Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA SD DI SEKOLAH SEKITAR PASAR teguh, supriyadi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.358

Abstract

Perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah masih menjadi persoalan, terutama bagi SD-SD yang berada di sekitar pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Respoden penelitian ini adalah siswa Kelas 4, 5, dan 6 SD di sekitar pasar. Pengambilan data dilakukan secara daring/online dengan kuesioner dalam format google form. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah memiliki rata-rata skor 87,15 serta standar deviasi 12,004 dengan skor minimum 51,11 dan skor maksimum 114,35. Dengan rata-rata skor 87,15 berarti capaian perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah rata-rata baru mencapai 75,13 persen dari skor maksimum ideal yang dapat dicapai. Banyak siswa SD (68,00 persen) yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang, sedangkan kategori tinggi dan rendah sama banyaknya, yakni 16,00 persen. Capaian perilaku hidup sehat di sekolah menunjukkan perbedaan pada masing-masing indikator perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Indikator menggunakan jamban sehat berada pada posisi terendah diikuti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah di tempat sampah, dan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat. Rata-rata skor siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda secara signifikan. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar belum memuaskan karena banyak siswa SD yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang. Indikator yang capaiannya belum baik adalah penggunaan jamban sehat dan mencuci tangan menggunakan sabun. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan dengan skor tertinggi diperoleh siswa Kelas 4, kemudian kelas 5 dan 6.
PELATIHAN TEKNOLOGI BIOFLOCK DAN AUTOMATIC FEEDER PADA USAHA BUDIDAYA IKAN LELE Suswadi; Suprapti, Endang; Prasetyo, Agung; Irawan, Norbertus Citra; Mahananto; Supriyadi, Teguh
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.3238

Abstract

Pada tanggal 8 januari 2024, di Desa Triyagan, Distrik Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, ada pelatihan teknologi bioflock dalam bisnis budidaya ikan lele. Instruksi ini disediakan untuk mengurangi biaya umpan ikan lele, meningkatkan produktivitas ikan lele di kolam kecil, dan mempersingkat waktu pemeliharaan karena teknologi bioflock adalah alat pemeliharaan dengan pengumpan otomatis digunakan untuk melestarikan pakan dan mengatur waktu makan yang ideal untuk ikan lele, sambil menumbuhkan mikroorganisme yang menanam Konversi limbah dari ikan menjadi benjolan yang digunakan sebagai makanan alami untuk ikan. Kuliah, latihan praktis, dan demonstrasi lapangan adalah pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini. Tiga puluh orang dari petani Pearl Asri menghadiri kursus. Lebih dari 80% petani dapat menanggapi dengan benar pertanyaan tentang bioflock, menurut hasil post-test.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU DI DESA NGADILUWIH DALAM BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Daryanti, Daryanti; KD, Tyas Soemarah; Suprapti, Endang; Budiyono, Agus; Soelistijono, R; Supriyadi, Teguh
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3801

Abstract

Toga (tanaman obat keluarga) merupakan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan untuk mencegah dan mengatasi penyakit ringan. Toga yang dikelola dengan baik bisa bermanfaat pula untuk lingkungan, ekonomi dan budaya. Oleh karena itu penanaman dan pemanfaatan toga perlu terus digalakkan di masyarakat. Di Desa Ngadiluwih kegiatan bertanam toga sudah cukup lama tidak aktif, padahal lahan pekarangan warga masih memungkinkan untuk digunakan bertanam toga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memgaktifkan kembali kegiatan budidaya toga di Desa Ngadiluwih. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2024 dengan cara memberikan penyuluhan terlebih dahulu, selanjutnya praktek bertanam toga dan monitoring kegiatan. Dalam kegiatan praktek, bibit toga ditanam dengan media campuran tanah, pupuk kompos dan sekam, wadah tanam menggunakan polibag dan karung plastik. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu pengurus dan anggota PKK Desa Ngadiluwih berjumlah 30 orang. Kegiatan penyuluhan yang diselingi dialog interaktif dan kuis berhadiah tentang toga mampu memeriahkan suasana dan meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang toga. Ibu-ibu mampu melaksanakan kegiatan praktek bertanam toga dan merawat tanaman toga dengan baik dengan keberhasilan 70 % tanaman toga dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini bisa menjadi bekal ibu-ibu di Desa Ngadiluwih dalam bertanam toga dan memanfaatkan toga untuk mendukung kesehatan keluarga.
What are the Major Barriers and Challenges Faced by Independent Oil Palm Smallholder Farmers in RSPO Certification? Citra Irawan, Norbertus; Mahananto; Supriyadi, Teguh; Haryuni
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 2 No 2 (2024): August
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v2i2.3917

Abstract

The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification is essential for promoting sustainable palm oil production; however, smallholder farmers face significant obstacles in meeting its standards, hindering their growth. This study aims to identify the main barriers and challenges for independent oil palm smallholders in the RSPO certification process and to propose strategies for overcoming these issues. Using a mixed-methods approach, researchers collected data from 60 smallholders through a snowball sampling method and analyzed it using descriptive statistical techniques such as frequency counts and cross-tabulations. Critical barriers identified include high certification costs, lack of knowledge, limited resources, difficulties tracking production yields, and challenges meeting social requirements. Furthermore, smallholders struggle with adapting cultivation practices, accessing markets, maintaining commitment, building capacity, and navigating bureaucratic hurdles. Organizations are urged to adopt market development strategies, enhance their Corporate Social Responsibility (CSR) initiatives, and facilitate better access to sustainable technologies to tackle these challenges. Additionally, enhancing green skills, simplifying record-keeping, reinforcing farmer groups, and offering financial incentives, including soft loans and tailored training, are critical. Streamlining certification procedures will also alleviate administrative burdens, enabling smallholders to adopt sustainable practices more effectively.
Mikoriza Rhizoctonia : Sebagai Agen Ketahanan Pada Anggrek Dendrobium Soelistijono, R.; Supriyadi, Teguh; Tiara Maharani, Annissa; Imani Fatihah, Syalaysa
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 25 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v25i1.4612

Abstract

Drought and low rainfall are natural phenomena that occurred in 2022-2023. These factors (abiotic factors) caused diseases in orchids, which affect the metabolism of growth and the flowering process, making the plants unable to survive in their habitat because they cannot reproduce, thus classifying them under Appendix 2 (CITES). However, some orchid species that are endemic are able to withstand drought and low rainfall. It is suspected that the orchids' ability to endure these factors is due to the role of endophytic fungi (Rhizoctonia binucleate / BNR), which can associate with orchids and produce secondary metabolites that help supply nutrients to the orchids during drought stress. This study aims to evaluate the biological resistance of different strains of Rhizoctonia binucleate / BNR isolates in Dendrobium orchids to understand their impact on water stress. The research method used a completely randomized design with a single stage consisting of two factors and five replications. Factor 1: orchid seedling types consisting of S1 = Phalaenopsis violaceae (epiphytic orchid) and S2 = Dendrobium aggregatum (epiphytic orchid). Factor 2: types of Rhizoctonia mycorrhiza application consisting of K0 = control, K1 = Rhizoctonia mycorrhiza application.
A Call to Action in Revolutionizing Student Mindsets: Empowering Environmental Consciousness Through Organic Farming Practices Citra Irawan, Norbertus; Muqqorobin, Bagus Mustika Ali; Kusuma, Havit Aryan; Pratama, Ilham Gusni; Supriyadi, Teguh; Soelistijono, R
Journal of Community Capacity Empowerment Vol 3 No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jcce.v3i1.4608

Abstract

This community service project was initiated in response to the growing concern about declining environmental awareness among high school students and the urgent need for sustainable practices. Given the limited study on effective interventions to foster environmental consciousness in this demographic, this study aimed to fill this gap by investigating the impact of a comprehensive organic farming program. The study employed a mixed-methods approach, combining quantitative surveys and qualitative interviews to assess changes in students’ knowledge, attitudes, and behaviors. Results indicated a significant increase in students’ understanding of organic farming principles, a positive shift in their attitudes towards sustainability, and a heightened sense of agency to implement sustainable practices daily. These findings highlight the potential of experiential learning and community engagement in promoting environmental stewardship among youth. Implications for educational policy, community development, and future study are discussed.
Effect of Dolomite Dosage and Chicken Manure on the Growth and Yield of Red Onions (Allium ascanolicum L.) Prabawati, Dimar; Supriyadi, Teguh; Dewi, Tyas Soemarah Koernia; Budiyono, Agus; Haryuni
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 3 No 1 (2025): February
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v3i1.4657

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang vital di Indonesia, dengan permintaan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.), untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.), untuk mengetahui pengaruh interaksi antara dosis dolomit dan pupuk kandang ayam yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus sampai dengan 20 Oktober 2023, di Desa Bangsalan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada ketinggian tempat 227 meter di atas permukaan laut, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga kali ulangan. Dua faktor diperiksa: yang pertama adalah aplikasi dolomit (D) pada tiga level—D0 (tanpa dolomit), D1 (5 ton/ha), dan D2 (10 ton/ha); yang kedua adalah aplikasi pupuk kandang ayam (F) pada empat level—F0 (tanpa pupuk kandang ayam), F1 (5 ton/ha), F2 (10 ton/ha), dan F3 (15 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dolomit secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah, khususnya memengaruhi diameter umbi, jumlah umbi per tanaman, berat umbi segar per tanaman, dan berat umbi kering per tanaman dan plot. Itu juga berdampak signifikan pada jumlah umbi per plot. Kotoran ayam terutama memengaruhi berat umbi kering per plot dan secara signifikan memengaruhi tinggi tanaman, berat tangkai kering per tanaman, diameter umbi, berat umbi segar per tanaman, dan berat umbi kering per tanaman. Interaksi antara dolomit dan kotoran ayam secara signifikan memengaruhi berat tangkai segar per tanaman, berat umbi kering per tanaman dan plot, diameter umbi, dan jumlah umbi. Hasil tertinggi diperoleh pada kombinasi D2F3 dengan berat umbi kering per petak sebesar 1441,10 gram (25,60 ton/ha), sedangkan hasil terendah diperoleh pada kombinasi D0F0 yaitu sebesar 1151,10 gram (20,46 ton/ha). Penggunaan dolomit dan pupuk kandang ayam secara tunggal maupun kombinasi memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil umbi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kedua jenis amelioran tersebut secara bersamaan lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman dibandingkan dengan perlakuan tunggal.
Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik: Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik Suswadi; Arbianti; Ridyo Arum, Mutiarra; Supriyadi, Teguh; Yuniastuti, Faustina; Suyanti
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v25i2.5222

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practice (GAP) merupakan inovasi yang diimplementasikan pada Kelompok Tani Pangudi Bogo sebagai upaya dalam melaksanakan SOP-GAP padi organik agar padi yang dihasilkan dapat memenuhi standar. Namun, adopsi dari inovasi GAP padi organik belum diketahui apakah petani benar-benar mengimplementasikan sesuai dengan GAP padi organik. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik (3) mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik. Metode penentuan lokasi dengan purposive yaitu pada Kelompok Tani Pangudi Bogo. Jumlah sampel sebanyak 30 petani padi organik. Metode analisis data menggunakan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi petani terhadap penerapan Good Agricultural Practice (GAP) padi organic yang tergolong tinggi meliputi penggunaan lahan dan tanah, penggunaan benih, penanaman, pemupukan, transportasi dan pergudangan sedangkan untuk kategori sedang meliputi penyiangan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen dan pascapanen. Faktor yang mempengaruhi adopsi petani adalah partisipasi, penyuluhan, dan pengalaman bertani organic. Peningkatan adopsi dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi dan keterlibatan petani dalam menerapkan SOP-GAP padi organic, meningkatkan frekuensi penyuluhan, dan menambah pengalaman bertani organic.
Nutrient Uptake, Physiological Characters, And Yield Component Of Situbagendit Rice Variety On Nitrogen And Phosphor Dosage With Applications Of Vesicular Arbuscular Mycorrhiza On Rainfed Lowland Rice Aziez, Achmad Fatchul; Wiyono; Supriyadi, Teguh
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 1 No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v1i1.2849

Abstract

Nutrient uptake, physiological characteristics and yield of rice situbagendit variety are influenced by differences in nitrogen and phosphorus doses with the application of vesicular arbuskular Mycorrhiza in rainfed lowland rice. The aim of this study was to determine the effect of nitrogen and phosphorus doses on situbagendit rice variety in rice fields that were given vesicular arbuskular Mycorrhiza. The research design used was Randomized Completely Block Design with 2 factors and 3 replications. The first factor was dosage nitrogen a.i. 0; .45; 90; 135 kg/ha. The second factor was 0; 25; 50; 75 kg/ha. The research was conducted in the rice field in the village of Demangan, Sambi, Boyolali, Central Java, Indonesia, 113 m above sea level. The results indicated that Nitrogen fertilization at 135 kg / ha increases nitrogen, phosphorus and potassium uptake and there is a correlation between nitrogen, phosphorus and potassium uptake. Starting with a nitrogen dose of 90 kg / ha increases the leaf area duration and there is a correlation between LAI, LAD and NAR. Phosphorus fertilization at a dose of 50 kg / ha increases grain weight per plot and per hectare and there is a correlation between the weight of 1000 grain, grain weight per plot and grain weight per hectare
Effect Of Managing Fertilizer Types And Dosages Of Kno3 On Plant Growth And Results Red Onion (Allium ascalonicum L) Suprapti, Endang; Budiyono, Agus; Supriyadi, Teguh; Dewi, Tyas Soemarah Koernia; Bayu, Tejo
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 1 No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v1i1.2850

Abstract

This research was carried out on the basis of the increasing national market need for shallots while production still needs to be increased. This research was carried out from August 2022 to October 2022 in Semono Hamlet, Tempursari Village, Sambi District, Boyolali Regency. Altitude 184 above sea level, soil pH 6, Vertisol soil type (PPT = Grumosol). This study used a Complete Randomized Block Design (RAKL) consisting of two factors, the first factor being the type of manure which is divided into three levels, namely Fermentation of Chicken Manure, Fermentation of Goat Manure, Fermentation of Cow Manure ( P1, P2, P3). The second factor is the dose of KNO3 fertilizer which is divided into three levels, namely dose 75 kg/ha, dose 150 kg/ha, and dose 225 kg/ha (K1, K2, K3). each with 3 replications. The parameters observed in this study were the response of shallot plants to each type of manure to the addition of KNO3 fertilizer including Growth Parameters which included plant height, number of tillers (Kaplings), Fresh Stove Weight, and Stove Weight dry while the plant yield parameters include wet tuber weight per sample (g), dry tuber weight per sample (g), tuber wet weight per plot (g), tuber dry weight per plot (g), tuber diameter (cm) to determine the most effective dosage of manure in combination with KNO3 doses to increase shallot crop yields. The results showed that the KNO3 dose of 225 kg/ha had a significant effect on the parameters of wet stover weight and dry stover weight.
Co-Authors Achmad Fatchul Aziez Achmadi Priyatmojo Agung Prasetyo AGUS BUDIONO Agus Budiono Agus Budiono Agus Budiyono Alfiansyah Al Afghani Erping Sitompul Angga Firman Saputra Arbianti Ari Budiyanto Armaya, Finda Bayu, Tejo CATUR NUR WIBISONO Damayanti, Adhisty Puri DAMUD DAMUD Daryanti Daryanti DARYANTI DARYANTI David Do Rosario Marques Dewi, Tyas Soemarah Koernia Dwi Susilo Utami Dwi Susilo Utami Dwi Susilo Utami Endang Suprapti Fatkur Fatkur Fikri Ramadhani HARJANTO HARJANTO HARTOYO, EKO Haryuni Imani Fatihah, Syalaysa Indrawan, Muharram ismah Khoirunnisa Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Setiono KD, Tyas Soemarah Kurniawati Darmaningrum Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusuma, Havit Aryan Listariyanto, Adwityam Padma Putra Mahananto Mardhika Sari, Siti Moh. Ruin Moh. Ruin Muharram Indrawan Muqqorobin, Bagus Mustika Ali Mustaqim Mutiarra Ridyo Arum Nadian Nur Aulia Nasikhun Nasikhun Norbertus Citra Irawan Permatasari, Dewi Rahmawati Intan PITOYO PITOYO Prabawati, Dimar Pratama, Ilham Gusni Priandini, Visa Putro, Herdyanto R Soelistijono Raden Mohamad Herdian Bhakti Sapto Priyadi Setie Harieni Siti Mardhika Sari Soemarah KD, Tyas Sri Puji Lestari Sukamto Sukamto Sumarto Sumarto Supadi Suryaningsih, Agustina Tri Suswadi Sutarno Suyanti Tiara Maharani, Annissa Tyas Soemarah K. Tyas Soemarah K.D Tyas Soemarah K.D Tyas Soemarah KD Tyas Soemarah KD Tyas Soemarah KD Tyas Soemarah Koernia Dewi Tyas SOEMARAH KURNIA DEWI Umi Kulsum VERI DWI ARUM P.S WARYANTO WARYANTO Wati, Asni Dania Wicahyo, Imam Prasetyo Wiyono Wiyono wiyono Yuniastuti, Faustina