Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH (BODY IMAGE) DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI (SELF-CONFIDENCE) PADA REMAJA PUTRI Handayani, Eka Wuri; Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48809

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja adalah periode krusial dalam pertumbuhan psikososial seseorang yang dicirikan oleh bermacam perubahan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Pada tahap ini, pembentukan citra tubuh dan kepercayaan diri menjadi aspek penting. Persepsi negatif terhadap tubuh dapat menurunkan rasa percaya diri dan memengaruhi kesehatan mental remaja putri. Penelitian ini dilakukan guna mengkaji korelasi antara citra tubuh (body image) dan tingkat kepercayaan diri (self-confidence) pada remaja putri. Metode: Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Yang menjadi populasi dalam studi ini ialah seluruh siswi kelas VIII yang terdaftar di SMPN 23 Jakarta., dengan sebanyak 87 responden dijadikan sampel penelitian melalui penerapan metode acak sederhana. Unsur yang berperan sebagai variabel independen dalam studi ini ialah citra tubuh, sementara itu variabel dependennya ialah kepercayaan diri. Alat ukur pengumpulan data meliputi kuesioner MBSRQ-AS untuk menilai citra tubuh dan kuesioner self-confidence untuk menilai tingkat kepercayaan diri. Data dianalisis dengan memanfaatkan metode Spearman Rank. Hasil: Temuan studi ini memperlihatkan bahwa mayoritas remaja putri mempunyai citra tubuh yang positif serta tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Uji statistik memperlihatkan adanya keterkaitan signifikan antara persepsi citra tubuh dan kepercayaan diri, dengan koefisien korelasi sebesar 0,687 dan tingkat signifikansi (p-value) 0,000. Simpulan: Ditemukan keterkaitan yang signifikan antara persepsi citra tubuh dan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri. Individu yang mempunyai persepsi yang baik terhadap tubuhnya seringkali menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi.
Program GERCEP BU dalam Upaya Meningkatkan Peran Ibu dalam Optimalisasi Peran dan Fungsi Keluarga Fitria, Dian; Silalahi, Malianti; Setyaningsih, Tri; Puspasari, Jehan; Yesayas, Fendy
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.388

Abstract

Keluarga memiliki peranan penting didalam membangun kesehatan dan kesejahteraan sosial. Nilai, budaya, pendidikan, kesehatan, didalam msyarakat dibangun didalam keluarga. Sebaliknya permasalahan yang terjadi didalam masyarakat juga terjadi tidak terlepas dari fondasi yang dibangun didalam keluarga. Permasalahan seperti perceraian, kekerasan, NAPZA, putus sekolah, pergaulan bebas, hingga masalah kejiwaan. Peran ibu didalam keluarga yang optimal dapat meningkatkan keharmonisan dalam keluarga serta mencegah munculnya permasalahan tersebut terjadi dimasyarakat. Seorang ibu didalam keluarga yang belum mencapai tugas perkembangan dewasanya akan berdampak pada perannya didalam keluarga. peran dan fungsi keluarga yang tercapai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran ibu didalam keluarga adalah dengan memberikan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia dewasa.Terapi ini merupakan salah satu terapi spesialis keperawatan jiwa, terapi menggunakan metode pemberian edukasi, dan latihan stimulasi. Terapi ini memberikan edukasi mengenai tahap tumbuh kembang psikologis dan melatih peserta TKT untuk mencapai tumbuh kembang tersebut. Adapun aspek yang dilatih adalah aspek biologis, psikoseksual, kognitif, bahasa, emosi, bahasa, kepribadian, moral, spiritual, sosial yang dikaitkan dengan peran dan tugas keluarga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ibu telah memiliki kemampuan dasar 73% dan setelah dilakukan kegiatan TKT meningkat menjadi 95% mengalami kenaikan sebesar 22% pada ibu di wilayah RW 03 Kelurahan Pasar Baru. Dengan adanya kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam mengatasi masalah yang dihadapi didalam keluarga, dan terapi ini dapat dijadikan salah satu upaya dalam intervensi yang diberikan pada kegiatan posyandu, sehingga posyandu tidak hanya berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak tetapi juga orang tua dalam menjalankan peran didalam keluarga.
Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Sebagai Upaya Optimalisasi Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri; Puspasari, Jehan; Yeni, Veronica
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 1 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i1.199

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menggambarkan adanya peningkatan tahun 2013 ke 2018 di DKI Jakarta dimana gangguan jiwa berat 1,1 permil menjadi 6.6 permil dan gangguan mental emosional 6,1 permil menjadi 10.1 permil. Kenaikan angka kejadian tersebut tidak diimbangi dengan angka pasien berobat kepelayanan kesehatan yang meningkat yaitu diangka 84.9%. dari proporsi dari angka tersebut ternyata sebesar 51.1% tidak rutin minum obat dengan berbagai alasan. Hal ini terjadi akibat kurangnya monitor yang berkelanjutan dimasyarakat oleh petugas kesehatan yang jumlahnya masih terbatas dibandingkan luas wilayah dan populasi penduduk. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan utama puskesmas yang diharapkan dapat menjalankan peran monitor dalam proses recovery dimaasyarakat pada pasien jiwa. Penguatan pengetahuan dan kemampuan dalam kesehatan jiwa belum banyak diberikan kepada kader, sehingga kader demotivasi, dan lupa akan tugas serta peran yang melekat. Oleh sebab itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yang diberikan ini adalah untuk memberikan motivasi kembali melalui penyegaran pengetahuan, kemampuan dalam upaya pemulihan yang berasal dari masyarakat. Penyegaran ini dilakukan selama dua hari bekerjasama dengan puskesmas kecamatan Kemayoran dengan dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kelurahan. Hasil menunjukan bahwa (1) peningkatan pengetahuan kader sebesar 44% (2) 89% Kader telah melakukan tugas melakukan Kunjungan rumah untuk memonitor kondisi pasien kelolaan (3) teridetifikasi masalah yang paling sering ditemukan sebagai penghambat dalam menjalankan peran kader (4) pembuatan rencana tindak lanjut melalui peningkatan kapasitas kader dan peningkatan program Kerjasama lintas sektoral untuk mewujudkan pasien yang produktif dan mandiri. Abstract The Basic Health Research data from the Indonesian Ministry of Health there was an increase from 2013 to 2018 in DKI Jakarta, mental disorders increased from 1.1 per million to 6.6 per million and mental emotional disorders increased from 6.1 per million to 10.1 per million. The increase in the incidence rate was not matched by the number of patients seeking treatment at health services which increased to 84.9%. From the proportion of this figure, it turns out that 51.1% do not regularly take medication for various reasons. This occurs due to a lack of continuous monitoring in the community by health workers whose numbers are still limited compared to the area and population. Mental health cadres are the main extension of community health centers who are expected to carry out a monitoring role in the community recovery process for mental patients. Strengthening knowledge and abilities in mental health has not been given to many cadres, so cadres are demotivated and forget their inherent duties and roles. Therefore, the aim of this community service is to provide motivation again through refreshing knowledge and abilities in recovery efforts originating from the community. This activity was carried out for two days in collaboration with the Kemayoran District Health Service Center, attended by representatives from seven sub-districts. The results show that (1) increased knowledge of cadres by 44% (2) 89% of cadres have carried out the task of carrying out home visits to monitor the condition of patient management (3) identified problems that are most often found as obstacles in carrying out the role of cadres (4) making action plans continue through increasing cadre capacity and increasing cross-sectoral collaboration programs to create productive and independent patients.
Terapi Kelompok Terapeutik Lansia untuk Meningkatkan Integritas dan Kepercayaan diri Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia di Jakarta Barat Setyaningsih, Tri; Fitria, Dian; Utami, Ressa Andriyani; Rohmah, Ulfa Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 1 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i1.207

Abstract

Proses perkembangan lanjut usia merupakan proses alamiah sesuai dengan peningkatan usia seseorang. Kondisi perubahan pada aspek biologis ini menggambarkan terjadinya penurunan pada fungsi tubuh secara fisik dan fisiologis. Peningkatan jumlah penduduk lansia memberikan konsekuensi yang tidak sederhana. Ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk lansia seperti, terapi life review, validasi terapi, dan terapi kelompok terapeutik lansia yang bertujuan untuk menstimulasi adaptasi aspek perubahan pada lansia terutama lansia sehat. Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) adalah terapi yang diberikan kepada sekumpulan orang yang memiliki hubungan satu sama lain, saling bergantung, dan memiliki norma-norma umum. Dengan pemberian TKT ini diharapkan dapat membantu mewujudkan lansia yang mampu adaptasi pada diri dan lingkungannya serta meningkatkan integritas dirinya. Terapi dilaksanakan selama tiga hari pembukaan, (Penjelasan modul dilanjutkan langsung terapi sesi 1 dan 2, hari kedua sesi 3 dan 4 evaluasi dan penutupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi kelompok terhadap integritas diri lansia, selain itu juga terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kelompok dengan adaptasi diri lansia, dan juga dukungan panti sangat mempengaruhi keberhasilan terapi kelompok. Sehingga dapat disimpulkan bahwa TKT yang dilakukan dengan efektif sangat mempengaruhi integritas dirinya dan juga adaptasi diri lansia. Sehingga mampu meningkatkan kemampuan adaptasi diri lansia baik pada aspek fisik, koqnitif, emosional, sosial dan spiritual selain itu juga mampu memberikan perubahan dan mengembangkan tahapan Integritas Ego.
Persiapan Peningkatan Kemandirian dan Produktivitas ODGJ Melalui Edukasi Perawatan Diri, Social Skill Trainning, dan Psikoedukasi Keluarga pada Fase Recovery Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri; Silalahi, Malianti; Rosliany, Nia; Juliani, Enni; Dameria, Dameria
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v2i1.247

Abstract

The recovery phase is an important phase for patients to be able to return to society and recover, be independent and productive. Failure in this phase results in relapse and readmission of the patient to health services. Recovery is not just a patient going to the hospital and taking medication, but it is more complex than that, it requires support from the family. Education on the importance of self-care, communication and social interaction for patients and family psychoeducation are the intervention packages provided in this activity program. This program aims to increase patient self-esteem so that they can communicate and interact socially, as capital to return to being independent and productive in society. This activity was carried out at social rehabilitation in Central Jakarta for all 20 patients and families. The method used is to provide education containing self-care knowledge for patients and family psychoeducation. The results of this activity increase the patient's knowledge and ability to care for themselves, communicate and social interaction, followed by an increase in the family's ability to care for the patient and carry out stress management. This program hoped that through this activity patients can recover, reduce patient recurrence rates, increase patient independence and productivity with support from family and community
Pengenalan Etnobotani melalui Pembuatan Herbarium Kering di Lingkungan Sekolah MI Muhammadiyah Plumbon, Wonogiri Hafida, Siti Hadiyati Nur; Ariandi, Arga Prasetya; Ismiyatin, Laela; Wulandari, Diyah Ayu; Reygina, Novita; Setyaningsih, Tri; Setyawati, Lia; Sochiba, Salma Lutfiani; Amin, Moh Afif Khoirul
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.10776

Abstract

Herbarium merupakan suatu eksperimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu yang dilengkapi dengan data-data dan manfaat dari tumbuhan tersebut. Ada beberapa tahapan dari pembuatan herbarium, dimulai dari pengumpulan tanaman, pengeringan, pengawetan, dan pembuatan herbarium. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi yang digunakan di MIM Plumbon, Kecamatan Eromoko. Sasaran penelitian adalah siswa MIM Plumbon. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1)  herbarium ini termasuk herbarium kering, (2) Tumbuhan yang digunakan dalam herbarium ini antara lain,  daun pepaya, daun singkong, daun jambu biji, dan daun seledri, (3) Penyampaian manfaat tanaman obat yang telah dikeringkan unutk di sosialisasikan kepada seluruh warga MIM Plumbon. (4) Tingkat pengetahuan dan perilaku sikap ilmiah tergolong rendah
Kesejahteraan Psikologis yang Positif pada Pasien Gagal Jantung: Scoping Review Rohmah, Ulfa Nur; Ramba, Hardin La; Setyaningsih, Tri; Rosliany, Nia; Fajriyah, Novita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2442

Abstract

Kesejahteraan psikologis yang positif secara konsisten dan independen dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik pada pasien gagal jantung, sehingga penting untuk menelusuri agar kesejahteraan psikologis apat meningkat.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak kesejahteraan psikologis yang positif dapat berdampak pada pasien gagal jantung. Metode dalam penelitian ini menggunakan bagan PRISMA ceklist dengan menggunakan database: Scopus, Cochrane, ProQuest, Sage, Scopus, Cumulative Index to Nursing and Allied Health Literature (CINAHL). Hasil yang didapatkan setelah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi adalah 11 artikel yang berpotensial sampai tahun 2023. Kesejahteraan psikologis yang positif pada pasien gagal jantung berdampak pada kualitas hidup yang baik, perawatan diri yang baik, perilaku sehat, komorbiditas rendah dan penurunan mortalitas. Kesimpulan dalam studi ini adalah dampak positif dari kesejahteraan psikologis perlu diperhatikan dengan pemilihan manajemen intervensi oleh tenaga Kesehatan sehingga mempertahankan status kesehatan pasien gagal jantung.
EFEKTIFITAS TEHNIK HIPNOTIK LIMA JARI TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PASIEN YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT HUSADA JAKARTA Setyaningsih, Tri
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 1/Nomor 1/Januari 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v1i1.27

Abstract

Hospitalized is an unpleasant experience for many people and even many who experience anxiety. This study aims to determine the effect of hypnotic five fingers to decline patient's anxiety in Husada Hospital. This research uses a method of quasi-experimental pre-post test with out control group with sample of participants is 79 people. The results of this study indicate that there is no difference in the characteristics of age, there is a significant difference in patients' blood pressure before and after the five fingers hypnotic intervention (p <0.05). There is significant difference in differences in anxiety cognitive ability before and after the intervention (p <0.05). There is significant difference between anxiety and motor function before and after the intervention, there is a significant difference between anxiety and communication skills before and after the intervention (p <0.05). The test results showed five fingers hypnotic able to reduce the anxiety of patients in Hospital p = 0.00 (p <0.05). Hypnotic techniques five fingers can be used by the nurses to reduce anxiety of patients admitted to hospital.
Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy (CBT) terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Husada Jakarta Setyaningsih, Tri; Mustikasari, Mustikasari; Nuraini, Tuti
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 2/Nomor 1/Januari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.04 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v2i1.33

Abstract

Chronic renal failure (GGK) or end-stage renal disease (PGTA), is one of the major diseases in the world. In addition to difficult to cure because it is irreversible can also cause psychososil disorders. This research was conducted on 27 respondents, using quasi experimental design pre-post test without control group. The results showed that there was a significant effect of CBT therapy on self-esteem level both cognitive and behavioral in patients with CRF (p value <0,000) and the opportunity to increase self-esteem in terms of behavior with CBT therapy was 43,9%. The conclusion of this study is that CBT therapy can improve the self-esteem of GGK patients undergoing hemodialysis therapy in he Husbandry Hemodialysis unit Jakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SIKAP ERGONOMI DENGAN GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PERAWAT Utami, Ressa Andriyani; Setyaningsih, Tri; Hemawayanti, Heni
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 1/Nomor 2/Juli2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v1i2.40

Abstract

The high mobility of labor and lack of knowledge about the science of ergonomics at high risk of causing musculoskeletal disorders in nurses. The purpose of this study was to investigate the relationship between knowledge of ergonomic attitude with musculoskeletal disorders in nurses Room Surgery, Emergency Installation, ICU, and ICCU Husada Hospital Jakarta. This research uses descriptive correlative research design. The sample of this research is 83 people. The results showed p-value 0.001 means there is a relationship between knowledge of ergonomic attitudes with musculoskeletal disorders in nurses. It is expected that the nurses of the Surgical Room, Emergency Installation, ICU, and ICCU can improve their knowledge of ergonomics so as to create high quality of work and life, decrease of morbidity due to work and accidents and create a sense of comfort in work.
Co-Authors Adinda Salsabila Amin, Moh Afif Khoirul Anita Dewi Ekawati, Anita Dewi Ariandi, Arga Prasetya Ary Rahmaningsih Burhayani, Burhayani Cahya Komara Casman Casman Chairunisa, Ratu Dachliana, Dachliana Dameria Br Saragih DAMERIA DAMERIA Dameria Saragih Desti Dwi Astuti Dhea Natashia DIAH RACHMAWATI Dian Fitria Dian Fitria Ellynia Ernawati Ernawati Fajriyah, Novita Fariz Kahendra Fendy Yesayas Feronica, Cindy Fitri Adella Fitri Sartika Sutarsono Fitria, Dian Fitria, Dian Gevi Melliya Sari Gracia Naftalie Ferdinand Handayani, Eka Wuri Harahap, Sarah Geltri Hemawayanti, Heni Ismiyatin, Laela Ita Pursitasari Juliani, Enni Khalida Ziah Sibualamu Kristoforus Marselinus La Ramba, Hardin Lipin Lipin Ludovikus Ludovikus Ludovikus, Ludovikus Mailintina, Yurita Malianti Silalahi Maryani Maryani Medya Aprilia Astuti Methag Mohamed Elrofae Mohamed Elrofae Mohamed Mustikasari Mustikasari Mutia Farlina Natashia, Dhea Ni Made Suarti Ningsih, Sri Kusuma Octavia, Tesya Opan Habi Bastian Oxana, Stefanova Oryza Panjaitan, Ribka Sabarina Pratama, Alfia Suryo Pratamy, Fadhila Elvian Puspasari, Jehan Putri Setia Aprilia Nur Khotizah Putri, Ananda Melia Ramba, Hardin La Reygina, Novita Ribka Sabarina Panjaitan Ribka Sabarina Panjaitan rita, Yurita Rohmah, Ulfa Nur Rosliany, Nia Salsabila, Levina Saragih, Dameria Savira, Alifia Setyawati, Lia Shinta Prawitasari Sibualamu, Khalida Ziah Sigit Saptono Silalahi, Malianti Siti Hadiyati Nur Hafida Sochiba, Salma Lutfiani Supraptiningsih, Nurhandayani Supriyanah Supriyanah, Supriyanah Tobari, Mochamad Ichrom Tuti Nuraini Tuti Nuraini Utami, Ressa Andriyani Veronica Rahmawati Veronica Yeni Veronica Yeni wahdini, Rizqa Wulandari, Diyah Ayu Yeni, Veronica Yusril Afifudin Syamsu Zahra, Faiza Al Zakiyyah Atshillah