Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Rantai Pasok Batik Melalui Pemilihan Supplier dengan Metode Fuzzy Analyctical Hierarcy Process (F-AHP) (Studi Kasus : Sentra Batik Cap Kauman, Wijirejo, dan Laweyan) Ganung Sugi Priambada; Aries Susanty; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik merupakan salah satu industri yang cukup memberikan kontribusi dalam menunjang perekonomian negara. Namun peningkatan permintaan batik tidak didukung dengan kesiapan supplier dalam menyediakan bahan baku, sehingga bahan baku sulit didapat atau terjadi peningkatan harga. Hal ini disebabkan kurangya koordinasi dan komunikasi antara pengrajin batik dengan para supplier. Dengan kata lain belum adanya rantai pasok yang dapat menggambarkan kebutuhan bahan baku IKM batik. Dengan adanya masalah tersebut maka dibutuhkan peta rantai pasok yang kompetitif yang dapat mengambarkan kebutuhan bahan baku batik, mengidentifikasi kriteria pemilihan supplier serta memberikan rekomendasi supplier.Pada penelitian ini dilakukan peramalan untuk mengetahui kebutuhan bahan baku kain, malam dan pewarna pada IKM batik cap di kota Pekalongan, Yogyakarta dan Solo dengan menggunakan metode Forecasting. Selain peramalan juga dilakukan identifikasi kriteria pemilihan supplier serta memberikan rekomendasi supplier dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarcy Process. Berdasarkan hasil penelitian ini diperkirakan kebutuhan kain tahun 2014 untuk Kota Pekalongan sebesar 227.900 meter, Kota Yogyakarta sebesar 49.990 meter dan Kota Solo sebesar 32.433 meter. Sedangkan kriteria terpenting yang digunakan untuk memilih supplier adalah kriteria harga yang ditawarkan supplier dan kriteria presentase produk cacat. AbstractBatik industry is one of the industry that contributes to support the Indonesia’s economy. However in recent day the increased demand of batik is not supported with the readiness of the supplier in providing raw materials, so the raw materials are hard to come by or with the increase price. This is due to the lack of coordination and communication between the suppliers batik artisans. In other words supply chain that can describe the raw material needs of the IKM batik has not been proprerly estabilished yet. Due to the existence of this problem then a map of competitive supply chain that can describe the raw material needs of batik, identifying selection criteria and providing a recomended supplier, is required.This research was conducted to forecast the needs of fabric raw materials, colorings and wax IKM in Pekalongan, Yogyakarta and Solo by using methods of Forecasting. In addition to forecasting the identification of supplier selection criteria as well as providing recommendations of suppliers by using Fuzzy Analytical Hierarcy Process method are also carried out. Results of the research is estimated that the requirements of fabric in 2014 for Pekalongan need 227.900 meters, Yogyakarta need 49.990 meters, and Solo need 32.433 meters. While the most important criteria for selecting suppliers are  price offered by supplier and percentage of defective product criteria.
PENGUKURAN RISIKO RANTAI PASOK BERAS MENGGUNAKAN FUZZY FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (Studi Kasus : UD.Sami Hasil Demak) Alif Iqbal Rosyidi; Hery Suliantoro; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.719 KB)

Abstract

Industri agraria merupakan industri yang sangat berpengaruh pada kehidupan banyak manusia. Dalam perkembangannya, faktor risiko yang berpengaruh pada industri agraria semakin banyak sehingga dalam pengambilan keputusan faktor-fakor risiko tersebut perlu dipertimbangkan sehingga dapat meminimalisir tingkat kerugian yang akan terjadi. Supply Chain Operation Reference (SCOR) sebagai salah satu metode pengembangan dalam supply chain management yang menilai kinerja rantai pasok. Berbagai fenomena dilapangan menunjukkan bahwa risiko yang terjadi pada industri agraria cukup banyak tetapi dengan SCOR dapat dikelompokkan menjadi 5 proses yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Risiko ini dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, penurunan omset, dan lain lain yang dapat mempengaruhi kelancaran operasi bisnis. Framework yang digunakan merupakan framework dari D.U.Rochmah (2014). Tujuannya adalah membangun strategi perbaikan sehingga perusahaan dapat bertahan dan melanjutkan upaya pencapaian keuntungan. Berdasarkan fenomena yang ada, terjadinya gangguan pada salah satu pelaku rantai pasok yaitu kesulitan dalam memenuhi target produksi dan penurunan omset di UD.Sami Hasil Demak menimbulkan perlunya strategi pengelolaan yang tepat. Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (FFMEA) akan digunakan dalam menentukan prioritas-prioritas dari kategori-kategori risiko yang berpengaruh pada stakeholder supply chain beras. Beberapa variabel risiko yang menjadi prioritas untuk diperbaiki urutannya adalah risiko penurunan kualitas, keterlambatan komoditas, penurunan kualitas komoditas pasokan dengan alternatif solusi yaitu melakukan kerjasama dengan BULOG agar kualitas beras dan harga komoditas terjaga tetap stabil.  ABSTRACTAgrarian industry is an industry that is very influential in the lives of many people. During its development, the risk factors affecting the agrarian industry more and more so in the decision-making of these risk factors need to be considered so as to minimize the level of losses that will occur. Supply Chain Operations Reference (SCOR) as one of the methods in the development of supply chain management assesses the performance of the supply chain. Various phenomena in the field indicate that the risks that occur in the agrarian industry quite a lot but with SCOR can be grouped into five processes, namely Plan, Source, Make, Deliver, and Return. These risks may cause delays in delivery, damage to goods, decrease turnover, and others that may affect the smooth running of business operations. Framework used the framework of Rochmah (2014). The goal is to develop improvement strategies so that the company can survive and continue the efforts to achieve a profit. Based on existing phenomenon, the occurrence of interference on one of the perpetrators of the supply chain, namely the difficulty in meeting production targets and a decrease in turnover in UD.Sami Hasil Demak raises the need for appropriate management strategies. Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (FFMEA) will be used in determining the priorities of risk categories that affect the rice supply chain stakeholders. Risk variable becoming a priority for repair order is the risk of loss of quality , delay commodities, and deterioration of commodity supply with alternative solution like joint with BULOG to keep the quality and price of rice commodity safe and stable.
PENGELOLAAN RISIKO PADA PROSES BISNIS PERCETAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus di PT. Masscom Graphy Semarang) Nafisa Aulia Fahmi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan industri pada era global  adalah menjaga aliran barang, aliran informasi, serta aliran keuangan dari supplier sampai pelanggan berjalan dengan lancar. Terdapat risiko yang mungkin timbul dari setiap aktivitas tersebut. PT. Masscom Graphy Semarang (Masscom) merupakan perusahaan percetakan yang memiliki 2 divisi, yaitu divisi cetak Koran dan divisi cetak Umum. Pada divisi cetak umum terdapat keterlambatan dalam pemenuhan bahan baku sehingga menyebabkan aktivitas di perusahaan terhambat. Diperlukan manajemen risiko rantai pasok agar ketiga aliran dapat berjalan lancar.Berdasarkan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR), terdapat 44 aktivitas dalam proses bisnis divisi cetak umum. Secara berurutan pada proses plan, source, make, deliver, dan return terdapat 11, 9, 13, 4, dan 2 aktivitas. Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan aktivitas pada model SCOR. Penilaian risiko menggunakan Metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Penilaian risiko menilai severity (S), occurrence (O), Detection(D) kemudian menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi adalah 180 terdapat pada proses deliver dan terendah 8 yaitu pada proses make. Agen risiko yang menyebabkan sebagian besar kejadian risiko di Masscom adalah kesalahan manusia, revisi order dari pelanggan. Strategi mitigasi risiko yang diusulkan adalah pengelolaan Sumber Daya Manusia, meningkatkan hubungan dengan supplier, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dan pengelolaan asset perusahaan.  Abstract In the era of globalization industrial challenges is to maintain the flow of goods, information flow, and financial flow from supplier to customers as well as. There is a risk that may arise from any activity. PT. Masscom Graphy Semarang (Masscom) is a printing company who have 2 divisions, namely Divisi Cetak Koran and Divisi Cetak Umum. In Divisi Cetak Umum there are delay in fulfillment raw materials that make company activity hampered . Supply Chain Risk Management is required in order to make these three flows are going well. Based on Supply Chain Operations Reference(SCOR) Model approach, there were 44 business activity process in Divisi Cetak Umum. Sequentially on a plan, source, make, deliver, and return there were 11, 9, 1, 4, and 2 activities. Risk identification is carried out based on activity at SCOR Model. Risk assessment using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) method. Risk assessment assessing severity (S), occurrence(O), detection(D) and then calculating the Risk priority Number (RPN). The value of the highest RPN is 180 in process of deliver and the lowest in process of make. Risk agent that cause most of risk in Masscom is human error, revision of orders from customers. The proposed risk mitigation strategy is manage the human resources, improve relationships with suppliers, improve relationships with customers, and manage the asset of the company.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berpindah serta Independensi antara Perilaku Berpindah dengan Karakteristik Demografi pada Konsumen TV Berlangganan di Kota Semarang Ropenti Sirait; Bambang Purwanggono; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.903 KB)

Abstract

Fenomena keluhan konsumen dan bangkrutnya salah satu provider TV berlangganan di Indonesia menjadi isu yang sangat penting diperhatikan oleh setiap pelaku bisnis industri TV berlanganan di Indonesia. Di sisi lain, jumlah pemain dalam industri  TV berlangganan  semakin banyak, berdampak pada persaingan yang semakin ketat. Setiap perusahaan harus melakukan perbaikan manajerial dengan tepat terutama pada konsumen yang lebih cenderung untuk beralih.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel perpindahan terhadap perilaku perpindahan konsumen serta mengetahui ketidaktergantungan antara perilaku berpindah dengan karakteristik demografi konsumen TV berlangganan di Kota Semarang. Hasil penelitian melalui analisis pengaruh faktor dengan regresi linear berganda menunjukkan bahwa  kegagalan menghadapi pelanggan, keberadaan pesaing, ketidaknyamanan, kegagalan layanan inti, masalah etika, pengaruh sosial, harga, memiliki pengaruh positif signifkan terhadap perilaku perpindahan konsumen. Sementara biaya beralih memiliki pengaruh negatif signifkan terhadap perilaku perpindahan konsumen Adapun urutan variabel diurutkan berdasarkan pengaruh yang paling tinggi adalah  sebagai berikut: 1). pengaruh sosial, 2). masalah etika, 3). kegagalan layanan inti, 4). biaya perpindahan, 5). keberadaan pesaing, 6). ketidaknyamanan, 7). kegagalan menghadapi pelanggan, dan 8). harga. Selain itu, hasil penelitian melalui analisis ketidaktergantungan dengan Crosstabs dan Chi-Square diketahui bahwa perilaku berpindah bergantung pada karakteristik demograpi yaitu jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan.  Namun perilaku independen dengan tingkat pendidikan terakhir.   Abstract The phenomenon of consumer complaints and the down of one of pay TV provider in Indonesia has become a very important issue in Indonesia. Besides, the number of players in the pay TV industry increase the competition. The company must make the improvements with appropriate managerial and focus on consumers who are more likely to switch. This study aims to determine the variable effect of the customer switching behavior and also the independence analysis between customer switching behavior and demographic characteristics on pay TV in Semarang. The results of this research through the analysis by suing multiple linear regression showed that the customer encounter faiure, competition, inconvenience, core service failures, ethics problems, group influence, prices, had a positive significant influence on the customer switching behavior. While the switching cost has the negative significant influence on the customer switching behavior. The sequence of variables sorted by the highest impact are as follows: 1). Group influence, 2). Ethics problems, 3). core service failures, 4). switching costs, 5). competition, 6). inconvenience, 7). customer encounter faiure, and 8). price. In addition, the research results through analysis of independence with Crosstabs and Chi-Square is known that the switching behavior depend on the demography characteristics of sex, age, occupation, income level. But switching behavior was independence with education level. 
PEMBERDAYAAN RUMAH POTONG AYAM MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK UNTUK MENINGKATKAN BISNIS SUSTAINABILITY Ratna Purwaningsih; Novie Susanto; Heru Prastawa; Aries Susanty; Susatyo Nugroho WP; Putri Indah Ramadani
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan PT Ciomass Adisatwa berupa penyelenggaraan pelatihan manajemen resiko menggunakan metode House of Risk untuk pekerja produksi di Rumah Potong Ayam yang berlokasi di Pabelan Kab Semarang.Selain penjelasan tentang materi para pekerja juga langsung melakukan praktek dengan melakukan penilaian pada proses produksi yang terjadi di RPA mulai dari receiving, handling, storage dan distribution. Para pekerja melakukan penilaian dan merencanakan mitigasi sesuai dengan hasil penilaian dari house of risk tahap 1 dan tahap 2. Tahap 1 berfokus pada penilaian resiko yang significant dan identifikasi risk agent sedangkan tahap 2 berfokus pada penyusunan rencana mitigasi dan penilaian rencana mitigasi. Manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini adalah: (i) identifikasi dan penilaian resiko pada RPA; (ii) memahami dan dapat melaksanakan rangkaian metode penilaian risiko dengan HoR; dan (iii) Menyusun rekomendasi yang aplikatif untuk diterapkan di RPA untuk mengurangi probability terjadi dan severity impact dari setiap resiko. Hasil yang diperoleh dari HoR tahap I adalah ditemukan 26 kejadian risiko. 52 penyebab risiko dan 12 penyebab risiko potensial yang diperoleh dari nilai ARP yang sudah diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil. HoR tahap II mengusulkan 28 aksi mitigasi risiko dan didapatkan 8 aksi mitigasi terpilih yang diperoleh dari nilai ETDk yang diurutkan nilainya dengan mempertimbangan tingkat kesulitan penerapannya baik dari segi biaya, sumber daya manusia dan lingkungan di perusahaan.
OPTIMALISASI PARAMETER PROSES PRODUKSI UNTUK MEMINIMALKAN JUMLAH BATU BATA PATAH MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI (SK: SENTRA INDUSTRI BATU BATA BLANCIR - SEMARANG) Aries Susanty; Meriska Damayanti; Bambang Purwanggono; Ratna Purwaningsih; Heru Prastawa; Novie Susanto; Susatyo Nugroho W.P.
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun kebutuhan rumah bertambah menyebabkan permintaan batu bata meningkat. Salah satu penghasil batu bata yaitu Sentra Industri Blancir yang terletak di Pedurungan Kidul, Semarang. Proses produksi di Sentra Industri Blancir masih menghasilkan batu bata patah. Saat ini belum ada standar teknis baik dari segi material maupun metode dalam proses produksi batu bata di Sentra Industri Blancir. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi parameter proses produksi menggunakan desain eksperimen Taguchi dengan karakteristik kualitas smaller the better. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh level optimal parameter proses produksi untuk meminimalkan jumlah batu bata patah. Variabel penelitian terdiri dari enam parameter proses yaitu air, sekam padi, pengadukan, pendiaman, pengeringan, dan pembakaran. Rasio S/N, analisis variansi, dan uji T digunakan untuk menentukan level optimal dan menganalisis efek parameter proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi level optimal yaitu air 20%, sekam padi 4%, pengadukan bahan 7 kali, pendiaman campuran 6 jam, pengeringan 12 jam, dan pembakaran 5 hari. Urutan parameter proses yang berpengaruh signifikan untuk meminimalkan batu bata patah yaitu jumlah pengadukan bahan, lama pembakaran, jumlah air, jumlah sekam padi, dan lama pengeringan. Sedangkan lama pendiaman campuran tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan eksperimen konfirmasi menggunakan level optimal, jumlah batu bata patah dapat berkurang sebanyak 2,25%.
Employee’s Job Performance: The Effect of Attitude toward Works, Organizational Commitment, and Job Satisfaction Aries Susanty; Rizqi Miradipta
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 15 No. 1 (2013): JUNE 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.679 KB) | DOI: 10.9744/jti.15.1.13-24

Abstract

Job satisfaction is a pleasurable or positive emotional state resulting from the appraisal of one’s job and job experiences. The happier the individual, the higher is level of job satisfaction. It is assumed that positive attitude towards work and greater organizational commit­ment increases job satisfaction which in return enhances performance of the individual. Based on this phenomenon, this study is aimed to explain and empirically test the effect of attitude toward work, job satisfaction, and organizational commitment to the employee’s job performance at PT. Intech Anugrah Indonesia (PT. Intech). Data used in this study was primary data which were collected through closed questionnaires with 1-5 Likert scale. A sample of this study was 200 managerial and non-managerial staff of PT. Intech. Research carried out by using Structural Equation Modeling (SEM) which was run by AMOS 20.0 program. The results of this study showed that attitude towards work have positive but not significant effect to job satis­faction and employee performance. Different with attitude towards work, the organization's commitment has positive and significant effect on job satisfaction and employee performance at PT. Intech. It means every improvement in organization’s commitment has a positive effect toward job satisfaction and employee performance at PT. Intech.
The Relationship between Brand Equity, Customer Satisfaction, and Brand Loyalty on Coffee Shop: Study of Excelso and Starbucks Susanty, Aries; Kenny, Eirene
ASEAN Marketing Journal Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effect of the Brand Equity on the Customer Satisfaction and the Brand Loyalty of Starbucks and Excelso coffee shops’ customers. Starbucks is the strongest competitor of Excelso. Data used in this study was primary data which were collected through closed questionnaires with 1-5 Likert scale. A sample of this study was 270 respondents, 135 respondents for each brand. The study used Structural Equation Modelling (SEM) operated by LISREL program to analyze the hypothesis. The results of this study showed that The Physical Quality, the Ideal Self-Congruence, and the Lifestyle Congruence have a positive and significant impact on the Customer Satisfaction on Excelso and Starbucks. Staff behaviour only have a positive and significant impact on the Customer Satisfaction in the Excelso, whereas, brand identification only have a positive and significant impact on the Customer Satisfaction in the Starbucks. However, in both of coffee shop brand, the Consumer Satisfaction have a positive and significant impact on the Brand Loyalty.
Analisis Perbandingan Pekerjaan U-ditch Precast dan Cast In Situ Dalam Segi Waktu dan Biaya (Proyek Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta Tahap 4 Paket 1) Sidiq, Muhammad Fajar; Susanty, Aries; Hardyanti, Nurandani
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24115

Abstract

Daerah pesisi kota Jakarta merupakan kawasan yang sering terjadi bencana banjir dari air hujan ataupun air laut (rob). Banjir rob yang terjadi di daerah utara. Untuk mengurangi resiko tersebut, maka disusun rencana induk pengamanan pantai di Jakarta. Pada proyek ini terdapat item pekerjaan saluran yang mana item pekerjaan ini juga termasuk item pekerjaan utama untuk menanggulangi air dari warga dan dibuang ke laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui durasi pekerjaan dan biaya antara 2 metode pekerjaan saluran yakni metode cast in situ dan metode beton precast. Pada saat pengerjaan proyek pengaman pantai, terdapat beberapa opsi metode pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan saluran. Metode yang dipilih adalah cast in situ atau pekerjaan di tempat atau beton precast. Pemilihan metode berdasarkan biaya dan waktu pekerjaan. Pada penelitian kali ini dilakukan 2 perhitungan metode yaitu cast in situ dan precast dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Dengan menganalisa waktu yang didapat dari proyek didapatkan hasil penelitian untuk metode saluran cast in situ memerlukan bobot biaya sebanyak 2,27% dari nilai kontrak dengan waktu pengerjaan selama 150 hari. Sedangkan pekerjaan saluran dengan metode precast memerlukan biaya sebesar 2,47% dari biaya kontrak dengan memerlukan waktu pengerjaan selama 90 hari. Kata kunci: pengaman pantai, cast in situ, precast, saluran
Manajemen Sumber Daya Dalam Percepatan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Pascabencana Longsor dan Banjir di Pulau Serasan (Pulau Terluar Indonesia) Saputra, Mohamad Handri; Susanty, Aries; Samadikun, Budi Prasetyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23919

Abstract

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Maret 2023 menyebabkan kerusakan rumah warga dan korban jiwa yang terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana menjalankan tugasnya untuk menangani pekerjaan tersebut untuk mempercepat penanganan bencana longsor. Menteri Basuki mengatakan, prioritas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana longsor adalah relokasi permukiman warga. Relokasi dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah. Suatu proyek berupaya dengan mengarahkan sumber daya yang tersedia yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu. Proyek harus terselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan. ADHI melalui Huntap dengan teknologi rumah khusus tahan gempaatau disebut Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tersebut ditargetkan siap digunakan pada akhir Juni 2023. Hal tersebut dikarenakan RISHA menggunakan metode knock down/merangkai komponen dalam mendirikan RISHA yang relatif cepat. Rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di Kepulauan Natuna tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi membangun permukiman baru yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana (build back better). Relokasi bagi 100 rumah warga terdampak penting dilakukan karena berada di zona merah kerentanan tinggi terhadap bencana longsor. Maka strategi manajemen dalam mengelola sumber daya yang mencakup mobilisasi dan demobilisasi, bahan, peralatan, tenaga kerja dengan waktu pelaksanaan yang cukup menantang hanya dengan waktu 3 bulan di lokasi Pulau Serasan yang merupakan pulau terluar Indonesia dengan tetap memperhatikan biaya konstruksi bangunan yang efisien tepat mutu dan tepat waktu. Kata kunci: HUNTAP Serasan, manajemen, sumber daya
Co-Authors Achdan, Muhammad Danny achmad rachim Ade Rukmi Sarastiti Adhitya Sulistyawan Adi Hendiawan Adi Hendiawan Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Adyan Adyan Afifudin, Muhammad Afina Fauziyyah Afrizal Putranto Aghus Sofwan Alfarel, Reihan Damario Alif Iqbal Rosyidi Andini, Anggita Realiza Arfan Bakhtiar Arief Chandra Putra Buana ARIEF CHANDRA PUTRA BUANA, ARIEF CHANDRA Arjula, Jus Audi Rakhmadan Bahaudin, Achmad Fawwaz Bambang Purwanggono Beta Viva Marga Kuasa Bobby Rio Indriyantho Budi Prasetyo Samadikun Budiharjo, M. Arief Cahyani, Egintha Chotimah, Rizqi Rahmawati Claudia Gita Pratiwi Conni Valinda, Conni Cynthia Yenitasari Sinuraya, Cynthia Yenitasari Diana Puspita Sari Diana Puspitasari Diana Puspitasari Diantari, Retno Aita Diena Novitasari Diery Leonardo Sipayung Dyah Ika Rinawati Dyandra, Halida Eirene Kenny Eirene Kenny C Erlangga Ardianza Wibowo Esty Anjelia Pertiwi Gea Evelyn Evelyn Fairus Zakiah Fairuz Zakiah Fanerika, Vesya Zalfa Fani Tania Fani Tania, Fani Fariyanti Novita P Fernando Fernando Fernando Fernando, Fernando Fildariani Massay Freddy Bachtiar Silaban Ganung Sugi Priambada Glory Audina Situmorang Haryo Santosa Haryo Santosa Haryo Santoso Haryono, Lilik Heri Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ichda Rachmawati Putri Ilham Bestari Fadhlillah Jesika Valentin Sebayang Joshi Putriasih Karlina Arfiani Kenny, Eirene Khusnayana, Wildan Kumala Ade Khantari Kumala Ade Khantari Kusno Hady Ridho Yunanto Luqman Hilmy Mohammad Lutfi Setiawan M, Nabila Aisya M. Miftah Firmansyah, M. Miftah Mahendra, Riyan Kun Manurung, Novi Laurensia Mega Aulia Silviadara Mega Aulia Silviadara, Mega Aulia Meriska Damayanti Meylani Meylani Moh. Khoiruddin Rajulaini Nafisa Aulia Fahmi Naibaho, Herdianto Marasi Najid Bangun Adisaputra Naniek Utami Handayani Nia Budi Puspitasari Nita Soviana Suharto Normaria Mustiana Sirait Novie Susanto Nurandani Hardyanti Nuroji Nuroji Nursyachbani, Pramudiastuti Paryanto Paryanto Pradita Yusi Akshinta Prima Andidya Jati Pugara, Ade Purwaningsing, Ratna Putri Indah Ramadani Qiqi Azwani Syauqi Rani Rumita Rasyid Dwi Kurniawan Ratna Purwaningsih Ricky Yunio Marshieleno Rizqi Miradipta Rizqi Miradipta Ropenti Sirait Sachrul Iswahyudi Safira, Elsa Salsabila, Felda Zahra Saputra, Mohamad Handri Senja Puspita Sari Septika Rosiana Dewi Setiawan Handjoyo, David Kurnia Shinta Dewi Paramita Sidiq, Muhammad Fajar Sigit Wahyu Baskoro Silviana Silviana Singgih Saptadi Siti Aisyah Sumardi . Susatyo Nugroho Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tenny Monika Ubuh Buchara Hidajat Vera Febriani Wastuti, Nahdah Alvita Nur Wibowo, Wido Kusumo Widiatmoko, Julian Anindito Wisnu Wardhana Wiwik Budiawan Woro Adiati Yasmin Mauliddina Yast, Salsabilla Cessa Yedida Christa Pujianti Yoana Ellen Pertiwi Zainal Fanani Rosyada Zulaycha Fatmawati