Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN HSC-HSE PADA PT XYZ MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Fanerika, Vesya Zalfa; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT XYZ adalah perusahaan dengan Penanaman Modal Asing dengan kegiatan utama yaitu industrigarmen. PT XYZ memiliki beberapa departemen, salah satunya Departemen HSC-HSE (Health SafetyCompliance-Health, Safety, and Environment). Selama ini, pengukuran kinerja yang dilakukan padaDepartemen HSC-HSE hanya diukur melalui status finansial yang dilaporkan pada manajer perusahaan.Jika dilihat dari status finansialnya saja, kinerja para karyawan tidak bisa terukur. Hal itu kurang bisadijadikan tolak ukur karena bisa saja status finansial yang dilaporkan berubah menjadi lebih burukdikarenakan karyawan lain dan berpengaruh pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perludilakukan evaluasi pengukuran kinerja dari berbagai aspek bagi karyawan untuk mengetahui kinerjasumber daya manusia pada Departemen HSC-HSE di PT XYZ. Langkah-langkah penelitian dari awalyaitu mengidentifikasi KPI (Key Performance Indicator) menggunakan rancangan HR Scorecard,kemudian menghitung bobot tiap KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process, lalu menentukannilai kinerja dengan metode Scoring System, dan yang terakhir evaluasi hasil pengukuran kinerja denganmetode Traffic Light System. Penelitian yang dilakukan menghasilkan 19 KPI, yaitu 5 KPI HRDeliverable, 6 KPI dari perspektif High Performance Work System, 5 KPI HR Efficiency, dan 3 KPI HRSystem Alignment. Dari hasil pengukuran kinerjanya didapatkan 2 KPI memiliki Traffic Light Systemberwarna merah, yaitu kepemimpinan dan tingkat keterlambatan karyawan. Walaupun hasil kinerjakeseluruhannya berada pada level hijau sebesar 94,17%, perusahaan tetap harus melakukan perbaikansegera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentasenya sehingga kinerjaDepartemen HSC-HSE menjadi semakin baik.Kata kunci: pengukuran kinerja, key performance indicator, human resources scorecard, scoring systemdan traffic light system, analytical hierarchy process 
PENGENDALIAN PENJADWALAN WAKTU DAN NILAI PROYEK DENGAN METODE CPM, PERT DAN KURVA S (Studi kasus : Proyek Pembangunan Fly Over Cakung oleh PT. Adhi Karya Persero (Tbk) Manurung, Novi Laurensia; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProyek konstruksi merupakan suatu kegiatan proyek yang mempunyai jangka waktu dalam proses penyelesaiannya. Proyek kontruksi perlu dikerjakan dengan perencanaan yang matang agar proyek dapat selesai tepat waktu dan tepat biaya. Penjadwalan proyek adalah suatu bentuk perencanaan proyek yang dibuat dengan tujuan agar proyek selesai tepat waktu. Metode CPM (Critical Path Method)dan PERT (Project Evaluation Review Technic dipilih untuk mengetahui jalur lintasan kritis proyek. Dua metode tersebut memiliki dua pendekatan yang berbeda dimana CPM menggunakan pendekatan deterministik, sedangkan PERT menggunakan pendekatan probabilistik. Penelitian ini mengkaji bagaimana penjadwalan proyek dapat dilakukan dengan tepat waktu dan tepat biaya sehingga keuntungan yang didapat oleh perusahaan dapat maksimal.Kurva S digunakan untuk melihat nilai proyek apakah proyek tersebut terjadi keterlambatan atau over budged. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Fly Over Cakung di Kota Jakarta Timur. Penelitian ini mengkaji bagaimana penjadwalan proyek dapat dilakukan dengan tepat waktu dan tepat biaya sehingga keuntungan yang didapat oleh perusahaan dapat maksimal.Kata Kunci : Penjadwalan Proyek, Critical Path Method, Project Evaluation Review Technic, Percepatan Proyek, Kurva S, Biaya, waktu.Abstract[Title: Time and Project Value Scheduling Control by CPM, PERT and Curve S Method] The construction project is an activity that has period in the process of settlement. Construction project needs to be done with careful planning in order to projects could be completed on time and the cost could be more efficient. Project scheduling is a form of project planning that is made with the aim that the project is completed on time. The CPM (Critical Path Method) and PERT (Technic Evaluation Review) methods are selected to find out the critical path of the project. The two methods have different approaches where CPM uses a deterministic approach, whereas PERT uses a probabilistic approach. This study examines how project scheduling can be done in a timely and cost-effective manner so that the benefits obtained by the company can be maximized. The S curve is used to see the value of the project whether the project is delayed or over budged.This research was carried out on the construction of the Fly Over Cakung project in Jakarta Timur City. This study examines how project scheduling could be done on time and the cost could be more efficient in order to the profits obtained by the company can be maximized.Keyword : project scheduling, Critical Path Method, Project Evaluation Review Technic, Project Acceleration, S Curve, Cost, Time.
ANALISIS RISIKO DAN MITIGASI RISIKO PADA PROSES PRODUKSI TISSUE DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK PADA PT THE UNIVENUS SERANG Afifudin, Muhammad; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT The Univenus merupakan perusahan manufaktur yang memproduksi berbagai macam tissue. Dalam proses produksipada PT the Univenus ini memiliki beberapa tahap dimulai dari operator memastikan mesin sudah siap dijalankan,menaikkan JR, Embos, Folding, Logsaw/Bensaw, dan Packing. Setiap bulannya bisa menghasilkan 6000 hingga 7000ton yang dimana dalam proses produksinya terdapat berbagai macam risiko yang dapat terjadi sehingga menyebabkanterhambatnya proses produksi. Penelitian ini dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat terjadi denganmengidentifikasi kejadian resiko, menentukan nilai saverity dan occurance serta penilaian tingkat korelasi antara riskevent dan risk agent sehingga mengetahui risiko apa yang perlu diprioritaskan dan strategi aksi mitigasi risiko yangtepat dengan metode House of Risk 1 dan 2. Hasil yang didapat dari perhitungan HOR 1 yaitu teridentifikasi 24 riskevent dan 28 risk agent. Hasil HOR Fase 1 diketahui 4 agen risiko dominan. Selanjutnya pada pengolahan data HOR 2diperoleh 8 strategi mitigasi, dengan prioritas strategi penanganan tersebut yaitu mengevaluasi koordinasi dengandepartemen PPIC, mengecek mesin secara berkala dengan melakukan predictive maintenance, segera mengganti perdengan yang baru jika sudah waktunya diganti, Menyediakan per yang baru apabila tiba-tiba per rusak sebelum bataswaktu ganti, Mengecek kualitas per secara berkala dengan melakukan preventive maintenance, Mengganti komponenmesin yang sudah tidak layak fungsi dengan yang baru, Menyediakan buku panduan pengoperasian mesin untukmeminimalisir kerusakan mesin akibat human error, Memastikan dan mengecheck ulang apakah JR sudah terpasangdengan benar dan center sehingga meminimalisir tisu menyangkut saat proses.Kata kunci: House of Risk, Manajemen Risiko, Mitigasi, Risk Agent, Risk Event
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN HSC-HSE PADA PT XYZ MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Fanerika, Vesya Zalfa; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT XYZ adalah perusahaan dengan Penanaman Modal Asing dengan kegiatan utama yaitu industrigarmen. PT XYZ memiliki beberapa departemen, salah satunya Departemen HSC-HSE (Health SafetyCompliance-Health, Safety, and Environment). Selama ini, pengukuran kinerja yang dilakukan padaDepartemen HSC-HSE hanya diukur melalui status finansial yang dilaporkan pada manajer perusahaan.Jika dilihat dari status finansialnya saja, kinerja para karyawan tidak bisa terukur. Hal itu kurang bisadijadikan tolak ukur karena bisa saja status finansial yang dilaporkan berubah menjadi lebih burukdikarenakan karyawan lain dan berpengaruh pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perludilakukan evaluasi pengukuran kinerja dari berbagai aspek bagi karyawan untuk mengetahui kinerjasumber daya manusia pada Departemen HSC-HSE di PT XYZ. Langkah-langkah penelitian dari awalyaitu mengidentifikasi KPI (Key Performance Indicator) menggunakan rancangan HR Scorecard,kemudian menghitung bobot tiap KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process, lalu menentukannilai kinerja dengan metode Scoring System, dan yang terakhir evaluasi hasil pengukuran kinerja denganmetode Traffic Light System. Penelitian yang dilakukan menghasilkan 19 KPI, yaitu 5 KPI HRDeliverable, 6 KPI dari perspektif High Performance Work System, 5 KPI HR Efficiency, dan 3 KPI HRSystem Alignment. Dari hasil pengukuran kinerjanya didapatkan 2 KPI memiliki Traffic Light Systemberwarna merah, yaitu kepemimpinan dan tingkat keterlambatan karyawan. Walaupun hasil kinerjakeseluruhannya berada pada level hijau sebesar 94,17%, perusahaan tetap harus melakukan perbaikansegera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentasenya sehingga kinerjaDepartemen HSC-HSE menjadi semakin baik.Kata kunci: pengukuran kinerja, key performance indicator, human resources scorecard, scoring systemdan traffic light system, analytical hierarchy process
HUBUNGAN STANDAR PRODUK DENGAN INOVASI PRODUK PADA INDUSTRI ELEKTRONIK (Studi Kasus Pada Pt. Hartono Istana Teknologi) Aries Susanty; Arfan Bakhtiar; Diana Puspitasari; Karlina Arfiani
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i3.678

Abstract

Perkembangan teknologi dan persaingan global mendorong perusahaan untuk selalu mencari dan mengembangkan cara yang lebih efektif dan efisien dalam merancang, memproduksi, dan memasarkan berbagai jenis produk yang bermanfaat dengan harga terjangkau. Dalam hal ini, inovasi produk sangat diperlukan agar dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya. Inovasi dilakukan dengan maksud menghasilkan suatu produk dengan tawaran baru yang menarik bagi konsumen. Seiring dengan perkembangan inovasi dan teknologi, standar pun diperlukan untuk menjamin performansi, kesesuaian, dan keamanan dari suatu produk yang dihasilkan maupun proses-prosesnya. Standar dapat menjadi sumber informasi bagi pelaksanaan inovasi dan juga dapat menjadi batasan apa saja yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Penelitian ini memaparkan mengenai bagaimana kebijakan perusahaan dalam mengembangkan inovasi produknya, bagaimana kebijakan perusahaan dalam penggunaan standar produk tertentu, bagaimana peran perusahaan dalam perumusan standar produk yang digunakan, dan bagaimana hubungan standar produk dengan keberhasilan inovasi produk yang dilakukan perusahaan dalam konteks sebagai perusahaan elektronik nasional.
Analisa Implementasi Anomaly Early Warning System pada Pelanggan Automatic Meter Reading (AMR) dalam Pengendalian Susut Jaringan Distribusi pada PLN UP3 Mataram Wibowo, Wido Kusumo; Purwaningsih, Ratna; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 5 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24594

Abstract

PLN UP3 Mataram sebagai salah satu unit dengan jumlah pelanggan dan kontribusi penjualan terbesar di Unit Induk Wilayah NTB memiliki realisasi kumulatif susut distribusi tahun 2019 sebesar 6,69% yang tentunya masih diperlukan beberapa usaha untuk mencapai target 6,28% di tahun 2020. Susut jaringan distribusi tenaga listrik terdiri atas susut teknis dan susut non teknis. Susut non teknis adalah hilangnya energi listrik yang dikonsumsi pelanggan maupun non pelanggan karena tidak tercatat dalam penjualan. Beberapa penyebab susut non teknik antara lain adalah pemakaian listrik ilegal, kesalahan baca meter, kesalahan alat pengukuran dan lain-lain. Dalam upaya untuk mencapai hal tersebut salah satunya adalah melakukan ekstra pemeriksaan, pemantauan dan target yang akurat terhadap pemakaian pelanggan terutama pelanggan Automatic Meter Reading (AMR). Pelanggan yang terdaftar di AMR per bulan terus meningkat, tercatat pada awal tahun 2019 sejumlah 1.210 pelanggan dan pada akhir tahun 2019 sejumlah 1.731 pelanggan. Dalam hal memantau pemakaian tenaga listrik, pelanggan AMR tersebut telah tersedia aplikasi AMICON (web based) namun belum dapat memberikan peringatan yang real time terhadap pengguna sehingga diperlukan Anomaly Early Warning System dengan memanfaatkan aplikasi Telegram. Notifikasi dari early warning system ini cepat, akurat dan informatif, sehingga memudahkan pengguna untuk selektif mengeksekusi anomali pengukuran pelanggan yang telah dilaporkan. Dari hasil analisa perhitungan didapatkan pendapatan kWh sebesar 471.392 kWh pasca implementasi early warning system dan pada akhir tahun 2020 terjadi penurunan susut jaringan distribusi menjadi 4,55%. Kata kunci: susut distribusi tenaga listrik, automatic meter reading, anomali, early warning system 
Analisis Tegangan Tembus Minyak Jarak dan Minyak Shell Diala B Sebagai Isolasi Cair Transformator Diantari, Retno Aita; Sofwan, Aghus; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24586

Abstract

Salah satu bagian terpenting dari transformator adalah minyak transformator. Minyak pada transformator berfungsi sebagai isolasi dan pendingin. Minyak yang digunakan pada minyak transformator ini secara umum menggunakan minyak mineral atau minyak shell diala B yang berasal dari minyak bumi. Minyak mineral merupakan isolasi cair yang tidak ramah lingkungan, sebab minyak ini secara biologis sulit terdegradasi dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, saat ini sudah mulai dilakukan penelitian dengan menggunakan minyak nabati yaitu minyak jarak dimana minyak jarak ini secara biologis mudah terdegradasi, sehingga lebih ramah lingkungan. Untuk mengetahui karakteristik tegangan tembus, baik minyak mineral shell diala B, minyak jarak dan campuran minyak mineral shell diala B dan minyak jarak, dilakukan pengujian di Laboratorium Teknologi dan Peralatan Tegangan Tinggi IT PLN Jakarta. Standar nilai tegangan tembus berdasarkan SPLN’49-1982 dan IEC No. 56 tahun 1991, nilai tegangan tembus minimal sebesar 30 kV/2,5 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan tembus minyak mineral shell diala B, minyak jarak dan pencampuran antara keduanya mencapai standar minimal tegangan tembus. Nilai tegangan tembus terbesar pada pencampuran minyak mineral shell diala B dan minyak jarak 50%:50% dengan rata-rata tegangan tembus sebesar 53 kV dan kekuatan dielektrik tertinggi yaitu 212 kV/cm. Semakin besar tegangan tembus, maka semakin besar pula kekuatan dielektriknya. Kata kunci: minyak shell diala B, minyak jarak, tegangan tembus, kekuatan dielektrik, SPLN 49-1982
Analisis Peran Mudlogging Geologist dalam Pengawasan dan Pengelolaan Data Pengeboran Sumur Panas Bumi Iswahyudi, Sachrul; Paryanto, Paryanto; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25486

Abstract

Sumber daya panas bumi memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan, namun proses pengeboran panas bumi menghadirkan tantangan yang memerlukan pengelolaan data real-time untuk mencegah risiko teknis dan keselamatan. Geologis pada unit mudlogging berperan penting dalam mendukung operasi pengeboran dengan memantau parameter pengeboran seperti tekanan dan suhu, yang dapat memengaruhi stabilitas formasi dan kondisi peralatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi mudlogging geologist dalam pengawasan dan pengelolaan data pengeboran pada tahun 1998 pada 2 sumur panas bumi, 30A dan 32 di Dieng, guna meningkatkan efisiensi, keselamatan pengeboran dan penerapan etika profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi data pengeboran real-time dan analisis dokumentasi lapangan untuk memahami peran geologist dalam pengambilan keputusan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mudlogging geologist mampu mendeteksi kondisi berisiko seperti kehilangan sirkulasi dan peningkatan kandungan klorida, yang berdampak pada keselamatan dan efisiensi operasi. Implementasi aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) serta penerapan etika profesi pada mudlogging geologist telah berkontribusi pada kegiatan pengeboran sumur panas bumi. Penerapan pemantauan berkelanjutan dan komunikasi data pengeboran real-time terbukti krusial dalam mengantisipasi masalah teknis dan memastikan keberhasilan pengeboran sumur panas bumi. Kata kunci: mudlogging geologist, pengeboran panas bumi, pengolahan data real-time, pemantauan sumur geotermal, mitigasi risiko operasional
Designing a Model for Bi-criteria Objective Scheduling at Flexible Flowshop Production in Finishing Furniture Industries Bahaudin, Achmad Fawwaz; Susanty, Aries; Saptadi, Singgih
Jurnal Sistem Informasi Bisnis Vol 15, No 2 (2025): Volume 15 Number 2 Year 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol15iss2pp152-158

Abstract

The bi-criteria objective scheduling is essential in the Jepara furniture industry due to its competitiveness. Scheduling that not only considers the company's profits but also takes into account the customer's perspective can add significant value to the company. Based on that, this paper proposed a mathematical model for the furniture finishing industry. Then it transformed into a Microsoft Excel Solver model. Cost calculation is also considered to choose the best model. The system's characteristic is flexible flow shop production, not identical at the last stage,  and sequence-dependent set up time. The objective of scheduling is to minimize total maximum completion time and total weighted tardiness. There are 3 scenarios in this paper, company focused, customer, and bi-criteria objective. After running the model, scenario 3 is the best choice for completing priority orders on time, while scenario 1 is ideal when seeking efficiency in production with delays being less of a concern.
PENINGKATAN KAPABILITAS PENYUSUNAN DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN K3 BERDASARKAN ISO 45001:2018 DI CV JAVATECH AGRO PERSADA PATI Prastawa, Heru; Susanty, Aries; Purwaningsih, Ratna; Susanto, Novie; Nugroho, Susatyo
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 1 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i1.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan CV Javatech Agro Persada. CV Javatech Agro Persada, sebagai perusahaan produksi peralatan pertanian modern yang baru berdiri. Peningkatan produktivitas dan kinerja, sangat tergantung pada penerapan manajemen dan kualitas pekerja yang dipengaruhi salah satunya dengan pelaksanaan program K3. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilatas penyusunan dokumen Sistem Manajemen K3 berdasarkan Iso 45001:2018. Diawali dengan menilai kesiapan implementasi Sistem Manajemen K3(SMK3) dengan tepat agar mendapatkan solusi sebagai rekomendasi untuk meningkatkan kualitas K3 pada CV Javatech Agro Persada.. Langkah pertama untuk menilai kesiapan implementasi SMK3, yaitu dengan mengidentifikasi risiko dan bahaya yang ada di tempat kerja. Kemudian dilakukan penilaian kesiapan perusahaan menerapkan SMK3 berdasarkan ISO 45001 dengan mengisi checklist klausul 4 sampai klausul 10, lalu dianalisis dengan membuat diagram PDCA (alat untuk perbaikan berkelanjutan) sebagai rekomendasi perbaikan, terakhir dibuat SOP sebagai output penelitian. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa perusahaan termasuk kategori “hampir siap” untuk menerapkan ISO 45001 dengan persentase: Klausul 4 sebesar 45,5%; Klausul 5 sebesar 96,5%; Klausul 6 sebesar 87,5%; Klausul 7 sebesar 73,3%; Klausul 8 sebesar 8,3%; Klausul 9 sebesar 66,7%; Klausul 10 sebesar 60%. Dengan dilakukan penelitian ini, diharapkan perusahaan bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas CV Javatech Agro Persada yang efektif dan efisien.
Co-Authors Achdan, Muhammad Danny achmad rachim Ade Rukmi Sarastiti Adhitya Sulistyawan Adi Hendiawan Adi Hendiawan Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Adyan Adyan Afifudin, Muhammad Afina Fauziyyah Afrizal Putranto Aghus Sofwan Agus Pamuji Agus Suprihanto Alfarel, Reihan Damario Alif Iqbal Rosyidi Andini, Anggita Realiza Arfan Bakhtiar Arief Chandra Putra Buana ARIEF CHANDRA PUTRA BUANA, ARIEF CHANDRA Arjula, Jus Audi Rakhmadan Baehaqi Bahaudin, Achmad Fawwaz Bambang Purwanggono Beta Viva Marga Kuasa Bobby Rio Indriyantho Budi Prasetyo Samadikun Budi Warsito Budiharjo, M. Arief Cahyani, Egintha Chotimah, Rizqi Rahmawati Claudia Gita Pratiwi Conni Valinda, Conni Cynthia Yenitasari Sinuraya, Cynthia Yenitasari Diana Puspita Sari Diantari, Retno Aita Diena Novitasari Diery Leonardo Sipayung Dyah Ika Rinawati Dyandra, Halida Eirene Kenny Eirene Kenny C Erlangga Ardianza Wibowo Esty Anjelia Pertiwi Gea Evelyn Evelyn Fairus Zakiah Fairuz Zakiah Fanerika, Vesya Zalfa Fani Tania Fani Tania, Fani Fariyanti Novita P Fernando Fernando Fernando Fernando, Fernando Ferry Hermawan Fildariani Massay Freddy Bachtiar Silaban Ganung Sugi Priambada Glory Audina Situmorang Haryo Santosa Haryo Santosa Haryo Santoso Haryono, Lilik Heri Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ichda Rachmawati Putri Ilham Bestari Fadhlillah Jesika Valentin Sebayang Joshi Putriasih Karlina Arfiani Kenny, Eirene Khusnayana, Wildan Kumala Ade Khantari Kumala Ade Khantari Kusno Hady Ridho Yunanto Luqman Hilmy Mohammad Lutfi Setiawan M, Nabila Aisya M. Miftah Firmansyah, M. Miftah M. Yogi Riyantama Isjoni Mahendra, Riyan Kun Manurung, Novi Laurensia Mega Aulia Silviadara Mega Aulia Silviadara, Mega Aulia Meriska Damayanti Meylani Meylani Moh. Khoiruddin Rajulaini Nafisa Aulia Fahmi Naibaho, Herdianto Marasi Najid Bangun Adisaputra Naniek Utami Handayani Nia Budi Puspitasari Nita Soviana Suharto Normaria Mustiana Sirait Novie Susanto Nurandani Hardyanti Nuroji Nuroji Nursyachbani, Pramudiastuti Paryanto Pradita Yusi Akshinta Prakoso, Ivan Setyo Prima Andidya Jati Pugara, Ade Purwaningsing, Ratna Putri Indah Ramadani Qiqi Azwani Syauqi Rani Rumita Rasyid Dwi Kurniawan Ratna Purwaningsih Ricky Yunio Marshieleno Rizqi Miradipta Rizqi Miradipta Ropenti Sirait Sachrul Iswahyudi Safira, Elsa Salsabila, Felda Zahra Saputra, Mohamad Handri Senja Puspita Sari Septika Rosiana Dewi Setiawan Handjoyo, David Kurnia Shinta Dewi Paramita Sidiq, Muhammad Fajar Sigit Mujiarto Sigit Wahyu Baskoro Silviana Silviana Singgih Saptadi Siti Aisyah Sulardjaka Sulardjaka Sumardi . Susatyo Nugroho Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tenny Monika Ubuh Buchara Hidajat Vera Febriani Wastuti, Nahdah Alvita Nur Wibowo, Wido Kusumo Widiatmoko, Julian Anindito Wisnu Wardhana Wiwik Budiawan Woro Adiati Yasmin Mauliddina Yast, Salsabilla Cessa Yedida Christa Pujianti Yoana Ellen Pertiwi Zainal Fanani Rosyada Zulaycha Fatmawati