Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perancangan Strategi Bisnis Dengan Pendekatan Blue Ocean Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus: PD.Hj.Imat Cianjur) Suyudi, Muhammad; Suryana, Hendy
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v4i1.893

Abstract

Abstract— PD. Hj. Imat is a company engaged in the field of food one of the products it produces, namely sale pisang. The development of the current era the company decreased turnover because of the many competitors with the same food field one of them PD. Makmur. So at this time PD. Hj. Imat needs to make a strategy design that provides better future value. Therefore, this research is needed to find out what strategies are suitable for the company. After observing that the company is suitable to use the blue ocean strategy to solve the problems currently faced, the blue ocean strategy functions to design a strategy that focuses on creating new market space through an analysis of the strategy canvas while a four-step framework. The strategy canvas is used to determine the company's position against competitors in the market space. While this four-step framework functions to construct the attributes of the value of pe, buy and create a new curve. From the results of discussions that have been conducted by researchers, the strategy that needs to be applied in the future is to provide a new flavor variant, and the provision of labels on the packaging and the quality of the products must be more considered and improved in the future.Keywords: blue ocean strategy, value innovation, canvas strategy, four-step framework Abstrak— PD. Hj. Imat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan, salah satu produk yang dihasilkan yaitu sale pisang. Dengan berkembangnya jaman saat ini, perusahaan mengalami penurunan omset karena banyaknya pesaing dengan bidang makanan yang sama, salah satunya adalah PD. Makmur. Pada saat ini, PD. Hj. Imat perlu membuat rancangan strategi yang memberikan nilai lebih baik dengan menggunakan strategi blue ocean. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui strategi yang tepat bagi perusahaan dan dapat bertahan dalam persaingan serta sebagai alternative solusi dalam penyelesaian masalah perusahaan. Hasil pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka strategi yang perlu diterapkan dalam pengembangan produk yaitu untuk memberikan varian rasa baru, pemberian label pada kemasan, dan kualitas produk harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan.Kata kunci : strategi blue ocean, inovasi nilai, kanvas strategi, kerangka kerja empat langkah
COACHING CLINIC: METODOLOGI DAN KONSTRUKSI TEORI ILMU MANAJEMEN DI STIMI SAMARINDA Kusumah, Angga; Suyudi, Muhammad; Cahyono, Aris Tri; Rahman, Fatahul; Santoso, Bejo; Maulidani, Yurdi; Nurhaliza, Putri
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v2.i4.180

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam metodologi dan proses konstruksi teori melalui pengembangan atau mengadaptasi teori yang telah ada agar relevan dengan konteks manajerial kontemporer. Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya pemilihan metode penelitian yang tepat agar hasil penelitian memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi yang sesuai dengan etika akademik dan standar keilmuan manajemen. Coaching Clinic ini diharapkan menjadi sarana pembentukan paradigma ilmiah yang mendukung pengembangan ilmu manajemen berbasis riset. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif, interaktif dan berbasis praktik ilmiah. Sebanyak 87 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan dibuktikan dengan tersusunnya framework penelitian yang lebih sistematis dan berbasis teori manajemen yang relevan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan budaya riset di kalangan Mahasiswa STIMI Samarinda.
Pengaruh Status Sosial terhadap Kepemilikan Simbol-Simbol Ketorajaan di Kota Makassar Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akbar, Arjun Subbanul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78492

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah sebuah studi konseptual yang menelaah pengaruh status sosial terhadap kepemilikan simbol-simbol ketorajaan pada masyarakat Toraja di Kota Makassar. Dalam konteks diaspora, simbol budaya Toraja mengalami transformasi fungsi dari ranah ritual di Tana Toraja menuju ranah representasi identitas dan instrumen prestise di lingkungan urban. Kondisi ini menunjukkan bahwa simbol budaya mengalami transformasi fungsi; dari medium sakral menuju representasi identitas dan instrumen prestise sosial. Tujuan utama kajian ini adalah menganalisis bagaimana transformasi ini memengaruhi simbol sebagai alat diferensiasi sosial di komunitas perantauan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konseptual dengan menelaah literatur seni, budaya, dan sosiologi yang relevan. Analisis dilakukan melalui integrasi tiga kerangka teori utama: konsep modal simbolik dan budaya Pierre Bourdieu, pendekatan simbol sebagai sistem makna Clifford Geertz, dan teori identitas sosial Tajfel dan Turner. Melalui kerangka ini, simbol ketorajaan dipahami tidak hanya sebagai penanda etnisitas, tetapi juga sebagai kapital estetis yang memperkuat kohesi komunitas sekaligus meneguhkan stratifikasi sosial di perantauan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa status sosial berperan signifikan dalam menentukan bentuk dan intensitas kepemilikan simbol ketorajaan di Makassar. Keluarga dengan modal ekonomi dan sosial lebih tinggi cenderung mampu menampilkan simbol budaya secara lebih menonjol. Simbol berfungsi ganda; tidak hanya mempertahankan identitas Toraja di tengah masyarakat multikultural, tetapi juga menjadi instrumen legitimasi sosial yang mengukuhkan hierarki internal komunitas diaspora melalui kerangka modal simbolik. Kata Kunci: status sosial, simbol ketorajaan, Toraja, diaspora, identitas budaya
Transformasi Metode Pendirian Rumah Tradisional Bugis di Masa Lampau dan Masa Kini di Kabupaten Wajo Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akmal, Muhammad Syafruddin
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78494

Abstract

Abstrak. Rumah tradisional Bugis, yang dikenal sebagai "Rumah Panggung," mencerminkan identitas budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Wajo. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Seiring berjalannya waktu, metode pendirian rumah tradisional Bugis mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Artikel ini akan membahas transformasi tersebut dengan menyoroti perbedaan antara metode pendirian rumah tradisional Bugis di masa lalu dan masa kini di Kabupaten Wajo. Pada masa lalu, pembangunan rumah tradisional Bugis melibatkan serangkaian ritual dan tradisi yang kaya akan makna simbolis. Proses konstruksi biasanya dimulai dengan pemilihan lokasi yang dianggap baik berdasarkan petunjuk panrita bola (ahli bangunan tradisional) dan pertimbangan feng shui lokal. Setelah lokasi ditentukan, dilakukan upacara "mattolo bola" atau memasukkan pasak pada tiang utama sehari sebelum pendirian rumah. Upacara ini bertujuan untuk memohon restu dan perlindungan dari leluhur serta roh penjaga. Pendirian rumah dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat setempat. Proses ini melibatkan pengangkatan dan penegakan tiang utama rumah secara bersama- sama, biasanya dilaksanakan pada pagi hari setelah salat subuh dan selesai sebelum salat zuhur. Kerja sama dan semangat kebersamaan menjadi elemen penting dalam proses ini, mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Bugis yang kuat. Transformasi metode pendirian rumah tradisional Bugis di Kabupaten Wajo mencerminkan dinamika perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan material, teknik konstruksi, fungsi, dan partisipasi masyarakat menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Namun, upaya pelestarian melalui renovasi dan penelitian menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga warisan budaya tersebut. Penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam menjaga dan mempromosikan arsitektur tradisional Bugis sebagai bagian integral dari identitas budaya Sulawesi Selatan. Target dalam penelitian ini adalah berupa tulisan yang akan dipublikasikan pada Jurnal terakreditasi SINTA sebagai bentuk pertanggung jawaban publikasi penelitian Kata Kunci: Transformasi ; Pendirian ; Rumah ; Tradisional ; Bugis
Nilai Filosofis pada Proses Tenun Tradisional di Kabupaten Wajo Suyudi, Muhammad; Lugis, Muh. Muhlis; Rasul, Rasul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78490

Abstract

Abstrak. Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu daerah yang memiliki tradisi menenun yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal. Kain tenun Wajo, seperti lipa sabbe dan tenun sutra, tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi tetapi juga mengandung makna filosofis yang mencerminkan identitas masyarakat Bugis. Nilai-nilai ini tercermin dalam setiap tahapan proses menenun, mulai dari pemintalan benang hingga pewarnaan dan motif yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam proses pembuatan kain tenun tradisional di Kabupaten Wajo. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini akan mengeksplorasi makna di balik setiap tahapan produksi tenun serta relevansinya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai filosofi di balik tenun Wajo, khususnya dalam konteks simbolisme, nilai kerja keras, kesabaran, dan keberlanjutan budaya. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi pelestarian warisan budaya lokal serta pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam aspek akademis tetapi juga dalam upaya mempertahankan dan memperkenalkan warisan budaya tenun Wajo kepada generasi mendatang Kata Kunci: Nilai ; Filosofis ; Tenun ; Tradisional ; Bugis
STRATEGI BERTAHAN HIDUP SENIMAN PERTUNJUKAN DI KOTA MAKASSAR SETELAH MASA PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DIERA PANDEMI COVID 19 Suyudi, Muhammad; Hasani, Hajrah; Sahabuddin, Romansyah; Bado, Basri
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.77581

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap industri seni pertunjukan, khususnya di Kota Makassar, dimana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan berhentinya aktivitas seni secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh seniman pertunjukan setelah berakhirnya masa PSBB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada sejumlah seniman di Makassar. Hasil menunjukkan bahwa seniman mengadopsi berbagai cara adaptasi, seperti mengalihkan pertunjukan ke platform digital dan media sosial, melakukan kolaborasi lintas bidang seni dan komunitas, serta meningkatkan keterampilan teknis dan pemasaran digital. Selain itu, dukungan jaringan sosial dan komunitas seni menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan karya seni. Strategi diversifikasi ini membantu seniman untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik dan audience yang berkurang secara langsung akibat dampak pandemi. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas, inovasi teknologi, dan solidaritas komunitas merupakan kunci penting dalam menjaga kelangsungan seni pertunjukan di era pasca pandemi. Temuan ini memberikan kontribusi tidak hanya untuk pengembangan seni pertunjukan di Makassar, tetapi juga sebagai referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku seni dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa depan
PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF RASULULLAH : RELEVANSI HADIS DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN RAMAH DISABILITAS musyarofah, umirul; Hajar, Salwa; Al-Ulya, Naila Nafahatus Sahariyah; Kurniawan, Rikza Syahrial; Suyudi, Muhammad
Studia Religia : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2025): Volume 09 Nomor 02 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sr.v9i02.26307

Abstract

Inclusive education is a vital paradigm in establishing an equitable, adaptive, and disability-friendly educational system. Within the Islamic context, the values of inclusive education are neither foreign nor novel; they were already practiced during the prophetic era of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to explore the principles of inclusive education reflected in the Prophetic traditions (ḥadīth), particularly those narrated by Imam Tirmidzi Imam Malik in al-Muwaṭṭa’, and Imam Ibn Majah. These narrations illustrate the Prophet’s interactions with companions with disabilities, such as ‘Abdullah ibn Umm Maktūm, and his prophetic attitude in granting them roles, dignity, and religious responsibilities. The research employs a qualitative descriptive approach through content analysis and thematic interpretation to extract contextual meanings from the hadiths. The findings reveal that principles such as recognition of human dignity, functional justice, social empowerment, and structural accommodation of persons with disabilities were foundational to the Prophet’s educational practice. These insights are reinforced by the social model of disability, Amartya Sen’s capability approach, and the Islamic legal framework of maqasid syariah, which upholds the protection of life, intellect, and human dignity as fundamental objectives. The study concludes that integrating prophetic values into the development of inclusive education is highly relevant to transforming the national education system into one that is more humanistic, inclusive, and transformative Keywords: Inclusive Education, Prophetic Hadith, Disability, Maqasid Syariah, Capability Approach, Islamic Humanism
Penerapan Teknik Retrograde, Repetition, Dan Teknik Koreografi Pakarena Dalam Meningkatkan Kompetensi Penciptaan Karya Tari Bagi Koreografer Muda Takalar M, Rahma; Suyudi, Muhammad; Nurwahidah, Nurwahidah; MIP, Megah Bintang
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.81271

Abstract

Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas koreografer muda di Kabupaten Takalar melalui penerapan teknik retrograde, repetition, dan teknik koreografi berbasis Tari Pakarena. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari pentingnya memberikan ruang pembelajaran kreatif bagi generasi muda agar mampu mengembangkan karya tari yang inovatif, tanpa meninggalkan akar tradisi lokal yang sarat nilai budaya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan intensif terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknik retrograde mampu melatih peserta untuk mengembangkan variasi gerak dengan membalik urutan koreografi, repetition memberikan kekuatan ekspresi melalui pengulangan, dan penerapan teknik koreografi Pakarena menumbuhkan apresiasi sekaligus inspirasi penciptaan berbasis tradisi lokal. Melalui kegiatan ini, para koreografer muda memperoleh peningkatan kompetensi dalam aspek kreativitas, keberanian bereksperimen, serta produktivitas penciptaan karya tari. Dengan demikian, PKM ini berkontribusi dalam mencetak generasi koreografer muda yang inovatif sekaligus berakar pada budaya lokal, serta memperkuat upaya pelestarian seni pertunjukan tradisi di Takalar.Kata Kunci: Retrograde, repetition, koreografi Pakarena, koreografer muda, Takalar.
Penerapan Teknik Retrograde, Repetition, Dan Teknik Koreografi Pakarena Dalam Meningkatkan Kompetensi Penciptaan Karya Tari Bagi Koreografer Muda Takalar M, Rahma; Suyudi, Muhammad; Nurwahidah, Nurwahidah; MIP, Megah Bintang
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.81272

Abstract

Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas koreografer muda di Kabupaten Takalar melalui penerapan teknik retrograde, repetition, dan teknik koreografi berbasis Tari Pakarena. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari pentingnya memberikan ruang pembelajaran kreatif bagi generasi muda agar mampu mengembangkan karya tari yang inovatif, tanpa meninggalkan akar tradisi lokal yang sarat nilai budaya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan intensif terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknik retrograde mampu melatih peserta untuk mengembangkan variasi gerak dengan membalik urutan koreografi, repetition memberikan kekuatan ekspresi melalui pengulangan, dan penerapan teknik koreografi Pakarena menumbuhkan apresiasi sekaligus inspirasi penciptaan berbasis tradisi lokal. Melalui kegiatan ini, para koreografer muda memperoleh peningkatan kompetensi dalam aspek kreativitas, keberanian bereksperimen, serta produktivitas penciptaan karya tari. Dengan demikian, PKM ini berkontribusi dalam mencetak generasi koreografer muda yang inovatif sekaligus berakar pada budaya lokal, serta memperkuat upaya pelestarian seni pertunjukan tradisi di Takalar.Kata Kunci: Retrograde, repetition, koreografi Pakarena, koreografer muda, Takalar.
PKM Penerapan Media Digital Sederhana dalam Pembelajaran Dasar-Dasar Seni Rupa di Taman Kanak-Kanak Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akmal, Muhammad Syafruddin
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.79070

Abstract

Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul "Penerapan Media Digital Sederhana dalam Pembelajaran Dasar-Dasar Seni Rupa di Taman Kanak-Kanak" bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa bagi anak usia dini melalui pemanfaatan media digital yang sederhana, interaktif, dan menarik. Media digital ini digunakan sebagai alat bantu untuk memperkenalkan konsep dasar seni rupa seperti bentuk, warna, dan teknik sederhana kepada anak-anak di Taman Kanak-Kanak Melati DWP UNM. Metode pengabdian dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan langsung kepada pendidik serta penerapan media digital dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media digital sederhana efektif dalam meningkatkan minat, motivasi, dan kreativitas anak-anak dalam proses pembelajaran seni rupa. Anak-anak menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, sementara para pendidik memperoleh kemudahan dalam menyajikan materi dengan cara yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Selain itu, penerapan media digital turut membantu memperkuat pemahaman nilai seni rupa pada anak usia dini. Pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkaya metode pembelajaran di taman kanak-kanak serta mendorong pemanfaatan teknologi secara sederhana untuk mendukung pendidikan seni yang inklusif dan efektif.Kata kunci: media digital sederhana, seni rupa, pembelajaran anak usia dini, taman kanak-kanak.