Articles
GAMBARAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN AIRPORT COMPANY
Lisma Aisyatul Azizah;
Anissa Lestari Kadiyono;
Marina Sulastiana
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36269/psyche.v2i2.171
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi karyawan pada salah satu perusahaan pengelolaan bandara di Indonesia. Instrumen alat ukur yang digunakan adalah kuesioner motivasi kerja yang diturunkan dari teori motivasi Victor H. Vroom. Kuesioner yang berisi 52 item diisi secara self-report oleh 73 karyawan tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% karyawan memiliki tingkat motivasi yang moderat. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan skor motivasi pada laki–laki dan perempuan. Dimensi yang paling berkontribusi terhadap motivasi kerja karyawan adalah dimensi valence diikuti dengan dimensi expectancy, dan instrumentality. Hal ini menunjukkan bahwa reward menjadi faktor penting dalam membentuk motivasi karyawan. Jenis kelamin, usia, level jabatan, dan tingkat pendidikan tidak memberikan kontribusi terhadap perbedaaan skor motivasi pada setiap kelompok yang menunjukkan bahwa motivasi karyawan tidak dipengaruhi oleh faktor – faktor demografis.
Interpersonal Power Pemimpin Organisasi dalam Memberikan Pengaruh kepada Staffnya
Aji Samba Pranata Citra;
Marina Sulastiana;
Maya Rosmayati Ardiwinata
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.594 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i5.2730
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap power pemimpinnya dalam kaitannya memberikan pengaruh kepada staffnya. Sampel yang didapatkan sebanyak 41 orang PNS di salah satu unit pelayanan terpadu Kementerian Pertanian. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Interpersonal Power Inventory. Setelah dilakukan uji Reliabilitas didapatkan Nilai Reliabilitas Komposit 098 ≥ 0.70. Seluruh item memiliki nilai total correlation diatas 0,310. Power yang paling dominan dimiliki oleh kepala balai secara berurutan adalah Power Impersonal Reward, Personal Reward, Formal Legitimate, Reciprocity Legitimate.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGA JOB INVOLVEMENT PADA PAMONG BELAJAR DI BANDUNG RAYA
Feby Satya Wirawati;
Marina Sulastiana;
Anissa Lestari Kadiyono
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/comm-edu.v5i2.9952
Penelitian ini di latar belakangi oleh perubahhan sistem pembelajaran dari yang awal mulanya tatap muka menjadi daring. Perubahan ini mempengaruhi kepada kinerja pamong belajar khususnya pamong belajar di Bandung raya yang kemudian berpengaruh pula keterlibatan kerja dari pamong belajar selama menjalankan program kegiatannya ditengah kondisi yang seba tidak memungkinkan pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara resiliensi dengan job involvement pada pamong belajar di Bandung Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan sampel data sebanyak 63 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang postif serta kuat antara variable resiliensi dan job involvement pada pamong belajar. Pada masing-masing variable pamong belajar di Bandung raya memiliki skor nilai yang tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa pamong belajar di Bandung raya memiliki resiliensi yang tinggi juga Job involvement yang tinggi adapun aspek lain diuji untuk melihat factor lain yang mempengaruhi resiliensi dan job involvement yang tinggi pada pamong belajar.
WORK ETHIC AND PRODUCTIVE BEHAVIOR OF FOOTWEAR CRAFTSMEN IN BOGOR DISTRICT
Arfian Arfian;
Anissa Lestari Kadiyono;
Marina Sulastiana;
Diana Harding
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22322/dkb.v38i1.6297
Footwear product is one of the superior products of Bogor Regency, which is distributed in 3 Subdistricts namely Ciomas Subdistrict, Tamansari Subdistrict, and Dramaga Subdistrict, and this sector has the potential to absorb labor, so as to reduce unemployment and affect the community economy. This needs special attention from the central government and regional governments to improve the footwear craftsman business. Factors that encourage increased productive behavior include the Work Ethic. The purpose of this study was to determine the effect of Work Ethic on Productive Behavior in Footwear Craftsmen in Bogor Regency. The sample of this study was 316 footwear craftsmen taken in 3 species. Quantitative research methods with data analysis techniques using LISREL SEM to test the hypothesis. The results showed that the Work Ethic affected the Productive Behavior of footwear craftsmen in Bogor Regency.
Investigation of the Supply Chain Strategy Impact on the Customer Services and Supervisors
Dhevy Puswiartika;
Zahrotur Rusyda Hinduan;
Marina Sulastiana;
Diana Harding
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 4 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract— The study aims to identify the supply chain management and its impact on customer service, as well as indicating the role of supply chain management in improving sales and identifying the views of managers working in the corporate about supply chain management. Relying on the mindfulness framework, we argue that dispositional mindfulness has an impact on workplace outcomes, include service climate. Supply chain strategy tested as mediators of this relationship. This study was an explanatory survey among supervisors of the railway transportation service provider in Jakarta, Indonesia. The quota sampling technique was performed. The participants in this study were 357 supervisors. They filled the self-report questionnaires. The data analyzed by using Structural Equation Modelling with Lisrel 8.7 software. Results indicated that those with greater mindfulness report more positive service climate’ perception, and greater supply chain strategy. As expected, the relationship between mindfulness and service climate was mediated by supply chain strategy. The theoretical implication of this study was the empirical evidence regarding the mechanism that mediates the impact of mindfulness on workplace outcomes, with supply chain strategy as a potential mediating role. Results support the usefulness of further examination of the benefits of mindfulness in the workplace context.
PENGEMBANGAN SERVICE CLIMATE ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN EMPLOYEE WORK PASSION
Marina Sulastiana;
Anissa Lestari Kadiyono;
Aulia Anisyah Fassa
Journal of Psychological Science and Profession Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.605 KB)
|
DOI: 10.24198/jpsp.v2i2.21191
Peningkatan iklim pelayanan dibutuhkan untuk dapat memberikan jasa terbaik bagi pasien yang membutuhkan perawatan pada Rumah Sakit. Upaya untuk dapat bekerja dengan baik dan juga mencintai profesi mereka merupakan hal yang penting untuk ditumbuhkan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengaruh service climate terhadap employee work passion pada perawat di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner service climate berdasarkan teori Schneider & White (2004), dan kuesioner employee work passion yang merujuk pada model employee work passion yang dikembangkan oleh Zigarmi et al., (2011) kepada 41 orang perawat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara service climate terhadap employee work passion pada perawat. Hal ini menunjukkan semakin positif service climate di rumah sakit, maka akan semakin tinggi employee work passion pada perawat. Service climate yang positif dan employee work passion yang tinggi pada perawat dapat mendorong perawat memunculkan perilaku kerja yang memuaskan, sehingga dapat tercapai pelayanan yang berkualitas. Untuk mempertahankan dan meningkatkan service climate di rumah sakit dilakukan intervensi berupa workshop dan group counseling yang diberikan kepada perawat maupun pihak manajemen.service climate; employee work passion; kualitas pelayanan; perawat; rumah sakit.
Going Green: How Consumption Values Lead to Green Consumption Behavior in Z Generation
Fadilla Lastriany;
Rezki Ashriyana Sulistiobudi;
Marina Sulastiana
Annals of Management and Organization Research Vol. 3 No. 1 (2021): August
Publisher : goodwood publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35912/amor.v3i1.1207
Purpose: Consumption of plastic, especially single-use ones, is seen today as one of the leading environmental problems since it is used for a very short time and takes hundreds of years to decompose. At the same time, there has been a growing awareness to consume environmentally friendly products and minimize the use of plastic. Similar research has been conducted but in a limited amount in the Z generation context. This study aimed to identify the correlation between green consumption values and green consumption behavior in the Z generation. Research methodology: The variables in this study were measured using the GREEN scale and the ECCB scale. The collected data was analyzed by using correlational methods. The two-stage cluster-random sampling technique was used, and 202 respondents participated in this study. Results: The results showed that there is a significant positive correlation between green consumption value and green consumption behavior at a moderate level. Five indicators of green consumption behavior correlate to green consumption value (recycled products, biodegradability, driving habits/oil dependency, consumer purchase, and reduction in electricity). Limitations: Limitations related to this study were also discussed as its opportunity for further research. Contribution: These findings will empower people to understand how our value will create green consumption behavior, and it will derive following sustainable buying behavior.
PERBEDAAN PERSEPSI AD INTRUSIVENESS IKLAN SKIPPABLE DAN NON-SKIPPABLE PADA PLATFORM YOUTUBE
Lentera Ilma;
Fauziah Salsabila Putri Rifa'i;
Marina Sulastiana
Journal of Psychological Science and Profession Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v6i3.36901
Di era sekarang, media sosial dengan penggunanya yang mencapai jutaan orang menjadi tempat strategis bagi para produsen untuk mengiklankan produknya. Salah satu media yang dijadikan tempat memasang iklan adalah YouTube. Secara umum, YouTube memiliki dua jenis iklan, yaitu iklan yang dapat di-skip (skippable) dan iklan yang tidak dapat di-skip (non-skippable). Ad intrusiveness sendiri adalah iklan yang dipersepsikan mengganggu oleh pengguna sebagai dampak terputusnya proses kognitif serta terganggunya tujuan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan persepsi ad intrusiveness iklan skippable dan non-skippable pada platform YouTube. Hasil penelitian ini sendiri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika hendak mengiklankan produk pada platform YouTube. Penelitian dilakukan terhadap 105 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2019 dengan teknik convenience sampling. Peneliti menggunakan Ad Intrusiveness Scale (Li et al., 2002) yang sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Sari (2015). Hasil analisis (p < .05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ad intrusiveness iklan skippable dan non-skippable pada platform YouTube dengan mean iklan skippable 4.43 (kategori netral) dan iklan non-skippable 5.8 (kategori mengganggu). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa iklan nonskippable lebih mengganggu dibandingkan iklan skippable. Persepsi terhadap iklan yang mengganggu ini perlu mendapat perhatian karena dapat memprediksi munculnya ad avoidance sehingga tujuan iklan tidak tercapai.
The Role of Psychological Capital Towards Work Engagement at Private University Lecturers in Bandung
Endah Andriani Pratiwi;
Diana Harding;
Marina Sulastiana;
Efi Fitriana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4812
The objective of this study was to explore the role of psychological capital in work engagement among lecturers at private universities in Bandung. Utilizing a quantitative research methodology, the study involved 50 lecturers, comprising 36 men and 14 women. The Utrecht Work Engagement Scale (UWES) and the Psychological Capital Questionnaire (PCQ) were employed as instruments. Initially, the research involved an in-depth review of relevant literature. Following this, the scales were distributed to the participants, and the collected data were subjected to factor analysis. The analysis was conducted using SPSS 16 software, employing linear regression techniques. The findings indicate that psychological capital significantly influences work engagement, accounting for 46.1% of the variance. Specifically, the self-efficacy component contributes 24.8% to work engagement, the hope component contributes 34.0%, the optimism component contributes 40.5%, and the resilience component contributes 25.6%. These results suggest that psychological capital plays a crucial role in enhancing work engagement among lecturers at private universities in Bandung.
ORGANIZATIONAL LEARNING CLIMATE PADA PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI UDARA
Rangga Alam Purnama;
Marina Sulastiana;
Anissa Lestari Kadiyono
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 3, No 2: Juli 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v3i2.17552
Perusahaan jasa transportasi udara merupakan bidang bisnis yang tidak umum dan membutuhkan karyawan dengan keterampilan khusus. Hal ini membuat kemungkinan yang mendapatkan karyawan dengan latar belakang dan pengalaman kerja yang sejalan menjadi terbatas. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk membuat karyawan tetap dapat memenuhi tuntutan tugasnya, yaitu dengan menyediakan kesempatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran umum, profil, dan perbandingan organizational learning climate dengan demografis responden pada perusahaan jasa transportasi udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif serta uji beda menggunakan The Dimensions of Learning Organization Questionnaire (DLOQ) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia dan wawancara kepada beberapa karyawan. Data dikumpulkan dari 73 karyawan yang bekerja di perusahaan jasa penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,42% responden memersepsikan organizational learning climate secara positif. Penelitian ini pun memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai organizational learning climate pada lama kerja yang berbeda. Hal ini mengartikan bahwa karyawan memiliki persepsi positif terhadap upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam menyediakan pembelajaran terkait tugas karyawan di perusahaan jasa transportasi udara ini, tetapi persepsi ini dapat berubah bergantung lamanya karyawan bekerja di perusahaan.