Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor Penyebab Gifted pada Anak Usia Dini: Sebuah Studi Literatur Sistematis Fauziddin, Mohammad; Ulfah, Maulidya; Elyana, Luluk; Juniarti, Yenti; Astini, Baik Nilawati
Gifted: Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Penelitian dan Pengembangan Perkumpulan Program Studi PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/gifted.v2i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penyebab gifted pada anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Giftedness merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti faktor genetik, lingkungan, serta interaksi antara anak dan lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan pendekatan SLR yang merujuk pada pendidik PRISMA, studi ini mengidentifikasi temuan-temuan utama dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan dari tahun 2013 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor stimulasi lingkungan, keterlibatan orang tua, dan dukungan dari sekolah memainkan peranan penting dalam mengembangkan potensi gifted anak usia dini. Implikasi dari hasil ini diharapkan dapat memberikan arahan dalam pengembangan kebijakan dan strategi pendidikan anak gifted di masa depan.
Digital Application-Based Parenting Management to Optimize Parents Educational Interaction with Early Childhood in the Context of Sustainable Education Luluk Elyana; Samta, Soraya Rosna; Fauziddin, Mohammad; Ulfah, Maulidya
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 3 (2025): December : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i3.3317

Abstract

This study examines the implementation of digital application-based parenting management to optimize educational interactions between parents and early childhood children in Ngaliyan area, Semarang City. The digital era demands transformation of parenting patterns that are more adaptive and integrated with technology. This qualitative research involved 20 active PAUD schools as samples, with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation. The results showed that digital parenting applications can improve the quality of parent-child educational interactions by 73%, facilitate child development monitoring, and create learning continuity between home and school. The main challenges include low parental digital literacy (42%), limited internet access (28%), and resistance to changes in traditional parenting patterns (35%). The most effective applications integrate real-time communication features, child development tracking, educational content libraries, and expert consultations. This research recommends developing digital literacy programs for parents, providing adequate technology infrastructure, and continuous training to optimize the use of technology in parenting. Implementation of digital parenting management has proven to support the achievement of sustainable education goals that are responsive to the needs of digital native generations.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN GELAS BOCOR Ulfah, Maulidya
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 2, No 1 (2019): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v2i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sosial anak di RA Al-Amin Cirebon, mengetahui peningkatan kemampuan sosial dengan permainan gelas bocor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 20 anak. Data yang diperoleh dari penelitian pra siklus, siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa peningkatan kemampuan sosial anak melalui permainan gelas bocor pada kelompok A di RA Al-Amin Cirebon pada  sebelum diberi tindakan atau Pra Siklus presentasenya adalah 40 %,  pada Siklus I presentasenya adalah 55 %, sedangkan pada siklus II presentasenya adalah 80%, Jadi dapat disimpulkan bahwa presentase antara Pra Siklus ke Siklus I  yaitu 15 %, sehingga selisih antara  presentase Siklus I ke Siklus II yaitu 25 %. Kata kunci: kemampuan sosial, permainan gelas bocor
Model Insersi Pendidikan Antikorupsi Dalam Pembelajaran Keagamaan Islam di SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) Riska, Riska; Suyadi, Suyadi; Ulfah, Maulidya; Azani, Mohammad Zakki; Makhful, Makhful; Kardi, Juliwis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5131

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah munculnya munculnya fenomena “regenerasi” korupsi secara terdidik. Pada tahun 2011, usia koruptor termuda adalah 40 tahun (Angelina Sondakh). Tetapi pada tahuan 202, usia koruptor termuda adalah 24 tahun (Nur Afifah Bilqis). Semakin muda, memasuki dunia kerja termasuk politik semakin berani korupsi. Fenomena regenerasi dan kaderisasi korupsi tersebut disebabkan karena kegagalan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak muda, namun jauh dari perilaku koruptif. SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) didesain mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi hard skill maupun soft skill termasuk karakter Islami yang antikorupsi. Metode penelitian ini adalah Rn D model Borg dan Gall dengan 10 langkah yang terbagi dalam 3 tahap, yakni analisis kebutuhan, rancangan model, dan uji validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi di SMK-PK dilakukan secara insersi, yakni menyisipkan nilai-nilai antikorupsi ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru-guru PAI diberi pelatihan khusus tentang kompetensi antikorupsi, RPP dirancang bermuatan fikih antikorupsi, dan praktik pembelajaran menginsersikan nilai-nilai antikorupsi. Temuan penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan materi PAI yang responsif terhdap kasus-kasus korupsi dengan cara memberi tekanan khusus pada fikih antikorupsi.
Inovasi dalam Pembelajaran: Pengembangan Media Vocal Games Digital untuk Meningkatkan Pelafalan Huruf Vokal Puspitasari, Faridah; Jazariyah; Maulidya Ulfah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i2.12367

Abstract

Penelitian ini berfokus pada anak-anak usia 4–5 tahun yang masih mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf vokal secara jelas dan sering kali tidak mampu membedakan bunyinya dengan tepat. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan efektif juga menjadi hambatan dalam proses pengenalan huruf vokal pada anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan pelafalan huruf vokal anak; (2) menjelaskan proses pengembangan media Vocal Games Digital; dan (3) mengevaluasi kelayakan media tersebut dalam meningkatkan pelafalan huruf vokal pada anak-anak TK Al-Washilah Panguragan, Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall, yang terdiri atas 10 tahap, namun hanya lima tahap yang diterapkan karena keterbatasan waktu dan skala uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pelafalan huruf vokal anak sebelum menggunakan media Vocal Games Digital berada pada kategori rendah 39%, yang menguatkan urgensi pengembangan media. Proses pengembangan media Vocal Games Digital dilaksanakan sistematis melalui lima tahapan Borg & Gall dan media dinyatakan Layak dan Efektif dalam meningkatkan pelafalan huruf vokal. Validasi dari ahli media dan ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 95%, sedangkan ahli bahasa memberikan penilaian 100%. Penilaian pengguna juga menunjukkan hasil yang positif, dengan nilai 96% dari kepala sekolah dan 81% dari guru kelas A, keduanya termasuk dalam kategori "Layak". Temuan ini menunjukkan bahwa Vocal Games Digital merupakan media yang valid dan relevan untuk mendukung pembelajaran pelafalan huruf vokal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variasi materi tema agar dapat memperluas cakupan pembelajaran anak.