Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Sanger, Arwinsky S; Waani, Judy O.; Franklin, Papia J. C.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37072

Abstract

Facts prove that the magnitude of the potential for volcanic vulnerability in Indonesia can be identified from the location of the area and geographical position, where its existence is in the path of the meeting of tectonic plates with active volcanic lines or known as the ring of fire. North Sulawesi itself has ± 7 active volcanoes, one of them is Mount Lokon in Tomohon City. One of the most devastating eruptions that brought huge losses due to the eruption of Mount Lokon occurred decades ago, precisely in 1991, Mount Lokon erupted on a large scale. Therefore, this research is needed to determine the adaptation capacity and level of adaptation of the community to face the threat of danger from the Lokon volcano. The purpose of this study was to identify existing conditions, analyze the adaptation capacities, and analyze the level of adaptation of the community in North Tomohon District. This research uses descriptive quantitative research methods with Geographic Information Systems (GIS) analysis methods and uses the scoring method. The results showed that the adaptation capacity for physical, social, and economic aspects got a high score, this indicated that the community was able to adapt, while for the adaptation level, based on the classification score the score was 2 in the adaptation level theory, which showed that the intermediate level of excitability was the right level that could maximized behavior.
POLA PERILAKU MANUSIA BERDASARKAN KONFIGURASI RUANG PADA DESAIN PROTOTYPE BANGUNAN GEDUNG KANTOR Jumiati; Waani, Judy O.; Kindangen, Jefrey I.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Adanya batasan tingkat kemampuan pegawai dalam berinteraksi, kesesakan ruang fungsi pelayanan dan ruang kerja, kesulitan aksesibilitas bergerak sementara terdapat intensitas aktivitas pegawai yang terus menerus terjadi dalam setiap hari yang memberikan respon dan rasa yang tidak sesuai menjadi stimulus memicu perubahan perilaku manusia dalam hubungan ruang yang terjadi di dalam lingkungan kerja pada gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Buol di Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dengan analisis Space syntax, teknik Behaviour mapping dengan dua analisis Place-centre Mapping dan Person-centre Mapping, dan kuesioner sebagai data pembanding dari hasil analisis penulis. Berdasarkan hasil analisis space syntax, Gedung DPUPR Buol dengan desain prototype, memiliki nilai konektivitas dan Integriti tinggi dalam konfigurasi ruang, menunjukkan ruang- ruang tidak saling terkoneksi dengan baik, dan terdapat intensitas pergerakan yang tinggi pada pola perilaku sesuai hasil observasi behaviour mapping, sehingga memunculkan tujuh atribut fenomena perilaku oleh weinsman, dimana kesesakan adalah atribut yang mendominasi. Konfigurasi ruang yang ada pada gedung DPUPR Buol, sehingga perlu ditata kembali dan dapat memenuhi standar luas Bangunan Gedung Negara (BGN) dan hirarkis fungsi kelembagaan, dengan cara menyesuaikan luas ruang kerja, ruang dengan pergerakan tinggi dikoneksikan sesuai hirarkis, menghadirkan teritori dan memisahkan pelayanan publik dan privat, sehingga membatasi aksesibilitas antara pegawai dan pengunjung sebagai kontrol aktivitas di dalam ruang kerja. Kata Kunci: Bangunan Gedung Negara, Konfigurasi Ruang, Pola Perilaku Manusia. ABSTRACT There are limits to the level of employee ability to interact, crowded service and work space, difficulty in moving around while there is an intensity of employee activity that continuously occurs every day which provides inappropriate responses and feelings which are the stimulus that triggers changes in human behavior in the spatial relationships that occur. in the work environment at the Public Works and Spatial Planning Service (DPUPR) building in Buol district in Central Sulawesi. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques, namely observation techniques with Space syntax analysis, Behavior mapping techniques with two analyzes of Place-centre Mapping and Person-centre Mapping, and questionnaires as comparative data from the results of the author's analysis. Based on the results of space syntax analysis in Hillier's theory, the DPUPR Buol Building with a prototype design, has high connectivity and integrity values in the spatial configuration, indicating that the spaces are not well connected to each other, and there is a high intensity of movement in behavioral patterns according to the results behavior mapping observations, giving rise to seven attributes of behavioral phenomena by Weinsman, where crowding is the dominant attribute. The existing space configuration in the DPUPR Buol building needs to be reorganized and can meet the standards for the size of the State Building (BGN) and hierarchical institutional functions, by adjusting the size of the work space, spaces with high movement are connected hierarchically, presenting territories and separating public services and private, thereby limiting accessibility between employees and visitors to control activities in the work space. Keywords: State Buildings, Space Configuration, Human Behavior Patterns
PRINSIP BANGUNAN HIJAU UNTUK INTERIOR IMPLEMENTASI PADA BANGUNAN GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Pasau, Rayanda; Kindangen, Jefrey; Waani, Judy O.
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.008

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada isu pemanasan global; sebagai tindakan praktis, banyak negara melakukan mitigasi terhadap masalah ini, termasuk melalui desain pasif, penghematan energi, material, dan air, terutama pada bangunan gedung. Salah satu upaya penghematan energi adalah dengan mengadopsi sistem bangunan hijau. Bangunan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penggunaan energi sebesar 40%, emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 25%, dan konsumsi air sebanyak 20%. Oleh karena itu, perhatian terhadap keberlanjutan bangunan sangatlah penting. Penghematan energi pada bangunan dapat dimulai dengan meningkatkan efisiensi energi pada sistem pencahayaan, penghawaan, proteksi kebisingan, kualitas udara dalam ruangan, sistem manajemen penggunaan air bersih, penghematan energi pada peralatan elektronik, serta pengelolaan limbah. Sebenarnya, dengan adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tentang bangunan hijau, implementasinya sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi setiap bangunan. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh GBCI Greenship Rating Interior Space, dilakukan evaluasi terhadap ruang dalam Kantor Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Pemilihan objek penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa bangunan ini baru dibangun sejak 2019 dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank (IDB) yang menerapkan standar internasional dalam pembangunannya. Langkah-langkah evaluasi mencakup pengumpulan data dan pengukuran suhu, kelembapan udara, kebisingan, pencahayaan, serta elemen teknis lainnya. Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa rata-rata bangunan ini belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam penerapan prinsip bangunan hijau untuk pembangunan gedung-gedung di Universitas Sam Ratulangi.
PENGUKURAN DAN PENILAIAN KUALITAS UDARA DALAM RUANG PADA HUNIAN RUMAH SUSUN : STUDI KASUS RUSUNAWA TINGKULU MANADO Al Asy' Ary, Muhammad Farid; Sangkertadi, Sangkertadi; Waani, Judy O.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.445

Abstract

Abstract: Measurement and Evaluation of Indoor Air Quality in Residential Low – Income Apartment : Case Study of Rusunawa Tingkulu Manado This research aims to determine the air quality in the residential space of Rusunawa Tingkulu. Indoor air quality is very vulnerable to exposure to pollution both from outside and inside the room. Poor air quality can be a contributing factor to the health and comfort of occupants of residential spaces. The focus of this research is to determine and identify air quality variables in residential spaces, namely on physical quality such as wind speed, air temperature, relative humidity, Pm2.5, Pm10, and chemical quality such as CO₂, HCHO, VOC, and O₂ levels. The method used in this research is field observation using measuring instruments as instruments for measuring variables that affect indoor air quality. Air quality data obtained from measurements are compared with standard data on ideal air requirements in the home space referring to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia. The data is then described in the form of graphs and tabulations, then explained descriptively. From the results of the measurements taken, it was found that the physical quality and chemical quality of CO₂ in residential spaces did not meet the required standards. Meanwhile, chemical quality variables such as HCHO, VOC, and O₂ levels have met the ideal air quality standards in residential spaces.
PENGUKURAN DAN PENILAIAN KUALITAS UDARA DALAM RUANG PADA HUNIAN RUMAH SUSUN : STUDI KASUS RUSUNAWA TINGKULU MANADO Al Asy' Ary, Muhammad Farid; Sangkertadi, Sangkertadi; Waani, Judy O.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.445

Abstract

Abstract: Measurement and Evaluation of Indoor Air Quality in Residential Low – Income Apartment : Case Study of Rusunawa Tingkulu Manado This research aims to determine the air quality in the residential space of Rusunawa Tingkulu. Indoor air quality is very vulnerable to exposure to pollution both from outside and inside the room. Poor air quality can be a contributing factor to the health and comfort of occupants of residential spaces. The focus of this research is to determine and identify air quality variables in residential spaces, namely on physical quality such as wind speed, air temperature, relative humidity, Pm2.5, Pm10, and chemical quality such as CO₂, HCHO, VOC, and O₂ levels. The method used in this research is field observation using measuring instruments as instruments for measuring variables that affect indoor air quality. Air quality data obtained from measurements are compared with standard data on ideal air requirements in the home space referring to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia. The data is then described in the form of graphs and tabulations, then explained descriptively. From the results of the measurements taken, it was found that the physical quality and chemical quality of CO₂ in residential spaces did not meet the required standards. Meanwhile, chemical quality variables such as HCHO, VOC, and O₂ levels have met the ideal air quality standards in residential spaces.
Kajian Kualitas Visual terhadap Eksistensi Street Furniture di Kotidor Piere Tendean Boulevard Manado Tumangkeng, Richy F.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16687

Abstract

Pembangunan perekonomian di Kota Manado saat ini telah meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang menuntut semakin meningkatnya kebutuhan akan lahan/ruang, kenyataan menunjukkan ruang yang tersedia semakin terbatas. Kebutuhan ruang terkait aktivitas ekonomi di Kota Manado, salah satunya adalah pemanfaatan ruang kota untukpemasangan media luar ruang (papan reklame) yang secara tidak langsung mampu mempengaruhi bentuk fisik Kota Manado. Pemerintah Kota Manado dapat memanfaatkan ketersediaan ruang atau keterbatasan ruang yang ada saat ini dengan mengkaji secara optimal agar ruang tersebut mampu mengakomodasi seluruh kegiatan spasial yang ada. Penelitian ini menganalisis kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean lewat keberadaan papan reklame lewat aspek-aspek dari kualitas litas visual menyangkut bentuk, warna, proporsi, skala dan garis. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode segmentasi terhadap visualisasi kawasan yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dan dibagi dalam beberapa segment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif.Dari hasil penelitian dapat diketahui papan reklame tidak memiliki tatanan yang baik, dari segi perletakan, dimensi dan orientasi dari papan reklame itu sendiri. Ditinjau dari aspek warna dari keempat segmen yang ada, warna papan reklame tidak menyatu dengan bangunan yang ada disekitarnya. Warna papan reklame cenderung lebih terlihat dominan terhadap bangunan atau kawasan yang ada di sekitar. Dari aspek proporsi dan skala, responden menilai banyaknya papan reklame yang tidak sesuai skala karena dimensi papan reklame yang cenderung menghalangi bangunan yang ada di sekitar kawasan.Kata Kunci: Papan reklame,kualitas visual,Manado
TERMINAL WISATA DI KAWASAN PELABUHAN MANADO. ‘ADAPTIVE REUSE’ Oktaviani, Awaliyah; Warouw, Fela; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17078

Abstract

Kawasan Pelabuhan Manado merupakan kawasan besejarah di Kota Manado yang telah direncanakan untuk direvitalisasi. Permasalahan yang ada sekarang adalah belum optimalnya pengaturan kawasan tersebut misalnya terminal penyeberangan yang belum tertata dengan baik, padahal berpotensi menjadi terminal wisata ke sejumlah pulau di sekitar Kota Manado. Permasalahan lain yaitu vitalitas kawasan yang menurun, penataan parkir yang kurang optimal, dan lain-lain. Oleh karena itu perlu direncanakan kembali dengan penerapan tema adaptive reuse yang menghasilkan konsep baru marriage old and new design bangunan dan kawasan. Luas site yang dikembangkan 37.525,77 m2, yang dilakukan penambahan reklamasi pada area pelabuhan untuk memaksimalkan fungsi baru pada kawasan Pelabuhan Manado.  Fungsi bangunan meliputi : terminal wisata, museum, galeri, retail, restaurant, cafe, aula, perpustakaan, menara wisata, halte, traditional market. Fungsi wisata juga dikembangkan yaitu area berjemur, outdoor childplay, outdoor event space and park, open stage sebagai penyambut kedatangan dan keberangkatan penumpang dan hiburan menarik pengunjung lokal dan asing untuk datang berkunjung.Dalam memperkuat karakteristik dan mempertahankan keunggulan bangunan  lama terhadap bangunan baru diterapkan 5 konsep dasar yang terdapat  pada tema adaptive reuse, yaitu: wraps, juxtaposition, parasit, weaving and insertion, dengan penggunaan metode studi komparasi menghasilkan konsep bentuk dinamis yang menyesuaikan dengan eksisting site di pinggir laut, dengan memberikan koneksi terhadap 2 blok, menyediakan arahan pada setiap zona kawasan yang memberikan sense of place terhadap pengunjung. Kata kunci : terminal wisata, revitalisasi kawasan pelabuhan, adaptive reuse
MUSEUM BUDAYA TORAJA DI TANA TORAJA. SEMIOTIKA DALAM ARSITEKTUR Patoding, Friska S.; Waani, Judy O.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17086

Abstract

Di era globalisasi yang menuntut daya saing tinggi, dampak langsung globalisasi yang mencairkan batas-batas geopolitik suatu negara telah nyata membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya (John Naisbitt, 1944). Prediksi itu secara gradual juga melanda Indonesia yang ditandai oleh internalisasi paham kesejagatan seperti universalisme, humanisme, ideologi politik, sistem ekonomi dan ekologi, sebagai akibat logis dari interaksi antar budaya. Untuk mengantisipasi dampak dari kesejagatan tersebut, perlu adanya upaya perlindungan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia baik dalam skala nasional maupun regional antara lain salah satunya melalui institusi kultural seperti museum.    Museum budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain menyimpan dan melestarikan benda-benda seni dan budaya yang ditemukan terkandung makna yang dalam yang sanggup mengungkapkan peradaban manusia dari masa ke masa, merupakan wadah yang dapat memberikan inspirasi dalam perkembangan dunia pendidikan, merupakan wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata, dan merupakan wadah rekreatif, dimana dari penataan koleksi yang baik dapat membangkitkan emosi dari pengunjung.                                 Tana Toraja yang merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar dan telah dikenal psampai keluar negeri dengan titik berat pada objek-objek : rekreasi, ekonomi, sejarah, seni dan budaya. Karena kebudayaan Tana Toraja yang masih sangat kental maka diharapkan kehadiran Museum Budaya di Tana Toraja ini bisa mewadahi peninggalan-peninggalan kebudayaan dan tradisi dari daerah ini serta hasil kreatifitas dan produktifitas para seniman dan pengrajin untuk mendapat perhatian serta perawatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan nasional. Perancangan Museum Budaya Toraja di Tana Toraja ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Semiotika dalam Arsitektur”. Konsep utama perancangan ini adalah penerapan nilai dan filosofi simbol-simbol serta tanda (semiotika) dari rumah adat Toraja yaitu bentukan atap Tongkonan, ukiran-ukiran dan dari budaya Toraja ke dalam bentuk fisik bangunan yaitu museum budaya Toraja.Kata kunci           : Semiotika, Museum Budaya, Tana Toraja
REDESAIN TEMPAT REKREASI PANTAI TAMBIO’E DI BEO (Penerapan Proksemik Dalam Arsitektur) Laloma, Natalia; Waani, Judy O.; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17093

Abstract

Pulau Karakelang menyimpan sejumlah destinasi wisata yang sungguh mempesona, salah satunya yaitu pantai Tambio’e, sebuah pantai indah di tepi jalan Beo yang mempesona di Pulau Karakelang. Namun di pantai Tambio’e ini fasilitas yang ada masih kurang, sehingga maksud dari perancangan ini yaitu ingin me-Redesain Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Hadirnya fasilitas ini dalam desain menggunakan tema Penerapan Proksemik Dalam Arsitektur.  Proksemik berkaitan dengan personal space yang diartikan sebagai studi yang mempelajari tentang posisi tubuh dan jarak tubuh (jarak antar tubuh ketika seseorang berkomunikasi antar personal) atau cara seseorang menggunakan ruang dalam berkomunikasi (dalam Altman, 1975). Istilah lain dari proksemik juga adalah komunikasi non verbal yang ditunjukkan dengan ruang dan jarak antar individu dengan orang lain. Proksemik dibagi atas dua yaitu proksemik jarak dan proksemik ruang.Pada perancangan tata/ruang, biasanya akan mengidentifikasikan fungsi atau peruntukan ruang, apakah sebagai ruang publik, servis, atau personal. Ruang personal tidak selamanya untuk satu individu, namun juga dapat bersifat kumpulan. Dalam penataan suatu ruang terdapat dua pola yaitu pola kesosiopetalan dan pola kesosiofugalan. Konsep-konsep inilah yang akan diterapkan pada Redesain Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e Di Beo. Diharapkan dengan adanya penerapan Proksemik dalam arsitektur dapat terciptanya aktifitas dalam bentuk perilaku dalam ruang memberikan gambaran bahwa ruang mengakomodasi banyak ke-pentingan masyarakat misalnya sosial, budaya, lingkungan serta sosial politik baik yang bersifat publik maupun privat.  Kata Kunci : Tempat Rekreasi Pantai Tambio’e, Personal Space, Proksemik 
AKADEMI PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA MANADO. Speed and Dynamic Pondaag, Fially C.; MT, Surjono; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17260

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Kota Manado membuat penataan bangunan menjadi berhimpitan sehingga meningkatkan resiko terjadinya bencana kebakaran. Bencana kebakaran yang besar membuat masyarakat awam sulit untuk menanganinya. Disinilah peran penting dari petugas pemadam kebakaran. Namun, keahlian petugas pemadam kebakaran harus digali lebih dalam lagi guna menanggulangi bencana kebakaran dengan berbagai situasi dan kondisi di Kota Manado yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan kinerja dan mobilitas petugas pemadam kebakaran, kota Manado membutuhkan sebuah akademi pemadam kebakaran yang profesional dan peralatan yang lengkap. Tema “Speed and Dynamic” yang berarti kecepatan dan kedinamisan diambil dari sifat atau karakteristik dari stasiun pemadam kebakaran yang selalu cepat, siap, dan menyesuaikan dengan kondisi apapun. Penerapannya dapat diterapkan pada sirkulasi bangunan, tata ruang dan interior, letak site, maupun bentuk geometri dan eksterior bangunan. Hadirnya objek Akademi Pemadam Kebakaran di Kota Manado kiranya dapat menghadirkan petugas pemadam kebakaran yang handal dan profesional untuk Kota Manado.Kata Kunci : Akademi, Pemadam Kebakaran, Speed and Dynamic
Co-Authors - Sangkertadi . Bakhtiar . Sangkertadi ., Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Aghita G. Maliatja, Aghita G. Al Asy' Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andri R. Runtu, Andri R. Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bahansubu, Reza P. Brayn Sumampouw Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia S. Punuh, Claudia S. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Devy S. Sahambangun Djajeng Poedjowibowo Dwars Soukotta Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang Faizah Mastutie Fela Warouw Fendy Kalangi, Fendy Frans, Aurina J. Frederik T. Andries Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gilang G. Abdulsalam, Gilang G. Grace Junita Mokolensang, Grace Junita Hanny Poli Hendriek H. Karongkong Herry Kapugu Hery Purnomo Ingerid L. Moniaga Jefrey I. Kindangen Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Julianus A. R. Sondakh Jumiati Junus, Mohamad H Kaharu, Arlan Kairupan, Frenny F. F. Kalimpung, Gloria J. Kiriman, Juan O. Kristian Pabeta Lakat, Ricky M. S. Laloma, Indriana Laloma, Natalia Lasalewo, Arifundi Leidy M. Rompas Lempoy, Josia O. Lengkoan, Gabriella F. Lerah, Sustri Novita Linda Tondobala Londo, Febryanti A. Majore, Christopher S. Makalew, Verly L. Mangantar, Horalto V. Mangundap, Poppy Maninggir, Tammara G. E. Mantiri, Alberta Maureen J. Siwu, Maureen J. Mengko, Yonathan J. Michael M. Rengkung MT, Surjono Muaja, Patrich V. Muhammmad Muhdi Attaufiq Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktaviani, Awaliyah Pamekas, Eka B. Z. Papia J. C. Franklin Pasau, Rayanda Patoding, Friska S. Peggy Egam Pengan, Ardanny Poluakan, Gloria M. Pondaag, Fially C. Posumah, Georgius C. Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rasuh, Krisensia Shela Ratna Pradipta Syahbudi Reny Syafriny Rezka L. Nender Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Rima Kapugu Rondonuwu, Dwight M. Rondonuwu Rumagit, Lefrando J. S Syafriyani Sanger, Arwinsky S Sangkertadi Sangkertadi Siregar, Dio S. A. Siregar, Frits O. Sonny Tilaar Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Steven R. Kamurahan Sudirman Ruslan Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tambajong, Leonie A. Tendean, Gracella R. Tingginehe, Amanda M. Toar Robot Toghas, Daniel Marthinus Toreh, Stanley J. Tumangkeng, Richy F. Tungka, Aristotulus Umboh, Karry Vensensia, Maria Vicky H. Makarau Wardono, Surakanti S. Warow, Fela Wongkar, Rocky B. Wuntu, Brinda H. Wuri, Ongki F. Yulia S. Pandensolang, Yulia S. Yusran Pauwah