Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : prosiding university research colloquium

PENGARUH EDUKASI KARTUN ISLAMI TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL PADA ANAK KELAS V DI SD N 1 PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Edi WIbowo Suwandi; S Sukarmin; Sri Karyati; Z Zuliana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.459 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan spiritual adalah aplikasi adaptif spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan menggunakan spiritualitas dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan beradaptasi tentang hidup. Menurut Azzet 2010, upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kecerdasan spiritual bisa dilakukan dengan membimbing anak menemukan makna hidup dengan cara berpikir positif, melatih anak untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa mengharapkan suatu imbalan, dan melibatkan anak dalam beribadah dengan keimanan serta kesadaran yang tumbuh dari pribadi anak.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus.Metode: Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment yang berdesain pre test-post control group. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil secara Non Probability Sampling dengan metode Purpossive Sampling. Jumlah sampel 32 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kecerdasan spiritual sebelum dan sesudah edukasi kartun islami dengan p value sebesar 0,034< α (0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Psikodrama di Panti Wredha Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Edita Pusparatri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi tua merupakan proses alami yang diikuti perubahan fisik, kognitif maupun psikososial. Kemunduran yang dialami lansia berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Hal ini perlu diperhatikan agar lansia dapat menjalani hidupnya dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK model psikodrama. Rancangan penelitian menggunkan preexperimental one group pre-post test design. Populasi adalah seluruh lansia di Panti Wredha Sultan Fatah. Jumlah sampel 12 orang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen WHO-QoL BREEF. Data dianalisis menggunakan uji statistic wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Pengukuran kualitas hidup sebelum diberikan TAK psikodrama, sebagian besar lansia berada pada tingkat sedang, dengan hasil domain satu sampai empat sebanyak: 10 orang (83,3%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%) dan 7 orang (58,3%). Sesudah diberikan TAK Psikodrama sebagian besar lansia berada pada tingkat kualitas hidup baik, dengan hasil domain satu, dua, dan empat sebanyak 12 orang (100%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%), sedangkan pada domain tiga sebagian besar berada pada tingkat sangat baik yaitu 7 orang (58,3%). Ada perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK psikodrama (p value domain satu 0,003, dan domain dua sampai empat 0,002). Terdapat perbedaan dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan pada lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi psikodrama. Panti Wredha perlu diberikan TAK model psikodrama rutin untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. I dengan Cronic Kidney Disiase (CKD) di Ruang Fresia 2 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Salsabela, Adelia; Mardiana, Sri Siska; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ginjal merupakan organ yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, keseimbangan asam basa, ekskresi air dari sisa metabolik dan toksin. Penyakit gagal ginjal kronik merupakan penurunan pada fungsi sistem ginjal. Hal ini terjadi saat tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit dalam darah sehingga menyebabkan uremia. Tanda gejala gagal ginjal yaitu terdapat bengkak atau edema, penurunan nafsu makan, merasa lelah, serta tekanan darah tinggi. Banyaknya masyarakat yang kurang kesadaran untuk memeriksakan gejala dini gagal ginjal merupakan salah satu faktor keterlambatan penangan dan mengakibatkan menjadi penyakit gagal ginjal kronik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada Ny.I dengan CKD di Ruang Fresia RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisa dengan menyusun data fokus. Pemilihan prioritas masalah utama serta menganalisis hasil penerapan intervensi dan evaluasi guna mengidentifikasi antara teori dan fakta yang terjadi. Analisa dilakukan selama 3x8 jam ditanggal 25 sampai 27 November 2024. Hasil dari analisa mendapatkan diagnosa utama Hipervolemia berhubungan dengan kelebihan asupan cairan dibuktikan dengan adanya bengkak dikedua tangan (D.0022). Intervensi yang digunakan Manajemen Hipervolemia (I.03114) yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari terakhir dalam asuhan keperawatan, terdapat perbedaan kondisi pasien. Hasil dari evaluasi hari terakhir mendapatkan pasien sudah tidak bengkak, tampak bugar, intake cairan berkurang, pasien sudah bisa melakukan duduk, dan miring kiri kanan sendiri.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Sistemik Lupus Erimatosus Novita, Ardelia; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit inflamasi autoimun multisistem kronik yang ditandai dengan kerusakan jaringan akibat deposit autoantibodi dan kompleks imun. Penyakit ini lebih umum terjadi pada wanita usia produktif dan memiliki manifestasi klinik yang bervariasi, serta prognosis yang beragam. Data global WHO menunjukkan insiden SLE mencapai 5,14 per 100.000 orang per tahun, dengan prevalensi yang bervariasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data pada tahun 2022 di jawa barat sendiri, Terdapat lebih dari 30.000 orang penderita SLE. Sementara itu, tercatat sekitar 3000 orang di kota bandung dan tidak di ketahui angka prevalensi secara pastinya. Prevalensi SLE diperkirakan mencapai 10,5% di RS Hasan Sadikin Bandung, dengan angka mortalitas yang meningkat, terutama akibat infeksi. Penyebab SLE masih belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik, lingkungan, dan hormonal berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Tahapan asuhan keperawatan berisi pengkajian, diagnosaa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Lokasi pengambilan kasus di lakukan di ruang fresia RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan November 2024. Teknik pengumpulan data yang diambil yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, studi Pustaka, dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan teori keperawatan orem. Berdasarkan pengkajian pasien Perempuan berusia 22 tahun, terjadi kelemahan otot disertai rasa nyeri pada ekstermitas bawah dengan nilai skala otot sebelah kanan 3 dan kiri 4. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan ansietas. Perencanaan dan Tindakan keperawatan yaitu mengajarkan Latihan gerak ROM pasif dan mengajarkan cuci tangan 6 langkah. Evaluasi yang didapatkan adalah nyeri akut dan ansietas dapat teratasi,sedangkan gangguan mobilitas fisik membaik dengan nilai kekuatan skala otot ekstermitas bawah sebelah kanan 4 dan kiri 4. Pemberian asuhan keperawatan dapat menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien sehingga masalah dapat teratasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai strategi perawatan yang efektif untuk pasien SLE.
Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Meningitis Tuberkulosis Grade II di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nisa, Ana Khoirun; Mardiana, Sri Siska; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyakit menular sangat banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya meningitis. Meningitis terjadi karena terdapat peradangan pada selaput meningen di otak. Penyebab meningitis dapat dari virus, bakteri, jamur ataupun cedera. Meningitis ditandai dengan demam beberapa hari, kaku kuduk, nyeri kepala, kelemahan fisik, bahkan penurunan kesadaran. Nyeri kepala yang dirasakan seperti ditekan. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus untuk menggali masalah Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Meningitis Tuberkulosis Grade II di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Studi kasus dilakukan selama tanggal 19 sampai 21 November 2024. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Tn. S berusia 60 tahun, berasal dari Indramayu dengan diagnosa utama nyeri kronis b.d penekanan saraf (D.0078). Diagnosa keperawatan nyeri kronis b.d penekanan saraf (D.0078) menggunakan intervensi manajemen nyeri (I.08238)yang berfokus pada teknik nonfarmakologi spiritual. Hasil selama 3x8 jam asuhan keperawatan mendapatkan skala nyeri menurun dari skala 6 menjadi skala 5. Masalah keperawatan nyeri kronis dapat turun dibantu dengan terapi spiritual. Skala nyeri pada hari terakhir turun dari skala 6 menjadi 5. Diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat menerapkan teknik spiritual sehingga tercapainya perawatan yang optimal terhadap pasien meningitis.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Stroke Infark Haryani, Kharisma; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu isu kesehatan yang terus menjadi perhatian di seluruh dunia. Penyebab Stroke yaitu hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, merokok, obesitas, penyakit jantung, konsumsi alkohol berlebihan, aterosklerosis, penyalahgunaan obat. Stroke pada pasien memiliki dampak negatif pada kondisi fisik, produktivitas dan ekonomi keluarga. Perlu adanya asuhan keperawatan yang berkualitas pada kasus Stroke Infark. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan pasien melalui tindakan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan hasil Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Stroke Infark di ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Studi kasus asuhan keperawatan pada Ny. A dengan Stroke Infark di ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan Desember 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara convineience sampling method (non-probability sampling technique). Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan pengkajian pasien perempuan berusia 58 tahun, mengalami kelemahan pada ekstremitas kanan atas dan bawah. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, dan defisit perawatan diri. Pada Karya Tulis Ilmiah ini fokus pada satu diagnosa yaitu gangguan mobilitas fisik. Perencanaan dan tindakan keperawatan yaitu identfikasi toleransi fisik, monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi, latihan Range Of Motion (ROM) pasif pada pasien, dan ajarkan mobilisasi latihan Range Of Motion (ROM) pasif pada keluarga. Evaluasi yang didapatkan adalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi. Pemberian asuhan keperawatan dapat membantu menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien, meskipun masalah belum dapat teratasi tetapi terdapat peningkatan terhadap keadaan pasien yaitu terjadi peningkatan kekuatan otot diekstremitas atas dan bawah dari 1 menjadi 2.
Pengaruh Periode Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Tingkat Saturasi Oksigen pada Pasien Asma Di Rumah Sakit "X" Sunarya, Dian Fitriani; Lestari, Diana Tri; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya prevalensi asma baik secara global maupun nasional berkontribusi signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian. Sesak napas sebagai keluhan utama penderita asma sering kali menyebabkan penurunan saturasi oksigen. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti pengaturan posisi tubuh menjadi aspek penting dalam perawatan. Penempatan pasien asma dalam posisi semi-Fowler terbukti efektif dalam mengurangi sesak napas dan meningkatkan kadar saturasi oksigen, sehingga mendukung stabilitas pernapasan dan kenyamanan pasien. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh periode pemberian posisi semi fowler terhadap tingkat saturasi oksigen pada pasien asma di Rumah Sakit "X". Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimental dengan rancangan pretest posttest with control design. Populasi penelitian adalah semua pasien asma yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit "X". Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 10 orang kelompok eksperimen yang diberikan pemberian posisi semi fowler dan 10 orang kelompok kontrol. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oxymeter dengan satuan hasil adalah persen. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan standar operasional prosedur (SOP). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan independent t-test/mann withney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata saturasi oksigen sebelum sesudah diberikan posisi semi fowler periode 15 menit pada kelompok intervensi dengan p value 0,005. Terdapat perbedaan rata-rata saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowler periode 15 menit pada kelompok intervensi dengan p value 0,005. Terdapat perbedaan yang signifikan kenaikan saturasi oksigen antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,000. Ada pengaruh pemberian intervensi terhadap tingkat saturasi oksigen.
Pengaruh Durasi Pengaturan Posisi Lateral terhadap Hemodinamika Pasien Penurunan Kesadaran di Ruang Intensive Care Unit RS TK III Dr Soetarto Yogyakarta Wulandari, Fifi Faryanti; Lestari, Diana Tri; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit kritis dirawat di ruang ICU menunjukkan peningkatan baik dunia maupun nasional. Pasien kritis di ICU dapat mengalami penurunan kesadaran akibat trauma maupun non trauma yang tetap menjadi perhatian utama. Untuk menjaga sirkulasi sistemik yang efektif, pengaturan posisi sangat penting karena dapat berdampak pada sistem hemodinamik. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh durasi pengaturan posisi lateral terhadap hemodinamika pasien penurunan kesadaran di Ruang Intensive Care Unit RS Dr Soetarto Yogyakarta. Jenis penelitian quasy experiment, desain penelitian times series. Populasi penelitian yaitu pasien penurunan kesadaran di ICU RS Dr Soetarto Yogyakarta (DKT). Teknik pengambilan sampel mempergunakan teknik total sampling sebanyak 20 orang pasien terdiri dari 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji paired t-test atau wilcoxon dan independent t-test atau mann withney. Hasil penelitian menunjukkan Ada pengaruh hemodinamika pasien penurunan kesadaran di Ruang ICU sebelum dan sesudah dilakukan pengaturan posisi lateral 30 menit/jam pada kelompok intervensi. Peningkatan heart rate (P=0,016), peningatan respiratory rate (P=0,021), penurunan tekanan darah sistolik (P=0,040), penurunan tekanan darah diastolik (p=0,010) dan penurunan MAP (P=0,005) Tidak ada pengaruh hemodinamika pasien penurunan kesadaran di Ruang ICU sebelum dan sesudah dilakukan pengaturan posisi lateral 30 menit/jam pada kelompok kontrol (P>0,05). Ada perbedaan hemodinamika pasien penurunan kesadaran di Ruang ICU sebelum dan sesudah dilakukan pengaturan posisi lateral 30 menit/jam pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik (P=0,019), tekanan darah diastolik (P=0,033) dan MAP (P=0,029). Ada pengaruh durasi pengaturan posisi lateral terhadap hemodinamika pasien penurunan kesadaran di Ruang ICU RS Dr Soetarto Yogyakarta.
Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa: Studi Korelatif Wijaya, Lily Tanu; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) termasuk Penyakit Tidak Menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat baik di tingkat global maupun nasional. Pasien CKD perlu memiliki kepatuhan diri yang baik salah satunya pembatasan cairan. Pada kenyataannya, membatasi asupan cairan pasien yang menjalani hemodialisa sangat sulit. Hal ini karena pasien tidak tahu dan tidak memiliki dukungan dari keluarga, yang menyebabkan mereka tidak dapat mengontrol asupan cairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit "X". Jenis penelitian yaitu penelitian observasional, bersifat analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu semua pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit "X". Teknik sampling mempergunakan teknik purposive sampling sebanyak 33 orang pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner The Fluid Control in Hemodialysis Patients (FCHPS) dan Family Support Scale (FSS). Analisis data mempergunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui gambaran dukungan keluarga pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa kategori dukungan penuh (84,8%). Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa kategori patuh (87,9%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa dengan nilai signifikan sebesar 0,007. Kesimpulan penelitian ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit X.
Dukungan Keluarga terhadap Kesehatan Mental Ibu pasca Persalinan Studi Korelasional Risbiyanti, Ria; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi status kesehatan individu, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Secara fisiologis, ada perubahan dalam peran dan fungsi tubuh sebagai konsekuensi dari transisi kehamilan, persalinan dan masa nifas, serta munculnya peran baru sebagai seorang ibu dengan bertambahnya anggota keluarga. Memberikan dukungan kepada ibu setelah melahirkan sangatlah penting, agar pasien merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai oleh angoota keluarganya. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto sebanyak 30 ibu postpartum. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebar kuesioner dukugan keluarga dan pengukuran status kesehatan mental ibu menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) 20. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat (uji spearman rank) menggunakan program komputer. Dukungan Keluarga Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang mendukung sebanyak 27 orang (90,0%). Kesehatan Mental Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa responden tidak memiliki masalah mental sebanyak 26 orang (86,7%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit dr. Soetarto Yogyakarta dengan p value 0,003 (p<0,05).