Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MELALUI PERMAINAN MEMASANGKAN GAMBAR DENGAN KATA DI TAMAN KANAK-KANAK CIREBON Maulidya Ulfah; Evana Evana
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.176 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2656

Abstract

AbstractCommunication can be seen as the process of publicizing information to others who will convey a message message from a child, the day off. Then the 5-6 year old child was able to convey information to the parents what information obtained from the teacher class. When children communicate with peers, both seen from the child playing and talking about his favorite object accidentally the child can communicate well. Problems found in the school children have not been able to mention letters, because of these factors children do not have a lot of vocabulary, so that in communicating the child is difficult in communication with his friends and teachers, and parentsThis study aims to: 1) Know the ability of communicating children in groups in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon, 2) Knowing Improved communication skills in group B in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon, 3) Knowing the game Pair image with keywords in group B in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon.This research method uses Class / PTK action research. Subjects of B-class students TK Nurul Wathoni Cirebon, which consists of 21 children, in Kedawung District Cirebon District. Data analysis techniques that researchers use are interviews, observation, and documentation.The results of this study indicate that there is an increase in communication skills of children on the game pair with the word in group B in TK Nurul Wathoni Cirebon before given the action or percentage of Pre Cycle 19.04%, the cycle I of the presentation is 47.61%, while in cycle II 85.71%, it can be concluded its existence between Cycle I Cycle I of 28.57%, so the difference between the percentage of Cycle I to Cycle II is 38.1%. Keywords: Communication, Pairing Image With Words, Early Childhood Abstrak Komunikasi dapat dilihat sebagai proses menyampaikan suatu informasi kepada orang lain yang akan disampaikannya berupa pesan contohnya anak mendapatkan suatu informasi dari guru, bahwa besok itu libur. Kemudian anak yang berusia 5-6 tahun itu sudah mampu menyampaikan informasi kepada orang tua apa yang didapat suatu informasi tersebut, dari guru kelasnya. Ketika anak berkomunikasi dengan teman sebayanya, baik dilihat dari anak itu bermain maupun berbicara mengenai benda kesukaannya dengan tidak tidak sengaja anak dapat berkomunikasi dengan baik. Masalah yang ditemukan disekolah itu anak belum mampu menyebutkan huruf, karena dari faktor tersebut anak belum mempunyai kosa kata yang banyak, sehingga dalam berkomunikasi anak sulit dalam komunikasi dengan temannya maupun guru, dan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Kemampuan komunikasi anak pada kelompok di TK Nurul Wathoni Cirebon, 2) Mengetahui Peningkatan Kemampuan komunikasi pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon, 3) Mengetahui Permainan Memasangkan gambar dengan kata diterapkan pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon.Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas/PTK. Subjek penelitian anak didik Kelompok B TK Nurul Wathoni Cirebon, yang terdiri dari 21 anak, di Kecematan Kedawung  Kabupaten Cirebon. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi anak melalui permainan memasangkan gambar dengan kata pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon pada  sebelum diberi tindakan atau Pra Siklus presentasenya adalah 19,04 %,  pada Siklus I presentasenya adalah 47,61 %, sedangkan pada siklus II presentasenya adalah 85,71%, Jadi dapat disimpulkan bahwa presentase antara Pra Siklus ke Siklus I  yaitu 28,57 %, sehingga selisih antara  presentase Siklus I ke Siklus II yaitu 38,1 %. Kata Kunci: Komunikasi, Permainan Memasangkan Gambar Dengan Kata, Anak UsiaDini 
PENGARUH AKTIVITAS FISIK DAN LINGKUNGAN ALAMIAH BAGI DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny; Maulidya Ulfah; Nur Hamzah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v6i2.6206

Abstract

This research aims to determine the influence of physical activity and the provision of the natural environment for early childhood endurance because many schools for early childhood in Indonesia, are less optimal in the habituation of physical activities and less concerned with the natural environment. Their focus only on the children's Activities program based on the rigid curriculum, place, and learning media, with all activities held in the room. According to the interview and observation result in Daycare Tunas Mentari. The habituation of physical activity and the provision of natural environment had a significant influence on the children's body's endurance. Habituation of physical activity for early childhood must be done programmatically and become a habit; also the intervention of natural environment in schools must be done, by planting fruit trees or large trees that have the function of oxygen producers, neutralize pollution, cleanse and stabilize the air temperature, maintain clean water reserves, and control ecological, social imbalance. Types of trees and plants must be the suitability of their environment. Caring for the natural environment is very beneficial for the development and health of children, also for the sustainability of the universe and the health of the World Society
IMPLEMENTASI ISLAMIC PARENTING DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI DI RA AT-TAQWA KOTA CIREBON Ahmad Yani; Ery Khaeriyah; Maulidya Ulfah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.653 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i1.1464

Abstract

AbstrakMasa keemasan seorang anak, khususnya pertumbuhan dan perkembangan otaknya (golden age), menurut para pakar (neurosains) adalah saat mereka berada di usia dini atau setara dengan usia sekolah taman kanak-kanak atau RA, yaitu sekitar 4-7 tahun. Oleh karenanya, di usia ini pendidikan bagi seorang anak menjadi penting, di samping itu, pemahaman orang tua tentang bagaimana sebaiknya mendidik anak (parenting) di masa usia TK/RA juga menjadi bagian yang sangat penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaanIslamic Parenting Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Di RA At-Taqwa Kota Cirebon yang merupakan salah satu RA unggulan dan siswa-siswinya memiliki banyak prestasi, serta untuk mengetahuimasalah-masalah yang dihadapi orangtua dalam menerapkan pola pengasuhan anak usia dini secara islami, tindakan apa yang dilakukan orangtua dalam mengatasi masalah-masalah tersebut dan dampak Islamic Parenting terhadap karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara  mendalam, telaah dokumentasi,dan Focus Grup Discussion. Pengumpulan data primer yang dilakukan melalui wawancara mendalam agar dapat menggali lebih banyak informasi dari informan dilakukan kepada kepala sekolah, Ketua Persatuan Orang tua Murid dan Guru,  serta orang tua/wali murid. Selain itu, pengumpulan data sekunder diperoleh melalui pencatatan dokumen-dokumen RA yang mendukung kegiatan pembelajaran RA. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Islamic Perenting di RA At-Taqwa adalah kegiatan orang tua/wali murid RA yang difasilitasi pihak sekolah/RA untuk mengadakan kegiatan presentasi ilmiah ataupun pengkajian tentang berbagai tema terkait pola pendidikan dan pengasuhan anak usia dini (RA), dengan tujuan untuk memberikan tambahan wawasan pengetahuan teoritik dan pengalaman praktis kepada orang tua/wali murid dalam mendidik anak-anak mereka. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Persatuan Orang tua Murid dan Guru (POMG) setiap bulan sekali pada hari Sabtu minggu ke-4, dimulai jam 08.00 sd. Jam 10.00 WIB di RA setempat, dengan menghadirkan narasumber yang dianggap kompeten dibidangnya. 2) Orang tua/wali murid RA dalam melakukan pola pengasuhan anak terhadap anak-anak mereka (usia dini/RA) tidak luput dari berbagai kendala yang dihadapi, antara lain anak tidak mau belajar; anak tidak mau sholat; anak selalu menunggu perintah orang tua; Tidak mau mengikuti perintah orang tua;Kondisi anak kurang moods; Anak-anak mengantuk;Anak malas-malasan;Anak merasa kecapean; 3) Langkah-langkah yang dilakukan orang tua/wali murid RA At-Taqwa Kota Cirebon, dalam mengatasi berbagai kendala sebagaimana tersebut di atas, berdasarkan wawasan dan pengalaman yang orang tua/wali murid lakukan antara lain dengan cara memahami karakter anak, menguatkan kesabaran, dengan strategi membujuk anak secara pelan-pelan, memberikan pengertian dan penjelassan dengan baik, memberikan reward dan punishment, memberikan contoh teladan dan pembiasaan, memahami dan mengerti kondisi anak. 3) Dampak yang dirasakan orang tua/wali murid RA At-Taqwa setelah mengikuti kegiatan Islamic parenting dalam pembentukan karakter anak usia dini (RA), antara lain mereka merasa terbantu memiliki pola untuk lebih mendisiplinkan anak anak,  dapat mengokohkan persaudaraan/silaturrahim, saling sharing pengalaman dalam melakukan pola pengassuhan anak antara orang tua yang satu dengan yang lainnya, dan membantu proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan positif. Kata Kunci: Islamic Parenting, Pembentukan Karakter, Anak Usia Dini
Penerapan Model High Scope dalam Pembelajaran Matematika Permulaan Anak Usia Dini Maulidya Ulfah; Monika Nurlaela; Saifuddin Saifuddin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v8i1.8968

Abstract

The skills needed by children to understand mathematics are the ability to identify mathematical concepts that children can learn through play activities. Basically, children need meaningful activities, children like to take part in the activities of adults so that they feel useful and feel needed. This study aims to determine the learning process by using high scope models in learning mathematics beginning of early childhood at TKIT Sabilul Huda. The high scope model is a learning model based on the development of interactions. This learning model emphasizes the importance of direct child involvement and this learning model is child-centered. The methods and media used by the teacher in terms of learning mathematics beginning for children are less interesting and very far from the word fun for children. This study uses a descriptive qualitative research method, with a focus on research on the application of the high scope model in early childhood mathematics learning, while the primary data sources are principals, center class teachers, and children. The secondary data sources are references to both books and journals related to high scope models and mathematics beginning of early childhood. Data collection techniques using observation, interview, and documentation techniques. And checking the validity of the data using triangulation. The results of the study showed that the application of high scope models in mathematics learning for early childhood at the TKIT Sabilul Huda had been done well from the planning of learning, implementation, and evaluation of learning. The results of the application of the high scope model in early childhood mathematics learning can be seen from the teacher's assessment, the performance of the child and the work of the child who gets the value of developing very well and developing as expected.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN GELAS BOCOR Maulidya Ulfah
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.52 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v2i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sosial anak di RA Al-Amin Cirebon, mengetahui peningkatan kemampuan sosial dengan permainan gelas bocor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 20 anak. Data yang diperoleh dari penelitian pra siklus, siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa peningkatan kemampuan sosial anak melalui permainan gelas bocor pada kelompok A di RA Al-Amin Cirebon pada  sebelum diberi tindakan atau Pra Siklus presentasenya adalah 40 %,  pada Siklus I presentasenya adalah 55 %, sedangkan pada siklus II presentasenya adalah 80%, Jadi dapat disimpulkan bahwa presentase antara Pra Siklus ke Siklus I  yaitu 15 %, sehingga selisih antara  presentase Siklus I ke Siklus II yaitu 25 %. Kata kunci: kemampuan sosial, permainan gelas bocor
Pengembangan Buku Ajar Digital Parenting: Strategi Perlindungan Anak Usia Dini Maulidya Ulfah; Maemonah Maemonah; Sigit Purnama; Nur Hamzah; Elfann Fanhas Fatwa Khomaeny
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1773

Abstract

Penggunaan teknologi yang tidak semestinya mengakibatkan adanya digital kidnapping, cyberbulllying, child grooming, kecanduan gawai, pornografi, bahaya kesehatan dan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku ajar digital parenting sebagai strategi perlindungan anak. Metode yang dipakai adalah penelitian dan pengembangan (RND) mengacu pada model pengembangan 4-D (define, design, develop dan desseminate). Produk divalidasi pakar media dan pakar ahli materi serta diuji cobakan kepada 15 orang tua anak selama 1 bulan. Teknik Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis tahap pertama dengan analisis deskriptif dan teknik analisis kualitas produk adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Pengembangan isi buku yaitu bahaya dunia online, konsep digital parenting, pengasuhan anak, bersahabat dengan media digital dan sinergi peran dari orang tua dan sekolah dalam melindungi anak. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa buku yang dinyatakan layak digunakan dengan hasil dari ahli media 85%, ahli materi 82%, pengguna 88,3% dan nilai rata-rata 85,1%.
Pendekatan Holistik Integratif Berbasis Penguatan Keluarga pada Pendidikan Anak Usia Dini Full Day Maulidya Ulfah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.255

Abstract

Holistik integratif merupakan pendekatan yang memerlukan kesinambungan dan keselarasan layanan bagi anak usia dini. Kerjasama antar bebagai pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan pendekatan holistik integratif dalam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran pendekatan holistik dan integratif berbasis penguatan keluarga dan hasil penerapannya pada PAUD Full Day di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan ialah deksriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi secara terstuktur. Hasil penelitian yang dilakukan yakni ditemukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendekatan holistik integratif berbasis penguatan keluarga di KB TK Aisyiyah Ahmad Dahlan Full Day Kota Yogyakarta dengan hasil yang sesuai standar dari Peraturan Presiden No 60 tahun 2013. Hal ini terlihat dari hasil pengumpulan data yang dilakukan meliputi lima layanan/program pelaksanaan yaitu pendidikan, pengasuhan, gizi, kesehatan dan perlindungan. Dukungan keluarga sebagai penyelenggaran pendidikan anak di rumah dan partisipasi aktif dalam kegiatan di sekolah menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan holistik integratif pada PAUD full day
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM NATIONAL COUNCIL OF TEACHERS OF MATHEMATICS (NCTM) PADA ANAK Maulidya Ulfah; Lisa Felicia
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5642

Abstract

Abstrak: Pengenalan pembelajaran Matematika pada anak merupakan kegiatan yang sangat penting untuk perkembangan anak. NCTM dan NAEYC menegaskan bahwa pendidikan matematika yang berkualitas tinggi, menantang dan mudah dipahami untuk anak usia 3-6 tahun merupakan dasar yang sangat penting untuk masa depan anak. Oleh karena itu, anak sejak dini perlu dikenalkan atau bahkan diajarkan tentang matematika permulaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hakekat pembelajaran matematika untuk anak usia dini, mengetahui pendidikan matematika terpadu, memahami prinsip pembelajaran matematika menurut NCTM pada anak, memahami standar pembelajaran matematika menurut NCTM untuk anak dan memahami kemampuan berhitung permulaan pada anak. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka tentang NCTM. Hasilnya bahwa NCTM memberikan 6 prinsip dasar yang harus dimasukan secara serius kedalam program matematika di sekolah yaitu prinsip kesetaraan, kurikulum, pengajaran, pembelajaran, penilaian dan teknologi. Pengalaman matematika merupakan ketrampilan dasar pada anak yang meliputi mencocokkan, mengelompokkan dan mengurutkan. Dalam NCTM terdapat 5 standar isi matematika pada anak usia dini yaitu bilangan, geometri, pengukuran. Standar dan Prinsp pembelajaran matematika pada anak usia dini secara internasional telah terdokumentasikan dalam NCTM. Oleh karena itu pendidik hendaknya menerapkan prinsip dan standar tersebut sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai dengan mudah. Kata Kunci: NCTM, Pembelajaran, Matematika, Anak
Pengenalan Mufrodat Bahasa Arab Melalui Permainan Ular Tangga Pada Anak Usia Dini Maulidya Ulfah; Durtam Durtam; Imas Maesaroh
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 5 No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.919 KB) | DOI: 10.29062/seling.v5i2.436

Abstract

Language development is very important in early childhood, because it can provide a stimulus to the children so there are no obstacles in the learning process. This study aimed to improve their language skills, especially in the introduction of the Arabic language mufrodat through the game of snakes and ladders in class B RA An-Nawaa I Cirebon. The subjects of this study were class B2 16 children. collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results showed that the introduction of the language component mainly mufrodat Arabic can be introduced through the game of snakes and ladders. component of the introduction of the Arabic language can be seen before action gained 18.75% or 3 children on criteria developing with hope, in the first cycle was obtained 50% or 8 children on criteria developing very well, and criteria developing with hope 9 children, and the second cycle was obtained 81.25% or the criteria developing very well 5 children, and on developing with hope criteria 11 children.
Field Trips as Science Learning In Early Children Maulidya Ulfah; Saifuddin Saifuddin; Khoirunnisa Khoirunnisa
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v5i2.19061

Abstract

ABSTRAK. Field trip merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi dan memperoleh informasi secara langsung dengan berbagai benda di sekitar anak. TK Nara Islamic School Kota Cirebon menerapkan metode field trip dalam mengembangkan kemampuan sains. Jenis peneliti ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemerolehan data berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa field trip sangat efektif digunakan pada anak Taman Kanak-kanak karena anak dapat belajar secara langsung berbagai kejadian yang terjadi dan dapat merangsang anak untuk bertanya. Filedtrip diterapkan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Pelaksanaan pembelajaran sains melalui kegiatan field trip diantaranya dengan memperkenalkan langsung anak ke alam. Anak dapat melihat, mendengar, merasakan, rasa dan menyentuh sesuai dengan yang distimulasi Pendidik. Anak juga dapat belajar secara langsung sehingga lebih mudah memahami. Keberhasilan penggunaan metode dalam pembelajaran sains melalui kegiatan field trip anak usia dini dapat teramati dengan hasil penilaian anak berkembang sesuai harapan dalam aspek memecahkan masalah dan berpikir logis.Kata Kunci:  Anak usia dini, metode field trip, pembelajaran sains ABSTRACT. Field trips are one of the learning methods that provide opportunities for children to observe or observe and obtain information directly with various objects around the child. TK Nara Islamic School Cirebon City applies the field trip method in developing scientific skills. This type of research uses descriptive qualitative research. Data acquisition comes from observation, interviews, and documentation. The results show that field trips are very effective for Kindergarten children because children can learn directly about various events that occur and can stimulate children to ask questions. Filedtrip is applied according to the plan that has been made. Implementation of science learning through field trip activities, including by introducing children directly to nature. Children can see, hear, feel, taste and touch according to what is stimulated by the educator. Children can also learn directly so that it is easier to understand. The success of using the method in learning science through field trip activities for early childhood can be observed with the results of the assessment that children develop according to expectations in the aspect of solving problems and thinking logically.Keyword: early childhood, field trip methods, learning science