Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KEGIATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) CINTA MANDIRI, KOTA LHOKSUMAWE Teuku Ilhami Surya Akbar; Juwita Sahputri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tatanan kehidupan baru “new normal” menjadi strategi pemerintah Indonesia guna mengatasi kesulitan ekonomi saat ini. Super market yang awalnya ditutup sudah mulai dibuka, tempat ibadah yang sempat ditutup juga mulai dibuka, dan sekolah yang dulunya sistem pembelajaran dilaksanakan dirumah secara daring (online) perlahan di longgarkan. Sekolah luar biasa (SLB) merupakan suatu sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini terkadang tidak tersentuh oleh pemerintah untuk pemberian edukasi dan persiapan guna menghadapi tatanan kehidupan baru.  Pelonggaran atau pemberlakuan tatanan kehidupan baru ini berdampak bila tidak dilakukan strategi yang baik terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 pada sekolah khusnya SLB. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah munculnya cluster baru, penyebaran COVID-19 di SLB Cinta Mandiri dan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan dalam menghadapi COVID-19 dan tatanan kehidupan baru (New Normal). Metode penyelesaian permasalahan dengan pemberian edukasi, persiapan protokol kesehatan mengenai cara pencegahan penyebaran Covid-19, penerapan standar protokol WHO dan menginisiasi tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa alat pemeriksaan suhu, jarak minimal 1 meter, pemakai masker dan tempat mencuci tangan. Hasil dan luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya pemahaman terkait pencegahan penyebaran Covid-19 , tersedianya protokol kesehatan dan adanya sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang digunakan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada peserta didik SLB.Kata Kunci : Covid-19,tatanan kehidupan baru, protokol Covid-19 Background: The new "new normal" life order is the Indonesian government's strategy to overcome the current economic difficulties. Super markets that were originally closed have begun to open, places of worship that were closed have also begun to open, and schools that used to be home-based learning systems (online) are slowly being relaxed. Special school (SLB) is a school for children with special needs. This school is sometimes not touched by the government for providing education and preparation to face the new order of life. The easing or implementation of this new life order will have an impact if a good strategy is not implemented to prevent the spread of Covid-19 in schools, especially SLB. The purpose of this activity is to prevent the emergence of new clusters, the spread of COVID-19 at the Cinta Mandiri Special School and to increase understanding, vigilance in dealing with COVID-19 and the new order of life (New Normal). The method of solving problems is by providing education, preparing health protocols on how to prevent the spread of Covid-19, implementing the WHO protocol standard and initiating the availability of health facilities and infrastructure in the form of temperature checks, a minimum distance of 1 meter, wearing masks and washing hands. The results and outputs of this service activity are an understanding of preventing the spread of Covid-19, the availability of health protocols and the existence of supporting facilities for health services used to prevent the spread of Covid-19 in SLB students.Keywords: Covid-19, new order of life, Covid-19 protocol 
Efektivitas Penyampaian Informasi Dan Pengetahuan COVID-19 di Universitas Malikussaleh Teuku Ilhami Surya Akbar; Sarah Rahmayani Siregar; Muhammad Sayuti; Cut Miftahul Jannah
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 71 No 2 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.71.2-2021-582

Abstract

Introduction: A communicative approach that is educative in nature is a strategy carried out by the Unimal Covid 19 task force in carrying out its duties. The communication media used so far are the use of unimal official social media accounts, websites, Instagram, Facebook, as well as dissemination of information through the assistant deans of student affairs in each study program to ensure the information to be conveyed can be conveyed. Method: The sampling technique used purposive sampling technique. This type of research is a descriptive study with a cross sectional survey design. The samples in this study were all active lecturers and students who filled out questionnaires through the Google Form application in July - December 2020. Result: The sample in this study amounted to 434 samples (58 lecturers and 376 students). The results showed that the information on COVID-19 was received quite effectively. This is indicated by the percentage of respondents' answers that 80,8% have received COVID-19 information and for the respondents' knowledge is good, which is shown by the percentage of respondents' answers, namely 87.5% who understand how to prevent and spread COVID-19. Conclusion: The percentage of receiving information and knowledge about COVID-19 by lecturers and students of Unimal is effective and good, this is indicated by 80,8% and 87.5% of respondents have received information and understand how to prevent COVID-19 at Unimal. This success is inseparable from the communication media used by the COVID-19 Task Force. Communication media is the main point that attracts the attention of every individual, especially in the process of disseminating information.
Hubungan Kebiasaan Sarapan terhadap Kadar Hemoglobin Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Angkatan 2019-2021 Nada Syifa; Zubir Zubir; Teuku Ilhami Surya Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i1.22262

Abstract

Pendahuluan : Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih sering dijumpai pada masyarakat Indonesia. Secara langsung anemia dapat terjadi karena adanya perdarahan sehingga mengakibatkan kadar hemoglobin darah menurun, sedangkan secara tidak langsung dapat diakibatkan oleh perilaku makan, status gizi, sosial ekonomi dan pengetahuan. Perilaku makan yang tidak baik adalah melewatkan sarapan maupun mengonsumsi makanan bersamaan dengan teh/kopi. Teh/kopi mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dalam darah. Perilaku tersebut banyak ditemui pada kalangan dewasa muda terutama mahasiswa baik karena lifestyle maupun kondisi lain. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan terhadap kadar hemoglobin mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Angkatan 2019-2021. Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji Spearman dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 165 sampel yang berasal dari angkatan 2019, 2020, 2021. Hasil : Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan sebesar 30,3% responden masih memiliki kebiasaan sarapan yang tidak baik dan sebesar 24,2% responden menderita anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kebiasaan sarapan terhadap kadar hemoglobin (p=0,000). Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tidak baik kebiasaan sarapan maka akan semakin rendah kadar hemoglobin mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh angkatan 2019-2021.
Jenis Tindakan Laparotomy Berdampak terhadap Lama Hari Rawatan Pasien di RSU Cut Meutia Muhammad Sayuti; Diana Farasha; Mauliza Mauliza; Teuku Ilhami Surya Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laparotomy adalah pembedahan yang dilakukan pada dinding abdomen dengan melakukan insisi pada dinding abdomen hingga rongga abdomen. Pasien post laparotomy akan mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan lama hari perawatan yang berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor. Deskriptif analitik menggunakan desain penelitian potong lintang, studi retrospektif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 sampel. Seluruh proses pengolahan data dan analisis menggunakan SPSS 26. Mayoritas karakteristik pasien sebagai berikut: usia 56-65 tahun (25,3%), berjenis kelamin laki-laki (57,9%), tidak anemia (48,8%), bersih terkontaminasi (46,3%) dan bukan penderita diabetes melitus (78,9%). Uji Chi Square digunakan sebagai uji statistik dengan (α=0,05) didapatkan faktor yang berhubungan terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy adalah jenis luka operasi, penyakit penyulit diabetes melitus, usia, jenis kelamin dan  kadar hemoglobin. Terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, kadar hemoglobin, jenis luka operasi dan penyakit penyulit (diabetes melitus) terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy di RSU Cut Meutia Aceh Utara. 
Herpes Zoster pada Anak Nada Syifa; Dika Amalia; Teuku Ilhami Surya Akbar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Herpes zoster (HZ) pada anak merupakan kasus yang jarang, namun dapat terjadi terutama pada anak dengan riwayat infeksi varisela dini atau gangguan imunitas. Dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia 8 tahun 4 bulan yang datang dengan keluhan demam, nyeri kepala, dan vesikel berkelompok di dahi kanan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta didukung hasil laboratorium. Pasien juga terdiagnosis demam tifoid berdasarkan hasil tubex positif skala 4. Terapi yang diberikan meliputi antivirus asiklovir topikal dan oral, antibiotik ceftriaxone, antipiretik paracetamol, kortikosteroid metilprednisolon, serta suportif lainnya. Perkembangan klinis menunjukkan perbaikan bertahap dengan resolusi vesikel dan perbaikan keluhan subjektif. Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini herpes zoster pada anak untuk mencegah komplikasi seperti keratitis dan neuralgia pascaherpetik, serta perlunya terapi komprehensif yang melibatkan antiviral, antibiotik, dan manajemen nyeri yang adekuat.
Gambaran Hasil Skrining Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) Pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Aceh Utara Periode 2017-2018 Teuku Ilhami Surya Akbar; Sarah Rahmayani Siregar; Riska Nadia Amris
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 6 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.70.6-2020-263

Abstract

Background: Blood transfusion is an important part of modern health services. When used properly, transfusion can save patient's life and improve health. Blood transfusion has risk of transmitted infectious diseases through blood transfusion (TTI) especially HIV / AIDS, Hepatitis C, Hepatitis B, and Syphilis, and Malaria, Dengue Fever (DHF) can only be done in endemic areas, as well as other transfusions which can be life threatening. Method: This was descriptive study with cross sectional approach and sampling techniques using secondary data with total population method. From the sample of 23,875 samples (12,305 (2017) and 11,573 (2018)), it was seen which results of TTI reactive from donor data to be included in finding research objects. Results: In 2017 HbSAg reactive TTI parameters 1.7%, Anti HCV 0.5%, HIV Ag / Ab 0.7%, and Treponema 4% and TTI reactive results in donors in 2018 HbSAg parameters 1.3%, Anti HCV 0.3%, HIV Ag / Ab 0.25% and Treponema 2.2%. Comparison of donor TTI screening results in Blood Center of North Aceh-Indonesia in the period 2017-2018 changes in the ratio of TTI reactive numbers in the HbSAg parameter of 0.4%, Anti HCV 0.2%, HIV Ag / Ab 0.45% and Treponema 1.8% in period 2018. Conclusion: Although the reactive rate in 2017 is relatively high, in 2018 the reactive TTI level shows a decline. This condition can be caused by two factors. ; (1) Implementation of donor selection was good with good data collection and documentation system. (2) The inspection method carried out affects the results of the existing inspection.