Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN GELAS BOCOR Ulfah, Maulidya
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 2, No 1 (2019): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v2i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sosial anak di RA Al-Amin Cirebon, mengetahui peningkatan kemampuan sosial dengan permainan gelas bocor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 20 anak. Data yang diperoleh dari penelitian pra siklus, siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa peningkatan kemampuan sosial anak melalui permainan gelas bocor pada kelompok A di RA Al-Amin Cirebon pada  sebelum diberi tindakan atau Pra Siklus presentasenya adalah 40 %,  pada Siklus I presentasenya adalah 55 %, sedangkan pada siklus II presentasenya adalah 80%, Jadi dapat disimpulkan bahwa presentase antara Pra Siklus ke Siklus I  yaitu 15 %, sehingga selisih antara  presentase Siklus I ke Siklus II yaitu 25 %. Kata kunci: kemampuan sosial, permainan gelas bocor
Model Insersi Pendidikan Antikorupsi Dalam Pembelajaran Keagamaan Islam di SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) Riska, Riska; Suyadi, Suyadi; Ulfah, Maulidya; Azani, Mohammad Zakki; Makhful, Makhful; Kardi, Juliwis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5131

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah munculnya munculnya fenomena “regenerasi” korupsi secara terdidik. Pada tahun 2011, usia koruptor termuda adalah 40 tahun (Angelina Sondakh). Tetapi pada tahuan 202, usia koruptor termuda adalah 24 tahun (Nur Afifah Bilqis). Semakin muda, memasuki dunia kerja termasuk politik semakin berani korupsi. Fenomena regenerasi dan kaderisasi korupsi tersebut disebabkan karena kegagalan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak muda, namun jauh dari perilaku koruptif. SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) didesain mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi hard skill maupun soft skill termasuk karakter Islami yang antikorupsi. Metode penelitian ini adalah Rn D model Borg dan Gall dengan 10 langkah yang terbagi dalam 3 tahap, yakni analisis kebutuhan, rancangan model, dan uji validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi di SMK-PK dilakukan secara insersi, yakni menyisipkan nilai-nilai antikorupsi ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru-guru PAI diberi pelatihan khusus tentang kompetensi antikorupsi, RPP dirancang bermuatan fikih antikorupsi, dan praktik pembelajaran menginsersikan nilai-nilai antikorupsi. Temuan penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan materi PAI yang responsif terhdap kasus-kasus korupsi dengan cara memberi tekanan khusus pada fikih antikorupsi.
Inovasi dalam Pembelajaran: Pengembangan Media Vocal Games Digital untuk Meningkatkan Pelafalan Huruf Vokal Puspitasari, Faridah; Jazariyah; Maulidya Ulfah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v5i2.12367

Abstract

Penelitian ini berfokus pada anak-anak usia 4–5 tahun yang masih mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf vokal secara jelas dan sering kali tidak mampu membedakan bunyinya dengan tepat. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan efektif juga menjadi hambatan dalam proses pengenalan huruf vokal pada anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan pelafalan huruf vokal anak; (2) menjelaskan proses pengembangan media Vocal Games Digital; dan (3) mengevaluasi kelayakan media tersebut dalam meningkatkan pelafalan huruf vokal pada anak-anak TK Al-Washilah Panguragan, Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall, yang terdiri atas 10 tahap, namun hanya lima tahap yang diterapkan karena keterbatasan waktu dan skala uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pelafalan huruf vokal anak sebelum menggunakan media Vocal Games Digital berada pada kategori rendah 39%, yang menguatkan urgensi pengembangan media. Proses pengembangan media Vocal Games Digital dilaksanakan sistematis melalui lima tahapan Borg & Gall dan media dinyatakan Layak dan Efektif dalam meningkatkan pelafalan huruf vokal. Validasi dari ahli media dan ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 95%, sedangkan ahli bahasa memberikan penilaian 100%. Penilaian pengguna juga menunjukkan hasil yang positif, dengan nilai 96% dari kepala sekolah dan 81% dari guru kelas A, keduanya termasuk dalam kategori "Layak". Temuan ini menunjukkan bahwa Vocal Games Digital merupakan media yang valid dan relevan untuk mendukung pembelajaran pelafalan huruf vokal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variasi materi tema agar dapat memperluas cakupan pembelajaran anak.
EXPLORING THE INFLUENCE OF PARENTAL-TEACHER ENGAGEMENT IN PLAY-BASED MATHEMATICAL LEARNING ON MOTOR DEVELOPMENT AND HEALTH OUTCOMES IN EARLY CHILDHOOD Sari, Diah Andika; Kuswanto, Cahniyo Wijaya; Anhusadar, Laode; Purnama, Sigit; Ulfah, Maulidya
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9, Nomor 3, September 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i3.42381

Abstract

This study examines the influence of parental-teacher engagement in play-based mathematical learning on the motor development and health outcomes of preschoolers. The research is grounded in socio-cultural and ecological systems theory, responding to the growing need for holistic, collaborative approaches in early childhood education that integrate academic, behavioral, and physical domains. Using a mixed-method sequential explanatory design, the study was conducted over three months in three early childhood centers in Bandar Lampung, Indonesia, involving 120 children aged 4–6 years, along with their teachers and parents. Quantitative data were collected using the Peabody Developmental Motor Scales–Second Edition (PDMS-2), a WHO-adapted Health Monitoring Checklist, and a validated observation rubric on adult collaboration. Results showed significant improvements in gross and fine motor skills (Cohen’s d = 1.98–2.63), and in health behaviors, including increased physical activity (+28%), healthier eating habits (+25%), and more consistent sleep routines (+13%). Based on semi-structured interviews and focus groups with 25 participants, the qualitative phase revealed themes such as strengthened home-school partnerships, embedded learning in daily routines, enhanced child engagement, and challenges related to time and resources. The study concludes that collaborative, play-based learning environments effectively support integrated child development, with sustained benefits when reinforced across home and school. These findings empirically support family-inclusive pedagogies and suggest the need for differentiated engagement models and longitudinal follow-up to maximize developmental outcomes.
Islamic-Based Neuroparenting, Emotional Intelligence, and Character Development in Indonesian Muslim Diaspora Early Childhood in Australia: A Sequential Explanatory Mixed-Methods Study Ulfah, Maulidya; Suci Rohmadheny, Prima; Diah Andika Sari
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 11 No. 2 (2025): Issue in Progress
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-athfal.112-02

Abstract

Purpose – This study develops and tests an Islamic-based neuroparenting framework to strengthen emotional intelligence and character formation among Indonesian Muslim diaspora children (4 to 6 years) in Australia.Design/methods/approach – A sequential explanatory mixed-method design was used. Survey data from 150 Indonesian diaspora parents across three Australian regions were analysed with SEM-PLS. Measures assessed Islamic-based neuroparenting, children’s emotional intelligence, and character development. Follow-up semi-structured interviews with 15 parents were analysed thematically to explain the statistical patterns.Findings – Mean scores were high for neuroparenting (M = 4.30), emotional intelligence (M = 4.18), and character development (M = 4.26). Islamic-based neuroparenting predicted emotional intelligence (β = 0.58, p < 0.001) and character development (β = 0.52, p < 0.001). Emotional intelligence predicted character development (β = 0.47, p < 0.001). Explanatory power was moderate to strong (R2 = 0.34 for emotional intelligence; R2 = 0.49 for character). Interviews highlighted parental self-regulation, affective closeness, and daily Islamic routines as mechanisms supporting children’s calming, empathy, and prosocial behaviour.Research implications/limitations – The study provides empirical evidence for integrating Islamic values and neuroscience in parenting models, though its generalizability is limited to Indonesian diaspora families in Australia. Future research may extend this work by comparing diaspora communities across different cultural settings or by examining longitudinal outcomes.Practical implications –  The model can guide parents, early childhood educators, Muslim schools, and community organisations in designing parenting support that prioritises emotional responsiveness, developmentally appropriate stimulation, and consistent value transmission across home and school contexts.Originality/value – The study operationalises an integrative diaspora parenting model that synthesises neurodevelopmental principles with Islamic moral and spiritual values, supported by mixed-method evidence.Paper type Research paper