Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN DAN WAKTU KOAGULASI PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Udayani, Ni Nyoman Wahyu
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i2.908

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan hayati yang cukup besar yang dapat dikembangkan terutama untuk obat tradisional. Salah satu tumbuhan tradisional yang dapat digunakan sebagai obat yaitu belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun belimbing wuluh terhadap waktu pendarahan dan koagulasi pada mencit. Dalam penelitian ini digunakan 24 ekor mencit sebagai sampel, yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 diberi aquades ad libitum (kontrol negatif); kelompok 2 diberi asetosal dosis 0,27 mg/26 g BB (kontrol positif); kelompok 3 dan 4 masing-masing diberi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan dosis 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB. Semua perlakuan diberikan secara per oral selama 7 hari. Waktu perdarahan ditetapkan dengan metode tail bleeding, sedangkan waktu koagulasi ditetapkan dengan metode pipa kapiler. Hasil uji LSD (Least Significant Different) pada waktu perdarahan diperoleh bahwa pada kelompok kontrol positif menunjukkan ada perbedaan yang bermakna terhadap kelompok ekstrak 200 dan 400 mg/Kg BB, dengan nilai sig. 0,000 dan 0,001 (secara berurutan). Pada kelompok ekstrak 200 mg/KgBB menunjukkan ada perbedaan yang bermakna terhadap kelompok ekstrak 400 mg/KgBB, dengan nilai sig. 0,005. Hal ini menunjukkan ekstrak 400 mg/KgBB lebih efektif dalam memperpanjang waktu perdarahan dibandingkan dengan ekstrak 200 mg/KgBB. Hasil LSD waktu koagulasi pada kelompok kontrol positif menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap kelompok ekstrak 400 mg/KgBB, dengan nilai sig. 0,264. Pada kelompok ekstrak 200 mg/KgBB menunjukkan ada perbedaan yang bermakna terhadap kelompok ekstrak 400 mg/KgBB, dengan nilai sig. 0,017. Hal ini menunjukkan ekstrak 400 mg/KgBB lebih efektif dalam memperpanjang waktu koagulasi dibandingkan dengan ekstrak 200 mg/KgBB. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok ekstrak 400 mg/KgBB lebih efektif dalam memperpanjang waktu perdarahan dan koagulasi dibandingkan kelompok ekstrak 200 mg/KgBB.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliforme) DENGAN METODE DPPH (1,1- Diphenyl-2-Picryhidrazyl) Adrianta, Ketut Agus; Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Meriyani, Herleeyana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i1.1047

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) suku Araceae merupakan salah satu tanaman obat Indonesia, yang diduga berkhasiat membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, menekan efek negatif dari proses pengobatan modern (khemoterapi) seperti rambut rontok, nafsu makan hilang, rasa mual dan rasa nyeri di tubuh, bersifat antivirus dan anti bakteri. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun keladi tikus yang terdapat di Sidakarya, Denpasar, Bali. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak etanol daun keladi tikus dilakukan dengan metode penangkapan radikal DPPH. Pengujian ini diawali dengan penyiapan sampel, kemudian diekstraksi dengan metode ultrasonik dengan pelarut etanol. Uji aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil persentase peredaman diplotkan untuk mendapat kurva regresi linier. Sehingga didapat persamaan y = bx + a dan nilai IC50 dihitung dari persamaan regresi linier yang diperoleh. Uji aktivitas antioksidan etanol daun keladi tikus diukur pada panjang gelombang 518 nm. Dari kurva regresi diperoleh persamaan regresi adalah y = 0.527x + 9.891 dan R2= 0,985. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 76.10 ppm. Antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etanol daun keladi tikus dikatagorikan dalam antioksidan kuat.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL TUNGGAL DENGAN KOMBINASI PADA PASIEN DM TIPE 2 DI UPT. PUSKESMAS DAWAN II KABUPATEN KLUNGKUNG PERIODE NOVEMBER 2015-PEBRUARI 2016 Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Meriyani, Herleeyana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v2i2.1096

Abstract

DM tipe 2 merupakan penyakit progresif dengan karakteristik penurunan fungsi sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal dengan kombinasi pada pasien DM tipe 2 di UPT. Puskesmas Dawan II Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Penelitian dilakukan dari bulan November 2015-Pebruari 2016 di UPT. Puskesmas Dawan II Kabupaten Klungkung. Penelitian dilakukan terhadap 25 subjek penelitian dengan terapi tunggal glibenklamid dan 25 subjek penelitian dengan terapi kombinasi glibenklamid dengan metformin. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal glibenklamid dengan kombinasi glibenklamid dengan metformin pada pasien DM tipe 2 di UPT. Puskesmas Dawan II Kabupaten Klungkung periode November 2015-Pebruari 2016 (p = 0.114).
EFEKTIVITAS TERAPI PNEUMONIA PADA PASIEN PEDIATRIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR DITINJAU DARI PARAMETER RESPIRATION RATE Meriyani, Herleeyana; Megawati, Fitria; Udayani, Ni Nyoman Wahyu
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v2i2.1102

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang masih banyak dijumpai pada Negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi pneumonia pada pasien pediatrik dengan diagnosa pneumonia yang dirawat inap di RSUP Sanglah periode tahun 2014- 2015 ditinjau dari parameter respiration rate (RR) serta melihat pengaruh penggunaan jenis antibiotik (tunggal/kombinasi) dan terapi tambahan terhadap konversi nilai respiration rate (RR). Desain/jenis penelitian ini merupakan penelitian studi cross-sectinal (potong lintang) dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap rekam medis pasien. Data yang diperoleh akan dianalisa secara statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Untuk menilai efektivitas terapi pneumonia dilakukan dengan membandingkan Respiration Rate (RR) sebelum dan sesudah terapi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Pasien anak degan pneumonia yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 119 pasien. Berdasarkan analisa statistika Wilcoxon diperoleh bahwa terdapat perbedaan bermakna antara nilai RR sebelum dan sesudah terapi (p<0.05). berdasarkan analisa statistika Chi-Square diperoleh bahwa jenis antibiotik tunggal maupun kombinasi dan penggunaan bronkodilator tidak berpengaruh terhadap konversi nilai RR (p>0.05), sedangkan penggunaan kortikosteroid berpengaruh terhadap konversi nilai RR (p<0.05).
Efektivitas Analgesik Ekstrak Etil Asetat Daun Kersen (Muntingia calabura L.) pada Mencit Putih (Mus musculus) dengan Metode Rangsangan Panas (Hot Plate Method) Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Putra, I Made Agus Sunadi; Adrianta, Ketut Agus; Udayani, Ni Nyoman Wahyu
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i1.1385

Abstract

Abstrak: Bali merupakan salah satu provinsi dengan tingkat penggunaan obat analgesik yang terus meningkat. Penggunaan obat analgesik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Sehubungan dengan hal tersebut, orientasi masyarakat saat ini telah beralih ke alam, “ back to nature” yang membawa masyarakat kembali memanfaatkan bahan alam, termasuk pengobatan dengan tanaman berkhasiat obat. Salah satunya tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat analgesik secara empiris yaitu daun kersen (Mutingia calabura L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgesik ekstrak daun kersen pada mencit putih (Mus Musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode rangsangan panas pada suhu 550C. Pada penelitian ini menggunakan hewan uji mencit putih yang dibagi dalam lima kelompok masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok kontrol positif diberi asam mefenamat 1,3 mg/20 g BB, kelompok kontrol negatif diberi minyak kelapa 0,5 ml/20 g BB, kelompok uji diberi ekstrak daun kersen dengan dosis 100 mg/KgBB, 125 mg/KgBB dan 150 mg/KgBB. Pengujian efek analgesik dilakukan pada menit ke-60. Dari hasil uji Tukey Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu munculnya respon nyeri antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (ekstrak dosis 125mg/KgBB dan 150mg/KgBB) dengan nilai signifikan secara berturut-turut 0.914 dan 0,996. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bawah ekstrak etil asetat daun kersen dosis 125mg/KgBB efektif sebagai analgesik pada mencit jantan.
Penetapan Kadar Senyawa Fitokimia (Alkaloid, Flavonoid dan Tanin) pada Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma Caesia Roxb.) Wahyu Udayani, Ni Nyoman; Mega Ratnasari, Ni Luh Ayu; Yustari Nida, I Dewa Ayu Anom
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.735 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati bahan alam. Jumlah tumbuhan berkhasiat obat di Indonesia diperkirakan sekitar 1.260 jenis tumbuhan. Setiap tumbuhan memiliki kandungan metabolit sekunder yang spesifik atau berbeda disetiap tumbuhan dengan fungsi yang juga berbeda-beda. Curcuma caesia Roxb. atau yang dikenal dengan nama kunyit hitam merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid, tannin dan alkaloid yang terdapat dalam rimpang kunyit hitam. Preparasi sampel rimpang kunyit hitam dilakukan dengan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 80%. Analisis kadar tannin dan flavonoid ditentukan dengan Spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang (?) 415 untuk flavonoid dan panjang gelombang (?)725 nm. Sedangkan analisis kadar alkaloid menggunakan metode gravimetri. Hasil analisis menunjukkan kadar flavonoid rimpang kunyit hitam sebesar yaitu 2775,65 mg/100 gram; tannin sebesar 2714,75 mg/100 gram dan alkaloid sebesar 1470,588235 mg/100 gram.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI KOMBINASI INSULIN DAN OHO PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD WANGAYA Ni Komang Enny Wahyuni; Luh Putu Febryana L; Ni Nyoman Wahyu Udayani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.633 KB)

Abstract

Bervariasinya penggunaan terapi insulin tunggal atau kombinasi insulin dengan Obat Hipoglikemik Oral (OHO) pada pasien DM tipe 2 dengan kontrol glukosa darah yang belum adekuat akan mengakibatkan adanya perbedaan dalam biaya dan efektivitas terapinya. Perlu dilakukan penelitian yang ditujukan untuk mengetahui jenis terapi mana yang memberikan total biaya medis langsung yang lebih rendah dan efektivitas yang lebih tinggi pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Wangaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara prospektif dan studi follow up dari bulan Maret sampai dengan Juni 2012. Subyek penelitian adalah 70 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan yang tidak memenuhi kriteria eksklusi. Data dianalisis untuk mengetahui jenis terapi dan biaya medis langsung. Efektivitas terapi dinilai dari tercapainya target HbA1c <7% setelah follow up 3 bulan terapi dan tidak munculnya efek samping obat (hipoglikemia). Metode ACER dan ICER digunakan untuk menganalisa jenis terapi insulin yang paling cost-effective. Hasil penelitian menunjukkan jenis terapi insulin tunggal atau kombinasi insulin dengan OHO yang digunakan untuk pasien DM tipe 2 beserta total biaya medis langsung tiap bulannya yaitu, insulin aspart (Rp 417.861,00), insulin detemir (Rp 316.672,00), kombinasi insulin aspart dengan metformin (Rp 430.371,00), kombinasi insulin detemir dengan metformin (Rp 329.182,00), kombinasi insulin glargin dengan metformin (Rp 329.182,00), dan kombinasi insulin glargin dengan metformin (Rp 435,652.00). Berdasarkan perhitungan ACER dan ICER, terapi insulin yang paling cost-effective adalah kombinasi insulin aspart dengan metformin.
PEMANFAATAN DAUN SUKUN SEBAGAI LOTION ANTINYAMUK DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA MASYARAKAT DI SD SARASWATI 2 DENPASAR I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani; Ni Nyoman Wahyu Udayani
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang meresahkan masyarakat karena penyebarannya sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian. WHO memperkirakan sebanyak 2,5 sampai 3 milyar penduduk dunia berisiko terinfeksi virus dengue dan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta penduduk dunia terinfeksi dengue, 500 ribu diantaranya membutuhkan perawatan intensif di fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap tahun dilaporkan sebanyak 21.000 anak meninggal karena DBD atau setiap 20 menit terdapat satu orang yang meninggal (Depkes RI, 2010). Tingginya angka kejadian demam berdarah harus segera ditanggulangi, baik melalui pemberantasan secara kimia maupun biologi. Penggunaan obat antinyamuk yang berasal dari bahan kimia umumya mempunyai dampak positif dan negatif (Flona, 2006). Dampak positifnya yaitu dapat membasmi nyamuk, sedangkan dampak negatifnya dapat menimbulkan polusi udara, menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan sesak nafas sehingga akan berpengaruh terhadap kesehatan (Kardinan, 2003). Insektisida alternatif yang aman bagi lingkungan berasal dari tumbuhan (Pujiyanti, 2007). Salah satu tanaman yang digunakan masyarakat secara turun-temurun sebagai pengusir nyamuk adalah tanaman sukun. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang telah dilakukan, daun sukun berpotensi sebagai insektisida nabati. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah siswa di SD Saraswati 2 Denpasar dengan persentase kehadiran peserta sebesar 92%, hasilini menunjukkan antusisme siswa dalam mengikuti kegiatan ini relatif tinggi. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Karya utama dari pengabdian ini meliputi aspek produk dan pengetahuan. Pada aspek produk, dilakukan dengan memproduksi sediaan lotion herbal antinyamuk dari daun sukun. Produk herbal antinyamuk ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam melindungi tubuh (kulit) dari gigitan nyamuk selain penggunaan zat kimia yang berpotensi menimbulkan polusi udara, bau menyengat bahkan sesak nafas sehingga berpengaruh terhadap kesehatan. Pada aspek pengetahuan, diperoleh peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap pencegahan DBD dengan besarnya tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan sebesar 21% yaitu dari 54% (persentase nilai pretest) menjadi 74% (persentase nilai posttest). Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases that disturb the community because the spread is very fast and can cause death. WHO estimates that 2.5 to 3 billion people worldwide are at risk of dengue virus infection and each year there are 50-100 million people in the world infected with dengue, 500 thousand of which require intensive care in health care facilities. Every year, 21.000 children die from dengue or every 20 minutes there is one person who died (Depkes RI, 2010). The high incidence of dengue fever should be addressed, either through chemical or biological eradication. The use ofchemical insecticidahas a positive and negative impact (Flona, ​​2006). The positive impact is to eradicate mosquitoes, while the negative impacts can cause air pollution, causing a stinging smell and shortness of breath that will affect health (Kardinan, 2003). An alternative insecticida that is safe for the environment comes from plants (Pujiyanti, 2007). One of the plants that people use as a mosquito repellent is a sukun plant. Based on preliminary research that has been done, the leaves of sukun have the potential as a herbal insecticida. Target in this activity is a student at primary school with the percentage of attendance equal to 92%, this result shows that antusisme student in following this activity is relatively high. The stages undertaken in this activity is the stage of preparation and implementation. The main work of this activity includes the product and knowledge aspects. Product aspect, done by producing the preparation of herbal lotion from the leaves of sukun. Herbal insecticida products are expected to be a solution in protecting the body (skin) from mosquito bites in addition to the use of chemicals that have the potential to cause air pollution, odor and even breathless breath that affect health. In the knowledge aspect, there is an increase of knowledge and understanding of the participants on the prevention of DHF by the level before and after the activity by 21% from 54% (percentage of pretest value) to 74% (percentage of posttest value).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK BUNGA ROSELLA DALAM MEWUJUDKAN SINERGITAS SEKTOR PERTANIAN DAN PARIWISATA DI DESA WISATA DESA BAHA, MENGWI Ni Nyoman Wahyu Udayani; I Ketut Sumantra
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.139

Abstract

Bunga rosella dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas baik untuk pangan dan kesehatan, sehingga potensi diversifikasi rosela cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rosella mengandung 24% antioksidan dan 51% antosianin. Adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan, itu sebabnya rosella memiliki efek antikanker. Warna merah pada bunga rosella disebabkan oleh kandungan antosianin. Adanya antioksidan rosella seperti gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti Jantung Koroner, Kanker, Diabetes Melitus, dan Katarak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produk olahan Bunga Rosella melalui penambahan varian produk rosella dan pengemasan. Jumlah kelompok tani yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan melalui percontohan atau Demplot Budidaya Rosella dan Pelatihan pembuatan varian produk Rosella. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan post tes. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, terbukti dengan keaktifan kelompok tani dalam mengikuti seluruh kegiatan pengabdian ini.
Pemeriksaan Kesehatan Pasien Hipertensi Lansia di Puskesmas Denpasar Utara Ni Nyoman Wahyu Udayani; Puguh Santoso; I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2021): COMSERVA: Indonesian Journal of Community Services and Development
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.991 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i4.18

Abstract

Jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat dan angka kematian menurun mengharuskan lansia untuk dapat mempertahankan kualitas hidup, tetap aktif dan produktif. Cara menjaga kesehatan fisik lansia melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin dimana cek kesehatan secara rutin merupakan salah satu langkah yang penting dilakukan untuk memelihara kondisi tubuh. Pemeriksaan kesehatan oleh lansia pada dasarnya adalah mendeteksi dini penyakit atau berusaha untuk mencegah penyakit dari terjadi. Penyuluhan kesehatan merupakan upaya untuk memberikan pemahaman, penyebaran informasi tentang masalah kesehatan dan solusi pemecahan masalah kesehatan kepada masyarakat agar berperilaku atau mengubah perilaku ke arah yang dapat menunjang kesehatannya. Jumlah peserta prolanis yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 49 orang. Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik atas konseling yang diberikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti rangkaian acara sampai selesai.
Co-Authors Adnyani, Putu Mesi Dian Adrianta, I Ketut Agus Agung Ari Chandra Wibawa Agung Ari Chandra Wibawa Agustin, Ni Kadek Jessica Agustini, Ni Putu Dewi Anggreni, Ayu Putu Puspa Anita Dewi, Ni Luh Kade Arman Apriani, Rista Ciptawati, Ni Wayan Cokorda Javandira Debby Juliadi Dewi, Ni Kadek Dhea Cipta Dewi, Putu Intan Candra Dwipayanti, Ni Kadek Sari Erna Cahyaningsih Febryna Dharma Yanti, Ni Luh Putu Fitria Megawati Fitria Megawati Fredinan Yulianda Fridayana, Ni Luh Gede Erica Herleeyana Meriyani Herleeyana Meriyani I Dewa Ayu Anom Yustari Nida I Gede Made Suradnyana I Gede Yodhi Trismawan I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardhani I Gusti Ayu Arya Ditha Suari I Ketut Sumantra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Nyoman Gede Tri Sutrisna I Putu Pasek Jaya Separsa I Putu Tangkas Suwantara I Putu Werda Bisama Ida Ayu Gede Syntya Mahayani IGAA Kusuma Wardani Kadek Ayu Puspa Pratiwi Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Laksmi, Luh Putri Dianti Lestari, Ketut Sita Citra Lilis Adnyani Ni Putu Luh Putu Febryana L Lusi Puspitasari, Ni Wayan Made Dwik Lestari Maharani, Ade Dwi Karisma Mahardika, I Made Agus Mahendra, I Putu Aldy Manik Suka Dewi Yani Ni Komang Maria Daniela Tupa Hokor Maria Malida Vernandes Sasadara Mayun Anak Agung Istri Mega Ratnasari, Ni Luh Ayu Megawati, Fitri Megawati, Fitria Meika, Ni Putu Trisna Mendra, Ni Nyoman Yudianti Meriyani, Herleeyana Nggaba, Ellenoire Rambu Kabeba Hammu Ni Komang Enny Wahyuni Ni Luh Ayu Mega Ratnasari Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Putu Dewi Purnama Sari Ni Luh Putu Sulasmini Ni Luh Putu Tris Yoga Cahyani Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka Ni Made Sukma Sanjiwani Ni Nyoman Ayu Puspita Sari Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Leona Yorita Dewi Ni Putu Lilis Adnyani Ni Putu Lilis Adnyani Ni Putu Putri Cahya Anggreni Ni Putu Refina Dharma Yanti Ni Putu Sintia Rahayu Ni Wayan Ciptawati Ni Wayan Riastini Nindya Kartika, Dewa Ayu Kintan Nugraha, Nyoman Dhamapada Nyoman Budiartha Siada Pendet, Ni Made Diah Pusparini Puguh Santoso Puguh Santoso puguh santoso, puguh Putra Hilmi Prayitno Putra, I Made Agus Sunadi Putri, Ni Komang Ary Agustina Berliana Putu Era Sandhi K.Yuda Putu Era Sandhi Kusuma Yuda Putu Mesi Dian Adnyani Riastini, Ni Wayan Sasadara, Maria Malida Vernandes Siluh Putu Astini Sugijanto, Milyadi Sunadi Putra I Made Agus Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma Widiasriani, Ida Ayu Putu Wiguna, I Putu Bagus Artha Wiguna, Putu Dony Saputra Woro Enjang Santi Prihatin Wulandari, Ni Kadek Ganis Yowani, Anak Agung Sagung Iswarani Yustari Nida, I Dewa Ayu Anom Yuwono, Moch.