Claim Missing Document
Check
Articles

PengukuranBebanKerjadanPenentuanJumlahTenagaKerjaOptimalMenggunakanMetodeWorkLoadAnalysis(WLA)PadaBagianPackingDivisiKacangAtom(StudiKasus:PT DuaKelinci) Vera Febriani; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPTDuaKelinciadalah perusahaan yangmemproduksimakanan ringan diIndonesiayangmenghasilkanberbagai macam produk kacang dan olahannya PT Dua Kelinci terdapat salah satu divisi dengan tingkatproduksi terbanyak yaitudivisi kacang atomDivisi ini memilikipermaslahan terutama di bagianpackingantara lain tidak tercapainya target produksi, ketidakseimbangan jumlah karyawan di salah satu stasiun kerjadibandingkan stasiun kerja lainya yang mengakibatkan inefisiensi kerja, dan beberapa karyawan merasakankelelahan dalam bekerja yang diakibatkan oleh besarnya beban kerja yang diterima karyawan. Oleh karena itudilakukan pengukuran terhadap beban kerja karyawansehingga diketahui jumlah optimal karyawan yang harusbekerja. Penelitian laporan kerja praktek ini yaitu perhitungan beban kerja hanya dilakukan pada stasiun kerjapacking shift pagi dengan jam efektif selama 7 jam dengan metode work sampling. Metode pengukuran yangdigunakan yaitu metode Work Load Analysis (WLA). Bedasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa bebankaryawantertinggi terdapat pada bagian setting mesin dengan beban sebesar 140,54% hal ini diakibatkanbeban yang diangkat oleh pekerja dan frekuensi pekerjaan dilakukan.Perhitungan optimalissi pekerja didapatpengurangankaryawaansebanyak1orang.Katakunci:Abstract[Title:MeasurementofWorkloadandDeterminationofOptimalLaborAmountUsingtheWorkLoadAnalysis (WLA) Method in the Packing Section of the Kacang Atom Division (Case Study: PT Dua Kelinci)]PTDuaKelinciisacompanythatmanufacturessnacksinIndonesiathatproducesavarietyofbeanandprocessedproducts.PTDuaKelincihasthehighestproductionlevel,namelythekacangatomdivision.Thisdivisionhasproblems,especiallyinthepackingsection,suchasnotachievingproductiontargets,imbalancesthe number of employees at one work station compared to other work stations which results in work inefficiency,andsomeemployeesfeelfatigueatworkduetothelargeworkloadreceivedbyemployees.Therefore,measurementsaremadeoftheworkloadofemployeessothattheoptimalnumberofemployeesthatmustworkis known. This practical work research report is the calculation of workload only is only at packing work stationshiftmorningwitheffectivehoursfor 7hourswiththeworksamplingmethod.Themeasurementmethod usedistheWorkLoadAnalysis(WLA)method.Basedonthecalculationresultsitisknownthatthehighestemployeeloadisfoundinthemachinesettingssectionwithaloadof140.54%,thisisduetotheburdenliftedbytheworkers andthefrequencyofworkperformed
Perbaikan Postur Kerja Untuk Mengurangi Keluhan Musculoskeletal Dengan Menggunakan Ovako Work Analysis System (OWAS) Pada CV. Java Comaco Prima Nita Soviana Suharto; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.7 KB)

Abstract

CV. Java Comaco Prima merupakan usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan kelapa. Pada saat melakukan studi pendahuluan di lapangan, ditemukan beberapa penyebab timbulnya keluhan Musculoskeletal disorder (MSDs). Keluhan paling banyak ditemukan pada proses produksi pembuatan nata de coco karena hampir semua proses produksi dilakukan secara manual. Bagian postur tubuh yang paling dominan menimbulkan sakit pada pekerja adalah pada bagian punggung dan kaki. Pada posisi punggung timbul keluhan musculoskeletal karena pada saat bekerja posisi punggung membungkuk dan punggung ditekuk memutar. Pada kaki terlihat pekerja bekerja dengan cara jongkok dan kedua kaki ditekuk sehingga timbul keluhan musculoskeletal. Metode Ovako Work Analysis System (OWAS) untuk mengidentifikasi dan menganalisis sikap kerja para pekerja CV. Java Comaco Prima. Nilai OWAS sebelum perbaikan yang mendapat kategori 1 yaitu pada postur bagian perebusan air kelapa awal,  postur bagian penuangan ke dalam botol, postur bagian penuangan air rebusan kelapa ke wadah dan postur bagian menghilangkan kulit ari nata de coco. Kategori 2 yaitu pada postur bagian perebusan air kelapa akhir, postur bagian panen dan bagian pemotongan nata de coco. Kategori 3 yaitu pada postur bagian packing dan kategori 4 yaitu pada postur bagian melakukan pembibitan awal dan pembibitan akhir. Setelah melakukan perbaikan fasilitas kerja maka didapat nilai owas untuk keseluruhan postur mendapatkan nilai kategori 1.   ABSTRACT CV . Java Comaco Prima is a business in the sector processing of coconut . At the time of preliminary studies in the field, there are some cause of complaint Musculoskeletal disorders (MSDs). The Complaint mostly found in the production process of making nata de coco because almost all production done by hand. The most dominant posture cause pain on workers is on the back and legs. On the dorsal position arising complaint musculoskeletal because during the working position back bent and back bent twist. On the visible workers work with a squat and both legs bent so as to arise musculoskeletal complaints.This study use Ovako Work Analysis System (OWAS) methods to identify and analyze the attitude of workers CV. Prima Java Comaco. OWAS value before repairs are received first category  is the posture of the early part of the coconut water boiling, posture pouring into the bottle parts, posture parts boiled water pouring oil into the container and removes parts posture nata de coco husk. The second category is on posture final part coconut water boiling, posture parts harvesting and cutting nata de coco. Third category is the posture of the packing and fourth category is the posture sections when the first and end seeding. After doing repair work facilities owas the value obtained for the overall posture category scores 1.
ANALISIS PENGARUH FINANCIAL BENEFIT, SOCIAL BENEFIT, DAN STRUCTURAL TIES TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PENGGUNA MATAHARI CLUB CARDS SEMARANG Esty Anjelia Pertiwi Gea; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis retail yang semakin ketat membawa pengaruh semakin menurunnya pertumbuhan pangsa pasar supermarket di Indonesia. Oleh karena itu,  bisnis retail perlu meningkatkan kualitas layanan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dengan membangun relasi yang baik dengan pelanggan yaitu dengan membangun Customer Relationship Management (CRM). Salah satu aplikasi CRM adalah dengan kartu keanggotaan atau Membership Card. Seperti yang dilakukan oleh Matahari Department Store dalam bersaing dengan retail lain dengan mengeluarkan Matahari Club Cards (MCC). Untuk membangun loyalitas pada member MCC perlu adanya keuntungan – keuntungan yang didapat dari penggunaan MCC yaitu financial benefit, social benefit, dan structural ties yang akan diteliti dalam penelitian ini dan pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan perhitungan dengan regresi linier berganda diperoleh hasil dimana financial benefit merupakan faktor yang paling mempengaruhi loyalitas pelangga. Financial benefit, social benefit, dan structural ties mempengaruhi loyalitas pelanggan sebanyak 71%.
PERHITUNGAN DAN ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN PENGISIAN KAPSUL PT. X Diena Novitasari; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.765 KB)

Abstract

Total Productive Maintenance (TPM) akan berjalan dengan efektif apabila terdapat data performansi peralatan yang akurat. Apabila kegagalan peralatan dan alasan kerugian dalam produksi tidak dipahami, maka TPM tidak dapat dijalankan secara optimal untuk mengatasi masalah besar atau menditeksi bila terjadi penurunan kinerja. Kerugian produksi yang terdiri dari biaya tidak langsung dan biaya tersembunyi merupakan bagian dari total biaya produksi. Dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE) maka dapat mengungkapkan biaya tersembunyi tersebut.PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pharmasi, yaitu memproduksi obat jenis kapsul, tablet, sirup, dan sirup kering. Penelitian ini mengukur nilai OEE pada mesin pengisian kapsul selama bulan Mei, Juni dan Juli tahun 2013 dan menganalisis nilai tersebut, serta menemukan akar penyebab menggunakan diagram sebab akibat. Nilai OEE yang diperoleh secara berturut-turut dalam tiga bulan adalah 59,79%, 56,61%, dan 53,10% yang jauh dibawah standar, standar OEE > 84%. Faktor penyebab rendahnya nilai OEE adalah idling and minor stoppages dengan nilai 21,18%, 18,88%, dan 17,69%.Usulan perbaikan yang disarankan adalah menambah SDM pengawas, memperpanjang waktu kontrak kerja, menambah SDM maintenance, mendatangkan ahli penataan tempat kerja, dan menambah mesin pencampuran.     ABSTRACT Accurate equipment performance data is essential to the success and long-term effectiveness of TPM activities. If the extent of equipment failures and reasons for production losses are not entirely understood, then any TPM actions cannot be deployed optimally to solve major problems or arrest deteriorating performance. Production losses, together with other indirect and hidden costs, constitute the majority of the total production costs. Therefore, Overall Equipment Effectiveness (OEE) can be used to reveal these hidden costs.PT. X is a pharmaceutical company that produces capsules, tablets, syrups, and dry syrups. The aim of this study are to measure OEE value of capsule filling machine during May, June, and July 2013 and analyze those value than find the reasons by cause effect diagram. OEE value is obtained successively in three months is 59,79%, 56,61%, and 53,10% which is far below standard, OEE > 84%. The main reason is idling and minor stoppages, the values is 21,18%, 18,88%, and 17,69%. Suggested improvement are increase supervisor human resource, extend the employment contract, adding maintenance human resource, bring in expert arrangement of work place, and add more mixing machine.
PENILAIAN KESIAPAN KAWASAN INDUSTRI CANDI UNTUK MENJADI ECO-INDUSTRIAL PARK Diery Leonardo Sipayung; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.819 KB)

Abstract

Salah satu strategi yang dijalankan oleh pemerintah untuk meningkatkan ekonomi nasional adalah dengan mengembangkan Kawasan Industri, salah satu kawasan industri yang dikembangkan adalah Kawasan Industri Candi yang terletak di Semarang. Pengembangan kawasan industri memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat di antaranya: semakin meningkatnya perekonomian dan pendapatan masyarakat, semakin terbukanya lapangan pekerjaan, dan kemajuan di bidang teknologi. Dampak negatif yang terjadi antara lain: rusaknya ekosistem sekitar kawasan akibat pembuangan limbah yang berlebihan, terjadinya pemadatan tanah akibat zat asam, serta ancaman berbagai penyakit akibat pencemaran air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesiapan dikembangkannya Eco-Industrial Park di Kawasan Industri Candi melalui penyesuaian dengan prinsip-prinsip EIP dengan menetapkan 3 skala yaitu 1 “Sudah menerapkan sepenuhnya”. 2 “Sudah menerapkan tetapi belum sepenuhnya, dan 3 “belum menerapkan sama sekali”. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa 5 prinsip EIP belum sama sekali diterapkan dan 1 prinsip sudah dilakukan namun belum sepenuhnya. ABSTRACTOne of the strategies implemented by the government to improve the national economy is by developing Industrial Parks, one of the industrial Park which is developed by the government is Candi Industrial Parks that is located in Semarang. The development of the industrial park have positive and negative impacts. Positive impacts include: an increase in people's income and economy, employment opportunities, and the improvement of technology. The negative impacts are: the destruction of ecosystems around the area as a result of excessive waste disposal, soil compaction due to the occurrence of acidic substances, and the threat of variety diseases caused by the pollution of water and air. This study aims to analyze the development of readiness of Candi Industrial Park to become an Eco-Industrial Park through adjustments to the principles of EIP to 3 scale which is 1 "already fully implemented". 2 "already but not yet fully implemented, and 3" still not apply at all ". Based on the research that has been done, the results indicate that the 5 principles of EIP has not at all applied and 1 principle has been done but still not fully implemented.
UPAYA MANAJEMEN RISIKO UNTUK AKTIVITAS PENGADAAN PADA PT. LOKACIPTA MANDIRI MULYA Lutfi Setiawan; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.565 KB)

Abstract

Upaya manajemen risiko untuk aktivitas pengadaan pada PT.Lokacipta Mandiri Mulya. Divisi logistik bertanggung jawab terhadap pengadaan tanaman untuk kebutuhan tanaman setiap harinya. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perusahaan kerap mengalami kesulitan dalam pendanaan karena kebijakan uang ketat yang sedang diterapkan. Dinamika yang sangat besar dalam pengadaan ini memunculkan berbagai macam risiko yang dapat memberi dampak yang besar terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan. Dibutuhkan suatu kajian risiko untuk merancang aksi penanggulangan terhadap risiko dan dampak yang mungkin terjadi. Model House of Risk (HOR) menawarkan kerangka kerja untuk mengendalikan risiko secara proaktif, yang memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan aktivitas proaktif dalam menanggulangi risiko yang muncul dari agen risiko. Terdapat 17 agen risiko dan14 kejadian risiko yang teridentifikasi. 3.               Aksi mitigasi yang direkomendasikan untuk menanggulangi agen – agen risiko prioritas adalah (1) peninjauan sistem kontrak (2) diferensiasi strategi pengadaan (3) pemetaan karakteristik tanaman dan (4) evaluasi kinerja pemasok. AbstractEffortso of risk management for procurement activities at PT.Lokacipta Mandiri Mulya. The logistics division is responsible for the supply of plants for daily crop needs. In fulfillment of these needs, companies often have difficulty in funding because of the tight money policy that is being implemented. The enormous dynamics of procurement lead to a variety of risks that can have a major impact on the viability of a company's business. A risk assessment is required to design action to mitigate risks and possible impacts. The House of Risk (HOR) model offers a framework for proactively controlling risk, enabling companies to develop proactive activities in tackling risks arising from risk agents. There are 17 risk agents and 14 identified risk events. 3. Recommended mitigation actions to address priority risk agents are (1) review of contract systems (2) differentiation of procurement strategies (3) mapping of plant characteristics and (4) evaluation of supplier performance.
USULAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN CALON KARYAWAN BARU MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS DEPARTEMEN PERSONALIA PADA PT KUBOTA INDONESIA) Wisnu Wardhana; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kubota Indonesia merupakan suatu perusahaan yang terjun dalam bidang usaha permesinan dagang merek dagang “Mesin Diesel Kubota”. Proses penerimaan calon karyawan baru pada PT Kubota Indonesia yang dilakukan oleh Departemen Personalia terdiri dari 3 tahapan yaitu Tahap Administrasi, Tahap Akademik Psikotes dan Tahap Wawancara. Ketiga tahapan tersebut memiliki kritera-kriteria penilaian penerimaan calon karyawan baru  pada masing-masing tahapan yang dapat menentukan diterima atau tidaknya seseorang yang melamar pekejaan pada perusahaan tersebut. Identifikasi kriteria pada proses penerimaan calon karyawan baru sangat diperlukan agar dapat menjaring karyawan yang lebih berkompeten dalam bidangnya sehingga dapat memberikan solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Untuk mengetahui kinerja karyawan khusunya bagi karyawan baru, dilakukan penilaian kinerja dengan standar penilaian kinerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Standar penilaian kinerja bagi karyawan baru dilakukan setelah 1 tahun karyawan bergabung dalam perusahaan. Standar tersebut menjadi patokan bagi perusahaan untuk mengukur apakah karyawan baru tersebut layak untuk menjadi karyawan tetap di PT Kubota Indonesia. Pada proses pengambilan keputusan penerimaan calon karyawan baru seringkali pengambilan keputusan dihadapkan pada permasalahan yang bersumber dari ketelitian dalam meminimalisir kesalahan dalam melakukan perekapan data penilaian calon karyawan baru yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan fasilitas Microsoft Excel. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatasi hal tersebut yaitu salah satunya yang dilakukan penulis dengan memberikan usulan perancangan Sistem Pendukung Kuputusan penerimaan calon karyawan baru dengan menggunakan metode AHP. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam perancangan Sistem Pendukung Keputusan. Fungsi dari AHP adalah memberikan bobot penilaian terhadap kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam proses penerimaan calon karyawan baru pada tahap akademik psikotes dan tahap wawancara. Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode AHP  merupakan cara yang efektif dalam pengambilan keputusan sehingga dapat membantu pihak personalia dalam pengambilan keputusan. Pengujian yang dilakukan terhadap Sistem Pendukung Keputusan menggunakan pengujian alpha dan pengujian beta. Dari pengujian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa secara fungsional sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan dan sistem pendukung keputusan dinilai sudah memenuhi kebutuhan pihak personalia yaitu mempermudah dalam pengambilan keputusan, mudah dipelajari, mudah digunakan, tampilan yang di bangun sudah sesuai, dan menghasilkan laporan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DI HYPERMARKET SUPER INDO TEMBALANG, SEMARANG Claudia Gita Pratiwi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.182 KB)

Abstract

Hypermarket SUPER INDO Tembalang, Semarang merupakan salah satu perusahaan food-retail dibawah manajemen PT. LION SUPER INDO yang dikembangkan melalui kemitraan antara Salim Group (Indonesia) dan Ahold Delhaize (Belgia). Dari tahun ke tahun perkembangan bisnis retail di Indonesia semakin pesat. Hypermarket SUPER INDO Tembalang dituntut untuk melakukan improvement agar dapat bertahan dalam menghadapi pesaing – pesaingnya dan tetap menjaga eksistensi merk dagang yang sudah dibangun selama ini. Penilitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para customer-nya untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari hypermarket SUPER INDO Tembalang. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja perusahaan dilakukan dengan menggunakan matriks Importance Performance Analysis, selanjutnya atribut kebutuhan pelanggan pada kuadran I (prioritas utama) yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Terdapat 3 atribut prioritas utama yaitu RL1, RS1, dan RS2. Berdasarkan ketiga atribut prioritas utama tersebut didapatkan alternatif teknis sebagai usulan perbaikan yaitu dengan melakukan pengecekan ketersediaan barang dirak barang secara terjadwal (5jam sekali) dari mulai jam buka toko, strategi perusahaan dalam memilih supplier yang menjadi pemasok bagi gerai – gerainya harus lebih lengkap dan berkualitas, dan juga perlu dilakukan penjadwalan pengecekan kotak saran atau customer service setidaknya seminggu sekali sehingga harapannya saran atau keluhan dari pelanggan dapat ditampung dan dirapatkan untuk mencari solusi yang terbaik.AbstractAn analysis of satisfication customers using Importance Performance Analysis method and Quality Function Deployment in Hypermarket SUPER INDO Tembalang, Semarang. Hypermarkets SUPER INDO Tembalang, Semarang one of food-retail company under PT. LION SUPER INDO which developed by partnership between the Salim Group (Indonesia) Ahold and Delhaize (Belgia). Until here the development of retail business in Indonesia is growing rapidly. Hypermarkets SUPER INDO Tembalang need to improvement activiy for survive from competitors and keep the trademark’s existence be hold. This research activity with give questionnaires to customers for determine the level of importance and performance of hypermarket SUPER INDO Tembalang. Analysis of the level of importance and the company's perceived performance by using a matrix Importance Performance Analysis, so customers demand at the first quadrant (top priority) will be analyzed by using Quality Function Deployment method. There are 3 main priority attribute it as RL1, RS1 and RS2. According third attributes top priority can be found technical alternatives belong proposed improvement whit checking buffer stock of goods in place items basis scheduled way (5 hour once) from the start opening store, the company's strategy in selecting suppliers who became a supplier to the outlets should be more complete and high quality and also must be scheduled checking a suggestion box or customer service at least once a week per-times so we find advices or complaints from customers can be collected and meet to find the best solution. 
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA RESTORAN OEN SEMARANG MENGGUNAKAN METODE CRM SCORECARD Afrizal Putranto; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.788 KB)

Abstract

Sebagai  salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kuliner, Restoran Toko Oen berusaha agar layanan yang diberikan kepada pelanggan mampu mencapai kepuasan yang tinggi dan mempertahankan tingkat loyalitas para pelanggannya. Dilihat dari banyaknya komplain pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diperoleh dari form guest comment, serta hasil dari penyebaran kuesioner pendahuluan yang menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan yang masih rendah, maka pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga nantinya akan diperoleh kepuasan pelanggan yang optimal. Pengukuran kinerja perusahaan dapat digunakan sebagai tolak ukur kontribusi pencapaian kinerja kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan CRM Scorecard dan metode AHP. Selain itu pengukuran dilakukan dengan OMAX untuk mengetahui nilai pencapaian terhadap target yang telah ditetapkan untuk setiap indikator kinerja.                Perancangan pengukuran kinerja perusahaan dengan kerangka CRM Scorecard menghasilkan 39 Key Performance Indicator (KPI) dengan rincian 2 KPI perspektif kinerja organisasi, 10 KPI untuk kinerja perspektif pelanggan, 9 KPI untuk kinerja perspektif proses, dan 18 KPI untuk perspektif infrastruktur. Dari hasil pengolahan data dan pengukuran kinerja untuk mencapai kepuasan pelanggan diketahui bahwa indeks pencapaian kinerja  Restoran OEN sebesar 4,3 yang masuk dalam skala “sedang” (skala 1-10). Perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja karyawannya sehingga dalam beberapa kurun waktu ke depan kinerja karyawan dapat masuk ke dalam kategori “baik” dan target target yang telah ditetapkan dapat tercapai. ABSTRACT                 As a company engaged in culinary , Oen Reastourant is trying to services provided to customers are able to achieve and maintain a high satisfaction level of the customers loyalty . Judging from the number of customer complaints on the quality of service provided by the guest comments form , as well as preliminary results from the questionnaires showed that customer satisfaction levels are still low , the performance measurement needs to be done to improve the quality of services that will be obtained optimum customer satisfaction . Corporate performance measurement can be used as a measure of the contribution of performance achievement of customer satisfaction . To improve the performance of the company , carried out the study using a CRM Scorecard approach and AHP method . In addition measurements were performed with the OMAX to determine the value of the achievement of the targets set for each performance indicator .                The design of the company 's performance measurement framework using CRM Scorecard produces 39 Key Performance Indicator ( KPI ) with details of 2 KPIs perspective of organizational performance , 10 performance KPIs for a customer perspective , 9 KPIs performance perspective to the process , and 18 KPIs for infrastructure perspective . From the data processing and measurement of performance in order to achieve customer satisfaction in mind that the attainment of the performance index of 4.3 OEN Restaurant are included in the scale of " moderate " ( scale of 1-10 ) . The company should be able to improve the performance of employees so that in some future period to the employee's performance can be fit into the category of " good " and the set target can be achieved .
PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU SUBDIREKTORAT DATA dan INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO 9001 : 2008 (Studi Kasus Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum) Shinta Dewi Paramita; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Subdirektorat Data dan Informasi dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan pelayanan yang baik, karena belum adanya sistem pendokumentasian prosedur kerja yang baik yang mengakibatkan kurang efektif dan efisiennya kinerja individu yang ada dalam unit pelayanan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menuju Tata Pemerintah yang baik (good governance) adalah dengan melakukan reformasi birokrasi. Reformasi Birokrasi harus diwujudkan dalam wujud perubahan secara signifikan (evolusi yang dipercepat) melalui tindakan atau rangkaian kegiatan pembaharuan secara konsepsional, sistematis dan berkelanjutan dengan melakukan upaya penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan sistem, kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Perubahan secara signifikan dapat diwujudkan dalam pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008. Dimulai dengan mengidentifikasi Tatalaksana (business process) melalui tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Subdirektorat Data dan Informasi untuk melakukan pemetaan awal. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1 (satu)  manual mutu, 19 (sembilan belas) prosedur mutu, dan 45 (lima puluh empat) instruksi kerja sebagai persyaratan pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008.
Co-Authors Achdan, Muhammad Danny achmad rachim Ade Rukmi Sarastiti Adhitya Sulistyawan Adi Hendiawan Adi Hendiawan Adi Luhung Pekerti, Adi Luhung Adyan Adyan Afifudin, Muhammad Afina Fauziyyah Afrizal Putranto Aghus Sofwan Alfarel, Reihan Damario Alif Iqbal Rosyidi Andini, Anggita Realiza Arfan Bakhtiar Arief Chandra Putra Buana ARIEF CHANDRA PUTRA BUANA, ARIEF CHANDRA Arjula, Jus Audi Rakhmadan Bahaudin, Achmad Fawwaz Bambang Purwanggono Beta Viva Marga Kuasa Bobby Rio Indriyantho Budi Prasetyo Samadikun Budiharjo, M. Arief Cahyani, Egintha Chotimah, Rizqi Rahmawati Claudia Gita Pratiwi Conni Valinda, Conni Cynthia Yenitasari Sinuraya, Cynthia Yenitasari Diana Puspita Sari Diana Puspitasari Diana Puspitasari Diantari, Retno Aita Diena Novitasari Diery Leonardo Sipayung Dyah Ika Rinawati Dyandra, Halida Eirene Kenny Eirene Kenny C Erlangga Ardianza Wibowo Esty Anjelia Pertiwi Gea Evelyn Evelyn Fairus Zakiah Fairuz Zakiah Fanerika, Vesya Zalfa Fani Tania Fani Tania, Fani Fariyanti Novita P Fernando Fernando Fernando Fernando, Fernando Fildariani Massay Freddy Bachtiar Silaban Ganung Sugi Priambada Glory Audina Situmorang Haryo Santosa Haryo Santosa Haryo Santoso Haryono, Lilik Heri Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Ichda Rachmawati Putri Ilham Bestari Fadhlillah Jesika Valentin Sebayang Joshi Putriasih Karlina Arfiani Kenny, Eirene Khusnayana, Wildan Kumala Ade Khantari Kumala Ade Khantari Kusno Hady Ridho Yunanto Luqman Hilmy Mohammad Lutfi Setiawan M, Nabila Aisya M. Miftah Firmansyah, M. Miftah Mahendra, Riyan Kun Manurung, Novi Laurensia Mega Aulia Silviadara Mega Aulia Silviadara, Mega Aulia Meriska Damayanti Meylani Meylani Moh. Khoiruddin Rajulaini Nafisa Aulia Fahmi Naibaho, Herdianto Marasi Najid Bangun Adisaputra Naniek Utami Handayani Nia Budi Puspitasari Nita Soviana Suharto Normaria Mustiana Sirait Novie Susanto Nurandani Hardyanti Nuroji Nuroji Nursyachbani, Pramudiastuti Paryanto Paryanto Pradita Yusi Akshinta Prima Andidya Jati Pugara, Ade Purwaningsing, Ratna Putri Indah Ramadani Qiqi Azwani Syauqi Rani Rumita Rasyid Dwi Kurniawan Ratna Purwaningsih Ricky Yunio Marshieleno Rizqi Miradipta Rizqi Miradipta Ropenti Sirait Sachrul Iswahyudi Safira, Elsa Salsabila, Felda Zahra Saputra, Mohamad Handri Senja Puspita Sari Septika Rosiana Dewi Setiawan Handjoyo, David Kurnia Shinta Dewi Paramita Sidiq, Muhammad Fajar Sigit Wahyu Baskoro Silviana Silviana Singgih Saptadi Siti Aisyah Sumardi . Susatyo Nugroho Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho W.P. Susatyo Nugroho WP Tenny Monika Ubuh Buchara Hidajat Vera Febriani Wastuti, Nahdah Alvita Nur Wibowo, Wido Kusumo Widiatmoko, Julian Anindito Wisnu Wardhana Wiwik Budiawan Woro Adiati Yasmin Mauliddina Yast, Salsabilla Cessa Yedida Christa Pujianti Yoana Ellen Pertiwi Zainal Fanani Rosyada Zulaycha Fatmawati