Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

ANALISIS METODE PENGELASAN SMAW TERHADAP LAJU KOROSI DAN NILAI KEKERASAN PADA BAJA KARBON RENDAH AISI 1020 Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan logam yang paling umum digunakan sebagai bahan struktur bangunan. Perakitan profil baja menjadi suatu elemen struktur yang paling efektif dan murah adalah dengan metode pengelasan. Oleh karena itu dibutuhkan baja yang memiliki mampu las yang baik seperti baja AISI 1020. Meskipun demikian, saat dilakukan pengelasan terjadi perubahan struktur mikro dan tegangan sisa yang akan mempengaruhi ketahanan terhadap korosinya.Penelitian ini mengkaji pengaruh proses pengelasan baja AISI 1020 terhadap ketahanan korosi pada air laut. Proses pengelasan menggunakan metode SMAW, kuat arus 60, tegangan 20-26 V dan elektroda las RD460. Spesimen uji korosi berupa pelat tepat diambil pada bagian yang terdapat base metal, HAZ dan weld metal. Media korosi berupa air laut yang diambil dari Pantai Marina Semarang Jawa Tengah.Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa fasa yang terdapat pada spesimen adalah ferit dan perlit. Nilai rata-rata kekerasan pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal berurutan sebesar 197 HV, 175,67 HV, dan 175 HV. Hasil uji korosi menunjukkan bahwa laju korosi sebesar 0,21393 mmpy.
PENGARUH KEKASARAN STAINLESS STEEL TIPE 304 YANG DIGUNAKAN UNTUK KAWAT ORTODONTIK TERHADAP LAJU KOROSI PADA LARUTAN SALIVA BUATAN Sianipar, Daniel; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern ini, semakin tinggi populasi individu di seluruh dunia termasuk Indonesia yang mengalami masalah gigi yang tidak rata, baik pria maupun wanita. Kawat ortodonti, yang juga dikenal sebagai archwire, adalah komponen krusial dari perangkat ortodonti tetap yang bertujuan untuk memindahkan gigi ke posisi yang diinginkan. Kawat ortodonti dari bahan stainless steel adalah jenis yang termasuk paling umum dipergunakan dalam perawatan ortodontik saat sekarang ini, karena keunggulan seperti ketahanan terhadap korosi. Salah satu jenis material yang dipakai yaitu stainless steel 304. Kawat stainless steel 304 terus terpapar langsung dengan saliva di dalam mulut dan rentan terhadap korosi, sehingga dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode kekurangan berat (weight loss) yang di rendam dalam larutan saliva buatan dan juga metode polarisasi linier yang menggunkan larutan saliva buatan sebagai larutan penguji. Tujuannya adalah untuk memahami perbedaan laju korosi tergantung pada tingkat kekasaran permukaan dan apakah bahan stainless steel 304 cocok untuk digunakan dalam perangkat ortodontik. Perbedaan tingkat kekasaran permukaan pada stainless steel 304 memiliki dampak terhadap laju korosi dari spesimen tersebut. Misalnya, material dengan tingkat kekasaran 0,226 µm memiliki laju korosi 0,048mm/tahun setelah direndam dalam larutan saliva buatan selama delapan minggu dengan penerapan metode weight loss, sementara permukaan yang tingkat kekasarannya 0,120 µm memiliki laju korosi 0,013 mm/tahun. Hasil dari metode polarisasi linier menunjukkan bahwa pada material dengan tingkat kekasaran 0,147 µm memiliki laju korosi spesimen 0,038338 mm/tahun, sedangkan pada tingkat kekasaran 0,093 µm memiliki laju korosi 0,0009178 mm/tahun. Hasil tersebut menggambarkan bahwa semakin halus permukaan dari spesimen, laju korosinya semakin kecil. Dengan demikian, stainless steel 304 layak digunakan sebagai bahan pembuatan kawat ortodonti jika tingkat kekasaran permukaannya tidak lebih dari 0,120 µm.
PENGARUH KOMPOSISI POLYCAPROLACTONE (PCL) DAN POLYLACTIC ACID (PLA) TERHADAP LAJU DEGRADASI PADA CAMPURAN POLIMER BIODEGRADABLE PCL-PLA Sutopo, Farrel Rico Alifta; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan logam sebagai bahan implan tulang masih memiliki kekurangan, yang mana logam memiliki sifat nonbiodegradable yang berarti tidak dapat terurai secara alami oleh tubuh. Sehingga penggunaan implan logam memerlukan prosedur bedah kedua untuk melepas implan, yang dapat meningkatkan biaya pengobatan. Selain itu, implan logam memiliki modulus elastisitas yang jauh lebih besar daripada tulang. Oleh karena itu penggunaan campuran polimer biodegradable dalam pembuatan implan tulang menjadi sangat berpotensi, karena kemampuannya untuk terurai dalam tubuh tanpa memerlukan tindakan pengangkatan tambahan. Contoh poimer biodegradable yang sering digunakan adalah Polylactic acid (PLA), Polycaprolactone (PCL). Pada penelitian ini, pembuatan campuran PCl-PLA dilakukan dengan menggunakan metode solvent casting, dengan pelarut yang digunakan adalah acetone, dan variasi komposisi perbandingan PCL/PLA yang digunakan adalah 100/0, 80/20, 60/40, 50/50, 40/60, 20/80, 0/100. Hasil pencampuran PCL-PLA dilakukan karakterisasi dengan pengujian densitas, degradasi, dan makrostruktur. Dari hasil pengujian densitas pengukuran didapatkan bahwa variasi komposisi 60 PCL/40 PLA memiliki nilai densitas tertinggi yaitu dengan nilai densitas sebesar 1,93 gr/cm3. Kemudian pada pengujian degradasi dilakukan dengan dua metode metode perendaman yaitu, perendaman langsung dan setiap minggu. Dari hasil pengujian degradasi dengan metode perendaman setiap minggu didapatkan komposisi 100% PCL memiliki nilai degradasi tertinggi, untuk perhitungan kehilangan massa didapatkan nilai sebesar 19,68% dan perhitungan degradation rate sebesar 0,0046 mmpy. Sedangkan pada perendaman langsung komposisi 100% PLA memiliki nilai degradasi tertinggi, untuk perhitungan kehilangan massa didapatkan nilai sebesar 6,19%, dan perhitungan degradation rate sebesar 0,0004 mmpy.
STUDI KEKUATAN TARIK DAN TEKUK LOCKING COMPRESSION PLATE (LCP) HASIL 3D PRINTING Al Azis, Bimasakti Sulthan; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang manusia sulit diperbaiki secara alami, dan operasi diperlukan untuk kerusakan serius. Cara konvesional seperti cangkok autograft dan allograft memiliki kekurangan, serta implan logam dapat menghambat penyembuhan. Oleh karena itu, penelitian tentang locking compression plate (LCP) yang terbuat dari polimer biokompatibel dan biodegradable diperlukan. Teknologi pencetakan 3D dapat digunakan untuk personalisasi implan dan meningkatkan kekuatan dan stabilitas. Studi berfokus pada pengaruh orientasi deposisi filamen PLA pada 3D printing terhadap kekuatan tarik dan tekuk LCP. Arah deposisi yang digunakan yaitu [90, 90]. Hasil penelitian menunjukkan cetak 3D LCP telah dilakukan dengan akurasi dan presisi yang baik. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara Massa Rencana, Massa Aktual, dan Massa Jenis dari LCP. Massa Aktual berkisar antara 6,20 – 6,33 gram (rata-rata 6,26 gram). Massa Jenis berkisar antara 1,18 – 1,21 gram/cm³ (rata-rata 1,20 gram/cm³). LCP dengan orientasi deposisi [90, 90]/T cetak 3D memiliki nilai rata-rata UTS sebesar 33,780 MPa dan regangan sebesar 0,0734 mm/mm saat diuji tarik. Selain itu, menghasilkan nilai kekuatan lentur rata-rata sebesar 96,273 MPa dan defleksi rata-rata sebesar 23,43 mm saat diuji tekuk. Spesimen dengan orientasi deposisi [90, 90] memiliki arah serat yang sejajar dengan arah gaya pembebanan. Modus patahan yang terjadi sangat dipengaruhi oleh kekuatan serat, di mana patahan terjadi pada setiap serat.
ANALISIS PENGARUH LARUTAN INFUS SALINE WATER DAN RINGER LACTATE TERHADAP LAJU KOROSI PADUAN TITANIUM TI-6AL-4V YANG DIGUNAKAN UNTUK IMPLAN TULANG Waruwu, Kezia Gracelynn; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi; Berlin, Rilo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material yang sering digunakan sebagai penyusun implan tulang adalah paduan Ti-6Al-4V atau yang biasanya disebut dengan Titanium Grade 5. Pemilihan material ini mempertimbangkan karakteristik material paduan Ti-6Al-4V yang biocompatible, kuat, dan memiliki resistansi tinggi terhadap korosi. Akan tetapi, terdapat berbagai penelitian yang menemukan bukti adanya korosi atau degradasi pada paduan Ti-6Al-4V yang dipasangkan di dalam jaringan hidup. Pada penelitian ini, diuji laju korosi 2 (dua) spesimen paduan Ti-6Al-4V. Permukaan kedua spesimen ini tidak diberikan perlakuan apapun. Kemudian, 1 (satu) spesimen diuji korosi dengan menggunakan elektrolit berupa saline water dan 1 (satu) spesimen lainnya diuji dengan menggunakan ringer lactate. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan komposisi elektrolit, terutama kadar ion klorida pada larutan elektrolit, dengan laju korosi. Spesimen paduan Ti-6Al-4V yang diuji pada saline water memiliki laju korosi yang lebih besar dibandingkan dengan yang diujikan pada ringer lactate karena kandungan ion klorida yang lebih besar.
PENGARUH PERSENTASE SERBUK POLIMER BIODEGRADABLE POLYLACTIC ACID (PLA) TERHADAP DENSITAS CAMPURAN POLICAPROLACTONE (PCL) MENGGUNKAN METODE SOLVENT CASTING Hanif, Dimas Naufal; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan fraktur yang lama dipengaruhi oleh trauma, resorpsi, dan patologi tulang. Masalah tambahan timbul dengan penggunaan implan logam yang tidak terurai alami, memerlukan prosedur tambahan untuk pengangkatan, meningkatkan risiko infeksi, komplikasi, dan memperpanjang waktu pemulihan. Solusi yang dikaji adalah penggunaan bahan biodegradable seperti polimer Polylactic Acid (PLA) - Polycaprolactone (PCL) untuk memperbaiki dan fiksasi tulang, yang dapat mengurangi risiko komplikasi dan infeksi serta mempercepat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pada persentase pada serbuk PLA terhadap laju degradasi campuran PCL dengan menggunakan metode solvent casting. Proses pembuatan spesimen uji dalam penelitian ini menggunakan metode solvent casting dengan mencampur PLA dan PCL menggunakan pelarut acetone. Komposisi PLA-PCL yang digunakan adalah 10 PLA : 90 PCL, 30 PLA : 70 PCL, dan 50 PLA : 50 PCL. Spesimen kemudian dikarakterisasi melalui pengujian densitas dengan merendamnya dalam infus NaCl 0,9%. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa komposisi 50 PLA : 50 PCL memiliki densitas tertinggi, yaitu 0,97 gr/cm³. Pada pengujian degradasi, komposisi 10 PLA : 90 PCL memiliki tingkat degradasi tertinggi.
PENGARUH PERSENTASE FLAKE POLYLACTIC ACID (PLA) TERHADAP DENSITAS CAMPURAN BIODEGRADABLE POLYMER PLA DENGAN POLYCAPROLACTONE (PCL) MENGGUNAKAN METODE SOLVENT CASTING Hanifa, Kana; Suprihanto, Agus; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan biodegradable polymer seperti Polylactic Acid (PLA) dan Polycaprolactone (PCL) dapat menjadi solusi potensial untuk mengatasi kelemahan penggunaan implant logam dalam kasus fraktur. Polymer ini dapat terurai dalam tubuh sehingga tidak memerlukan prosedur tambahan, serta mendukung penyembuhan tulang secara bertahap yang dapat mengurangi risiko patah kembali setelah implant diangkat. PLA dikombinasikan dengan PCL untuk mencapai kombinasi optimal dalam mengontrol laju degradasi dan karakteristik mekanik, dengan modifikasi bentuk PLA dari pelet menjadi flake untuk meningkatkan kekuatan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju degradasi yang optimal berdasarkan komposisi dari flake PLA dan PCL guna menghasilkan produk yang mampu membantu penyembuhan tulang secara efektif dan dapat terurai alami dalam tubuh. Metode solvent casting digunakan dalam pembuatan spesimen uji pada penelitian ini, dengan mencampurkan flake PLA dan PCL menggunakan acetone sebagai pelarut. Komposisi PLA:PCL yang digunakan adalah 10:90, 30:70, dan 50:50. Spesimen tersebut kemudian dikarakterisasi melalui pengujian densitas dan degradasi dengan merendamnya dalam larutan infus NaCl 0,9%. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa spesimen dengan komposisi 50 PLA : 50 PCL memiliki densitas hasil pengukuran menggunakan density meter tertinggi, yaitu 0,94 gr/cm3. Densitas hasil perhitungan teoritis tertinggi juga didapatkan pada komposisi tersebut, dengan nilai 1,166 gr/cm3.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MESIN VACUUM PLASTIC FORMING UNTUK PRODUKSI KEMASAN (PACKAGING) PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Parven, Parven; Umardani, Yusuf; Suprihanto, Agus
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, penggunaan plastik sudah merajalela dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifat plastik antara lain ringan, kokoh, tahan karat, efektif sebagai isolasi listrik, dan tentunya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Plastik semakin banyak digunakan, bahkan terkadang menggantikan logam, kayu, dan kaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan mesin vacuum plastic forming untuk produksi kemasan dengan menggunakan Polyvinyl Chloride (PVC). Dalam konteks perusahaan kecil dan menengah, desain dan pengembangan mesin vacuum plastic forming (VPF) merupakan proyek penting dengan tujuan meningkatkan efisiensi produksi kemasan. Teknologi vakum yang digunakan oleh mesin VPF merupakan alat penting dalam proses pembentukan kemasan plastik yang mengubah lembaran plastik menjadi barang kemasan yang sesuai dengan desain yang diinginkan. Perancangan dan pengembangan mesin VPF yang berhasil dapat memberikan berbagai keuntungan bagi usaha kecil dan menengah, termasuk produktivitas yang lebih tinggi, biaya produksi yang lebih rendah, dan daya saing yang lebih tinggi.