Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Muaja, Patrich V.; Waani, Judy O.; Siregar, Frits O. P.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN SONDER Rumagit, Lefrando J.; Waani, Judy O.; Rengkung, Michael M.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sonder sub-district is one of the districts that is included as a district growth center, namely the local activity center (PKL) in the 2014-2034 RTRW of Minahasa. As for the RTRW direction in article 5 paragraph 2 letter g, regarding increasing the availability and quality of infrastructure services and supporting facilities for urban and rural activities. This study will identify and analyze the availability of infrastructure and facilities for settlements in Sonder District based on SNI 03-1733-2004 supported by other existing standards. The analysis method used is descriptive qualitative method in identifying data by obtaining primary data through field observations, taking documentation, and interviews with sub-district and village governments, as well as quantitative descriptive methods in analyzing data, as well as spatial analysis methods to determine the distribution of infrastructure and settlement facilities. also as an analysis of the service radius of the facility. The results of the discussion show that there are some inadequate infrastructure and facilities such as road infrastructure and solid waste infrastructure. where road infrastructure, traffic lane widths are not up to standard, and solid waste infrastructure, TPS and local TPA are not yet available, so most people still throw garbage in any place, such as drainage, and rivers. For facilities, educational facilities still require an additional 6 units for kindergarten, and 1 unit for senior high schools.
Adaptasi Komunitas Nelayan Kecamatan Tuminting Terhadap Pembangunan Jalan Boulevard Dua Kota Manado : Adaptation of Fisherman Community in Tuminting Distric to the Development of Jalan Boulevard Dua Manado City Lerah, Sustri Novita; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45995

Abstract

Abstrak Kecamatan Tuminting sebagai salah satu wilayah administrasi di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Pembangunan Jalan Boulevard Dua yang terletak di sepanjang pesisir utara Kota Manado tersebut terletak di Kecamatan Tuminting dengan mayoritas bermata pencaharian para warga yaitu nelayan. Nelayan Kecamatan Tuminting dengan komunitas yang terdiri dari 10 anggota. Riset berikut mempunyai tujuan guna pengidentifikasian perubahan lahan dalam Jalan Boulevard Dua dan mengukur tingkat adaptasi masyarakat nelayan terhadap perubahan guna lahan sebab adanya Jalan Boulevard Dua Kota Manado dengan mempergunakan metode deskriptif kuantitatif, serta mempergunakan teknik menganalisis overlay atau tumpang susun dalam sistem informasi geografis (sig). Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Tingkat Adaptasi yang di kemukakan oleh Wohlwill (1974). Mengacu pada hasil riset yang diselenggarakan, diperoleh yakni fungsi lahan di sekitar Jalan Boulevard Dua Kota Manado sebelumnya adalah pesisir pantai dengan rumah – rumah tinggal masayarakat nelayan dan setelah adanya Jalan Boulevard Dua masyarakat nelayan mulai beradaptasi dengan adanya Jalan Bouleavrd Dua dengan mengambil potensi dari Jalan Boulevard Dua seperti terdapat tambatan perahu, menjual hasil tangkap di sekitar Jalan Boulevard Dua dan rumah yang terlindung dari ombak pasang. Kata kunci: Perubahan guna lahan, Komunitas Masyarakat Nelayan, Adaptasi Masyarakat Nelayan. Abstract Tuminting sub-district is one of the administrative areas in Manado City, North Sulawesi Province.The construction of the Boulevard Dua road, which is located along the north coast of the city of Manado, is located in the Tuminting sub-district where most of the residents livehoods are fishermen.Tuminting sub-district fishermen with the communities consisting of ten members. The study aims to identify changes in land use on Boulevard Dua road and measure the level of adaptation of fishing communities to changes in land use due to the existence of Boulevard Dua road in Manado City by using quantitative descriptive methods and using overlay analysis.The theoretical basis in this study is the level of adaptation theory proposed by Wohlwill (1974) . Based on the result of the research conducted, it was found that the function of the land around the Boulevard Dua of the Manado City before was the coast with fishing community houses and after the Boulevard Dua road the fishing communities began to adapt to the existence of Boulevard Dua road by taking the potential of Boulevard Dua such as there are boat moorings,selling catches around Boulevard Dua road and houses protected from tidal waves. Keyword: Land use change, Fishing community, Adaptation of fishing communities.
Studi Kondisi Perumahan, Sosial dan Ekonomi Pada Lokasi Perumahan dan Permukiman Kelurahan Pandu Kota Manado Sutarno, Ukhti Bayyinah; Warouw, Fela; Waani, Judy O.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.48901

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tanggal 15 Januari 2014 banyak mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana. Perumahan warga yang khususnya rumah – rumah warga yang berada di bantaran sungai sehingga pemerintah mengeluarkan program untuk relokasi rumah. Lokasi dari program relokasi warga yang dilakukan pemerintah ini bertempat di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan perumahan terhadap tingkat ketersediaan sarana prasarana kawasan permukiman Perumahan Pandu Cerdas selain itu, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat relokasi di Perumahan Pandu Cerdas. Analisis dalam penelitian ini meggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan penelitian ini, kondisi perumahan Pandu Cerdas ini sudah memiliki fasilitas berupa sarana dan prasarana yang lengkap namun belum digunakan dengan maksimal. Sedangkan untuk kondisi sosial masyarakat di Pandu Cerdas sering berinteraksi antar satu sama lain dan dari segi ekonomi masyarakat tidak mengalami peningkatan setelah di relokasi.Kata kunci: Perumahan; Prasarana; Sarana; Sosial; Ekonomi .AbstractThe flash floods that hit Manado City on January 15 2014 caused a lot of damage to infrastructure and facilities. Residents' housing, especially residents' houses that are on the banks of the river so that the government issued a program for relocating houses. The location of the residents' relocation program carried out by the government is located in Pandu Village, Bunaken District, Manado City. The purpose of this study is to determine the existence of housing on the level of availability of infrastructure facilities serving the Pandu Smart Housing area. The analysis in this study uses a quantitative descriptive method using a Likert scale. In conclusion, the condition of the Pandu Smart housing already has facilities in the form of complete facilities and infrastructure but has not been used optimally. Meanwhile, the social conditions of the people in Pandu Intelligent often interact with each other and from an economic point of view, the community has not experienced an increase after being relocated.Keywords: Housing; Infrastructure; Means; Social; Economy..
Faktor-Faktor Penyebab Kekumuhan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Manado Kalimpung, Gloria J.; Tilaar, Sonny; Waani, Judy O.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.52598

Abstract

AbstrakSuatu perkembangan kota yang pesat dan tidak terkendali dapat menimbulkan adanya masalah perkotaan,salah satunya yaitu munculnya permukiman kumuh. Kota Manado merupakan ibu kota provinsi SulawesiUtara telah menciptakan permukiman kumuh di beberapa kawasan karena perkembangannya yang pesat.Surat Keputusan Wali kota No. 30 tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh danPermukiman Kumuh di Kota Manado, terdapat 20 titik lokasi permukiman kumuh yang tersebar ke dalam20 kelurahan dengan total luas 196,85 Ha. Dengan demikian, perlu untuk melanjutkan penelitian tentangfaktor-faktor penyebab kekumuhan kawasan permukiman kumuh di Kota Manado. Adapun tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor signifikan penyebab kekumuhan di permukimankumuh Kota Manado dan merumuskan solusi penanganan di kawasan kumuh Kota Manado. Metodeanalisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis ditemukan bahwapermukiman kumuh di Kota Manado dipengaruhi secara signifikan pada tiga faktor yaitu bangunan,drainase lingkungan dan persampahan yang disebabkan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yangkurang memadai dan tidak sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil tersebut, maka diperlukan suatu solusipenanganan yang terdiri dari pemugaran dan peremajaan yang akan dilaksanakan berdasarkan tingkatkekumuhan dan permasalahan yang terjadi di kawasan kumuh tersebut.Kata kunci: Kumuh, Permukiman Kumuh , Faktor kekumuhanAbstractA rapid and uncontrolled urban development can lead to urban problems, one of which is the emergenceof slums. Manado as the capital of North Sulawesi province with its rapid development has given rise toslum settlements in several areas due to its rapid development. Mayor's Decree No. 30 of 2021 concerningDetermining the Location of Slum Housing and Slums in Manado City, there are 20 locations of slumareas spread over 20 sub-districts with a total area of 196.85 hectares. Therefore, it is necessary tocontinue research on the factors that cause slums in Manado City. The purpose of this research is toidentify the significant factors that cause slums in the slums of Manado City and formulate solutions fordealing with slum areas in Manado City. The analytical method used is multiple linear regression analysismethod. The results of the analysis, shows that the slums of Manado City are greatly affected by threefactors: buildings, environmental drainage and soild waste, which are caused by inadequate andsubstandard infrastructue facilities was found to be the cause technical requirements. Based on theseresults, it is necessary to find solutions through rapir and renewal according to the scale of the slums andthe problemsthat occur within the area.Keyword: Slums, Setllement Area, Slum factors
EVALUASI KOTA TOMOHON SEBAGAI KOTA LAYAK ANAK Rasuh, Krisensia Shela; Waani, Judy O.; Siregar, Frits O. P.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52691

Abstract

ABSTRAK Penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan hingga menempati posisi ke empat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Penduduk Indonesia membentuk kelompok umur, dimana berkisar 1/3 dari total jumlah penduduk Indonesia ialah kelompok anak (0-18 tahun). Merujuk pada isu tersebut, pemerintah Indonesia mencentuskan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk menunjang tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. Kota Tomohon sebagai wilayah penelitian juga telah merealisasikan kebijakan tersebut dari tahun 2017 sampai saat ini. Namun berdasarkan pengamatan awal, peneliti menemukan terdapat beberapa isu yang menunjukan bahwa penyelenggaraan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kota Tomohon belum optimal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketercapaian penyelenggaraan KLA pada setiap kecamatan di Kota Tomohon dan mengevaluasi kualitas penyelenggaraan Kota Layak Anak di Kota Tomohon. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi, juga wawancara, kuesioner dan dokumentasi lapangan. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa ketercapaian penyelenggaraan KLA di setiap kecamatan belum merata. Kecamatan yang paling unggul ialah Kecamatan Tomohon Timur dengan nilai ketercapaian ialah 92,72% dan Kecamatan Tomohon Selatan menduduki posisi terakhir dengan nilai 36,56%. Temuan berikutnya ialah kualitas penyelenggaraan KLA di Kota Tomohon sudah tergolong baik dilihat ditinjau dari 6 variabel yang ditetapkan. Kata Kunci: Kota Layak Anak, Evaluasi, Capaian, Kualitas, Kota Tomohon ABSTRACT Indonesia's population continues to increase so that it occupies the fourth position with the largest population in the world. The population included in the group of children (0-18 years) ranges from 1/3 of the total population of Indonesia. Referring to this issue, the Indonesian government initiated a Child-Friendly City (CFC) policy to support the growth and development of children as the next generation of the nation. Tomohon City as a research area has realized this policy from 2017 until now. However, based on initial observations, researchers found several issues indicating that the implementation of Child-Friendly City policies in Tomohon City was not optimal. Therefore, this study aims to identify the achievement of CFC implementation in each sub-district in Tomohon City and evaluate the quality of implementing Child-Friendly Cities in Tomohon City. The methods used are survey and observation methods, as well as interviews, questionnaires and field documentation. As for data analysis, it uses qualitative descriptive analysis techniques This research finds that the achievement of KLA implementation in each sub-district has not been evenly distributed. The most superior subdistrict is East Tomohon District with an achievement score of 92.72% and South Tomohon District occupies the last position with a score of 36.56%. The next finding is that the quality of CFC implementation in Tomohon City is considered good in terms of the 6 variables determined. Keywords: Child-Friendly City, Evaluation, Achievement, Quality, Tomohon City
Analisis Teknologi Bahan Fasade Bangunan Klasik Terhadap Preferensi Pembeli Di CitraLand Kairagi Manado Poluakan, Gloria M.; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59021

Abstract

Kota Manado merupakan ibu kota Propinsi Sulawesi Utara dengan penduduk yang terus berkembang dan kebutuhan tempat tinggal meningkat. Fenomena meningkatnya jumlah kebutuhan tempat tinggal seperti rumah mengundang banyak developer datang dan membuka bisnis mereka di Kota Manado. Bangunan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang. Ciputra Group sebagai salah satu developer properti terbesar di Indonesia membuka proyek kedua mereka di Kota Manado yaitu CitraLand Kairagi Manado dengan gaya klasik. Gaya klasik tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada keindahan yang harmonis dan kesempurnaan proporsi. Rumah tipe Buckingham, tipe Balmoral dan tipe Edinburgh merupakan beberapa tipe rumah yang ada di CitraLand Kairagi Manado menerapkan elemen arsitektur klasik pada bagian fasade rumah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan IBM SPSS Statistic sebagai alat uji instrumen penelitian dan untuk menjawab hipotesis. Penelitian ini menggunakan uji dengan persamaan regresi linear sederhana Elemen Arsitektur Klasik (EAK) sebagai variabel independen dan Minat Beli (MB) sebagai variabel dependen. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen arsitektur klasik berpengaruh terhadap minat beli dengan hasil positif sebesar 0,633 dan nilai signifikansi 0,001 artinya nilai signifikansi<0,05 maka penelitian ini berhasil menjawab hipotesis bahwa elemen arsitektur klasik berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembelian. Kata kunci: teknologi bahan, bangunan klasik, preferensi, pembelian rumah
EVALUASI KOTA TOMOHON SEBAGAI KOTA LAYAK ANAK Rasuh, Krisensia Shela; Waani, Judy O.; Siregar, Frits O. P.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52691

Abstract

ABSTRAK Penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan hingga menempati posisi ke empat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Penduduk Indonesia membentuk kelompok umur, dimana berkisar 1/3 dari total jumlah penduduk Indonesia ialah kelompok anak (0-18 tahun). Merujuk pada isu tersebut, pemerintah Indonesia mencentuskan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk menunjang tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. Kota Tomohon sebagai wilayah penelitian juga telah merealisasikan kebijakan tersebut dari tahun 2017 sampai saat ini. Namun berdasarkan pengamatan awal, peneliti menemukan terdapat beberapa isu yang menunjukan bahwa penyelenggaraan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kota Tomohon belum optimal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketercapaian penyelenggaraan KLA pada setiap kecamatan di Kota Tomohon dan mengevaluasi kualitas penyelenggaraan Kota Layak Anak di Kota Tomohon. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi, juga wawancara, kuesioner dan dokumentasi lapangan. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa ketercapaian penyelenggaraan KLA di setiap kecamatan belum merata. Kecamatan yang paling unggul ialah Kecamatan Tomohon Timur dengan nilai ketercapaian ialah 92,72% dan Kecamatan Tomohon Selatan menduduki posisi terakhir dengan nilai 36,56%. Temuan berikutnya ialah kualitas penyelenggaraan KLA di Kota Tomohon sudah tergolong baik dilihat ditinjau dari 6 variabel yang ditetapkan. Kata Kunci: Kota Layak Anak, Evaluasi, Capaian, Kualitas, Kota Tomohon ABSTRACT Indonesia's population continues to increase so that it occupies the fourth position with the largest population in the world. The population included in the group of children (0-18 years) ranges from 1/3 of the total population of Indonesia. Referring to this issue, the Indonesian government initiated a Child-Friendly City (CFC) policy to support the growth and development of children as the next generation of the nation. Tomohon City as a research area has realized this policy from 2017 until now. However, based on initial observations, researchers found several issues indicating that the implementation of Child-Friendly City policies in Tomohon City was not optimal. Therefore, this study aims to identify the achievement of CFC implementation in each sub-district in Tomohon City and evaluate the quality of implementing Child-Friendly Cities in Tomohon City. The methods used are survey and observation methods, as well as interviews, questionnaires and field documentation. As for data analysis, it uses qualitative descriptive analysis techniques This research finds that the achievement of KLA implementation in each sub-district has not been evenly distributed. The most superior subdistrict is East Tomohon District with an achievement score of 92.72% and South Tomohon District occupies the last position with a score of 36.56%. The next finding is that the quality of CFC implementation in Tomohon City is considered good in terms of the 6 variables determined. Keywords: Child-Friendly City, Evaluation, Achievement, Quality, Tomohon City
POLA PERILAKU MANUSIA BERDASARKAN KONFIGURASI RUANG PADA DESAIN PROTOTYPE BANGUNAN GEDUNG KANTOR Jumiati; Waani, Judy O.; Kindangen, Jefrey I.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Adanya batasan tingkat kemampuan pegawai dalam berinteraksi, kesesakan ruang fungsi pelayanan dan ruang kerja, kesulitan aksesibilitas bergerak sementara terdapat intensitas aktivitas pegawai yang terus menerus terjadi dalam setiap hari yang memberikan respon dan rasa yang tidak sesuai menjadi stimulus memicu perubahan perilaku manusia dalam hubungan ruang yang terjadi di dalam lingkungan kerja pada gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Buol di Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dengan analisis Space syntax, teknik Behaviour mapping dengan dua analisis Place-centre Mapping dan Person-centre Mapping, dan kuesioner sebagai data pembanding dari hasil analisis penulis. Berdasarkan hasil analisis space syntax, Gedung DPUPR Buol dengan desain prototype, memiliki nilai konektivitas dan Integriti tinggi dalam konfigurasi ruang, menunjukkan ruang- ruang tidak saling terkoneksi dengan baik, dan terdapat intensitas pergerakan yang tinggi pada pola perilaku sesuai hasil observasi behaviour mapping, sehingga memunculkan tujuh atribut fenomena perilaku oleh weinsman, dimana kesesakan adalah atribut yang mendominasi. Konfigurasi ruang yang ada pada gedung DPUPR Buol, sehingga perlu ditata kembali dan dapat memenuhi standar luas Bangunan Gedung Negara (BGN) dan hirarkis fungsi kelembagaan, dengan cara menyesuaikan luas ruang kerja, ruang dengan pergerakan tinggi dikoneksikan sesuai hirarkis, menghadirkan teritori dan memisahkan pelayanan publik dan privat, sehingga membatasi aksesibilitas antara pegawai dan pengunjung sebagai kontrol aktivitas di dalam ruang kerja. Kata Kunci: Bangunan Gedung Negara, Konfigurasi Ruang, Pola Perilaku Manusia. ABSTRACT There are limits to the level of employee ability to interact, crowded service and work space, difficulty in moving around while there is an intensity of employee activity that continuously occurs every day which provides inappropriate responses and feelings which are the stimulus that triggers changes in human behavior in the spatial relationships that occur. in the work environment at the Public Works and Spatial Planning Service (DPUPR) building in Buol district in Central Sulawesi. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques, namely observation techniques with Space syntax analysis, Behavior mapping techniques with two analyzes of Place-centre Mapping and Person-centre Mapping, and questionnaires as comparative data from the results of the author's analysis. Based on the results of space syntax analysis in Hillier's theory, the DPUPR Buol Building with a prototype design, has high connectivity and integrity values in the spatial configuration, indicating that the spaces are not well connected to each other, and there is a high intensity of movement in behavioral patterns according to the results behavior mapping observations, giving rise to seven attributes of behavioral phenomena by Weinsman, where crowding is the dominant attribute. The existing space configuration in the DPUPR Buol building needs to be reorganized and can meet the standards for the size of the State Building (BGN) and hierarchical institutional functions, by adjusting the size of the work space, spaces with high movement are connected hierarchically, presenting territories and separating public services and private, thereby limiting accessibility between employees and visitors to control activities in the work space. Keywords: State Buildings, Space Configuration, Human Behavior Patterns
Coping Strategi Masyarakat Di Kawasan Rawan Banjir Kota Manado Demotekay, Selfi Joisefien; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.56016

Abstract

Abstrak Strategi coping masyarakat merupakan respon yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap perubahan lingkungan terhadap bencana yang dihadapi oleh karena itu, Bencana banjir tidak hanya mengakibat kerusakan bangunan dan sarana prasarana umum, tetapi terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan BPBD Kota Manado, terdapat banyak bencana salah satunya banjir yang menyebabkan kerugian harta benda, jiwa, dan rumah-rumah warga yang terendam air dan kerangka bangunan dibeberapa kelurahan pada Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran wilayah rawan banjir di Kota Manado dan tingkat strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir Kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif Likert untuk mengetahui strategi coping pada setiap variabel dan secara spasial untuk menghasilkan peta terkait sebaran wilayah rawan banjir dan strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir. Hasil dari analisis tersebut dapat menunjukkan daerah-daerah yang menerapkan strategi penanggulangan pada wilayah sebaran tempat yang rentan terhadap banjir pada Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Bunaken di Kota Manado serta sikap masyarakat sebelum bencana, selama bencana dan sesudah banjir berdasarkan aspek ekonomi, sosial dan aspek kulturan. Kata Kunci: Coping Strategi, Rawan Banjir, Kota Manado Abstract Coping strategies are one of the responses that local communities implement to the environmental changes and disasters they face. Therefore, floods not only inflict physical harm on public buildings and infrastructure, but also disrupt the social and economic activities of the community. According to the Manado City BPBD, numerous disasters, including floods, have occurred, resulting in the loss of property, lives and homes of residents, as well as the flooding of structures in several sub-districts of Manado City.The objective of this research is to identify the distribution of flood-prone areas in Manado City and to assess community coping strategies in these areas. A descriptive-quantitative Likert analytical method is used to determine the coping strategies for each variable and a spatial approach is used to develop maps showing the distribution of flood-prone areas and the coping strategies of communities in these areas. The results of this analysis can show areas that implement mitigation strategies in areas that are vulnerable flooding in Tuminting District and Bunaken District in Manado City, as well as community attitudes before the disaster, during the disaster, and after the flood based on economic, social, and cultural aspects. Keywords: Coping Strategy, Flood Prone, Manado City
Co-Authors - Sangkertadi . Bakhtiar . Sangkertadi ., Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Aghita G. Maliatja, Aghita G. Al Asy' Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andri R. Runtu, Andri R. Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Attaufiq, Muh Muhdi Brayn Sumampouw Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Devy S. Sahambangun Djajeng Poedjowibowo Dwars Soukotta Dwight M. Rondonuwu Fela Warouw Fendy Kalangi, Fendy Frans, Aurina J. Frederik T. Andries Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gilang G. Abdulsalam, Gilang G. Grace Junita Mokolensang, Grace Junita Hanny Poli Hendriek H. Karongkong Herry Kapugu Hery Purnomo Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Jumiati Junus, Mohamad H Kaharu, Arlan Kairupan, Frenny F. F. Kalimpung, Gloria J. Kristian Pabeta Lakat, Ricky M. S. Laloma, Indriana Lasalewo, Arifundi Leidy M. Rompas Lempoy, Josia O. Lerah, Sustri Novita Linda Tondobala Makalew, Verly L. Mangantar, Horalto V. Mangundap, Poppy Maninggir, Tammara G. E. Mantiri, Alberta Maureen J. Siwu, Maureen J. Michael M. Rengkung MT, Surjono Muaja, Patrich V. Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pamekas, Eka B. Z. Papia J. C. Franklin Pasau, Rayanda Peggy Egam Poluakan, Gloria M. Posumah, Georgius C. Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rasuh, Krisensia Shela Ratna Pradipta Syahbudi Reny Syafriny Rezka L. Nender Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rima Kapugu Rumagit, Lefrando J. S Syafriyani Sanger, Arwinsky S Sangkertadi Sangkertadi Siregar, Dio S. A. Sonny Tilaar Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Steven R. Kamurahan Sudirman Ruslan Surjadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tingginehe, Amanda M. Toar Robot Toghas, Daniel Marthinus Tungka, Aristotulus Umboh, Karry Wardono, Surakanti S. Warow, Fela Wuri, Ongki F. Yulia S. Pandensolang, Yulia S. Yusran Pauwah