaktu penahanan (holding time) 25, 50, 100 detik.Dari hasil penelitian didapatkan nilai kekuatan tarik rata – rata tertinggi pada variasi holdingtime 100 detik dengan nilai 1647,72 N/mm2 dan elongasi 1,99 %. Nilai kekerasan rata – ratatertinggi ada pada variasi holding time 100 detik dengan nilai sebesar 521,28 HV. Hasil pengujianimpact didapatkan nilai tertinggi pada variasi holding time 100 detik dengan nilai 0,078 J/mm2serta struktur mikro yang dihasilkan adalah austenite sisa dan martensite sedangkan pada variasi100 detik terdapat fasa baru yaitu fasa bainit. Metode ini menghasilkan kekuatan tarik dankekerasan yang lebih tinggi, namun nilai elongasinya kurang dari 9%, maka tidak memenuhistandar minimum nilai elongasi.
Pengaruh Temperatur Pemanasan dan Holding Time pada Proses Tempering terhadap Sifat Mekanik dan Laju Korosi Baja Pegas SUP 9A Alfidani Dwi Maharani; Muhamad Ari; Hendri Budi K
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembuatan pegas terdapat perlakuan panas yang dapat membentuk sifat mekanik material dari yang mudah patah maupun sangat kuat. Salah satu perlakuan panas tersebut adalah proses tempering. Dengan proses tempering maka suatu material dapat diperbaiki sifat mekaniknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sifat mekanik dan laju korosi material SUP 9A, dengan temperatur hardening 850oC selama 30 menit dan selanjutnya pendinginan cepat (quenching) ke dalam media oli. Kemudian tempering dengan temperatur 300oC, 400oC,500 oC dan 600oC dengan holding time 30 dan 60 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan, ketangguhan, tarik dan laju korosi. Semakin tinggi temperatur tempering yang digunakan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya menurun sedangkan nilai ketangguhan dan laju korosi semakin meningkat. Holding time 30 menit mempunyai nilai kekerasan dan nilai tarik yang lebih tinggi serta nilai laju korosi yang lebih rendah dibandingkan holding time 60 menit. Hasil variasi yang paling sesuai dengan standart JIS yaitu pada temperatur tempering 500 oC dan holding time 30 menit dengan nilai kekerasan 448,132 HVN, nilai ketangguhan 0,33 J/mm2, nilai kekuatan tarik 1333,754 Mpa dengan modulus resilien 17,050 Mpa dan laju korosi 1,0098 mm/yr.
Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas) Nur Azizah; Muhamad Ari; Ruddianto .
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tower dengan struktur rangka batang yang digunakan pada silo transport harus diketahuikekuatannya karena memiliki tinggi yang besar yaitu setinggi 33 m dan menerima gaya yang tidakhanya dari berat struktur itu sendiri. Selain dari catwalk, tower juga menerima beban dari angin.Analisis ini sangat penting agar dapat mengantisipasi kerusakan dan dapat memberikan referensidesain tower selanjutnya. Penelitian ini menganalisis kekuatan dari tower untuk catwalk dan chainconveyor pada silo dengan software yang berbasis metode elemen hingga, SolidWorks. Pemodelandidasarkan pada desain gambar kerja yang telah dibuat. Pembebanan diberikan berdasarkan beratdari catwalk dan chain conveyor yang ditumpu. Dari hasil simulasi dan analisis dapat diketahuibahwa besar tegangan maksimal yang bekerja pada konstruksi Tower oleh pembebanan yangditerima adalah 169.121 MPa. Besar defleksi maksimal yang terjadi pada konstruksi Tower olehpembebanan yang diterima adalah 30.233 mm. Konstruksi Tower sudah memenuhi standar yangditentukan karena nilai safety factor mendekati standar. Safety factor konstruksi minimal 1.5,sedangkan hasil simulasi safety factor terkecil adalah 1.48 dan terbesar 1.89 .