Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : SPASIAL

ANALISIS KETERSEDIAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA KOTAMOBAGU Umamit, Praditia Supanji; Warouw, Fella; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota – Kotamobagu adalah kota yang tergolong kecil dan memiliki empat kecamatan, serta  33 desa/kelurahan dari empat kecamatan. Kotamobagu mempunyai luas wilayah 6.811 Ha, dengan luas permukiman sebesar 1.434,82 Ha,sebagian lahan yang belum terbangun. Bagaimanakah kondisi kawasan permukiman, serta ketersediaan lahan permukiman di Kota-Kotamobagu. Tujuan penelitian menganalisis ketersediaan lahan permukiman di Kota-Kotamobagu. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan tenik analisis spasial  overlay. Analisis spasial ini dilakukan untuk melihat kondisi eksisting permukiman Kota – Kotamobagu, serta ketersediaan lahan permukiman berdasarkan kemampuan lahan yang melalui satuan kemampuan lahan (SKL).  Hasil penelitian ini menunjukan ketersediaan lahan permukiman yang paling banyak adalah Kec. Kotamobagu Selatan 2602,3 Ha, Kec. Kotamobagu Timur 1116,45 Ha, Kec. Kotamobagu Utara 888,67 Ha, dan yang terakhir 768,79 Ha. Total keseluruhan kemampuan lahan untuk permukiman sebersar 5376,21 Ha.Kata Kunci: Permukiman, Ketersediaan, Kemampuan Lahan, Kota-Kotamobagu 
ANALISIS PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUN TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN AIRMADIDI Woy, Tesalonika Miranda; Tungka, Aristotulus E.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan wilayah Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Airmadidi mengalami perkembangan yang relatif cepat bila di bandingkan dengan daerah-daerah sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari semakin berkurangnya lahan pertanian menjadi lahan terbangun Penyebab banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan pemanfaatan lahan pertanian menjadi lahan terbangun di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara, dan menganalisis pengaruh perubahan pemanfaatan lahan pertanian menjadi lahan terbangun terhadap peluang usaha masyarakat di Kecamatan Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis spasial GIS (Geography Information System). Dari hasil analisis di dapatkan  penurunan lahan kering sebesar 460Ha, penurunan sawah sebesar 195Ha, Kenaikan luas lahan permukiman sebesar 335Ha, dan kenaikan luas lahan perdagangan dan jasa sebesar 17 Ha. Hasil pengaruh perubahan pemanfaatan lahan pertanian menjadi lahan terbangun terhadap peluang usaha masyarakat di Kecamatan Airmadidi 67% masyarakat sangat setuju, dan 33% masyarakat setuju. Faktor-faktor penyebab berkurangnya lahan pertanian adalah faktor internal, faktor eksternal, dan faktor kebijakan. Faktor eksternal adalah faktor-faktor dinamika pertumbuhan perkotaan, demografi, maupun ekonomi yang mendorong perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun di Kecamatan Airmadidi, faktor internal adalah kondisi sosial ekonomi rumah tangga pertanian penggunaan lahan yang mendorong lepasnya kepemilikan lahan, ataupun mengalihfungsikan lahannya, faktor kebijakan, yaitu aspek regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian.Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Pertanian, Peluang Usaha, Kecamatan Airmadidi
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA (STUDI KASUS : KECAMATAN RATAHAN) Missah, Rizkyanto Efraim; Sela, Rieneke L. E.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan untuk permukiman perlu memperhatikan kondisi fisik lingkungan antara lain topografi, morfologi, kelerengan dan jenis tanah. Beragam kasus kerugian ataupun korban yang terjadi karena penyimpangan atau ketidaksesuaian penggunaan lahan yang menyalahi tingkat kemampuan lahannya. Keadaan tersebut menyebabkan perlunya analisis kesesuaian lahan permukiman untuk mengetahui kesesuaian lahan yang akan diperuntukan guna pengembangan permukiman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji perkembangan lahan permukiman di Kecamatan Ratahan berdasarkan data citra dan analisis kesesuaian peruntukan lahan permukiman RTRW terhadap arahan kesesuaian lahan. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan metode analisis spasial skoring dan overlay dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perkembangan permukiman Kecamatan Ratahan tahun 2003-2019 sebesar 41,61 Ha. Hasil penelitian kesesuaian peruntukan lahan permukiman terhadap arahan kesesuaian lahan Kecamatan Ratahan terdapat kriteria sesuai (A) sebesar 127,43 ha atau 2,07%, kriteria sesuai (B) sebesar 2.421,84 ha atau 39,29%, kriteria tidak sesuai (A) sebesar 2,59 ha atau 0,04%, kriteria tidak sesuai (B) sebesar 3.611,62 ha atau 58,60%.Kata kunci: Kesesuaian Lahan, Permukiman, Rencana Tata Ruang Wilayah, SIG
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI EKSISTENSI RUANG TERBUKA DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Longaris, Sendy; Rogi, Octavianus H.A.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wenang adalah salah satu kecamatan di Kota Manado yang memiliki tingkat kepadatan bangunan tinggi serta sudah tidak memiliki ketersediaan lahan efektif lagi (ditinjau dari tabel ketersediaan lahan efektif di wilayah kota Manado, Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado tahun 2014-2034). Lokasi Kecamatan Wenang yang berada tepat di pusat kota yang menjadi pusat dari segala aktivitas masyarakat kota Manado baik aktivitas perdagangan, usaha, dan lain-lain. Sehingga terdapat banyak lahan terbangun di kecamatan Wenang. Hal ini menjadi masalah terhadap ketersediaan ruang terbuka sebagai tempat bertemu, berkumpul dan berinteraksi antara satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksistensi ruang terbuka serta mengevaluasi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Wenang Kota Manado berdasarkan Permen PU no. 5 tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan RTH di Kawasan Perkotaan berdasarkan luas wilayah yaitu minimal 30%, sementara berdasarkan jumlah penduduk menyesuaikan tabel penyediaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan teknik analisis dialog deskriptif yaitu mendialogkan hasil data lapangan dengan menyesuaikan teori-teori yang ada, serta metode kuantitatif menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data ini diolah menggunakan aplikasi ArcGIS untuk membuat peta sebaran, jenis, serta tipe kepemilikan ruang terbuka. Dari hasil output peta akan dihitung jumlah ketersediaan ruang terbuka. Maka hasil evaluasi yang diperoleh ketersediaan ruang terbuka berdasarkan luas wilayah masih kekurangan, dari luas wilayah Kecamatan Wenang 368.78 ha hanya terdapat 47.63 ha yang terdiri dari 39.37 ha RTH publik dan 8.26 ha RTH privat. Jika di persentasekan RTH di Kecamatan Wenang hanya memiliki luas 12.91% sementara di standar penyediaan harusnya minimal 30%. Untuk standar berdasarkan jumlah penduduk masih memiliki banyak kekurangan karena tidak tersedianya ruang terbuka berdasarkan tipe taman RT, taman RW dan Taman Lingkungan. Namun di sisi lain ada tipe taman kecamatan yang sudah terpenuhi ketersediaannya yakni seluas 3.49 ha dari standar 0.6 ha per unit.Kata Kunci: Ruang Terbuka, Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Non Hijau.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA HIJAU DI PULAU SULABESI, KABUPATEN KEPULAUAN SULA Djalil, Soepratman Abd; Takumansang, Esli D.; Supardjo, Surijadi
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Pulau Sulabesi Kabupaten Kepulauan Sula merupakan wisata kepulauan yang masih baru di kembangkan, sehingga Peratuan Pemerintah Kabupaten tentang perencanaan dan penataan kawasan wisata belum maksimal juga tertata dengan baik, padahal wisata kepulauan ini memiliki aspek keindahan dan nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula. Perencanaan Pengembangan yang baik dengan mengutamakan lingkungan diharapkan dapat bermanfaat bukan hanya saat ini tapi di masa yang akan datang. Berdasarkan latar belakang maka masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu Bagaimana perencanaan pengembangan pariwisata daerah di Pulau Sulabesi dengan pendekatan Pariwisata Hijau. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisis perencanaan pengembangan pariwisata daerah di Pulau Sulabesi dengan pendekatan Pariwisata Hijau, adapun manfaat hasil penelitian dapat digunakan sebagai rujukan untuk perencanaan pengembangan kawasan pariwisata di Pulau Sulabesi. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Metode analisis mengunakan analisis SWOT dan Perencanaan ada beberapa strategi perencanaan lainnya. Hasil Penelitian berdasarkan matriks SWOT diketahui faktor internal, faktor eksternal dan faktor internal yaitu ; Wisata Mangrove Kecamatan Sanana Utara, Wisata kebudayaan dln.  Beberapa faktor ekstenal yaitu ; Pengelolaan limbah yang belum baik, Infrastuktur pariwisata belum baik dln. Hasil penelitian lainnya ialah infrastuktur pariwisata masih kurang seperti jaringan energi listrik, jaringan telekomunikasi dan jalur transportasi yang hanya bisa diakses melalui jalur laut dan darat.Kata Kunci: Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata Hijau, Pariwisata Hijau
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN DI PULAU SULABESI KABUPATEN KEPULAUAN SULA Duwila, Rifandi; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sulabesi mengalami pembangunan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Dalam perkembangan ini tidak terlepas dari kebutuhan lahan yang akan terus meningkat, sehingga kawasan lindung bisa terancam alih fungsi menjadi lahan terbangun. penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis kelas kemampuan lahan, dan menentukan pemanfaatan lahan sesuai dengan kelas kemampuan lahan di Pulau Sulabesi, untuk mencapai tujuan tersebut di lakukan penelitian dengan cara pengambilan data sekunder kepada instansi pemerintah terkait yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Sula, data yang diambil diantaranya: Peta curah hujan, peta topografi, peta geologi, peta kemiringan lereng, peta bencana alam, peta penggunaan lahan, peta Morfologi. Teknik analisis kemampuan lahan yakni dilakukan dengan memasukkan data dari hasil analisis satuan kemampuan lahan yang kemudian dilakukan dengan teknik overlay. Proses analisis ini juga dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografis) ArcGis 10.5. Menurut Pedoman PU No 20 tahun 2007 yang telah di tetapkan bobotnya setiap SKL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas kemampuan lahan di Pulau Sulabesi terdiri dari lima kelas yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Kelas kemampuan lahan terluas terdapat pada kelas C dengan luasan 40670,2 Ha (74,25%) sedangkan pemanfaatan lahan pada kemampuan lahan terluas terdapat pada hutan rimba dengan luasan 32.717,9 Ha. Hal ini menunjukkan bahwa 74,25% dari luasan Pulau Sulabesi berada pada Kelas c yang artinya adalah kemampuan lahan sedang atau di kategorikan sebagai kawasan pemanfaatan sedang. Kata kunci: Pulau Sulabesi, Kemampuan Lahan, Sistem Informasi Geografis, Pemanfaatan Lahan
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS SOSIAL DI KOTA KOTAMOBAGU Rumengan, Michael Rinaldi Clipper; Kindangen, Jefrey I.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang begitu besar di Indonesia sering terjadi pada suatu wilayah perkotaan, semakin besar pertumbuhan dan jumlah penduduk tentu harus diikuti dengan penambahan berbagai fasilitas sosial yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sekitarnya. Di Kota Kotamobagu memiliki laju pertumbuhan penduduk relatif meningkat, bertambahnya jumlah penduduk maka ketersediaan fasilitas sosial juga harus memenuhi kebutuhan penduduk yang ada. Karena menurut Golany (1976) apabila diantara mereka yang mencari fasilitas diluar pemukiman padahal fasilitas tersebut fungsinya sama, maka disimpulkan bahwa fasilitas yang tersedia tidak dapat menjawab kebutuhan mereka. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi eksisting sebaran fasilitas sosial dan menganalisis kebutuhan fasilitas sosial di Kota Kotamobagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis ketersediaan dan kebutuhan fasilitas sosial menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-1733-2004), analisis proyeksi menggunakan rumus geometrik serta analisis spasial berupa teknik buffer (radius) dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis. Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran eksisting fasilitas sosial di Kota Kotamobagu yang tersedia berupa 229 fasilitas pendidikan, 163 fasilitas kesehatan, 189 fasilitas peribadatan yang tersebar dikategorikan sudah terpenuhi, kebutuhan fasilitas sosial di Kota Kotamobagu dilihat dari pola persebaran fasilitas sosial berdasarkan indeks tetangga terdekat yang tersebar membentuk pola persebaran acak dan mengelompok mengikuti atau berdekatan dengan pemukiman. Analisis proyeksi pertumbuhan penduduk ditahun mendatang dan peta buffer (radius jangkauan) tiap sarana dibuat untuk mengetahui tingkat kebutuhan fasilitas di Kota Kotamobagu.Kata Kunci : Pertumbuhan Penduduk, Fasilitas Sosial, Radius Pelayanan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN KABUPATEN SORONG Da Costa, Alarico; Mononimbar, Windy; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Aimas di Kabupaten Sorong merupakan salah satu Distrik yang kondisi lahannya harus diperhatikan karena merupakan wilayah yang makin berkembang salah satunya adalah permukiman. Kondisi fisik lahan di Distrik Aimas sangat bervariasi mulai dari morfologi bergunung dan kemiringan lereng yang curam oleh karena itu perlu dianalisis kemampuan dan kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman yang ada di Distrik Aimas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Tahap analisis ini ialah menggabungkan setiap parameter SKL untuk mendapatkan satuan kemampuan lahan setelah mengetahui daya dukung suatu lahan, selanjutnya digabungkan berdasarkan aspek kesesuaian lahan untuk mendapatkan arahan yang sesuai untuk permukiman. Dari hasil analisis yang dilakukan pada aspek arahan tata ruang pertanian, arahan rasio penutupan, arahan ketinggian bangunan, arahan pemanfaatan air baku, dan perkiraan daya tampung lahan bahwa kesesuaian lahan permukiman di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, memiliki 4 kelas kesesuaian lahan permukiman yaitu Kelas N2, Kelas N1, Kelas S2, Kelas S1. Kelas N2 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman dan tidak ada permukiman, Kelas N1 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman tetapi pada saat ini sudah ada permukiman, Kelas S2 yakni lahan sesuai untuk permukiman tetapi tidak ada permukiman dan Kelas S1 yakni lahan sesuai untuk permukiman dan pada saat ini sudah terbangun permukiman. Kelas kesesuaian lahan yang mendominasi di Distrik Aimas adalah Kelas N2.Kata Kunci: Kabupaten Sorong, kesesuaian lahan, permukiman.
PERENCANAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA KAWASAN KHUSUS KONSERVASI PENYU DI DESA LAMANGGO KABUPATEN SITARO (STUDI KASUS : DESA LAMANGGO) Buangsampuhi, Ria; Egam, Pingkan P.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencaanaan Pariwisata berbasis masyarakat pada kawasan khusus konservasi penyu merupakan program Pelestarian sekaligus menjadi wadah pendidikan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari suatu pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi Potensi sumber daya lain serta mengetahui peran masyarakat terhadapat pariwisata yg ada. (2) Startegi perencanaan wisata kawasan penyu berbasis masyarakat di desa Lamanggo. Pariwisata di Kecamatan Biaro desa Lamanggo ini tergolong masih baru dan belum terekspos oleh wisatawan, karna pemerintahan daerah setempat masih dalam usaha Perencanaan pariwisata. Kecamatan Biaro menjadi salah satu destinasi pariwisata Kabupaten Sitaro. Desa Lamanggo khususnya Pantai Bira Menjadi lokasi Kawasan khusus Konservasi penyu. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis SWOT . Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu : Empat (4) Potensi Pariwisata selain Kawasan Konsrvasi yaitu: (a).Pemandangan jalan Lamanggo, (b).Batu Kuda, (c).Spot Diving, (d).Gugusan Pulau-pulau. Strategi perencanaan dilakukan pengembangan Program yaitu : (A) Partisipasi masyara-kat melalui pariwisata, (B) Peningkatan kesadaran peran masyarakat, (C) Upaya pengelolaan wisata, (D) Pengembangan Kelembagaan.Kata kunci: Pariwisata, pariwisata berbasis masyarakat, konservasi, Konservasi penyu, desa Lamanggo
KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR Ferdinand Sagisolo; Roosje J. Poluan; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk. Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Manoi
Co-Authors Adrian Jacobus Aldwin F. Lompoliuw Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andy M. Malik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Artahsasta B. P. Binilang, Artahsasta B. P. Bonde, Christiana P. Brawid Sutrisno, Brawid Buangsampuhi, Ria Ch. Tarore, Raymond Christanty Srirejeki Christhalia D. P. Pilat Christiana P. Bonde Christie G. Tooy Christofel Jacob Claudia S. Punuh Cynthia E. V. Wuisang Da Costa, Alarico David Singal Deofishart Ch. Waleleng Desriyati H. Folasimo Djalil, Soepratman Abd Duwila, Rifandi Dwight M. Rondonuwu Eko Soegiarto, Eko Faizah Mastutie Febrian Rumambi Fela Warouw Fella Warouw Ferdinand Sagisolo Firstnoel N. Wowor Fransisca J. Bawembang Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hendriek H. Karongkong Imanuel H. A. Kawahe Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Joseph Rengkung Judy O. Waani Jufri H. Rompas Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Julianus A.R. Sondakh Juneyver Lemeng Juningsih T. A. Karaeng Kandouw, Sheren Gloria Kasawuri Y. A. L. F Wuritimur Kerin M. Karisoh Lakat, Ricky M. S. Laras Pitaloka, Dyah Leidy M. Rompas Leon S. P. Kondoy Leonardy V. Wuaten Linda Tondobala Linda Tondobala Longaris, Sendy Loudy M.B. Kalalo Lucy J. Wagey Manorek, Heski Maulana S. Sumaryono Meytti Y. Sabarofek Missah, Rizkyanto Efraim Monica C. K. Tanod Nissia E.M. Kaunang Octavianus Hendrik Alexander Rogi Orlando R. Rombon Oscar V. Tatengkeng Patrycia A. J. Sandil Peggy Egam Pialandang, Vilia G. S. Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Rahmat Qadri Adipu Raymond Ch. Tarore Raymond Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Rendi W. Trajuman Ricky M. S. Lakat Ricky S. M. Lakat Rieneke L. E. Sela Rikha C. Sinampu Ririn E. V. Sembiring Roosje J. Poluan Rumambi, Febrian Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Runita Rasyid Sonny Tilaar Steven Lintong Stevi Buloglabna Surijadi Supardjo Surijadi Supardjo Suryono Sutrisni Napu, Sutrisni Umamit, Praditia Supanji Uniplaita, Andre E. Watuseke M. Meylita Windy Mononimbar Woy, Tesalonika Miranda Yakobus Sumallea, Yakobus Yosua Tangkere Zefanya Saerang