p-Index From 2021 - 2026
9.074
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Dedikasi Jurnal Gamma Asas: Jurnal Sastra Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASA DAN SASTRA Agrointek Jurnal Teknologi Pertanian agriTECH Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Panggung JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Agroindustrial Technology Journal Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Attractive : Innovative Education Journal Journal of Community Service and Empowerment Wacana : Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Food Technology and Halal Science Journal Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra MAHADAYA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran DIMASATRA Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia @Artikulasi Panggung Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Food Technology and Halal Science Journal

PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN STEVIA DAN PEKTIN DAUN CINCAU HIJAU TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK SELAI BUAH NAGA MERAH Verta Hedyana; Mochammad Wachid; Noor Harini
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.204 KB) | DOI: 10.22219/fths.v4i1.15636

Abstract

Dragon fruit can be processed into a jam with sugar, pectin, and acid addition. Pectin can be extracted from natural ingredient such as green grass jelly leaf. Stevia leaf powder can be added to a jam as natural sweetener. This study used factorial randomized block design with 3 levels concentration of pectin (0.75%, 1%, 1.25%) and 3 levels concentration of stevia powder (0.5%, 0.75%, 1%). The analyzed parameter such as water content, pH, spreadability, color intensity, total dissolved solid, and organoleptics. Based on the result, there was an interaction between the pectin concentration of green grass jelly leaves and the concentration of stevia leaves on texture and colour of dragon fruit jam.
Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan Menggunakan Pengering Kabinet dalam Pembuatan MOCAF (Modified Cassava Flour) dengan Fermentasi Ragi Tape Aisah Aisah; Noor Harini; Damat Damat
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 4 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.194 KB) | DOI: 10.22219/fths.v4i2.16595

Abstract

Abstract. The purpose of this study, to see the interaction of the effect of drying time and temperature of the carbohydrate content of carbohydrates, the interaction of the effect of coordinated time and temperature on mocaf, and the effect of time and optimal drying temperature of mocaf. The study used a factorial randomized block design with a factor of 1, namely the drying time (8 hours, 12 hours, 24 hours) and factor 2, namely the drying temperature (50°C, 70°C, 80°C). The preliminary stage of this research is soaking the cassava chips with 5% salt. The next step is making yeast fermentation mocaf with drying time and temperature treatment using a cabinet dryer. The parameters analyzed were moisture content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content, and color content. The results showed that the treatment of drying time of 8 hours and drying temperature of 70°C is the best treatment measured by the De Garmo test. The test results showed that the treatment had a water content of 10.08%, a protein content of 0.73%, a fat content of 0.06%, an ash content of 8.35%, carbohydrate content of 80.75%, a brightness level (L) is -11.6, the level of redness (a +) is 3.85, and the level of yellowness (b +) is 9.3. Keywords: Drying Temperature, Drying Time, Modified Cassava Flour, Yeast Tape     Fermentation   Abstrak. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui interaksi pengaruh perlakuan waktu dan suhu pengeringan terhadap kadar karbohidrat mocaf, mengetahui interaksi pengaruh perlakuan waktu dan suhu pengeringan terhadap kecerahan mocaf dan mengetahui interaksi pengaruh waktu dan suhu pengeringan mocaf yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK Faktorial) dengan faktor 1 yaitu perlakuan waktu pengeringan (8 jam, 12 jam, 24 jam) serta faktor 2 yaitu suhu pengeringan (500C, 700C, 800C). Tahap pendahuluan penelitian ini adalah perendaman chips singkong dengan 5% garam. Tahap selanjutnya adalah pembuatan mocaf fermentasi ragi tape dengan perlakuan waktu dan suhu pengeringan menggunakan pengering kabinet. Parameter yang dianalisis yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar warna. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan waktu pengeringan 8 jam dan suhu pengeringan 700C merupakan perlakuan terbaik yang diukur dengan uji De Garmo. Hasil uji menunjukkan bahwa perlakuan tersebut memiliki kadar air sebesar 10,08%, kadar protein sebesar 0,73%, kadar lemak sebesar 0,06%, kadar abu sebesar 8,35%, kadar karbohidrat sebesar 80,75%, tingkat keceraha (L) sebesar -11,6, tingkat kemerahan (a +) sebesar 3,85, serta tingkat kekuningan (b +) sebesar 9,3. Kata kunci: Fermentasi Ragi Tape, Modified Cassava Flour, Suhu Pengeringan, Waktu Pengeringan
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Dalam Larutan Kapur Sirih Terhadap Kualitas Tepung Bonggol Pisang Kepok dan Pengaplikasian Pada Cookies Fawwaz Akbar Al Amin; Noor Harini; Sri Winarsih; Okta Pringga Pakpahan
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i1.18758

Abstract

Abstract. Kepok banana tuber flour is made from banana tuber and carried out various processes, namely separation from root fibers, chopping, soaking with a solution of whiting to prevent discoloration/browning, washing, draining, drying and sifting. Cookies are foods made from low protein flour, eggs, sugar, and butter. The purpose of this study was to determine the interaction and influence of differences in concentration and duration of soaking whiting solution on the quality of kepok banana tuber flour and to determine the best quality sensory cookies formulations.This research was conducted in 2 stages. The first stage was the manufacture of kepok banana tuber flour using a factorial Randomized Block Design with 2 replications. The first factor is the concentration of whiting solution (5, 10 and 15%) and the second factor is the soaking time (30, 60 and 120 minutes). Stage 2 is making cookies using a simple randomized block design , namely the comparison of the composition of low protein wheat flour and kepok banana tuber flour with 4 levels (100%: 0%, 85%: 15%, 70%: 30%, and 55%: 45%). The results showed that in step 1 the difference in the concentration of whiting solution had a significant effect on water content, ash content, fat content and protein content. While the immersion time significantly affects the level of brightness (L), water content, ash content, fat content. The best kepok banana tuber flour is F2T1 with a brightness level (L) of 71.4, water content 6.2%, ash content 6.7%, fat content 4.1%, protein content 3.2% and carbohydrates 79.9 %. In stage 2, the best formulation for cookies was P1 (15% banana kepok tuber flour: 85% wheat flour) with an organoleptic score of 8 (very attractive), aroma 7.3 (liked), taste 7.8 (very good) and texture 7.9 (very crunchy). Keywords: banana tuber, betel lime, brightness, browning, cookies. Abstrak.Tepung bonggol pisang kepok adalah tepung yang terbuat dari bonggol pisang dan dilakukan berbagai proses yaitu pemisahan dari serabut akar, perajangan, perendaman dengan larutan kapur sirih untuk mencegah perubahan warna/browning, pencucian, penirisan, pengeringan dan pengayakan. Cookies merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, telur, gula, dan mentega. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan pengaruh dari perbedaan konsetrasi dan lama perendaman larutan kapur sirih terhadap kualitas tepung bonggol pisang kepok serta mengetahui formulasi kualitas terbaik sensoris cookies. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan. Tahapan pertama adalah pembuatan tepung bonggol pisang kepok menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor 1 adalah konsentrasi larutan kapur sirih (5, 10 dan 15%) dan faktor kedua adalah waktu lama perendaman (30, 60 dan 120 menit). Tahapan 2 adalah pembuatan cookies menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yaitu perbandingan komposisi tepung terigu protein rendah dan tepung bonggol pisang kepok dengan 4 level (100%:0%, 85%:15%, 70%:30%, dan 55%:45%). Hasil penelitian menunjukkan pada tahap 1 perbedaan konsentrasi larutan kapur sirih berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Sedangkan lama waktu perendaman berpengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan (L), kadar air, kadar abu, kadar lemak. Tepung bonggol pisang kepok terbaik adalah F2T1 dengan nilai tingkat kecerahan (L) 71,4, kadar air 6,2%, kadar abu 6,7%, kadar lemak 4,1%, kadar protein 3,2% dan karbohidrat 79,9%.  Pada tahap 2 cookies formulasi terbaik adalah P1 (15% tepung bonggol pisang kepok : 85% tepung terigu) dengan skor organoleptik kenampakan 8 (sangat menarik), aroma 7,3 (suka), rasa 7,8 (sangat enak) dan tekstur 7,9 (sangat renyah). Kata kunci: bonggol pisang, browning, cookies, kapur sirih, tingkat kecerahan  
The Effect of The Ratio of Beetroot Juice with Pineapple Core Juice and Carrageenan Concentration from Seaweed (Eucheuma cottonii) on Jelly Candy Quality Faradiba Hijriani Harahap; Noor Harini; Warkoyo Warkoyo; Rista Anggriani
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i1.18776

Abstract

Carrageenan is a gelling agent that can be extracted using coconut water solvent. The ability of carrageenan to form a gel can be applied in various products, such as jelly candy. Beetroot is one of the raw materials that can be used in making jelly candy. Beetroot is known to contain various vitamins and minerals as well as betalain pigments which are very beneficial for the body. The weakness of beetroot is its distinctive aroma and taste that is considered unpleasant. Therefore, the pineapple core was added to reduce it. This research aims to determine the interaction between the ratios of beetroot juice and pineapple core juice with carrageenan concentrations on the quality of jelly candy. This research consisted of two main stages consisted of carrageenan extraction, and followed by application into jelly candy made from the beetroot-pineapple core. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with first factor (S) the ratio of beetroot juice and pineapple core juice (100%: 0%, 75%: 25%, 50%: 50 %) and second factor (K) concentration of carrageenan (3%, 3.5%, 4%). Parameters observed for the first stage included yield, water content, viscosity, gel strength. Meanwhile, the second stage included water content, ash content, reducing sugar, antioxidant activity, texture, color, and organoleptic (color, aroma, taste, texture). The results showed that there were interactions between treatments on water content, ash content, texture, organoleptic of color, aroma, taste, and texture of jelly candy. The ratio of 50% beetroot juice : 50% pineapple core and 4% carrageenan concentration was known as the best treatment with a water content of 14.79%, ash content 0.72%, reducing sugar 1.81%, antioxidant activity 71.23%, texture 59,6N, brightness (L) 34.53, redness (a+) 0.3, yellowness (b+) 0.83, color 4.2 (attractive), aroma 4 (pleasant) , taste 4.16 (good), texture 3.96 (slightly chewy).
Karakteristik Kimia dan Sensori Minuman Instan Kombucha dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Berdasarkan Konsentrasi Gula dan Lama Fermentasi Achmad Naufal; Noor Harini; Desiana Nuriza Putri
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i2.21556

Abstract

Kombucha merupakan produk minuman dari hasil fermentasi antara substrat dengan gula oleh mikroorganisme yang terdiri dari bakteri dan jamur. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat kombucha adalah kulit buah naga yang memiliki kandungan tinggi antioksidan. Metode foam mat drying menjadi solusi untuk mempertahankan kandungan gizi kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap karakteristik kimia dan sensori kombucha instan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor (G) konsentrasi gula terdiri dari 3 taraf (5%, 10%, 15%) dan faktor (L) lama fermentasi yang terdiri dari 3 taraf (6 hari, 8 hari, 10 hari) dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Paramater yang diamati meliputi aktivitas antioksidan,  total fenol, rendemen, kadar air, kadar abu, pH, kelarutan, vitamin C dan uji organoleptik. Data dianalisis dengan analisa ragam dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan terhadap pH, organoleptik aroma, rasa, warna dan kesukaan dari kombucha instan. Pada hasil penelitian diperoleh aktivitas antioksidan pada perlakuan L2 sebesar 79,67%, kadar air pada perlakuan L3 sebesar 3,35%, kadar abu pada perlakuan G3 sebesar 0,67%, kelarutan pada perlakuan L3 sebesar 97,89%, total fenol pada perlakuan L2 sebesar 0,40 mg GAE/g, uji pH pada perlakuan G1L1 sebesar 4,37, rendemen pada perlakuan G3 sebesar 29,02%, vitamin C pada perlakuan L2 0,72%, aroma pada perlakuan G1L1 sebesar 4,52 (Netral), skor rasa pada perlakuan G2L1 sebesar 4,92 (Agak suka), skor warna pada perlakuan G1L1 sebesar 6,00 (Suka), skor kesukaan pada perlakuan G2L1 sebesar 4,72 (Agak suka)
Karakteristik Fisikokimia Turkish Delight Jeruk Nipis dengan Penambahan Berbagai Sari Buah dan Penggunaan Pati Jagung sebagai Gelling Agent Ma'ruf, Muhammad Amar; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28316

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan produk makanan yang berasal dari Turki agar bisa dikembangkan dan menjadi peluang usaha yang menguntungkan di Indonesia, karena turkish delight memiliki rasa manis yang sangat khas. Oleh sebab itu adanya inovasi penambahan rasa asam yang berasal dari jeruk nipis dapat menambahkan sensasi segar. Selain itu penambahan buah-buah lain dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada turkish delight. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jeruk nipis dan berbagai sari buah terhadap karakteristik fisikokimia turkish delight sari jeruk nipis serta mendapatkan perlakuan yang menghasilkan turkish delight sari jeruk nipis dengan karakteristik fisikokimia terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Sederhana yaitu dengan perlakuan perbedaan konsentrasi sari buah nipis dan konsentrasi sari buah-buahan lainnya (anggur, naga, nanas) sehingga terdapat 9 level perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi analisis kadar air, tekstur, aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, kadar pH, kadar antosianin, Intensitas warna, organoleptik, dan perlakuan yang terbaik pada turkish delight. Turkish delight jeruk nipis dengan penambahan sari buah yang berbeda terbaik didapatkan oleh perlakuan F1 dengan rasio penambahan sari jeruk nipis 25% dan sari buah naga 75% menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik dengan nilai kadar air 18,03%, tekstur 3,39 N, aktivitas antioksidan 29,78%, vitamin C 30,22 mg/100g, kadar pH 3,33 (asam), total antosianin 0,054 mg/L, intensitas warna L (kecerahan) 35,60; tingkat kemerahan (a+) 5,4; tingkat kekuningan (b+) -1,9, dan hasil organoleptik rasa 4,63 (manis), tekstur 3,31 (agak tidak kenyal), warna 3,94 (agak cerah), kesukaan 4,42 (agak suka).
EKSTRAK ANTIOKSIDAN KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) GUNA MENGHAMBAT OKSIDASI MINYAK KACANG TANAH Nursahila, Belgis Alfia; Harini, Noor; Utomo, Joko Susilo
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28334

Abstract

Minyak kacang tanah merupakan salah satu minyak nabati yang dihasilkan dari ekstraski biji minyak kacang tanah. Minyak kacang tanah mengandung 76-82% asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari 40-45% asam oleat dan 30-35% asam linoleat. Penggunaan minyak yang berulang dapat memicu reaksi yang dapat menyebabkan minyak goreng menjadi tengik. Kulit bawang merah dapat menjadi antioksidan alami karena mengandung senyawa flavonol, polifenol, saponin, dan alkaloid yang mampu mengais radikal bebas. Penambahan antioksidan pada minyak kacang tanah diketahui dapat menghambat oksidasi minyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipengaruh penambahan antioksidan pada minyak kacang tanah guna menghambat oksidasi pada minyak. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap. Tahap pertama yaitu maserasi kulit bawang merah, sedangkan tahap kedua pengaplikasian ekstrak antioksidan kulit bawang merah terhadap minyak kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri level yaitu 0%, 3%, 6%, 9%, 12%. Pengamatan ini meliputi uji bilangan peroksida, asam lemak bebas, p-Anisidin, total oksidasi, dan intensitas warna. Hasil penelitian membuktikan, bahwa penambahan ekstrak antioksidan kulit bawang merah berpengaruh nyata terhadap bilangan peroksdia, asam lemak bebas, dan total oksidasi. Penambahan ekstrak antioksidan 3% merupakan perlakuan terbaik diantara 5 perlakuan lainya. Sehingga didapatkan penambahan ekstrak antioksidan kulit bawang merah digunakan sebagai antioksidan alami untuk menjaga kestabilan minyak kacang tanah terhadap panas.
Formulasi Permen Jeli Vegan Sari Buah Nanas, Lemon, Bunga Kol, dan Umbi Bit Merah dengan Konsentrasi Karagenan Putri, Elita Mahda Gatra; Wahyudi, Vritta Amroini; Warkoyo, Warkoyo; Harini, Noor; Husna, Afifa
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35914

Abstract

Abstract. The vegan lifestyle is currently trending and growing very rapidly. The need for nutrients produced by plant-based products is an important concern of the community. One product that has the potential to become a vegan product is vegan jelly candy. The purpose of this study was to determine the formulation and potential of jelly candy as a vegan product seen from the parameters of water content, fiber content, pH, water activity, vitamin C content, antioxidant activity, and organoleptic (color, aroma, taste, texture, overall). The research method used was a Factorial Complete Randomized Design with 2 factors, namely fruit and vegetable formulations and carrageenan concentration, 6 treatments, and 2 replicates. The analysis used was Analysis of Variance at the 5% level. Further tests using Duncan Multiple Range Test at the 5% level for samples that give a real effect. The standard requirements for vegan jelly candy products are in SNI 3547.2-2008. The overall acceptable vegan jeli candy product for panelists was N2K2 (60% Pineapple: 6% Lemon: 17% Cauliflower: 17% Red Beetroot; 2.25% Carrageenan) with a moisture content of 10.47±5.54%; crude fiber content of 6.88±1.39%; pH 3.83±0.12; Aw 0.81±0.02; vitamin C content of 20.77±4.89%; antioxidant activity of 13.38±9.27%; organoleptic parameters of red-red very purple color; slightly fragrant aroma of jeli candy; sweet and sour taste; slightly chewy texture. Keywords: Nutrasetical; Antioxidant; Vitamin C Abstrak. Pola hidup vegan saat ini menjadi tren dan berkembang sangat pesat. Kebutuhan akan nutrisi yang dihasilkan produk nabati menjadi perhatian penting masyarakat. Salah satu produk yang berpotensi menjadi produk vegan yaitu permen jeli vegan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan potensi permen jeli sebagai produk vegan dilihat dari parameter kadar air, kadar serat, pH, aktivitas air, kadar vitamin C, aktivitas antioksidan, dan organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, overall). Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yaitu formulasi buah dan sayur serta konsentrasi karagenan, 6 perlakuan, dan 2 kali ulangan. Analisis yang digunakan yaitu Analysis of Varians dengan taraf 5%. Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test pada taraf 5% untuk sampel yang memberikan pengaruh nyata. Standar persyaratan produk permen jeli vegan ada pada SNI 3547.2-2008. Produk permen jeli vegan secara keseluruhan yang dapat diterima panelis N2K2 (60% Nanas: 6% Lemon: 17% Bunga Kol: 17% Bit Merah; 2,25% Karagenan) dengan kadar air 10,47±5,54%; kadar serat kasar 6,88±1,39%; pH 3,83±0,12 ; Aw 0,81±0,02; kadar vitamin C 20,77±4,89 mg/mL; aktivitas antioksidan 13,38±9,27%; parameter organoleptik warna merah-merah sangat ungu; aroma agak sedikit harum permen jeli; rasa manis dan asam; tekstur agak sedikit kenyal-kenyal. Kata Kunci: Nutrasetical; Antioksidan; Vitamin C
Pengaruh Variasi Pengupasan Kulit dan Jenis Daun Sebagai Kemasan Terhadap Karakteristik Tempe Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Sanjaya, Basanty Pramesthi; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35920

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berpotensi untuk diolah menjadi pangan fungsional berupa tempe. Penggunaan kemasan daun sebagai pembungkus tempe masih banyak diminati karena memberikan citarasa dan aroma tersendiri terhadap produk tempe. Kulit pada kacang merah memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi berupa antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara variasi pengupasan kulit kacang merah serta perbedaan jenis pembungkus daun yang digunakan terhadap karakteristik tempe kacang merah yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis pembungkus (daun jati dan daun kunyit) dan variasi pengupasan kulit kacang merah yang diulang sebanyak 3 kali untuk setiap perlakuan. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis ragam dengan taraf 5% dan dilakukan uji pembeda DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perbedaan jenis pembungkus daun dan variasi pengupasan kulit kacang merah terhadap aktivitas antioksidan, total kandungan fenolik, dan total kandungan flavonoid. Perlakuan variasi pengupasan kulit berpengaruh terhadap hasil kadar air, kadar protein, intensitas warna, dan organoleptik (aroma, rasa, tekstur, kesukaan). Perlakuan yang paling disukai berdasarkan uji organoleptik adalah variasi pengupasan kulit dengan skor kesukaan 4,43-4,57 yaitu suka.
Studi Karakteristik Fisikokimia Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Germinasi oleh Waktu dan Media Germinasi Puspitasari, Ade; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35960

Abstract

Pemanfaatan kacang hijau (Vigna Radiata L.) di Indonesia telah banyak dilakukan, salah satunya yaitu “tauge” germinasi kacang hijau. Germinasi kacang hijau memiliki kadar air yang tinggi sehingga untuk memperpanjang umur simpannnya, maka mengembangkannya menjadi tepung. Tahapan penelitiannya yaitu pengujian komposisi bahan baku. Kemudian pembuatan tepung kacang hijau germinasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama germinasi (0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam) dan penggunaan jenis air leri, (air leri pertama, air leri kedua) dengan 2 kali ulangan kemudian dilakukan pengujian fisikokimia meliputi kadar air, kadar protein, kadar serat, aktivitas antioksidan, kadar asam fitat dan densitas kamba. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan Analysis of Variances (ANOVA), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5% (p≤0,05). Hasil menunjukkan bahwa pada tidak terdapat interkasi nyata dua faktor pada karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi . Lama germinasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi, akan tetapi perbedaan jenis air leri tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi. Dan perlakuan terbaik dengan metode de garmo yaitu perlakuan L4M2.
Co-Authors Achmad Naufal Adi Sutanto Afifa Husna Agung Dwi Ai Siti Zenab Aisah Aisah Aisya Mardiani Alfajri Ula Ashfarina Alifia, Hafidzatu Taslima Amalia, Atika Rahma Amalia, Wahyu Ani Rostiyati Annis Mulyani Aprih Santoso Aryani, Arisma Dila Athaya Milda Putri Yuwana Atika Rahma Amalia Ayu Lestari Ayu Rosita, Herlina Diah Azizah, Helda Nur Azka Azkia Amelia Cambara, Hegar Krisna Damat, Damat Desiana Nuriza Putri Desy Rachmatullah Devi Dwi Siskawardani Devi Heryanti Dian Puspita Didik Suhariyanto Dina Siti Logayah Dwi Okta Indriani Dwi Pramsiska Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elianarni, Dahlia Elsa Yuniarti Ety Setyaningsih Ety Setyaningsih, Ety Faradiba Hijriani Harahap Fawwaz Akbar Al Amin Febriyanti, Adinda Kamilah Fiki Herianto Firdaus, Sajidah Al-Lathifah Fitriatusyifa, Maulida Gloriapoerwa, Trixie H, Cantika Eka Rahmah Halimah Halimah Hanif Alamudin Manshur Hanif Alamudin Mansur Hariri, Rif'an Hegar Krisna Cambara Helda Nur Azizah Husna, Afifa Iis Indra Rasyid Julianto Indriyani Indriyani Intan Satia Hotimah Irawan, Tofan Andrew Izzah Nazilatul laili Joko Susilo Utomo Joko Triwanto Kusumawardhana, Gelar Taufiq Lestar, Ayu Listiari Hendraningsih Liza Ni’matul Azizah Ma'mur Saadie Ma'ruf, Muhammad Amar Maulida Fitri Iswari Meisa Arya Putri Gunawan Memen Durachman Moch Wachid Moch Wachid, Moch Moch. Wachid Mochammad Arif Saputra Mochammad Wachid Mujahid, Abdullah Nabila, Jihan Nafidzah Nur Nasifah, Dzurotun Nenden Lilis Aisyah Nova Anggraeni Novaria, Novi Novianti Fitria Rahmadhona NS, Maureen Danysha Nugraha, Robby Nurhadi, Jatmika Nursahila, Belgis Alfia Okta Pringga Pakpahan Oktaviani, Adellia Prasetio, Anggih Puspitasari, Ade Putri Adek Putro Putri, Elita Mahda Gatra Putri, Zahra Meidina Rahayu Relawati Retno Muji Rahayu Rifan Hariri Rista Anggriani Rista Anggriani S. Sukardi S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sanjaya, Basanty Pramesthi Sarie, Audina Aura Setiawan, Janten Hidayat Shandra Berliana Shandra Berliana Shobah, Fitri Nurul Sri Winarsih Sri Wiyanti Suci Sundusiah Sucipto, Hanna Aulia Rahmah Sudana, Undang Suganda, Nurkalina Pratiwi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sutawi Sutawi Sutawi Tabga, Yoseba Tedi Permadi Teguh Setyawan Theresia, Helena Triadi, Rai Bagus Tsabita, Alifa Shaliha Tyas Anugrah Hirgawati Usman, Khairunnisa Pratiwi Maulida Verta Hedyana Vinindika, Nabila Vritta Amroini Wahyudi Vritta Amroini Wahyudi W. Warkoyo Wafi, Fakhri Ahmad Wahid Muhammad Shodiq Wahid Muhammad Shodiq Wahyudi Warkoyo . Wibowo, Yessi Maulidhia Nugrahani Wijayanti, Ervina Dwi Yasmin Nurinbaity Yulianeta Yuniar Sawitri Yuniar Sawitri, Yuniar Zannah, Putri Naufal Nurotul