Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Kasus Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Usia 9 Bulan di Desa Ranto Puskesmas Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Ayuna, Della Vega Nisha; Rozi, Dwi Novlita; Humairah, Helma; Zara, Noviana; Nadira, Cut Sidrah; Husna, Cut Asmaul; Herlina, Nina; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Saputra, Andi; Putri, Baluqia Iskandar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10045

Abstract

 Gizi buruk adalah kondisi kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menderita sakit yang begitu lama. Gizi buruk umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun (Balita) yang disebabkan oleh banyak faktor. Gambaran dari status gizi buruk yang kronik sejak awal kehidupan dapat menyebabkan stunting. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. F laki-laki berusia 9 bulan di Desa Ranto tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk dan stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga dengan hasil perbaikan di akhir kunjungan. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 4,6 kg, kunjungan kedua 4,6 kg, kunjungan ketiga 4,7 kg. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk dan stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kadar Hb Pada Santri Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur fadillah, muhammad afandy; Nadira, Cut Sidrah; Surya Akbar, Teuku Ilhami
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2196

Abstract

ABSTRAK Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin dalam darah seseorang di bawah ambang normal. Secara global pada tahun 2019 prevalensi anemia semua usia adalah 22,8%, terdiri dari 54,1% dari kasus anemia ringan, 42,5% sedang, dan 3,45% parah. Data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Penurunan kadar hemoglobin dalam darah disebabkan oleh banyak faktor di antaranya perdarahan, penyakit ginjal kronik, leukemia, anemia berbagai jenis, dan asupan nutrisi rendah. Status gizi yang kurang dapat memiliki dampak terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, meningkatnya risiko terhadap penyakit infeksi serta yang paling umum akibat asupan gizi yang kurang adalah anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kadar Hb pada santri Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji spearman pada 81 santri. Kadar hemoglobin diukur dengan alat Family Dr. Hemoglobin Test Meter, pengukuran berat badan menggunakan timbangan berat badan dan tinggi badan menggunakan microtoise. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan status gizi menggunakan IMT terhadap kadar Hemoglobin (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin rendah IMT maka semakin rendah kadar Hb pada santri/santriwati di Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada. Kata Kunci: anemia, kadar hemoglobin, status gizi
INTERVENSI SOSIAL : PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP SIMULASI KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DESA CIBREK PIRAK, MATANGKULI, ACEH UTARA Akbar, Teuku Ilhami Surya; WMS, Hendra; Ersa, Nanda Savira; Putra, Hafis Pratama; Ritchie, Niken
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4581

Abstract

Indonesia memiliki resiko tinggi bencana banjir yang dapat menimbulkan berbagai kerugian di segala aspek seperti penduduk, pemerintahan, ekonomi, sarana dan prasarana serta lingkungan, sehingga diperlukan upaya untuk meminimalisasi dampak dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang tindakan penanggulangan banjir di Wilayah Aceh Utara khususnya Desa Cibrek Pirak, Matang Kuli. Tujuan Memberikan pengetahuan, cara sikap dan peningkatan kewaspadaan terhadap banjir di Ds. Cibrek Pirak, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Rangkaian kegiatan dilakukan dengan 2 metode yaitu pemberian materi dengan metode ceramah oleh pemateri lalu, dan  dilanjutkan dengan simulasi kebencanaan menggunakan alat early warning system (EWS). Tingkat pengetahuan dan sikap peserta penyuluhan terkait kesiapsiagaan terhadapa banjir diukur dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pengetahuan masyarakat akan kesiapsiagaan menunjukan 48% responden memiliki pengetahuan yang baik dan untuk sikap terhadap banjir menunjukan respon positif dengan persentase 92%. Hal ini menunjukan bagaimana pengetahuan dan sikap masyarakat Cibrek Pirak terhadap kesiapsiagaan banjir tergolong baik
PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU (KGDS) DAN KONSELING DIABETES MELITUS KEPADA LANSIA DI KAMPUNG JAWA BARU KECAMATAN BANDA SAKTI LHOKSUMAWE Z, Khairunnisa; Akbar, Teuku Ilhami Surya
Jurnal Vokasi Vol 6, No 2 (2022): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i2.3054

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktivitas insulin, atau keduanya.  Resiko diabetes melitus semakin meningkat pada lansia, jumlah lansia di kampung Jawa Baru mencapai 300 jiwa dimana jumlah lansia penyandang DM meningkat dari 25 jiwa menjadi 38 jiwa di tahun 2021. Permasalahan yan dijumpai pada lansia di Kampung Jawa Baru adalah kurangnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan masih takut memeriksakan kesehatannya khususnya kadar gula darah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia melakukan skrining awal pemeriksaan KGDS dan menambah pengetahuan lansia terkait DM agar dapat menerapkan pola hidup sehat. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pembagian brosur terkait DM dan penerapan hidup sehat disertai penyajian materi dengan metode ceramah dan diskusi, kemudian diakhiri dengan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada semua lansia yang hadir. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa  saat ini masih kurangnya pengetahuan para lansia di Kampung Jawa Baru terkait DM dan sebagian besar para lansia masih belum menerapkan pola hidup sehat. Berdasarkan hasil pemeriksaan KGDS dari 50 lansia yang hadir ada 10 lansia yang kadar gula darah sewaktunya diatas 200 mg/dl, dimana 8 diantaranya memang belum pernah memeriksakan diri ke Faskes sebelumnya. Kepada Kader lansia diberikan pembekalan untuk memantau para lansia baik yang DM maupun yang tidak DM untuk menerapkan pola hidup sehat dengan kartu kontrol yang akan dievaluasi per minggu. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran lansia melakukan skrining awal pemeriksaan KGDS dan bertambahnya pengetahuan lansia terkait DM yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran para lansia untuk menerapkan pola hidup sehat.
Frekuensi Transfusi Darah Tidak Memiliki Hubungan Signifikan dengan Inkompatibilitas Transfusi Darah pada Pasien Thalassemia Akbar, Teuku Ilhami Surya; Riyanti, Euis Yuli; Khairunnisa, Khairunnisa; Wahyuni, Hendra
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.73.4-2023-1069

Abstract

Introduction: Thalassemia is an inherited disease caused by genetic changes that decrease the rate of synthesis of one or more globin chains of hemoglobin (Hb) tetramer. Patients with thalassemia who have changes in Hb may require frequent blood transfusions as a result of these changes in Hb. As a result of an antigen reaction known as incompatibility, frequent blood transfusions might result in the production of antibodies. Incompatibilities with blood transfusions may result in immediate side effects or delayed reactions. The purpose of this study is to ascertain the association between the frequency of blood transfusions and the incompatibility of blood transfusions with regard to thalassemia patients at Cut Meutia General Hospital in North Aceh.Method: This research is a descriptive analytic with a cross-sectional approach, a retrospective study. The sample in this study was the medical records of thalassemia patients in the Pediatric Inpatient Room at North Aceh Cut Meutia General Hospital (RSUCM) for the 2021 period. The sampling technique was carried out by total sampling.Results: Obtained 66 samples, in the age category the majority of thalsemia patients aged 6-11 years with a percentage of 45.5% (30), and male sex with a percentage of 53% (35). The frequency of blood transfusions was obtained by the majority doing ≤12 times per year with a percentage of 86.4% (57) and the results of patient incompatibility were obtained by 27.3% (18) in all respondents who underwent blood transfusions.Conclusion: The results of this study concluded that there was no relationship between the frequency of blood transfusions (p=0.213) and the incompatibility of blood transfusions in thalassemia patients at RSUCM Hospital. Limitation of this study was small sample size.
Effectiveness of Red Guava Leaf Ethanol Extract (Psidium guajava L.) on Increasing Hemoglobin Levels in Female White Rats (Rattus novergicus) Yuziani; Fadhilah, Siti Ghina; Akbar, Teuku Ilhami Surya
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admj.v6i1.13148

Abstract

Hemoglobin is the protein found in red blood cells that has the task of delivering oxygen to the lungs. When the hemoglobin level degrades, it can cause symptoms of anemia. Guava fruit is often used by people in traditional medicine to increase hemoglobin levels. The average person only uses the fruit because it contains flavonoids. However, generally flavonoid compounds are also contained in guava leaves. The purpose of this study is to identify the effects of extracted from guava leaves (Psidium guajava L.) on anemic hemoglobin levels of female wistar strains. The study used a laboratory experimental design with pretest and post-test group design, purposive sampling technique. The sample in this study was 30 female wistar strains divided into 5 groups, namely negative control without treatment, positive control was given sangobion to rats with anemia, and treatment groups I, II, III were given guava leaf extract at doses of 100 mg/KgBb, 250 mg/KgBb and 500 mg/KgBb to rats with anemia. Increased hemoglobin levels of guava leaves (Psidium guajava L.) respectively 13.56 gr/dl, 15.56 gr/dl dl, and 16.85 gr/dl. The most influential guava leaf extract is treatment group 3 with a dose of 500mg/kgBB and in post hoc analysis using LSD shows a significant difference between guava leaf extract at a dose of 100 mg/KgBb, 250 mg/KgBb and 500 mg/KgBb (p-value = 0.0000) in increasing hemoglobin levels
Sirkumsisi Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak di desa Keude Krueng Geukuh Fauzan, Ahmad; Chairunnisa; Ikhlas, Muhammad; Fathia, Tasya; Sayuti, Muhammad; Rizka, Adi; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23657

Abstract

Pendahuluan: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang memiliki implikasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sirkumsisi massal di Desa Keude Krueng Geukuh sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi anak di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Metode: Metode dorsumsisi dipilih untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi, dengan pelibatan lintas profesi medis dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa prosedur dapat dilaksanakan secara efektif dengan tingkat komplikasi minimal, disertai penerimaan yang baik dari peserta dan pendamping berkat edukasi yang komprehensif. Kegiatan ini juga berhasil mengintegrasikan aspek medis dan sosial budaya, yang menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan intervensi kesehatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik, kolaboratif, dan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil intervensi kesehatan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya replikasi model serupa di wilayah lain guna memperkuat strategi nasional dalam penurunan morbiditas terkait infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi sejak usia dini. Kata kunci: sirkumsisi massal, dorsumsisi, kesehatan reproduksi anak, pencegahan infeksi, intervensi komunitas
PEUGAH (Penyuluhan dan Edukasi Gerakan Anti Hernia) dan Sunatan Massal di Desa Reuleut, Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara Sayuti, Muhammad; Akbar, Teuku Ilhami Surya
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9495

Abstract

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding abdomen. Hernia terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia. Terjadinya hernia dicetus oleh adanya peningkatan tekanan intraabdomen yang berulang atau berkelanjutan. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan pada Hernia adalah herniotomi atau hernia repair. Hasil diskusi dan justifikasi yang dilakukan dengan mitra, tim pelaksana kegiatan ini merumuskan permasalahan, yaitu masih kurangnya penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai Hernia, maka dengan banyaknya kasus yang terjadi di kalangan masyakat dan terlambatnya melakukan pengobatan yang kemudian menyebabkan terjadinya risiko buruk sampai kematian pada penderitanya maka perlu dilakukan upaya pencegahan berupa Penyuluhan dan Edukasi Gerakan Anti Hernia (PEUGAH) serta sunatan massal. Tujuan  kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan adalah untuk menambah pemahaman masyarakat mengenai Hernia dan Sunatan Massal. Wawasan tersebut meliputi faktor risiko, cara pencegahan serta deteksi dini Hernia. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan wawasan masyarakat terkait Hernia dan Sunatan Massal.
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Siswa Sekolah Menengah Atas terhadap Akne Vulgaris Mellaratna, Wizar Putri; Z, Khairunnisa; Millizia, Anna; Akbar, Teuku Ilhami Surya; MN, Arif; IY, Ritonga
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13498

Abstract

Usia remaja (usia 15-18 tahun) merupakan usia yang rentan mengalami akne vulgaris karena terjadi perubahan fluktuasi hormonal (terutama hormon androgen). Akne vulgaris merupakan suatu kelainan pilosebaceous yang umumnya sering dijumpai pada usia 12-25 tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi SMAN 1 Kota Lhokseumawe terhadap akne vulgaris sehingga dapat menurunkan derajat keparahan akne vulgaris. Penurunan derajat keparahan akne vulgaris diharapkan dapat menurunkan tingkat bekas akne yang ditimbulkan dan dapat memperbaiki kualitas hidup penderita akne. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pengabdian dan monitoring serta evaluasi. Pengabdi menilai ada tidaknya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta melalui evaluasi terhadap kuesioner pretest dan posttest serta penilaian hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan derajat keparahan akne vulgaris. Sebagian besar siswa SMAN 1 Kota Lhokseumawe memiliki tingkat pengetahuan yang baik baik pada pretest maupun saat posttest dengan persentase berturut-turut 72% dan meningkat menjadi 96% setelah posttest. Mayoritas peserta pengabdian juga memiliki sikap yang baik terhadap akne vulgaris yaitu sebesar 88% pada saat pretest dan meningkat menjadi 96% setelah posttest.Tingkat dan pengetahuan siswa SMAN 1 persentase nya menunjukkan peningkatkan setelah kegiatan sosialisasi pengabdian yang ditunjukkan dengan peningkatan persentase siswa yang berpengetahuan dan bersikap baik serta tidak adanya siswa yang memliki pengetahuan dan sikap buruk setelah sosialisasi. Kesimpulan dari pengabdian ini didapatkan Tingkat pengetahuan yang baik terhadap akne vulgaris akan disertai dengan sikap yang baik sehingga dapat mengurangi derajat keparahan akne dan dampak negatif yang ditimbulkan (skar permanen dan penurunan rasa percaya diri).
Sirkumsisi Menjaga Kebersihan dan Mencegah Risiko Infeksi serta Keganasan Penis Ultsany, Mutia; Lubis, Putri Sabrina; Fauzan, Ahmad; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18345

Abstract

Pendahuluan: sirkumsisi dalam dunia medis bermakna pemotongan kulit pada ujung penis atau prepusium untuk mencegah penumpukan kuman atau kotoran yang dapat menyebab infeksi yang paling sering diderita anak adalah infeksi saluran kemih (ISK) dan dapat juga meningkatkan resiko Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan: pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat dengan memberikan pelayanan sirkumsisi secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Metode: melakukan intervensi langsung berupa tindakan sirkumsisi kepada setiap peserta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian ini mendapatkan jumlah peserta yang mendaftar 70 orang, dan memenuhi syarat semua untuk dilakukan sirkumsisi. Semua peserta yang telah dilakukan sirkumsisi diberikan obat antibiotik dan analgetik serta dilakukan pembukaan verban pada peserta terhitung 3 hari dari hari telah dilakukannya tindakan sirkumsisi tersebut.