Claim Missing Document
Check
Articles

Konstruk Ideologi Muhammadiyah: Fondasi Pengembangan Instrumen Pengukuran Kekuatan Ideologi Muhammadiyah Joko Subando; Muh Samsuri; Edy Muslimin
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2023: Vol 1(1) February
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.143

Abstract

This study aims to find out the construct of Muhammadiyah ideology. This research was categorized as qualitative research with literature review as a method of data collection. The data consisted of the concept and the understanding related to Muhammadiyah ideology, the source of data was books and journals examining Muhammadiyah ideology from the aspect of outlook on life, life guidelines of Muhammadiyah citizens and Muhammadiyah strategies in realizing their ideals of life.  Data analysis techniques used a simplified approach. The results show that the Muhamadiyah Ideology is a set of understandings that contain muhammadiyah views, life guidelines and strategies in realizing his ideals of life.  Muhammadiyah's view of life is reflected in the muqaddimah of Muhammadiyah's articles of association containing views on anchorage, community, views on Islamic teachings, enforcement of Islamic teachings, ittiba' nabi in struggle, views of organization and muhammadiyah ideals. The life guidelines of Muhammadiyah residents discuss self-guidelines in religion, socializing in society, organizing and guidelines for state life. There are several Muhammadiyah strategies in realizing their life ideals pursued by community development related to aqidah, worship and morals, improving the quality of life of the community, fostering Muhammadiyah cadres, strengthening Muhammadiyah associations and appropriate political and state strategies. Furthermore, the ideological construct can be used as a foundation in the development of instruments for measuring the strength of Muhammadiyah ideology.
Pemetaan kemampuan siswa dan kualitas butir soal aqidah di madrasah aliyah Joko Subando; Edy Muslimin; Meti Fatimah; Alfian Eko Rochmawan
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas soal aqidah, kemampuan siswa dalam mengerjakannya, serta memetakan tingkat kesulitan soal terhadap kemampuan siswa di MAN 1 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah evaluatif dengan subjek 332 siswa kelas XII, data dikumpulkan melalui dokumentasi hasil ujian akhir sekolah tahun ajaran 2022/2023 dan dianalisis menggunakan Teori Model Rasch dengan bantuan program Winstep. Hasil penelitian menunjukkan 5 soal tidak akurat (S4, S23, S25, S5, S6) dan 10 soal mengalami bias (S12, S14, S15, S17, S19, S21, S26, S30, S34, S35). Tingkat kesulitan soal terbagi menjadi sangat sulit (2%), sulit (58%), mudah (25%), dan sangat mudah (15%) serta instrumen soal dinyatakan reliabel. Kemampuan siswa terbagi menjadi rendah (13%), sedang (73%), dan tinggi (14%), dengan kemampuan rata-rata siswa berada di atas tingkat kesulitan soal. Soal yang valid direkomendasikan untuk dimasukan dalam bank soal, sementara soal tidak akurat perlu diperbaiki.   Mapping person's ability and the quality of aqidah question items in madrasah aliyah   Abstract: This study aims to describe the quality of aqidah test items, students' ability to answer them, and to map the difficulty level of the items in relation to student ability at MAN 1 Surakarta. This is an evaluative study involving 332 twelfth-grade students. Data were collected through documentation of the final school exam results for the 2022/2023 academic year and analyzed using the Rasch Model Theory with the assistance of the Winstep program. The results showed that five items were inaccurate (S4, S23, S25, S5, S6) and ten items were biased (S12, S14, S15, S17, S19, S21, S26, S30, S34, S35). The difficulty levels of the items were classified as very difficult (2%), difficult (58%), easy (25%), and very easy (15%), and the test instrument was deemed reliable. Student ability was categorized as low (13%), medium (73%), and high (14%), with the average student ability exceeding the average item difficulty. Valid items are recommended for inclusion in the item bank, while inaccurate items need revision.
Penguatan Kearifan Lokal dan Nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Membangun Desa Berkelanjutan Annafi Nurul Ilmi Azizah; Edy Muslimin; Sugiyat Sugiyat; Waridsin Saiful Amri; Ismail Ismail
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.546

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal dan nilai religius pada anak kelas TK B sebagai upaya membangun karakter sejak usia dini dan mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Keloran dengan sasaran anak usia 5–6 tahun. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan bermain sambil belajar yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal dan nilai religius. Program pengabdian dilaksanakan selama enam hari, meliputi pengenalan lingkungan dan nilai religius, permainan tradisional bernilai karakter, pengenalan alam sebagai ciptaan Allah, kreasi seni budaya lokal bernuansa Islami, dongeng Islami berbasis kearifan lokal, serta praktik ibadah dan pembiasaan akhlak anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif anak yang ditunjukkan melalui kategori perkembangan, yaitu: (1) kepedulian lingkungan berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar ±75% anak, (2) kemampuan bekerja sama pada kategori BSH sebesar ±70%, (3) sikap sportif pada kategori Mulai Berkembang (MB) menuju BSH sebesar ±68%, dan (4) pembiasaan perilaku religius pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar ±80% anak. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dan antusias dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai religius yang relevan dengan konteks desa serta berpotensi mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo Muhammad Fajrul Shodiq; Edy Muslimin; Muhammad Yunan Hidayat
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1038

Abstract

This study explores the implementation of the Independent Learning Curriculum (Kurikulum Merdeka Belajar) and its impact on enhancing learning motivation among Grade X students at SMA Muhammadiyah 1 Sukoharjo during the 2023/2024 academic year. Employing a descriptive qualitative method, the research involved field observations, interviews with school leaders, teachers, and students, and document analysis. The findings reveal that the curriculum was implemented through three structured phases: planning, implementation, and evaluation. In the planning phase, the school prioritized teacher training, teaching module preparation, and infrastructural readiness. The implementation phase was marked by differentiated instruction, project-based learning, and diagnostic assessments tailored to student needs. The evaluation phase emphasized reflection and continuous improvement. As a result, students demonstrated increased motivation, characterized by higher engagement, improved classroom atmosphere, and enhanced self-confidence. The study found a decline in the number of students categorized as "less motivated" and a rise in the "moderately motivated" and "highly motivated" categories. These outcomes align with the principles of Self-Determination Theory, emphasizing autonomy, competence, and relatedness. The research concludes that effective implementation of the Independent Learning Curriculum fosters intrinsic motivation and promotes student-centered learning. This study contributes valuable insights for educators and policymakers seeking to strengthen motivation and engagement through adaptive curriculum reforms.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI MEDIA DAKWAH OLEH AKHWAT CREATIVE PROJECT (ACP) Dhea Fildza Nadhira; Edy Muslimin; Agus Fatuh Widoyo
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2255

Abstract

Pada era internet of things sekarang, segala aktifitas bisa dilakukan secara daring atau online sehingga dirasa perlu mengembangkan strategi dakwah Islam agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak membosankan yang menjadikan ruang lingkupnya lebih luas. Maka dibutuhkan strategi dakwah yang tepat agar bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya umat muslim. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang strategi pengembangan desain komunikasi visual sebagai media dakwah oleh komunitas Akhwat Creative Project (ACP). Metode dalam penelitian adalah kualitatif dengan subjek penelitian admin akun instagram @akhwatcreativeproject. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pengembangan desain komunikasi visual sebagai media dakwah oleh Akhwat Creative Project (ACP) untuk berdakwah karena Allah dan membantu membangkitkan Islam melalui dakwah visual dengan karya terbaik melawan media-media yang menghancurkan umat Islam tanpa mengenal waktu. Strategi pengembangan desain komunikasi visual sebagai media dakwah yang diterapkan Akhwat Creative Project (ACP) melalui dua sisi yaitu internal dan eksternal. Strategi internal yang dilakukan Akhwat Creative Project (ACP) ialah fokus kepada member Akhwat Creative Project (ACP), dan strategi eksternal Akhwat Creative Project (ACP) mengembangkan lewat media sosial instagram pada akun @akhwatcreativeproject dengan membranding komunitas Akhwat Creative Project (ACP) agar lebih dikenal masyarakat.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH DALAM PEMBENTUKAN GENERASI RELIGIUS MASJID JAMI AISYAH BINTI ABDUL AZIZ AL-MUSA KARTASURA Ilham Alfarissi Cibro; Agus Fatuh widoyo; Edy Muslimin
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2264

Abstract

Pada Persoalan utama dalam pengembangan masjid secara umum adalah berkaitan dengan generasi serta inovasi dalam mengembangkan tiap elemen kegiatan yang ada, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dakwah pada Masjid Jami Aisyah Binti Abdul Aziz Al-Musa Kartasura. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan melakukan pengamatan secara langsung pada Masjid Jami Aisyah Binti Abdul Aziz Al-Musa Kartasura. Dengan subyek penelitian pada ketua, sekertaris, dan pemuda dalam cakupan tertentu yang sesuai dengan fungsi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Dengan analisis data berupa a reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Lalu uji keabsahan melalu uji credibility dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Masjid Jami Aisyah Binti Abdul Aziz Al-Musa Kartasura, menggunakan strategi komunikasi dakwah dalam setiap elemen kegiatannya. Startegi itu sendiri berdasarkan pada dua hal yang saling melengkapi yakni Internal dan eksternal. Pada faktor internal yakni dengan adanya perencanaan kajian rutin serta kegiatan memakmurkan masjid oleh pengurus masjid, faktor eksternal terletak pada fungsi masjid sebagai sarana pada ikatan ranting organisasi Muhammadiyah. Dalam pembentukan generasi religius, Masjid Jami Aisyah Binti Abdul Aziz Al-Musa Kartasura juga menggunak dua faktor, internal dan eksternal. Pada internal, Masjid Jami Aisyah Binti Abdul Aziz Al-Musa Kartasura mendirikan lembaga pendidikan dini melalui TK Aisyiyah 3 Ngadirejo, serta dengan adanya kegiatan Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) bagi anak-anak/generasi. Pada bidang ekternal, terletak pada pemahaman jama’ah menjaga generasi dengan menyekolahkan anak-anaknya pada lembaga pendidikan Islamiyah, baik sekolah Islam Terpadu, maupun Pondok Pesantren.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN OPERASIONAL RUMAH TAHFIDZ UMMU SALAMAH NGANTANG MALANG JAWA TIMUR TAHUN 2022 Ahadia Audi Permata; Edy Muslimin; Yetty Faridatul Ulfah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2631

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan manajemen operasional rumah tahfidz yang saat ini masih berada dalam tahap penyesuaian dengan sistem fungsi dan prinsip manajemen operasional. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah agar mengetahui implementasi dari fungsi manajemen operasional dan prinsip manajemen dari salah satu ahli manajemen (Henry Fayol) yang digunakan oleh rumah tahfidz. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menerapkan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen operasional tersebut meliputi peranan kebijakan pengurus serta keputusan-keputusan yang di terapkan di dalamnya dengan perbaikan terus menerus dalam manajemen operasional dengan memperhatikan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian dan pengawasan. Fungsi perencanaan dilakukan dengan membentuk program dan kurikulum muatan pembelajaran. Fungsi pengorganisasian yaitu dengan menempatkan setiap pengurus sesuai dengan keahlian di bidangnya masing-masing dan turut mengoorganisasikan manajemen operasional keuangan, dapur serta sarana dan prasarana. Fungsi pengarahan dilakukan dengan memberikan motivasi dan komunikasi yang baik antar pengurus. Fungsi pengoordinasian dan pengawasan yaitu dengan mengadakan rapat evaluasi pengurus setiap pekannya. Sedangkan prinsip yang digunakan yaitu Devision of Work, Authority and Responsibility, Dicipline, Subordination of Individual Interest to General Interest, Renumeration, Centralization, Order, Equity, Stability of Tonure of Personel, Initiative, Esprit the Corps.
The Effect Of Using The Exposure Method On The Understunding Of Islamic Fiqh Subject Matter For Class VII At Al Madinah Nogosari Middle School Boyolali Regency Muflikhul Awwal As shiddiqi; Edy Muslimin
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i3.13238

Abstract

This study aims to: (1) determine the use of the demonstration method among seventh-grade students at SMPIT Al Madinah Nogosari, Boyolali Regency, in the 2025/2026 academic year; (2) determine the students’ level of understanding of the Fiqh subject; and (3) analyze the effect of the demonstration method on students’ understanding of Fiqh. This study employed a quantitative approach using descriptive and inferential data analysis. The research population consisted of all 86 seventh-grade students at SMPIT Al Madinah Nogosari. Since the population was relatively manageable, the entire population was selected as the research sample. Data were collected using questionnaires, supported by classroom observations. The results showed that the use of the demonstration method was categorized as high, with an average score of 87.2. Students’ understanding of the Fiqh subject was also categorized as good, with an average score of 85.0. The demonstration method was primarily used in teaching topics such as thaharah (ritual purification), wudu (ablution), tayammum (dry ablution), and prayer, enabling students to understand the material more concretely and practically. The t-test results showed that the calculated t-value was 5.407, which was greater than the critical t-value of 1.663. Therefore, there was a significant effect of the demonstration method on students’ understanding of Fiqh. These findings indicate that the demonstration method can serve as an effective alternative instructional approach for improving students’ understanding of Fiqh.
The Effect Of Using The Exposure Method On The Understunding Of Islamic Fiqh Subject Matter For Class VII At Al Madinah Nogosari Middle School Boyolali Regency Muflikhul Awwal As shiddiqi; Edy Muslimin
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i3.13238

Abstract

This study aims to: (1) determine the use of the demonstration method among seventh-grade students at SMPIT Al Madinah Nogosari, Boyolali Regency, in the 2025/2026 academic year; (2) determine the students’ level of understanding of the Fiqh subject; and (3) analyze the effect of the demonstration method on students’ understanding of Fiqh. This study employed a quantitative approach using descriptive and inferential data analysis. The research population consisted of all 86 seventh-grade students at SMPIT Al Madinah Nogosari. Since the population was relatively manageable, the entire population was selected as the research sample. Data were collected using questionnaires, supported by classroom observations. The results showed that the use of the demonstration method was categorized as high, with an average score of 87.2. Students’ understanding of the Fiqh subject was also categorized as good, with an average score of 85.0. The demonstration method was primarily used in teaching topics such as thaharah (ritual purification), wudu (ablution), tayammum (dry ablution), and prayer, enabling students to understand the material more concretely and practically. The t-test results showed that the calculated t-value was 5.407, which was greater than the critical t-value of 1.663. Therefore, there was a significant effect of the demonstration method on students’ understanding of Fiqh. These findings indicate that the demonstration method can serve as an effective alternative instructional approach for improving students’ understanding of Fiqh.
Co-Authors Abdurrosyid, Yusuf Adiriki, Danu Agit Purwo Hartanto Agus Fatuh Widoyo Agus Fatuh Widoyo Ahadia Audi Permata Alfian Eko Rochmawan Alwy Ahmed Mohamed Aminatus Sayidah Anisa Rahma Sari Annafi Nurul Ilmi Azizah Anshory, Muhammad Isa Arilana Nur ‘Izi Astoko, Dudi Budi Aulia Rachma Fajria Aziza Icksan Dhea Fildza Nadhira Fadhillah Fatikah Fandi Fandi Fandi, Fandi Faraba, Karina Sofiananda Armaza Farhun, Awi Faris Muhana Hidayat Fitria Puji Lestari Fitria Puji Lestari Giyoto Hartadi Hartadi, Hartadi Hasan Baihaqi Ilham Alfarissi Cibro Imam Mujahid Indah Nurhidayati Indah Nurhidayati, Indah Ismail Ismail Itsna Syahrur Rohmadhana Kultsum, Ummi M Mujiyati M. Yunan Hidayat M.J NASHIR Mahabie, Ahans Mahfudz, Hafidz Makhfud, Zhahrul Malik Fajar Mar'atus Sholihah Meti Fatimah Meti Fatimah Meti Fatimah Miftaqul Hayat Destya Putra Tama Moh Jihadul Fath Muflikhul Awwal As shiddiqi Muh Nur Rochim Maksum Muh Samsuri Muhammad Fajrul Shodiq Muhammad Ikhsan Aminudin Muhammad Isa Anshory Muhammad Yunan Hidayat Muhammian Sobe Arashi Mukhlis Fathurrohman Mukhlis Fathurrohman Mukhlisah, Iffah Nafilah Khusnul Awwaliyah Ngatmin Abbas Nurohmah, Aulia Ridwan Rohmad Yunadi Riski Kristianto Pambudi Safa Salwa Salsabila Samsuri, Muh Sari, Anisa Rahma Sarilan, Sarilan Sholihah, Mar'atus Sofiya Maratus Solikah Solikah, Sofiya Maratus Subando, Joko - Sugiyat Sugiyat Sulistyan, Daffa Luqman Triana Nur Handayani, Triana Nur Uswatun Khasanah USWATUN KHASANAH Viki Bayu Mahendra Waridsin Saiful Amri Wibowo, Muhammad Kurniawan Budi Widodo Widodo Yetty Faridatul Ulfah Yusup Rohmadi Zevana Asyam Zahran