Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFFECT OF DIABETES CARE (DM CARE) ON ANXIETY AND BLOOD GLUCOSE LEVELS DIABETES MELITUS PATIENTS Rosaline, Mareta Dea; Tobing, Duma Lumban; Anggraeni, Diah Tika
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i1.6774

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder commonly associated with physical and psychological complications, including anxiety. Optimal diabetes management requires effective self-care management, which can be enhanced through structured Diabetes Self-Management Education (DSME). The integration of digital health technology, such as mobile-based educational applications, offers a promising strategy to support diabetes management in primary healthcare settings. This study aimed to determine the effect of the Diabetes Care (DM Care) application on anxiety levels and blood glucose levels among patients with T2DM. A quantitative pre experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted at Limo Primary Health Center, Grogol Subdistrict, Depok City. A total of 40 patients with T2DM were recruited using consecutive sampling. The intervention consisting of DSME is delivered through an Android-based DM Care application . Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), and blood glucose levels were assessed as random blood glucose using a glucometer. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of p < 0.05. The results showed a significant reduction in anxiety levels and blood glucose levels following the intervention. The mean anxiety score decreased from 30.40 to 7.50, while the mean random blood glucose level decreased from 213.88 mg/dL to 127.88 mg/dL (p = 0.000). In conclusion, the DM Care application significantly reduced anxiety levels and blood glucose levels among patients with T2DM and may serve as an effective digital nursing intervention to improve self-care management and clinical outcomes in primary healthcare settings
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.
Program Noska : Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut di Kelurahan Limo, Depok Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Wibowo, Iwan Sulistio; Alqasha, Adya; Regita, Fadhillah; Shabrina, Zata Ismah; Hidayatullah, Akmal Hidayatullah; Alawiyah, Saidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25005

Abstract

ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan prevalensi 1,5% dan kontribusi signifikan terhadap tingginya angka mortalitas. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan tindakan pra-rumah sakit sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Program “NOSKA” (Nol Kasus Nol Mortalitas SKA) dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan awal SKA di Kelurahan Limo, Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis edukatif-partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan analisis situasi, pemberdayaan keluarga, dan evaluasi program menggunakan desain pre–post evaluation. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai faktor risiko, gejala, dan kesiapsiagaan menghadapi serangan jantung, dengan skor rata-rata meningkat dari 73,21 menjadi 95,92 (p = 0,000). Selain itu, 85% peserta mampu mengidentifikasi gejala awal SKA dengan benar berdasarkan observasi keterampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa program NOSKA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan respons dini keluarga terhadap SKA. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi pencegahan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pemberdayaan Keluarga,  Pencegahan, Sindrom Koroner Akut.  ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS) is one of the leading causes of mortality in Indonesia, with a prevalence of 1.5% and a substantial contribution to national death rates. Limited public knowledge regarding early symptoms and pre-hospital actions often results in delayed treatment. The “NOSKA” Program (Zero Cases Zero Mortality of ACS) was developed to empower families in the early detection, prevention, and initial management of ACS in Limo District, Depok. The method used is health education with an educational-participatory Participatory Action Research (PAR) approach, which is implemented through the stages of situation analysis, family empowerment, and program evaluation using a pre-post evaluation design.  Evaluation results showed a significant improvement in family knowledge regarding risk factors, symptoms, and preparedness for heart attack emergencies, with average scores increasing from 73.21 to 95.92 (p = 0.000). Additionally, 85% of participants were able to correctly identify early ACS symptoms based on observations from skill assessments.These findings indicate that the NOSKA program effectively enhances family knowledge, awareness, and early response capabilities related to ACS. The program demonstrates strong potential to be developed as a sustainable community-based prevention model. Keywords : Acute Coronary Syndrome, Early Detection, Family Empowerment, Prevention