Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : PAWIYATAN

STUDI KOMPARASI HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS MATERIAL RING PISTON BARU DAN BEKAS Abdillah, Fuad
PAWIYATAN Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini  banyak beredar berbagai macam produk pin piston mulai dari produk orisinil (buatan jepang)  yang biasanya berharga mahal, hingga produk – produk non orisinil yang harganya relatif lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar sepuluh kali lipat dari harga produk tiruan. Kualitas produk non orisinil memang perlu dipertanyakan, melihat perbedaan harga yang cukup besar ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dari sifat-sifat mekanis antara material ring piston baru yang berkualitas  original  dengan ring piston bekas pada sepeda motor Honda  supra X yang telah mengalami perlakuan panas dengan proses holding time 1,2, dan 3 jam. Proses heat treatmen dilakukan pada material ring piston sepeda motor honda supra X pada suhu dibawah titik lebur yaitu 900oC kemudian di quenching dengan air garam atau biasa disebut proses austenisasi, yang dilanjutkan dengan proses tempering pada suhu 400oC dengan variasi holding time tersebut diatas.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah angka kekerasan ring piston baru 39,94 HRC sementara harga kekerasan yang paling tinggi terjadi pada ring piston bekas  pada holding time 3 jam yaitu 38, 66 HRC sementara dari komposisi kimia terjadi perubahan yang tinggi pada unsur Fe yaitu 92,45 pada ring piston supra X baru dan 93,02 pada ring piston bekas. Kata Kunci : Ring piston, Heat treatment, sifat mekanis
IbM KELOMPOK PERAJIN MEBEL BUBUT KAYU DI DESA KARANGGONDANG KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Endang Wuryandini, Fuad Abdillah, Radimin,
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang manufaktur khususnya perdagangan mebel dunia pada tahun 2009 mencapai 135 milyar dolar  AS atau sekitar 1% dari total perdagangan dunia. China mendominasi perdagangan sebesar 16% Furniture (mebel) ke beberapa negara di dunia. Dari segi harga lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel indonesia terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya produsen mebel di desa Karanggondang kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara. Kelemahan perajin mebel di desa Karanggondang yaitu dari proses produksi lama, biaya tinggi per unit, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik, proses dan mesin bubut masih konvensional. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari buyer (pembeli), minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran unit usaha, kurangnya modal dan sulitnya mengakses dana bantuan. Tujuan pengabdian pada masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yaitu merubah mesin bubut konvensional menjadi mesin bubut otomatis, meningkatkan SDM karyawan, mampu menjalankan mesin bubut otomatis, mengenalkan produk, mencari pembeli, yang dipakai pada program IbM adalah melatih membuat mesin bubut konvensional untuk diubah menjadi mesin otomatis atau mesin bubut kayu CNC, pelatihan desain produk mebel dengan bantuan softwere, pendampingan dan pelatihan pembuatan website untuk memperkenalkan produk dan sistem penjualan online dan offline, memberikan ceramah kewirausahaan, pelatihan pembukuan, akutansi, cash flow, ceramah dan pelatihan metode atau strategi dalam praktek pemasaran, penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Luaran program IbM yang sudah dilakukan mulai dari pembuatan mesin bubut kayu CNC, proses pengujian mesin. Dan yang baru dijalankan proses pelatihan bubut kayu dengan mesin bubut CNN, pembuatan website e-commerce untuk penjualan produk. Program yang belum dilakukan dari pelatihan menerapkan manajemen usaha, pembukuan, akutansi keuangan, cash flow sertifikat kegiatan Iptek bagi masyarakat, laporan kegiatan dan publikasi nasional hasil kegiatan program IbM Keywords : mebel, bubut, kayu, nugget, usaha. 
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan Ngubaidi Achmad, Fuad Abdillah
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
STUDI KOMPARASI HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS MATERIAL RING PISTON BARU DAN BEKAS Abdillah, Fuad
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini  banyak beredar berbagai macam produk pin piston mulai dari produk orisinil (buatan jepang)  yang biasanya berharga mahal, hingga produk – produk non orisinil yang harganya relatif lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar sepuluh kali lipat dari harga produk tiruan. Kualitas produk non orisinil memang perlu dipertanyakan, melihat perbedaan harga yang cukup besar ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dari sifat-sifat mekanis antara material ring piston baru yang berkualitas  original  dengan ring piston bekas pada sepeda motor Honda  supra X yang telah mengalami perlakuan panas dengan proses holding time 1,2, dan 3 jam. Proses heat treatmen dilakukan pada material ring piston sepeda motor honda supra X pada suhu dibawah titik lebur yaitu 900oC kemudian di quenching dengan air garam atau biasa disebut proses austenisasi, yang dilanjutkan dengan proses tempering pada suhu 400oC dengan variasi holding time tersebut diatas.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah angka kekerasan ring piston baru 39,94 HRC sementara harga kekerasan yang paling tinggi terjadi pada ring piston bekas  pada holding time 3 jam yaitu 38, 66 HRC sementara dari komposisi kimia terjadi perubahan yang tinggi pada unsur Fe yaitu 92,45 pada ring piston supra X baru dan 93,02 pada ring piston bekas. Kata Kunci : Ring piston, Heat treatment, sifat mekanis
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan Ngubaidi Achmad, Fuad Abdillah
PAWIYATAN Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
Co-Authors - Solechan Ach Roisul Mukarom Agus Setiaji Ahdiansyah, M. Hafidz Aldo Setiawan Alip Saputro Andi Priyanto Andi Setiyawan Aradhea, Adelia Adjeng Ariefuddin, Fahmy Bahtiar, Fahmy Zuhda Bajeng Nurul Widyaningrum Bayu Ariwibowo Bayu Ariwibowo, Bayu Bayu Gilang Purnomo Benfanny Ahmad Muzaky Budiyanto Budiyanto Budiyanto Budiyanto Burhan, Nurul Dandy Farhan Dwi Hanggoro Defri Ekomoyo Dendy Priambodo Dhiran Joyo Didik Rohmad Dita Dian Putri Maharani Faizal Fakhri, Faizal Fatimatun, Siti Fatkhurrohman Fatkhurrohman Fatra, Fahmi Fatra, Fahmy Febiharsa, Dhega Feru Lima Feru Lima I. P Heni Puspitasari Herry Sulendro Mangiri Ika Wahyuningsih Imam Fahroni Indra Nur Cahyo Irawati, Risma Joko Suwignyo Joko Suwignyo Joko Suwignyo Joko Triyono Julisty, Tirsha Khoeron, Nur Kisyanti, Kisyanti Lingga Kurnia Ramadhani M. Laili Fuad Mahardika, Muhammad Rafi Mahmudi Zaki Mubarok Mangiri, Herry Sulendro Miftah Al Hafidz Moh Talipun Muchsin Sugiarto Muhammad Dhaniel Habibi Murtini Murtini, Murtini Mustikawati, Diana Langgeng Nugroho, Agung Nuraedhi Apriyanto Nurrochim, Syahrunnesa Nurul Burhan Nurul Istiqomah Putra, Gigih Sukma Radimin - Radimin - Ratno Saktia Ririn Linawati Riskhi Wahyu Saputro Rochmawan, Muhammad Rizky Rohman, Muhammad Solli Alai Saeful Anam Sahrul Mustofa Saiful Ardi Saiful Bahri Samsudi Raharjo Samsuri, Dwi Sena Mahendra Sena Mahendra Sena Mahendra Sena Mahendra Slamet Misron Sri Suharni Sugondo - Sujamiyanto Sujamiyato Supriyadi Supriyadi Supriyono, Didik Suyitno Taufik Taufik Toni Setiawan Toni Setiawan Watini, Watini Yugohindra Wanto