Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Produk Herbal Sediaan Teh Batang Pisang kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Megawati, Fitria; Prayitno, Putra Hilmi; Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Santoso, Puguh; Putra, I Made Agus Sunadi; Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Cahyaningsih, Erna; Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Juliadi, Debby; Agustini, Ni Putu Dewi
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p019

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk memberdayakan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar agar memiliki keahlian sebagai bekal berwirausaha untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi selepas masa tahanan, disamping untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Kegiatan pelatihan ini juga merupakan upaya diseminasi hasil penelitian tim dosen kepada mitra binaan, yang dalam hal ini ditujukan kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan. Pengetahuan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan manfaat farmakologi secara empiris maupun saintifik dari tanaman pisang secara umum maupun mengkhusus pada bagian batang pisang. Pengetahuan tambahan juga diberikan berupa strategi pemasaran produk sediaan herbal. Pelatihan keterampilan diberikan kepada warga binaan dalam bentuk pelatihan mengolah batang pisang menjadi produk sedian teh herbal dari proses awal berupa bahan segar, pembuatan simplisia batang pisang, pencampuran simplisia batang pisang dengan simplisia tambahan (daun mint dan daun stevia) sebagai komposisi teh, sampai dengan pengemasannya. Kegiatan ini dimonitoring dan dievaluasi dengan mengacu kepada keberhasilan warga binaan membuat produk herbal sediaan teh batang pisang, yangmana produk hasil karya warga binaan tersebut dipasarkan di lingkungan internal Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Denpasar. Kata kunci— Pengabdian Kepada Masyarakat, Lapas Perempuan, Teh Herbal Abstract The aim of this training activity is to empower the inmates of the Denpasar Class IIA Women's Prison to have skills to prepare for entrepreneurship to increase productivity and the economy after prison, in addition to growing self-confidence. This training activity is also an effort to disseminate the research results of the lecturer team to partners, which in this case is aimed at residents of the Class IIA Denpasar Women's Prison. The method used in implementing this activity is to provide knowledge and skills training. The knowledge provided is in the form of counseling on the empirical and scientific benefits of pharmacology of banana plants in general and specifically on the banana stem. Additional knowledge is also provided in the form of marketing strategies for herbal preparation products. Skills training is given to inmates in the form of training in processing banana stems into herbal tea products from the initial process in the form of fresh ingredients, making banana stem simplicia, mixing banana stem simplicia with additional simplicia (mint leaves and stevia leaves) as a tea composition, up to packaging. This activity is monitored and evaluated with reference to the success of the inmates in making herbal products made from banana stem tea. Keywords— Community Services, Women’s Prison, Herbal Tea
Pengujian Fitokimia dan Penentuan Kadar Senyawa Saponin Pada Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Nugraha, Nyoman Dhamapada; Sukma Sanjiwani, Ni Made; Wahyu Udayani , Ni Nyoman
Usadha Vol 3 No 1 (2024): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v3i1.7345

Abstract

Butterfly pea flower (Clitoria Ternatea L.) has long been used as a traditional medicine to cure various diseases so that it is used as a family medicinal plant (TOGA). Telang flower (Clitoria Ternatea L.) has properties as an antimicrobial, anthelmintic, or antiparasitic and insecticidal agent, fever medicine and pain reliever, anticancer, antioxidant, lowering blood sugar levels, anti-cholesterol, hypo-allergenic, immunomodulator and can be used in the treatment of wounds and can treat red eyes, tired eyes, skin diseases, and anti-toxins (Purba, 2020). This study aims to determine the presence or absence of saponins in the ethanol extract of butterfly pea and to determine the levels of saponins contained in the ethanol extract of butterfly pea (Clitoria Ternatea L.). A qualitative test was carried out by putting 0.5 gram of butterfly pea flower simplicia powder (Clitoria Ternatea L.) into a test tube, then adding 10 ml of hot water, shaking vigorously for 10 seconds and adding 2N HCl, then a quantitative test was carried out using the gravimetric method. Based on the research results that have been carried out positive butterfly pea flower extract (Clitoria Ternatea L.) contains saponin compounds with a saponin content of 1.54% using the gravimetric method. Keywords: Butterfly Pea Flower (Clitoria Ternatea L.), Saponins, Gravimetric Method.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI KRIM EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Wahyu Udayani, Ni Nyoman; Febryna Dharma Yanti, Ni Luh Putu; Arman Anita Dewi, Ni Luh Kade
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.241

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh adanya panas. Kulit adalah organ terbesar pada permukaan tubuh dan melindungi jaringan yang ada dibawahnya. Pengobatan dengan menggunakan bahan herbal masih terus dilakukan guna meminimalisir efek samping obat. Kulit pisang kepok dan kulit buah naga merah merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat menyembuhkan luka bakar karena memiliki senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kombinasi krim ekstrak kulit buah pisang kepok dan kulit buah naga merah sebagai penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Pengujian menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok, semua tikus dibuatkan luka bakar dan diberikan pengobatan sehari sekali. Pengukuran diameter luas luka bakar dilakukan setiap tiga hari sekali selama 14 hari. Hasil data pengukuran diuji secara statistik, menunjukan bahwa kombinasi krim ekstrak kulit pisang kepok dan kulit buah naga merah dengan persentase perbandingan yang berbeda yaitu F1 adalah 10%:7,5%, F2 adalah 15%:10%, dan F3 adalah 30%:15% memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kombinasi krim ekstrak kulit pisang kepok dan kulit buah naga merah dengan perbandingan 10%:7,5% sudah efektif dalam menyembuhkan luka bakar derajat II.
DIVERSIFIKASI TANAMAN HERBAL MENJADI PRODUK MINUMAN DALAM MENANGGULANGI DEMAM BERDARAH DENGUE Wahyu Udayani, Ni Nyoman; Ketut Agus Adrianta; I Made Agus Sunadi Putra; I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani; Ni Putu Leona Yorita Dewi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.282

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular akibat virus Dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes abopticus. Demam Berdarah Dengue merupakan masalah yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia yang berisiko kematian. Tujuan: Kegiatan Pengabdian ini dapat memberikan edukasi terkait penyakit dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif. Promosi kesehatan mengenai Demam Berdarah Dengue dan tanaman obat dapat diberikan melalui media buku saku di wilayah Desa Sumerta Kelod sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Metode: Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan melaui penyuluhan serta pemberian pretest dan posttest terkait informasi penyakit dan cara penanggulangan melalui pemanfaatan tanaman herbal menjadi minuman kesehatan. Hasil: Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 30 orang warga Desa Sumerta Kelod, dimana peserta laki-laki sebanyak 8 orang dan peserta perempuan sebanyak 22 orang. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 24 peserta atau sebesar 80% menunjukkan hasil yang positif dilihat dari nilai post-test lebih besar. Kesimpulan: Promosi kesehatan mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan melalui buku saku dapat menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat dan diharapkan kegiatan seperti ini rutin dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue di wilayah Desa Sumerta Kelod Kota Denpasar.
Innovation of Benalu Jeruk Leaf Antioxidant Biscuits with a Combination of Sweet Potato Leaf in the Gen-Z Era Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Wulandari, Ni Kadek Ganis; Meika, Ni Putu Trisna; Putri, Ni Komang Ary Agustina Berliana
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i3.459

Abstract

Free radicals are toxic by-products of aerobic metabolism and can cause oxidative damage and tissue dysfunction. Antioxidants can play a role in overcoming excess free radicals in the body by capturing free radicals and preventing chain reactions. Orange bitter melon leaves and sweet potato leaves are considered to contain flavonoids and anthocyanins that act as antioxidants. Therefore, a biscuit innovation was made with orange and sweet potato benalu leaf powder with antioxidants. This study aimed to determine the antioxidant content of biscuits with a combination of orange and sweet potato leaf powder. The biscuits were tested for water content and hedonic and antioxidant activity test using the DPPH method. The antioxidant test results showed that the IC50 value was 179.753, with a moisture content value of 2.21%. Hedonic test results show that the most preferred taste is in F1 because the use of the right simplisia powder ratio can provide an alluring taste. Things that must be considered from this study are that further experiments need to be carried out regarding the effect of giving biscuits containing antioxidants.
Studi Literatur : Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria. rocs) Lilis Adnyani Ni Putu; Wahyu Udayani Ni Nyoman; Sunadi Putra I Made Agus
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i2.4033

Abstract

Kadar radikal bebas yang melebihi kadar antioksidan pada tubuh dapat memicu kondisi stress oksidatif. Kondisi tersebut merupakan penyebab utama dari penyakit jantung dan kanker. Antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron dan melindungi tubuh dari stress oksidatif. Bagian tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah rimpang kunyit putih. Kunyit putih dipercaya dapat menetralkan racun, antinyeri, antibakteri dan sebagai antioksidan alami. Rimpang kunyit putih mengandung metabolit seperti kurkumin, zedoarin, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa tersebut diduga memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas sehingga mencegah rusaknya sel dan jaringan. Studi literatur ini dibuat untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria). Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur dengan mengumpulkan dan mengkaji informasi dari artikel yang sesuai topik studi literatur. Pencarian artikel menggunakan empat database online, yaitu Google Scholar, Plosone, PubMed dan Science Direct dengan batasan tahun publikasi 10 tahun terakhir. Terdapat 10 artikel yang melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi rimpang kunyit putih dengan pelarut, metode ekstraksi/fraksinasi dan metode uji antioksidan yang berbeda-beda. Pelarut yang banyak digunakan adalah etanol, sementara metode ekstraksi yang banyak digunakan adalah maserasi. Uji aktivitas antioksidan mayoritas menggunakan metode DPPH, diikuti dengan metode FTS, ABTS, DETBA, TBARS dan ORAC. Parameter aktivitas antioksidan ditunjukkan dengan nilai absorbansi, IC50, EC50 dan TE. Berdasarkan penelitian yang telah dirangkum, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi rimpang temu putih memiliki potensi aktivitas antioksidan dari kategori sangat aktif sampai dengan tidak aktif.
Pengujian Fitokimia dan Penentuan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Lusi Puspitasari, Ni Wayan; Sukma Sanjiwani, Ni Made; Wahyu Udayani , Ni Nyoman
Usadha Vol 3 No 2 (2024): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v3i2.7278

Abstract

  Flavonoids are polyphenolic compounds, so they have the chemical properties of phenolic compounds, which are slightly acidic, soluble in bases, and are polyhydroxy (hydroxy groups) and polar. Flavonoids are found in many plants such as butterfly pea. This study aims to determine the presence or absence of flavonoids in the ethanol extract of butterfly peas and the levels of flavonoids contained in the extract of butterfly peas (Clitoria ternatea L.). This research was conducted by extracting the butterfly pea flower by maceration with ethanol and phytochemical testing of flavonoids. Flavonoid content was determined by the Chang method using UV-visible spectrophotometry. The data obtained were analyzed using Lambert Beer's law. The results of this study indicate that the ethanol extract of butterfly pea flowers positively contains flavonoid compounds which cause a red color after phytochemical testing. Determination of the levels carried out obtained an average level of flavonoids of 0.28107%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliforme) DENGAN METODE DPPH (1,1- Diphenyl-2-Picryhidrazyl) Adrianta, Ketut Agus; Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Meriyani, Herleeyana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i1.1047

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) suku Araceae merupakan salah satu tanaman obat Indonesia, yang diduga berkhasiat membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, menekan efek negatif dari proses pengobatan modern (khemoterapi) seperti rambut rontok, nafsu makan hilang, rasa mual dan rasa nyeri di tubuh, bersifat antivirus dan anti bakteri. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun keladi tikus yang terdapat di Sidakarya, Denpasar, Bali. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak etanol daun keladi tikus dilakukan dengan metode penangkapan radikal DPPH. Pengujian ini diawali dengan penyiapan sampel, kemudian diekstraksi dengan metode ultrasonik dengan pelarut etanol. Uji aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil persentase peredaman diplotkan untuk mendapat kurva regresi linier. Sehingga didapat persamaan y = bx + a dan nilai IC50 dihitung dari persamaan regresi linier yang diperoleh. Uji aktivitas antioksidan etanol daun keladi tikus diukur pada panjang gelombang 518 nm. Dari kurva regresi diperoleh persamaan regresi adalah y = 0.527x + 9.891 dan R2= 0,985. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 76.10 ppm. Antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etanol daun keladi tikus dikatagorikan dalam antioksidan kuat.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rocs.) terhadap Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Dewi, Ni Kadek Dhea Cipta; Lestari, Ketut Sita Citra
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i2.8498

Abstract

White turmeric is one of the medicinal plants known for its antioxidant properties. This research aims to investigate the antioxidant strength of white turmeric extract (Curcuma zedoaria) by assessing the superoxide dismutase (SOD) activity in an oxidative stress model of white rats (Rattus norvegicus) exposed to cigarette smoke. The study was conducted as an experimental research with a randomized post-test only control group design. Thirty rats were used, divided randomly into six groups: normal control, negative control, positive control, and three treatment groups with extract doses of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBW, and 300 mg/kgBW. The extract was administered daily for 14 days. SOD levels were analyzed using SPSS 26 with the Tukey Post Hoc test. The results showed that the SOD levels in the serum of animals exposed to oxidative stress were 2.71 ng/ml, 2.86 ng/ml, and 3.32 ng/ml at doses of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBW, and 300 mg/kgBW, respectively. The dose of 300 mg/kgBW exhibited the highest antioxidant activity and showed potential to reduce oxidative stress caused by cigarette smoke exposure. This research adds valuable insight into the antioxidant activity of white turmeric ethanol extract and informs the public about its benefits as a natural antioxidant source, particularly in enhancing superoxide dismutase (SOD) activity. It also highlights the potential for white turmeric to be standardized as an herbal product, paving the way for preclinical and clinical trials towards its development as a phytopharmaceutical product.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Buah Dewandaru (Eugenia uniflora L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Aloksan Nggaba, Ellenoire Rambu Kabeba Hammu; Santoso, Puguh; Udayani, Ni Nyoman Wahyu
Usadha Vol 3 No 3 (2024): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v3i3.7380

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by a high increase in blood glucose that exceeds normal limits. Treatment based on natural ingredients can be an alternative to the treatment of diabetes. Plants that can be used are Dewandaru Fruit. This study used an experimental method (Pretest-Posttest Control Group Design) to determine whether there is a difference in blood glucose levels in alloxan-induced mice before and after administration of ethanol extract of dewadaru fruit. The extract was made by maceration method. Experimental animals were divided into 4 groups, each containing 6 mice. Group 1 (negative control) received alloxan, group 2 (positive control) received 5mg glibenclamide, group 3 received 100mg/kgBW extract, and group 4 received 200mg/kgBW extract. Alloxan-induced mice were subcutaneously measured 3 days after (pretest) and 14 days after treatment (posttest) using a glucometer. Data were analyzed using SPSS 26 with the Shapiro-Wilk normality test and pretest and posttest comparison test using Paired T-Test analysis. Based on the results of statistical tests, the study concluded that there was a significant difference in the decrease in blood glucose levels in alloxan-induced mice (Mus musculus) after being given the ethanol extract of Dewadaru fruit at doses of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW. Keywords: Antidiabetic; Flavonoid; Blood Sugar Levels; Dewandaru  (Eugenia uniflora L.)
Co-Authors Adnyani, Putu Mesi Dian Adrianta, I Ketut Agus Agung Ari Chandra Wibawa Agung Ari Chandra Wibawa Agustin, Ni Kadek Jessica Agustini, Ni Putu Dewi Anggreni, Ayu Putu Puspa Anita Dewi, Ni Luh Kade Arman Apriani, Rista Ciptawati, Ni Wayan Cokorda Javandira Debby Juliadi Dewi, Ni Kadek Dhea Cipta Dewi, Putu Intan Candra Dwipayanti, Ni Kadek Sari Erna Cahyaningsih Febryna Dharma Yanti, Ni Luh Putu Fitria Megawati Fitria Megawati Fredinan Yulianda Fridayana, Ni Luh Gede Erica Herleeyana Meriyani Herleeyana Meriyani I Dewa Ayu Anom Yustari Nida I Gede Made Suradnyana I Gede Yodhi Trismawan I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardhani I Gusti Ayu Arya Ditha Suari I Ketut Sumantra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Made Agus Sunadi Putra I Nyoman Gede Tri Sutrisna I Putu Pasek Jaya Separsa I Putu Tangkas Suwantara I Putu Werda Bisama Ida Ayu Gede Syntya Mahayani IGAA Kusuma Wardani Kadek Ayu Puspa Pratiwi Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Laksmi, Luh Putri Dianti Lestari, Ketut Sita Citra Lilis Adnyani Ni Putu Luh Putu Febryana L Lusi Puspitasari, Ni Wayan Made Dwik Lestari Maharani, Ade Dwi Karisma Mahardika, I Made Agus Mahendra, I Putu Aldy Manik Suka Dewi Yani Ni Komang Maria Daniela Tupa Hokor Maria Malida Vernandes Sasadara Mayun Anak Agung Istri Mega Ratnasari, Ni Luh Ayu Megawati, Fitri Megawati, Fitria Meika, Ni Putu Trisna Mendra, Ni Nyoman Yudianti Meriyani, Herleeyana Nggaba, Ellenoire Rambu Kabeba Hammu Ni Komang Enny Wahyuni Ni Luh Ayu Mega Ratnasari Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Putu Dewi Purnama Sari Ni Luh Putu Sulasmini Ni Luh Putu Tris Yoga Cahyani Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka Ni Made Sukma Sanjiwani Ni Nyoman Ayu Puspita Sari Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Leona Yorita Dewi Ni Putu Lilis Adnyani Ni Putu Lilis Adnyani Ni Putu Putri Cahya Anggreni Ni Putu Refina Dharma Yanti Ni Putu Sintia Rahayu Ni Wayan Ciptawati Ni Wayan Riastini Nindya Kartika, Dewa Ayu Kintan Nugraha, Nyoman Dhamapada Nyoman Budiartha Siada Pendet, Ni Made Diah Pusparini Puguh Santoso Puguh Santoso puguh santoso, puguh Putra Hilmi Prayitno Putra, I Made Agus Sunadi Putri, Ni Komang Ary Agustina Berliana Putu Era Sandhi K.Yuda Putu Era Sandhi Kusuma Yuda Putu Mesi Dian Adnyani Riastini, Ni Wayan Sasadara, Maria Malida Vernandes Siluh Putu Astini Sugijanto, Milyadi Sunadi Putra I Made Agus Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma Widiasriani, Ida Ayu Putu Wiguna, I Putu Bagus Artha Wiguna, Putu Dony Saputra Woro Enjang Santi Prihatin Wulandari, Ni Kadek Ganis Yowani, Anak Agung Sagung Iswarani Yustari Nida, I Dewa Ayu Anom Yuwono, Moch.