Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kritik Syeikh Abdul Halim Mahmud terhadap Sekte-Sekte Syiah: Antara Sejarah, Akidah, dan Tafsir Nuraini; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rbpedr69

Abstract

This study examines the critical perspective of Shaykh Abdul Halim Mahmud, the Grand Shaykh of Al-Azhar, on various Shia sects, particularly in terms of theology and interpretive methodology. He differentiates between extremist and moderate Shia groups and rejects the generalization of declaring all Shia as disbelievers. Using a qualitative approach and literature study of his major work, Al-Tafkīr al-Falsafī fī al-Islām, Mahmud highlights Shia exegesis that relies heavily on infallible Imams and esoteric interpretations, which he considers deviations from the outward meaning of the Qur'an. He classifies Shia sects from the extreme Ghulat, Imamiyah and Ismailiyah, to the more moderate Zaydiyyah, which he views as closer to Ahlus Sunnah. Mahmud presents his views through a scholarly and non-provocative approach, contributing to a broader understanding of intra-Muslim pluralism. His critique holds not only academic value but also strategic significance in mitigating sectarian conflict and promoting constructive inter-sectarian dialogue..
Kritik Fanatisme: Studi Kitab Risālah Ahl Al-Sunnah Wa Al-Jamā’ah dalam Membangun Harmonisasi Masyarakat Dendi Irwansa; Halimatussadiyah; Pathur Rahman; Kusnadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fve1w033

Abstract

Risālah ahl al-sunnah wa al-jamā’ah merupakan buku yang ditulis oleh kyai Hasyim Asy’ari tentang pemikiran ahl al-sunnah wa al-jamā’ah, berupa pendasaran terhadap nilai-nilai yang digunakan oleh kelompok ahl al-sunnah. Di sisi lain, buku ini juga adalah bentuk semangat dalam membangun harmonisasi pada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk perlawanan terhadap kaum fanatisme yang menganggap sesat hingga sampai mengkafirkan kelompok lainnya. Sehingga, fanatisme seperti ini dapat merusak kerukunan yang menjadi tantangan bagi masyarakat (society) plural karena dapat menimbulkan permusuhan antar kelompok. Hal inilah yang akan menjadi titik tekan dari penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didasarkan pada literatur buku maupun penelitian yang telah dilakukan (library-reseacrh) dengan menggunakan metode deskriptif-deduktif, bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum-kaum fanatisme yang dapat merusak kerukunan masyarakat, hingga dampak-dampak dari fanatisme. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur masyarakat pluralis dalam menjaga kerukunan.
Tafsir Komparatif Ayat Kepemimpinan Kesetaraan Gender (Analisis Pemikiran Mufassir Nusantara dan Mufassir Melayu) M Irham Jaelani; Halimatussa’diyah; Pathur Rahman
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pemikiran mengenai ayat kepemimpinan dalam konteks kesetaraan gender antara mufassir Nusantara dan mufassir Melayu. Melalui pendekatan tafsir komparatif, penelitian ini mengkaji bagaimana kedua kelompok mufassir ini menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan isu gender. Dalam hal ini mufassir Nusantara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah KH. Bisri Musthofa dan Buya Hamka dari sisi mufassir Melayu. Fokus utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam interpretasi serta memahami faktor-faktor historis, budaya, dan sosial yang mempengaruhi pemikiran mereka. Data diperoleh melalui analisis teks tafsir dari berbagai sumber utama yang dihasilkan oleh mufassir dari kedua wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun terdapat perbedaan dalam konteks budaya dan latar belakang sosial, ada beberapa kesamaan dalam pendekatan mereka terhadap isu kesetaraan gender. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir gender dan menyediakan wawasan baru bagi upaya-upaya dalam mempromosikan kesetaraan gender dalam masyarakat Muslim di kawasan Nusantara dan Melayu.
Manajemen Konflik dalam Pernikahan: Analisis Surah An-Nisā’ Ayat 34-35 Muhammad Soleh; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rvayqt37

Abstract

Pernikahan adalah ikatan yang menyatukan dua insan yang berbeda menjadi satu.  Hal ini sering menyebabkan muncul konflik di dalamnya.  Oleh karenanya, manajemen konflik dalam pernikahan adalah suatu hal yang sangat penting. Tulisan ini akan mengkaji manajemen konflik dalam pernikahan dari sudut pandang Al-Qur'an surah An-Nisā' ayat 34-35. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis dengan pendekatan konflik manajemen Thomas-Kilmann. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa ada lima model managemen konflik yang ditemukan dalam An-Nisā' ayat 34-35, yaitu collaborating (menentukan kesepakatan bersama), competing (suami mendominasi istri), avoiding (menghindar), accomodating (mengalah dan berkorban), dan compromising (menyesuaikan keinginan). Selain itu, ditemukan juga bahwa tingkat penyelesaian konflik meliputi penyelesaian konflik yang dilakukan sendiri oleh suami-istri, melalui perwakilan, dan peran serta masyarakat dalam proses menyelesaikan sengketa konflik dalam pernikahan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Q.S Al-Hujurat Ayat 9-13 Studi Analisis Tafsir An-Nuur) Cici Noviana; Pathur Rahman; Halimatussa’diyah; Nurul Ahmadi
Al-Dirayah Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksnakan untuk membahas mengenai; 1) nilai-nilai pendidikan multicultural yang terdapat pada QS.al-hujurat ayat 9-13, 2) serta bagaimana cara mengimplementasi pendidikan multicultural yang sesuai dengan pendidikan islam. Penelitian disini menggunakan jenis penelitian kepustakaan sedangkan dalam membahas konflik yang akan dibahas menggunakan metode tafsir maudlu'I dan menggunakan teori pendekatan pendidikan multicultural, sehingga akhirnya penelitian ini menginformasikan bahwa pendidikan multikultural adalah pendidikan yang bentul-betul memiliki keberagaman dalam beragam suku, ras, agama yang mana semuanya berhak mendapatkan yang hak sama. Sebagimana Al-Qur'an telah menyatakan bahwasannya orang yang bertakwalah yang muliah disisi Allah Swt. dalam Al-Qur’an juga melarang untuk tidak berbuat jahat atau bermusuhan karna akan membuat perselisihan, sebab itu harus mengedepankan prinsipprinsip dasar toleransi sosial. Dalam QS. al-Hujurat yang mana dari ayat 9-13, mengandung Nilai-nilai multikulturalisme yakni; kita harus memupuk sifat kekeluargaan meskipun berbeda, sikap Menghargai dan Menghormati, Menjauhi sikap prasangka, dan memiliki sikap Terbuka, harus Menumbuhkan sikap Inklusivitas, menciptakan sikap toleransi, dan harus selalu menaikkan keimanan pada Allah Swt, sehingga sikap multikulturar dalam dunia pendidikan dapat dihadirkan melalui mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan dalam mata pelajaran sekolah sehingga dapat mencipkan generasi yang memiliki sikap yang multicultural.
HIKMAH ASMA’UL HUSNA DIAKHIR AYAT AL-QUR’AN (Memahami Makna Ar-Razᾱq dan Implikasinya Pada Generasi Sandwich) Ayu Annisa; Pathur Rahman; Deden Mula Saputra
Al-Dirayah Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami hikmah penggunaan Asmaul Husna, khususnyapemahaman terhadap nama ar-Razᾱq, yang muncul pada akhir ayat Al-Qur'an. Fokuspenelitian ini terutama difokuskan pada implikasi pemahaman tersebut terhadap generasisandwich, yaitu generasi yang berada di antara tanggung jawab merawat orang tua danmerawat anak-anak mereka sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teksAl-Qur'an dan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahamanmendalam terhadap Asmaul Husna, khususnya ar-Razᾱq, dapat memberikan wawasan yangmendalam tentang konsep rezeki dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Implikasipemahaman ini pada generasi sandwich dapat memperkaya perspektif mereka terhadap peranmereka sebagai penyedia rezeki dan pengelola tanggung jawab keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an dan menggali potensi pengaruh positifnya terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks generasi sandwich. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantumasyarakat, terutama generasi sandwich, untuk mengelola peran mereka dengan penuhkesadaran dan memahami konsep rezeki secara holistik.
Salam dalam Al-Qur'an dan Budaya Tutur Wong Palembang: Studi Media terhadap Varian Redaksi dan Implementasi Ajaran Qur'ani Khoiriyyah, Khofawati; Pathur Rahman; Rahmat Hidayat
JOM Vol 5 No 1 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i1.4651

Abstract

This research examines the dynamics of greeting perceptions in the Quran and its implementation in the spoken culture of Wong Palembang. The study aims, firstly, to describe the variations in greeting formulations in the spoken culture of Wong Plembang; secondly, to analyze the implementation of Quranic injunctions regarding greetings in the spoken culture of Wong Palembang. Employing a qualitative approach with media study methods, data were collected through discourse analysis of conversation texts and audiovisual documentation related to greeting culture in Palembang. Research instruments included discourse analysis guidelines and observation sheets. Data analysis utilized techniques of meaning and context interpretation. Findings reveal differences in greeting formulations. Palembang society exhibits distinct greeting pronunciations, such as abbreviating phrases like salamlekom, shifting salutation phrases like samlekom, and lekom, and incorporating Palembang's unique phrase assalamualaekom. Greetings in Palembang spoken culture are expressed rapidly. This study contributes significantly to understanding the dynamics of greetings perception in the Quran and its local cultural implementation. It also highlights the uniqueness of Palembang's spoken culture in greeting expressions and explores the meaning and implications of humor in Palembang's cultural context.
Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Lingkungan dan Sains Ahmed Hafiz Al Fikri; Pathur Rahman
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0estx214

Abstract

This study aims to compare the interpretation of environmental and scientific verses in the Quran. This study uses a literature study approach. The results show that a comparison between environmental and scientific verses in the Quran demonstrates a complementary relationship. Scientific verses (kawniyah) reveal signs of God's greatness through the creation of nature, which encourages humans to think and research. Environmental verses (tasyri'iyah) provide an ethical and moral foundation for humans as caliphs to protect and preserve nature. The integration of the two produces a holistic understanding: scientific knowledge of nature should strengthen ethical awareness to protect it, not become a tool for its exploitation. A comparison of interpretations from various commentators, both classical and modern, proves that the Quran is a book that is timelessly relevant, able to adapt to scientific advances without losing its spiritual and ethical values.
COMPARISON OF CLASSICAL AND MODERN INTERPRETATIONS IN THE INTERPRETATION OF THE QUR'AN Kgs M. Choirul Muchlis; Mutawakkil Faqih; Pathur Rahman; Abdur Rahman Nor Afif Hamid; Nanang Lidwan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the comparison between classical and modern exegetical approaches within the Qur’anic interpretive tradition. Classical tafsir is primarily rooted in authoritative narrations through tafsir bi al-ma’tsur and tafsir bi al-ra’yi, emphasizing chains of transmission, linguistic analysis, and the views of early Muslim scholars. In contrast, modern tafsir emerged in response to socio-political and intellectual changes in the 19th and 20th centuries, with figures such as Muhammad Abduh and Rashid Rida leading the movement. Modern exegetical approaches highlight contextual, thematic, and maqashid-based interpretations aimed at addressing contemporary societal challenges, including social issues, scientific developments, and humanistic concerns. This study concludes that the primary distinction between these approaches lies in their interpretive orientation: classical tafsir is textual and traditional, whereas modern tafsir is rational, dynamic, and attuned to the realities of modern life. Nevertheless, both approaches contribute significantly to the evolving epistemology of Qur’anic interpretation and collectively enrich the understanding of the Qur’an’s universal message.