Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN SEMAK DI KAWASAN HUTAN PENGUNUNGAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Dessy Aswida F; Mailatul Ilmi; Sastrawani Sastrawani; Muslich Hidayat; Mulyadi Mulyadi; Kurniawati Kurniawati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.752 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4293

Abstract

Gunung peunyiri yang terdapat di kawasan Desa deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar merupakan lokasi dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman dari tumbuhan semak. Rancangan penelitian yang digunkan untuk memperoleh data lapangan dengan menggunakan metode kuadran. Pengambilan sampel secara porposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 42 spesies tumbuhan dengan jumlah keseluruhan 244 individu diantaranya adalah Calamus caesius, Podocarpus nerifolius, Sauropus pasiandrogynus, Lannea coromandelica, Pteris sp, Micromitum minutum, Eleiodoxa conferia, Aglaia elliptica, Polyonum barbatum, Anredera cordifolia. Celtis philippensis, Canabius sativa. Keanekaragaman tumbuhan semak di kawasan Desa deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar tergolong tinggi dengan indeks keanekaragaman H’ = 3,134747827.
KARAKTERISTIK ANATOMI STOMATA AKTINOSITIK PADA GENUS Mangifera Niswatulmuna Algita; Mulyadi Mulyadi; Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.238 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11681

Abstract

Penelitian ini tentang karakteristik anatomi stomata Aktinositik pada genus Mangifera yang dilakukan pada bulan September 2020. Karakteristik adalah kualitas tertentu atau ciri khas dari sesuatu, dalam ilmu biologi sering dikaitkan dengan anatomi. Karakteristik anatomi stomata Aktinositik memiliki jumlah sel tetangga 4 atau lebih yang susunanya melingkar dan sel selnya memanjang kerah radial sel penutup. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui letak somata, tipe penyebaran stomata, bentuk sel penutup, jumlah sel tetangga dan bentuk sel epidermis pada genus Mangifera dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi penunjang dalam praktikum Anatomi tumbuhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode replika, yaitu mengoleskan kuteks pada permukaan bawah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik anatomi stomata pada genus Mangifera kultivar Mangifera indica var. apel, Mangifera indica var. golek, Mangifera indica var. manalagi, Mangifera indica var. gedong gincu dan Mangifera indica var. arumanis memiliki karakter stomata yakni jumlah sel tetangga yang lebih dari 4 yaitu 8-12 yang susunannya melingkar dan sel-selnya memanjang. Sel epeidermisnya tersusun secara acak dengan bentuk sel bergelombang dan  berlekuk
KAJIAN KUANTIFIKASI SIMPANAN KARBON TUMBUHAN DI PEGUNUGAN SEULAWAH AGAM KEMUKIMAN LAMTEUBA KECAMATAN SEULIMUEM KABUPATEN ACEH BESAR Muslich Hidayat; Rifdah Sumayyah; Nilam Sari; Nadilla Nadilla
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.645 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2135

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Kuantifikasi Simpanan Karbon Tumbuhan di Pegunungan Seulawah Agam Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar” telah dilakukan pada tanggal 21 sampai dengan 22 Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simpanan biomassa karbon tumbuhan yang terdapat di pegunungan Seulawah Agam kemukiman Lamteuba kecamatan Seulimuem kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuadrat (quadrat method). Analisis data simpanan karbon dilakukan secara kuantitatif yang meliputi Biomassa Pohon (W) = 0,11.BJ.D2,2,62 dan stok karbon (C)= 0,5 x W. Simpanan biomassa karbon tumbuhan di lokasi penelitian yaitu biomassa pohon sebesar 0,3096167 g/ha dan stok karbon sebesar 0,2872793 g/ha. Kuantifikasi simpanan biomassa karbon tumbuhan paling banyak terdapat pada pohon Sirih Hutan (Piper caducibracteum) dengan biomassa pohon 0,1205565 0 g/pohon dan stock karbon 0602783 g/pohon. Sedangkan kuantifikasi simpanan karbon yang paling sedikit terdapat pada pohon Keluwih (Artocarpus camansi) dengan biomassa pohon 0,000041 g/pohon dan stock karbon 0,000021 g/pohon.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN HERBA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TAPAK MOGE SEBAGAI REFERENSI PENDUKUNG PEMBELAJARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMAN 16 TAKENGON Seri Maryani; Yusra Yusra; Eva Nauli Taib; Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.071 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4284

Abstract

Tumbuhan herba adalah tumbuhan yang batangnya tersusun atas jaringan lunak, tidak berkayu dan ukurannya lebih kecil dari pada pohon dan semak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis-jenis dan keanekaragaman tumbuhan herba yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang akan dijadikan sebagai referensi pendukung matapelajaran Keanekaragaman Hayati dalam bentuk buku saku dan herbarium. Penelitian ini dilakukan di Tapak Moge Kecamatan Kutepanang Kabupaten Aceh Tengah. Rancangan penelitian menggunakan metode Line Transek dan pengambilan sampel dengan teknik pembuatan petak kuadrat 1x1 meter secara Purposive sampling. Hasil penelitian keanekaragaman tumbuhan herba diperoleh indeks keanekaragaman dengan Ĥ­= 3,1286 yang berarti keanekaragamannya sedang, jenis tumbuhan herba yang paling banyak ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapak Moge yaitu dari familia Asteraceae sebanyak 721 individu dan familia Poaceae 436 individu. Jenis tumbuhan herba yang didapatkan yaitu 48 spesies dan 23 famili. Buku saku dan herbarium dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran keanekaragaman Hayati di SMA N 16 Takengon sebagai referensi dan media pembelajaran.
Asosiasi Interspesies Tumbuhan Kayu Lasun (Dysoxylum alliaceum) di Pusat Penelitian Ketambe Muslich Hidayat; Siska Rahayuni
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.868 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.796

Abstract

Pusat Penelitian Ketambe terletak di desa Ketambe (KEL) yang merupakan laboratorium alam serta salah satu kawasan pelestarian alam di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satu tumbuhan yang terdapat yaitu tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) yang memiliki zat alelopati. Zat alelopati tersebut secara teori dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan serta interaksi (asosiasi) dengan tumbuhan lain. Oleh sebab itu penelitian ini dapat dikaitkan dengan sifat asosiasi dan kekuasan asosiasi yang di lakukan tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) dengan tumbuhan di sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui asosiasi tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) dengan tumbuhan lain di Pusat Penelitian Ketambe Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Ketambe pada bulan Juni 2019. Rancangan penelitian menggunakan metode kuadrat, penentuan stasiun ditentukan secara purvosive sampling yaitu berdasarkan ada atau tidaknya tumbuhan kayu lasun ((Dysoxylum alliaceum) dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-destructive. Pembuatan petak kuadrat berukuran 10 m x 10 m yang diletakkan sesuai arah mata angina, Timur (1 petak kuadrat), Barat (1 petak kuadrat), Selatan (1 petak kuadrat) dan Utara (1 petak kuadrat). Lokasi penelitian di bawah tegakan Kayu Lasun (Dysoxylum alliaceum). Hasil penelitian diperoleh tipe asosiasi tumbuhan di sekitar tumbuhan kayu lasun (Dysoxylum alliaceum) pada seluruh titik pengamatan didapatkan tipe positif dan tipe negatif dengan derajat (kekuatan) asosiasi dalam kategori lemah.
Budidaya Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Menggunakan Teknik Hidroponik Sistem Nutrient Films Technique (Nft) Siti Maulizar; Muslich Hidayat; Nurbaiti
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i1.802

Abstract

Hidroponik merupakan sistem budidaya yang dilakukan dengan memanfaatkan air sebagai media tanam dan larutan nutrisi sebagai nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.Tingginya peminat akan sayuran pakcoy setiap tahunnya menjadikan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) sebagai sistem budidaya yang dapat digunakan dalam meningkatkan produksi pakcoy tanpa lahan yang luas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya pakcoy menggunakan teknik hidroponik NFT (Nutriens Films Technique).Metode yang digunakanyaitu dengan mengamati 10 sampel secara acak dengan variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil pengamatan menunjukkan talang dengan kemiringan 5% memberikan respon yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR AMPAS TEBU (Saccharum officinarum) TERHADAP TANAMAN KENANGA (Cananga odorata) Nurizka Sindya; Lina Rahmawati; Muslich Hidayat
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.189 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i2.1913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik dari pupuk organik cair yang terbuat dari ampas tebu terhadap pertumbuhan tanaman kenanga (Cananga odorata). Penelitian dilakukan di kebun Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dari bulan maret hingga juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah Muncul tunas, Jumlah tunas, Jumlah daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada tumbuhan kenanga dari 15, 30 dan 45 HST. Jumlah Tunas 15 HST 0,4, 30 HST 0,8 dan 45 HST 1; Jumlah daun 15 HST 0,4, 30 HST 0,8, dan 45 HST 1,8; Lebar daun 15 HST 0,6, 30 HST 1,1 dan 45 HST 1,4.
PENGARUH KOMBINASI BAP (Benzylamino purin) DAN TDZ (Thidiazuron) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS TANAMAN PISANG KEPOK TANJUNG (Musa acuminata balbisiana) MELALUI KULTUR IN VITRO Milchi Ayuwira; Muslich Hidayat; Yunizar Hendri
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.481 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i2.1914

Abstract

Abstrak : Kultur in vitro merupakan salah satu Teknik yang digunakan untuk mengisolasi berbagai bagian tanaman, seperti protoplas, sel dan jaringan dan organ, yang kemudian ditumbuhkan dalam media secara aseptik. Benih Kepok Tanjung (Musa acuminata balbisiana) masih belum banyak maka dari itu perbanyakan dilakukan secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi BAP ( Benzylamino purin) dan TDZ ( Thidiazuron ) dalam media tanam terhadap pertumbuhan pisang kepok tanjung (Musa acuminata balbisiana). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 Agustus sampai 15 September 2021 yang bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Barat Daya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa pertumbuhan jumlah tunas yang menggunakan zat pengatur tumbuh penggunaan kombinasi BAP (Banzylamino purin) dengan TDZ (Thidiazuron) memiliki pengaruh yang besar terhadap jumlah muncul tunas eksplan dikarenakan BAP dan TDZ dapat memacu dengan cepat perbentukan tunas bila ditambahkan ke media eksplan pisang kepok tanjung (Musa acuminata balbisiana).
PENGARUH KOMBINASI BAP (Benzylamino purin) DAN TDZ (Thidiazuron) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG CAVENDISH (Musa acuminata cavendish) MELALUI KULTUR IN -VITRO Nanda Raudhatul Jannah; Muslich Hidayat; Yunizar Hendri
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol 1 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.229 KB) | DOI: 10.22373/kenanga.v1i2.1915

Abstract

Teknik kultur in-vitro adalah perbanyakan benih dengan menggunaan media buatan dalam kondisi aseptik. Salah satu jenis Tanaman pisang yang memiliki nilai komersial tinggi serta berpeluang untuk dikembangkan yakni pisang Cavendish (Musa acuminata Cavendish). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik pada teknik kultur jaringan pisang Cavendish dengan zat pengatur tumbuh Benzylaminopurin (BAP) dan Thidiazuron (TDZ) pada media kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan Di Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian Dan Pangan Aceh Barat Daya, yang berlokasi di Padang Merante, Susoh, Aceh Barat Daya, dari 02 Agustus 2021 sampai dengan 14 September 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi BAP dengan TDZ berpengaruh nyata terhadap jumlah muncul tunas dibandingkan pemberian BAP tanpa kombinasi dan mampu memacu lebih cepat menginduksi pembentukan tunas dan perbanyakan dari eksplan pisang Cavendish.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN KEBUN KOPI DI DESA TOEREN ANTARA KABUPATEN ACEH TENGAH Safira Kamisna; Fahira Fahira; Sahara Yulis; Nurul Fitri; Mulyadi Mulyadi; Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 10, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK X 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.433 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v10i1.14531

Abstract

Kawasan Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, yang terletak di tengah Provinsi Aceh dengan Ibukota adalah Takengon. Di kawasan Aceh Tengah terdapat berbagai macam jenis tumbuhan yang diantaranya tumbuhan herba sebagai komponen vegetasi tumbuhan bawah, semak, tiang dan pohon. Tumbuhan herba adalah tumbuhan pendek dengan kisaran tinggi 0,3-2 meter, herba pula memiliki sedikit jaringan kayu. Tumbuhan semak adalah tumbuhan berkayu yang ukuran tingginya lebih dari satu meter, tetapi lebih rendah dari pada perdu dan hanya dahan-dahan utamanya saja yang berkayu. Tumbuhan tiang merupakan jenis tumbuhan berkayu yang mempunyai banyak cabang. Tumbuhan pohon adalah tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu serta memiliki batang utama dan bercabang jauh dari permukaan tanah. Penelitian tentang keanekaragaman jenis tumbuhan di kebun kopi di Desa Toeren Antara, Kabupaten Aceh Tengah dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan di kebun kopi di Desa Toeren Antara Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat yang merupakan metode berdasarkan suatu luas petak sampel. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman H’ = -Σ (Pi) (LnPi). Indeks keanekaragaman diperoleh tumbuhan herba H’= 1,1303679, dengan kategori keaneakaragaman sedang. Indeks keanekaragaman tumbuhan semak diperoleh H’ = 0,66923, dengan kategori keaneakaragaman rendah. Indeks keanekaragaman tumbuhan tiang diperoleh H’ = 2,57935, dengan kategori keaneakaragaman sedang, dan indeks keanekaragaman tumbuhan pohon dari pula diperoleh H’ = 2, 60064, dengan kategori keaneakaragaman sedang.
Co-Authors Abd Mujahid Hamdan Ahadi, Rizky Alda Lolita Aldilla Magfirah As’ariah As’ariah Ayu Nirmala Sari Bayani, Hartila Cut Ferras Dwi Kartika Cut Putri Nahrisah Cut Ratna Dewi Cut Tazkiah Aufa Cut Yoesi Elvina DAHLAN DAHLAN Dahlan Dahlan DALIL SUTEKAD Dedi Iskandar Dessy Aswida F Dian Novita Sari Diningrat, Diky Setya Dwitawati, Ima Elita Agustina Eriawati Eriawati Eva Nauli Taib Evi Agustina Fahira Fahira Faizah, Siti Fakhri Yacob Farhaton Farhaton Feni Rulianti Fitra Wijaya Fitria Andaliani Gebrina Rahmi Hadi Safriani Hasnatul Salekha HENDRIX INDRA KUSUMA Hera Dini Hilwah Nora Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Khairini Rahma Khairun Nisa Kurniawati Kurniawati Laina Mukarramah Laiyanah Laiyanah Lia Ulfa Lina Rahmawati Lisa Ramadhani Mahmudahmi Mahmudahmi Mailatul Ilmi Maina Wulandari Malahayati, Cut Masitah Maulida Ayu Mardana Maulida Maulida Maulida, Rizkha Cahya Maulita Anggraini Maulizar, Siti Melian Karlita Milchi Ayuwira Milchi Ayuwira MUHAMMAD DOUDI MUHAMMAD DOUDI Muhammad Doudi Muhammad Fadhil Mulyanda Muhammad Ghafar Muhammad Radhi Muhammad Zulian Iqbal Mujibul Rahman Muliari Muliari Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Muna Ruslia Murniati Murniati Mutiara Mutiara Nadia Rahmi Nadilla Nadilla Nanda Raudhatul Jannah Nanda Raudhatul Jannah Nanda Silvia Nawalul Faizin Nelly Afrina Nidawati Nidawati Nila Mulia sari Nilam Sari Niswatulmuna Algita Novi Kartina Nur Azlina Nurbaiti Nurbaiti Nurdin Amin Nuri Aslami Nurizka Sindya Nurizka Sindya Nurlia Zahara Nurrahmah Akbariah Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nursalmi Mahdi Nurul Amna Nurul Farija Nurul Fitri Nurul Marhamah Nusirwan Nusirwan Nuzulianza, Sherly Olyfia Pratiwi Pratiwi, Icha Widya Putri Balqis Putri Intan Maulani Rafika Dewi Rahayuni, Siska Rahmah Nabila Rahmawati Rahmawati Rahmiati Rahmiati Raihan Raihan Rantika Desriyanty Ratna Mela Raudhah Hayatillah Raudhatul Jannah Ria Suwarni Rifdah Sumayyah Rispa Devi Riza Sartinawati Rizkha Cahya Maulida Rizkina Fajriah Rizky Ahadi Roja deswita Safira Kamisna Safrul Mulyadi Sahara Yulis SAIDA RASNOVI SAIDA RASNOVI Salminardi Mirfa Samsul Kamal Sarah Sapnaranda Sastrawani Sastrawani Seri Maryani Shanti Wardila Shanti Wardila Sherly Nuzulianza Sipinte, Mardhatillah Siska Rahayuni Siska Rahayuni Siti Maulizar Soraya Ulfah Sri Eka Fitri Sri Mona Lisa Sri Murni Sri Wahyuni Surfiana Surfiana Susi Darmayanti Syafrina Sari Lubis Syafrina Sari Lubis T Habibuddin Tya Zhafira Ulfa Magfirah Veroza Riana Sakti Wahyuni Wahyuni Wati Oviana Yenni Aulia Putri Yuni Sukma Yunizar Hendri Yunizar Hendri Yunizar Hendri Yusra Yusra Yusra Yusra Yusrizal Akmal Yutika Rahayu Zulfah Zulfah Zuraidah ZURAIDAH ZURAIDAH Zuraidah Zuraidah