Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Bahaya Titik Kendali Kritis Proses Pengolahan Bola-Bola Daging di Instalasi Gizi Rumah Sakit Trisnaini, Inoy
Kesmas Vol. 7, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada simpul lingkungan terdapat beberapa media yang dapat menjadi transmisi penularan penyakit, salah satunya melalui makanan. Bola-bola daging dengan bahan utama daging sapi merupakan salah satu makanan yang dibuat di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Mohammad Hoesin Palembang. Bahan pangan hewani merupakan sumber utama bakteri penyebab infeksi dan intoksikasi termasuk Salmonella sp. dan Escherichia coli . Bola-bola daging rentan mengalami kontaminasi oleh bahaya fisik, biologi, maupun kimia. Tujuan dari penelitian ini ialah analisis bahaya dan titik kendali kritis terhadap proses pengolahan bola-bola daging. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber informasi terdiri atas enam orang informan. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Instrumen yang digunakan ialah peralatan pengujian angka paling mungkin Escherichia coli dan Salmonella sp., pedoman wawancara mendalam, checklists , dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik kendali kritis dalam proses pengolahan bola-bola daging terletak pada tahap penerimaan daging giling, penyimpanan bahan makanan basah, pengadonan dan pembentukan adonan, perebusan, penirisan, serta penyajian. Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik bola-bola daging dinilai baik dan kandungan Escherichia coli dan Salmonella sp. pada bola-bola daging ialah negatif, yang menjadi titik tekan adalah potensi bahaya biologi berupa bakteri patogen dan bahaya kimia nitrit nitrat. In the knot environment there are some medias that could transmit disease, one of them is food. Meatballs with beef as main ingredient is one of food that is made in The Installation Nutrition RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Meats are the main source of bacteria that cause infections and intoxications, such as Salmonella and Escherichia coli. Meatballs are so vulnerable to get contaminated by physical, biological, or chemical hazards. The purpose of this research is hazard analysis and critical control point at meatballs making. This research is descriptive qualitative research. Sources of information consists of six informants. Methods of research con-ducted is in-depth interview and observation. The instrument used is the test equipment NER Escherichia coli and Salmonella, in-depth interview guide-lines, checklists, and camera. The results showed that the critical control points in meatballs making is acceptance of minced beef, wet food storage, kneading and forming the dough, boiling, draining, and presentation. Although based on the observation and interviews indicated that physically meatballs were good and E. coli and Salmonella in meatballs were nega-tive, the stress point is the potential dangers of biological pathogens and chemicals nitrite nitrate.
Hubungan Faktor Lingkungan Permukiman Lahan Basah terhadap Kejadian Gangguan Kulit di Kecamatan Kertapati Putri, Dini Arista; Widya Ayu Pratiningsih; Trisnaini, Inoy; Girsang, Fetri Vera; Hoirunnisa, Najma; Nurhayati; Fitriani, Revia Najwa; Oktaviandi, Shanti; Aryani, Titin Dwi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss2.2226

Abstract

Skin disorders are common health problems, particularly among communities living in environments with poor sanitation such as wetland settlements. Palembang City Health Office data in 2023 shows skin diseases ranked seventh with 21,271 cases, while in Kertapati District, scabies and pyoderma prevalence among elementary school children reaches over 60%. This study aims to analyze the relationship between environmental factors in settlements—including occupancy density, housing physical conditions, waste management, water quality, and flood risk—and the incidence of skin disorders in Kertapati District, Palembang City. A quantitative study with a cross-sectional design and purposive sampling technique was conducted involving 106 respondents residing in Kemas Rindo and Ogan Baru subdistricts. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. Bivariate analysis showed significant associations between wall type (p=0.032) and floor type (p=0.037) with the incidence of skin disorders. Multivariate analysis identified floor type as the most dominant factor (p=0.007; Exp(B)=4.718), followed by ceiling type (p=0.010; Exp(B)=0.262). The findings indicate that environmental factors, particularly floor and ceiling types, contribute to the risk of skin disorders. Improving the quality of housing infrastructure is necessary to reduce skin disorder cases in wetland areas.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air untuk Perbaikan Kualitas Air Sumur Gali di Wilayah Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sunarsih, Elvi; Nurhayati, Nurhayati; Trisnaini, Inoy; Erman, Ery; Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum; Lewinsc, Maurend Yayank; Armawan, Ladyka Viola Aulia; S, Yoerdy Agusmal; P, Widya Ayu; H, Swara Mega; Fitriani, Dwi; R, Inas Tri; Rahmadina, Frisca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 2 (2025): JPMII - April 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.764

Abstract

Air merupakan sumber daya penting yang sangat berperan dalam kehidupan manusia, namun kualitas air sumur gali di Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir masih tergolong rendah. Warna kekuningan hingga kecoklatan dan bau yang tidak sedap menjadi indikator utama pencemaran air tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sumur gali melalui penerapan teknologi tepat guna berupa metode aerasi dan filtrasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di lingkungan Pesantren Islam Syafian Hafiyya. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi lokasi dan permasalahan spesifik sumber air, penyuluhan serta edukasi mengenai pengolahan air, dan praktik langsung instalasi aerasi-filtrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air yang sebelumnya berwarna dan berbau menjadi lebih jernih, tidak berwarna, serta tidak berbau. Dari 50 peserta penyuluhan, sebanyak 90% memahami materi yang disampaikan dan antusias untuk menerapkan teknologi tersebut di rumah masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kualitas air, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, teknologi aerasi dan filtrasi terbukti efektif dan penting dalam pengolahan air sumur gali untuk kebutuhan rumah tangga.
Association Between Community-Based Total Sanitation (CLTS) Pillars and Diarrhea Incidence in Wetland Communities of South Indralaya Trisnaini, Inoy; Pratiningsih, Widya Ayu; Putri, Dini Arista; Juniarni, Annisa; Febriana, Dwita; Safana, Hanifaus; Firdaus, Amirarosa
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.363

Abstract

Diarrhea remains a major global health problem and a leading cause of mortality among children under five, often exacerbated by inadequate sanitation and limited access to clean water. Community-Led Total Sanitation (CLTS) represents a national strategy for preventing environment-based diseases, including diarrhea. However, researchers have not comprehensively studied the effectiveness of each CLTS pillar within specific geographical contexts, such as wetland areas. This study aims to identify the relationship between sanitation factors of Community-Led Total Sanitation (CLTS) pillars and diarrhea incidence in the South Indralaya wetland community. This quantitative research employed a cross-sectional design and selected 100 respondents using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using chi-square test for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Our results indicated a diarrhea prevalence of 45% among total respondents. Multivariate analysis revealed that two CLTS pillars significantly associated with diarrhea incidence. Pillar 1, concerning latrine availability, showed that households without latrines had a 3.4 times higher risk of experiencing diarrhea (OR = 3.400; 95% CI: 1.037–11.155). Pillar 4, regarding unsafe waste management, also served as a strong predictor, increasing diarrhea likelihood up to 3.296 times (P-value = 0.008; Exp(B) = 3.296; 95% CI: 1.359–7.996). We found that latrine type (P = 0.053) acted as a confounder, which influenced the risk estimation of the main variables in the model. This study concludes that CLTS pillars 1 and 4, related to feces and solid waste management, are key determinants of diarrhea incidence in South Indralaya. Interventions focusing on improving access to and quality of latrines, as well as safe waste management practices, are crucial for reducing diarrhea incidence in the region.
Analisis Faktor Risiko Lingkungan terhadap Kejadian ISPA di Wilayah Lahan Basah Pasca COVID-19: Analisis Multivariat di Palembang Pratiningsih, Widya Ayu; Putri, Dini Arista; Trisnaini, Inoy; Miranda, Miranda; Firzatulloh, Muhammad Buana; Pratama, Raykhan Yoga; Safirah, Salwa; Widiastuti, Selfi; Syabella, Verga
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 1 (2026): Februari 2026 (In process)
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.72639

Abstract

Latar belakang:  Lahan basah merupakan wilayah berisiko tinggi terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kondisi lingkungan yang kurang memadai. Di masa pasca pandemi COVID-19, paparan polutan rumah tangga cenderung meningkat sementara kepatuhan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menurun. Kecamatan Kertapati, Palembang merupakan wilayah lahan basah padat penduduk dengan angka kasus ISPA masih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kondisi fisik rumah, riwayat COVID-19, dan perilaku hidup sehat terhadap kejadian ISPA serta mengidentifikasi faktor risiko yang paling dominan.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 100 keluarga yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi variabel yang berhubungan dengan ISPA, dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda dilakukan untuk menentukan faktor risiko dominan.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan tujuh variabel berhubungan dengan kejadian ISPA (p < 0,05), di antaranya jenis lantai, jenis dinding, riwayat COVID-19, status vaksinasi, pengelolaan sampah, keberadaan anggota keluarga perokok, dan aktivitas fisik. Pada analisis multivariat status vaksinasi COVID-19 (p = 0,003; OR = 11,981) sebagai faktor risiko paling dominan, kemudian pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0,003; OR = 11,510), dan keberadaan anggota keluarga perokok (p = 0,036; OR = 3,906) juga secara signifikan meningkatkan risiko kejadian ISPA.Simpulan: Status vaksinasi COVID-19 merupakan faktor dominan terhadap ISPA di lahan basah pasca pandemi. Intervensi kesehatan lingkungan yang menekankan pada peningkatan cakupan vaksinasi, pengelolaan sampah yang aman, serta pengendalian perilaku merokok dalam rumah sangat krusial dalam menekan angka kejadian ISPA di masyarakat Kertapati. ABSTRACT Title: Environmental Risk Factors for Acute Respiratory Infection in Post-COVID-19 Wetland Area: A Multivariate Analysis in PalembangBackground: Wetlands are high-risk areas for Acute Respiratory Infections (ARI) due to inadequate environmental conditions. In the post-COVID-19 era, exposure to household pollutants  tends to increase, while adherence to Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS)  has decllined. Kertapati District, Palembang—a densely populated wetland area— with high number of ARI cases. This study aims to analyze the association between housing conditions, history of COVID -19 infection, and health behaviors with ARI incidence and to identify the most dominant risk factor.Method: This analytical study employed a cross-sectional design involving 100 families selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews and direct observations. Bivariate analysis using the chi-square test was conducted to identify variables associated with ARI, followed by multivariate logistic regression to determine the dominant risk factors.Results: Bivariate analysis showed that seven variables were significantly associated with the prevalance of ARI (p < 0.05), including type of flooring, type of wall, history of COVID-19, vaccination status, waste management, presence of smoking family members, and physical activity. In the multivariate analysis, COVID-19 vaccination status (p = 0.003; OR = 11.981 was identifiedas the most dominant protective factor, followed by household waste management (p = 0.003; OR = 11.510) and the presence of smoking family members (p = 0.036; OR = 3.906), which were significantly associated with an increased riskof ARI.Conclusion: COVID-19 vaccination status is the dominant factor influencing ARI prevalence in post-pandemic wetland areas. Environmental health interventions that focus on expanding vaccination coverage, promoting safe waste management, and controlling indoor smoking behaviors are essential for reducing ARI cases in the Kertapati community.  
Inovasi Media Flashcard sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Keracunan Makanan Jajanan pada Anak Sekolah Dasar di Desa Muara Penimbung Ulu Dini Arista Putri; Inoy Trisnaini; Imelda Gernauli Purba; Dwi Septiawati; Widya Ayu Pratiningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48469

Abstract

. Foodborne illness among school-aged children remains a persistent public health issue, particularly in rural and semi-rural settings with limited access to health information. This community engagement program aimed to improve knowledge and attitudes regarding safe snack consumption among elementary school students through the use of flashcard-based educational media. The program was conducted at the Hafiyya Islamic Boarding School, Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir Regency, Sumatera Selatan. The community-service participants were 33 Islamic boarding school students aged 7–11 years. Activities included pre-test and post-test assessments, interactive health education sessions using flashcards, and evaluation of learning outcomes. The flashcards presented key concepts related to food safety, hazardous food additives, symptoms of food poisoning, and indicators of safe snacks. Results showed a significant improvement in students’ knowledge, with a mean difference between pre-test and post-test scores of 0.84 and a statistically significant difference (p = 0.000). Although the change in attitude scores was not statistically significant (p = 0.231), overall attitudes were already positive before the intervention. More than 80% of participants demonstrated high engagement during activities. This program highlights that flashcards are an effective, engaging, and context-appropriate media for strengthening early food safety literacy among children. The intervention also supports sustainable health promotion in educational settings and contributes to SDGs related to health, education, and responsible consumption. Keracunan makanan pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada wilayah rural dan semi-rural dengan akses informasi kesehatan yang terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai konsumsi jajanan yang aman melalui media edukasi berbasis flashcard. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Yayasan Islam Hafiyya Desa Muara Penimbung Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peserta pengabdian merupakan 33 peserta didik pesantren usia 7–11 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelaksanaan pre-test dan post-test, penyuluhan interaktif menggunakan flashcard, serta evaluasi hasil pembelajaran. Flashcard berisi materi mengenai keamanan pangan, bahan berbahaya pada jajanan, tanda-tanda keracunan makanan, dan cara memilih jajanan yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan selisih rata-rata peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 0,84 dan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,000). Meskipun perubahan sikap tidak signifikan (p = 0,231), sikap siswa pada umumnya sudah baik sebelum intervensi. Lebih dari 80% peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan literasi keamanan pangan pada anak. Program ini turut mendukung promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesehatan, pendidikan, dan konsumsi bertanggung jawab.
Co-Authors Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Amrina Rosyada Amrina Rosyada Amrina Rosyada Ani Nidia Listianti Ani Nidia Listianti, Ani Nidia Anita Rahmiwati Apriani, Anisya Indah Ardila, Yustini Arika, Fadillah Ariqa, Nur Zihan Arista, Dini Aryani, Titin Dwi Ayu Tri Darmawati, Ayu Tri Azizah, Shinta Betty Sirait Damayanti, Khistian Dini Arista putri Dwi Fitriani Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Erman, Ery Fabiani, Maria Desmonda Fadilatus Sukma Ika N, Fadilatus Sukma Ika Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Febriana, Dwita Feranita Utama Fijriah, Nuril Firdaus, Amirarosa Firzatulloh, Muhammad Buana Fitriani, Revia Najwa Garmini, Rahmi Girsang, Fetri Vera H, Swara Mega Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Hoirunnisa, Najma Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Purnama Sari Indahsari, Siti Rahmi Iqlima, Erni Irwantika, Nanda Jordanti, Happy Mira Jumali Jumali Juniarni, Annisa Kaban, Anastasya Priscilla Angelia Khoirunnisa, Salsabila Kumala Sari, Tri Novia Kusuma, Liona Ayu Permata Ladyka Viola Aulia Armawan Laura Dwi Pratiwi Lewinsc, Maurend Yayank Lewinsca, Maurend Yayank Marisa Miagoni, Vince Minarti Minarti Miranda, Miranda Misnaniarti Misnaniarti Mufarika, Rully Najmah, Najmah Naqida, Naqida Rahma Fery Nur Hasanah Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktaviandi, Shanti P, Widya Ayu Pratama, Raykhan Yoga Pratiningsih, Widya Ayu Putri, Dini Arista Putrisha, Shantya Adeline R, Inas Tri R. Azizah, R. Azizah Rachmawati, Aisyah Rahmadina, Frisca Rahmatillah Razak Rahmawati, Mala Rahmawati, Prisda Ramadhan, Seto Anjar Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus S, Yoerdy Agusmal Safana, Hanifaus Safirah, Salwa Savira, Mahwa Sucirahayu, Citra Afny Suhendra, Ahmad Adi Sulistiawati sulistiawati Syabella, Verga Ulhaq, Arifqah Dhiya Vanvie, Chynta Rahma Widiastuti, Selfi Widya Ayu Pratiningsih Widya Ayu Pratiningsih Wulandari, Khairunnisa Catur Yeni Yeni Yeni Yuanita Windusari Yustini Ardillah