Claim Missing Document
Check
Articles

TEORI DAN METODA PERANCANGAN : Suatu Kajian Pola Pemikiran Josef Prijotomo Terhadap Arsitektur Nusantara Bakhtiar, .; Waani, Judy O.; Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur dan manusia adalah timbal-balik dalam hubungannya. Ini berarti dapat dikatakan bahwa arsitektur itu bergantung pada sebagai manusia penghadir arsitektur. Arsitektur Nusantara yang hadir merupakan hasil cipta dan rasa (nuansa) dari pengetahuan kelisanan anak bangsa Nusantara. Konsep-konsep geoklimatologi, kebaharian, perwujudan dari pengetahuan kelisanan yang terdiri dari aspek-aspek tan-ragawi (gagasan, norma, status maupun nilai perlambangan) dimanifestasikan ke dalam bentukan arsitektural (baik berupa persolekan / dekorasi-ornamnetasi, maupun warna). Di sini, pengetahuan tan-ragawi (esensi) maupun ragawi (bentuk) menjadi suatu rekaman-rekaman pengetahuan Arsitektur Nusantara yang sudah ditumbuhkembangkan sejak sebelum republik ini dibentuk. Mengutip pernyataan Prijotomo (2004) bahwa, “... Arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berlandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur…”. Studi ini mengkaji tentang pola pemikiran Josef Prijotomo terhadap Arsitektur Nusantara yang kemudian membentuk teori dan metoda perancangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kritis. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Tulisan-tulisan diposisikan sebagai sumber data. Analisis data menggunakan pendekatan induktif. Pendekatan induktif memungkinkan temuan-temuan penelitian muncul dari keadaan umum yang dibentuk dari satuan (unit) informasi, kategorisasi dan merumuskan pernyataan proporsional yang masih terkait dengan data (teori substantif) atau disebut dengan tema atau hipotesis kerja. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan teori dan metoda perancangan Arsitektur Nusantara seperti apa yang tersampaikan pada pemikiran-pemikiran Josef Prijotomo yang membentuk teori substantif. Hasil analisis pola pemikiran Prijotomo membentuk kerangka temuan (pola pemikiran), yakni bangunan teori Arsitektur Nusantara meliputi: filsafat, landasan dan ideologi, pengetahuan tradisi tanpa tulisan (struktur dan tektonika bangunan), bentuk dan fungsi ruang (interior). sedangkan metoda perancangan Arsitektur Nusantara (konsep pengkinian) meliputi: interpretasi (penafsiran) dan transformasi (stilisasi/peniruan, mimesis/asimilasi dan hibrida/pencampuran). Kata Kunci: Arsitektur Nusantara, teori, metoda, pengkinian
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENERANGAN DI TAMAN KOTA, Studi Kasus Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado Kapugu, Herry; Sangkertadi, -; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kesatuan bangsa merupakan taman kota yang menjadi tempat favorit untuk bersosialisasi danberekreasi masyarakat Kota Manado karena memiliki letak yang strategis berada di pusat Kota Manadotepatnya di Kawasan Pasar 45 di tengah pusat ekonomi dan hiburan serta memiliki pencitraan yang baikberkat nilai historisnya yang kuat. Pencahayaan yang kurang maksimal pada malam di TKB memilikiberagam persepsi bagi pengunjungnya. Persepsi masyarakat disaat malam hari bahwa TKB memiliki imagetempat yang kurang baik, diantaranya tempat mangkal PSK dan transaksi Narkoba. Penelitian ini mengkajipersepsi masyarakat terhadap efek pencahayaan di Taman Kesatuan Bangsa.Penelitian persepsi masyarakat terhadap kualitas penerangan di Taman Kesatuan Bangsamenggunakan metode penelitian gabungan (Mixed methods) yang mengkombinasikan atau menggabungkanantara penelitian kuantitatif dengan metode kualitatif, dengan strategi penelitian menggunakan strategimetode embedded konkuren, menggunakan skala likert untuk nilai persepsi. Penelitian ini terbagi 3 tahap,yang pertama pengambilan data persepsi awal terhadap penerangan, kemudian melakukan percobaanpertama menggunakan lampu 33 watt dan percobaan ke 2 menggunakan lampu 69 watt. Dari hasilpercobaan dikaji kembali persepsi responden terhadap penerangan percobaan 1 dan 2.Hasil penelitian persepsi pengunjung Taman Kesatuan Bangsa terhadap efek pencahayaan yaituKualitas penerangan di TKB masih kurang, Hasil analisis perbedaan nilai rata-rata persepsi masyarakatterhadap penerangan pada dua percobaan di zona 1, 2, 3 dan 4 menunjukan peningkatan dengan dari hasilpersepsi awal kecuali pada nilai rata-rata pada zona 5 menunjukan penurunan yang dari persepsi awalmenggambarkan bahwa terdapat aktifitas yang berbeda di area ini.Kata kunci: persepsi masyarakat, penerangan, Taman Kesatuan Bangsa
MAKNA EMIK RUANG PERMUKIMAN ATAS AIR DI PESISIR PANTAI PULAU NAEN Waani, Judy O.; Rogi, Octavianus H.A.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman atas air adalah kawasan yang jarang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat Suku Bajo merupakan suku yang memiliki kebiasaan ini. Pulau Naen merupakan salah satu tempat yang menjadi tempat tinggal mereka selain dari masyarakat Sanger Talaud. Penelitian ini mencakup dua dari tiga desa yang ada di Pulau Naen yaitu Desa Nain atau juga disebut Nain Induk dan Desa Nain Satu. Bagaimana kemudian masyarakat memaknai ruang permukiman mereka merupakan salah satu masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkapkan makna emik ruang permukiman atas air di pesisir pantai Pulai Naen. Namun demikian dalam tulisan ini, peneliti hanya akan melaporkan tema-tema yang muncul dalam penelitian ini. Tema-tema ini akan didialogkan untuk membentuk konsep ruang permukiman. Paradigma penelitian ini menggunakan Fenomenologi Husserl dengan metode penelitian kualitatif. Analisis data menggunakan cara induktif dan pengambilan data berdasarkan purposive sampling. Tujuan sampling atau informan yaitu masyarakat yang tinggal di permukiman atas air. Hasil penelitian ditemukan 1) beberapa makna emik dalam tema-tema ruang dari penelitian yaitu a) ruang basudara, b) para-para rumah, c) jual beli rumah, d) perubahan material rumah, e) tampa fufu, f) parkir parao, g) sumur Boki Tibe Tiah, h) rumah tompal, i) kantor hukum tua, j) jalan desa.  Secara keseluruhan, tema-tema ruang ini, membentuk konsep yaitu ruang konsensus. 2) Temuan lain yaitu cara masyarakat membentuk rumah dan permukiman didasari dengan konsensus atau kesepakatan antar masyarakat. Konsensus biasanya dimulai dari komunikasi keluarga sehingga masyarakat akan membentuk atau membangun rumah mereka terletak dibelakang rumah orang tua atau keluarga terdekat dan secara linier akan berurut dan menjorok ke arah laut dan bukan ke arah darat. Untuk bangunan umum biasanya dibangun di darat ataupun di atas air tapi harus melalui kesepakan bersama. 3) Ruang konsensus berkaitan dengan kesepakatan bersama antar masyarakat yang didasari dengan aturan  tidak tertulis. Aturan tidak tertulis ini dikuasai dan dipahami oleh masyarakat kemudian menjadi dasar tindakan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk membuat ruang-ruang dalam permukiman mereka. Kesepakatan bersama yang kemudian menjadi keputusan ini, lahir dari komunikasi, solidaritas dan kompromi dalam masyarakat.
ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA MENUJU KAWASAN CAGAR BUDAYA DI KOTA TOMOHON Mantiri, Alberta; Warow, Fela; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan bersejarah sebagai bagian penting bagi perkembangan kota perlu dilakukan kajian sejarah dan arsitekturnya. Dalam sejarahnya Kota Tomohon memiliki hubungan dengan bangsa kolonial Belanda, dimana tersebar dibeberapa kawasan. Ketidaktersediaan basis data menjadi salah satu latar belakang penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri dan menemukan gaya arsitektur kolonial Belanda sehingga dapat menentukan arah pelestarian kedepannya menuju kawasan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan analisis kuantitatif pada 3 bangunan yang ada dalam kawasan yaitu Gereja Hati Kudus, Pastoran Gereja dan Rumah Sakit Gunung Maria. Dari hasil analisis dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: ciri arsitektur kolonial Belanda yang ada pada bangunan di kawasan di Kota Tomohon yaitu gable/gevel, tower/menara, nok acroterie/hiasan puncak atap, dan bouvenlicht/ lubang ventilasi. Dari ciri ciri yang teridentifikasi, ciri arsitektur kolonial Belanda yang dimiliki 3 bangunan penelitian, adalah adanya gable/gevel dan bouvenlicht/ lubang ventilasi. Dan Gaya arsitektur kolonial Belanda pada kawasan cagar budaya di Kota Tomohon didominasi oleh gaya Indische Empire (Abad 18-19) yaitu pada bangunan Gereja Hati Kudus sebesar 42.86 %, pada bangunan Pastoran Gereja sebesar 32.14 % dan pada bangunan Rumah Sakit Gunung Maria sebesar 42.86 %. Untuk menuju kawasan cagar budaya, maka perlu dilakukan kajian dan persiapan selanjutnya pada semua bangunan bersejarah yang ada di kawasan sesuai dengan Undang- Undang no 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.Kata Kunci: Arsitektur kolonial Belanda, Kawasan cagar budaya, Kota Tomohon
REVITALISASI PERMUKIMAN KUMUH TEPIAN SUNGAI KAMPUNG NGAPA BERBASIS KAMPUNG BERKELANJUTAN Kairupan, Frenny F. F.; Tondobala, Linda; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman tepi Sungai Baubau merupakan kawasan yang padat dan berkembang secara tidak terkendali dan rawan terhadap bencana banjir,  sehingga menjadi kawasan kumuh. Dalam RTRW Kota Baubau juga mengarahkan tujuan penataan ruang Kota Baubau adalah mewujudkan Kota Baubau sebagai kota perdagangan dan jasa yang nyaman, sejahtera, berbudaya dan berkelanjutan sebagai kota pesisir yang berwawasan lingkungan. Dengan potensi kawasan yang memiliki peranan penting dalam perkembangan kota, dengan sungai yang memiliki peranan vital menunjang pertumbuhan kota, maka revitalisasi kawasan tepian sungai, perlu dilakukan untuk memvitalkan kembali kawasan tersebut. Penelitian lewat perancangan ini menggunakan mix method yaitu penggabungan antara penelitian kuantitatif - kualitatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk naratif, tabulasi/diagram dan pemetaan, untuk kemudian dibuatkan skenario penataan yaitu konsep perancangan kawasan tepian sungai untuk menghasilkan rancangan arsitektural revitalisasi penataan permukiman kumuh tepian sungai Kampung Ngapa. Hasil penelitian di dapatkan karakteristik permukiman kumuh tepian sungai Kampung Ngapa, dilihat dari aspek fisik yaitu kondisi bangunan, kondisi infrastruktur dan utilitas lingkungan serta ketersediaan fasilitas umum/sosial; aspek non fisik yaitu status ekonomi rumah tangga, mata pencaharian penduduk, dan interaksi sesama masyarakat dan dengan sungai. Konsep pendekatan lingkungan dengan orientasi terhadap masyarakat pada perancangan revitalisasi kawasan tepian sungai Kampung Ngapa, menekankan pada aspek penataan bangunan, peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas lingkungan, pengembangan aspek non fisik untuk penataan kawasan tepian sungai. Dimana hasil revitalisasi ini dapat juga berfungsi sebagai tujuan wisata baru di Kota Baubau, yang secara umum diharapkan bermanfaat secara fisik, ekonomi dan sosial, sesuai dengan prinsip revitalisasi. Kata Kunci: Kampung berkelanjutan, Pembangunan berkelanjutan, Permukiman kumuh, Revitalisasi, Tepian sungai
KAMPUNG VERTIKAL DI SINDULANG ‘HUMANISME DALAM ARSITEKTUR’ Taaluru, Stenly Y.; Waani, Judy O.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sebuah kota selalu hadir dengan setiap konsekuensinya terhadap bentuk fisik kota, juga bagi masyarakatnya.  Bagi kota-kota di negara berkembang seperti Indonesia, peningkatan jumlah penduduk kota di satu sisi dan berkurangnya lahan karena penambahan kebutuhan ruang fisik manusia di sisi lainnya telah menjadi permasalahan utama dalam kehidupan berkota, termasuk di dalamnya permasalahan  pada sektor perumahan dan permukiman. Berbagai persoalan dan fenomena di atas dengan segala turunannya menjadikan permasalahan penyediaan perumahan dan permukiman khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah bawah bersifat kompleks dengan lingkup permasalahan yang berkisar dalam skala terkecil yaitu aspek manusia hingga mencakup aspek-aspek makro yang berwujud dalam bentuk sistem, diantaranya ekonomi, politik, sosial dan budaya. Humanisme dalam arsitektur merupakan sebuah pendekatan dalam upaya  melihat dan merespon kompleksitas permasalahan permukiman pada umumnya dan kampung pada khususnya,dalam rangka menciptakan tipologi hunian vertikal rumah susun yang ideal bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah di perkotaan. Kata kunci: kampung, rumah susun, hunian vertikal, humanisme.
PUSAT HIBURAN MUSIK DI MANADO (SOUL OF SPACE SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Abdulsalam, Gilang G.; Waani, Judy O.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Musik adalah Bahasa manusia, karena dengan musik dapat mengekspresikan perasaan, isi hati, serta jati diri seseorang. Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, pada awalnya musik hanya berperan sebagai hiburan di waktu-waktu tertentu. Namun seiring berjalannya waktu, musik menjelma sebagai sebuah gaya hidup yang melekat dalam kehidupan manusia. Di Indonesia musik berkembang dengan sangat pesat, ditandai dengan munculnya grup-grup muik, aliran-aliran musik yang baru, pendetang-pendatang baru di balantika musik Indonesia, yang banyak di support oleh event dan kompetisi musik solo singer maupun grup band. Pengaruh ini pun mulai menjamur dan terasa di kota Manado yang mulai memperhatikan dunia musik, banyaknya penyanyi-penyanyi solo yang sudah terkenal, dan munculnya band-band lokal, serta adanya kompetisi-kompetisi paduan suara gerejawi yang marak di Sulawesi Utara dan sudah memunculkan sanggar-sanggar paduan suara yang cukup berprestasi di ajang nasional maupun internasional. Namun ketika hal ini berkembang dengan sangat pesat, maka dibutuhkan sebuah wadah yang bisa menampung segala bentuk hiburan yang berkaitan dengan musik. Oleh karena itu sebagai inisiatif, diangkat Pusat Hiburan Musik di Manado dengan tema Soul Of Space Sebagai Pendekatan Desain. Keberadaan gedung Pusat Hiburan Musik di kota Manado sangatlah penting, selain sebagai wadah menyalurkan seni musik dan kegiatannya. Gedung Pusat Hiburan Musik juga dapat berperan sebagai pemicu dan poin penting dalam tonggak pariwisata di kota Manado. Dengan menggunakan tema perancangan “Soul Of Space Sebagai Pendekatan Desain” diharapkan bangunan Pusat Hiburan Musik ini dapat meng-ekspresikan jiwa atau karakteristik musik ke dalam setiap aspek perancangan. Kata Kunci : Kota Manado, Musik ,Pusat Hiburan, Soul Of Space.
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DIATAS PANTAI TROPIS LEMBAB “Studi Kasus Rumah Atas Pantai Desa Kima Bajo, Kabupaten Minahasa Utara” Kaharu, Arlan; Kindangen, Jefrey I.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman diatas pantai memiliki suhu, kelembaban udara serta kecepatan angin yang cukup tinggi pada siang hari. Masalah klimatis tersebut membuat penghuni merasa tidak nyaman walaupun harus tetap melaksanakan aktifitas pada kondisi tersebut. Terdapat indeks perhitungan untuk menyeragamkan tingkat kenyamanan termal manusia yang disebut PMV (Predicted Mean Vote). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi kenyamanan termal penghuni yang bermukim diatas pantai sesuai dengan indeks PMV. Penelitian dilakukan pada pemukiman atas pantai desa Kimabajo selama 12 jam. Hasil penelitian ditemukan tingkat kenyamanan termal berada pada kondisi agak panas dan panas selama siang hari pada ruang tamu dan kamar tidur. Kecepatan angin memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan nilai PMV. Kata Kunci  : Kenyamanan Termal, PMV (Predicted Mean Vote)
PERMUKIMAN NELAYAN TERPADU VERTIKAL DI MANADO. “SUSTAINABLE DESIGN SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN” Maninggir, Tammara G. E.; MT, Surjono; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah ibu kota provinsi Sulawesi Utara yang menjadi pusat berlangsungnya kegiatan pemerintahan maupun perekonomian, perkembangan modernisasi dan urbanisasi serta teknologi dari tahun ke tahun membawa pengaruh bagi pertumbuhan kota Manado, hal ini juga turut mendorong terjadinya pergeseran fungsi ruang kota serta dibukanya kawasan-kawasan strategis baru di kota Manado dengan tujuan meningkatkan fungsi-fungsi kota demi mewujudkan kota yang lebih maju dan baik ke depannya. Berlangsungnya aktifitas tersebut turut menjadi penggerak tergesernya beberapa tempat-tempat vital yang khas dari kota Manado sendiri, seperti kawasan nelayan yaitu permukiman yang penghuninya didominasi oleh kaum nelayan tradisional. Revitalisasi Kawasan Permukiman Nelayan Terpadu Vertikal diharapkan mampu menjadi penggerak dan pengemban perekonomian di kota Manado di bidang perikananmerupakan salah satu potensi besar dari daerah. Pengadaan fasilitas hunian yang layak dan dekat dengan tempat bekerja bagi kaum nelayan dan keluarga merupakan sebuah terobosan bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi, manusia dan lingkungan yang saling bersinergi. Sustainable Design mengakomodasi berbagai  masalah yang dihadapi permukiman nelayan yang sarat akan nilai fungsi, budaya dan norma-norma masyarakat. Menghadirkan desain yang inovatif dan mampu hidup lama dengan manusia serta lingkungan, juga membawa keuntungan ekonomi bagi masyarakat nelayan dan sarana hiburan edukatif tentang nilai budaya dan kehidupan nelayan bagi masyarakat luar. Kata Kunci : Nelayan, Permukiman vertikal, Sustainable Design
TINGKAT ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Sanger, Arwinsky S; Waani, Judy O.; Franklin, Papia J. C.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37072

Abstract

Facts prove that the magnitude of the potential for volcanic vulnerability in Indonesia can be identified from the location of the area and geographical position, where its existence is in the path of the meeting of tectonic plates with active volcanic lines or known as the ring of fire. North Sulawesi itself has ± 7 active volcanoes, one of them is Mount Lokon in Tomohon City. One of the most devastating eruptions that brought huge losses due to the eruption of Mount Lokon occurred decades ago, precisely in 1991, Mount Lokon erupted on a large scale. Therefore, this research is needed to determine the adaptation capacity and level of adaptation of the community to face the threat of danger from the Lokon volcano. The purpose of this study was to identify existing conditions, analyze the adaptation capacities, and analyze the level of adaptation of the community in North Tomohon District. This research uses descriptive quantitative research methods with Geographic Information Systems (GIS) analysis methods and uses the scoring method. The results showed that the adaptation capacity for physical, social, and economic aspects got a high score, this indicated that the community was able to adapt, while for the adaptation level, based on the classification score the score was 2 in the adaptation level theory, which showed that the intermediate level of excitability was the right level that could maximized behavior.
Co-Authors - Sangkertadi . Bakhtiar . Sangkertadi ., Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Aghita G. Maliatja, Aghita G. Al Asy' Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andri R. Runtu, Andri R. Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Attaufiq, Muh Muhdi Brayn Sumampouw Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Devy S. Sahambangun Djajeng Poedjowibowo Dwars Soukotta Dwight M. Rondonuwu Fela Warouw Fendy Kalangi, Fendy Frans, Aurina J. Frederik T. Andries Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gilang G. Abdulsalam, Gilang G. Grace Junita Mokolensang, Grace Junita Hanny Poli Hendriek H. Karongkong Herry Kapugu Hery Purnomo Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Jumiati Junus, Mohamad H Kaharu, Arlan Kairupan, Frenny F. F. Kalimpung, Gloria J. Kristian Pabeta Lakat, Ricky M. S. Laloma, Indriana Lasalewo, Arifundi Leidy M. Rompas Lempoy, Josia O. Lerah, Sustri Novita Linda Tondobala Makalew, Verly L. Mangantar, Horalto V. Mangundap, Poppy Maninggir, Tammara G. E. Mantiri, Alberta Maureen J. Siwu, Maureen J. Michael M. Rengkung MT, Surjono Muaja, Patrich V. Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pamekas, Eka B. Z. Papia J. C. Franklin Pasau, Rayanda Peggy Egam Poluakan, Gloria M. Posumah, Georgius C. Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rasuh, Krisensia Shela Ratna Pradipta Syahbudi Reny Syafriny Rezka L. Nender Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rima Kapugu Rumagit, Lefrando J. S Syafriyani Sanger, Arwinsky S Sangkertadi Sangkertadi Siregar, Dio S. A. Sonny Tilaar Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Steven R. Kamurahan Sudirman Ruslan Surjadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tingginehe, Amanda M. Toar Robot Toghas, Daniel Marthinus Tungka, Aristotulus Umboh, Karry Wardono, Surakanti S. Warow, Fela Wuri, Ongki F. Yulia S. Pandensolang, Yulia S. Yusran Pauwah