Claim Missing Document
Check
Articles

EKISTICS DALAM PERMUKIMAN NELAYAN PESISIR PANTAI SINDULANG SATU Dariwu, Claudia T.; Waani, Judy O.; Warouw, Fela
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir merupakan suatu ekosistem yang khas yang dapat di lihat dari berbagai sudut pandang. Adanya kondisi seperti ini sangat mendukung bagi wilayah pesisir dijadikan daerah yang potensial dalam pengembangan wilayah keseluruhan. Visi Kota Manado adalah Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia dan mengangkat potensi kawasan-kawasan pesisirnya untuk menjadi potensi unggulan wisata khususnya kawasan pesisir pantai yang memiliki keunikan khusus, salah satunya kawasan permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu. Penelitian ini mengkaji mengenai keberlanjutan masyarakat nelayan dengan mengetahui bagaimana kondisi permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu menurut prinsip teori Ekistics (man, society, nature, network, shells). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengunakan pendekatan penelitian terapan (Applied Research). Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa penilaian mengenai Kondisi Permukiman Nelayan Pesisir Pantai Sindulang Satu menurut prinsip Ekistics (man, shells, society, network, nature) diperoleh elemen yang memberi kontribusi yang paling besar terhadap kesejahteraan di permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang satu ada pada elemen society. Kemudian secara berurutan diikuti oleh shells dan nature memiliki porsi seimbang. Terakhir elemen network dan man, elemen ini memberi kontribusi paling kecil. Kata kunci : Ekistics, Permukiman Nelayan, Kawasan Pesisir
RUANG BERMUKIM MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT DI PULAU KECIL (STUDI KASUS PULAU MANTEHAGE) Posumah, Georgius C.; Waani, Judy O.; Lakat, Ricky M. S.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat telah bermukim di Pulau Mantehage jauh sebelum adanya kebijakan dari pemerintah yang menetapkan pulau tersebut sebagai zona inti kawasan konservasi. Sering terjadinya konflik atau permasalahan kepentingan area perbatasan territori antara kawasan budidaya dengan kawasan lindung yang khususnya di Pulau Mantehage yang mempunyai kepentingan masing-masing individu. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi ruang territory masyarakat yang menjadi ruang konflik pada kawasan konservasi yang ada di Pulau Mantehage, dan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang ruang bermukim masyarakat di Pulau Mantehage terhadap peraturan kawasan konservasi. Identifikasi permukiman dan ruang territory menggunakan metode analisis spasial dengan bantuan software ArcGIS untuk menjelaskan tentang ruang permukiman pada kawasan konservasi. Untuk teknik analisisnya menggunakan metode pengukuran distribusi frekuensi dengan variabel kinesthetic Space. Hasil penelitian yaitu teridentifikasi territory primer masyarakat Pulau Mantehage berada di permukiman dan pertanian/perkebunan, territory sekunder terletak di dermaga dan di aula peribadatan sedangkan territory publik berada di lapangan dan balai desa. Terjadinya “overlap” atas territory primer dengan luas 166 Ha khususnya pertanian/perkebunan. Persepsi masyarakat dengan persentase 89.7 % setuju bahwa kebijakan pemerintah menghambat aktivitas gerak mereka, kiranya pemerintah tidak terlalu menekankan batas gerak masyarakat dimana sebagian besar masyarakat menggantung hidup mereka dalam kawasan tersebut. Kurangnya pemahaman masyarakat di Pulau Mantehage tentang kawasan lindung dengan persentase 81.4 % setuju perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai kawasan konservasi, dimana masyarakat membutuhkan arahan dari pemerintah terhadap kawasan konservasi tersebut, yang kiranya pemerintah perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di Pulau Mantehage.Kata Kunci: Ruang Bermukim, Territory, Persepsi, Pulau Kecil
PERENCANAAN PARIWISATA HIJAU DI DISTRIK ROON KABUPATEN TELUK WONDAMA, PAPUA BARAT Tingginehe, Amanda M.; Waani, Judy O.; Wuisang, Cynthia E.V.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Distrik Roon Kabupaten Teluk Wondama merupakan wisata kepulauan Papua yang masih baru di mekarkan, sehingga Peratuan Pemerintah Kabupaten tentang perencanaan dan penataan kawasan wisata belum maksimal juga tertata dengan baik, padahal wisata kepulauan ini memiliki aspek keindahan dan nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama. Perencanaan yang baik dengan mengutamakan lingkungan diharapkan dapat bermanfaat bukan hanya saat ini tapi di masa yang akan datang. Berdasarkan latar belakang maka masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi dan sarana-prasarana pariwisata di Distrik Roon dan bagaimana strategi perencanaan pariwisata hijau di Distrik Roon. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi dan sarana-prasarana pariwisata yang terdapat di Distrik Roon dan merekomendasikan strategi perencanaan pariwisata hijau di Distrik Roon, adapun manfaat hasil penelitian dapat digunakan sebagai rujukan untuk perencanaan pariwisata di Distrik Roon. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan ada beberapa strategi perencanaan lainnya. Hasil Penelitian berdasarkan matriks SWOT diketahui faktor internal jumlah bobot x rating lebih besar 3,51 dari faktor eksternal 3,1. Beberapa faktor internal yaitu ; Wisata kepulauan auri, Wisata religi gereja Isne-Jedi, Wisata kebudayaan dln.  Beberapa faktor eksternal yaitu ; Pengelolaan limbah yang belum baik, Infrastruktur pariwisata belum baik dln. Hasil penelitian lainnya ialah infrastruktur pariwisata masih kurang seperti jaringan energi listrik, jaringan telekomunikasi dan jalur transportasi yang hanya bisa diakses melalui jalur laut.Kata Kunci: Perencanaan Pariwisata Hijau, Pariwisata Hijau
PENGARUH SISTEM AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI PULAU BUNAKEN KOTA MANADO Toghas, Daniel Marthinus; Waani, Judy O.; Sela, Rieneke L. E.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan ruang merupakan bagian penting dalam aktivitas masyarakat. Pemanfaatan ruang yang direncanakan dengan baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan wilayahnya. Hal ini menjadi menarik untuk dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan ruang dan sistem aktivitas masyarakat. Penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian yang telah ada sebelumnya, Judy O. Waani (2017) meneliti tentang sistem setting permukiman masyarakat Pulau Bunaken. Selanjutnya, Trihartono (2016) memfokuskan penelitian pada keberadaan ruang aktivitas masyarakat pada koridor jalan. Penelitian ini fokus pada sistem aktivitas masyarakat yang mempengaruhi pemanfaatan ruang. Hal ini penting karena pemanfaatan ruang terjadi akibat aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat yang jika tidak diperhatikan akan memberikan dampak negatif pada pemanfaatan ruang. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi sistem aktivitas masyarakat dan menganalisis pengaruh sistem aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan ruang di Pulau Bunaken. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan rasionalistik yang menggambarkan kondisi aktivitas masyarakat dan pola pergerakan yang membentuk sistem aktivitas masyarakat, serta pendekatan statistik deskriptif dengan metode analisis jalur untuk mengetahui pengaruh sistem aktivitas terhadap pemanfaatan ruang dimana sampel dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem aktivitas di Pulau Bunaken terbentuk dari lima subsistem aktivitas yakni: ekonomi, keagamaan, kesenian, kemasyarakatan dan pendidikan, sedangkan pengaruhnya terhadap pemanfaatan ruang yaitu aktivitas ekonomi yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang yaitu jaringan jalan dan kawasan permukiman.Kata Kunci: sistem aktivitas, pemanfaatan ruang, Pulau Bunaken
ADAPTASI MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI TERHADAP BANJIR DI KELURAHAN PAKOWA KOTA MANADO Pamekas, Eka B. Z.; Waani, Judy O.; Poli, Hanny
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaran sungai menjadi area yang sering disoroti di perkotaan karena lekat dengan berbagai fenomena dan persoalan yang menarik. Persoalan sosial seperti kawasan kumuh dan ilegal, hingga permasalahan lingkungan seperti bencana banjir dan tanah longsor muncul mengintai warga perkotaan di pinggiran sungai. BPBD Kota Manado mencatat Bencana terbesar di Kota Manado yang pernah tercatat sejak 169 tahun yang lalu adalah banjir dan tanah longsor pada tanggal 15 Januari 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji atau menganalisis tingkat adaptasi masyarakat Pakowa terhadap banjir, dan merekomendasikan perencanaan terkait adaptasi masyarakat Pakowa terhadap banjir. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat adaptasi masyarakat terhadap banjir dengan alat kuesioner berdasarkan skala ordinal dengan klasifikasi data berdasarkan tingkatan dan diberikan skor terdiri dari 3 kelas yaitu tinggi, sedang, rendah dengan masing-masing menggunakan 3 jenjang skor yaitu 1, 2, dan 3. Populasi dalam penelitian ini adalah 194 KK di Kelurahan Pakowa Kota Manado di area bantaran sungai, dan sampel dalam penelitian ini 129 KK responden dengan menggunakan rumus slovin. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tingkat adaptasi masyarakat bantaran sungai terhadap banjir di Kelurahan Pakowa tinggi. Sedangkan, dalam teori tingkat adaptasi yang menyatakan bahwa tingkat rangsang menengah adalah tingkat yang dapat memaksimalkan perilaku. Dari hasil analisis tersebut, kemudian dibuat rekomendasi perencanaan agar masyarakat bantaran sungai dapat beradaptasi deng baik masih dalam batas optimal atau bisa disebut homeostatis.Kata Kunci : Tingkat Adaptasi, Masyarakat Bantaran Sungai, Banjir.        
PENERAPAN THE PLEASURE OF ARCHITECTURE PADA YOUTH CENTRE DI MANADO Umboh, Karry; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur di Manado stagnan dan melambat pada arsitektur modern, Bernard Tschumi berpendapat bahwa arsitektur modern tidak menyenangkan, karena itu ia menulis esai yang berjudul The Pleasure of Architecture pada tahun 1977, yang mengkritisi arsitektur modern dan mengungkapkan hal-hal yang dapat membuat arsitektur menjadi menyenangkan. Pendekatan The Pleasure of Architecture, berupa metafora oleh karena itu digunakan Semiotika untuk menterjemahkan ke dalam bentuk arsitektur.Perkembangan zaman selalu membawa pengaruh yang positif dan negative, tidak terkecuali berdampak pada remaja di Manado, dengan tingkat kenakalan remaja yang menunjukan tren meningkat, yang disebabkan lingkungan dan pergaulan yang salah. Wadah pendidikan informal dan pengembangan kreatifitas di luar sekolah, menjadi kebutuhan untuk mencegah dan meminimalisir kenakalann remaja berupa Youth Centre di Manado.Dengan mengangkat pendekatan perancangan The Pleasure of Architecture, pada Youth Centre di Manado, dapat mengubah paradigma arsitektur di Manado, serta menambahkan karakter pada objek rancangan yaitu unik dan menyenangkan.Kata Kunci : The Pleasure of Architecture, Kenakalan Remaja, Youth Centre, Manado
PENERAPAN FRAKTAL PADA DESAIN ARSITEKTUR APARTEMEN Mandey, Johansen; Waani, Judy O.; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai hasil karya manusia, arsitektur dikelompokan sebagai karya seni karena merupakan hasil ekspresi perasaan atau sikap dari suatu fenomena yang diwujudkan menjadi lingkungan binaan. Fraktal adalah bentuk pertama yang tidak berdasarkan garis atau nonlinearitas. Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan akan lahan maka, apartemen merupakan solusi yang tepat untuk menjawab persoalan akan tempat tinggal dan keterbatasan lahan. Geometri Fraktal adalah sebagai salah satu ilmu dalam matematika yang mempelajari sifat-sifat dan prilaku fractal. Carl Bovill berpendapat bahwa penggunaan bentuk-bentuk euclidian geometri (segi empat, segi tiga, lingkaran) menghasilkan karya arsitektur yang datar dan tidak alami, sementara penggunaan fraktal geometri dianggap lebih mendekati bentuk dan prosess transformasi bentuk yang terjadi di alam. Konsep dan metode desain fraktal arsitektur merupakan proses desain yang dilakukan dengan pemikiran empiris untuk menghasilkan suatu desain arsitektur apartemen. Kata Kunci : Arsitektur, Fraktal, Apartemen, Geometri
FRAGMENTASI SERIAL VISION DALAM PEMBENTUKAN CITRA KAWASAN. Studi Kasus Koridor Jalan Pierre Tendean Sumayku, Andrew R.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat arah pengembangan kota Manado sebagai kota ekowisata yang berdaya saing tinggi mengacu dari Visi Kota Manado sebagai Kota Cerdas, lebih membuka peluang terhadap pengembangan berbagai fungsi dan aktifitas terutama pada kawasan reklamasi Boulevard On Bussiness. Koridor jalan Pierre Tendean berperan sebagai sumbu penghubung kawasan tersebut sudah diwarnai dengan berbagai macam fungsi dan aktifitas tercermin dari visualnya, citra kawasan pun dipertanyakan kejelasannya. Penelitian ini mengkaji kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean dengan menggunakan media teori serial vision menyangkut place dan content, untuk menentukan citra kawasannya. Dimana citra kawasan ditentukan dari kualitas visual dan untuk melihat visualisasi koridor diperlukan media serial vision untuk menyusun sequences. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode Fragmentasi terhadap visualisasi yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dalam sequences dan dibagi dalam beberapa fragment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa tingkat kualitas visual berdasarkan aspek legibility (pengenalan) terbesar ada pada kawasan koridor Manado Town Square, sementara citra kawasan koridor Jalan Pierre Tendean yaitu merupakan kawasan perniagaan dengan gaya arsitektur modern.   Kata kunci : Koridor, Citra Kawasan, Kualitas Visual
KREMATORIUM MODERN DI KAWASAN REKLAMASI BOULEVARD Ambiguity In Architecture Sumangkut, Josias D.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dewasa ini dan lajunya pembangunan gedung membuat lahan yang ada semakin menipis. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya lahan pemakaman yg bergeser dari fungsinya, maka tak jarang orang lebih memilih cara praktis seperti di kremasi atau pembakaran jenazah. Di kota Manado, penyelesaian pemakaman jenazah secara dibakar hanya dilakukan oleh agama – agama tertentu yang masih melakukan cara pembakaran dengan cara tradisional ataupun memakai tungku kayu bakar. oleh karena itu diperlukan suatu wadah kremasi modern yang bisa di gunakan oleh semua kalangan agar bisa mewadahi dan mengurangi pemakaian lahan yang berlebihan yang di sebabkan oleh pemakaman konvensional. Wadah yang dimaksud yaitu Krematorium Modern di Kawasan Reklamasi Boulevard. Sebagai arahan desain, dipakai pendekatan konseptual dengan tema Ambiguity In Architecture dengan penerapan Metafora didalamnya. Lokasi tapak yang berbatasan langsung dengan laut memberikan suatu visual yang diambil dan di implementasikan kedalam olahan tapak dan bentuk bangunan. Hasil rancangan yang ada di olah terus menerus dengan mengeliminir kekurangan – kekurangan pada rancangan sebelumnya sehingga menghasilkan objek rancangan yang tepat dan sesuai dengan maksud dan tujuan perancangan.   Kata kunci : Kremasi, Ambiguity, Metafora.
HOTEL PARIWISATA DI MANADO (Aquascape Arsitektur) Mesakh, Christine I.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Pariwisata adalah bangunan yang menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya juga sebagai tempat yang menyediakan sarana rekreasi sehingga dapat menarik minat para turis lokal maupun mancanegara. Hotel ini lebih mengacu pada fasilitas rekreasi dimana pengunjung yang datang bertujuan untuk bersantai dan menikmati pesona alam yang ada. Kota Manado adalah salah satu kota yang dikenal dengan potensi laut yang baik, karena memiliki keindahan laut dan taman bawah laut yang keren.  Manado kedepannya memiliki Visi Misi 2015 yaitu “Manado sebagai kota Ekowisata” (Manado Model City for Ecotourism) yang menjadi tujuan Pariwisata. Tema "Aquascape Arsitektur" diambil agar tercipta sebuah hotel yang unik dan baru bagi pengunjungnya, dengan penerapan fenomena air dalam bentuk arsitektural. Desain hotel memanfaatkan potensi laut pantai malalayang dimana pada daerah tersebut memiliki flora dan fauna laut yang tak kalah dengan Bunaken, sehingga massa hotel di desain berada di darat dan di atas air sehingga mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda. Kata Kunci :Hotel Pariwisata, Manado, Aquascape Arsitektur
Co-Authors - Sangkertadi . Bakhtiar . Sangkertadi ., Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Aghita G. Maliatja, Aghita G. Al Asy' Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andri R. Runtu, Andri R. Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Attaufiq, Muh Muhdi Brayn Sumampouw Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Devy S. Sahambangun Djajeng Poedjowibowo Dwars Soukotta Dwight M. Rondonuwu Fela Warouw Fendy Kalangi, Fendy Frans, Aurina J. Frederik T. Andries Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gilang G. Abdulsalam, Gilang G. Grace Junita Mokolensang, Grace Junita Hanny Poli Hendriek H. Karongkong Herry Kapugu Hery Purnomo Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Jumiati Junus, Mohamad H Kaharu, Arlan Kairupan, Frenny F. F. Kalimpung, Gloria J. Kristian Pabeta Lakat, Ricky M. S. Laloma, Indriana Lasalewo, Arifundi Leidy M. Rompas Lempoy, Josia O. Lerah, Sustri Novita Linda Tondobala Makalew, Verly L. Mangantar, Horalto V. Mangundap, Poppy Maninggir, Tammara G. E. Mantiri, Alberta Maureen J. Siwu, Maureen J. Michael M. Rengkung MT, Surjono Muaja, Patrich V. Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pamekas, Eka B. Z. Papia J. C. Franklin Pasau, Rayanda Peggy Egam Poluakan, Gloria M. Posumah, Georgius C. Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rasuh, Krisensia Shela Ratna Pradipta Syahbudi Reny Syafriny Rezka L. Nender Rieneke L. E. Sela Rieneke Sela Rima Kapugu Rumagit, Lefrando J. S Syafriyani Sanger, Arwinsky S Sangkertadi Sangkertadi Siregar, Dio S. A. Sonny Tilaar Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Steven R. Kamurahan Sudirman Ruslan Surjadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tingginehe, Amanda M. Toar Robot Toghas, Daniel Marthinus Tungka, Aristotulus Umboh, Karry Wardono, Surakanti S. Warow, Fela Wuri, Ongki F. Yulia S. Pandensolang, Yulia S. Yusran Pauwah