Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Tanggap Bencana Covid-19 Pada Masyarakat Pedagang Dalam Memutus Mata Rantai Penularan Melalui Gerakan Warung Anti Covid-19 dini arista putri; Yeni; amrina rosyada; Feranita utama; Inoy Trisnaini
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 6 No. 1 (2023): Volume VI, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jbca.v6i1.226

Abstract

Pemerintah saat ini sudah mengijinkan warung-warung makan untuk kembali beroperasi dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. Warung makan dapat menjadi cluster penularan covid jika kesadaran penjual dan pembeli rendah mengenai pentingnya hygene dan sanitasi makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan penjual warung makan terkait hygene sanitasi makanan dan covid-19 melalui penyuluhan dan media visual. Pengumpulan data dilakukan pada 30 pengelola warung makan di kecamatan Timbangan, Indralaya. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang dilakukan 2 kali sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan (p-value < 0,0001) untuk perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Rata-rata peningkatan 2-3 poin untuk pengetahuan hygene sanitasi makanan serta pengetahuan covid-19 yang artinya menambah 2-3 aspek pengetahuan hygene sanitasi dan covid-19 yang diketahui penjual makanan. Diharapkan melalui media intervensi ini dapat mencegah cluster penularan covid-19 melalui cluster warung makan di kecamatan Timbangan, Indralaya. Sebaiknya melakukan kerjasama dengan pihak puskemas terdekat untuk melakukan pemantauan lebih lanjut agar kegiatan dirumah makan dapat dikontrol.
Metode Penyaringan Air Bersih “Ecofil” sebagai Intervensi Sensitif dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir Sumatera Selatan Imelda Gernauli Purba; Inoy Trisnaini; Rico Januar Sitorus; Betty Sirait
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v4i1.384

Abstract

AbstrakKecamatan Pemulutan yang berada di Kabupaten Ogan Ilir termasuk daerah yang mengalami masalah stunting pada balita. Hasil penelitian tahun 2020 ditemukan balita yang   mengalami stunting dan  underweight. Faktor lingkungan merupakan faktor tak langsung dalam mencetuskan terjadi stunting, salah satunya kondisi air bersih. Kondisi air minum dan air bersih yang buruk menjadi penyebab utama munculnya penyakit infeksi yang menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan nutrisi pada proses pencernaan hingga terjadi malnutrisi pada balita. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai stunting serta cara pencegahannya melalui perbaikan sanitasi lingkungan khususnya tersedinya air bersih dan air minum yang layak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam mencegah terjadinya stunting pada anak melalui metode penyuluhan dan peragaan pembuatan saringan air minum sederhana berskala rumah tangga ecofill. Khalayak sasaran adalah ibu yang memiliki balita yang bertempat tinggal di Desa Teluk Kecapi Kecamatan pemulutan berjumlah 40 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa pengetahuan ibu balita meningkat megenai stunting serta cara pencegahannya melalui perbaikan sanitasi lingkungan khususnya penyediaan air bersih yang layak bagi kesehatan.  
Edukasi interaktif kesehatan anak melalui kegiatan English Camps di Kampung Pandai Inspiratif, Palembang Najmah, Najmah; Vanvie, Chynta Rahma; Jordanti, Happy Mira; Rahmawati, Mala; Sucirahayu, Citra Afny; Savira, Mahwa; Ariqa, Nur Zihan; Irwantika, Nanda; Trisnaini, Inoy
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V3I3.92

Abstract

At elementary school, children will start learning by introducing personality values ​​such as positive habits that can be applied and taught at school. The rise of sexual cases in children in educational institutions and in the surrounding environment is something that needs attention. In addition to other problems that are often faced by elementary school-agee children (SD) such as those related to clean and healthy living behavior (PHBS), ranging from maintaining personal hygiene and maintaining the cleanliness of the surrounding environment that has not been implemented properly, causing various health problems. Children often become victims of disasters that occur due to not being able to save themselves, due to the lack of understanding the disaster, one of the common disasters that occur in Palembang City is fire. Inspirational Smart Village is a program to educate children about messages on balanced nutrition, personal hygiene, reproductive health, environmental health and understanding fire response actions. After evaluating the results of the activity by conducting a post test to test the knowledge related to the education that has been given. The results of the post test were analyzed using a data processing application to see the average value of children's knowledge. The design in this study is descriptive analytic with a cross sectional study approach with a sample of 60 respondents. The cut-off point value is taken from the median value of 80.00. The results obtained were 42 children with good knowledge (63.6%), and 24 people with less knowledge (36.4%). Children's knowledge can be increased after educational efforts are made on messages about balanced nutrition, personal hygiene, reproductive health, environmental health and disaster response.
Implementasi “Aku Sayang Lingkungan” Anak-Anak Usia Dini pada kegiatan Sanitary Camp di PAUD Ummi Rodiah di Kampung Pangan Inovatif, Palembang Najmah, Najmah; Azizah, Shinta; Iqlima, Erni; Rachmawati, Aisyah; Putrisha, Shantya Adeline; Khoirunnisa, Salsabila; Hanifah, Arindi Dinda; Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah; Utama, Feranita; Idris, Haerawati; Arinda, Ditia Fitri; Trisnaini, Inoy; Misnaniarti, Misnaniarti; Indahsari, Siti Rahmi; Suhendra, Ahmad Adi; Mufarika, Rully
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V4l2.129

Abstract

Humans and the environment have a mutually correlated and inseparable relationship, the behavior of pollution and environmental destruction by humans will cause the environment to become damaged and polluted and will ultimately have bad consequences for humans themselves. This shows that changing human behavior towards the environment is the only way to improve the environment. Concern and love for the environment should be instilled in children from an early age because children and children are autonomous subjects who have seeds of character from the very beginning of their lives. The purpose of this service is environmental education for children, so that children are aware and willing to be responsible for protecting the environment and form attitudes towards environmental preservation and the ability to solve environmental problems. The service method used in this activity is by delivering interactive learning material by holding meetings directly with the children at Ummi Rodiah's Early Childhood Education, Plaju. Respondents in this study were early childhood children from Ummi Rodiah's Paud, Plaju and elementary school children around Ummi Rodiah's Paud, totaling 52 people. The concept applied to this activity is learning while playing with educational efforts regarding Clean and Healthy Behavior (PHBS), filling my plate, how to maintain cleanliness and environmental health, sorting waste, to getting to know and planting Family Medicinal Plants (TOGA). The results of this service involve teachers, lecturers and students of the Faculty of Public Health, University of Sriwijaya as volunteers. children are able to recognize the environment and indirectly provide education to children about the importance of keeping the environment clean can make children act and behave in love for the environment by keeping the environment clean. With the holding of this community service activity, it is hoped that a serious response from all parties is needed to care about preventing more serious environmental damage for the survival of all mankind.
Peningkatan Literasi Keamanan Pangan dan Jajanan Sehat Untuk Pemenuhan Status Gizi Melalui Kegiatan “Nutriday” di Desa Muara Dua Ogan Ilir Rahmiwati, Anita; Trisnaini, Inoy; Yeni, Yeni
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.13392

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi ganda, termasuk kekurangan dan kelebihan gizi, merupakan permasalahan utama di Indonesia. Makanan yang aman, bergizi, dan beragam pada masa kanak-kanak adalah langkah penting untuk menghindari malnutrisi, terutama di sekolah. Metode: Kegiatan "Nutriday" di Desa Muara Dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, bertujuan meningkatkan literasi keamanan pangan dan jajanan sehat. Metode yang digunakan adalah pendampingan manajemen dan teknis melalui penyuluhan di Madrasah Ibtidaiyah Desa Muara Dua. Kegiatan ini berlangsung dari Juli hingga Agustus 2023. Hasil: Setelah intervensi pertama, 16 siswa mengalami peningkatan pengetahuan, sedangkan pada intervensi kedua hanya 8 siswa yang meningkat. Dalam hal sikap, 20 siswa mengalami perubahan positif setelah intervensi pertama, namun hanya 8 siswa yang berubah pada intervensi kedua. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap siswa setelah edukasi menggunakan leaflet dan media ular tangga mengenai keamanan pangan dan jajanan sehat, menunjukkan intervensi ini efektif dalam meningkatkan literasi keamanan pangan dan gizi siswa.
Spatial analysis of nitrogen dioxide concentration in ambient air and its relationship to low birth weight incidence in Palembang City Naqida, Naqida Rahma Fery; Dwi Septiawati; Elvi Sunarsih; Inoy Trisnaini; Laura Dwi Pratiwi
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i5.1791

Abstract

One of the factors influencing the incidence of low birth weight (LBW) is exposure to air pollutants such as nitrogen dioxide (NO₂). Therefore, this study aims to analyze the relationship between NO₂ air pollution exposure and the incidence of LBW in Palembang City. This research uses an ecological study design with secondary data obtained from the Palembang City Health Office, the Palembang City Environmental Office, and the Regional Development Planning and Research Agency (Bappeda Litbang) of Palembang. Data analysis was conducted using Geographic Information Systems (GIS). The study focused on seven subdistricts as sampling locations based on air monitoring points established by the Environmental Office. The results of the study show that the highest number of LBW cases was found in Ilir Timur I Subdistrict, with 58 cases in 2022. Meanwhile, the highest NO₂ concentration was recorded in Plaju Subdistrict, reaching 266 µ/NM³/hour in 2020. Overlay analysis indicated no significant relationship between NO₂ concentration and LBW incidence in most areas, except in Plaju Subdistrict during 2020-2021, where both NO₂ concentrations and the number of LBW cases were relatively higher compared to other subdistricts.
Model Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Penyapu Jalan di Kota Palembang Sunarsih, Elvi; Gernauli Purba, Imelda; Trisnaini, Inoy; Minarti, Minarti; Aulia Armawan, Ladyka Viola
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunarsih, E., Purba, I. G., Trisnaini, I., Minarti, M., & Armawan, V. A. A. (2024). Model of lung function disorders in officers street sweeper in Palembang City. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembangg 21 Oktober 2024. (pp. 906–917).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Air is a mixture of various gases whose ratios vary depending on temperature and air pressure. Exposure to dust in the work environment can lead to different types of lung diseases, resulting in impaired lung function and disability. This study aimed to analyze lung function disorders among highway sweepers in Palembang City. It is a quantitative analytical study using a cross-sectional design. The population for this study includes all highway sweepers, with a sample of 91 out of a total of 95 individuals. The results indicate a relationship between smoking habits, years of work, length of exposure, and disease history with lung function impairment. Among these, length of exposure is the most dominant factor affecting lung function impairment. Age, gender, PM10 levels, TSP levels, nutritional status, and PPE use were not significantly related to lung function disorders. Recommendations include providing appropriate PPE to street sweepers and offering nutritious food to address potential nutritional deficiencies among this group.
Analysis of Factors Associated with the Incidence of Skin Diseases in the Community of Indralaya District Trisnaini, Inoy; Putri, Dini Arista; Pratiningsih, Widya Ayu; Wulandari, Khairunnisa Catur; Kusuma, Liona Ayu Permata; Damayanti, Khistian; Hasanah, Nur; Fijriah, Nuril; Miagoni, Vince
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i1.7243

Abstract

Pendahuluan: Kulit manusia merupakan lapisan pertama yang rentan terhadap infeksi terutama di daerah tropis seperti Indonesia, dimana sanitasi lingkungan yang buruk menjadi faktor utama penyebab tingginya angka penyakit kulit. Di daerah lahan basah seperti Kecamatan Indralaya, kondisi lembab dan sumber udara yang tidak memadai meningkatkan risiko terjadinya gangguan kulit pada masyarakat setempat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhi iritasi kulit di Kecamatan Indralaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui analisis univariat dan bivariat untuk memunculkan hubungan variabel sosial dan lingkungan dengan kondisi kesehatan kulit. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dengan kejadian penyakit kulit pada 100 responden. Sumber air bersih dari sungai (nilai p = 0,000), sumber air minum yang tidak diolah (nilai p = 0,001), jenis jamban (nilai p = 0,002), pembuangan sampah melalui tangki septik (nilai p = 0,001), serta jenis pembuangan air limbah ke sungai (nilai p = 0,036), kebiasaan membuang sampah juga berhubungan erat dengan kejadian penyakit kulit (nilai p = 0,000), yang semuanya berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kulit. Namun, jarak jamban ke sumber air bersih (nilai p = 0,782) dan kepadatan rumah (nilai p = 0,000) juga berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kulit. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sumber air bersih, sumber air minum, jenis jamban, pembuangan sampah, dan kebiasaan membuang sampah dengan kejadian penyakit kulit di Kabupaten Indralaya. Sanitasi yang buruk dan penggunaan udara yang tercemar meningkatkan risiko penyakit kulit. Kondisi ini diperparah oleh air sungai yang tercemar dan air sumur yang tercemar. Penggunaan jamban umum dan pembuangan limbah ke sungai menyebabkan bakteri patogen yang membahayakan lingkungan.     Introduction: Human skin, as the body’s primary protective barrier, is highly vulnerable to infections, particularly in tropical regions with poor sanitation. In Indralaya District—a humid wetland area with substandard environmental conditions—these factors elevate the risk of skin diseases. This study investigates the environmental determinants associated with skin disease incidence in the region. Methods: This cross-sectional analytical study involved 100 purposively selected residents of wetland areas in Indralaya District. Data were analyzed using SPSS with univariate and bivariate methods, applying the Chi-Square test to assess associations between social-environmental factors and skin health. Results: The statistical test results indicated a significant relationship between environmental factors and the incidence of skin diseases. Clean water sources from the river (p-value = 0.000), untreated drinking water sources (p-value = 0.001), type of latrine (p-value = 0.002), wastewater disposal through a septic tank (p-value = 0.001), and wastewater drainage into the river (p-value = 0.036), as well as waste disposal habits (p-value = 0.000), were all associated with an increased risk of skin diseases. However, the distance of latrines from clean water sources (p-value = 0.782) and housing density (p-value = 0.726) did not show significant associations. Conclusion: Poor environmental sanitation and the use of contaminated water are significantly linked to the incidence of skin diseases. Public education and improved sanitation infrastructure are essential for disease prevention.
Environmental and Behavioral Determinants of Skin Diseases In Wetland Areas: A Study In Gandus, Palembang Pratiningsih, Widya Ayu; Trisnaini, Inoy; Putri, Dini Arista; Kaban, Anastasya Priscilla Angelia; Apriani, Anisya Indah; Arika, Fadillah; Fabiani, Maria Desmonda; Marisa; Rahmawati, Prisda
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i1.1672

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Tingginya prevalensi penyakit kulit di daerah lahan basah, seperti Kecamatan Gandus, Palembang, didorong oleh kondisi lingkungan dan perilaku kebersihan masyarakat yang kurang optimal. Tujuan: Menilai hubungan faktor lingkungan (struktur rumah, pengelolaan sampah, dan praktik cuci tangan) serta perilaku higiene terhadap kejadian penyakit kulit. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 100 responden menggunakan purposive sampling; data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Variabel cuci tangan (PR=3,468; p=0,007), plafon rumah (PR=0,361; p=0,026), dan pengelolaan sampah (PR=0,268; p=0,044) berhubungan signifikan dengan kejadian penyakit kulit. Simpulan: Pencegahan efektif membutuhkan edukasi perilaku cuci tangan, pengelolaan sampah aman, dan perbaikan infrastruktur rumah berupa plafon. Saran: Penguatan edukasi masyarakat, program sanitasi terpadu, serta intervensi infrastruktur lingkungan berbasis karakteristik lokal dapat menekan prevalensi penyakit kulit.
Analisis Spasial Dinamika Penularan Malaria di Wilayah Dataran Tinggi Kabupaten Muara Enim Sunarsih, Elvi; Hasyim, Hamzah; Purba, Imelda Gernauli; Trisnaini, Inoy; Rosyada, Amrina; Lewinsca, Maurend Yayank; Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.68418

Abstract

Latar belakang: Malaria menjadi salah satu masalah kesehatan dunia karena vektor potensialnya dengan total kasus sebanyak 241 juta jiwa tahun 2020 yang tersebar di 85 negara endemis malaria dengan dinamika penularan yang berbeda. Kabupaten Muara Enim telah dinyatakan bebas malaria pada tahun 2024 namun masih perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk menganalisis spasial dinamika penularan malaria di Kabupaten Muara Enim sehingga status bebas malaria dapat dipertahankan.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei yang dirancang berdasarkan sistem informasi geografis dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah kasus malaria tahun 2021-2023 di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Tanjung Agung. Data diperolah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, Puskesmas Tanjung Enim (Kecamatan Lawang Kidul), dan Puskesmas Tanjung Agung.Hasil: Analisis spasial menghasilkan data distribusi kasus malaria, galian tambang, area rawa, area kebun, area aliran sungai, dan vegetasi (semak belukar). Berdasarkan analisis spasial diatas bahwa wilayah dengan konsentrasi kasus malaria cenderung berada dekat dengan rawa-rawa dan sungai. Hal ini menunjukkan hubungan antara kondisi geografis tertentu (area basah dan berair) dengan peningkatan kasus malaria, karena tempat ini merupakan habitat potensial bagi nyamuk vektor malaria. Sebagian besar wilayah adalah kebun, diikuti oleh sawah, rawa-rawa, dan semak belukar. Kawasan vegetasi ini dapat berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk. Dari analisis univariat menggunakan spasial, dapat diketahui bahwa daerah dengan jumlah kasus tinggi umumnya berada di area dataran rendah atau yang memiliki akses ke sumber air seperti sungai dan rawa.Simpulan: Dinamika masalah utama kasus malaria di Kabupaten Muara Enim disebabkan karena kabupaten ini merupakan daerah wilayah dataran tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rawa dan sungai menjadi faktor risiko dinamika penyebaran malaria oleh karena perlu adanya antisipasi pemerintah untuk mempertahankan status eliminasi malaria. ABSTRACTTitle: Spatial Analysis of Malaria Transmission Dynamics  in the Highland Areas of Muara Enim RegencyBackground: Malaria remains one of the world's major health problems due to its potential vectors, with a total of 241 million cases in 2020 spread across 85 malaria-endemic countries, each with varying transmission dynamics. Muara Enim Regency was declared malaria-free in 2024, but research is still needed to analyze the spatial dynamics of malaria transmission in the regency to ensure the malaria-free status is maintained.Methods: This study used a survey method designed based on a geographic information system (GIS) and employed secondary data. The secondary data consisted of malaria cases from 2021–2023 in two subdistricts: Lawang Kidul and Tanjung Agung. Data were obtained from the Muara Enim Health Office, Tanjung Enim Community Health Center (Lawang Kidul Subdistrict), and Tanjung Agung Community Health Center.Results: Spatial analysis provided data on the distribution of malaria cases, mining areas, swamp areas, plantation areas, river flow areas, and vegetation (bushland). Based on this spatial analysis, areas with a concentration of malaria cases tend to be near swamps and rivers. This indicates a relationship between specific geographical conditions (wet and water-rich areas) and increased malaria cases, as these locations serve as potential habitats for malaria vector mosquitoes. Most of the area comprises plantations, followed by rice fields, swamps, and bushland. These vegetative areas can serve as breeding grounds for mosquitoes. From univariate spatial analysis, it was observed that regions with high case numbers are generally in lowland areas or areas with access to water sources like rivers and swamps.Conclusion: The primary dynamics of malaria cases in Muara Enim Regency are influenced by its status as a highland area. The study concluded that swamps and rivers pose risk factors for malaria transmission dynamics, highlighting the need for government anticipation to maintain the malaria elimination status.
Co-Authors Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Amrina Rosyada Amrina Rosyada Amrina Rosyada Ani Nidia Listianti Ani Nidia Listianti, Ani Nidia Anita Rahmiwati Apriani, Anisya Indah Ardila, Yustini Arika, Fadillah Ariqa, Nur Zihan Arista, Dini Aryani, Titin Dwi Ayu Tri Darmawati, Ayu Tri Azizah, Shinta Betty Sirait Damayanti, Khistian Dini Arista putri Dwi Fitriani Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Erman, Ery Fabiani, Maria Desmonda Fadilatus Sukma Ika N, Fadilatus Sukma Ika Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Febriana, Dwita Feranita Utama Fijriah, Nuril Firdaus, Amirarosa Firzatulloh, Muhammad Buana Fitriani, Revia Najwa Garmini, Rahmi Girsang, Fetri Vera H, Swara Mega Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Hoirunnisa, Najma Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Purnama Sari Indahsari, Siti Rahmi Iqlima, Erni Irwantika, Nanda Jordanti, Happy Mira Jumali Jumali Juniarni, Annisa Kaban, Anastasya Priscilla Angelia Khoirunnisa, Salsabila Kumala Sari, Tri Novia Kusuma, Liona Ayu Permata Ladyka Viola Aulia Armawan Laura Dwi Pratiwi Lewinsc, Maurend Yayank Lewinsca, Maurend Yayank Marisa Miagoni, Vince Minarti Minarti Miranda, Miranda Misnaniarti Misnaniarti Mufarika, Rully Najmah, Najmah Naqida, Naqida Rahma Fery Nur Hasanah Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktaviandi, Shanti P, Widya Ayu Pratama, Raykhan Yoga Pratiningsih, Widya Ayu Putri, Dini Arista Putrisha, Shantya Adeline R, Inas Tri R. Azizah, R. Azizah Rachmawati, Aisyah Rahmadina, Frisca Rahmatillah Razak Rahmawati, Mala Rahmawati, Prisda Ramadhan, Seto Anjar Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus S, Yoerdy Agusmal Safana, Hanifaus Safirah, Salwa Savira, Mahwa Sucirahayu, Citra Afny Suhendra, Ahmad Adi Sulistiawati sulistiawati Syabella, Verga Ulhaq, Arifqah Dhiya Vanvie, Chynta Rahma Widiastuti, Selfi Widya Ayu Pratiningsih Widya Ayu Pratiningsih Wulandari, Khairunnisa Catur Yeni Yeni Yeni Yuanita Windusari Yustini Ardillah