Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteksos

FAKTOR INTERNAL EKSTERNAL PENGEMBANGAN POTENSI HHBK KELOMPOK MITRA TANI DI SEKITAR KAWASAN HUTAN DESA PEMEPEK Pande Komang Suparyana; Sharfina Nabilah; Endah Wahyuningsih; I Ketut Manu Mahatmayana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.832

Abstract

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) adalah semua bahan berwujud atau bukan kayu yang diambil dari hutan untuk dimanfaatkan dalam rangka kegiatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hasil hutan bukan kayu yang dapat diperdagangkan memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor internal eksternal Pengembangan Potensi HHBK Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 responden yang merupakan keseluruhan anggota Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini di gunakan karena mampu menggambarkan analisis lingkungan internal dan eksternal dalam kegiatan Pengembangan Potensi HHBK Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek yang akan dikaji dalam variable SWOT, yakni kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan Faktor Eksternal Pengembangan Potensi HHBK Kelompok Mitra Tani adalah Lahan yang masih luas; Tenaga kerja yang banyak; Pendapatan utama masyarakat; Potensi sumberdaya HHBK; Inovasi dalam proses pengolahan; Kurang permodalan; Kurang pengetahuan tentang budidaya; Pemasaran produk HHBK; Penguatan kelembagaan; dan Tidak adanya pelatihan secara khusus kepada para petani. Faktor Internal Pengembangan Potensi HHBK Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek adalah Permintaan komoditas HHBK tinggi; Peraturan KHDTK; Kebijakan pemerintah dalam HHBK; Adanya dukungan pemerintah dalam hal pameran produk pertanian; Kegiatan CSR dalam pelestarian lingkungan; Harga tidak stabil; Alih fungsi lahan; Perusakan lingkungan dan penebangan hutan; Penegakan aturan belum efektif; dan Minimnya pengetahuan dalam pelestarian lingkungan. Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek disarankan untuk mengantisipasi ancaman-ancaman dan memanfaatkan peluang serta memaksimalkan kekuatan serta meminimalkan kelemahan yang ada. Kelompok Mitra Tani dapat memanfaatkan Faktor Internal dan eksternal tersebut dalam Pengembangan Potensi HHBK
ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN RETURN ON INVESTMENT USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nabilah, sharfina; Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai BEP dan ROI usahatani tomat di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian dilaksanakan di tiga Desa di Kecamatan Batukliang Utara, yaitu Desa Karang Sidemen, Desa Aik Bukak, dan dan Desa Lantan. Penentuan responden dilakukan secara sensus yaitu dengan pengambilan sampel secara keseluruhan dari populasi. Jumlah responden ditetapkan sebanyak 25 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BEP produksi sebesar 282,49 kg, BEP penerimaan sebesar Rp2.219.052, dan BEP harga sebesar Rp3.812/kg, artinya petani sudah mendapatkan keuntungan dari kegiatan usahatani tomat karena hasil produksi tomat di kecamatan Batukliang sebesar 1.876 lebih tinggi dari nilai BEP produksi; kemudian penerimaan yang diperoleh petani yaitu sebesar Rp14.124.000 lebih tinggi dari nilai BEP penerimaan, dan harga jual tomat yaitu sebesar Rp7.720 lebih tinggi dari nilai BEP harga. (2) Nilai ROI yang diperoleh sebesar 97% artinya usahatani tomat di Kecamatan Batukliang Utara layak dijalankan karena menguntungkan.