Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Ammonia Exposure Based on the Length of Work to Lung Function Abnormalities Among Traditional Scavengers Jasmine, Maulyda Shakeela; Nurcandra, Fajaria; Fithri, Nayla Kamilia; Buntara, Arga
Kesmas Vol. 19, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lung function abnormalities can be caused by smoking habits or air pollution. Sanitary landfills can produce ammonia, which can cause lung function abnormalities. This study aimed to determine a relationship between ammonia exposure based on the length of work and lung function abnormalities among traditional scavengers at the Sumur Batu Landfill, Bekasi City, West Java Province, Indonesia. This analytical observational study applied quantitative methods and cross-sectional design. A total of 85 scavengers were selected using purposive sampling from March to May 2023. Data was obtained using a respondent characteristics questionnaire, spirometry, and spectrophotometer and analyzed using the Cox Regression Model. Most respondents (54.12%) had lung function abnormalities, and 79.17% had worked ≥8.5 years. The adjPR of ammonia exposure based on the length of work to lung function abnormalities was 3.413 (95% CI 1.51—7.71). There were confounding variables between ammonia exposure based on the length of work and lung function abnormalities: smoking status and lung disease record. In conclusion, ammonia exposure based on the length of work strongly correlates with lung function abnormalities in scavengers after adjusting for the lung disease record and smoking behavior.
Pemberdayaan Remaja Karang Taruna dalam Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kecamatan Beji Kota Depok Fithri, Nayla Kamilia; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ramadhanti, Ismaya; Ariantini, Anggrahita Dwi; Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan; Asmara, Danadipa; Nursalsabila, Nursalsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18132

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2020, Desa STBM merupakan wilayah yang mencapai 100% dari 5 pilar STBM dan telah mendapatkan sertifikat wilayah STBM. Sampai tahun ini wilayah STBM belum terjangkau di Kota Depok. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah STBM masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dan diberikan solusi yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian STBM adalah dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemahaman STBM. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pemicuan dalam kegiatan STBM kepada remaja karang taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan materi melalui cermah dan praktik, dilanjutkan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan ini menunjukkan keberhasilannya terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan kader sebesar 12% dan signifikan secara statistik. Pengetahuan yang diperoleh para remaja karang taruna dan kader melalui penyuluhan ini bisa menjadi bekal untuk mencegah penyakit menular yang terkait dengan lingkungan dan meningkatkan capaian STBM di daerahnya. Untuk pemerintah setempat diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja agar capaian STBM dapat tercapai melalui pemberdayaan kader remaja. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, Sanitsi Total Berbasis Masyaraka, Penyakit berbasis Lingkungan. ABSTRACT Based on the 2020 profile data from the Depok City Health Office, the STBM Village was the area that achieved 100% of the 5 pillars of STBM and had received the STBM area certificate. Up to that year, the STBM area had not yet been reached in the entire city of Depok. This indicated that STBM issues were still a priority that needed to be addressed with appropriate solutions. One effort to improve STBM achievements was by providing training related to STBM understanding. The objective of this activity was to provide triggering training in STBM activities to youth groups (karang taruna). The method used in this community service was delivering material through lectures and practical sessions, followed by discussions and Q&A sessions. The empowerment of youth through this activity showed success, with a 12% statistically significant increase in the knowledge of both the youth and cadres. The knowledge gained by the youth groups and cadres through this outreach could serve as a foundation for preventing environmentally related infectious diseases and enhancing STBM achievements in their areas. The local government is expected to support youth activities so that STBM achievements can be reached through the empowerment of youth cadres. Keyword: Environment-based diseases, Sanitation Total Based on Community, Youth Empowerment
Pemberdayaan Kader Cilik melalui Gerakan "Asik" Aktivitas Fisik Cegah Obesitas pada Anak Usia Sekolah Anggraini, Nourmayansa Vidya; Hutahaean, Serri; Fithri, Nayla Kamilia; Apriliana, Vionita; Lestari, Bonieta Dwi; Junita, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13223

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia sangat beragam yang masih menjadi perhatian masyarakat hingga saat ini oleh pemerintah. Anak yang mengalami obesitas pada semua yang mengalami gangguan pertumbuhan ditandai dengan kelebihan lemak yang dapat terlihat jelas pada bentuk tubuh yang melebihi tinggi badan dan usianya. Dampak dari obesitas sangat besar bagi anak usia sekolah yang mengalami obesitas. Solusi yang ditawarkan adalah berupa pembetukan dan pemberdayaan kader cilik ASIK aktifitas fisik dalam pencegahan risiko obesitas pada anak usia sekolah. Hal ini berfungsi sebagai contoh dan perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mengingatkan dirinya sendiri, keluarga, teman dan orang sekitarnya untuk selalu melakukan aktifitas fisik guna terhindar dari risiko obesitas. Pemberdayaan kader cilik adalah menjadi suatu bagian strategi dan program pemerintah. Salah satu tujuan dari adanya pemberdayaan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan warga sekolah. Hal ini sangat berperan penting dalam terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat. Metode pendekatan yang dilakukan berupa pembentukan dan pelatihan kader yang nantinya akan berfungi sebagai contoh dan perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mengingatkan dirinya, keluarga, teman-teman dan orang di sekitarnya untuk selalu melakukan aktifitas fisik guna pencegahan obesitas. Terdapat peningkatan pengetahuan kader cilik sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, penyuluhan serta pelatihan. Sebelum dilakukan sosialiasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 40% dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan sosialisasi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 60% dan berkurang menjadi 20% setelah dilakukan sosialisasi. Kader kesehatan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan bidang kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Peran kader kesehatan dalam pembangunan kesehatan sangatlah penting. Oleh karena itu, penting adanya pemberdayaan kader pada anak usia sekolah dalam hal menurunkan dan mencegah angka obesitas pada anak usia sekolah. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kader Kesehatan, Obesitas  ABSTRACT Public health problems in Indonesia are very diverse and are still of concern to the public today by the government. Children who are obese, all of whom have growth disorders, are characterized by excess fat which can be clearly seen in their body shape beyond their height and age. The impact of obesity is very large for school-age children who are obese. The solution offered is in the form of establishing and empowering ASIK child cadres for physical activity in preventing the risk of obesity in school-age children. This serves as an example and an extension of the government to remind itself, family, friends and those around them to always carry out physical activity to avoid the risk of obesity. Empowering young cadres is part of the government's strategy and program. One of the goals of empowerment is to realize the welfare of the school community. This plays a very important role in meeting the community's living needs. Social welfare is a system of social, material and spiritual life and subsistence that is filled with a sense of safety, decency and inner and outer tranquility, which makes it possible for every citizen to make efforts to fulfill physical, spiritual and social needs as well as possible for themselves, family and society by upholding human rights or obligations in accordance with Pancasila. The approach used is in the form of forming and training cadres who will later function as examples and extensions of the government to be able to remind themselves, their families, friends and those around them to always carry out physical activity to prevent obesity. Child cadres were recruited from 4th and 5th grade elementary school students with the aim of making them aware, motivated and willing to become child cadres for obesity prevention. Terdapat peningkatan pengetahuan kader cilik sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, penyuluhan serta pelatihan. Sebelum dilakukan sosialiasi tingkat pengetahuan baik sebanyak 40% dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan sosialisasi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 60% dan berkurang menjadi 20% setelah dilakukan sosialisasi. X Health cadres are one of the spearheads of development in the health sector based on community empowerment. The role of health cadres in health development is very important. Therefore, it is important to empower cadres of school-age children in terms of reducing and preventing obesity rates in school-age children. Keywords: School Age Children, Health Workers, Obesity
Optimalisasi Karang Taruna “Tirana" dalam Pencegahan dan Penurunan Kelebihan Berat Badan Pada Remaja di Masyarakat melalui Pengembangan Sistem Informasi Anggraini, Nourmayansa Vidya; Hutahaean, Serri; Fithri, Nayla Kamilia; Apriliana, Vionita; Lestari, Bonieta Dwi; Junita, Nita; Ningtiyas, Astuti; Anandita, Laura
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16832

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan aset sumber daya manusia masa datang yang perannya sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Dampak dari kelebihan berat badan yang lain diantaranya adalah dapat menyebabkan penderitaan secara psikososial dan meningkatnya biaya kesehatan yang harus ditanggung individu dan keluarga dengan kelebihan berat badan. Masalah kelebihan berat badan harus segera diatasi supaya tidak berdampak pada penyakit tidak menular (PTM) yang akan muncul. Penatalaksanaan intervensi kelebihan berat badan badan pada remaja lebih baik dilakukan di sekolah, rumah, dan masyarakat. Perawat komunitas bisa melakukan pendidikan kesehatan kepada remaja supaya remaja bisa tahu perihal kelebihan berat badan. Promosi kesehatan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kesadaran individu dalam masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di wilayah kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok. Hasil dari kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan tindakan karang taruna berkaitan dengan kelebihan berat badan pada remaja. Peran kader karang taruna dalam pembangunan kesehatan sangatlah penting. Perlu dilakukan pelatihan microteaching kepada para kader karang taruna supaya bisa melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dengan efektif. Kata Kunci: Karang Taruna, Kelebihan Berat Badan, Remaja  ABSTRACT Adolescents are a future human resource asset whose role is crucial in the development of a nation. The effects of being overweight include psychosocial suffering and increased healthcare costs that must be borne by individuals and families affected by overweight. The problem of being overweight must be addressed immediately to prevent it from leading to non-communicable diseases (NCDs). Managing overweight interventions in adolescents is best carried out in schools, homes, and communities. Community nurses can provide health education to adolescents so that they become aware of issues related to being overweight. Health promotion is one of the efforts to increase individual awareness of health problems. Community service activities were carried out in the Kukusan urban village area, Beji sub-district, Depok. The results of these activities showed an increase in the knowledge and actions of youth groups regarding overweight issues in adolescents. The role of youth group leaders in health development is very important. Microteaching training needs to be provided to youth group leaders to effectively conduct health promotion activities. Keywords: Youth Group, Overweight, Adolescents
Personal Hygiene Education melalui Pemberdayaan Kader Cilik untuk Mendukung Kesehatan Reproduksi Sejak Dini pada Anak Sekolah Dasar Depok Jawa Barat Fithri, Nayla Kamilia; Rosaline, Mareta Dea; Anggraeni, Diah Tika; Ramadhanti, Ismaya; Arianti, Anggrahita Dwi; Pambudi, Muhammad Rayhan Mahardika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12997

Abstract

ABSTRAK  Personal hygiene kesehatan reproduksi pada remaja merupakan isu kritis sebagai deteminan status kesehatan remaja yang akan berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Kurangnya pengetahuan terkait reproduksi dapat menjadi faktor risiko munculnya berbagai penyakit infeksi pada organ reproduksi, terutama pada saat remaja menaglamai masa pubertas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SDN 2 Grogol Depok, dengan jumah peserta 44 siswa siswi dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam menjaga organ reproduksinya untuk menghadapi masa pubertas. Metode yang digunakan adalah dengan cara ceramah, diskusi, dan praktik dengan media ppt, vidio animasi dan buku saku panduan personal higiene menstruasi pada anak usia sekolah. Instrumen yang digunakan dalam melakukan evaluasi kegiatan pengabdian adalah dengan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa siswi terhadap kesehatan reproduksi setelah diberikan edukasi, dalam kegiatan ini juga dibentuk kader cilik kespro. Pihak sekolah diharapkan dapat mengaktifkan UKS dan juga pemberian edukasi terkait kespro yang rutin dengan bantuan institusi kesehatan setempat. Kata Kunci: Menstruasi, Kesehatan Reporoduksi Usia Dini, Personal Higiene  ABSTRACK Personal hygiene, and reproductive health in adolescents a critical issues as a determinant of adolescent health status which will influence their life in old age. Lack of knowledge regarding reproduction can be a risk factor for the emergence of various infectious diseases in the reproductive organs, especially when teenagers reach puberty. This service activity was carried out at SDN 2 Grogol Depok, with a total of 44 female students participating with the aim of increasing their understanding of maintaining their reproductive organs to face puberty. The method used is lectures, discussions, and practice using PowerPoint media, animated videos, and a pocketbook on personal menstrual hygiene for school-age children. The instruments used in evaluating service activities are pre-test and post-test. Based on the results of the knowledge evaluation, it was found that there was an increase in female students' understanding of reproductive health after being given education. In this activity, a female reproductive health cadre was also formed. The school is expected to be able to activate the UKS and also provide routine education related to reproductive health with the help of local health institutions. Keyword: Menstruation, Early Childhood Reproductive Health, Personal Hygiene
Pemetaan Spasial serta Studi Korelasi antara Faktor Demografi, Lingkungan, dan Kasus Tuberkulosis di Kota Bogor Tahun 2023 Fadhlillah, Muhammad Imam; Buntara, Arga; Fithri, Nayla Kamilia; Simanjorang, Chandrayani
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 4: November 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i4.29372

Abstract

Background: The city of Bogor has recorded a steady increase in the number of TB cases over the past three years, reaching 6,142 cases in 2023 with the highest treatment-related mortality rate in West Java (270 deaths). This study aims to analyze the relationship between demographic and environmental factors and TB incidence, as well as analyze the spatial distribution of use in the city of Bogor in 2023.Methods: The study employed an ecological design based on administrative areas, with six districts as units of analysis: Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Selatan, Bogor Utara, and Tanah Sareal. Secondary data were obtained from the Bogor City Health Office (TB case data by age and sex, 2023), Statistics Indonesia (BPS) of Bogor City (population density and housing density, 2023), and the Bogor Class II Meteorological Station (BMKG) (average air temperature and humidity, 2023). Spatial analysis was conducted using QGIS and bivariate analysis using Pearson correlation.Result: A total of 6,142 TB cases were recorded in 2023. The highest number was in Bogor Barat (1,419 cases), followed by Bogor Selatan (1,320) and Tanah Sareal (1,147), while the lowest was in Bogor Timur (539 cases). Spatial mapping showed higher case concentrations in the western and southern parts of the city. The sex variable (male r = 0.880, female r = 0.901) showed a strong correlation with TB cases.Conclusion : This study recommends targeted TB interventions in high-burden areas and consideration of demographic aspects as risk indicators.
Factors Associated with Antiretroviral Therapy Adherence in Patients with HIV at a Public Hospital in Central Jakarta, Indonesia Fatimah, Kareena Sari; Hanifah, Laily; Simanjorang, Chandrayani; Fithri, Nayla Kamilia
Kesmas Vol. 21, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients with human immunodeficiency virus (HIV) are required to take antiretroviral therapy (ART) to suppress the virus. However, suboptimal adherence remains a critical barrier that can lead to treatment failure and persistent transmission risks. This study aimed to identify factors associated with ART adherence in patients with HIV. This quantitative study with a cross-sectional design consisted of patients with HIV aged >18 years who received care at the voluntary counseling and testing clinic of a public hospital in Jakarta, Indonesia. Purposive sampling was used. This study used HIV care and ART overview forms as instruments. Data were analyzed using multiple logistic regression. The results showed that among 266 patients with HIV, 213 (80.1%) reported adherence to ART. This study found that age ≥44 years (adjusted POR 2.631; 95% CI 1.059–6.533), higher education level (adjusted POR 4.407; 95% CI 1.948–9.973), and CD4 count ≥200 (adjusted POR 2.593; 95% CI 1.219–5.517) were associated with higher adherence. Conversely, patients with an ART duration of 1–5 years (adjusted POR, 0.259; 95% CI, 0.100–0.673) and those who had never experienced drug side effects (adjusted POR, 0.108; 95% CI, 0.014–0.860) were less likely to be adherent. The dominant factor was the experience of drug side effects, suggesting that adherence should be enhanced through proactive counseling.
Pengaruh Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Terhadap Kejadian Kanker Payudara di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Putri Sukma Wulandari; Amelia Jessica Simanjuntak; Ruth Clara; Edelwise Lasma Estaurina Napitupulu; Nayla Kamilia Fithri
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1071

Abstract

Breast cancer is a common cancer that affects women. There are 2.3 million women suffering from breast cancer globally in 2020, with 68,858 cases from Indonesia. Risk factors include prolonged exposure to endogenous estrogens, late menopause, early menarche, first time giving birth at old age, and exogenous hormones. This study aims to determine the role of hormonal contraception against breast cancer. The literature study was made by analyzing 10 articles published between 2018-2023. Literature searches were conducted through electronic databases, namely PubMed, Garuda and Google Scholar. The results of the study stated that users of hormonal contraceptives have a higher risk of developing breast cancer compared to those who do not use hormonal contraceptives.
Gambaran Stres Kerja pada Karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya Kabupaten Bekasi Annisa Tria Widiaty; Rizki Amalia; Dyah Utari; Nayla Kamilia Fithri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.187

Abstract

Abstrak Latar belakang: Tempat kerja merupakan salah satu tempat dimana pemicu stres dapat berkembang. Stres kerja merupakan hal umum yang dapat dialami oleh para pekerja. Stres kerja dapat diakibatkan karena ketidakmampuan pekerja dalam memenuhi tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaannya atau adanya rasa ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Beban kerja yang banyak, tenggang waktu yang sedikit, komunikasi antar pekerja yang kurang baik, serta faktor lainnya dapat menjadi sumber stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Sampel yang digunakan sejumlah 118 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 karyawan (20,3%) tidak mengalami stres kerja, 89 karyawan (75,4%) mengalami stress kerja ringan, dan 5 karyawan (4,2%) mengalami stres kerja sedang. Kesimpulan: Sebagian besar karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya mengalami stres kerja ringan. Oleh karena itu, pekerja disarankan untuk menerapkan manajemen stres agar dapat mencegah stres sedini mungkin, memanfaatkan waktu istirahat dalam bekerja sebaik mungkin, dan melakukan interaksi sosial antar pekerja untuk terciptanya hubungan dalam pekerjaan yang baik. Occupational Stress Level Among Employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya Bekasi Abstract Background: Workplace is one of the places where stressors can be develop. Occupational stress is a common thing that can be experienced by the employees. Occupational stress can be caused by or due to, please choose one the inability of the employees to meet the demands to complete their work or the feeling of discomfort and dissatisfaction at work. Lots of workloads, short period of time, poor communication between employees, and other factors can be the source of occupational stress. The purpose of this study was to determine the description of occupational stress among employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya. Methods: This study was a descriptive quantitative research with cross-sectional design. The population of this research is all employees at the Muara Tawar PLTGU Project PT Hutama Karya. The sample was 118 employees. The sampling technique used was simple random sampling. Data were analyzed in proportion and frequency. Result: The results showed that 24 employees (20,3%) were never had occupational stress, 89 employees (75,4%) had mild occupational stress, and 5 employees (4,2%) had moderate occupational stress. Conclusion: Most of the employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya had mild occupational stress. Therefore, employees are recommended to apply stress management in order to prevent stress, make the best of their worktime, and having social interactions between employees to create a good work relationships.
Co-Authors Afif Amir Amrullah Afifah Salsabilla Alya Azzahra Utomo Amelia Jessica Simanjuntak Anandita, Laura Anggraeni, Diah Tika Annisa Tria Widiaty Annur Aini Apriliana, Vionita Arga Buntara Arianti, Anggrahita Dwi Ariantini, Anggrahita Ariantini, Anggrahita Dwi Arkanaya Alya Azis Arum Anggita Moyo Dewi Asmara, Danadipa Asti Elysia Rahmatul Fitri Chandrayani Simanjorang Devi Angeliana Kusumaningtiar Diah Tika Anggraeni Dyah Utari Edelwise Lasma Estaurina Napitupulu Ega Ladiesta Pramesti Erlina Riyantiasis Fadhillah, Muhammad Imam Fadhlillah, Muhammad Imam Farahdina Bachtiar Fatimah, Kareena Sari Fiora Ladesvita Hafizah, Aura Hardy, Fathinah Ranggauni Herbawani, Chahya Kharin Indah Permatasari Jasmine, Maulyda Shakeela Junita, Nita Kania Noor Aziza Kristanti, Milantika Laily Hanifah Lestari, Bonieta Dwi Mahalia Taranrini Maharani, Adhella Maharani, Fandita Tonyka Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan MARETA DEA ROSALINE Marwah, Diaz Syahidah Muhammad Fadli Ramadhansyah Naufal, Muhamad Ningtiyas, Astuti Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Sholihah Nurcandra, Fajaria Nursalsabila, Nursalsabila Pambudi, Muhammad Rayhan Mahardika Pulungan, Rafiah Maharani Purnamadyawati, Purnamadyawati Putri Handayani Putri Sukma Wulandari Rahmah, Adny Zazinati Ramadhanti, Ismaya Regita Dewiarti Risnawanti, Resti Ayu Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Amalia ROSALINE, MARETA DEA Rudesti, Rudesti Ruth Clara Sartika Alifia Suci Wahyu Ismiyasa Suryani, Adelia Talita Alifa Salsabila Tasya Terry Y.R. Pristya Ulya Qoulan Karima Utari, Dyah Verina Lutfiah Rahmayanti Vionalita, Gisely Vionita Apriliana Yosahera Komalasari Zata, Keisha Najmina Zelfino, Zelfino Zhafira zhafarina