Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KEBIJAKAN HUKUM DAERAH TENTANG PENGELOLAAN PARKIR: PROBLEMATIKA DAN SOLUSINYA DI KOTA-KOTA BESAR Samad, Izzan Firizqi Abdul; Wahyudin, Asep; Ramdhani, Fahmi Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20605

Abstract

Parking management falls under the authority of local governments in maintaining public order and transportation. In major cities, the increasing number of motor vehicles has led to various parking-related issues, such as illegal parking, unauthorized charges, and inefficient space utilization. Local governments, through legal policies—both regional regulations and their derivatives—seek to manage the parking sector to support traffic flow and enhance local revenue (PAD). However, practical challenges persist, including weak law enforcement, poor inter-agency coordination, and low public participation. This study aims to analyze local legal policies in parking management, identify prevailing problems, and propose legal and participatory solutions. Using a normative juridical and qualitative approach in several major Indonesian cities, this study finds that policy effectiveness depends greatly on the clarity of regulations, consistency of implementation, and robustness of monitoring. Thus, policy reform, improved administrative integrity, and community involvement are essential to ensure a fair, efficient, and sustainable parking management system.
Chatbot Terhadap Peran Gender Dalam Administrasi Pendidikan : Studi Bibliometrik VOSviewer Tresnayatna, Bayusandya; Nurdin, Enjang Ali; Wahyudin, Asep
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19461

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis tren penelitian tentang  chatbot dalam konteks peran gender di administrasi pendidikan menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diambil dari Google Scholar dengan kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Inggris seperti " chatbot pada Peran Gender dalam Administrasi Pendidikan" dan " chatbots on Gender Roles in Educational Administration" untuk rentang waktu 2018-2024. Sebanyak 206 artikel dan 998 artikel dianalisis menggunakan perangkat lunak vosviewer untuk memetakan hubungan tematik, kluster utama, dan pola kolaborasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang  chatbot dalam pendidikan dan gender bersifat multidisipliner, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan layanan pelanggan. Artikel berbahasa Inggris menunjukkan dampak akademik yang lebih besar dengan rata-rata 102,95 sitasi per artikel dan h-index 158 dibandingkan artikel berbahasa Indonesia yang memiliki rata-rata 11,20 sitasi per artikel dan h-index 11. Visualisasi menunjukkan fokus awal pada desain  chatbot dan isu kepercayaan, sedangkan penelitian terbaru lebih banyak mengarah pada aplikasi praktis dalam pembelajaran dan kesehatan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun  chatbot memiliki peran signifikan dalam pendidikan, pengaruhnya terhadap peran gender di administrasi pendidikan masih kurang dieksplorasi. Studi ini memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut untuk menjembatani kesenjangan ini, khususnya dalam pengembangan  chatbot yang lebih inklusif dan sensitif terhadap kesetaraan gender.Kata Kunci:  chatbot; peran gender; administrasi pendidikan; bibliometrik; VOSviewer.ABSTRACT: This study analyzes research trends on  chatbots in the context of gender roles in educational administration using a bibliometric approach. Data were obtained from Google Scholar with keywords in Indonesian and English, such as " chatbot pada Peran Gender dalam Administrasi Pendidikan" and " chatbots on Gender Roles in Educational Administration," covering the period from 2018 to 2024. A total of 206 and 998 articles were analyzed using vosviewer software to map thematic relationships, key clusters, and collaboration patterns. The results indicate that research on  chatbots in education and gender is multidisciplinary, spanning fields such as education, healthcare, and customer service. English-language articles demonstrated greater academic impact, with an average of 102.95 citations per article and an h-index of 158, compared to Indonesian-language articles, which had an average of 11.20 citations per article and an h-index of 11. The visualization highlights an initial focus on  chatbot design and trust issues, while more recent studies emphasize practical applications in education and healthcare during the COVID-19 pandemic. This study reveals that while  chatbots play a significant role in education, their influence on gender roles in educational administration remains underexplored. It provides a foundation for further research to bridge this gap, particularly in developing  chatbots that are more inclusive and sensitive to gender equality.Keywords:  chatbot; gender roles; educational administration; bibliomteric; VOSviewer.
Pengembangan Website Klinik Oxybaric Bintaro Center Menggunakan Metode Lean UX dan Relationship Marketing Adinda Salsabilla; Siregar, Herbert; Wahyudin, Asep; Kusnendar, Jajang
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i2.5072

Abstract

Pemasaran merupakan strategi yang dijalankan oleh suatu bisnis untuk membangun kepercayaan pelanggan dan mempertahankan citra merek di pasar. Klinik Oxybaric Bintaro Center, sebagai penyedia layanan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), selama ini mengandalkan strategi pemasaran dari mulut ke mulut serta penggunaan media sosial seperti Facebook dan Instagram secara terbatas, namun pendekatan tersebut belum mampu mengoptimalkan potensi promosi dan pemasaran klinik secara maksimal. Oleh karena itu, klinik berupaya memperluas jangkauan pasar, memperkuat citra merek, dan meningkatkan edukasi terkait HBOT melalui pengembangan website dengan menerapkan metode Lean User Experience (UX) dan strategi pemasaran Relationship Marketing. Metode Lean UX digunakan untuk mempercepat pengembangan website serta memungkinkan penerimaan umpan balik dari pengguna guna mengurangi risiko, sedangkan strategi Relationship Marketing diintegrasikan ke dalam konten dan fitur website untuk meningkatkan keterlibatan pengguna serta mempermudah akses terhadap layanan utama. Evaluasi tingkat kegunaan dilakukan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ) dengan analisis efektivitas dan optimalisasi berdasarkan pandangan ahli. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website memperoleh skor rerata SUS sebesar 82.5 yang termasuk dalam kategori "Excellent" dan "Acceptable", sementara skor UEQ menunjukkan tingkat "Excellent" pada lima skala —Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, dan Stimulation— serta "Good" pada skala Novelty, yang menunjukkan bahwa website yang dikembangkan telah memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pengguna dengan kualitas yang sangat baik.
Pengembangan Website Tour Travel Menggunakan Metode UX Design Thinking dan Relationship Marketing Firmansyah, Basuki Rahmat; Sukamto, Rosa Ariani; Wahyudin, Asep
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i2.5285

Abstract

Putera Wahyu Trans Solutions adalah agen penyedia paket layanan perjalanan wisata yang memasarkan jasanya melalui platform online seperti WhatsApp, Instagram, dan secara offline melalui langsung dengan dating ke tempat usaha untuk melakukan pemesanan perjalanan wisata. Namun, persaingan yang ketat dengan kompetitor yang lebih maju dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi tantangan utama. Untuk menjawab tantangan ini, dikembangkan sebuah website guna meningkatkan pelayanan, mempermudah pemesanan, dan memperkuat daya saing di industri ini. Pengembangan website dilakukan dengan menggunakan framework Laravel dan metode UX Design Thinking untuk menciptakan antarmuka yang intuitif, sesuai kebutuhan pengguna. Strategi Relationship Marketing juga diterapkan untuk membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan pelanggan. Proses pengembangan melibatkan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga pengujian, dengan fokus pada identifikasi karakteristik pengguna sebagai dasar pengembangan konsep UI/UX yang optimal. Hasil evaluasi melalui User Experience Questionnaire (UEQ) dari 30 responden menunjukkan bahwa skala Attractiveness, Efficiency, dan Stimulation mendapat nilai “Excellent”, sementara skala Perspicuity, Dependability, dan Novelty bernilai “Good”. Selain itu, pengujian System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 80, yang termasuk kategori “Good” dengan tingkat penerimaan pengguna berada pada rentang “Acceptable”. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta mendukung efektivitas pemasaran digital untuk bersaing di pasar modern dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Implementasi Indobert dan Large Language Model pada Aplikasi Chatbot Adaptif berdasarkan Emosi Pengguna Saraswati, Destira Lestari; Wahyudin, Asep; Hambali, Yudi Ahmad
Digital Transformation Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v6i1.7113

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu krusial di Indonesia seiring meningkatnya prevalensi gangguan psikologis dan terbatasnya akses layanan profesional. Kolaborasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dengan UNICEF menegaskan pentingnya sinergi dukungan kesehatan mental di berbagai sektor, termasuk melalui media digital. Penelitian ini mengembangkan aplikasi kesehatan emosional berbasis chatbot adaptif yang memanfaatkan IndoBERT untuk klasifikasi emosi cinta, marah, sedih, bahagia, dan takut serta Large Language Model (LLM) untuk menghasilkan respons empatik dan kontekstual dalam Bahasa Indonesia. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan teknologi Flutter, FastAPI, dan Firebase. Evaluasi dilakukan melalui Blackbox Testing, System Usability Scale (SUS), dan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil menunjukkan seluruh fitur utama berfungsi sesuai spesifikasi tanpa kesalahan logika. Nilai SUS rata-rata mencapai 83,66, termasuk kategori Excellent, sedangkan hasil UEQ menunjukkan skor positif pada seluruh dimensi dengan rata-rata +2,045, terutama pada Perspicuity dan Stimulation. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pengalaman interaksi yang nyaman, aman, dan adaptif terhadap kondisi emosional pengguna. Penelitian ini masih terbatas pada penerapan ilmu komputer, sehingga penelitian selanjutnya perlu ditinjau lebih lanjut dari perspektif keilmuan psikologi. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa integrasi IndoBERT dan LLM efektif dalam membangun chatbot empatik yang relevan secara linguistik dan kultural, serta berpotensi menjadi dukungan awal dalam peningkatan kesadaran kesehatan emosional masyarakat Indonesia.
Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental Hertini, Reni; Rohita, Tita; Wahyudin, Asep; Riyantina, Ade Sity; Cahyani, Gita; Berliani, Melin; Awaliyah, Rida Nurfarida; Mubarok, Resdyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2055

Abstract

Background: Adolescent mental health is a critical issue currently of global, national, and local concern. According to data from the World Health Organization (WHO), more than 970 million people worldwide experience mental disorders, with depression and anxiety disorders being the two most common conditions. Specifically, the WHO states that approximately 1 in 7 adolescents aged 10–19 years experience a mental disorder. Purpose: To analyze the implementation of the "Mentari" assessment app, based on Sundanese local wisdom, for adolescents to improve mental literacy and resilience. Method: A quantitative approach with a single-group pre-posttest (single-group pretest–posttest) quasi-experimental design was used. Participants were 117 adolescents in Ciamis Regency. The sample was selected using a non-probability purposive sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There was a significant difference between anxiety and depression levels before and after using the "Mentari" assessment app, with a downward trend. Conclusion: The "Mentari" app intervention was shown to have a significant impact on reducing participants' anxiety and depression levels. The integration of a digital approach with the cultural values ​​of silih asah, silih asih, and silih asuh makes this application effective as a medium for early detection and support for promotive-preventive mental health efforts.   Keywords: Adolescents; Digital-Based Intervention; Mental Health Literacy; Mental Resilience; Sundanese Local Wisdom.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang saat ini menjadi perhatian global, nasional, maupun lokal. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 970 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai dua kondisi yang paling umum. Secara khusus, WHO menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 7 remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental. Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-post single group (one-group pretest–posttest). Partisipan adalah remaja di Kabupaten Ciamis sebanyak 117 siswa. Pemilihan sampel dilakukan secara non-probabilitas purposive. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan depresi sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi “Mentari”  Assessment dengan arah perubahan yang cenderung menurun. Simpulan: Intervensi aplikasi “Mentari” terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan dan depresi partisipan. Integrasi pendekatan digital dengan nilai budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadikan aplikasi tersebut efektif sebagai media deteksi dini dan pendukung upaya promotif-preventif kesehatan mental.   Kata Kunci: Intervensi Berbasis Digital; Kearifan Lokal Sunda; Ketahanan Mental; Literasi Kesehatan Mental; Remaja.
Identifikasi Pola Risiko Akademik Dan Rekomendasi Peningkatan Kinerja Mahasiswa Menggunakan Metode Association Rules Mining Al Husaeni, Dwi Novia; Nabila, Ghina Firdha; Munir; Wahyudin, Asep; Wibisono, Yudi; Rasim; Riza, Lala Septem
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 4: Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.134

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas faktor non-akademik, seperti gaya hidup dan kondisi sosial ekonomi, yang berpotensi memengaruhi capaian akademik mahasiswa namun belum sepenuhnya dieksplorasi secara sistematis berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola asosiasi antara gaya hidup, latar belakang keluarga, dan kondisi pembelajaran terhadap status kerja paruh waktu mahasiswa serta dampaknya pada kinerja akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan data mining dengan metode Association Rules Mining (ARM) melalui algoritma Apriori untuk mengekstraksi pola hubungan antarvariabel dari data mahasiswa. Dataset yang digunakan merupakan hasil penggabungan dua dataset akademik dan kebiasaan belajar mahasiswa yang telah melalui proses seleksi variabel, diskretisasi data numerik, serta validasi oleh ahli dan responden. Dengan algoritma Apriori dan validasi holdout, ditemukan 44 aturan asosiasi yang memenuhi kriteria minimum support 0,05 dan confidence 0,8. Kualitas aturan dievaluasi menggunakan metrik support, confidence, dan lift pada data pelatihan dan data pengujian untuk memastikan stabilitas dan konsistensi pola yang dihasilkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak bekerja paruh waktu umumnya memiliki kualitas tidur yang baik, frekuensi olahraga yang teratur, dukungan ekonomi dari keluarga menengah ke atas, serta akses internet yang memadai, yang merupakan faktor-faktor yang berkorelasi positif dengan performa akademik. Hasil pengujian pada data uji menunjukkan nilai confidence rata-rata di atas 0,8 dan nilai lift lebih besar dari 1, yang mengindikasikan adanya hubungan asosiasi positif antarvariabel. Temuan ini selaras dengan literatur yang menyebut pekerjaan paruh waktu berpotensi mengganggu capaian belajar. Disarankan intervensi berupa beasiswa berbasis kebutuhan, edukasi pola hidup sehat, konseling manajemen waktu, dan peningkatan infrastruktur digital. Penelitian ini berkontribusi pada kebijakan berbasis data untuk mendukung kesejahteraan dan prestasi mahasiswa.   Abstract This study is motivated by the complexity of non-academic factors, such as lifestyle and socioeconomic conditions, which have the potential to influence students’ academic performance but have not yet been systematically explored using data-driven approaches. The study aims to identify association patterns between lifestyle, family background, and learning conditions in relation to students’ part-time employment status and its impact on academic performance. A data mining approach was employed using Association Rules Mining (ARM) with the Apriori algorithm to extract patterns of relationships among variables from student data. The dataset used was obtained from the integration of two academic and learning habit datasets, which underwent variable selection, numerical data discretization, and validation by experts and respondents. Using the Apriori algorithm with holdout validation, 44 association rules were identified that met the minimum criteria of 0.05 support and 0.8 confidence. The quality of the rules was evaluated using support, confidence, and lift metrics on both training and testing datasets to ensure the stability and consistency of the extracted patterns. The results indicate that students who do not engage in part-time work generally exhibit good sleep quality, regular physical activity, sufficient economic support from middle- to high-income families, and adequate internet access—factors that are positively associated with academic performance. Testing results show an average confidence value above 0.8 and lift values greater than 1, indicating positive association relationships among the analyzed variables. These findings are consistent with existing literature suggesting that part-time employment may interfere with academic achievement. Accordingly, interventions such as need-based scholarships, healthy lifestyle education, time management counseling, and improvements in digital infrastructure are recommended. This study contributes to data-driven policymaking to support student well-being and academic success.