Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Reconstructing Islamic Tolerance and Its Implications for Islamic Religious Education Learning Nur Fauziyah Amaliyah, Intan; Suyudi, Muhammad; Yusam Thobroni, Ahmad
Mozaic : Islam Nusantara Vol. 12 No. 1 (2026): Mozaic: Islam Nusantara
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/mozaic.v12i1.2041

Abstract

The plurality of modern society demands a more contextual understanding of tolerance within Islamic teachings. However, in practice, the concept of tolerance is often understood disproportionately, either in the form of exclusivism that limits social interaction or permissivism that blurs theological boundaries. This study aims to reconstruct the concept of tolerance in Islam in a pluralistic society and analyze its implications for Islamic Religious Education (PAI) learning. This study uses a literature review approach with a narrative literature review model. Data sources include primary and secondary literature consisting of national and international journal articles and research reports relevant to the topics of tolerance in Islam, pluralistic society, and religious education. This study uses a literature review approach with a narrative literature review model. Data were obtained from journal articles, academic books, and research reports through the Google Scholar, SINTA, and DOAJ databases with publication priorities for the last ten years. The analysis was conducted using content analysis techniques through the stages of identification, classification, and synthesis of concepts. The results of the study indicate that tolerance (tasāmuh) in Islam is not only based on the Qur'an and hadith, but also requires active involvement in building just and harmonious social relations. This study formulates the reconstruction of tolerance as a shift from passive tolerance to active-participatory tolerance that emphasizes the balance between theological commitment and social responsibility. The implication is that Islamic Religious Education learning needs to be developed in a dialogical, reflective, and contextual manner to foster a tolerant attitude in a pluralistic society.
PEMBELAJARAN TARI KREASI MELATIH KETERAMPILAN MENARI SISWA SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni; Linda, Johar; Suyudi, Muhammad; Saputra, Andi Taslim
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84883

Abstract

Pelatihan tari ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, observasi dan wawancara terhadap siswa SMP Neg 4 Gowa, Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai tambah siswa secara signifikan dimana mereka memiliki kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak tari yang aspiratif dan kreatif, disamping itu siswa diharapkan punya karya tari kreasi melalui kolaborasi dengan memadukan sentuhan budaya kearifan lokal yang terintegrasi ke dalam tari kreasi. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa lebih berkompeten dalam  pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif dan aspiratif, khususnya bagaimana siswa dapat berkarya untuk pengembangan seni tari. Selain itu khasanah ilmu pengetahuan pendidikan dimana seni tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik pengetahuan, kognitif, sosial, dan emosional siswa SMP, disamping  sebagai  wujud  transformasi  ilmu dalam mencipta karya seni tari terhadap diri siswa pada mata Pelajaran seni budaya.  Dalam konteks dan realitas ini maka peran pelatihan  seni tari bagi siswa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan banyak karya yang signifikan  baik dalam memahami aspirasi serta   suasana kebhatinan siswa   dalam metode proses pembelajaran langsung  yang indah dan  menyenangkan juga  ketercapaian sasaran pelatihan melalui transformasi ilmu dengan pengintegrasian nilai-nilai budaya kearifan lokal ke dalam seni tari kreasi budaya lokal. Proses pembelajaran dan pelatihan  yang meliputi  pelaksanaan sosialisasi, penerapan teknolog informasi, pendampingan dan evaluasi serta program yang berkelanjutan menunjukan hasil  bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas siswa  yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan. Siswa mendapatkan kemerdekaan untuk mengembangkan daya imajinasi dan pribadinya  sehingga  gampang menyerap dan memainkan dengan baik  sebuah karya seni tari secara kreatif , aspiratif,  mandiri dan inovatif.   Workshop ini juga  menyoroti peran pentingnya  sekolah dalam merespons dan menindaklanjuti program pelatihan selanjutnya, mengingat bahwa nilai-nilai budaya tradisional khususnya melalui pengembangan seni tari dan semacamnya guna revitalisasi, validasi serta pelestarian warisan sejarah untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Gowa.