Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Desain Optimasi Rudder Pesawat Komersil Alaek Nu’man; Muhamad Ari; Pranowo Sidi
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rudder merupakan bagian control surface berengsel pada pesawat yang bergerak sebagaipengendali gerakan sumbu yaw pesawat. Pada perancangan struktur rudder diperlukan desainyang ringan namun kuat menahan beban struktur serta beban luar yang diterima rudder. Makadiperlukan optimasi desain agar memperoleh desain yang diharapkan.Dalam penelitian ini optimasi desain dilakukan menggunakan metode Taguchi dan analisaperhitungan kekuatan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak MSCPatran/Nastran. Optimasi desain diaplikasikan pada ketebalan pelat struktur rudder. Setiap bagiandalam struktur rudder dikelompokkan kedalam 13 kelompok atau faktor. Setiap faktor ini memiliki3 level ketebalan pelat yang berbeda. Dari kombinasi ketebalan pelat ini kemudian dirancangdesain eksperimen menggunakan metode taguchi. Selanjutnya desain eksperimen tersebutdiaplikasikan menggunakan metode elemen hingga untuk mengetahui tegangan yang terjadisehingga diketahui margin of safety struktur rudder pada kombinasi level tersebut. Selain itu jugadihitung massa struktur dalam setiap eksperimen yang dilakukan.Dengan optimasi menggunakan metode Taguchi dan metode elemen hingga dihasilkan kombinasiketebalan pelat yang optimal dengan margin of safety yang masih diizinkan. Dari hasil optimasi inididapatkan massa struktur sebesar 17,55715 Kg serta margin of safety 0,898 pada load case 9609dan 1,93 pada load case 11436. Dengan membandingkan dengan massa struktur rudder sebelumoptimasi didapatkan penurunan massa struktur sebesar 29,9 %.
Proses Produksi Pembuatan dan Perakitan Mesin Pencacah Plastik Vinky Try Octavia; Muhamad Ari; Fipka Bisono
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 2 No 1 (2018): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production process to build a machine must make some planning for the productionprocess to run effectively and efficiently. Production process is the activity of creating or addingusefulness product. Where the production process must be completed on time. Activity On Node(AON) method is a method used to create network planning in production process of a tool ormachine. Before creating a networked the first step is make group of activities undertaken during theproduction process. After that can determine the critical path in the production process. From thisstudy examines we learn how to create a network of plastic crusher machine by Activity On Node(AON) method. The results showed the production process and assembly of crusher plastic machineusing several machining processes such as turning, shaping, drilling and grinding. The assemblyprocess is done manually with the welding process. AON method (Activity On Node) got total workinghours equal to 114 hours that is 14.25 day and there are 9 critical path. The total cost requiredduring the production process of crusher plastic machine as a solution to reduce plastic waste is Rp.10.344.500,-.
Analisis Kekuatan terhadap Rencana Struktur Penyangga Helideck pada Bangunan Lepas Pantai Erlina Kusumawati; Muhamad Ari; Dhika Aditya Purnomo
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 2 No 1 (2018): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploration activities of the oil and gas are done in a long time, and usually this activities is done in deep sea and far from the maindland. To facilitate transportation then used helicopter, therefore the rig must be equipped with a helideck for helicopter landing. Helideck and the support structure are important elements of safety because of its role in emergency evacuation and normal operations. To meet the safety factor, helideck must have strong supporting structure, in accordance with the permitted material. So we need examine about the strength of plan support structure by doing load calculations as well as load simulation by Finite Element Methode when helicopter landing under normal conditions and emergency conditions. From the simulation and analysis results, it is known that the maximum stress applied to the helideck support structure when helicopter landing under normal conditions is 54,88 MPa and under emergency conditions is 65,22 MPa. The maximum deflection occuriing in the helideck support srtructure when helicopter landing under normal conditions is 14,45 mm and under emergency conditions is 17,19 mm. The helideck support structure is safe according to the criteria, since the safety factor simulation results when helicopter landing under normal conditions is 4,9 and under emergency conditions is 4,2 and the maximum deflection value that occurs is bellow the maximum allowable deflection value
Studi Estimasi Thermal dan Analisis Struktur Desain Brake Shoe Tanpa Coakan Kereta Penumpang dengan Metode Elemen Hingga Alivia Nur Fadhila; Anda Iviana Juniani; Muhamad Ari
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 8 No 1 (2024): Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/cdma.v8i1.2996

Abstract

Kereta api adalah suatu sarana perkeretaapian yang mempunyai tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun ditambah dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan atau sedang bergerak pada jalur kereta api yang berkaitan dengan perjalanan kereta api. Kereta ini terdiri dari beberapa komponen antara lain carbody, sistem rem, dan rangka bogie. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Elemen Hingga dimana metode tersebut digunakan untuk mengetahui keamanan desain sepatu rem. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan panas dan menganalisa desain struktur sepatu rem tanpa retak pada kereta penumpang dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM). Pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisis distribusi panas dan tekanan yang terjadi pada sepatu rem selama pengoperasian. Analisa menunjukkan nilai Static Stress Brake Shoe sebesar 0.0059112 MPa. Nilai termal sepatu rem tanpa retak adalah 50,905?C. Nilai faktor keamanan minimal PT INKA adalah 12. Dari hasil tersebut nilai faktor keamanan sepatu rem tanpa retak memenuhi syarat (aman). Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan desain sepatu rem yang lebih efisien dan andal untuk kereta penumpang.
Analisis Kuat Arus Dissimilar Welding Terhadap Metalografi, Nilai Kekerasan dan Uji Torsi Proses Arc Stud Welding Pada Produk Hopper Amri, Moh. Syaiful; Mukhlis; Bachtiar; Ari, Muhammad; Hamzah, Faiz; Wibowo, Alvalo Toto
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.35

Abstract

Industri manufaktur memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Salah satu metode penyambungan logam yang saat ini digunakan adalah pengelasan arc stud welding. Pengelasan stud sendiri digunakan untuk pengelasan baut yang berguna untuk menyambung bagian pada suatu kontruksi baja. Penelitian ini dilakukan dengan variasi parameter kuat arus 200A, 400A, dan 600A dengan waktu pengelasan 1 detik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan parameter terbaik untuk mengetahui kedalaman penetrasi, heat affected zone dan zona fusi sambungan pengelasan pada material A36, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan parameter yang ideal. Hasil pengujian makro menunjukkan bahwa tidak ada cacat seperti retak pada dasar logam, HAZ atau weld metal, atau cacat lainnya seperti persyaratan penerimaan ASME sec. IX. Selain itu, karena tidak ada masukan panas yang maksimal pada area dasar logam A36 dan SS 304, hasil pengujian mikro tidak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Pada pengujian hardness daerah weld metal memperoleh nilai tertinggi, dengan nilai rata-rata terendah 192,85 HVN pada spesimen stud 1, dan nilai rata-rata tertinggi pada spesimen stud 3 adalah 201,59 HVN. Pada pengujian torsi menujukan bahwa variasi kuat arus dan waktu pengelasan mempengaruhi besar nilainya uji torsi, pada spesimen 9 menunjukan mencapai kekuatan hingga 80 Nm.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bidang Pengelasan: Studi Kasus pada Proyek Pariwisata Desa Bachtiar; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Prastyawan, Rikat Eka; Mukhlis; Wahyudi, M. Thoriq; Ari, Muhamad; Munir, Moh. Miftachul; Kusminah, Imah Luluk; Andiana, Rocky; Augustino, Immanuel Freddy; Andika, Yudi; Sa'diyah, Rahmatus; Habibi, Tsaaqif Haani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.20927

Abstract

Meningkatkan pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial, terutama bagi pekerja yang terlibat dalam lingkungan kerja berisiko tinggi seperti proses pengelasan. Risiko kecelakaan di sektor ini tidak hanya berpotensi merusak material, tetapi juga dapat menyebabkan cedera serius hingga mengancam nyawa. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya tingkat kesadaran dan pengetahuan terkait keselamatan kerja, khususnya dalam bidang pengelasan. Untuk itu, pelatihan mengenai pengenalan dan penerapan K3 perlu dilakukan secara terstruktur guna membentuk tenaga kerja yang sehat, aman, dan profesional. Program pelatihan ini menyasar warga Desa Balun dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar K3 dalam pekerjaan pengelasan dan praktik penggunaan alat pelindung diri. Seluruh proses dipersiapkan dengan matang agar pelatihan berjalan efektif. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif di sektor pengelasan.
Analisis Kuat Arus Pengelasan Sambungan Tube to Tubesheet Stainless Steel Type 316L Terhadap Struktur Mikro, dan Kekerasan di Heat Exchanger Moh. Syaiful Amri; Bachtiar; Moh. Miftachul Munir; Mukhlis; Muhammad Ari; Mohammad Thoriq Wahyudi; Kurniawan, Ilham; Haruri, Rikko Harli
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.78

Abstract

Sambungan tube to tubesheet pada heat exchanger berperan penting dalam menjamin kinerja dan keandalan operasi. Variasi kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) memengaruhi heat input yang berdampak pada struktur mikro, struktur makro, dan sifat mekanik sambungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh arus 110 A, 130 A, dan 150 A pada sambungan tube SA-213 TP316L ke tubesheet SA-240 TP316L setelah tube expansion sebesar 8% sesuai standar TEMA edisi ke-11. Pengujian meliputi uji mikro, makro, dan kekerasan metode Vickers pada enam zona. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan arus meningkatkan heat input, memengaruhi lebar Heat Affected Zone (HAZ) dan morfologi butir. Arus 150 A menghasilkan fusi sempurna tanpa cacat makro, memperhalus butir pada zona las, serta memberikan kekerasan tertinggi 357,4 Kgf/mm2 pada area of expand, sedangkan kekerasan terendah 182,0 Kgf/mm2 tercatat pada base metal tube (110 A). Peningkatan kekerasan weld metal dari 200,8 Kgf/mm2 menjadi 225,8 Kgf/mm2 menandakan kontribusi heat input optimal dalam pembentukan butir halus. Nilai tinggi pada area of expand disebabkan strain hardening akibat proses ekspansi. Pemilihan arus optimal terbukti penting untuk integritas sambungan dan sifat mekanik yang baik.