Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT ANSIETAS PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA Putri, Ananda Melia; Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48808

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa pada jenjang awal perkuliahan sedang berada dalam fase peralihan dari pendidikan menengah menuju perguruan tinggi, yang kerap menimbulkan tekanan psikologis. Adaptasi terhadap lingkungan akademik dan sosial yang baru dapat menimbulkan kecemasan atau ansietas. Salah satu bentuk dukungan yang dianggap mampu mereduksi tingkat ansietas tersebut adalah dukungan dari teman sebaya. Penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi adanya hubungan antara dukungan teman sebaya dan tingkat ansietas pada mahasiswa tingkat pertama di STIKes RS Husada. Metode: Penelitian ini dirancang dengan desain kuantitatif melalui pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini melibatkan populasi seluruh mahasiswa tingkat pertama yang berjumlah 114 orang. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik simple random sampling dan diperoleh sebanyak 101 responden. Penelitian ini menetapkan dukungan teman sebaya sebagai variabel independen, dan tingkat ansietas sebagai variabel dependen. Instrumen pengumpulan data menggunakan dua jenis kuesioner, yaitu kuesioner dukungan teman sebaya dan kuesioner tingkat ansietas. Data yang terkumpul dianalisis melalui uji korelasi Spearman. Hasil: Temuan penelitian ini mengindikasikan adanya korelasi yang bermakna secara statistik antara dukungan teman sebaya dan tingkat ansietas (p < 0,001), dengan koefisien korelasi senilai r = -0,610. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar dukungan emosional yang berasal dari teman sebaya, maka kecenderungan mengalami ansietas menjadi lebih rendah. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan dari teman sebaya berperan signifikan dalam membantu mahasiswa menghadapi ansietas pada awal masa perkuliahan. Meningkatkan kualitas interaksi sosial yang positif antar mahasiswa dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam menunjang kesehatan mental mahasiswa baru.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH (BODY IMAGE) DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI (SELF-CONFIDENCE) PADA REMAJA PUTRI Handayani, Eka Wuri; Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48809

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja adalah periode krusial dalam pertumbuhan psikososial seseorang yang dicirikan oleh bermacam perubahan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Pada tahap ini, pembentukan citra tubuh dan kepercayaan diri menjadi aspek penting. Persepsi negatif terhadap tubuh dapat menurunkan rasa percaya diri dan memengaruhi kesehatan mental remaja putri. Penelitian ini dilakukan guna mengkaji korelasi antara citra tubuh (body image) dan tingkat kepercayaan diri (self-confidence) pada remaja putri. Metode: Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Yang menjadi populasi dalam studi ini ialah seluruh siswi kelas VIII yang terdaftar di SMPN 23 Jakarta., dengan sebanyak 87 responden dijadikan sampel penelitian melalui penerapan metode acak sederhana. Unsur yang berperan sebagai variabel independen dalam studi ini ialah citra tubuh, sementara itu variabel dependennya ialah kepercayaan diri. Alat ukur pengumpulan data meliputi kuesioner MBSRQ-AS untuk menilai citra tubuh dan kuesioner self-confidence untuk menilai tingkat kepercayaan diri. Data dianalisis dengan memanfaatkan metode Spearman Rank. Hasil: Temuan studi ini memperlihatkan bahwa mayoritas remaja putri mempunyai citra tubuh yang positif serta tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Uji statistik memperlihatkan adanya keterkaitan signifikan antara persepsi citra tubuh dan kepercayaan diri, dengan koefisien korelasi sebesar 0,687 dan tingkat signifikansi (p-value) 0,000. Simpulan: Ditemukan keterkaitan yang signifikan antara persepsi citra tubuh dan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri. Individu yang mempunyai persepsi yang baik terhadap tubuhnya seringkali menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi.
Intervensi Nonfarmakologis sebagai Solusi Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara: Sebuah Tinjauan Sistematik Panjaitan, Ribka Sabarina; Sibualamu, Khalida Ziah; Harahap, Sarah Geltri; Prawitasari, Shinta; Setyaningsih, Tri; Ludovikus, Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22320

Abstract

ABSTRACT Fatigue is one of the most common and debilitating symptoms experienced by breast cancer patients, particularly during chemotherapy. Pharmacological management often remains insufficient, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. To systematically identify and analyze various non-pharmacological interventions used to manage fatigue in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a systematic review method following the PRISMA and Joanna Briggs Institute guidelines. Literature was searched from databases including PubMed, ScienceDirect, and Sagejournal using PICOT-based keywords. Included articles were Randomized Controlled Trials (RCTs) studies, published in English between 2015 and 2025.Results: Out of 585 articles identified, 6 met the inclusion criteria. The reviewed studies demonstrated the effectiveness of several non-pharmacological interventions in reducing cancer-related fatigue, including ATAS acupuncture, structured physical exercise programs (aerobic and strength training), yoga, and traditional Chinese herbal medicine (XBYRT). These interventions also showed additional benefits on sleep quality, anxiety, depression, and overall quality of life. Non-pharmacological interventions show significant potential in alleviating fatigue among breast cancer patients undergoing chemotherapy. A holistic approach that integrates physical, psychological, and spiritual strategies is recommended to improve patient well-being. Further large-scale and long-term studies are warranted to strengthen these findings. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy, Fatigue Non-Pharmacological Interventions ABSTRAK Kelelahan merupakan salah satu gejala paling umum dan melemahkan yang dialami pasien kanker payudara, terutama selama menjalani kemoterapi. Penanganan kelelahan dengan pendekatan farmakologis seringkali belum optimal, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik berbagai intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA dan Joanna Briggs Institute Guideline. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Sagejournal dengan  kata kunci sesuai format PICOT. Artikel yang dianalisis berjenis Randomized Controlled Trial (RCT), berbahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Dari 585 artikel yang ditemukan, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kelelahan meliputi akupunktur ATAS, program latihan fisik (aerobik dan kekuatan), yoga, dan ramuan herbal TCM (XBYRT). Efek positif juga terlihat pada aspek tambahan seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara selama kemoterapi. Penggabungan pendekatan fisik, psikologis, dan spiritual melalui intervensi yang terencana dapat menjadi strategi holistik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Intervensi Nonfarmakologis, Kanker Payudara, Kelelahan, Kemoterapi.
Program GERCEP BU dalam Upaya Meningkatkan Peran Ibu dalam Optimalisasi Peran dan Fungsi Keluarga Fitria, Dian; Silalahi, Malianti; Setyaningsih, Tri; Puspasari, Jehan; Yesayas, Fendy
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.388

Abstract

Keluarga memiliki peranan penting didalam membangun kesehatan dan kesejahteraan sosial. Nilai, budaya, pendidikan, kesehatan, didalam msyarakat dibangun didalam keluarga. Sebaliknya permasalahan yang terjadi didalam masyarakat juga terjadi tidak terlepas dari fondasi yang dibangun didalam keluarga. Permasalahan seperti perceraian, kekerasan, NAPZA, putus sekolah, pergaulan bebas, hingga masalah kejiwaan. Peran ibu didalam keluarga yang optimal dapat meningkatkan keharmonisan dalam keluarga serta mencegah munculnya permasalahan tersebut terjadi dimasyarakat. Seorang ibu didalam keluarga yang belum mencapai tugas perkembangan dewasanya akan berdampak pada perannya didalam keluarga. peran dan fungsi keluarga yang tercapai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran ibu didalam keluarga adalah dengan memberikan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia dewasa.Terapi ini merupakan salah satu terapi spesialis keperawatan jiwa, terapi menggunakan metode pemberian edukasi, dan latihan stimulasi. Terapi ini memberikan edukasi mengenai tahap tumbuh kembang psikologis dan melatih peserta TKT untuk mencapai tumbuh kembang tersebut. Adapun aspek yang dilatih adalah aspek biologis, psikoseksual, kognitif, bahasa, emosi, bahasa, kepribadian, moral, spiritual, sosial yang dikaitkan dengan peran dan tugas keluarga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ibu telah memiliki kemampuan dasar 73% dan setelah dilakukan kegiatan TKT meningkat menjadi 95% mengalami kenaikan sebesar 22% pada ibu di wilayah RW 03 Kelurahan Pasar Baru. Dengan adanya kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam mengatasi masalah yang dihadapi didalam keluarga, dan terapi ini dapat dijadikan salah satu upaya dalam intervensi yang diberikan pada kegiatan posyandu, sehingga posyandu tidak hanya berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak tetapi juga orang tua dalam menjalankan peran didalam keluarga.
Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Sebagai Upaya Optimalisasi Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri; Puspasari, Jehan; Yeni, Veronica
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 1 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i1.199

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menggambarkan adanya peningkatan tahun 2013 ke 2018 di DKI Jakarta dimana gangguan jiwa berat 1,1 permil menjadi 6.6 permil dan gangguan mental emosional 6,1 permil menjadi 10.1 permil. Kenaikan angka kejadian tersebut tidak diimbangi dengan angka pasien berobat kepelayanan kesehatan yang meningkat yaitu diangka 84.9%. dari proporsi dari angka tersebut ternyata sebesar 51.1% tidak rutin minum obat dengan berbagai alasan. Hal ini terjadi akibat kurangnya monitor yang berkelanjutan dimasyarakat oleh petugas kesehatan yang jumlahnya masih terbatas dibandingkan luas wilayah dan populasi penduduk. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan utama puskesmas yang diharapkan dapat menjalankan peran monitor dalam proses recovery dimaasyarakat pada pasien jiwa. Penguatan pengetahuan dan kemampuan dalam kesehatan jiwa belum banyak diberikan kepada kader, sehingga kader demotivasi, dan lupa akan tugas serta peran yang melekat. Oleh sebab itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yang diberikan ini adalah untuk memberikan motivasi kembali melalui penyegaran pengetahuan, kemampuan dalam upaya pemulihan yang berasal dari masyarakat. Penyegaran ini dilakukan selama dua hari bekerjasama dengan puskesmas kecamatan Kemayoran dengan dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kelurahan. Hasil menunjukan bahwa (1) peningkatan pengetahuan kader sebesar 44% (2) 89% Kader telah melakukan tugas melakukan Kunjungan rumah untuk memonitor kondisi pasien kelolaan (3) teridetifikasi masalah yang paling sering ditemukan sebagai penghambat dalam menjalankan peran kader (4) pembuatan rencana tindak lanjut melalui peningkatan kapasitas kader dan peningkatan program Kerjasama lintas sektoral untuk mewujudkan pasien yang produktif dan mandiri. Abstract The Basic Health Research data from the Indonesian Ministry of Health there was an increase from 2013 to 2018 in DKI Jakarta, mental disorders increased from 1.1 per million to 6.6 per million and mental emotional disorders increased from 6.1 per million to 10.1 per million. The increase in the incidence rate was not matched by the number of patients seeking treatment at health services which increased to 84.9%. From the proportion of this figure, it turns out that 51.1% do not regularly take medication for various reasons. This occurs due to a lack of continuous monitoring in the community by health workers whose numbers are still limited compared to the area and population. Mental health cadres are the main extension of community health centers who are expected to carry out a monitoring role in the community recovery process for mental patients. Strengthening knowledge and abilities in mental health has not been given to many cadres, so cadres are demotivated and forget their inherent duties and roles. Therefore, the aim of this community service is to provide motivation again through refreshing knowledge and abilities in recovery efforts originating from the community. This activity was carried out for two days in collaboration with the Kemayoran District Health Service Center, attended by representatives from seven sub-districts. The results show that (1) increased knowledge of cadres by 44% (2) 89% of cadres have carried out the task of carrying out home visits to monitor the condition of patient management (3) identified problems that are most often found as obstacles in carrying out the role of cadres (4) making action plans continue through increasing cadre capacity and increasing cross-sectoral collaboration programs to create productive and independent patients.
Terapi Kelompok Terapeutik Lansia untuk Meningkatkan Integritas dan Kepercayaan diri Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia di Jakarta Barat Setyaningsih, Tri; Fitria, Dian; Utami, Ressa Andriyani; Rohmah, Ulfa Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 1 No 1 (2024): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v1i1.207

Abstract

Proses perkembangan lanjut usia merupakan proses alamiah sesuai dengan peningkatan usia seseorang. Kondisi perubahan pada aspek biologis ini menggambarkan terjadinya penurunan pada fungsi tubuh secara fisik dan fisiologis. Peningkatan jumlah penduduk lansia memberikan konsekuensi yang tidak sederhana. Ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk lansia seperti, terapi life review, validasi terapi, dan terapi kelompok terapeutik lansia yang bertujuan untuk menstimulasi adaptasi aspek perubahan pada lansia terutama lansia sehat. Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) adalah terapi yang diberikan kepada sekumpulan orang yang memiliki hubungan satu sama lain, saling bergantung, dan memiliki norma-norma umum. Dengan pemberian TKT ini diharapkan dapat membantu mewujudkan lansia yang mampu adaptasi pada diri dan lingkungannya serta meningkatkan integritas dirinya. Terapi dilaksanakan selama tiga hari pembukaan, (Penjelasan modul dilanjutkan langsung terapi sesi 1 dan 2, hari kedua sesi 3 dan 4 evaluasi dan penutupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi kelompok terhadap integritas diri lansia, selain itu juga terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kelompok dengan adaptasi diri lansia, dan juga dukungan panti sangat mempengaruhi keberhasilan terapi kelompok. Sehingga dapat disimpulkan bahwa TKT yang dilakukan dengan efektif sangat mempengaruhi integritas dirinya dan juga adaptasi diri lansia. Sehingga mampu meningkatkan kemampuan adaptasi diri lansia baik pada aspek fisik, koqnitif, emosional, sosial dan spiritual selain itu juga mampu memberikan perubahan dan mengembangkan tahapan Integritas Ego.
Persiapan Peningkatan Kemandirian dan Produktivitas ODGJ Melalui Edukasi Perawatan Diri, Social Skill Trainning, dan Psikoedukasi Keluarga pada Fase Recovery Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri; Silalahi, Malianti; Rosliany, Nia; Juliani, Enni; Dameria, Dameria
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/sqj.v2i1.247

Abstract

The recovery phase is an important phase for patients to be able to return to society and recover, be independent and productive. Failure in this phase results in relapse and readmission of the patient to health services. Recovery is not just a patient going to the hospital and taking medication, but it is more complex than that, it requires support from the family. Education on the importance of self-care, communication and social interaction for patients and family psychoeducation are the intervention packages provided in this activity program. This program aims to increase patient self-esteem so that they can communicate and interact socially, as capital to return to being independent and productive in society. This activity was carried out at social rehabilitation in Central Jakarta for all 20 patients and families. The method used is to provide education containing self-care knowledge for patients and family psychoeducation. The results of this activity increase the patient's knowledge and ability to care for themselves, communicate and social interaction, followed by an increase in the family's ability to care for the patient and carry out stress management. This program hoped that through this activity patients can recover, reduce patient recurrence rates, increase patient independence and productivity with support from family and community
SELF-BOOK ART THERAPY SEBAGAI INTERVENSI PSIKOSOSIAL UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA LANSIA PALIATIF DENGAN PENYAKIT KRONIS DI PANTI WERDA BUDI MULIA 2 CENGKARENG Setyaningsih, Tri; Chairunisa, Ratu; Prawitasari, Shinta; Saputra, Aldi; Anisa, Tiara Aulia
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i2.642

Abstract

Introduction & Aim: Elderly individuals with chronic illnesses in palliative care often experience anxiety and limited understanding of emotional regulation. This community service program aimed to improve knowledge about anxiety management and reduce anxiety levels among elderly residents at Panti Werda Budi Mulia 2, Cengkareng, through Self-Book Art Therapy as a psychosocial intervention. Method of Activity: The program consisted of pre-test and post-test assessments, education on anxiety and mental health, and two sessions of Self-Book Art Therapy involving 30 elderly participants with chronic diseases. Knowledge levels were measured using a structured questionnaire, while anxiety levels were assessed using the Geriatric Anxiety Inventory (GAI). Results: Prior to the intervention, 40% of participants were in the low knowledge category, 50% moderate, and 10% good. After the program, 40% reached the good category and 43% achieved the very good category. The mean GAI score decreased from 14.2 (moderate anxiety) to 7.6 (low anxiety), showing a substantial reduction in anxiety levels. Discussion: Self-Book Art Therapy enhanced participants’ understanding of emotional regulation and promoted relaxation, emotional expression, and social connection. The program also empowered caregivers to continue the activity sustainably. Conclusion: Self-Book Art Therapy is an effective, low-cost psychosocial intervention that improves knowledge about anxiety management and reduces anxiety levels among elderly individuals in palliative care.
Pengenalan Etnobotani melalui Pembuatan Herbarium Kering di Lingkungan Sekolah MI Muhammadiyah Plumbon, Wonogiri Hafida, Siti Hadiyati Nur; Ariandi, Arga Prasetya; Ismiyatin, Laela; Wulandari, Diyah Ayu; Reygina, Novita; Setyaningsih, Tri; Setyawati, Lia; Sochiba, Salma Lutfiani; Amin, Moh Afif Khoirul
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.10776

Abstract

Herbarium merupakan suatu eksperimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu yang dilengkapi dengan data-data dan manfaat dari tumbuhan tersebut. Ada beberapa tahapan dari pembuatan herbarium, dimulai dari pengumpulan tanaman, pengeringan, pengawetan, dan pembuatan herbarium. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi yang digunakan di MIM Plumbon, Kecamatan Eromoko. Sasaran penelitian adalah siswa MIM Plumbon. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1)  herbarium ini termasuk herbarium kering, (2) Tumbuhan yang digunakan dalam herbarium ini antara lain,  daun pepaya, daun singkong, daun jambu biji, dan daun seledri, (3) Penyampaian manfaat tanaman obat yang telah dikeringkan unutk di sosialisasikan kepada seluruh warga MIM Plumbon. (4) Tingkat pengetahuan dan perilaku sikap ilmiah tergolong rendah
Kesejahteraan Psikologis yang Positif pada Pasien Gagal Jantung: Scoping Review Rohmah, Ulfa Nur; Ramba, Hardin La; Setyaningsih, Tri; Rosliany, Nia; Fajriyah, Novita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2442

Abstract

Kesejahteraan psikologis yang positif secara konsisten dan independen dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik pada pasien gagal jantung, sehingga penting untuk menelusuri agar kesejahteraan psikologis apat meningkat.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak kesejahteraan psikologis yang positif dapat berdampak pada pasien gagal jantung. Metode dalam penelitian ini menggunakan bagan PRISMA ceklist dengan menggunakan database: Scopus, Cochrane, ProQuest, Sage, Scopus, Cumulative Index to Nursing and Allied Health Literature (CINAHL). Hasil yang didapatkan setelah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi adalah 11 artikel yang berpotensial sampai tahun 2023. Kesejahteraan psikologis yang positif pada pasien gagal jantung berdampak pada kualitas hidup yang baik, perawatan diri yang baik, perilaku sehat, komorbiditas rendah dan penurunan mortalitas. Kesimpulan dalam studi ini adalah dampak positif dari kesejahteraan psikologis perlu diperhatikan dengan pemilihan manajemen intervensi oleh tenaga Kesehatan sehingga mempertahankan status kesehatan pasien gagal jantung.