Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KONSEP SEKALA DAN NISKALA PADA PEWARNA ALAMI TENUN CEPUK DI NUSA PENIDA Udiyani, Ni Made Santi; Sunarya, Yan Yan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.496 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.742

Abstract

Agama dan kepercayaan merupakan aspek yang sangat fundamental di Bali. Masyarakat Hindu Bali pada dasarnya memiliki konsep sekala dan Niskala dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini bersifat dikotomis antara sekala yang dapat dirasakan melalui panca indra atau faktual dan niskala atau kekuatan yang tidak terlihat, namun keberadaannya merupakan bentuk keseimbangan yang tidak terpisahkan. Konsep sekala dan niskala menjadi dasar gagasan masyarakat Bali dalam berbagai bidang kesenian salah satunya kriya tenun Cepuk di Nusa Penida. Terletak di selatan pulau Bali, pulau Nusa Penida terkenal dengan tenun Cepuk sebagai jenis kain sakral atau Bebali. Tenun Cepuk umumnya memiliki empat warna yaitu merah, biru atau hitam dan kuning dengan warna merah sebagai latar kain. Penggunaan pewarna alami kini hanya berfokus sebagai pelestarian lingkungan dan kurang diikuti konservasi nilai kearifan lokal mengenai filosofi penggunaan warna alami pada tenun Cepuk. Penelitian ini menganalisis konsep sekala dan niskala yang terkait dengan pewarna alami pada tenun Cepuk di Nusa Penida. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan estetik kearifan lokal sehingga dapat menjelaskan pemaknaan pewarna alami pada tenun Cepuk serta keterkaitanya dengan konsep sekala dan niskala. Penelitian ini dijelaskan secara deskriptif serta pengumpulan data dilakukan dengan studi litertatur dan observasi dan wawancara.
REGENERASI BATIK DALAM INOVASI DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KONTEMPLATIF DI GIRILAYU nurcahyanti, desy; Sachari, Agus; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6037

Abstract

Regenerasi tradisi memerlukan usaha, cara, dan langkah cerdas agar dapat diteruskan oleh generasi berikutnya serta memiliki nilai adaptif tinggi terhadap perkembangan zaman. Format tradisi khas perlu dieksplorasi untuk mengekstraksi potensi terbaik sehingga mampu menjadi penopang hidup masyarakat dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan memberi kontribusi bagi pembangunan negara. Langkah nyata telah diwujudkan oleh para perempuan pembatik di Girilayu Karanganyar Jawa Tengah. Regenerasi batik di wilayah Girilayu menemui kendala dari putra-putri para pembatik yang mulai enggan melanjutkan usaha turun temurun dari orang tua atau pendahulu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksi aktivitas dan kreativitas pembatik perempuan di Girilayu sehingga mampu melakukan regenerasi tradisi batik kepada generasi penerusnya melalui inovasi desain batik. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan etnografi, yang mampu menghasilkan data objektif dan detail dari para pelaku secara langsung tanpa intervensi. Perempuan pembatik di Girilayu memiliki peran penting dalam regenerasi batik di Girilayu. Para perempuan pembatik melakukan pembagian tugas atau diversifikasi khusus pada generasi muda untuk reka kreasi motif baru dengan inspirasi atau basis kreasi dari potensi unggulan kearifan lokal Girilayu. Motif baru hasil inovasi desain generasi penerus pembatik Girilayu ditinjau dari aspek sejarah, estetika visual, dan sosial merupakan abstraksi nilai-nilai semangat dari para pembatik dan masyarakat Girilayu.Arts
REPRESENTASI KOMUNIKASI NON-VERBAL KARAKTER TULI YUKI ITOSE DALAM ANIME YUBISAKI TO RENREN Cahyaningtyas, Monica; Utomo, Drajatno Widi; Sunarya, Yan Yan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 03 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v11i03.12332

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi keberdayaan komunikasi karakter Tuli bernama Yuki Itose dalam anime Yubisaki to Renren. Latar belakang penelitian ini adalah adanya laporan tentang representasi yang kurang tepat dan stereotipikal terhadap karakter Tuli di media, seperti digambarkan sebagai objek yang dikasihani dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana anime Yubisaki to Renren menggambarkan karakter Tuli yang berdaya, utuh, positif, dan menampilkan kesehariannya, serta bagaimana ia berkomunikasi dan menjalin relasi dengan teman-teman Dengarnya di kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teori representasi Stuart Hall dan pendekatan konstruksionis. Data dianalisis melalui bahasa visual dengan konstruksi konvensi sosial dan kode-kode budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yuki menggunakan bahasa isyarat Nihon Taiou Shuwa (Signed Japanese) sebagai bahasa utama,  ekspresi wajah, dan gestur yang melengkapi dan mengubah makna. Selain itu, terdapat gestur dan ekspresi umum yang diperlihatkan Yuki. Kesimpulannya, komunikasi non-verbal dalam anime ini tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menggambarkan dinamika relasi, emosi, dan konteks budaya. Hal ini menampilkan karakter Yuki yang utuh dan mampu berkomunikasi dengan lancar dengan teman-teman yang tidak Tuli. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan sarana edukasi bagi penonton non-disabilitas, sehingga stigma negatif terhadap komunitas Tuli dapat dihilangkan.
Nature Inspired Fashion: The Design of Patterned Fabrics Inspired by the Ylang-Ylang (Cananga odorata) Flower with the Application of Fragrance Microencapsulation using Biomimicry Indriani, Innamia; Canthika Noor Ramadhania Henesh, Qyara; Ratu Falysha, Jauza; Puspa Indira Bhatari, Ratu; Seroga Bara Pramesta, Daniel; Az-Zahra, Hasya; Budi Nugraha, Ashari; Ilma Sakina, Sabrina; Sunarya, Yan Yan
Journal of Visual Art and Design Vol. 17 No. 2 (2025): In Progress
Publisher : ITB Journal Publisher, DRPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.vad.2025.17.2.1

Abstract

Innovation in fragrance textiles reflects growing awareness of health, well-being, and aesthetic value. Nature has long served as a source of inspiration for designers and researchers, offering guidance for product innovation. Scents and fragrances are known to contribute positively to human well-being, and advances in textile technology have enabled the application of fragrance finishes through microencapsulation techniques. While visual appearance and fabric durability remain primary considerations for consumers, floral patterns—among the oldest and most favored textile design elements—continue to play an important role. This research employs mixed qualitative and quantitative methods to develop specialized textile products in the form of flower-patterned fabrics inspired by traditional Indonesian flora, specifically ylang-ylang (Cananga odorata). The study applies a biomimicry approach by using the ylang-ylang flower as both a visual and olfactory reference in textile design. Pattern development was combined with fragrance incorporation using a microencapsulation technique with PEG 6000 as the encapsulating agent. The resulting textile features a ylang-ylang floral pattern and releases a distinctive scent resembling the natural flower in bloom. This approach demonstrates the potential of integrating visual and sensory elements in textile design and supports future development of fragrance textile products to enhance consumer engagement.