Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS KONSEP SEKALA DAN NISKALA PADA PEWARNA ALAMI TENUN CEPUK DI NUSA PENIDA Udiyani, Ni Made Santi; Sunarya, Yan Yan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.496 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.742

Abstract

Agama dan kepercayaan merupakan aspek yang sangat fundamental di Bali. Masyarakat Hindu Bali pada dasarnya memiliki konsep sekala dan Niskala dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini bersifat dikotomis antara sekala yang dapat dirasakan melalui panca indra atau faktual dan niskala atau kekuatan yang tidak terlihat, namun keberadaannya merupakan bentuk keseimbangan yang tidak terpisahkan. Konsep sekala dan niskala menjadi dasar gagasan masyarakat Bali dalam berbagai bidang kesenian salah satunya kriya tenun Cepuk di Nusa Penida. Terletak di selatan pulau Bali, pulau Nusa Penida terkenal dengan tenun Cepuk sebagai jenis kain sakral atau Bebali. Tenun Cepuk umumnya memiliki empat warna yaitu merah, biru atau hitam dan kuning dengan warna merah sebagai latar kain. Penggunaan pewarna alami kini hanya berfokus sebagai pelestarian lingkungan dan kurang diikuti konservasi nilai kearifan lokal mengenai filosofi penggunaan warna alami pada tenun Cepuk. Penelitian ini menganalisis konsep sekala dan niskala yang terkait dengan pewarna alami pada tenun Cepuk di Nusa Penida. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan estetik kearifan lokal sehingga dapat menjelaskan pemaknaan pewarna alami pada tenun Cepuk serta keterkaitanya dengan konsep sekala dan niskala. Penelitian ini dijelaskan secara deskriptif serta pengumpulan data dilakukan dengan studi litertatur dan observasi dan wawancara.
REGENERASI BATIK DALAM INOVASI DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KONTEMPLATIF DI GIRILAYU nurcahyanti, desy; Sachari, Agus; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6037

Abstract

Regenerasi tradisi memerlukan usaha, cara, dan langkah cerdas agar dapat diteruskan oleh generasi berikutnya serta memiliki nilai adaptif tinggi terhadap perkembangan zaman. Format tradisi khas perlu dieksplorasi untuk mengekstraksi potensi terbaik sehingga mampu menjadi penopang hidup masyarakat dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan memberi kontribusi bagi pembangunan negara. Langkah nyata telah diwujudkan oleh para perempuan pembatik di Girilayu Karanganyar Jawa Tengah. Regenerasi batik di wilayah Girilayu menemui kendala dari putra-putri para pembatik yang mulai enggan melanjutkan usaha turun temurun dari orang tua atau pendahulu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksi aktivitas dan kreativitas pembatik perempuan di Girilayu sehingga mampu melakukan regenerasi tradisi batik kepada generasi penerusnya melalui inovasi desain batik. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan etnografi, yang mampu menghasilkan data objektif dan detail dari para pelaku secara langsung tanpa intervensi. Perempuan pembatik di Girilayu memiliki peran penting dalam regenerasi batik di Girilayu. Para perempuan pembatik melakukan pembagian tugas atau diversifikasi khusus pada generasi muda untuk reka kreasi motif baru dengan inspirasi atau basis kreasi dari potensi unggulan kearifan lokal Girilayu. Motif baru hasil inovasi desain generasi penerus pembatik Girilayu ditinjau dari aspek sejarah, estetika visual, dan sosial merupakan abstraksi nilai-nilai semangat dari para pembatik dan masyarakat Girilayu.Arts