Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium IV rezki putri, femilya; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti
Student Journal Nutrition (SJ Nutrition) Vol. 2 No. 2 (2023): Student Journal Nutrition (SJ NUTRITION)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/sjn.v2i2.25

Abstract

Background: Chronic kidney disease is a situation where there is a decrease in kidney efficiency which occurs slowly over a long period of time and has remained stable for the last 3 months. Chronic kidney disease patients who are hospitalized are not only given health care, but also given nutritional services in the form of standardized nutritional care. Nutritional care aims to help patients solve nutritional problems by overcoming various factors that cause nutritional status to change or be unbalanced.  Research Objective: To describe the process of standardized nutritional care for patients with stage IV chronic kidney disease.  Research Method: Observational descriptive method with case studies in patients with stage IV chronic kidney disease.  Research Results: The patient on behalf of Mrs. 57 year old R was admitted to hospital with a diagnosis of stage IV chronic kidney disease. From the results of the nutritional assessment, the patient had a low level of consumption of energy, protein, fat and carbohydrates. The results of anthropometric measurements of the patient have good nutritional status. Based on laboratory results, the patient had a high serum creatinine level and the patient's Hb, erythrocyte count, hematocrit, MCH, MCHC examination results were in the low category. The results of the patient's physical and clinical examination were weak and the patient's blood pressure was high. Nutritional diagnoses that can be made include inadequate oral intake, decreased protein and sodium requirements, and changes in laboratory values ​​related to nutrition. The type of diet given is a low protein and low salt diet. The results of monitoring and evaluating the patient's food intake increased to ≥80% on the second day, the patient's nutritional status was good, there were no laboratory developments because the patient did not have another laboratory examination, and the patient's physical and clinical condition was good and the patient's blood pressure was normal.  Conclusion: After intervention for 2 days, the results of monitoring and evaluating the patient's food intake increased on the second day, reaching ≥80% for energy, protein and fat. Then, for anthropometric monitoring and evaluation, the patient has good nutritional status. Then, monitoring and evaluating laboratory data could not be carried out because the patient did not undergo another laboratory examination. Furthermore, the results of monitoring and evaluating the patient's physical and clinical condition were good and the patient's blood pressure was normal.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Literature Review : The Effect Of Ginger (Zingiber Officinale Var. Amarum) And Honey On Blood Pressure Reduction Luthfiyah, Fifi; Anggraeni, Mita; Wahyuningsih, Retno
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2206

Abstract

The prevalence of hypertension in NTB at 2018 was 27.8%, this figure was higher than 2013, which was 24.3%. Hypertension management can be done pharmacologically and non pharmacologically. Non pharmacological therapy can be done by consuming honey and ginger. Honey and ginger contain chemical components that can help lower blood pressure. To conduct a literature study on the effect of ginger (Zingiber officinale var. Amarum) and honey on reducing blood pressure. The literature search in this literature review was carried out using five databases with low to high quality, namely Scopus, ProQuest, Pubmed, Garuda Garba, and Google Schoolar. The keywords used are "ginger and blood pressure", "ginger and diastoleic pressure", "ginger and pulse pressure", "ginger and systolic pressure", "ginger officinale and blood pressure", "ginger officinale and diastoleic pressure", " ginger officinale and pulse pressure "," ginger officinale and systolic pressure "," honey and blood pressure "," honey and diastoleic pressure "," honey and systolic pressure ". From 10 journals that have been reviewed, all states that honey and ginger can reduce blood pressure. Honey was able to lower blood pressure with an average decrease in systolic blood pressure by 5.6 mmHg - 30.00 mmHg and a decrease in the average diastolic blood pressure by 7.3 mmHg - 13.00 mmHg, while ginger was able to lower blood pressure by an average -The decrease in systole was 4.73 mmHg - 7.7 mmHg and the decrease in diastolic blood pressure was 5.7 mmHg - 7.27 mmHg. The average dose of honey given is 30 grams - 70 grams, while the average dose of ginger is 4 grams. Form 10 journals have been reviewed, all journals stated that honey and ginger can lower blood pressure and based on all these journals it is known that honey has a greater effect on reducing blood pressure than ginger.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
KELEPE (KELOR LELE TEMPE) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN UNTUK UPAYA PENCEGAHAN STUNTING ANAK BALITA Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Ruslan Ningrat, Jaya Pandu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1120

Abstract

Angka kejadian stunting saat ini menjadi perhatian besar di Indonesia. Upaya saat ini yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi mengenai makanan berprotein tinggi. Edukasi yang diberikan bertujuan agar ibu balita dapat berperan menyediakan menu sehat berprotein tinggi sehingga bisa mencegah angka terjadinya Stunting. Edukasi pada ibu balita dapat diberikan melalui penyuluhan gizi. Penyuluhan bisa diberikan kepada kader Posyandu dan Ibu Balita guna meningkatkan pengetahuan sehingga akan berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari dalam pencegahan masalah stunting pada Balita. Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kader dan ibu balita dalam pembuatan makanan tinggi protein berbasis pangan lokal (daun kelor, ikan lele, dan tempe/produk nugget kelepe) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan antropometri (pengukuran ukuran dimensi tubuh, baik berupa berat badan, tinggi badan,panjang badan, LILA), demonstrasi pembuatan produk Kelepe (Kelor, Ikan Lele dan tempe), pengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan baik kepada sasaran kader maupun ibu-ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pengetahuan kader dan ibu balita mengalami peningkatan. Proses pelatihan antropometri dan demonstrasi pembuatan produk selingan berbasis Kelepe pada kader dan ibu balita berlangsung baik serta mereka mengapresiasi dengan berpartisipasi aktif. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat yakni kader dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik setelah mendapatkan penyuluhan tentang stunting dan kelepe sebagai makanan tinggi protein untuk upaya pencegahan stunting. 
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Nugget Tutelor Berbahan Ikan Tuna, Tempe, Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16244

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Asupan protein hewani berhubungan dengan stunting pada balita, Ibu perlu meningkatkan asupan protein hewani untuk balita yang berasal dari lauk pauk berbasis pangan lokal guna menurunkan risiko stunting.  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberdayakan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Metode yang dilakukan adalah pemberian edukasi dan demonstrasi pembuatan Nugget Tutelor berbahan ikan tuna, tempe, kelor. Evaluasi kegiatan edukasi menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pre-post test. Hasil rata-rata skor pengetahuan kader sebelum penyuluhan dengan skor benar <60 sebanyak 80%, setelah pemberian edukasi dan praktek pengukuran antropometri pengetahuan kader posyandu meningkat terlihat di tabel 1 dengan skor benar ≥ 90 sebanyak 60% dan skor 70-80 sebanyak 40% serta tidak ada lagi kader posyandu yang nilai nya < 60. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan terdapat peningkatan pengetahuan Kader Posyandu sesudah diberikan edukasi.  Kata Kunci: Balita, Nugget Ikan, Kader Posyandu, Pangan Lokal ABSTRACT Animal protein intake is associated with stunting in toddlers. Mothers need to increase animal protein intake for toddlers which comes from local food-based side dishes to reduce the risk of stunting.  The aim of this community service activity is to empower posyandu cadres in efforts to prevent stunting in toddlers. The method used was providing education and demonstrations on making Tutelor nuggets made from tuna, tempeh and moringa. Evaluation of educational activities using a pre-post test knowledge level questionnaire. The results of the average knowledge score of cadres before counseling with a correct score <60 was 80%, after providing education and practice of anthropometric measurements the knowledge of posyandu cadres increased as seen in table 1 with a correct score ≥ 90 as much as 60% and a score of 70-80 as much as 40% and There are no more posyandu cadres whose score is < 60. In conclusion, community service activities run smoothly and receive good enthusiasm from posyandu cadres and there is an increase in the knowledge of posyandu cadres after being given education. Keywords: Toddlers, Fish Nuggets, Posyandu Cadres, Local Food
Potensi Teh Rambut Jagung Ketan (Zea mays L.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Antihipertensi Darni, Joyeti; Damayanti, Amilia Yuni; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.15300

Abstract

The purpose of this study was to analyze the tea’s effect on the blood pressure. Research is a type of experimental research, with a randomized pre-post test with control design. Antioxidant activity was determined using the DPPH method, while saponin levels were quantified using gravimetric analysis. Blood pressure measurements in rats were obtained via tail-cuff plethysmography. A total of 28 male Sprague dawley rats were used, randomly allocated into four groups: a negative control group without extract (K-), a positive control group treated with furosemide 3.6 mg/kg (K+), and intervention groups receiving different doses of tea extract, specifically 300 mg/kg body weight (X1) and 500 mg/kg body weight (X2). The findings revealed that the IC50 value for antioxidant activity of corn silk tea was 65.526 ppm, with a saponin content of 8.461%. Meanwhile, bay leaf tea exhibited stronger antioxidant properties, with an IC50 of 40.351 ppm and a saponin content of 7.408%. The X2 group demonstrated the most significant reduction in blood pressure, averaging 98.9 mmHg. In conclusion, corn silk tea possesses strong antioxidant properties, whereas bay leaf tea has very strong antioxidant activity. The combination of bay leaf and corn silk tea was effective in decreasing blood pressure in rats. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh teh terhadap tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen randomized pre-post test with control design. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kadar saponin menggunakan analisis gravimetri kuantitatif, pengukuran tekanan darah pada tikus menggunakan metode tail-cuff plethysmo-graphy. Penelitian menggunakan 28 tikus putih jantan Sprague dawley, dibagi 4 kelompok yaitu tanpa pemberian ekstrak (K-), dengan obat furosemid 3,6 mg/kg (K+), intervensi teh saraja dengan dosis ekstrak 300 mg/kgBB (X1); dosis 500 mg/kg BB (X2). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan teh rambut jagung IC50 sebesar 65,526 ppm sedangkan kadar saponin pada teh rambut jagung ketan sebesar 8,461%. Aktivitas antioksidan teh daun salam IC50 sebesar 40,351 ppm, sedangkan kadar saponin pada teh daun salam sebesar 7,408%. Rerata tekanan darah pada kelompok X2 menunjukkan selisih penurunan tekanan darah paling banyak yaitu 98,9 mmHg. Kesimpulannya, aktivitas antioksidan teh rambut jagung berada pada kelompok kuat, dan antioksidan pada teh daun salam termasuk golongan yang sangat kuat. Pemberian teh daun salam kombinasi rambut jagung dapat menurunkan tekanan darah pada tikus.
Telaah Tipologis terhadap Antusiasme Siswa dalam Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Mata Pelajaran PAI Niam, Khoirul; Wahyuningsih, Retno
An-Nuha Vol 5 No 4 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v5i4.650

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) into Islamic Religious Education (PAI) is expected to improve student engagement and learning outcomes. However, variations in student responses indicate differing levels of digital readiness. This study aims to explore the typology of student enthusiasm in using ICT in PAI at SD Negeri 1 Gondang. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, interviews, and documentation, and analyzed using Spradley’s model. The findings show three typologies of enthusiasm: high (73.7%), moderate (18.4%), and low (7.9%), influenced by access to digital devices, previous experience, and teacher support. Students with regular digital access and supportive environments demonstrated higher enthusiasm. The study concludes that ICT-based learning in PAI should consider students' digital readiness. These results support Keller’s ARCS motivation model and highlight the importance of addressing the digital divide in primary religious education