Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Desain Optimasi Rudder Pesawat Komersil Alaek Nu’man; Muhamad Ari; Pranowo Sidi
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rudder merupakan bagian control surface berengsel pada pesawat yang bergerak sebagaipengendali gerakan sumbu yaw pesawat. Pada perancangan struktur rudder diperlukan desainyang ringan namun kuat menahan beban struktur serta beban luar yang diterima rudder. Makadiperlukan optimasi desain agar memperoleh desain yang diharapkan.Dalam penelitian ini optimasi desain dilakukan menggunakan metode Taguchi dan analisaperhitungan kekuatan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak MSCPatran/Nastran. Optimasi desain diaplikasikan pada ketebalan pelat struktur rudder. Setiap bagiandalam struktur rudder dikelompokkan kedalam 13 kelompok atau faktor. Setiap faktor ini memiliki3 level ketebalan pelat yang berbeda. Dari kombinasi ketebalan pelat ini kemudian dirancangdesain eksperimen menggunakan metode taguchi. Selanjutnya desain eksperimen tersebutdiaplikasikan menggunakan metode elemen hingga untuk mengetahui tegangan yang terjadisehingga diketahui margin of safety struktur rudder pada kombinasi level tersebut. Selain itu jugadihitung massa struktur dalam setiap eksperimen yang dilakukan.Dengan optimasi menggunakan metode Taguchi dan metode elemen hingga dihasilkan kombinasiketebalan pelat yang optimal dengan margin of safety yang masih diizinkan. Dari hasil optimasi inididapatkan massa struktur sebesar 17,55715 Kg serta margin of safety 0,898 pada load case 9609dan 1,93 pada load case 11436. Dengan membandingkan dengan massa struktur rudder sebelumoptimasi didapatkan penurunan massa struktur sebesar 29,9 %.
Proses Produksi Pembuatan dan Perakitan Mesin Pencacah Plastik Vinky Try Octavia; Muhamad Ari; Fipka Bisono
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 2 No 1 (2018): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production process to build a machine must make some planning for the productionprocess to run effectively and efficiently. Production process is the activity of creating or addingusefulness product. Where the production process must be completed on time. Activity On Node(AON) method is a method used to create network planning in production process of a tool ormachine. Before creating a networked the first step is make group of activities undertaken during theproduction process. After that can determine the critical path in the production process. From thisstudy examines we learn how to create a network of plastic crusher machine by Activity On Node(AON) method. The results showed the production process and assembly of crusher plastic machineusing several machining processes such as turning, shaping, drilling and grinding. The assemblyprocess is done manually with the welding process. AON method (Activity On Node) got total workinghours equal to 114 hours that is 14.25 day and there are 9 critical path. The total cost requiredduring the production process of crusher plastic machine as a solution to reduce plastic waste is Rp.10.344.500,-.
Analisis Kekuatan terhadap Rencana Struktur Penyangga Helideck pada Bangunan Lepas Pantai Erlina Kusumawati; Muhamad Ari; Dhika Aditya Purnomo
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 2 No 1 (2018): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploration activities of the oil and gas are done in a long time, and usually this activities is done in deep sea and far from the maindland. To facilitate transportation then used helicopter, therefore the rig must be equipped with a helideck for helicopter landing. Helideck and the support structure are important elements of safety because of its role in emergency evacuation and normal operations. To meet the safety factor, helideck must have strong supporting structure, in accordance with the permitted material. So we need examine about the strength of plan support structure by doing load calculations as well as load simulation by Finite Element Methode when helicopter landing under normal conditions and emergency conditions. From the simulation and analysis results, it is known that the maximum stress applied to the helideck support structure when helicopter landing under normal conditions is 54,88 MPa and under emergency conditions is 65,22 MPa. The maximum deflection occuriing in the helideck support srtructure when helicopter landing under normal conditions is 14,45 mm and under emergency conditions is 17,19 mm. The helideck support structure is safe according to the criteria, since the safety factor simulation results when helicopter landing under normal conditions is 4,9 and under emergency conditions is 4,2 and the maximum deflection value that occurs is bellow the maximum allowable deflection value
Studi Estimasi Thermal dan Analisis Struktur Desain Brake Shoe Tanpa Coakan Kereta Penumpang dengan Metode Elemen Hingga Alivia Nur Fadhila; Anda Iviana Juniani; Muhamad Ari
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 8 No 1 (2024): Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/cdma.v8i1.2996

Abstract

Kereta api adalah suatu sarana perkeretaapian yang mempunyai tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun ditambah dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan atau sedang bergerak pada jalur kereta api yang berkaitan dengan perjalanan kereta api. Kereta ini terdiri dari beberapa komponen antara lain carbody, sistem rem, dan rangka bogie. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Elemen Hingga dimana metode tersebut digunakan untuk mengetahui keamanan desain sepatu rem. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan panas dan menganalisa desain struktur sepatu rem tanpa retak pada kereta penumpang dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM). Pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisis distribusi panas dan tekanan yang terjadi pada sepatu rem selama pengoperasian. Analisa menunjukkan nilai Static Stress Brake Shoe sebesar 0.0059112 MPa. Nilai termal sepatu rem tanpa retak adalah 50,905?C. Nilai faktor keamanan minimal PT INKA adalah 12. Dari hasil tersebut nilai faktor keamanan sepatu rem tanpa retak memenuhi syarat (aman). Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan desain sepatu rem yang lebih efisien dan andal untuk kereta penumpang.
Analisis Kuat Arus Dissimilar Welding Terhadap Metalografi, Nilai Kekerasan dan Uji Torsi Proses Arc Stud Welding Pada Produk Hopper Amri, Moh. Syaiful; Mukhlis; Bachtiar; Ari, Muhammad; Hamzah, Faiz; Wibowo, Alvalo Toto
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.35

Abstract

Industri manufaktur memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Salah satu metode penyambungan logam yang saat ini digunakan adalah pengelasan arc stud welding. Pengelasan stud sendiri digunakan untuk pengelasan baut yang berguna untuk menyambung bagian pada suatu kontruksi baja. Penelitian ini dilakukan dengan variasi parameter kuat arus 200A, 400A, dan 600A dengan waktu pengelasan 1 detik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan parameter terbaik untuk mengetahui kedalaman penetrasi, heat affected zone dan zona fusi sambungan pengelasan pada material A36, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan parameter yang ideal. Hasil pengujian makro menunjukkan bahwa tidak ada cacat seperti retak pada dasar logam, HAZ atau weld metal, atau cacat lainnya seperti persyaratan penerimaan ASME sec. IX. Selain itu, karena tidak ada masukan panas yang maksimal pada area dasar logam A36 dan SS 304, hasil pengujian mikro tidak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Pada pengujian hardness daerah weld metal memperoleh nilai tertinggi, dengan nilai rata-rata terendah 192,85 HVN pada spesimen stud 1, dan nilai rata-rata tertinggi pada spesimen stud 3 adalah 201,59 HVN. Pada pengujian torsi menujukan bahwa variasi kuat arus dan waktu pengelasan mempengaruhi besar nilainya uji torsi, pada spesimen 9 menunjukan mencapai kekuatan hingga 80 Nm.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bidang Pengelasan: Studi Kasus pada Proyek Pariwisata Desa Bachtiar; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Prastyawan, Rikat Eka; Mukhlis; Wahyudi, M. Thoriq; Ari, Muhamad; Munir, Moh. Miftachul; Kusminah, Imah Luluk; Andiana, Rocky; Augustino, Immanuel Freddy; Andika, Yudi; Sa'diyah, Rahmatus; Habibi, Tsaaqif Haani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.20927

Abstract

Meningkatkan pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial, terutama bagi pekerja yang terlibat dalam lingkungan kerja berisiko tinggi seperti proses pengelasan. Risiko kecelakaan di sektor ini tidak hanya berpotensi merusak material, tetapi juga dapat menyebabkan cedera serius hingga mengancam nyawa. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya tingkat kesadaran dan pengetahuan terkait keselamatan kerja, khususnya dalam bidang pengelasan. Untuk itu, pelatihan mengenai pengenalan dan penerapan K3 perlu dilakukan secara terstruktur guna membentuk tenaga kerja yang sehat, aman, dan profesional. Program pelatihan ini menyasar warga Desa Balun dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar K3 dalam pekerjaan pengelasan dan praktik penggunaan alat pelindung diri. Seluruh proses dipersiapkan dengan matang agar pelatihan berjalan efektif. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif di sektor pengelasan.
Analisis Kuat Arus Pengelasan Sambungan Tube to Tubesheet Stainless Steel Type 316L Terhadap Struktur Mikro, dan Kekerasan di Heat Exchanger Moh. Syaiful Amri; Bachtiar; Moh. Miftachul Munir; Mukhlis; Muhammad Ari; Mohammad Thoriq Wahyudi; Kurniawan, Ilham; Haruri, Rikko Harli
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.78

Abstract

Sambungan tube to tubesheet pada heat exchanger berperan penting dalam menjamin kinerja dan keandalan operasi. Variasi kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) memengaruhi heat input yang berdampak pada struktur mikro, struktur makro, dan sifat mekanik sambungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh arus 110 A, 130 A, dan 150 A pada sambungan tube SA-213 TP316L ke tubesheet SA-240 TP316L setelah tube expansion sebesar 8% sesuai standar TEMA edisi ke-11. Pengujian meliputi uji mikro, makro, dan kekerasan metode Vickers pada enam zona. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan arus meningkatkan heat input, memengaruhi lebar Heat Affected Zone (HAZ) dan morfologi butir. Arus 150 A menghasilkan fusi sempurna tanpa cacat makro, memperhalus butir pada zona las, serta memberikan kekerasan tertinggi 357,4 Kgf/mm2 pada area of expand, sedangkan kekerasan terendah 182,0 Kgf/mm2 tercatat pada base metal tube (110 A). Peningkatan kekerasan weld metal dari 200,8 Kgf/mm2 menjadi 225,8 Kgf/mm2 menandakan kontribusi heat input optimal dalam pembentukan butir halus. Nilai tinggi pada area of expand disebabkan strain hardening akibat proses ekspansi. Pemilihan arus optimal terbukti penting untuk integritas sambungan dan sifat mekanik yang baik.
Analysis of Tube Expansion Percentage on Microstructure and Hardness of 316L Stainless Steel Tube-to-Tubesheet Connections with GTAW Process Syaiful Amri, Moh.; Bachtiar, Bachtiar; Miftachul Munir, Moh.; Mukhlis, Mukhlis; Ari, Muhammad; Kurniawan, Ilham
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 5, No 2 (2025): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2025.v5i2.8161

Abstract

This study analyzes the effect of varying tube expansion percentages on the mechanical properties, microstructure, and hardness of SA-213 TP316L tubes joined to SA-240 TP316L tubesheets in a shell-and-tube type heat exchanger. The tube expansion process was carried out using a roller expander with three expansion levels: 4%, 8%, and 12%, followed by Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) at 150 A. Microstructural observations revealed that all joint zones were dominated by austenite with small amounts of delta ferrite, where increasing expansion percentages induced significant changes in the expand area: slight deformation at 4%, grain elongation at 8%, and pronounced grain distortion at 12%. Macrostructural observations showed perfect fusion between the tube and tubesheet for all variations, with no macro defects such as lack of fusion or porosity. Vickers hardness testing indicated the highest values in the expand area for all variations, with a maximum of 377 Kgf/mm², exceeding the standard limit of 250 Kgf/mm² for stainless steel. The hardness of the base metal was around 180 Kgf/mm², while the weld metal ranged from 220–230 Kgf/mm² due to delta ferrite formation. The increase in hardness in the expand area was attributed to cold working effects, indicating that post-tube expansion heat treatment is necessary to reduce residual stresses and restore the optimal mechanical properties of the material.
Integration of FMEA, LTA, and Fishbone Diagrams in the application of RCM II on KN–02 Gas Compressors Muhamad Ari; Anda Iviana Juniani; Tri Andi Setiawan; Bayu Wiro Karuniawan; Habib Ngumar Faruq; Anum Kusuma Lendie; Firhan Rafif Rizqullah
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i4

Abstract

Gas compressors are vital equipment in the oil and gas industry that function to maintain the smooth production and transportation of natural gas. Compressor failure can cause significant downtime, financial losses, and safety risks. This study aims to evaluate the maintenance policy of the KN-02 gas compressor at the Nibung Gas Compressor Station (SKG) using the Reliability Centered Maintenance II (RCM II) method. Engine fault data was collected in the period September–October 2024 and analyzed through Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), and Fishbone Diagram to identify critical failure modes and root causes. Furthermore, the proposed treatment strategy was formulated using the RCM II Decision Worksheet. The results of the analysis showed three critical components with the highest Risk Priority Number (RPN) values, namely cylinder oil supply failure (RPN = 671), valve suction/discharge (RPN = 662), and packing rod (RPN = 577). Based on the results of the LTA, the recommended types of maintenance include scheduled restoration, scheduled discard, and condition-directed maintenance. Fishbone's analysis indicates that the root cause comes from material wear factors, lubrication quality, and maintenance procedure errors. With the implementation of an RCM II-based maintenance strategy, compressor engine downtime is expected to be reduced by more than 40%, while improving the operational reliability of the system. This study confirms that RCM II is effective as a systematic approach in determining optimal oil and gas machinery maintenance policies.
Co-Authors Adhi Setiawan Alaek Nu’man Alfidani Dwi Maharani Alfinura Fajrin Alfriansyah Aditya Alivia Nur Fadhila Amar Sastra Adi Anda Iviana Juniani Andiana, Rocky Anum Kusuma Lendie Augustino, Immanuel Freddy Bachtiar Bachtiar Bachtiar Bayu Wiro Karuniawan Budi Prasojo Budi, Hendri Budi Kurniyanto Budianto Budianto Budianto Budianto Chelvin Sugiarto Dhika Aditya Purnomo Dika Anggara Edy Prasetyo Hidayat Edy Setiawan Endah Wismawati Eriek Wahyu Restu Widodo Erlina Kusumawati Faiz Hamzah, Faiz Fajar Astuti Hermawati Fajrin, Alfinura Fipka Bisono Firhan Rafif Rizqullah Galih Anindita Habib Ngumar Faruq Habibi, Tsaaqif Haani Hakim, Achmad Reyhan Fajar Haruri, Rikko Harli Hendri Budi K I Made Kastiawan Robert Firmandus, I Made Kastiawan I. K. Suastika Ilham Kurniawan Imam Khoirul Rohmat Indri Santiasih Isworo, Annas Dwi Kevin Satria Nugraha Kusminah, Imah Luluk Lukman Handoko M. Miftahul Munir M. Thoriq Wahyudi Meida Perwira Antartika Meida Perwira Antartika Miftachul Munir, Moh. Mochammad Karim Al Amin Moh. Miftachul Munir Moh. Syaiful Amri Mohammad Thoriq Wahyudi Muhammad Affandi Muhammad Saka Hafshah Mukhlis Mukhlis Mukhlis Munir, M. Miftahul Munir, Moh. Miftachul Nilasari, Arita Rochma Novi Eka Mayangsari Nur Azizah Pranowo Sidi Prastyawan, Rikat Eka Puguh Pribadhi Rega Kurniawan Rizha Agustian Dwi Susanto Rizki Noviana Damayanti Rohman, Muhammad Yuqal Abi Ruddianto Ruddianto . Sa'diyah, Rahmatus Subagio So’im Totok Yulianto Tri Andi Setiawan Vinky Try Octavia Wahyudi, Mohammad Thoriq Wibowo, Alvalo Toto Wiediartini Wiediartini Yuansa Septianto Yudi Andika Yunan Sadli Nasution